Chalice : akhirnya update, maaf jika saya baru update, soalnya... Pulsa saya habis, dan ini fic saja saya publish lewat hape *nangis* tapi saya minta maaf jika ini fic belum dimulai gamenya mungkin minggu depan atau kapan bakal saa update (?)
elesis : janjinya doank, paling-paling tidak dilaksanakan
Chalice : berisik! , sudahlah! Aoki feedback!
Aoki : sigh... oke,oke...
Perfect Maid Haruka :
Maaf jika Chalice no Baka belum memulai gamenya, tapi anda yakin mau lihat gamenya? Saya sih kaga yakin soalnya... gamenya... GaJe *Aoki ditimpuk death sthcye versi jumbo (?)* dan disini Gamenya belum di mulai, dimulai nanti chap selanjutnya.
Ehem... intinya terimakasih atas reviewnya
DarkMelt :
Hahahaha (tawa Aoki dipaksakan jika tidak di gelitikkin saudaranya) Maaf ya... DarkMelt-chan... Si Chalice no Baka mungkin bakal lama, soalnya dia bingung mau di apain nantinya... maaf ya DX (Aoi : hahahaha, akting yang bagus Aoki!/ Sukuna : aku baru pertama kali lihat Aoki minta maaf :o / Aoki : aku bicara apa yang di tulis disini! *menghajar Sukuna*)
Ehem... tapi intinya terimkasih atas reviewnya
.
The Veteran Prince :
Berapa lama ya? oi chalice, udah berapa lama kau membuat nih Fic?
Chalice : berapa ya? *ngitung pakai jari*
Ya... authornya sendiri kaga tahu, yang pasti si Author juga kaga ngerasa sudah chap segini... mungkin dia bakalan panjang-panjang ngebuatnya, paling-paling min 2000 word bukan 1000 word lagi.
Ehem... terimakasih atas reviewnya
Chalice : kelihatannya aku salah memilih seseorang yang tugasnya membalas reviewnya :o
Aoi : bener~ Aoki tidak pantas jadi bales review, diakan kasar dan dingin~
Chalice : bener *mengangguk kepalanya*
All OC (min Aoki, Xeina dan Hikona yang terlalu datar) : *menganggukkan kepala*
Aoki :*death glare*
All : *gulp*
Chalice : Aoi disclaimer! Chalica warning!
Aoi : Disclaimer : Grandchase bukan punya chalice, tapi megaxus, walau si Chalice pengen banget.
Chalica : Warning : GaJe, Sarap, Aneh, Cacad, Oc kebanyakan disini, OOC, Kaga nyambung, TYPO, tidak memenuhi syarat EYD, Penambahan properti seenak jidat author, seenak jidatnya mengganti properti asli grandchase, Flash back banyak disini, mungkin ada sedikit adegan bloodscene walau bahasanya agak berbeda, dll.
Note : mungkin kebanyakan flashback dan terdapat dream (?)
~happy Reading~
~GC New Member~
Bruaaak!
Terdengar pintu masuk mansion Grandchase di buka ( baca : Di dobrak), alhasil chaser yang kebetulan ada di dekat pintu masuk mansion terjepit pintu (?).
"Apa ada para chaser disini~~?" tanya gadis itu (baca : Teriak pakai Toa (?)) sambil menekan pintu itu, entah sengaja atau tidak sengaja yang pasti tuh korban kejepit pintu hingga gepeng (?).
"Owww! OW! Sakit! Gua kejepit...!" teriak orang yang kejepit itu.
"hmm? Aku denger suara orang tapi tidak terlihat" ucap gadis itu sambil celingak celinguk dan makin menekan pintu itu.
"Gyaaa!" teriak orang kejepit itu dan alhasil pingsan dan terlihat roh keluar dari mulutnya.
"ada apa teriak-teriak sih, kakek moyang?" terlihat Elesis lari ke arah pintu masuk dan menemukan gadis berambut pink.
"oh! Pasti kau chaser!" teriak gadis itu girang.
"ya, dan aku pemimpin grand chase" jawab Elesis.
"waaaah! Kebetulan, aku pengen ketemu chaser dan menemukan pemimpinnya!" ucap gadis itu melonjak kegirangan sambil loncat-loncat dan tepuk tangan (?).
Elesis hanya sweadropped melihat kelakuan gadis itu.
"ada apa?" terlihat Ronan dan Flea berlari kesana.
"waaaah! Ada chaser lagi disini, eh?" gadis itu langsung berhenti bicara dan melihat Flea.
Dari atas sampai bawah.
"aaah! Flea-chan!" teriak gadis itu sambil menunjuk ke Flea.
"kakak Yui?" ucap Flea.
"Benar~~ aduh, Flea makin kawaaaiii aja yaaa!" ucap yui sambil memeluk erat Flea dan menggerak—gerak kepalanya kekanan dan kekiri.
"kau kenal dia, Flea?" tanya Elesis.
"dia kakakku, Yui. Kekuatannya adalah mengedalikan waktu sepuas hatinya, makanya dia kelihatan seperti umur 16 tahun walau dia berumur 27 tahun sekarang..., dan dia juga the fortune teller dan magician." ucap Flea sambil sweadropped.
"tentu sajaaa! Aku benci semakin tua, makannya aku menghetikan waktu bertumbuhku!" teriak Yui sambil mencubit pipi Flea dengan gemas.
"kehnapha khau dhi sihni , khakhak yhuhi (kenapa kau di sini , kakak yui?)" tanya Flea sambil dicubit pipinya.
"oh iya! Aku lupa tujuan ku disini!" teriak Yui dan melepaskan cubitannya ke pipi Flea.
"?" semua chaser hanya bingung.
"tunggu sebentar aku lupa..." ucap gadis itu dan duduk bersila di atas lantai dan melipatkan tangannya di depan dadanya dan menunjukkan wajah serius alias berpikir.
Semuanya langsung bergubrak-ria.
"oiii! Bisakah kalian menolongku keluar dari 'jepitan maut' pintu ini?" teriak seseorang yang kejepit di pintu.
Elesis yang menggantikan Yui yang menekan pintu itu pun kaget dan menarik pintu itu.
Terlihat Sieghart yang sudah gepeng (?) gara-gara kejepit pintu dan di tekan pintunya tanpa ampun.
"oh kau disini toh, kakek tua bangka..."ucap Elesis sadar pas melihat kakeknya yang corettersayangcoret dalam keadaan 'menyedihkan'.
"cucu apaan itu! kakeknya tidak di pedulikan!" teriak Sieghart pas mendengar perkataan dingin cucunya yang corettercintacoret.
"berisik!" ucap Elesis kesal.
Ronan hanya ber sweadropped-ria.
Jika para reader bingung kenapa hanya 4 orang ini yang muncul?
Tentu saja! Karenaaaa para chaser yang lainnya sedang berkencan , jalan-jalan, dan meneliti sesuatu (khusus Mari)! Meninggalkan mereka berempat untuk jaga mansionnya yang masih keadaan di bumi hanguskan (?).
"AHAAAAA! AKU INGAT!" teriak Yui yang alhasil membuat mereka ber empat kaget.
"apa nya ingat , kak yui?" tanya Flea.
Yui dalam sekejap mengeluarkan staffnya yang tengah-tengahnya terdapat jam kecil.
"buat apa staff itu?" tanya Elesis.
"aku kesini hanya menghancurkan kalian! Hitung-hitung membantu Yuna untuk menghancurkan kalian, sebagai sahabatnya aku harus membantunya!" ucap Yui dan mencast skill.
Yang mendengar nya (min Flea) hanya kaget dan langsung dalam battle position (?).
"Blizzard!" teriak yui dan dalam sekejap terdapat badai salju.
Elesis terlempar dan melepaskan pedangnya karena tidak kuat menahan badai salju itu.
"Elesis!" teriak Ronan dan memegang tangan Elesis.
Karena Ronan yang juga tidak kuat menahan badai itupun dan sambil memegang Elesis yang cukup berat (?), alhasil diapun terlempar bersama Elesis dan menabrak tumpukan salju 'tujuan akhir' badai salju itu alias tumpukan dari badai salju yang mentok di dinding.
Tinggal Sieghart dan Flea.
"Heeeaaa!" sieghart langsung menyerang Yui yang sedang mencast blizzard.
"eathquake!" teriak Yui dan mencast magicnya.
Terjadi gempa besar di mansion itu, alhasil bangunan yang sebagian sudah di betulkan dengan susah payah hancur lagi...
Poor to chaser (bahasa inggris chalice cacat)
Sieghart tertindih beton (?) dan Flea yang tertimpa batu besar (?).
"ck,ck,ck, hanya segitu kekuatan chaser? Menyedihkan sekali..." ucap Yui dan memutar-mutar time staffnya (sejak kapan ada time staff di grandchase?)
"ada apa? Kok ada getaran besar?" tiba-tiba muncul Raven, Reicy dan Envy dalam bentuk Roh, muncul dengan cara menebus dinding (chalice : ya,iyalah! Sudah jadi hantu! *di tabok reader dan 3 roh itu*)
"lho? Kau kan..." ucapan Envy menggantung (chalice : what?! Envy digantung?! *di otopsi Envy*)
"lho? Envy,Raven dan Reicy? Mana Luna? Bukannya kalian di dalam tubuh Luna?" tanya Yui pas melihat 2R dan 1E itu(2R = Raven dan Reicy, 1E = Envy)
"Yui?" ucap mereka bersamaan.
~GC New Member~
Mansion Yuna
-Dream-
"kaa-saaan~ Otou-san~" terlihat seorang gadis memakai baju bernuasa gelap, 2 laki-laki, yang satu memakai baju biru dan satunya lagi memakai baju putih kira-kira gadis itu berumur 14 tahun, laki-laki berbaju putih berumur 15 tahun dan anak laki-laki berbaju biru berumur 12 tahun
"ada apa, Yuna, Yuri? Rye?" tanya seorang wanita cantik bersama seorang pria.
"te-he-he~ lihat Yuna berhasil menangkap Violet Pixie~" ucap Yuna kecil (?) sambil menarik Violet pixie yang diikat.
"bersama Yuri dan Rye!" teriak 2 laki-laki itu.
"iya,iya. Bersama kalian berdua yang sampah!" ucap Yuna penuh kata-kata kasar.
"Kaa-saaan! Yuna memanggil kami sampah!" teriak Yuri dan Rye memeluk ibunya.
"Yuna... kau perempuan, jangan berkata kasar..." ucap Wanita itu dan mengelus rambut 2 anak laki-laki yang memeluknya.
"Fine!" ucap Yuna dengan cemberut.
"baiklah, saya pergi dulu ya...aku akan membantu tuan sieghart melawan Orc (Chalice : what the hell?! Jadi ngaco gini?)" ucap pria itu.
"baiklah" ucap Wanita cantik itu.
"hati-hati dijalan~" tiba-tiba muncul wanita cantik dan mempunyai telinga dan buntut, sambil melambai-lambaikan tangan sambil menggandeng anak perempuan yang matanya dibalut perban dan anak itu menggandeng anak laki-laki berambut biru ocean.
"hati-hati... dijalan Otou-saaan~" ucap Yuna,Yuri,Rye dan 2 anak kecil yang menggandeng itu.
Peeest! Tempat itu menjadi gelap.
Dan tempat itu berganti menjadi tempat hancur.
"eeh? Otou-san? Kaa-san? Kaa-san ryui?" tanya Yuna kecil sambil melihat kanan dan kiri.
Tempat itu menjadi penuh genangan merah yang kental.
Tiba-tiba muncul wanita cantik berambut hitam pekat, yang dadanya ditusuk tombak dan di peluk gadis berumur 13 tahun berambut abu-abu yang sedang menangis
"Kaa-san!" teriak Yuna dan berlari kearah wanita itu.
Tiba-tiba muncul pria berambut biru ocean, yang di genangin cairan merah kental itu.
Terlihat Yuri,laki-laki berambut blue ocean dan Rye yang menggoyang-goyangkan badan pria itu.
"Otou-san!" teriak Rye, Yuri dan laki-laki berambut blue ocean.
"Kaaa-saaan!" terdengar teriakan seorang gadis.
Yuna segera menoleh kearah sumber suara itu, dan melihat gadis matanya dibalut perban sedang mencari-cari sesuatu.
Di dekat gadis itu terlihat wanita cantik mempunyai telinga dan buntut terluka parah, di kelilingin gadis berambut ungu mashmallow dan gadis ber kacamata.
"Chain! Awas disana!" teriak gadis yang berambut abu-abu.
Di belakang gadis matanya dibalut perban terdapat Kaze'aze .
"Kyaaa!"
Zrat!
Yuna tidak dapat menduga yang dia lihat.
"Cynlie!/ Cynlie-neesan!" teriak Yuna, Yuri, Rye,4 anak kembar berambut biru shappire, gadis berambut ungu, anak perempuan berkacamata, anak perempuan berambut blue lagoon, anak perempuan berambut coklat, anak perempuan berambut pink, anak perempuan berambut ungu mashmalow, anak perempuan berambut hijau tua dan laki—laki berambut biru ocean.
Chain yang tidak tahu apa-apa.
Dan terdapat gadis berambut abu-abu yang melindungin Chain dan dadanya ditusuk Kaze'aze.
"Yuna... Yuri... Rye... sebagai kakak tertua lindungin semuanya..." ucap Cynlie sambil berusaha berdiri dan memegang big sword nya.
"bagaimana dengan kamu Cynlie-nee?!" teriak Yuna tidak setuju.
"tentu saja, menahan kaze'aze, sebagai kakak terkuat diantara kalian, aku harus melindungin kalian dan melawannya!" ucap Cynlie dan menyerang Kaze'aze walau badannya tidak kuat menahan cairan merah di dadanya yang masih keluar banyak.
"ta,tapi..." Yuri hendak protes.
"dengar apa yang dikatakan Cynlie, Yuri..." muncul wanita berambut hitam keunguan.
"kau..."
"tolong ya...tante Kira Kurosaki ..." ucap Cynlie dan sedang berusaha menahan serangan Kaze'aze
"aku akan membawanya ke Mansion satunya lagi di Primitive island" ucap wanita bernama Kira dan mencast teleport.
"Cynli-/ kak-" ucapan mereka semua terputus dan teleport ke mansion di primitive island.
"tolong, ya... tante... Kira..." cynlie langsung terjatuh dan matanya menatap hampa...
Klontang.
Terdengar suara Bigsword Cynlie terjatuh di tanah.
-end dream-
"nee-san!" teriak Yuna dan segera bangun dari tidurnya.
"ada apa,nona Yuna?" tanya Alice yang kebetulan mau menyelimutin Yuna yang sedang tidur di sofa di labortariumnya.
"cih... mimpi di 14 tahun yang lalu lagi..." ucap Yuna dan memegang kepalanya dengan kesal.
"...pada saat-saat menyedihkan itu kan, Yuna-nee?" tanya Rye.
Yuna hanya mengangguk tanpa peduli sejak kapan Rye ada disitu dan kenapa bisa tahu.
" dan itu awal kau mencobai eksperimen aneh, dan alhasil membuat 6 mahluk buatan mu dengan biokimia dan 1 robot, dan membuat ramuan immortal walau immortal tapi bisa mati dan tidak bisa tua, ramuan yang aneh. Dan penyebab kalian semua menjadi benci manusia walau pembunuh ayah dan ibu adalah ratu kegelapan dan semakin membenci Manusia sejak tante kira di-." Ucap Rye dan membaca salah satu catatan Yuna yang Memenuhi lemari (?)
"bisakah kau, diam. Rye! Bukannya kau sama!" teriak Emosi Yuna.
"ehehehe... maafkan aku, Yuna-nee... baiklah aku akan pergi ke mansion Yuri-nee" ucap Rye dan keluar dari labortarium.
"..."
"..."
"..."
"umm... Yuna-sama..." Alice hendak bicara, tapi.
"tidak apa-apa, aku baik-baik saja, bisakah kau menyusup ke Mansion chaser?" tanya yuna.
"bisa... ada apa, nona Yuna?"
"tolong ambil tubuh laki-laki berambut coklat itu alias orang yang bernama Rufus itu"
"memang kenapa , yuna-sama?"
"aku akan melakukan eksperimen di tubuh laki-laki itu, mengerti?"
"o,oke..." Alice segera menekan sesuatu di salah satu tempat di labortarium itu.
Tiba-tiba muncul lubang dimensi.
"kau tidak mungkin gagalkan dalam misi, Alice. Usahakan jangan gagal" ucap Yuna.
"apakah kau menggunakan tubuh orang yang bernama rufus itu untuk menghidupkan gadis yang bernama cynlie, atau menggunakan jantungnya untuk biokimia untuk membuat Cynlie kembali?" tanya Alice sebelum masuk lubang dimensi itu.
"tidak... aku selalu gagal dalam biokimia untuk mengembalikan cynlie-nee... malahan membuat 6 biokimia yang bukan cynlie-nee... jadi aku sudah menyerah dalam membangkitkan Cynlie-nee" ucap Yuna dan memegang salah satu tabung besar diantara 100 tabung besar disana (yang pasti labortarium Yuna besar dan berada di bawah tanah)
Di dalam tabung yang dipegang Yuna terdapat, gadis berambut abu-abu dan pendek sekitar sebahu, di tutupin air yang memenuhi tabung itu
"... aku pergi dulu ya..., Yuna-sama" Alice langsung masuk ke lubang dimensi itu
Yuna segera menaruh 2telapak tangannya di kaca tabung itu dan menyenderkan kepalanya di kaca kapsul itu.
"cynlie...nee-san..." Yuna menangis karena kakak nya yang paling dia sayangin sudah tidak ada.
Jepret! Jepret! Jepret!
"uwaah, foto langka, adikku yang tidak ada manis-manis nya menangis!" ucap Yuri sambil memegang kamera, disampingnya terdapat Lie yang ikutan foto bersama Rye yang juga sama memfoto Yuna.
"What The hell?! Sejak kapan kalian disini?!" teriak yuna tidak percaya.
"sejak satu abad yang lalu... dan NGACIIIIR!" teriak mereka dan langsung lari pas melihat Yuna sudah memegang death sycthyenya.
"Berhenti! Dan biarkan aku mencincang kalian!" Yuna segera mengejar mereka.
Di dalam labortarium yang sudah sepi itu.
tabung yang berisi gadis bernama Cynlie bergerak dan memegang kaca tabung itu dan menatap Pintu labortarium, rambut gadis itu bergerak-gerak karena berada di dalam kapsul berisi air dan campuran pengawet (?)
"hihi... kalian sudah besar dan masih baik-baik saja... kakak senang... apalagi kalian semakin kuat... menambahkan ku senang... dengan begini... aku bisa tenang..."ucap gadis itu sambil mengeluarkan air mata dari mata kanannya dan tubuhnya menjadi abu seketika.
-break time-
Chalice : berati , perjuangan Yuna menciptakan sesuatu yang dapat menghidupkan Cynlie gagal donk? Kenapa kaga make natal ring aja?
Yuna : lu kate ini game apa?! *nendang Chalice*
Chalice :emang game kan? *kena tendang lalu guling-guling dan masuk ke dalam dasar jurang (?)*
Yuna : lu gak ngerti diam aja dah! *melempar pisau dan nancap di kepala chalice*
Chalice : *tewas*
-back to story-
~GC New Member~
-mansion Chaser-
"ehem... kalau begitu, jadi kalian keluar dari tubuh Luna gara-gara Yuna dan Ren?" ucap Yui sambil minum teh di ruang tamu dengan santai.
"padahal... yang memasukin jiwa kalian bertiga ke dalam tubuh luna juga gara-gara yuna dan Ren bukan?" ucap Yui sambil menyeruput tehnya.
"eh? Tunggu, apa maksudnya memasukin jiwa Raven, Reicy dan Envy kedalam tubuh Luna?" tanya Elesis dengan bingung.
"pada awalnya, Raven adalah roh burung gagak yang sudah meninggal dan rohnya di ubah menjadi mirip Luna dan dimasukin ke dalam tubuh Luna dengan kekuatan alami Ren, Reicy adalah roh kelinci yang nasibnya juga sama seperti Raven, begitu pula Envy, bedanya Envy adalah Roh serigala... mereka dimasukin ke dalam tubuh Luna agar Luna bisa dilindungin karena luna adalah anak bungsu" ucap Yui dan mengambil cemilan di meja ( chalice : tumben Elesis mau ngebuat makanan untuk tamu *di tebas*)
"eh?!" teriak Sieg, Ronan dan Ele.
"apa?" tanya 2 R dan 1 E itu (?) dengan tatapan membunuh kesal dengan tanggapan 2orang dari keluarga sieghart dan royal blue guard.
"sedangkan Sync? Apa dia juga sama?" tanya Ronan.
"sync adalah sisi gelap Luna yang muncul saat Kurogane di serang Kaze'aze dan melihat kakak keduanya di bunuh Kaze'aze, pada saat itu dia tanpa sengaja menciptakan Sync karena ketidak bedayaannya dan dalam ke putus asaanya" ucap Yui.
"tunggu, siapa Cynlie?" tanya Reicy bingung.
"oh iya, kalian bertiga tidak tahu ya? baiklah, aku pernah bertemu dengannya karena aku Hakame Yui berteman baik dari kecil dengan keluarga Kurogane dan kurosaki yang mengadopsi Akito dan Azusa yang mahluk bio kimia hasil ciptaan Yuna yang paling berbahaya diantara mahluk biokimia Yuna dan hampir di lenyapkan..." ucap Yui kaga nyambung.
'kok nyambung gituan?' batin semuanya.
"baiklah, back to kisah (inggris gagal), cynlie adalah gadis yang manis, dia dan Yuna umurnya sama cuman selisih 3 bulan, Yuna sangat sayang dengan Kakaknya sampai-sampai sangat lengket dengan Cynlie, banyak orang berpikir Cynlie, Yuna dan Yuri, walau Cynlie rambutnya berwarna Abu-abu, karena wajah mereka paling mirip..." ucap Yui sambil menceritakan masa lampau (?).
Dan yui terus bercerita masa lalunya dari SD,SMP,SMA, kuliah ( kok jadi GaJe ya?) sampai 2 jam lebih.
Sieghart yang sudah teler (?) di sofa karena bosen.
Elesis yang hampir tidur.
Ronan yang hanya sweadropped ria.
Flea yang masih diam saja melihat kebiasaan aneh kakaknya.
Raven, Envy dan Reicy main uno (?).
"sampai kapan dia selesai bercerita, Flea?" tanya Ronan.
"sampai dia puas..."
"berapa lama?"
"kalau singkat 3 jam kalau lama 5 jam..."
"astaganaga (?)" ucap Ronan jadi OOC sambil menepuk jidatnya yang tidak berdosa (?).
"oh ya, Yui. Kenapa Akito dan Azusa di adopsi keluarga Kurosaki dan kenapa kau bisa tahu semuanya?" tanya Ronan.
"aku tahu semuanya karena aku membantu Yuna dalam eksperimen walau sedikit, dan memperhatikan hampir setiaphari melihat Yuna bereksperimen di mansionnya, dan aku akan bercerita masa lalu Akito Azusa ,karena aku mengenalnya saat dia pertama kali tercipta dari bio kimia, dan-" ucapan Yui terpotong sementara karena para reader protes.
Reader : sejak kapan grandchase ada bio kimia?!
Chalice : udahlah, ada-adain saja, kan sudah lihat warningnya bukan yang bertulisan 'menambah properti seenak jidatnya author '
Reader : *ngebacok author*
-back to story-
Take 111 (?), action!
"aku tahu semuanya karena aku membantu Yuna dalam eksperimen walau sedikit, dan memperhatikan hampir setiaphari melihat Yuna bereksperimen di mansionnya, dan aku akan bercerita masa lalu Akito Azusa ,karena aku mengenalnya saat dia pertama kali tercipta dari bio kimia, dan aku juga bisa mengetahui semuanya karena aku adalah pengedali waktu dan fortune teller..." ucap Yui.
-flash back Akito and Azusa, yang diceritakan oleh Yui-
"aaah! Aku gagal lagi membuat bio kimia untuk membuat cynlie-nee!" teriak Yuna dengan frustasi
Terlihat di depannya Yuna terdapat 3anak laki-laki.
1 anak laki-laki berambut coklat kehitaman dan bermata hitam, umurnya kelihatannya 16tahun, dan 2 anak laki-laki berambut coklat kehitaman dan bermata coklat , kelihatannya berumur 11 tahun.
"ini sudah ke 3 kalinya aku melakukan bio kimia, tapi... kok jadi 3 ya..." ucap yuna sambil sweadropped.
"tapi aku takjub dengan setiap bio kimia mu, karena setiap mahluk bio kimia mu itu memiliki perasaan seperti manusia... aku takjub" ucap Yui
"eh?" yuna kebingungan.
"tentu saja aku tahu karena 2 mahluk bio kimia yang kau kasih itu mempunyai perasaan" ucap Yui.
"kau sudah berumur 20 tahun tapi belum nikah atau pacaran... jadi... bio kimia semua ini mau kau apakan?" tanya yui.
"jadi kau maksud aku ingin menjadikannya anak angkat ku gitu?" tanya Yuna "dan lagi mentang-mentang kau sudah pacaran... kau seenaknya menyindirku!"
"ten-" ucapan yui terpotong melihat 3 bio kimia itu lama-lama.
"kau menyadarinnya? Mereka memiliki kekuatan kegelapan yang tinggi, musti di lenyapkan mereka..." ucap Yuna sambil melipatkan tangannya.
"tapi... kasihan mereka, walau mereka... hasil bio kimia, tapi mereka juga mahluk hidup..." ucap Yui dengan sedih.
"tapi mereka harus dimusnahkan agar dunia ini tidak dihancurkan mereka" ucap Yuna dan tangannya mengeluarkan sengatan listrik berwarna hitam (emang ada?)
"ta,tapi..."
"bagaimana jika kuambil mereka bertiga menjadi anak angkat ku? Kebetulan aku tidak punya keturunan" tiba-tiba muncul wanita cantik berambut hitam keunguan (jangan diingat kan ya, soalnya Chara disini yang baru muncul kecuali Yui jangan diingatkan karena cuman muncul disini saja)
"tante kira? Tapi apa tante tahu mereka..." ucapan yuna dipotong wanita itu.
"sst... tidak apa... aku yakin mereka tidak akan menghancurkan dunia, karena aku yakin itu, jadi izinkan aku, oke?" ucap wanita itu sambil menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya yang berwarna merah seperti bunga sakura.
"ta,tapi... uh... oke... sebelum itu aku mau memberi mereka tanda bahwa kapanpun itu mereka adalah hasil bio kimiaku dan mencegah tidak menghianattin ku, itulah kenapa aku memberi mereka semua tanda..." ucap Yuna dan memegang satu-satu tangan 3 anak laki-laki itu yang menatap Yuna dengan tatapan kosong.
Berselang 1 menit kemudian.
Tiba-tiba di tangan kanan 3 anak itu terdapat sengatan listrik berwarna hitam.
"saatnya dimulai,penandaan" ucap Yuna dan mencast sebuah magic.
"Gyaaaah!" teriak 3 anak laki-laki itu kesakitan.
"Yun,Yuna, kasihan mereka," ucap Yui tidak tega.
"kau memberi tanda semua hasil eksperimenmu dengan cara ini?! Kenapa?! Kasihan mereka kesakitan!" ucap wanita itu panik dan tidak tega apalagi di sekujur tubuh 3 anak hasil bio kimia itu terdapat sengatan listrik berwarna hitam yang besar.
"aku... sebagai pembuat kalian, kalian harus melayaninku dan menurutin ku karena sampai kapanpun kalian mahluk hasil bio kimiaku, dengan memberi lambang ke tangan kanan kalian..." ucap Yuna tidak mengubris perkataan Yui dan wanita itu dan teriakan 3 anak laki-laki itu (gaje amat memberikan simbolnya *chalice di tebas*)
Dan setelah selesai, 3 anak itu pingsan.
"nah, aku serahkan mereka kepada mu... BTW, karena kau sudah mengakatnya, kau yang kasih nama mereka" ucap Yuna.
"umm... bentar aku akan memberi mereka perbedaan" ucap Wanita itu.
2 anak lelaki yang kelihatan kembar itu rambut depannya dipotong.
1 anak lelaki yang belakangnya pendek dan bagian depannya bagian kanan panjang sekitar seleher dan diikat sebuah tali hitam, dan rambut depan kirinya dipotong pendek (seperti sieghart itu rambutnya cuman rambut depannya yang bagian kanan diikat pakai ikatan berbentuk kotak dan terdapat gambar X yang besar )
Dan satunya lagi sebaliknya.
"nah, yang mata hitam itu Ichirou~ karena dia kelihatan lebih tua, rambut depannya yang diikat dikanan itu Akito~ dan yang kiri itu Azusa~, bagaimana?" tanya wanita itu (maaf jika ciri-ciri Akito dan Azusa yang ini belum saya kasih tahu di chap awal karena saya susah jelasinnya jadi saya memberi tahu gaya rambutnya azusa dan Akito sebenarnya *di gaplok reader*)
"pintar juga dalam memberi perbedaan, tante kira" ucap Yuna kagum
-disini dimulai Yui POV-
1tahun kemudian Tentu saja Ichiirou,Azusa dan Akito sangat menyayangin tante kira dan mengaggapnya ibu kandung.
Dan mereka bertemu Flea yang berkunjung kerumah tante kira, dan juga pengen melihat 3 anak laki-laki itu yang diangkat Tante kira.
"ayo nee-saaan! Aku mau melihat 'mereka'" ucap Flea.
"oke,oke" ucapku pasrah.
Kami segera mengetuk pintu.
"iya,iya" terdengar suara tante Kira.
Cklek.
Pintu terbuka dan disana terlihat tante kira dengan Akito dan Azusa.
"uwaaah~ pasti kalian yang dimaksud kakakku~" ucap Flea dan hendak memegang tangan Azusa.
"bisakah kau jangan sok akrab?" tanya Azusa dan menepis tangannya Flea dengan tangannya.
"siapa kau?" tanya Akito dengan deathglare.
"eeh... kalian menyeramkan" ucap Flea dengan seringai.
"Azusa,Akito kalian tidak boleh seperti itu, smile is great~" ucap kira dan jari telunjuknya di kanan ditaruh di pipi kanan dan sebaliknya dengan wajah senyuman.
"benar, Akito,Azusa!" ucap Ichirou yang entah kapan dan bagaimana dia muncul di belakang tante kira.
"jadi minta maaf padanya karena membentaknya (?)" perintah Kira dengan senyuman yang manis.
"tch, ogah.." ucap mereka dan masuk kedalam Mansion Kurosaki.
"muuuh, mereka sombong!" dengus Flea dengan kesal.
"maafkan mereka ya, Flea" ucap Ichirou.
"kaga apa! Tunggu Azusa! Akito! Kita harus menjadi teman!" teriak Flea dan masuk kedalam Mansion dan mengejar mereka.
"ehehehe... mereka lucu jika jadi teman~" ucap Kira dengan senyum secerah matahari (?).
"tant- maksudku Kaa-san, aku ke Mansion Kurogane ya, mau melihat keadaan Chain" ucap Ichirou.
"hm,hm,hm~ kau sedang PDKT , Chii-chan?~ waaah~ ternyata sudah masa jatuh cinta ya kamu~" ucap Kira dengan senyuman-penuh-arti.
"ayolah, Kaa-san, jangan memanggilku 'Chii-chan' aku laki-laki, dan tidak mungkin aku suka dengan manusia sedangkan aku ini mahluk bio kimia" ucap Ichirou sambil bersiap pergi.
"sudah kukatakan, sejak kalian mendapatkan marga Kurosaki kalian sudah resmi menjadi manusia, karena mahluk bio kimia itu tidak ada marga kecuali manusia, walau ada manusia yang tidak tahu marganya tapi kalian tetap berbeda! Karena kalian juga punya perasaan, Ichii!" teriak Kira dengan kesal.
"...terimakasih... Kaa-san..." ucap Ichirou dan pergi.
"oh ya~ Chii-chan? Kau gak mau pakai kendaraan ke Bermesiah~? Ke mansion Kurogane kan jauh di Bermesiah , Chii-chan"
"tidak apa, aku bisa kok" ucap Ichirou "dan jangan memanggilku Chii-chan mulu... aku laki-laki" ucap Ichiroun dengan muka bersemu malu.
"hihihi..." tante Kira hanya tersenyum senang.
Aku hanya menatap tante Kira yang tersenyum bahagia, kelihatannya Ichirou itu berhasil mengubah hatinya yang dulu membeku, dan kelihatannya Akito dan Azusa juga pasti bisa mengubah hati mereka yang beku itu... aku takjub kepada kebaikan Tante Kira, walau namanya Kira Kurosaki, tapi hatinya bukan pembunuh tapi bagi kurogane bersaudara dan 3 biokimia itu, tante Kira adalah dewi penyelamat mereka.
Tapi keinginanku dan Yuna tidak terwujud, keinginan yang mau 3 bio kimia itu yang hatinya membeku bagaikan es menjadi mahluk yang berperasaan.
Karena...
Mansion Kurosaki di hancurkan, Tante Kira dan Paman Kiehl di bunuh manusia ah... bukan para perampok,
Aku tahu tante kira dan Paman Kiehl kuat... tapi tante Kira adalah orang yang sangat mencintai mahluk hidup, jadi mungkin dia tidak membunuh perampok itu dan menahan Paman Kiehl agar tidak membunuh perampok itu dan membiarkannya terbunuh.
Manusia itu bodoh... itu yang dikatakan Azusa dan Akito bersamaan.
Karena mereka bertigalah saksi mata dan mulai membenci manusia.
Pada suatu hari...
Setelah pembantaian Keluarga Kurosaki (dan tentunya Ichiirou, Akito dan Azusa selamat)
Di tempat yang sudah ehem... hancur dan menyeramkan.
Disana lah 'mereka' muncul dan mengambil Ichirou untuk menjalankan alibi mereka yang mengabdi kepada Thanatos, yaitu memusnahkan manusia yang merusak dunia... aneh tapi itu yang dikatakan 'dia', aneh... aku sudah kenal lama dengan 'dia' yang sahabat baik dengan Yuri, 'dia' orang yang baik walau agak sedikit Bodoh tapi kenapa berpihak kepada thanatos? Itu yang kupikirkan dari dulu.
Kupikir Yuna akan melarang 'mereka'.
Tetapi, sejak tante Kira meninggal, dia mulai membenci manusia dan sangat ingin membunuh.
"Akito, Azusa. Ikut aku" perintah Yuna.
"aku mengerti, Yuna" ucap Azusa dan Akito bersamaan.
"tunggu, Yuna. Kau mau apa?!" teriakku.
"tentu saja, membalas dendam kepada manusia rendah itu" ucapnya.
"tapi, bukan manusia yang membunuhnya! Tapi para perampok! Bukan manusia yang tidak berdosa!"
"aaah! Diam! Aku tidak peduli manusia atau apa, yang pasti aku akan membunuh semuanya!" ucapnya dan pergi bersama akito dan Azusa.
Aku hanya diam saja dan melihat 3 sahabatku yang merupakan sahabat sekolah Yuna dan aku. Datang kearah ku
"sudahlah,Yuna tidak bisa dihentikan jika dia sudah mengencangkan keinginannya (?)" ucap sahabatku yang paling dingin tapi jenius, Vanessa Greanville. (kaga usah diingat kan, hanya suasana saja
"biar Vanilla memeluk mu~" ucap temanku yang ahli dalam menggunakan katana itu langsung memelukku, Vanilla Chocolate
"apa kau sudah mengerti tekad Yuna untuk membunuh... kita tidak mungkin menahannya karena kekuatan kita tidak sebanding dengannya, yang ada kita dibunuhnya" ucap sahabatku yang manis itu, Pearl Jewely
"aku sudah tahu kok..." ucap ku... "tapi... dia..."
Gadis yang memelukku hanya mempererat pelukannya.
"tapi percuma jika menahan tekadnya, kau tahu si Yuna bukan? Kita hanya menunggu waktu agar dia sadar dan kita bisa bermain bersama lagi seperti dulu" ucap sahabatku bersamaan
Aku hanya diam saja dan mengangguk setuju.
Beberapa tahun kemudian aku mendengar Akito menjadi chaser.
Aku berpikir Yuna yang sudah beranilisial Death sudah tidak membunuh lagi karena membiarkan Akito Menjadi grandchase.
Tapi ternyata dia masih tidak membiarkannya dan mengendalikan mereka..
-flash back end- and yui POV end
Semuanya hanya dalam kesunyian.
"aaah~ aku cape bercerita, aku pulang dulu ke silver land~oh ya, kalian diberi waktu untuk melawan Sync bukan?" tanya Yui.
"kenapa kau tahu?" tanya Elesis.
"karena aku fortune teller dan pengedali waktu~" ucap Yui sambil tersenyum.
"tenang saja, walau Sync itu kejam tapi dia bisa dibilang kaya anak kecil, jadi mungkin kalian di buat cape oleh nya~" ucap Yui dan pergi.
Elesis dan Ronan hanya kebingungan.
Sieghart masih keadaan nina bobo di sofa.
Flea yang sudah balik ke kamarnya entah sejak kapan.
~GC New Member~
-besoknya –
Semua chaser udah balik dari jalan-jalan, kencan dan penelitiannya (jah, dikasih waktu buat latihan, malah di pakai buat gituan... *chalice di all out attacking*
"begitu ya..." ucap jin yang baru pulang dari kencannya selama 1 hari lebih.
Ronan hanya angguk-angguk.
"Gawaaat!" terdengar teriakan Arme.
Semuanya segera berlari ke arah teriakan Arme.
-di kamar Rufus (mustinya)-
"ada apa, Arme!" teriak Elesis dan membuka pintu (baca : mendobrak)
"tu,tubuh... Rufus menghilang..." ucapnya yang masih keadaan kaget.
"apa?!" teriak semuanya (min Zero,Mari dan Dio)
"kenapa bisa?!" teriak Lass kesal.
Tiba-tiba kaca jendela dikamar Rufus pecah.
Prang!
Dan disana muncul gadis berkimono, berambut biru shappire, memakai pita yang ditengah-tengahnya terdapat bentuk hati retak.
Semuanya langsung menyiapkan senjata mereka.
"hihihi~ tenang saja aku tidak membunuh kalian sekarang kok~ aku hanya menyampaikan pesan dari Sync, Yuna, Ren,dan yuri kok" ucapnya.
"lalu apa pesannya!" ucap Elesis tidak sabar.
"waaah~ aku tidak nyangka pemimpin chaser itu tidak pernah sabaran" ucap gadis itu dan berpura-pura kaget.
"Berisik!" ucap Elesis dengan emosi.
"maaf, apa pesannya itu?" tanya Ronan baik-baik dan menahan Elesis yang sedang emosi.
"ehehehe... Perintahnya, saat berada di dungeon mereka (?) hanya boleh 4 orang yang melawan mereka jadi, misalnya melawan Sync, hanya boleh 4 orang saja, tapi sebelum itu 4 orang itu harus membunuh penjaganya" terang gadis itu.
Semuanya hanya angguk-angguk tanda mengerti (min Zero, Mari dan Dio)
"oh ya, Yuna memberi keringanan kepada kalian" ucap gadis itu.
"apa itu?" tanya Elesis.
"jika kalian berhasil melawan Ren dan Sync pasti kalian melawan Yuna donk? Jika kalian melawan Yuna kalian boleh 5 orang yang melawannya" ucap gadis itu.
"sama aja bohong donk selisih 1 doank" ucap Amy.
"biarin, oh ya, jika ada yang melanggar kalian gagal dalam game ini" ucap gadis itu.
"byee~" dan gadis itu berubah menjadi gugusan kelopak bunga sakura.
Semuanya hanya diam saja disana.
"jadi... siapa yang besok melawan Sync?" tanya Elesis.
~TBC~
Chalice : selesai juga... *lemes*
Chalica : kebanyakan Flashbacknya...
Yuna : oi! Sampai kapan di mulai gamenya?!
Chalice : diam lah! Oh ya untuk DarkMelt, kelihatannya bakal lama deh pertarungannya... jadi gomen...
Yuna : ya,ya! dan cepetlah buat lanjutannya!
Chalice : hiii! Aku lagi malas membuat battle actionnya karena aku lupa skill mereka karena aku udah lama belum main!
Yuna : berisik! *nendang author*
Chain : jadi... aku penyebab kakak mati ya... *cry*
Yuna :WTH?! Chain, jangan nangis, jika kau nangis aku bisa dibunuh Ichirou! (apa hubungannya?)
Chalice : bukan kamu kali! Tapi aku! Lihat dia sudah mengancungin pedangnya di dekat leherku *nangis bombay*
Ichirou : jangan membuat Chain yang menjadi penyebab! *ngeluarin aura gelap*
Chalice : Gomeeeeen!
Chalica : semua nya minta review gih!
All OC & chara original GC : Review ya!
Chalice : mungkin 2 anak buah 'dia' bergerak , dan beberapa OC ku ada yang tewas (kasar amat perkataan chalice =.=") (spoiler terdektesi)
