Special Chapter! : All Begin In Summer, Genders Reversed
Special chapter just for you..
Warning : Kalo gak suka gak usah dibaca, OOC, gaje, garing, dll (Temukan jawabannya setelah membaca sendiri! Author emang agak unik. Jadi maklum ya?)
OC di chapter ini : Ruka (Adik perempuan Mystogan), Ancilla (Maid di rumah Mystogan. Saking dekatnya, sudah dianggap ibu sama anggota rumah. Bahkan kerja sambilan diluar sampe gak pulang berhari-hari untuk mencukupi kebutuhan orang serumah. Benar-benar seorang ibu!), Crimson (Kucing raksasa peliharaan)
I do not own Fairy Tail.
.
0
.
"PIL PENGUBAH JENIS KELAMIN!?" suara keras barusan keluar dari mulut Levy, Ancilla, dan Juvia. Mereka memandang pil ditangan Laki dan sang pencipta pil itu bergantian. Crimson sampai terbangun dari tidur cantiknya gara-gara teriakan meraka yang sekeras toa masjid.
Laki mengacungkan jempolnya, "Yep! Kubuat ini, iseng-iseng aja sih.. Belum kucoba, tuh. Aku butuh kelinci percobaan. Kumohon, bantu aku!"
Juvia, Levy, dan Ancilla melihat gadis berambut ungu yang sedang memohon didepan mereka.
"Pleeease?"
3 gadis itu mendapat ide, siapa orang yang akan dijadikan kelinci percobaan ...
.
0
.
Sementara itu, di rumah pohon di hutan..
"Mysto, apa ini beneran buatan adikmu?" Gray berkata sambil tiduran di lantai. Menunjuk kearah lantai rumah pohon itu dan melirik Mystogan sekilas. Natsu mendekatinya, "Sialan kau, Gray! Jangan tiduran disitu. Sempit, tau!" .
Gray berdiri, "Jangan teriak di depanku, nafasmu sebau kolor yang sudah dipakai dan gak diganti selama seminggu, tau!"
"APHAA!?" Natsu menyentuh bahu Gray. Gray mencoba melepaskan tangan Natsu, "Maho, lu!"
"Enak aja, model stripper!" Mystogan hanya melihat dua temannya itu saling mengejek sambil tertawa ringan. Mereka terus saling menghina sampai..
'Tok tok'
Suara itu membuat ketiganya menoleh kearah pintu. "Haloo!" Levi masuk dan menyapa ketiganya. Mystogan cuma senyum sambil melambai ringan kearah Levi dan kedua gadis dibelakan gadis berambut biru pendek tersebut.
"Ah, kalian. Ngapain?" Natsu berjalan kearah ketiga cewek. Gray menyeringai, "Nyoba kabur, Natsu?"
"Bukan, sialan!" keduanya saling menatap. Masing-masing nempel death glare dimatanya. Cuma, kurang serem..
"Sudah, sudah. Ada tamu, tuh.." Mystogan mencoba menengahi. "BERISIK!" Natsu dan Gray malah teriak bareng ke Mystogan.
Cowok berambut biru itu cuma menutup matanya santai, "Kalian.. Sehati banget nih yee.. Ngomong aja bareng, kata-katanya sama, lagi!" Mystongan nyengir kearah mereka. Sengaja ngebuat keduanya marah. Yang bikin Juvia memelototi Natsu.
"Aku gak mau disamain sama dia!" Gray nunjuk-nunjuk Natsu.
"Sialan! Itu kata-kataku, tau! Lagipula, kalo emang nge-fans, gak usah nunjuk-nunjuk gitu, woi!" Natsu mengepalkan tangannya.
Ancilla memukul kepala keduanya. "Aww.." Natsu and Gray meringis..
"Kalian! Apa gak pernah ngehargain tamu!? Lagipula, kalo sakit tuh, jangan meringis! Sakit kok malah senyum!" Levy menyilangkan tangannya. Cemberut kearah dua cowok absurd tapi keren didepannya.
Gray mengangkat tangannya, "Gimana kalo aku ngehargain kau 1.500 aja?"
"Ini bukan senyum! Ini sakit, bego!" Natsu masih megang kepalanya.
"Udah, udah.. Kalian bertiga, kesini mau ngapain?" Mystogan megang kerah baju bagian belakang Natsu sama Gray. Biar keduanya gak ngelanjutin kegiatan super-gak-penting yang rutin dilakukan sama kedua orang tadi. Juvia angkat bicara, "Kami mau nanya, kamu ada acara gak, hari ini?" Levy siap-siap ngambil pil tadi dan nyembunyiin tuh pil di belakangnya.
"Gak sih.. Ahaha-NGGH!?" Levy masukin pil laknat itu ke mulut Mystogan yang sama-sekali tanpa pertahanan dengan paksa.
"Telan!" Ancilla, Juvia, dan Levy mengerubungi Mystogan. Gray dan Natsu hanya memandangi pria bernasib sial itu dengan tatapan horror.
Mystogan denngan terpaksa menelan pil itu. Rasanya terlalu manis.. Sedangkan dia sama-sekali gak suka makanan/ minuman yang terlalu manis.
"Kenapa aku ditindas sih? Ugh.." cowok melas itu Cuma bisa mengeluh. Mystogan mengangin lehernya yang entah kenapa rasanya sakit banget.. Dia mendongakkan kepalanya. Si rambut azure itu bisa ngeliat 3 cewek di depannya menyeringai setan kearahnya. Seringai penuh kemenangan..
Levy nyoba nginget-nginget apa perkataan Laki sebelumnya.
Flashback
"Gimana cara kerjanya?" Ancilla megang botol yang isinya pil laknat itu.
"Gampang! Telen aja, terus tutup mata yang nelen tadi selama 1 sampe 2 menit... dan.. VOILA! Baju dan wujud yang nelen tadi sudah berubah sesuai kebalikan gendernya!" Laki mengacungkan jempol kakinya. "Ah, yang ditelen pilnya ya. Bukan botolnya!"
Levy mulai protes, "Laki, harusnya jempol tangan! Bukan jempol kaki!"
"Oh.. Iya juga,ya.."
Juvia mengangkat kepalanya, "Tolong cepat turunkan kakimu! Juvia sudah gak tahan sama baunya!"
"Saya.. sudah mau pingsan.." Ancilla memegang kepala dan menutup hidungnya.
Laki menurunkan kakinya perlahan dan menggantinya dengan jempol tangan, "Emangnya kakiku segitu baunya, ya? Padahal Cuma gak kucuci 3 hari.."
"PANTES BAU!"
"AHAHA! Oh ya, cara ngembaliinnya agak repot.." Laki menutup matanya, "Ehm, gini.. Lho!?" pas ngebuka matanya, ketiga cewek gak normal tadi sudah menghilang.
End of flashback
Levy berdiri, "Ancilla! Pegang tangan Mystogan! Ikat pake benang jahit! Juvia! Tutup mata dan mulut Mystogan!" Mystogan berjengit. Sementara itu, Juvia dan Ancilla Bergerak cepat.
Pas mau kabur, Ancilla sudah menariknya dan mengikatnya dengan tali rafia (tulisannya bener ga, sih?) –benang jahitya gak ada- di sudut ruangan. Dan Juvia juga sudah menutup mata dan mulut Mystogan. Mystogan menggeliat. Dia nyoba ngelepasin dirinya dari ulah 3 cewek laknat yang lagi tersenyum penuh kemenangan melihat Mystogan.
Kita kesampingkan dulu Mystogan, oke? Kita lihat di sudut ruangan yang lain..
"Gray. Aku atut.." Natsu memeluk Gray ala teletubbies. Gray juga memelukya.
"Gray juga atut!" kedua cowok abnormal ini sedang membuat suara ala kodok kecekik. Bayangin sendirilah..
Levy menengok ke arah 2 cowok yang masih berpelukan tadi. Dia memandangnya dengan jijik, "Eeewww..."
Mendengar suara Levy, Ancilla dan Juvia ikut menengok.
Ancilla menatap mereka dengan horror, "Kalian apa-apaan, sih?"
"G-Gray - sama! Kau mencintai Natsu? Tidaak!" Juvia teriak histeris dan reflek membayangkan pernikahan Natsu dan Gray.
Natsu dan Gray saling memandang. "KYAA!" keduanya membuat suara teriakan kaya' banci abis keselek kulit durian sambil melepaskan pelukan satu-sama lain.
"Ka- kalian salah paham!" Natsu terbata-bata.
Juvia masih memandang Gray dan Natsu dengan horror. "Ju.. Juvia.. I- ini salah paham, oke?" Gray melihat mata Juvia yang mulai berkaca-kaca, "Juvia.. jangan.. nangis.. Oke? Na- nati kubelikan permen, deh." Mulut Juvia masih tertutup rapat dengan tampang horror masih terpampang di wajahnya. "Na- nanti.. aku traktir es krim. Jadi jangan nagis, ya? Jangan nangis, HUWEE!" Gray nangis duluan.
Juvia panik dan menghampiri Gray, "Gray-sama! Jangan menangis! Nanti aku traktir es krim deh!" Gray mengangkat kepalanya.
"Sumpah?" Juvia mengangguk ringan dengan tersenyum kearah Gray. "HOREE!" keduanya berpelukan. Levy, Natsu, dan Ancilla memandang pasangan norak bin bego itu dengan tatapan aneh. Entah mengapa, pikiran mereka sama : 'Kok malah traktir-traktiran es krim!?'
Daripada liat momen-momen yang ngeliatnya aja bisa bikin muntaber 3 bulan itu, Levy dan Ancilla membalikkan badannya menuju Mystogan. Mereka ternganga. Di depannya, sudah ada wanita berambut sepungung yang mengenakan one piece biru muda dengan mata dan mulut yang masih tertutup. Tangannya juga masih ke-iket. "Hmmph! Ngghphm!" jelas dia lagi nyoba bicara.
Levy dan Ancilla membuka kain yang menutup mata dan mulut Mystogan. "Kalian gila, ya? Mau apa mengikatku!? Pil apaan tadi, woy! Kenapa suaraku aneh!?" Mystogan nyerocos kesetanan.
Kedua gadis hanya menyeringai, "BERHASIIL! HAHAHA! LAKI MEMANG HEBAAT!" Mystogan bingung. Reflek, dia melihat tubuhnya sendiri. Detik selanjutnya, dia teriak.
Natsu memandang ketiga gadis (yang satunya Mystogan) dengan takjub. Juvia dan Gray masih main drama gak penting di sebelah sana. "Itu.. Mystogan?" mendengar suara Natsu, Gray mulai tersadar.
Dia mellihat Mystogan. "HEE!? Siapa cewek cantik itu!?" Juvia mencekik Gray. Mystogan menggerutu. "Sudah, jangan protes! Kamu manis, kok!" Levy tersenyum sadis.
Mystogan menatapnya dengan lemas. "Gimana gak proteees? Aku sekarang cewek, lho!"
Juvia mendekatinya. "Justru karena kau perempuan, kau terlihat lebih bagus! Menurut Juvia, bajumu manis! Wajahmu juga," dia memandang Gray, "Tapi awas kalau kau mendekati Gray-sama!" Telunjuk gadis pencemburu itu tertuju pada Mystogan.
"Jangan bercanda! Mana mungkin aku tertarik pada lelaki! Aku kan juga cowok! Aku bukan homo, Juvia.." Juvia menghela nafas lega ketika mendengarnya. Ancilla memandang Levy dan berkata ringan sambil senyum-senyum, "Nah, ini kan udah berhasil. Cara ngembaliinnya gimana?"
Levy dan Juvia berdiri mematung. "Gi.. gimana ini?"
Mystogan menatap mereka tak percaya. "Jadi.. Kalian gak ngerti cara ngembaliinnya? WHAT!? Emang aku bahan percobaan?"
Levy mesem-mesem. "Emang bahan percobaan, sih.." JEDAAARRR! Efek suara itu hanya dapat didengar sama Mystogan yang merasa sangat tertekan mendengar berita buruk (baginya) itu.
"Ya.. Mending kita tanya sama penciptanya aja. Ya, kan?"
.
0
.
Ruka's POV
"Kau kenapa, Lucy?" aku melambaikan tanganku di depan gadis berambut pirang disampingku ini.
"Ng? Ah, gak pa-pa kok. Cuma.. rasanya jadi pengen liat Mystogan sekarang. Gak tau kenapa." Lucy mengarahkan pandanganya pada jendela disampingnya.
"Hee~? Kau ingin bertemu kakakku?" Lucy menengok kearahku lagi, "Kau jatuh cinta-"
"-BUKAN!" Lucy cepat-cepat memotong kalimatku sambil membekap mulutku. Semua orang yang ada di perpustakaan melihat kami dengan tatapan horror. Lucy segera menyeretku keluar.
-DI-LU-AR-
"Rucchan! Bukan gituuu!"
Wkwkwkwk!
"Bukan gitu apanya? Jelas-jelas kamu pengen ketemu kakak! Itu pasti c-i-n-t-a." Aku mendekatkan tubuhku ke Lucy yang wajahnya udah memerah.
"Bu~ka~n. Aku cuma ngerasa hal yang menarik terjadi sama Mystogan. Itu aja!" tangannya Lucy mengepal di depan wajahku. Hue he hehh..
"Luce, hubunganmu sama kakak perlu diwaspadai ya~"
"Heei! Bukan gituuu~" aku menarik tangannya.
"Oke, oke. Gak usah banya omong. Ayo ke kakakku."
Lucy protes,"JANGAN TARIK-TARIK ORANG SEENAKNYA~!" Aku sama sekali gak ngedengerin teriakan yang suaranya aja udah segede toa masjid di belakangku.
"Luce, kau berat, ya.." aku bisa denger suaranya ngomel-ngomel di belakang. Siapa peduli? Hehe..
.
0
.
Normal POV
"Ha~ Hah. Capeek. Kallian mau bawa aku kemana, sih?" Mystogan ngerasa tangannya sakit daritadi ditarik-tarik sama Levy. "Berisik! Gak usah banyak bicara." Info : Natsu & Gray ditinggal di rumah pohon.
'Tok tok' Ancilla mengetuk pintu.
'Kriet'
"Nggg~? Siapa?" kepala Laki nongol dari balik pintu. "Ah! Kalian! Masuk, masuk." Cewek itu mempersilahkan mereka untuk masuk. Mystogan memperhatikan ruangan yang ia injak sekarang. Kayak laboratorium horror. 'Kayak rumah hantu di taman hiburan' pikirnya. "Nah, kalian mau ngapain kesini?" Laki duduk di kursi yang terlihat menyeramkan. Ada kepala tengkoraknya sebagai tempat sandaran.
"Gimana cara ngembaliin orang yang minum pil ini?" Levy menyodorkan pil laknat yang tadi diminum Mystogan.
Laki nyengir sambil ngomong, "Ah! Itu, ya? Emang siapa yang kalian jadiin bahan percobaan?" Semua menunjuk kearah Mystogan. "Dia, ya? Imutnya~. Gak usah di kembaliin aja sekalian!" Levy, Ancilla, & Juvia hanya cekikikan mendengarnnya. Mystogan merengut.
"Becanda, kok. Yap! Caranya, dia harus makan makanan buatan orang yang beneran suka sama dia!" Laki memalingkan wajahnya menuju Levy. Mystogan yang lagi asik merengut(?) sama sekali gak ngedengerin kata-kata Laki barusan. "'Met berjuang!" Laki nyengir kuda.
"Thanks! Ayo, Mysto! Kita cari Lucy."
"Lucy? Buat apa?" Levy sama sekali gak meduliin pertanyaan Mystogan dan langsung nyeret dia seenak jidatnya.
.
0
.
"Kakak gak ada di rumah ya?" Ruka duduk di sofa. "Tuh kan. Sudahlah! Nih!" Luy menyodorkan omelet mie ke Ruka. Ruka tersenyum. "Thanks. Ternyta Lucy bisa masak juga, ya!" Lucy nyengir sambil ngomong, "Jangan remehin aku! Lagipula, ini kan masakan biasa."
"Enak kok. Paling nggak, ini gak gosong." Lucy mencibir.
'Bip bip bip teot pret blurp blleepr..'
Ruka mengerutkan alisnya. "Suara apa itu? Apa alien sudah menyerbu bumi?"
Lucy merogoh sakunya, "Bukan. Itu suara HP-ku. Ada SMS masuk." GUBRAK.
Isi SMS nya : 'Luce, kau dimana?'
"Dari Levy.."
Lucy segera menjawab SMS tadi.
"Kenapa?"
"Temenku nanya aku ada di mana. Hehe.."
Ruka kembali makan omelet mie yang di buatin Lucy. Sampai mereka mendengar suara pintu terbuka..
"Yo-ho semua! Ada makanan buatan Lucy gak?" Levy berkata tanpa basa-basi. "Ah, Levy-san.. Ada omelet buatan Lucy. Emang kenapa?"
"Minta sepotong!" dengan kaget, Ruka segera memberikan sepotong terakhir dari omelet tadi. "Siapa itu?" Ruka bertanya pada Ancilla. "Nanti saya ceritakan."
"Nih, MAKAN!" Levy dan Juvia nyodok-nyodok omelet tadi ke mulutnya Mystogan. "Emmpphh!" Dengan terpaksa, dia makan omelet tadi.
1
2
3
"Arrgh.. Apaan, sih?" Ruka dan Lucy ternganga. Sekarang, di depan mereka ada Mystogan. Menit berikutnya, mereka berdua ngejedok-jedokin kepala ke diding.
"Ini.. sebenernya kenapa, sih?"
"Biar saya ceritakan, Master. Begini.." Ancilla menjelaskan kejadian tadi dengan rinci. Mystogan merengut di pojokan tanpa mendengarkan penjelasan Ancilla.
.
0
.
Poor Mystogan :3
Chapter sebelumnya belum sempet di lanjutin. Hehe.. Belakangan aku juga banyak PR. Wajar, tahun ini UN sih.. Minggu kemarin aja gak sempet ngelanjutin sama sekali. Jadi mungkin diundur dari seminggu sekali jadi sebulan sekali *PLAK! Favs and Follow me.. *ngarep.
Author juga manusia. Jadi kalau ada kesalahan, ya maap..
Seperti biasa, Kalo ada yang butuh di riview, ato diperbaiki, bilang aja. Yuzurin menghargai semua perkataan reader.
