epilog bizar.

cr; sehon-ey

BL / Taegi / Taehyung!seme


"Kenapa?" tanya Taehyung dengan penasaran sehabis Yoongi menutup telfonnya.

"Sepertinya, natal kali ini kita tidak bisa merayakan berdua."

Taehyung mendengus. "Lagi?" ujarnya kesal. Ayolah, tahun kemarin mereka juga tidak bisa karna Taehyung berangkat ke Thailand membantu mengurusi perusahaan ayahnya. Kata ayahnya supaya Taehyung tahu, bagaimana memimpin perusahaan itu nanti.

Yoongi mengangguk, lalu menyilangkan kakinya di atas sofa. "Iya, ibu menyuruhku pulang. Lagi pula Jihoon baru saja pulang dari Jepang, tidak ada salahnya kan." ia menarik tubuh Taehyung agar menghadapnya. "Lagi pula kau kan ke Jeju kan?"

"Aku kan sudah bilang ingin mengajak mu ke Jeju, Yoongi-ah."

"Iya, aku tahu." Yoongi bersuara agak pelan. Ia tahu Taehyung sedang marah sekarang, rencana mereka merayakan natal bersama batal. "Tapi, kan itu acara keluarga mu. Aku juga ada keluarga di Daegu."

"Yasudah ayo menikah, biar kaluarga ku jadi keluargamu juga."

"Tidak lucu." Yoongi menjentik dahi Taehyung. Yoongi tiba-tiba saja sumringah karna mengingat sesuatu yang penting yang ingin ia ceritakan kepada Taehyung. "Tadi aku di ramal!"

"KAU DI LAMAR!?"

Yoongi mendengus. "Di ramal! Bukan di lamar!"

Taehyung mangut-mangut. "Kirain hehehehe. Dari pada di ramal, mending aku lamar kamu?"

"Basi– " Yoongi mengibas tangannya tidak peduli. "Dengerin aku cerita dulu, dong!" ujar Yoongi berusaha menarik perhatian Taehyung. Ia menangkup wajah Taehyung, dan di hadapkan ke arahnya. "Jadi, aku di ramal akan jadi Editor penerbitan terkemuka!" ia meloncat-loncat kecil di atas sofa.

Astaga, Taehyung jadi gemas sendiri melihat cara Yoongi bercerita.

"Tidak perlu jadi Editor buku deh–"

"– itu cita-cita ku, Taehyung!"

Taehyung menarik tubuh Yoongi mendekat. "Mending jadi istri pemilik penerbitan buku?" Taehyung menaik turunkan alisnya. Sialan! "Kan, aku the next pemiliknya."

"Mati sana!"

"Nikah dulu, baru mati sama-sama!"

"Kapan punya anaknya kalo mati abis nikah?" ujar Yoongi begitu saja– oh, sepertinya perkataanya salah. Lihat lah wajah Taehyung sekarang! Membuatnya ingin – kabur.

Taehyung lebih gesit menangkap tubuh Yoongi, sebelum lelaki kecil itu sempat berlari memghindarinya. "Yaudah, engga usah mati. Buat anak dulu, baru nikah. Gimana?"

Oh, habis lah dia.


"Bagaimana natal mu di Daegu?" tanya Taehyung langsung ketika telfonnya diangkat oleh Yoongi.

"Luar biasa sibuk, astaga– " kata Yoongi dengan helaan berat. "Tapi, menyenangkan sih." katanya kembali riang.

Taehyung terkekeh mendengarnya. Lalu ia mendengar suara dari tempat Yoongi terdengar ribut. "Ramai sekali." kata Taehyung dengan penasaran.

"Mereka sedang bermain game, sebelum acara pembagian kado. Sebentar– " Yoongi menjeda kalimatnya, kemudian tak berapa lama ia kembali bersuara. "Sudah, mendingan, kan?"

"Yeah, mendingan. Memangnya kau di mana sekarang?" tanya Taehyung.

"Taman belakang."

"Demi Tuhan!" kata Taehyung terdengar kesal. Dulu Taehyung pernah mengunjungi rumah nenek Yoongi di Daegu, dan Taman belakangnya itu langsung hutan luas. Takut terjadi sesuatu– bisa saja kan ada binatang– dan, nyamuk bisa menggigiti kulit mulus Yoongi juga. Hei– sekarang musim dingin pula! "Masuk sekarang, Yoongi." perintah Taehyung.

"Apa-apaan? Di sini enak tahu." kata Yoongi menolak perkataan Taehyung.

"Masuk, sekarang. Nanti badan mu bisa bentol-bentol karna nyamuk. Dan– oh! Bisa saja nyamuk demam berdarah. Dan, sekarang musim dingin!" kata Taehyung dengan khawatir. Astaga– dia tak sanggup melihat Yoongi masuk rumah sakit lagi.

"Astaga, aku sudah pakai jaket, sweater, dan mantel. Aku tidak kedinginan, dan aku tidak akan di gigit nyamuk. Jadi, tenanglah." sahut Yoongi santai.

"Min Yoongi..."

Yoongi menggigit bibir bawahnya menahan cengiran lebar dari bibirnya. Yoongi bisa membayangkan betapa kesalnya Taehyung sekarang.

"Dan, bagaimana natal mu di Jeju?" tanya Yoongi mengalihkan pembicaraan mereka.

"Aku baru tahu keluarga ku sangat ramai. Bahkan di sini– ada sekitar– 26 anak kecil. Belum termasuk remaja, dewasa, dan yang tertua. Bisa bayangkan betapa ramainya?"

"Aku suka keluarga besar. Tidak, merasa kesepian." jawab Yoongi.

Taehyung tersenyum. "Aku kira kau suka tidur." candanya.

Terdengar Yoongi mendengus kesal. "Aku memang suka tidur, tapi kalau sedang bersama keluarga– lebih baik menghabiskan waktu dengan mereka."

"Makanya, menikah denganku. Dan, kau akan punya keluarga lebih besar lagi."

Yoongi langsung terdiam. Astaga– dimana Taehyung belajar gombalan mematikan itu? Yoongi tertawa canggung. "Hahaha– sudah dulu." ia jamin tawa nya terdengar sumbang. "Selamat natal, Taehyung." sambungnya lagi. Dan, bergegas masuk ke dalam rumah.

"Selamat natal, liebe." kata Taehyung.

.

.

.

22.04

Taehyung : hei

Taehyung : sedang apa?

Yoongi : sedang memakan cheese cake~

Taehyung : manis ketemu manis ya ;;)

Yoongi : jangan mulai

Taehyung : haha

Taehyung : aku sedang mengobrol dengan keluarga besar ku

Yoongi : menarik! Apa yang kalian bicarakan?

Taehyung : tentang mu

Yoongi : hah? Membicarakan apa?

Taehyung : ibu dan ayah menceritakan mu di depan keluarga

Taehyung : jadinya keluargaku penasaran seperti apa dirimu yang sudah berhasil menaklukkan bocah nakal seperti ku

Taehyung : ah! Dan mereka ingin tahu wajah mu

Yoongi : astaga

Yoongi : pasti ibu dan ayah terlalu berlebihan menceritakannya :3

Taehyung : tidak, tidak. kau memamg luar biasa

Yoongi : jangan mulai lagi, Taehyungg!

Taehyung : haha XD

Taehyung : jadi bagaimana kalau kau sekarang mengirim selfie mu sekarang?

Yoongi : tidak, terima kasih.

Taehyung : tapi aku kan punya selfie mu

Taehyung : punya banyak fotomu

Taehyung : ingin yang mana satu aku tunjukkan?

Yoongi : apa? Tidak! Jangan berani-berani Taehyung!

Taehyung : bercanda sayang

Taehyung : aku suka menduga ku akan berkata seperti itu, jadi aku sudah menjelaskan kepada mereka

Yoongi : apa yang kau bilang? ._.

Taehyung : bahwa kau hanya lelaki biasa, bertubuh mungil, kaki kecil seperti wanita, kulit putih bersih, dan manis kalau tidak lagi masa galak– tapi kau selalu manis sih di mataku. Tidak tinggi– pokoknya benar-benar biasa.

Yoongi : geez -_-

Yoongi : pujian yang indah, Tae.

Yoongi : terima kasih

Yoongi : aku terharu, sampai menangis sesegukan!

Taehyung : kau mungkin tidak sempurna, tapi kau sempurna untuk ku.

Taehyung : kau sempurna untuk Taehyung.

/read/

Taehyung : yoongi?

Yoongi : oh, selamat malam.

Taehyung : selamat malam sayang.

Taehyung terkekeh membaca chatnya. Taehyung jamin, Yoongi tengah merona hebat.

Pamannya melirik ke arah Taehyung yang masih senyum-senyum menatap ponselnya. "Ngapain senyum-senyum, Tae?" tanya pamannya penasaran.

Taehyung agak kaget. Namun, ia malah tersenyum kian lebar. "Kekasih yang ku ceritakan tadi, paman." kata Taehyung.

"Oh, kenapa dia?" tanya pamannya penasaran.

"Dia semakin sempurna saja untuk ku." jawab Taehyung dengan senyum mengembang sempurna.

.

.

.

end

.

.

.

Happy new year wkwkwk. AKu ucapin sekarang saja, soalnya besok aku mau liburan~

aku ada rencana mau buat ff taegi, yeay or no?

Jangan lupa review!