Chalice : Huweeeeeee! maaf jika Update telat! saya mengalami Writer block sehingga semua Fic saya kena writer block dan tidak saya update-update, jadi jika ada yang menunggunya mohon maafkan saya *cry*

Chalica : B'risik lu, chalice.

Aoi : dan cepetlah dimulai! hari ini tidak ada Review masuk di kotak Review, jadi mulailah dengan cepat dan jangan banyak bacot!

Chalice : oke,oke... Kita mulai saja ceritanya.

Disclaimer : GC bukan milik chalice sampai kapanpun, yang punya hanya Megaxus dan KOG.

Warning : Ngebosenin, GaJe tingkat akut (?), Sarap, aneh, kaga nyambung, kaga jelas apa maksud nih cerita, aneh-aneh dan abal-abal, TYPO, tidak memenuhi syarat EYD, OC kebanyakan, OOC, penambahan properti seenak jidat chalice.

~happy reading~


-Jin Side-

"Dimana ya, semuanya? kaga kelihatan-kelihatan" ucap Jin sambil melihat kanan dan kiri.

"Jiinny! Amy disini~" terdengar suara Amy.

Jin yang mendengar suara Amy segera menoleh ke arah suara, dan menemukan Amy bersembunyi di pohon.

"Amy!" panggil Jin dengan bahagia.

"Jinny! Amy takut!" teriak Amy dan berlari kearah Jin dan memeluknya.

"Memang ada apa?" tanya Jin.

"Tadi banyak Skeleton mengejar Amy , untungnya Amy bersembunyi" ucap Amy.

"Tenang saja Amy, ada yayang Jin disini" ucap Jin dan memeluk Amy.

"Jinny!" ucap Amy dan memeluk Jin.

Background mereka berwarna pink, banyak hati dan bunga berjatuhan.

*sigh* disaat begini mereka malah pacaran...

Setelah beberapa menit mereka berjalan mencari Flea dan Elesis.

Dan sampailah mereka di suatu tempat dan melihat sesuatu didepan mereka.

Di depan mereka terlihat Mizuto yang sedang duduk di atas batu besar sambil memakan Orc Zombie dengan mentah-mentah dan beringas, mirip Singa memakan seekor kijang (?).

"!" spontan Jin dan Amy kaget dengan yang mereka lihat.

"Ah~ ternyata ada yang melihat sosok asliku" ucap Mizuto dengan seringai

Seringai + mulut penuh darah Orc + memegang Orc yang sudah mati karena di gigit alias mau dimakan + mata menunjukan kebuasan (?) semakin membuat Jin dan Amy takut.

"Kau... Mahluk apa Kau... kau kelihatan berbeda dengan Kurogane bersaudara yang kami temui" ucap Jin dengan muka pucat.

"Aku berbeda dengan saudara ku, beberapa diantara kami ada kelainan, kelainan ku adalah... memakan segalanya alias Eater" ucap Mizuto dengan seringai.

"Eater?" tanya Jin dan Amy dengan bingung

"Tentu saja kau tidak tahu... karena Eater sangat jarang ditemui" ucap Mizuto dan memegang Skeleton Staffnya.

"Dan biarkan Aku memakan kalian!" ucap Mizuto dan berlari mendekati mereka (eh? bukannya dia Serangan jarak Jauh?)

"Gatling Chi!" ucap Jin mengeluarkan skill.

Mizuto yang kena segera terlempar.

BRAK!

Alhasil Mizuto menabrak Pohon.

"Cih!" Decih Mizuto dengan mata kemarahan.

"Ouch... badannya keras banget" ucap Jin sambil memegang pundaknya karena habis menyeruduk (?) Mizuto.

"Jin? apa kau baik-baik saja?" tanya Amy dengan khawatir.

"Iya, aku baik-baik saja" ucap Jin sambil memegang pundaknya.

"Kau... Beraninya Menyerangku! Akan kubunuh kalian lalu kumakan kalian!" ucap Mizuto dan mengeluarkan Skeleton staffnya (bukannya udah di keluarin dari tadi? =.='')

"Skeleton Sword! (?)" ucap Mizuto dan mengeluarkan pedang berassecories tulang.

"Dia sudah mulai menyerang, Amy berhati-hatilah" ucap Jin dan sudah dalam mode Burning (?).

"I,iya" ucap Amy dan memegang Chakramnya.

Mizuto berlari dengan cepat kearah mereka.

"He,Hei... gadis itu kok bisa berlari dengan cepat walau memakai Kimono yang panjang itu tanpa terpeleset" ucap Jin dengan kaget.

"Fist of 10.000 hells" ucap Jin dan mengeluarkan Skill.

"Kyaaaaaa!" teriak Mizuto terlempar (lagi?) karena tenaga chi Jin.

BRAK!

Mizuto menabrak batu besar yang awalnya ia dudukin.

"Kh- menyebalkan... aku benci kalah!" ucap Mizuto dengan kesalnya dan badannya mengeluarkan aura gelap.

"Ji,Jinny..." ucap Amy ketakutan dengan aura gelap Mizuto.

"Berlindunglah di belakang ku (chalice : ea~)" ucap Jin.

Amy hanya mengagguk dan berlindung di belakang Jin.

"Skill keluarga Kurogane : Rainy Darkness!" ucap Mizuto sambil mencast Magic.

Tiba-tiba di atas Jin dan Amy terdapat magic circle berwarna hitam, banyak sesuatu berwarna hitam dan mengenai mereka.

Jin dengan cekatan Melindungin Amy.

ZRAT! ZRAT CRAT!

Jin terkena serangan tersebut dan badannya penuh luka, sedangkan Amy badannya hanya lecet saja tidak kaya Jin yang badannya penuh luka, dan berdarah.

"Jinny!" teriak Amy dengan ketakutan.

"Cih.. kuat sekali" ucap Jin dengan khawatir.

"hmm... masih hidup toh... apa kali ini bisa menahannya?" ucap Mizuto dan mengandah tangannya kearah mereka.

Jin dan Amy hanya khawatir.

'Jin sudah terluka parah... jika dia terkena serangan yang entah apa yang akan di keluarkan, aku takut Jin akan mati' batin Amy dengan khawatir 'tidak! tidak! aku tidak mau Jin mati!' batin Amy ketakutan.

Amy berjalan dan berada di depan Jin.

"Amy! kau berlindunglah di belakang ku!" teriak Jin ketakutan.

"Kali ini aku yang akan menyerangnya!" ucap Amy dan memegang violinnya.

"CURTAIN CALL!" teriak Amy mengeluarkan skill dan muncul Piano jatuh diatas Mizuto.

BRAAAAAAK!

Mizuto yang bersiap mencast magic dan terkena piano.

"Kh... menyedihkan aku ini... terkena piano..." ucap Mizuto dengan kesal.

"Kau tidak bisa bergerak, Piano ini tidak bisa hancur (asal Mode on) karena ini tercipta dari energiku" ucap Amy berada di depan Mizuto.

"Amy! jangan terlalu dekat! kau diserang bagaimana?!" teriak Jin dengan panik.

"Tenang saja, Jinny~ aku baik-baik saja" ucap Amy

Mizuto hanya mengeluarkan seringai yang membuat mereka kaget.

Mizuto mengandah tangannya yang kebetulan tidak terjepit (?).

"Skill keluarga kurogane : Darkness Frost! (?)" ucap Mizuto dan di depan tangannya terdapat dark circle dan mengeluarkan es tajam berwarna hitam.

"AMY! AWAS!" teriak Jin.

"Eh?" Amy menoleh kebelakang dan matanya terbelalak kaget.

CRAT!

"Kyaaa!" teriak Amy.

Untung-untung saja Amy berhasil menghindar dan es tajam berwarna hitam hanya mengenai kaki Amy.

Amy terjatuh karena kakinya sakit.

Perlahan-lahan Piano yang mengenai Mizuto menghilang, Mizuto segera bangun dan berada di depan Amy.

Amy hanya diam saja dengan ketakutan.

"Saatnya makan" ucap Mizuto dengan senyuman menyeramkan.

"AMY!" teriak Jin panik.


- Yuna Mansion-

"Terimakasih atas Tehnya, Yuna-sensei~" ucap Sukuna dengan happy.

"Masih mau nambah tidak tehnya, Sukuna? Hikona?" tanya Yuna sambil memegang poci (?).

Err... mustinya yang memberi tehkan Maid bukan Tuan rumahnya?

"Lho? mana si duo Kurosaki itu?" tanya Hikona sadar.

"Mizuto sudah mengeluarkan nalurinya" ucap Yuna santai sambil minum teh.

Sukuna dan Hikona hanya menampilkan wajah bingung.

"Kau akan tahu apa maksud ku" ucap Yuna sambil meminum tehnya lagi.

"?"

"Lieee~ apa kau tahu apa maksud Yuna-sensei?" tanya Sukuna dan menoleh kearah Sofa.

Di sofa terlihat Lie sedang tidur dan segera bangun karena suara Sukuna yang besar itu.

"Tidak" ucap Lie Singkat dan tidur lagi.

semuanya hanya sweadropped.

"Mau nambah tehnya, Yuna-sama?" tanya Alice.

"Yap~" ucap Yuna dan menyerahkan cangkirnya ke Alice.

"Alice-chan~ Aku mau Curry~" ucap Sukuna.

"Baik" ucap Alice dengan senyuman dan pergi ke dapur.

*sigh* kelihatan damai di mansion Yuna...


-Elesis Side-

Elesis masih di dalam gelembung yang diciptakan Mizuno.

Mizuno merasakan sesuatu dan menghadap sesuatu.

"Hmm... Naluri Eater Mizuto keluar... Semoga saja dua orang yang berhadapan dengannya tidak dimakan" ucap Mizuno khawatir,

"Apa maksud mu, Mizuno?" ucap Elesis dan Flea dengan geram.

"Aku lupa bilang kalau Mizuto itu mempunyai kelainan, diantara kami berempat, Mizuki, Mizuna, saya, Mizuto. hanya Mizuto yang mempunyai kelainan, yaitu hasrat Eater, pemakan segalanya" ucap Mizuno dengan santai.

"Jadi... maksudmu..." ucap Flea khawatir.

"Jika temanmu yang berhadapan dengan Mizuto tidak hati-hati maka dia akan... dimakan" ucap Mizuno membuat Flea dan Elesis kaget.

"Aku harus menolong mereka!" teriak Flea dan bersiap pergi.

Tiba-tiba di depan Flea banyak Gelembung-gelembung berwarna hitam.

"Sayangnya... Aku lah lawan kalian" ucap Mizuno santai.

"Tch..." Flea hanya mendecih kesal.

"Benar juga, lawanmu kan aku" ucap Flea dan mengeluarkan banyak pedang di sekitarnya.

~TBC~


Chalice : Maaf jika pendek... padahal saya sudah janji bakal panjang... *membungkuk* dan maaf jika jelek ceritanya *Cry*

Chalica : Berisik banget nih orang *menutup kuping*

Chalice : Huweeeeee! Sukuna, Hikona tolong minta review! saya mau pundung di kamar karena nih fic sudah GaJe dan saya sedang pusing dengan kelanjutan semua Fic saya *masuk ke kamar*

Chalica : salah sendiri kebanyakan bikin Fic *sweadroopped*

Sukuna & Hikona : *mengeluarkan sebuah spanduk yang bertulis...

MIND TO REVIEW?*