All Begin In Summer
Karena aku masih hidup, fic ini kulanjutkan .
Warning : Kalo gak suka gak usah dibaca, alur rada' lemot, OOC, gaje, garing, dll (Temukan jawabannya setelah membaca sendiri! Author emang agak unik. Jadi maklum ya?)
OC di chapter ini : Ruka (Adik perempuan Mystogan), Ancilla (Maid di rumah Mystogan. Saking dekatnya, sudah dianggap ibu sama anggota rumah. Bahkan kerja sambilan diluar sampe gak pulang berhari-hari untuk mencukupi kebutuhan orang serumah. Benar-benar seorang ibu!), Crimson (Kucing raksasa peliharaan)
I do not own Fairy Tail.
.
0
.
Ruka masih ngerasa ini libur kurang seru. 'Krek' Ruka mendengar suara pintu terbuka. Yah, bukan suara celana bencong kebuka, jelasnya. "Aku pulang," Ruka langsung bangkit dari posisi njengking + tengkurep yang barusan ia lakukan. Ternyata ada juga orang memang bisa stress kalau gak punya kerjaan.
Dia segera turun ke lantai 1 buat nyambut pemilik suara tadi. Mystogan.
Ruka's POV
"Halo kakak! Udah pulang?"
"Kadang orang jenius bisa bego juga ya. Jelas aku ada didepanmu. Di rumah. Masih nanya?" begonya aku...
Aku bingung mau ngomong apa, "Kak!"
"Hn?" dia hanya melirikku sekilas, sambil naruh tasnya di sofa. "A.. apa kabar?" otakku blank. Kakak menyentuh keningku sekilas, "Gak panas kok" Sial. Sekarang aku disamakan sama orang gila. "Ng.. Aku mati kutu," aku ngelihat wajah kakakku yang pasang tampang polos banget bin imut.
"Dulu aku kira kamu manusia. Ternyata kutu ya? Mana udah mati, lagi..."
"Kak... Kadang bego, kadang polos banget ya.." aku berkata sepelan mungkin. "Heei.. Memang aku polos apa?" banget. Aku nahan kata-kataku barusan. Aku ingat pas tadi ketemu Lucy, aku teringat kata-katanya, 'Oh ya, dari dulu sebelum aku masuk dunia hiburan, aku nge-fans sama Mystogan-senpai juga lho. Sama para senpai yang lain juga! Katanya Mystogan-senpai keren...'
Kakak sadar gak ya? "Kak, menurutmu, ada cewek yang suka sama kamu gak?" aku nyoba masang tampang ngegoda. Hasilnya malah agak nyeremin. Pake tampang biasa aja deh.. "Heh? Ya adalah.."
"Bukan suka yang kayak fans suka sama idolanya gitu lho. Maksudku, suka yang lain." Wajahnya tetap tenang, "Ya ada, lah!" dan suaranya terdengar yakin.
"Hn? Siapa?"
"Crimson!"
". . . . ."
Aku gak bisa nyalahin dia juga sih.. Kan Crimson betina. "Terserahmu, kak. Tadi ngapain aja, sih? Kok lama?" Kakak menutup matanya dan diam sebentar. Ya, masa' yang ditutup matanya Ancilla? Gak mungkin. Dan . . .
"Banyak" jawabannya simpel amat?
"Ceritaiiin," aku memeluk pundak kakakku, "Pleaaasee?" kulepas lagi pelukanku, "Mungkin aja ada readers yang pengen tau ceritanya." (Lupakan yang terakhir barusan)
"Bentar. Kuingat-ingat dulu.."
Kakak berdiri dari sofa dan tiduran di lantai.
Hal selanjutnya? Dia guling-guling di lantai. Yep, kalian gak salah baca. Guling-guling. Untuk mempertegas, guling-guling! *PLAK. "Err... Kak?" apa karena suhu udara yang panas dia jadi berubah? Lebih stress dari aku, gitu?
"Aku inget-inget dulu.."
"Tapi, gak usah segitunya kaleee!" kakak tetep guling-guling. Sebenarnya, itu lucu..
Dia berhenti, "Aku ingat."
"Tadi aku ketemu orang yang menarik. Cewek super ceroboh.. Namanya Lucy Heart- apalah itu.. Aku gak sengaja ketemu dia di koridor. Aku gak bisa ninggalin dia gitu aja. Melas, soalnya..
Awalnya sih, agak canggung. Tapi, lama-lama dia mulai bisa bersikap biasa aja gitu.
Aku jadi keterusan ngobrol sama dia. Gak sangka dia ternyata menarik juga. Dia punya kakak laki-laki.
"Siapa nama kakakmu?" aku nanya sama dia. Ya iyalah. Masa' sama Crimson?
"Siapa ya? Ngg.." dia ngelirik aku sebentar.
"Ayolaaah, siapaa?" aku sedikit ngeguncang tubuhnya.
Dia megang pundakku, "Hehe.. Coba tebak!"
Jadi, aku nebak nama kakaknya sampai lamaa banget. Gak tau tuh berapa menit. Atau jam, mungkin? Hehe.."
Kakak ketawa kecil pakai senyum gak berdosa itu lagi. Bikin gak tahan yang ngeliat, tau! Gemas.. haha!
"Jadi, kau bicara banyak dengannya?"
"Uhn!"
'Grmbrll' Bunyi apa barusan? Setelah diteliti(?), ternyata itu bunyi suara perutku. Waktunya makan siang kayaknya? "Hahaha! Mau kubuatkan makanan?" aku cuma pasang tampang datar. "Iya deh.. Yang enak ya."
"Yo'i" kakak mengacungkan salah satu jempolnya. Jempol tangan, bukan jempol kaki. Kulihat kakak menghilang dibalik tembok (sok puitis). Serasa punya koki pribadi. Huahaha! Aku membayangkan gimana kalau kakak punya istri. Apa aku akan ditinggalkan? Oh, noo!
"Kak!"
"Yaa!" kudengar suara kakak dari arah dapur.
"Kau lagi masak apa?"
"Pasta. Cuma ada itu di kulkas. Emang kamu mau apa?"
"Itu aja gak pa-pa kok.." Aku nyengir kuda. 'Krek' "Aku pulang.." Suara itu.. ANCILLA! "Selamat datang. Akhirnya pekerjaanmu selesai juga?"
"Haha. Master, ini uang bayaranku," Ancilla memberikan uangnya padaku, "Maaf, lama gak pulang."
"Gak pa-pa, gak masalah, kok. Uangnya kau saja yang simpan." Ancilla tersenyum.
"Mau makan juga, An?" kakak menawarkan Ancilla buat ikut makan bareng-bareng. Biasanya kakak manggil Ancilla dengan sebutan 'An' . Mana ngomongnya santai, lagi.. Ancilla kan lebih tua 2 tahun dari kakak.
"Ah, apa mau kubantu masak?"
"Gak perlu.. Istirahat ajalah.."
Yep, yep, yep. Meski Ancilla itu maid, tetap aja kita nganggepnya ibu. Sudah kaya' keluarga sendiri. Bahkan, aku gak ngegaji Ancilla. Kita hidup udah kaya' keluarga, men! Ancilla bakan gak peduli walau dia kerja dimana-mana buat ngebiayain kita. Bahkan, sampai gak pulang berhari-hari. Kalau aku, cuma kerja jadi penulis, sih.. Meski belum ada cerita yang kukirimin ke penerbit. Tapi, aku tetep berusaha, kok.
Dulu, aku gak sengaja menolong Ancilla. Terus, dia jadi mengabdi padaku. Haha.. Sejak saat itu juga, dia kusuruh manggil aku 'Master' . "Ancilla, apa kamu gak capek?" perempuan berambut hijau didepanku menengok padaku.
"Nggak kok?Tadi aku gak sengaja ketiduran di jalan."
"Hee? Kok bisa ketiduran di jalan?" . Dia nyengir, "Hehe.."
"Berapa jam kamu ketiduran?"
Tangannya berada di mulutnya, "Ng... Sekitar seharian, mungkin?"
Aku cengo..
.
0
.
Lucy's POV
WTF!?
Aku masih gak percaya kejadian tadi.. HUAAA!
Wajahku memanas. Ingat kejadian tadi, aku.. aku.. Kira-kira, apa Mystogan juga merasakan hal yang sama denganku ya?
.
0
.
Kira-kira, apa yang terjadi antara Lucy dn Mystogan tadi? Tunggu aja Ch selanjutnya.
Wuahaha!.. (Ketawa setan) Balasan riview (Bagi yang gak bisa di PM) :
To : Deni ; Hotaru Ayase ; and mako-chan : Makasih banget.. Bingung mau jawab apa..
To : Ajino : Walah.. kalo 3 langsung gitu gak bisa.. Aku kan kelas 6 SD, taun ini aku ikut UN. Jadi harus fokus belajar juga.. Hehe.. Tapi kuusahain seenggaknya 1 chapter seminggu. Kalo masih mampu, sih.. Kalo gak sempet ya udah..
Author juga manusia. Jadi maaf kalau ada kesalahan.
Sperti biasa, Kalo ada yang butuh di riview, ato diperbaiki, bilang aja.
Yuzurin menghargai semua perkataan reader.
