Chalice : hai... saya kembali lagi... *muka masih datar kaya kue tar* (Aoi : kaga nyambung DX! *Aoi di gampar* / Aoki : *mau menebas Chalice* / Chalice : *ngehindar*)

All OC (kecuali OC-Ocku yang datar dan dingin) : Huweeee! Kembalilah Chalice07 yang dulu!

Sukuna : *masih nangis* kaga apalah, Chalice07 kembali sedeng (?) asalkan aku tidak bersama gadis beraura hitam itu! * nunjuk Chalice*

Chalice : *devil smile* tenang saja, kau sebentar lagi kukutuk ^.^

Sukuna : Hikoooonaaa DX *bersembunyi di belakang Hikona*

Hikona : si chalice kesurupan versi (?) apalagi?

Sukuna : Versi Darknya.

Hikona : hoo... oi, Chalice. Makan Ramen yuk (?).

Chalice : *mata santai* kaga... aku tidak terlalu suka Mi tapi kalau mi ayam kaga apa.

Hikona dan Sukuna : =.=''

Yuna : makan sarden yuuuuk!

Chalice : *mata langsung bling-bling* mau!

Yuna : ayoooo! *berlari kearah dapur*

Chalice : *ngikutin dengan mata bersinar-sinar*

Chain : jangan bilang kalian mau masak?! Jangan masak! Nanti dapurnya meledak! *lari ke dapur*

Chalica : saya feedbacknya

To DarkMelt :

terimakasih atas reviewnya.

kaga sabar? hmm.. kelihatannya Chalice no baka berhasil membuat penasaran *di timpuk Reader dan VErsi Dark Chalice*

benar cynthianya dibunuh biar dia kaga menuhin OCnya disini

Aoi : Chalica bales REviewnya terlalu datar =.=''

Chalica : aku mau ke ruang baca dulu... *pergi*

Aoi : *sweadropped*

Sukuna : Disclaimer : sampai dunia kiamat , Chalice bukan pemilik GC! Tapi Megaxus!

Hikona : Warning : GaJe sudah di update versi akhir, Sarap, Aneh, Cacad, Oc kebanyakan disini, OOC, Kaga nyambung, TYPO, tidak memenuhi syarat EYD, Penambahan properti seenak jidat author, seenak jidatnya mengganti properti asli grandchase.

Mizuno dan Mizuto : Happy Reading~/ happy reading.

~happy Reading~


-di forsaken barrows, bagian lain-

"oi, Aoki. Kemana perginya para chaser?" tanya Aoi dengan muka ragu.

"entahlah, tadi kulihat mereka di teleport Mizuno" ucap Aoki santai sambil terus berjalan.

Krasak!

Terdengar suara semak-semak.

"Aoki!" teriak Aoi ketakutan.

"hmm? Apakah itu ulat (?) atau slime nyasar disini? Sehingga menyebabkan semak-semak itu bersuara?" ucap Aoki sambil memandang semak-semak itu dengan gaya Dektetive Naoto di P4 (Reader : lama-lama kok jadi cross sih?)

KRASAK! SRAAAAK!

Terlihat sebuah bayangan melesat keluar dari semak-semak itu dan terlihat...

"AOKIIII-CHAAAAAN XD! TERIMALAH HATIKU INI!" ...Sync yang langsung menyatakan perasaannya.

Aoki yang melihat Sync loncat keluar dari semak-semak, segera menghindar dari 'serangan' Sync.

"heee~ Aoki-chan menghindariku~ kejam~" ucap Sync sambil tersenyum miris.

"bukannya kau sudah dirantai, Sync?" tanya Aoki.

"sudah T-E-R-L-E-P-A-S lihat~" ucap Sync dengan senang.

"hoo... Wow" ucap Aoki datar.

Krik...krik...krik...

.

.

.

"aku tidak minta kata-kata 'wow' mu kok!" ucap Sync kesel.

"Sync-chaaan XD" ucap Aoi meluk Sync.

"Aoiiii~" Sync meluk balik.

Aoki hanya diam saja.

"ne,ne~ Aoki-chan~ apa jawabanmu dengan penyataanku tadi yang ke 14? Terima tidak?" tanya Sync dengan mata cling-cling.

"tidak" ucap Aoki PSJ (padat, singkat, jelas)

Sync langsung Down dan pundung di depan pohon (?)

"dan ini yang ke 14 kali kau menolak penyataan Sync, Aoki! Kasihan Sync patah hati!" ucap Aoi kesel.

"kalau tidak suka aku harus menerimanya begitu?" tanya Aoki sinis.

"iya"

DUAK!

Aoi mendapat jitakan kuat dari Aoki yang tumben-tumbenan memberi jitakan kepada Kakak kembarnya yang agak 'tidak peka' (?)

"dasar, baka" ucap Aoki kesal dan meninggalkan dua gadis itu.

Aoi hanya bengong.

Sync hanya senyam-senyum sendiri.

"heee~ Aoki memang Likes Aoi ya~" ucap Sync.

Spontan saja langsung muncul 3 pedang dari tanah dan mata pedangnya kini tepat di depan wajah Sync.

Sync hanya tersenyum sambil berkeringat dingin.

Aoi kaga ngerti karena Sync berbicara 1 kata yang berbahasa lain (?).

Aoki hanya bermuka kesal dan bersemu merah.

Chalice : rasanya aku membuat OC yang twincest nih... *muka santai*

"ne, apa maksudnya?" tanya Aoi.

"maksudnya adalah..." sebelum menyelesaikan kata-katanya Sync ditendang sama Aoki hingga tertendang sejauh 3 meter dan menabrak pohon.

"bisakah, kau diam, Sync" ucap Aoki dingin dan pergi dari situ.

Aoi yang tidak tahu apa-apa hanya pasrah diseret adik kembarnya.

Sync yang masih di dekat pohon itu.

'mind controler itu sangat menyeramkan ya' batinnya.


-Elesis place-

"kok, Orcnya kaga muncul-muncul sih?" ucap Flea bingung.

Elesis melihat ada gerombolan Orc yang memakai lipstik tebel (Reader : lu kata ini Ragnarok apa?! *ngehajar Chalice* / Chalice : *menjadikan Yuri sebagai tameng (?)*/ Yuri : *dihajar*/ Yuna : R.I.P Yuri-nii ) ngelihat Flea dengan ketakutan sampai-sampai kaga berani dekat-dekat.

"wuaaah! Ada ORC disitu~~~ saatnya menyerang mereka XD" ucap Flea sambil mengeluarkan pedang-pedang kecilnya dan mengejar Orc-Orc itu.

Orc-Orc itu yang berpikir mau di 'grepe-grepe' Flea, langsung ngacir demi kesucian mereka terjaga.

Elesis hanya sweadroopped.

SFX : CRAT! ZRAT! PRANG (?)! CRAT! DUAK! DUAK! BUAK! (adegan kekerasan Flea kepada Orc itu)

Elesis makin sweadropped.

Flea balik lagi ke Elesis.

"aaah~ enak nya habis ngebunuh ya~" ucap Flea bahagia sambil mengipas-ngipasin dirinya dengan kipas (kipas yang dipakai orang cina itu lho XD, bukan harisen ya) bajunya Flea penuh dengan cairan darah Orc itu.

Elesis hanya double sweadropped melihat Flea jadi elegan.

"fufufu... sudah lama aku tidak seelegan ini~" ucap Flea sambil bergaya ala ojou-sama.

Elesis makin triple sweadropped.

"hai , Elesis. Tunduk lah padaku!" perintah Flea.

'WTH?! Flea kerasukan ya? sampai-sampai udah kaya ojou-sama aja!' batin Elesis kesal sambil menampar Flea dengan Harisen yang entah kapan dia dapat.

"eh? lho? Ada apa dengan ku?" ucap Flea sadar.

"untung lah kau sadar , Ojou-sama~" sindir Elesis sambil menunjukkan 3 siku-siku di kepala Elesis.

"EEEHH! Sejak kapan kau tahu aku Ojou-sama keluarga Hakame?! (karena kakaknya kabur dari rumah (?) makanya otomatis dia jadi Ojou-sama setelah ortunya meninggal)" ucap Flea kaget "padahal aku tidak kasih tahu siapa-siapa!" ucap Flea innocent.

Elesis makin sweadropped.

'kamu sih kaga kasih tahu, tapi kelakuan mu tadi kaya ojou-sama!' batin Ele kesel.

"sudahlah, ayo kita cari Jin dan Amy" ucap Flea.

"oke" ucap Elesis dan mereka melanjutkan jalan.


-di suatu tempat-

Terlihat lelaki berambut oren dan bermata coklat keorenan, berjalan menulusuri lorong labortarium.

BRAK!

Lelaki itu membuka (baca : Mendobrak ) Pintu dengan keras.

"SUKUNA! HIKONA!" teriak Lelaki itu penuh amarah.

Terlihat Sukuna yang sedang membuat ramuan kaget dengan apa yang ia lihat.

Hikona yang sedang membaca buku kaget melihat lelaki itu.

"kalian berulah lagi! Kalian mau kuhukum!" ucap Lelaki itu sambil melipatkan tangannya.

Sukuna dan Hikona memberi hormat (kaya seseorang berbicara dengan raja yang berada di tahta itu lho) kepada lelaki itu dengan muka ketakutan.

"ma,maafkan Sukuna, baka no le,leader" ucap Sukuna gagap.

"jangan panggil aku BAKA!" ucap Lelaki itu kesal.

"a,aku minta maaf... maaf ka,kan Hikona... Le,leader..." ucap Sukuna ketakutan.

Hikona juga tidak kalah takut dengan Sukuna.

"ma,maafkan hamba... ,Ketua" ucap Hikona ketakutan.

"ta,tapi... kami tidak melakukan aneh-aneh kok" ucap Sukuna.

"eh? Ta,tapi... kata... si Flynn..." ucap sang ketua kaget.

"masa? pasti dia mau isengin ketua lagi kaya dulu" ucap Sukuna membela diri.

"EKH?! Ciyus?! Miapah?!" ucap Leadernya mulai alay.

Sukuna dan Hikona hanya sweadropped melihat kealayan Ketuanya.

"ehem... maaf.. aku cuman pengen ngelawak aja" ucap sang leader sambil bermuka blushing karena malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"...mi Ramen" nyambung Hikona kaga jelas.

Sukuna dan sang ketua hanya sweadropped.

"ehem... baiklah... aku akan kembali ke archmedia, kalian tolong jangan melakukan aneh-aneh, soalnya ini sudah perjanjian aku dengan mereka semua, agar tidak memulai penghancuran" ucap sang ketua.

Sukuna dan Hikona segera memberi hormat ala butler (?).

"ya, Leader" ucap mereka.

Sang ketua pada akhirnya pergi.

Sukuna dan Hikona jatuh lemes dan menghela nafas lega.

"untung saja... Ke,ketua tidak menghukum kita..." ucap Sukuna lega.

"...kita bersyukur ketua kita bodoh..." ucap Hikona santai.

"walau dia baka... tapi Kebijaksanaannya dan kekuatannya itu..." ucap Sukuna dipotong Hikona.

"sangat menyeramkan" ucap Hikona.

Mereka menatap pintu yang ditutup Sang ketua dengan muka ketakutan.


-GC Mansion-

"Raven, Envy, jadi kaga?" tanya Reicy sambil berjalan mengedap-ngedap (?).

"tentu saja" ucap Raven dan mereka jalan mengedap-ngedap ke pintu keluar mansion.

Envy hanya memilih diam.

"hei, kalian mau kemana?" tiba-tiba muncul Ley di belakang mereka.

Spontan saja mereka (termasuk Envy) kaget.

"ah, ti,tidak a,ada apa-a,apa kok" ucap Raven dan Reicy gugup.

Ley memandang mereka curiga.

"..kami mau jalan-jalan" ucap Envy kalem.

"oooh... yaudah silakan" ucap Ley masa bodo.

Raven dan Reicy bernafas lega.

"kami pergi dulu ya" ucap mereka dan pergi.

. 1 menit

. 2 menit

. 3 menit

. 4 menit

. 5 menit

. 6 menit

. 7 menit

7 menit berlalu Ley langsung menyadarkan sesuatu.

"ekh?! Mereka kan dalam wujud Roh?! Bisa-bisa orang-orang pada ketakutan ngelihat mereka!" teriaknya.

"aku harus menyusul mereka atau tidak orang-orang di kota bisa histeris!" teriak Ley dan pergi keluar mansion dengan terburu-buru.

Benar-benar baka si Ley *chalice di tendang Ley tapi gagal*


-Elesis side-

Saat mereka berjalan mencari teman-teman mereka tiba-tiba didepan mereka muncul seseorang yang bikin mereka kaget.

"hallo, waaah~ kalian hebat bisa menemukanku~" ucap Mizuno sambil duduk di batu besar.

Spontan saja Elesis dan Flea mengambil senjata mereka

"baiklah, tanpa basa-basi kita bertarung!" teriaknya dan mengeluarkan chakram berbentuk hati.

"Give me your heart~" ucap Mizuno sambil bergaya ala sailor moon (emang ini cross apa?)

Elesis hanya cengo.

Flea matanya bersinar-sinar.

"Kalian lengah! Weak Feeling!" teriak Mizuno dan mengarahkan chakramnya.

Tiba-tiba Chakram nya mengeluarkan gelembung yang banyak berbentuk hati berwarna biru.

Flea dan Elesis kaget dan berusaha menghindar.

Sayangnya Flea lengah dan terkena salah satu gelembung itu, alhasil dia terjebak dalam gelembung itu.

"FLEA!" teriak Elesis

"apa ini? Tidak melukai ku" ucap Flea sambil memukul-mukul Gelembung itu dari dalam.

"oh ya~?" tanya Mizuno.

"eh?" Flea kebingungan.

"Flea!"

"kaa-san!"

"ukh... apa itu?" ucap Flea sambil memegang kepalanya dengan muka kesakitan.

"guakh!"

Dikepala Flea terngiang sebuah gambar lelaki berambut coklat terluka.

"Tidak!" teriak Flea didalam gelembung itu sambil memegang kepalanya.

"Flea! Jangan takut! Otou-san akan melindungi mu!"

Di kepala Flea terngiang gambar pria berambut aquamarine melindungi Flea sambil disambet Pedang di punggungnya.

"UAAAH! OTOU-SAN!" teriak Flea histeris.

Elesis yang melihat temannya teriak-teriak sambil menangis, tentu saja kaget.

"Flea-chan! Tunggu! Aku akan mengeluarkanmu!" teriak Elesis dan menusuk-nusuk gelembung itu dengan pedangnya.

"Cih! Gelembung ini kebal banget sih! Padahal cuman gelebung sabun!" teriak Elesis kesal.

"itu tidak bisa dihancurkan, sihir Weak feeling adalah menghancurkan metal korban sampai mereka kehilangan metal mereka dan mati perlahan-lahan, gelembung itu hancur jika mereka sendiri melawan sihir itu dan menguatkan metal mereka sendiri, sihir ini menampilkan sesuatu yang ia takutkan dan terjadi saat-saat masa lalu yang pahit" terang Mizuno sambil menyeringai.

"ka,kau..." geram Elesis.

"ada apa? Kesal?" ucap Mizuno sambil bermuka sinis.

"Keluarkan FLEAAA!" teriak Elesis dan menyerang Mizuno dengan Pedangnya.

"lock" ucap Mizuno dan chakramnya mengeluarkan gelembung-gelembung berbentuk bulat.

Elesis yang kaget karena langsung muncul Gelembung alhasil terkena gelembung itu.

"ka,kau mengeluarkan si,sihir apa!" ucap Elesis.

"aku? Tentu saja mengunci mu didalam situ, skill ini tidak bisa dihancurkan kecuali aku yang membatalkannya, dan saksikan lah temanmu tersiksa dan jangan berisik" ucap Mizuno.

Elesis yang tidak bisa apa-apa hanya melihat Flea yang tersiksa.


-halunication in Flea- -flea POV-

Aku berdiri di sebuah mansion yang hancur.

Ah.. aku ingat... ini mansion utama keluarga Hakame.

"Flea! Larilah!" terlihat wanita berambut Pink sakura menyuruhku lari.

"ti,tidak! Aku tidak mau pergi meninggalkan kaa-san!" teriak ku.

"ta,tapi... Flea..." ucap Kaa-san membantah.

"tidak! Aku ingin tetap bersama kaa-san!" teriakku.

"tapi.. Fle- Awas FLEA!" teriak Kaa-san ku dan menarikku.

ZRAT!

Cairan berwarna merah mengenai mukaku.

Kaa-san...

Kaa-san meninggal didepanku...

Dengan lumuran cairan merah yang banyak di badannya.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriakku sejadi-jadinya.


Tiba-tiba semua menghitam dan diganti sesuatu.

Ah aku ingat... setelah ku berteriak aku melihat Otou-san langsung membunuh perampok itu.

"kau tidak apa-apa Flea?" tanya Otou-san dengan nafas terengah-engah

Mungkin setelah mendengar teriakan ku dia langsung secepatnya kesini.

"otou-san" ucap ku sambil memeluk otou-san ku.

"tidak apa-apa, kau aman bersama otou-san" ucap otou-san sambil tetap memelukku.

Tiba-tiba datang gerombolan perampok yang bisa dihitung sangat banyak.

"o,otou-san..." ucapku ketakutan.

"Flea! Jangan takut! Otou-san akan melindungi mu" ucap otou-san dan memelukku dengan erat.

Perampok itu menyabet punggung otousan

Dan terus melukai otou-san , otou-san menggeram kesakitan sedangkan perampok itu terus melukai otou-san

ZRAT!

"F,Flea... maafkan... oto..u-san..." ucap Otousan dan dia tertidur untuk selamanya dengan cairan merah yang banyak di sekujur tubuhnya.

Diriku lagi-lagi terkena darah, dan sekarang darah nya bercampur dengan darah Kaa-san.

"OTOU-SAN! JANGAN PERGI!" teriak ku sejadi-jadinya


Tempat lagi-lagi menjadi hitam.

Dan tempatnya langsung berubah

Aku berdiri di hutan yang gelap

Ah... latar ini... tempat saat dulu aku bertemu kembali dengan
Azusa sekian beberapa tahun yang lalu.

"hehehe~ Flea Hakame... ini giliran mu" terlihat Azusa versi jahat (?) memegang pedangnya yang berlumuran darah

Dibelakangnya terdapat desa dan warga disana dibantainya dengan cara kejam

Aku melihat Azusa dengan pandangan tidak percaya

"Azusa! Ke,kenapa... kau membunuh mereka semua! Me,mereka tidak bersalah!" teriak ku kesal

"tidak bersalah? Mereka kau katakan tidak bersalah?! Mereka adalah orang-orang yang berdosa! Mereka telah membunuh Kaa-sanku! Orang yang pertama kali menerima ku!" teriak Azusa kesal dengan muka benci.

Ah... mata ini... mata yang berwarna merah darah bagaikan pemiliknya haus akan darah, matanya yang dulu kulihat berwarna amber yang indah kini hilang.

"ta,tapi! Mereka bukan yang membunuh Tante Kira!" protesku.

Ya... aku benci Azusa membunuh orang-orang, karena aku tidak mau orang yang kusukai berlumuran darah orang atau membunuh orang yang tidak berdosa.

"Aku sudah mengatakannya! Aku benci Manusia! Termasuk kamu! Kamu manusia , bukan?! Kau sama seperti mereka juga! Aku benci semua manusia!" teriaknya.

Hatiku tersayat-sayat ketika dia mengatakan demikian.

Dia mengarahkan mata pedangnya kepadaku.

Tidak! Aku tidak mau mati!

Tiba-tiba pedang-pedang menusuk Azusa.

Dan dia terjatuh ditanah dengan cairan merah yang banyak

Aku kaget dan terkejut

Ditambah lagi.. pedang-pedang itu adalah...

Milikku!

Aku membunuhnya... orang yang kucintai sudah kubunuh...

"HUWAAAAA!" teriakku dan menangis sejadi-jadinya

Seketika semuanya menjadi gelap...

Ah... apakah aku akan mati didalam kegelapan ini?

-end halunication-


Elesis yang dari tadi melihat Flea berteriak dan menangis.

Flea yang kuat bisa menjadi lemah dan rapuh seperti itu? batin Elesis.

Hanya dengan masa lalu dan halunisasi yang menyakitan batinya lagi.

"sebentar lagi dia masuk ke gelapan kesedihan dan dia akan meninggal saat itu juga" ucap mizuno santai sambil makan Lollipop.

Elesis yang mendengarnya hanya kaget.

'Flea... tolong jangan masuk kedalam kegelapan itu... aku tidak mau... teman sesama chaserku ada yang mati' batin Elesis.

Mizuno hanya menyeringai senang.

"dan habis itu tibalah saatmu , Elesis. Kau akan menyusul temanmu jadi gak usah sedih" ucap Mizuno.

Elesis yang mendengarnya hanya kaget lalu bermuka sedih yang tidak pernah ditampilkan dia selama ini.

'Ronan... jika aku mati tolong... jangan lupakan aku' batinnya sedih.


-di GC Mansion- -training ground-

Ronan yang sedang berlatih pedang kaget dan merasakan firasat buruk.

"Elesis!" teriak Ronan dan membalikkan badannya.

Dibelakangnya tidak ada siapa-siapa.

"Elesis... tolong kembali dengan selamat" ucapnya lirih sambil memegang erat dadanya.

Baginya dadanya perih kaya ditusuk-tusuk jarum dan perasaannya tidak nyaman.

-Back to Elesis-

Elesis hanya diam saja dan melihat sahabatnya kelihatan nafasnya terengah-engah.

Dia diam dan khawatir.

Dia khawatir karena Flea akan mati dan dia juga akan menyusul sebentar lagi (intinya dua-duanya dia khawatirkan)

"Flea jangan mati... tapi kalau aku mati aku tidak apa, asal jangan kamu... karena kau temanku dan teman sesama chaser" gumamnya pelan

Mizuno yang mendengarnya hanya tersenyum senang sambil tetap makan lollipop


-halluncation Flea- -Masih Flea POV-

Tempat ini gelap.

Dan menyeramkan

Kaa-san! Otou-san... Azusa... maafkan aku...

Kh- huweee... aku memang payah dan pembunuh!

Gara-gara aku, kalian... aku... kenapa aku yang selamat...

Aku benci diriku sendiri.

Aku duduk dan menutup mukaku dengan tanganku

Aku...

Membenci diriku.

Lebih baik aku saja yang meninggal bukan Otou-san atau Kaa-san.

Walau tempat ini gelap...

Tidak apa... karena dari awal ini lah yang cocok untukku.

'hanya segitu saja, menyerah?' terdengar suara yang mengagetkan ku didalam kegelapan ini.

Tib-tiba terdapat cahaya.

Dan tempat ini diganti Ruang kelas (?).

Aku duduk di meja dan disampingku terdapat Azusa yang berdiri sambil bersender di Dinding sambil membaca buku, Ruangan ini hanya ada kami berdua

'hanya segitu saja menyerah, kau benar-benar payah, Idiot Maniac Sword" ucapnya ketus.

"Hei! Aku tidak payah!" ucap ku kesal.

'kalau begitu kenapa kau bisa kalah dengan masa lalu da halunisasi itu?' tanyanya sambil menutup bukunya.

Aku terdiam.

"ka,karena... itu bagiku sangat mengerikan dan menyedihkan..." ucapku lirih.

'itu hanya masa lalu, walau kita bersedih masa lalu tidak bisa diubah, beda dengan komik Doraemon (?) yang tinggal masuk ke mesin waktu, dan mengganti masa lalu. " terangnya.

Aku mengerjap kaget dengan perkataannya.

'dan halunisasi, kau lebih mempercayakan halunisasi? Dibanding kenyataan?, kau benar-benar idiot' terangnya lagi

Entah apa dan kenapa, kata-kata Azusa membuatku menjadi kuat dan bersemangat.

"terimakasih , Ai-chan! Kau benar-benar hebat!" ucapku.

Kulihat dia mendengus kesal.

Aku hanya tersenyum karena melihat Ai-chan yang tidak suka di panggil 'Ai-chan'

Tiba-tiba tempat ini berubah dengan latar hutan yang tadi.

Saat dia mengarahkan pedang ke aku.

Aku tahu yang tadi itu ilusi, karena...

Aku ingat saat itu aku tidak menusuknya dengan pedangku tetapi...

"aku tahu, kau kesepian karena... tidak ada yang menerima mu kecuali Tante Kira bukan? Aku mengerti , Azusa Kurosaki" ucapku sambil memeluknya.

Spontan saja dia kaget.

"...Aku juga sama, semua orang tidak menerimaku karena kekuatanku yang menyeramkan ini, hanya kakakku yang dihormati karena dia bisa membantu bangsa ini dengan ramalannya yang akurat, aku hanya dianggap pengganggu, aku mengerti apa yang kau rasakan , Azusa. Aku hanya di terima oleh Keluarga Kurosaki, Kurogane , Kaa-san , Otou-san dan kakakku, semua orang memakiku sebagai ancaman." ucapku.

Kulihat Azusa menutup matanya.

Ya...

Ini awal kami menjadi teman, bukan sebagai musuh karena Azusa menganggap manusia itu jahat...

Kami sama...

Sama-sama dibenci orang-orang...

Karena kekuatan terkutuk ini.

tiba-tiba tempat ini menjadi tempat ruang kelas.

Posisiku masih sama dan begitu pula azusa.

'kau hebat, bisa mengalahkan Ilusi Mizuno, Flea." Ucapnya sambil tersenyum yang tumben-tumbenan ia keluarkan.

Mukaku merona karena senyumannya.

'nah, sana pergi. Elesis dalam bahaya jika kau tidak segera bangun' ucapnya dan mendorongku jatuh dari meja.

Tiba-tiba terdapat lubang ditempat ku jatuh, dan aku jatuh didalam lubang itu.

Ku lihat Azusa diatas lubang itu berkata.

'nanti kita ketemu lagi walau nanti adalah diriku yang jahat, dan nanti jika kau dalam bahaya jangan ragu untuk membunuh ku nanti.' ucapnya sambil tersenyum.

-end Halunication and POV-


PRANG!

Gelembung itu pecah.

Mizuno hanya kaget sampai-sampai lollipopnya pecah karena ia gigit kuat-kuat.

Elesis hanya tersenyum senang.

"Elesis, kau tunggu disitu saja, akan kupaksa Mizuno melepaskan mu!" ucap Flea sambil mengeluarkan pedang-pedangnya.

"kau, lama... Flea" ucap Elesis sambil tersenyum tipis.

"Grrr..." Mizuno hanya menggeram kesal.

"Kita mulai pertarungan kita!" teriak Flea dan menyerang Mizuno dengan pedang-pedangnya.

Dengan cekatan Mizuno membuat gelembung yang besar dari chakarmnya.

"Barrier!"

Pedang-pedang Flea di halau gelembung Pelindung, walau aneh sih, chakram bisa mengeluarkan gelembung.

TRANG!

Flea dan Mizuno beradu senjata.

Chakram mizuno mengeluarkan duri-duri yang tajam

"hebat juga kau, Flea Hakame" ujarnya menggeram.

Flea hanya tersenyum tipis.


-Yuna Mansion-

Azusa bangun dari tidurnya (dia tidur disofa)

Dan memegang kepalanya.

'siapa gadis berambut aquamarine yang berbicara denganku di dalam mimpi?' batinnya heran.

Akito yang dari tadi melihat Azusa memegang kepala hanya diam saja.

Akito malah memilih mengahancurkan orang-orang yang berhasil menyusup ke mansion Yuna.

Azusa melihat setumpuk mayat yang dibunuh Akito.

Yuna malah tidur dilantai sambil menghadap TV (kelihatannya lai nonton ketiduran dia) begitu pula Lie.

Alice ada disitu sambil mencakar Penyusup itu.

"kau telat bangun, Azusa. Prajurit dari serdin masuk kesini kau tidak sadar?" tanya Akito sinis dengan tatapan sinis.

"aku juga tidak tahu" ucap Azusa dengan sinis.

"yah, terserah lah, lebih baik kita membunuh tikus-tikus yang tersisa disini" ucap Akito sinis sambil membalikkan badannya ke arah pintu.

Terlihat gerombolan prajurit serdin berada disana, mereka yang ditatap hanya ketakutan dan mundur.

"ayo kita bunuh mereka" ucap Alice napsu sambil menjilat cakarnya yang berlumuran darah.

"tentu saja, dan jangan membangunkan Nona Yuna" ucap Lie sambil bangun dari tidurnya.

Bisa dibilang Lie kaya mayat hidup, karena bangunnya udah kaya mayat hidup.

DOR!DOR!DOR!ZRAT!

Terlihat para prajurit itu kepalanya ada lubang dan terbelah.

Disana terdapat Sukuna dan Hikona.

Azusa, Akito, Alice dan Lie menatap mereka berdua dengan sinis.

"hai ~" ucap Sukuna sambil tersenyum.

"..." Hikona hanya memilih diam.

~TBC~


Chalice07 : *masuk minum teh dengan datar*

All OC : CHALICE! Kembalilah ke semula! Kami tidak apa punya pembuat gila DX.

Chalice07 : ...

All OC : kembalilah! *nangis sambil sujud-sujud*

Chalice07 : oi, Chalice07. Ada yang menunggu mu kembali.

All OC :?!

Chalice07 : terimakasih , Chaline~

Chaline: hng... aku malas disini, berisik semua.

Chalice07 : ooow, Chaline bener-bener OC yang cocok menjadi dark Versi ku ya~ sangat dingin~ *nyubit pipi chaline*

Chaline : *deathglare ke Chalice sambil memegang sebuah buku*

Chalice : *gulp*

chaline : aku mau tidur dulu, jangan ganggu aku *pergi*

Hening...

All OC : CHALICEEEEE! *death hug chalice*

Chalice : *kehabisan nafas*

Hikona : *tidak ikutan death hug* tolong Reviewnya ya...

Note : siapa yang merasa Elesis OOC? Dan disini Romance terasa? Apalagi dichap ini lagi major FleaxAzusa :D #digampar