All Begin In Summer

Warning : Kalo gak suka gak usah dibaca, alur lemot, OOC, gaje, garing, dll (Temukan jawabannya setelah membaca sendiri! Author emang agak unik. Jadi maklum ya?)

OC di chapter ini : Ruka (Adik perempuan Mystogan), Crimson (Kucing raksasa peliharaan)

I do not own Fairy Tail.

.

0

.

Hari ini, Mystogan harus kembali bekerja. Hanya diberi 1 hari libur membuatnya, eng.. gak ikhlas kerja. Bisa dibilang gitu. Ruka dan Crimson ikut dengan Mystogan untuk memastikan pekerjaan Mystogan kali ini benar. Alasan lain, mereka berdua gak punya kerjaan di rumah.

Ruka's POV

Fairy_Tail Agency itu hanya dapat dijelaskan dalam satu kata : BERISIK! Aku dapat melihat beberapa orang lalu-lalang dengan sambil bawa-bawa beberapa kertas. Dan ada beberapa wajah yang sudah kukenal. Aku bermain-main bersama Crimson sambil nunggu kakak manyelesaikan urusannya. Kubiarkan Crimson berlari-lari...

'BRAK!'

Dan dia sukses menabrak seseorang.

''Ouch..'', cewek itu ngomong pelan. Itu bisa disebut ngomong kan?

"Ma.. Maafkan saya ...," aku segera mendatangi cewek itu. Ukhh.. di..dia, "...Lucy-san!"

"He? Ah.. Rucchan! Gak apa kok.. Dia hewan peliharaanmu? Ah! Panggil aja Lucy. Dia jenis apa?" Lucy bertanya, ramah. Meski perkataannya agak rumit dan gak teratur.

"Hehe.. Dia kucing." Aku nyengir.

"He!? Kucing!? Besar banget.. Ah ya, harimau termasuk jenis kucing kan!? Dia harimau putih?"

"Bukan. Dia murni sejenis kucing biasa. Kalau harimau, dia bakal lebih sering ngaum. Dia jelas mengeong," Crimson langsung mengeong, tanda mengiyakan.

"Hebaat. Manisnya.. Tapi agak seram sebenarnya."

"Awalnya aku juga takut sama pertumbuhannya. Soalnya dia udah kurawat dari kecil. Gak sadar udah sebesar ini. Bahkan, aku bisa naik di punggungnya lho." Kulihat Crimson sambil tersenyum.

"Kok kegunaannya malah kayak kuda sih.. Ah! Kamu ngapain disini, Rucchan?" Lucy mengganti topik pembicaraan.

"Nunggu kakak."

"Kakak? Siapa? Kau punya kakak?"

"Uhm.. Mystogan."

"Ah.. Levy pernah ngasih tau aku tentang pekerjaannya sama Mystogan-senpai. Oh ya, dari dulu sebelum aku masuk dunia hiburan, aku nge-fans sama Mystogan-senpai juga lho. Sama para senpai yang lain juga! Katanya Mystogan-senpai keren..." lucy nyerocos kesetanan.

"He.. Sejak kapan kamu suka?" ternyata kakak populer. Yah, namanya juga artis.

"Bu.. bukan suka! Du.. dulu aku lihat drama yang dibintanginya. Aktingnya keren.. Aku juga tahu dia dari drama itu," kulihat Lucy berkata sambil garuk-garuk pantat. Eh, kepala.

"Yang namanya fans pasti suka kan?" aku mengatakan fakta kecil yang aku yakin nenek-nenek katarak juga tau.

"Ya. Aku tahu.. Tapi ini bukan suka yang.."

"-Bukan cinta kan? Aku tahu kok," aku tersenyum ringan. Tiba-tiba aku teringat sesuatu yang ingin kuucapkan ke Lucy, "Ah, Lucy, hari ini gak ada kerjaan?"

"He? HUWAA! Aku lupa! Nanti lagi ya, Rucchan!", Lucy segera berlari kearah.. "Lucy! Awas! Disitu.."

'BRAK!'

"...tembok.. ah, telat"

"Adududuh.. Lagi-lagi nabrak.." Lucy mengaduh sambil memegangi kepalanya.

"Kamu nggak apa-apa?" aku lari kearahnya dan kutanya pertanyaan gak penting.

"Ya.. gak pa-pa kok" dia segera berdiri. "Aku pergi dulu ya!"

"Hati-hati." Kulihat sosoknya makin lama menghilang. Tapi..

"KYAA!"

'BRAK'

Aku masih bisa mendengar suaranya. Lucy itu.. ceroboh juga ya.

.

0

.

Normal POV

2 jam berlalu...

Terlihat Ruka sedang membaca novel humor Kambingjantan (yang gak jelas kok bisa ada di situ).

Sementara itu, Mystogan sudah selesai dengan kerjaannya hari ini. Begitu pula Lucy yang barusan syuting iklan shampoo.

.

0

.

Lucy's POV

Haa..

Aku benar-benar pengacau. Syuting yang seharusnya gak sampai sejam malah hampir dua jam gini. Payah.. Sudah kuduga aku gak perlu ngelempar shampo-nya. Jadi kena kepalanya kameramen deh.. Padahal sebelum aku masuk dunia hiburan, aku ingin memberi kesan yang dewasa. Kenapa malah jadi begini...? Menyedihkan.

'BRUAK'

"KYAA!", dari tabrakan tadi, aku baru sadar bahwa dari tadi aku berjalan sambil melamun ria. "Ma.. maaf", aku melihat orang yang kutindih dengan tubuhku sambil meminta maaf.

"Enghh. Gak pa-pa kok," di.. dia... MYSTOGAN-SENPAI!? Awawawaya! Bagaimana ini? Apa aku harus ambil shampo yang buat iklan tadi lalu kulempar ke kepalanya? Eeeh, jangan! Ah.. Aduh! Kenapa aku jadi gelagapan sendiri? AH! Yang terpenting..

"Apa anda baik-baik saja?" ... pertanyaan ini. Humph. Semoga dengan ini ia tak membenciku.

Kulihat mulutnya mulai terbuka untuk menjawab pertanyaanku, "Ya. Hanya tabrakan kecil kan? Gak perlu sekhawatir itu. Aku gak akan marah. Lagipula, salahku juga gak lihat jalan." Bukannya marah, ia malah tersenyum lembut kearahku.

"A.. anu.. Daripada itu, bisa tolong kamu berdiri dulu? Posisi ini malah akan membuat orang salah paham kalau melihatnya. Ya kan?" Mystogan membuka pembicaraan di saat aku terbang kelangit ketujuh. A.. Aku baru sadar bahwa.. Daritadi posisiku berada diatasnya, jarak antara wajahku dengannya hanya sekitar 5 cm!

"Halo?" suaranya yang lembut menggema di telingaku.

"Eng? EH!? Ah! Haha. Maafkan saya, senpai!" aku berdiri dengan sangat tidak teratur. Kulihat ia juga mulai berdiri sambil memengangi kepalanya.

"Ng.. Sudah kubilang gak pa-pa kan?" ia kembali tersenyum setelah berdiri sempurna. Tubuhnya tegap. Kulihat ia masih memegangi belakang kepalanya.

"Ah, apa kepalamu sakit, senpai? Tadi terbentur lantai ya?" aku mendekatkan diriku agar dapat menggapainya.

"Gak masalah," aku gak meduliin perkataannya barusan. Tanganku menyentuh belakang kepalanya. Aku menyadari jarak wajahku dengannya sama seperti beberapa saat yang lalu. Bukannya mengurusi kepalanya Mystogan, aku malah memandangi wajahnya.

1 detik..

2 detik..

3 detik..

4 detik..

5 detik..

"Ng.. Lucy?" suaranya menyadarkan lamunanku. "Eh, eh.. MAAF!" lagi-lagi, aku gelagapan. Aku menjauh dengan tak mulus, sehingga aku tersandung kakiku sendiri (dasar ceroboh) .

"HUWAAA!" aku merasa keseimbanganku hilang.

...

...

Eh?

Kok gak sakit? Kurasakan tangannya menyentuhku. Huff.. sepertinya Mystogan menahan tubuhku. "Terima kasih, senpai." Aku yakin warna wajahku sekarang bisa disamakan sama tomat. Ia hanya tersenyum seolah mengatakan 'Sama-sama.'

Ehehe..

.

0

.

Mystogan's POV

"HUWAA!"

Aku melihatnya kehilangan keseimbangan... karena ulahnya sendiri. Aku dengan reflek menopang tubuhnya agar tak jatuh ke lantai. "Terima kasih, senpai," ia berterima kasih padaku. Padahal ini hanya reflek tubuhku. Bukan niatan untuk membantunya. Aku hanya memberi senyuman padanya. Aku yakin, ia tahu maksudku.

Tapi saat seseorang memanggilku 'senpai', aku merasa terganggu. Nggak nyaman aja. Apalagi bahasa formalnya itu. Rasanya aneh. "Tak perlu memanggilku begitu. Panggil saja 'Mystogan'. Itu namaku."

...

...

Ini perasaanku saja atau dia memang memperhatikanku? Aku tidak bermasalah dengan itu, tapi...

...itu...

"Ka.. kau mimisan?" aku bertanya dengan nada yang jelas-jelas terlihat khawatir. Apa dia mimisan karena jatuh tadi? Atau karena aku gak sadar memukulnya? Kadang aku lupa apa yang sudah kuperbuat sendiri.. Bareng-bareng juga pernah.

.

0

.

Lucy's POV

Mystogan emang keren. Orangnya ramah, lagi. Aku melamun membayangkan apa yang akan terjadi diantara kami selanjutanya. Ehehe.. Aku terus memperhatikannya yang masih menopang tubuhku.

Aku..

...terus...

...melamun...

"Ka.. kau mimisan?" ...sampai suara itu membangunkan lamunanku. Aku menyadari sesuatu, ada yang turun dari hidungku.

"HIYA!" mengganggu. Padahal aku masih ingin berada di dekat Mystogan lebih lama lagi. Aku langsung berdiri agar darahnya tak mengenai baju Mystogan. Aku lihat sekeliling, nyariin tisu, tapi nihil. Gak ada. Mana ada tisu di koridor? Mungkin aja, sih. Tapi agak aneh juga rasanya.

Dapat kurasakan darahnya mengalir sampai daguku. Tangan Mystogan seperti mengelap daguku. Ahk.. Dia bawa tisu. "Te.. terima kasih lagi, Mymigan," apa aku salah mengeja namanya?

"Namaku Mystogan," dia membetulkan. Emang tadi aku bilang apa? Bukan Mystogan ya? "Ah, iya, Mystogan-sen..," jarinya menyentuh bibirku. Hangat.

"Mystogan saja," tangannya memberikan beberapa lembar tisu lagi untukku. "Mau ke halaman?" he? Dia mengajakku ke halaman?

.

0

.

Fuuh.. Akhirnya selesai juga chapter ini.. Maaf kalau hasilnya kurang memuaskan ya.. Author juga manusia biasa. Gak tau isi hati para readers.

Sifatnya Lucy malah mirip Wendy ya? Gaje banget pas aku baca. Mana garing lagi.. T3T .

Terima kasih untuk mako-chan dan Hina Heartfillia yang sudah nge-riview ^~^ . Yuzu akan berusaha meski yang suka cuma 1 orang sekalipun.

Kalo ada yang butuh di riview, ato diperbaiki, bilang aja.
Yuzurin menghargai semua perkataan reader.

Thanks for reading .