Chalice : *muka datar* Luna, tolong baca ini Note

Luna : o,oke! *membaca tulisan yang ada dikertas pemberian chalice* "bagi yang mengharapkan gamenya saya ucapkan maaf, soalnya gamenya mungkin aneh soalnya... Saya pusing mau game apa, mau tahu gamenya seperti apa? Baca aja, pasti tahu :p, sekian dari chalice07", sudah Chalice-chan

Chalice : Pintar *mengelus rambut Luna dengan senyum tipis*

All (min Chalice) : 'ada apa dengan Chalice07? Kok jadi aneh?)

Chalice : *duduk di sofa sambil minum teh*

All : *makin bingung*

Elesis : umm... si,siapa yang disclaimernya?

Ronan : iya, chalice-chan.. siapa yang jadi disclaimernya?

Chalice : *masih minum teh dengan tenang* terserah, siapa aja jadi...

All : Kalau begitu ,Chalice yang jadi! *nunjuk chalice07*

Chalice : ...yang pasti jangan saya...

All : *makin sweadropped*

Elesis : o,oi... apa bener dia chalice07?

Amy : apa kemarin dia kejedot sesuatu?

Arme : apa dia sakit demam?

Yuna : chalice-san, yang suka pasrah sekarang menjad-

Chalice : bisakah kalian diam? Cepetan mulai disclaimernya, BAKA

All : *makin sweadropped*

Yuri : ak,aku feedbacknya...

To Grand12 :

tentu saja, dia lupa... diakan males ingetin semua skill chaser yang banyak itu =.='', dia pengen nyatet tapi males...=.='', diakan orang pemalas... cuman kalau dia ada niat ingetin pasti dalam beberapa menit langsung hafal... aneh... tapi nyata.

intinya makasih atas Reviewnya :)

.

To DarkMelt :

sebenarnya bukan Yuna dan saudaranya yang mengalami masa lalu yang kejam, 98% OCnya chalice mempunyai masalalu yang kejam... karena baginyaitu menarik =.=''

itulah penyebabnya mengapa pada kejam semua =.=''.

intinya thanks atas reviewnya XD

Yuna : Disclaimer : sa,sampai kapanpun Grandchase bukan milik Chalice tapi Megaxus

Warning : GaJe, Sarap, Hancur, kaga nyambung, TYPO, tidak memenuhi syarat EYD (Yuna : kalau guru bhs indonesia chalice ngebaca ini, pasti chalice diomelin habis-habisan), alur kecepatan, Aneh, OOC, OC dan lain-lain

Sukuna (OC yang seenak jidatnya keluar dari buku sketsa Author) : Happy Reading, dan tunggu aku tampil suatu saat XD.

Chalice : ngarep banget... *masih dalam keadaan minum teh tawar kesukaannya*

Sukuna : hueeee! Chalice-chan dingin banget DX *meluk saudara kembarnya*

Hikona ( OC yang keluar dari buku sketsa Author) : *nyeret Sukuna dengan paksa* ayo kita kembali ke dalam buku sketsa author

Sukuna : kaga maaau DX *nangis, lalu didorong masuk ke buku*

~happy Reading~


~FORSAKEN BARROWS~

Disana terdapat Elesis, Jin, Amy, dan Flea

"aku takut , jinny!" teriak Amy ketakutan sambil memeluk Jin dengan takut

"jangan takut, ada aku" ucap Jin

Entah bagaimana dapatnya yang pasti si Jin berkata demikian sambil menggigit setangkai bunga mawar, sambil menyebar pesona, di backgroundnya terdapat sorotan lampu dan bunga-bunga.

Semuanya hanya sweadropped (min Amy dan Jin)

"tapi, apa kalian tidak merasa aneh?" tanya Flea tiba-tiba.

"a,apa itu?" tanya Jin, Amy dan Elesis bersamaan

dengan takut (Aoi : Katanya kaga takut, jinny~~~ / Jin : *menendang Aoi* / Aoki : *menebas Jin*)

"biasanya ada Orc Zombie, labu yang suka meledak itu, dan Lich, kok sekarang kaga ada ya?" tanya Flea sambil bergaya ala Naoto dari p4 (Aoi : maunya chalice XD / Chalice : *menebas Aoi*/ Aoki : *menebas Chalice tapi gagal*)

"iya,ya" ucap mereka sadar akan keganjilan di tempat itu

"selamat datang, chaser" terdengar suara yang mengagetkan mereka

Spontan saja mereka ancang-ancang dalam posisi battle

Terdapat 2 pohon yang besar dan sudah kelihatan pohon itu mati soalnya kaga ada daunnya

Dan di antara 2 pohon itu terdapat batu yang besar.

Dan sekejap mata tempat itu berkabut.

"apa ini?! Kabut?! Tapi.. sejak kapan tempat ini berkabut (?)?!" teriak Elesis bingung


Setelah kabut itu hilang disana terdapat :

-gadis berkimono yang bermotif tengkorak, memakai pita yang di tengahnya terdapat tengkorak, memegang staff yang kelihatannya terbuat dari tengkorak, rambutnya mirip mizuna dan mizuki. Gadis ini berdiri diatas dahan pohon, pohon bagian kanan

-gadis ini tidak ada bedanya dengan gadis berkimono tengkorak itu, cuman bedanya pitanya kaya Hati retak, kimononya banyak motif love-love. Gadis ini berada diatas dahan pohon, pohon bagian kiri

- dan gadis yang tidak familiar bagi mereka, gadis itu berambut hitam pekat, bermata merah darah, gadis itu duduk di atas batu tersebut sambil menginjak Lich.


"selamat datang di dungeon ku walau awalnya dungeon ini milik sampah ini" ucap Sync sambil menyeringai dan menendang Lich yang sudah sekarat

"ugh!" teriak Lich itu kesakitan (?)

Para chaser merasa kasian sama Lich walau Lich itu jahat

"hei,hei.. jangan merasa kasihan sama sampah yang lemah itu, Chaser~" ucap gadis maniak love itu.

"aku setuju dengan , Mizuno" ucap gadis maniak tengkorak itu.

"merasa kasihan, pertemanan, dan kasih sayang. itu adalah perasaan yang tidak berguna dan hanya membuat mahluk hidup menjadi lemah, jadi buat apa kalian merasa iba kepada mahluk ini" ucap Sync sambil menyeringai dan mata sabitnya sudah dekat dengan leher Lich tersebut

Para chaser hanya merasa tegang dengan perbuatan sync.

"ugh... ampunin aku..." ucap Lich tersebut.

"sudah kukasih tahu kebaikan itu..." Sync memotong bicaranya saat tepat pedang didepan lehernya

"Walau pun dia jahat! Kau jangan membunuhnya!" teriak Elesis kesal.

Sync memandang Elesis dengan pandang tidak suka.

"game belum dimulai, Elesis sieghart" ucap Sync tenang, tidak ada nada ketakutan.

"Diam kau!" ucap Elesis geram.

"lepaskan , Lich itu, Sync-chan!" ucap Amy memohon.

"lepaskan?" tanya Sync dengan seringai kejam.

"benar" ucap Ronan setuju.

"baiklah aku akan melepaskannya..."ucap Sync.

Semua chaser menghela nafas lega.

ZRAT!

Semua chaser kaget apa yang mereka lihat

"melepaskan siksaan hidupnya" ucap Sync.

Lich itu dipenggal Sync dengan sabitnya

"kau... bukannya..." ucap Amy terbata-bata.

"hehehehe...sebelum dimulai gamenya, kami akan memperkenalkan diri kami" ucap Sync dengan muka tidak berdosa.

"aku Mizuno kurogane~ Keembaran Mizuki dan Mizuna~ seseorang yang dilupakan saudara-saudaranya sendiri itulah kami~" ucap Mizuno sambil tersenyum ceria.

"Mizuto kurogane, aku sama seperti Mizuno" ucap Mizuto santai.

"dan terakhir adalah, SYNC KUROGANE." Ucap Sync dengan senyum sinis.

"baiklah, game dimulai sekarang~" ucap Sync

"gamenya adalaaah..." ucap Mizuno.

Semuanya hanya tegang menunggu kata-kata Mizuno nanti

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Main KEJAR-KEJARAN! DAN PETAK UMPET~" teriak Mizuno dan Sync dengan sikap childish

Mizuto hanya memilih diam saja

Semuanya hanya cengo dengan mulut menganga.

"a,apa! Gamenya adalah seperti ini?!" ucap Jin kaget dan tidak terima.

"tentu saja, kami akan menentukan main apa, itu yang dikatakan Yuna nee-san, kau tahu kan, Kurogane bersaudara itu suuukiii (suka) banget maiiiin XD kecuali Xeina yang terlalu datar sih~" ucap Mizuno sambil loncat-loncat kegirangan.

Semuanya hanya cengo.

"jadi ada kemungkinan gamenya di dungeon nee-san dan nii-san itu adalah permainan anak-anak, tapi who knows~ itu terserah mereka mengatur gamenya~" ucap Sync sambil loncat-loncat gaje bareng Mizuno.

Semuanya hanya cengo dan sweadroopped.

Mizuto hanya menghela nafas pasrah.

"baiklah kita mulai saja game Petak umpetnya~" ucap Sync "sebelum itu kita harus mencari siapa yang menjadi setannya" lanjutnya.

Dan dia menjetikkan jarinya.

Muncul orang berjubah hitam dan mengeluarkan dart dan melemparkannya

Jleb!

Elesis kena dart orang itu tepat di kakinya.

"Elesis!" teriak jin,Flea dan Amy dengan penuh khawatir.

"apa sudah selesai tugas ku, Sync-sama?" tanya orang berjubah itu.

"tentu saja, Ryena~" ucap Sync sambil tersenyum.

"baiklah, aku akan kembali ke mansion Yuri-sama, jika butuh bantuan panggil aku saja" ucap orang berjubah itu atau bernama Ryena.

"sure~" ucap Sync sambil tersenyum senang.

Dan orang itu menghilang.

"kh-, apa selanjutnya maumu!" ucap Elesis dengan geram.

Sync menatap Elesis mirip memandang sampah.

"jangan memandangiku seperti itu!" ucap Elesis geram dan kesal

"gimana tidak memandangi seperti sampah! Kau lemah sekali! Bisa kena dart yang dilempar secara terang-terangan!" ucap Mizuno kesal.

"hihihihihi~ selanjutnya ya~" ucap Sync sambil menjentikkan jarinya yang manis itu

Mizuno mengadah tangannya dan Jin, Amy dan Flea menghilang.

Spontan saja Elesis kaget.

"kau harus menemukan teman-temanmu di forsaken barrows ini !, jika kau bertemu kami di forsaken barrows ini maka kau akan kami serang! Jadi itu aturan mainnya" ucap Mizuto.

"nah, saatnya dimulai gamenya~" ucap Mizuno dan mencast teleport.

Mizuno , Mizuto dan Sync menghilang.

Hanya tinggal Elesis yang terluka.

"tch, aku harus mencari mereka" ucap Elesis dan bangun dari posisi duduknya dan mulai berlari tanpa peduli sakit dikakinya yang perih itu.

Elesis tidak sadar ada 2pasang mata di atas pohon menatapnya dengan sinis.


-cynthia nightwalker mansion-

BRAK!

Spontan saja Cynthia, Chalice, Chalcie, Sin, Resa dan choco kaget.

Disana terdapat 2 orang yang mirip dengan avatar Chalice07 pakai sekarang (Aoi : apa hubungannya?)

Cuman bedanya yang satunya lagi memakai celana.

"Cynthia NightWalker, saatnya kami membunuhmu karena rencana kalian yaitu adalah... meningkatkan kekuatan Grandchase!" ucap orang yang memakai rok, kelihatannya sih cewe.

"walau dengan cara menyerang mirip musuh, padahal rencana kalian adalah untuk meningkatkan kekuatan Grandchase untuk bisa bertarung dengan 'kami'!" ucap gadis itu lagi.

Sedangkan orang yang kelihatannya cowo. Hanya diam saja sambil memegang revolver.

"Tch! Aku tidak menyangka 'dia' mau menyerang kami! Padahal 'dia' sendiri yang kaga masalahin kami untuk melatih grandchase" ucap Cynthia kelihatan resah.

"ini bukan kemauan Leader no baka kok, ini kemauan kami berdua" ucap lelaki itu santai dan mengarahkan revolvernya kearah Cynthia nightwalker.

Orang-orang disitu langsung dalam mode battle.

"mau melawan kami? Muuuh~ bisakah kalian pasrahkan nasib dan biarkan kami membunuh kalian dengan mudah tanpa perlawanan!" ucap gadis itu dengan cemberut.

Cynthia tidak peduli dia melukai tangannya dengan pisau kecil. Alhasil darahnya jatuh dilantai.

"Blood Spear!" teriak Cynthia.

Darah yang tergenang di lantai tiba-tiba berubah menjadi tombak bermata 3, berwarna merah darah.

Cynthia segera mengambil tombak tersebut.

"kalau kami tidak melawan, maka kalian akan membunuh semuanya" ucap Cynthia sambil mengarahkan mata tombaknya ke gadis itu.

"benar! Jika kami tidak membunuh kalian, kalian akan membunuh semuanya!" ucap Choco tidak terima dan menyiapkan katananya.

"Sukuna, ayo kita mulai penghapusannya" ucap lelaki itu.

"Oke, Hikona~" ucap gadis itu, Sukuna.

Dan mereka segera menyerang ketujuh orang itu.


-Yui place-

Di kastil gaikoz (?).

"!" terlihat Yui kaget sambil memegang bola kristalnya.

"ada apa, Yui-hime?" tanya Gaikoz mini (Gaikoz aslinya dijinakin(?) dan dijadikan versi mini )

"benar apa kata Gai-chan, ada apa, Yui-chan~?" tanya gadis berambut twinteal dan berwarna sama kaya Yui (yang ini jangan diingat , hanya muncul sekali doank)

"benar, ada apa , Yui?" tanya gadis berbando biru, rambutnya sepanjang pundak dan berwarna merah. (sama)

"aku tidak menyangka, tindakan si kembar Shirogane itu tidak bisa ku ketahui padahal aku adalah fortune teller dan pengedali waktu" ucap Yui tidak percaya.

"kekuatan si kembar shirogane itu sangat mengerikan ya... tidak bisa di perkirakan tindakan mereka" ucap gadis berbando 'memuji'.

"ini bukannya memuji! Kita harus segera ke Mansion NightWalker! Sebelum mereka dibunuh" ucap Yui dan bersiap-siap pergi.

"kalian jaga kastil ini" pesan Yui.

"ta,tapi..." bantah gadis twinteal itu

"kaga apa, Yui aman pada kami" terlihat 3 gadis, gadis berambut coklat susu dan panjang rambutnya sepanjang punggung, gadis berambut seperti warna vanilla. Diikat dua kebawah dan badannya kelihatannya paling pendek diantara yang lainnya dan mukanya terkesan imut, dan gadis berambut oren jeruk dan diikat satu kesamping (kalian hanya mengingatnya hanya chap ini saja oke)

" Vanessa, Vanilla, Pearl? Kenapa?" tanya Yui.

"kenapa? Kami hanya pingin ngebantu kau, jika ada mereka berdua disana, kau bisa terancam bahaya jika kau sendirian." ucap Vanilla.

"te,terimakasih...teman-teman" ucap Yui terharu.

Semuanya (hanya ketiga org itu saja) tersenyum manis

"oh. Ayo berangkat" ucap Yui dan mencast teleport.


-back to elesis-

"uhh... banyak sekali sih, zombie-zombienya" ucap Elesis kesal.

Elesis berjalan terus mencari teman-temannya.

Tentu saja ditemanin musuh-musuh menyebalkan.

"hea! Arrow Sword!" terdengar sebuah Skill.

Spontan saja Elesis kaget dan segera mencari sumber suara tersebut, karena dia yakin itu pasti Flea.

Benar apa yang ia duga.

Disana terlihat Flea melancarkan serangannya ke rombongan orc stone zombie itu.

"Flea!" teriak Elesis.

Flea yang mendengar namanya di panggil segera menoleh ke arah sumber suara.

"ELEEEE-CHAAAAN!" teriak Flea yang suaranya dapat membuat telinga berdarah *chalice07 yang tidak berdosa(?) di tebas*

Dengan kecepatan yang sama cepatnya dengan Lass yang entah kapan dia bisa.

Segeralah Flea memeluk Elesis.

Dan sekarang terlihat acara yuri (Yuri : hei, namaku dipanggil ya? ada apa? / Chalice : *memandang Yuri dengan pandangan aneh* / Yuri : ada apa?/ Chalice : tidak *segera meminum es teh kesukaannya* / yuri : ?) walau yang memeluk itu adalah Flea, tapi tetep saja terlihat seperti acara orang yuri, spontan saja para orc disana hanya sweadropped

Orc jenis kelaminnya cewe (?) segera ngacir dibanding kesucian mereka diambil Flea (?).

Dan tersisa Orc yang dikit banget karena sebagiannya adalah betina (?) yang sudah ngacir

Elesis hanya bergindik ngeri karena ngelihat Flea kaya orang lesbian *chalice ditusuk pedang*


-di mansion Nightwalker-

"CYNTHIA!" teriak Yui membuka pintu mansion tersebut

"!" mereka bertiga kaget melihat apa yang mereka lihat.

"aah... Yu...i chan..." ucap Cynthia night walker yang sudah berlumuran cairang merah,

Walau posisinya bersender pada dinding, tetap saja dia tidak kuat menahan pusing melandanya.

Resa, Chalice, Chalcie, Sin dan Choco, sudah terluka parah dan tidak bergeming sedikitpun.

Jadi bisa dibilang Cynthia nightwalker adalah satu-satunya yang selamat.

"bertahan lah! Aku akan mengheal mu!" teriak Pearl dan mencast whiet magic

"ti..dak.. usah... pe...rcuma...,..kau...me..ng...he...alku... itu...ha...nya...membuat...energimu...be...r...ku...r..a..ng...si..a-s..ia..." ucap Cynthia dengan muka tersenyum hampa

"ta,tapi..." ucap Pearl dengan sedih.

"lu...ka...ku...suda...h pa...rah...jad...i...per...Cuma" ucap Cynthia dengan muka sedih.

"ta,tapi..." ucap Vanilla dengan muka sedih.

"maaf... ini gara-gara kami bertiga...kalian semua...dalam bahaya..." ucap Yui dengan muka sedih.

Cynthia yang mendengarnya hanya tersenyum.

"he..he...ti..dak...apa... in...i j...u...ga... ke...mauan...kami...aga...r pa...ra...ch...aser...menga...lahkan...'mereka'...dan...meng...henti...kan...thanatos..." ucap Cynthia dengan senyum miris.

"o...ne..san... ka...u...mu...sti...te..rima...heal..nya..." terlihat Chalice dan Chalcie menghadap mereka dengan muka sedih dan penuh harap.

"ke...napa...tida...k ka...lian... saja?" tanya Cynthia dengan tatapan bingung.

Chalice dan Chalcie hanyan tersenyum dengan senyum hampa dan mereka...you know what i mean?

Cynthia hanya sedih melihat 2 saudara kembarnya tidak bernyawa.

"y..ui..." panggilnya.

"ya?" tanya Yui.

"bil...ang...pa...da...se...mua...nya... sebagi..an m...ere..ka...bergera..k ka...rena...ti..dak...setu...ju...rencana...kita..." ucap Cynthia dengan sedih.

"bukannya 'dia' menyetujuin kami! Jika para chaser sudah mengalahkan semuanya ,'dia' akan bergerak!" teriak Yui kesal

"ti..da...k d..ia...tid...ak...me..nge...tahui..nya... se..bagian...anggotanya...yang...me..laku..kanny...a..." ucap cynthia dengan nafas terengah-engah.

"uh... aku tahu! Dan jangan berbicara lagi! Kau sudah cukup terluka! Pearl heal dia!" perintah Vanessa geram (pada akhirnya dia bicara juga...)

"o,oke!" ucap Pearl dan bersiap mencast whiet magicnya

Cynthia hanya tersenyum sambil di heal Pearl. Dan segera menatap langit-langit dengan tatapan hampa dan mengakat satu tangannya ke arah langit-langit dengan muka tersenyum.

"...ka...a-sa...n...cha...lci..e...cha...lice...tem..an-...tema...nku...aku...akan...mengi...kuti...kalia..." sebelum menyelesaikan kata-katanya, tangannya jatuh kelantai

Yui, Vanilla, Vanessa dan Pearl hanya kaget.

"Cynthia!" teriak mereka

~TBC~


Cynthia : *pundung*

Chalice : hahahaha... onee-san tumben pundung ^.^''

Cynthia : kenapa aku yang mati pertama! *masih pundung*

Chalice07 : bukannya bagus? *masih meminum teh*

Cynthia : *naik pitam* jangan sok elegan deh! Mana sifat aneh mu itu?! *narik Teh Chalice07*

Chalice07 : kau mengganggu ku minum teh *muka kesal*

Cynthia : aku tidak takut dengn deathglare mu! *sedikit takut*

Chalice07 : *mengeluarkan deathsctyhe dan terdapat 3 siku-siku di kepalanya*

Cynthia : uh-oh... *ketakutan*

Yui : sudah-sudah! Chalice sekarang dalam versi darknya (?) jadi, sementara waktu tidak bisa disiksa (?)!

Cynthia : eh?

Chaliceo7 : Chalica, buatkan aku teh tawar lagi yang banyak, oh, jangan lupa masak sarden

Chalica : hai (oke)

Sukuna : kejam banget, author san... ngebuat kami jadi jahat.

Chaliceo7 : peduli begitu?

Sukuna : HUWWWEEEE! Chalice Dingin banget DX.

Chaliceo7 : disini terlalu berisik *ngacir*

Sukuna : nah! Minna tolong review ya~~ *kembali ceria*

Hikona : [tolong] Reviewnya...

Sukuna : oh ya, disini terdapat beberapa OC yang dihapus karena sudah ehem.. You Knows I Mean?

1. Cynthia nightwalker

2. Chalice nightwalker

3. Chalcie nightwalker

4. Resa

5. Sin Nightmare

6. Choco tamarin (emang udah dihapuskan?)

Sukuna : oke dah, tolong Review ya~

Bocoran Chap selanjutnya :

"AOKIIII-CHAAAAAN XD! TERIMALAH HATIKU INI!"

"aaah~ enak nya habis ngebunuh ya~"

"hai , Elesis. Tunduk lah padaku!"

"kalian berulah lagi! Kalian mau kuhukum!"

"a,aku minta maaf... maaf ka,kan Hikona... Le,leader..."

"Keluarkan FLEAAA!"

"KYAAAAAAAAAAAAAAAA!"

"tidak bersalah? Mereka kau katakan tidak bersalah?! Mereka adalah orang-orang yang berdosa! Mereka telah membunuh Kaa-sanku! Orang yang pertama kali menerima ku!"

'Ronan... jika aku mati tolong... jangan lupakan aku'

'nanti kita ketemu lagi walau nanti adalah diriku yang jahat, dan nanti jika kau dalam bahaya jangan ragu untuk membunuh ku nanti.'

Reader : GaJe, amat bocoran Chap nya =.=''

Chaliceo7 : Urusai *blushing*, kalau pengen jelas, baca aja chap selanjutnya! Ini tumben-tumbenan aku ngebuat bocoran Chapter.

Reader : yeah,yeah terserah.