Love?

.

Warning : AU, Hum!Alien, Hum!Robot, Fem!Ochobot, No Super power, OOC, Typo

Rated : T

Ganre : friendship, romance

Pairing : HalilintarxYaya, TaufanxYing, GempaxHumFem!Ochobot

Boboiboy milik Animonsta studio saya hanya meminjam charanya saja

Jika berkenan silakan baca ^_^

.

~o0o0o0o~

.

Tet! Tet! Tet!

Bunyi jam weker membangunkan seorang pemuda dari tidur nyenyak nya. Setelah mematikan jam tersebut dia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekalian mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat subuh.

Setelah sudah merasa siap segera saja pemuda itu turun ke bawah menuju meja makan dan tidak lupa untuk mengenakan topi merah hitam miliknya. Ketika sampai di meja makan ia melihat adik keduanya tengah menyiapkan sarapan.

"Selamat pagi kak Hali" sapa sang adik dengan senyuman.

"Pagi" balas Halilintar dengan singkat. "Hari ini kita sarapan apa?" Tanya Halilintar hanya untuk memulai percakapan saja.

"Kita sarapan dengan nasi goreng sosis" jawab Gempa tanpa mengalihkan pandangannya dari masakan yang tengah ia buat. Halilintar pun hanya bergumam untuk menanggapi jawaban dari Gempa. Ia suka ketenangan di pagi hari sambil menunggu sarapan, ia bisa menikmati ketenangan pagi ini dan sesekali menghirup aroma teh di pagi hari dapat membuatnya tenang sebelum memulai aktifitasnya. Sepertinya suasana pagi ini akan tenang dan baik-

"PAGI!"

-atau tidak juga. Segera saja Halilintar melihat ke sumber suara tersebut, dan dapat ia lihat adik pertamanya tengah melangkah ke arah meja makan dengan semangat sekali. Sang adik pertamanya segera meminum tehnya setelah duduk di hadapannya. Dan sarapan mereka pun datang beberapa menit setelah adik pertamanya datang.

"Nah ini sarapannya" seru Gempa dengan senyumannya.

"Wihh seperti biasa masakannya Gempa memang enak!" puji Taufan sambil memakan sarapannya.

"Hehehe kak Taufan bisa saja" jawab Gempa sambil memakan sarapannya juga. Sedangkan Halilintar, dia memakan sarapannya dengan tenang tanpa ada niat mengikuti percakapan kedua adiknya.

"Oh ya tumben kak Hali bangun pagi biasanya harus aku yang membangunkan dulu baru bangun, iya kan?" Tanya Taufan dengan nada bingung.

"Aku bisa bangun pagi juga, memang aku anak kecil yang harus terus dibangunkan?" jawab Halilintar dengan nada sedikit tersinggung.

"Yap! Kan kak Hali masih seperti anak kecil, tidak seperti aku dan Gempa yang sudah dewasa~" balas Taufan dengan nada jailnya dan segera saja kaki Taufan ditendang oleh Halilintar yang merasa tidak terima oleh perkataan Taufan tadi.

"Aduh! Sakit kak Hali!" teriak Taufan.

"Salah sendiri" jawab Halilintar dengan cuek.

"Sudahlah kalian, ini masih pagi dan cepat habiskan sarapan kalian" seru Gempa yang hanya bisa tersenyum geli melihat kejadian seperti ini setiap paginya.

"Baik" balas Halilintar dan Taufan bersamaan. Terkadang Taufan bingung kenapa adiknya ini bisa bersikap dewasa dari pada saudaranya yang lain, dan terkadang sifat ke ibuannya juga sering muncul. Yaa sebenarnya bukan masalah serius dan lagi dia suka sifat dewasa dan keibuan milik adiknya, setidaknya itu lebih baik dari pada sifat dingin dan sinis milik kakaknya. Taufan pun melirik kakak serta adiknya secara bergantian.

"Apa liat-liat?" ketus kakaknya setelah menangkap basah kelakuan adik pertamanya.

"Gak ada apa-apa" jawab Taufan santai sambil melanjutkan sarapannya.

~o0o0o0o~

SMA Pulau Rintis salah satu sekolah yang cukup populer. Sekolah yang menjadi tempat menuntut ilmu untuk para Boboiboy bersaudara juga murid-murid lainnya. Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi dan bel pelajaran pertama pun sudah berbunyi dari lima menit yang lalu, suasana kelas 11-A pun cukup ramai dikarenakan sang guru mata pelajaran belum datang. Ada yang sedang mengobrol dengan teman-temannya, ada yang sedang bermain kartu, ada juga yang mengerjakan tugas yang belum selesai, bahkan ada yang mendengarkan musik lewat earphonenya seperti pemuda hitam-merah ini. Dia mendengarkan musik sambil sesekali memejamkan matanya. Sang pemuda pun mengambil sesuatu di dalam saku celananya.

Sebuah sapu tangan berwarna pink.

Pemuda itu pun hanya mendengus kasar setelah mengingat kejadian kemarin. "Gadis aneh" gumam Halilintar pelan dan memasukkan sapu tangan tersebut ke dalam saku celananya.

'Ngomong-ngomong sepertinya aku pernah melihat gadis itu' batin Halilintar berpikir.

Saat Halilintar berpikir, sang guru pun masuk ke dalam kelas sehingga dia harus melupakan masalah itu sebentar. 'Nanti juga ingat' batin Halilintar cuek.

~o0o0o0o~

KRIING!

Bel istirahat pun berbunyi membuat para siswa bersorak senang dalam hati mereka. Akhirnya bel yang ditunggu-tunggu para siswa pun berbunyi, segera saja para siswa mulai menuju kantin untuk mengisi perut mereka dan mengistirahatkan otak mereka juga tidak terkecuali pemuda hitam-merah ini. Dia sedang membereskan bukunya sebelum menuju ke kantin.

"Kak Hali~"

"Ayo ke kantin bersama"

Sebuah seruan terdengar dari arah pintu kelas 11-A membuat yang dipanggil menolehkan kepalanya ke arah pintu kelasnya. Terlihat saudara kembarnya yang lain menunggunya untuk ke kantin bersama, segera saja ia anggukkan kepalannya untuk membalas ajakan tersebut dan berjalan menuju pintu kelasnya.

"Kak Hali lama, ayo cepat sebelum kantin makin penuh!" seru Taufan tidak sabaran untuk menuju kantin.

"Iya iya bawel" balas Halilintar sambil memutar matanya malas. Sedangkan Gempa hanya bisa terkekeh kecil melihat tingkah kakak-kakaknya itu.

Segera saja mereka menuju kantin dengan cepat, sesampainya di kantin mereka memesan makanan masing-masing. Halilintar dengan nasi goreng dan air mineralnya, Taufan dengan roti bakar dan susu coklatnya, dan Gempa dengan mie goreng dan air mineralnya. Segera saja mereka keluar dari kantin tersebut dan menuju kelas Halilintar untuk memakan makanan mereka, dikarenakan meja di kantin sudah penuh dengan siswa-siswa lain.

"Oh ya rencana kita beneran akan kita mulai kan?" Tanya Taufan kepada kedua saudaranya yang lain.

"Yap tentu saja" jawab Gempa mantap sambil mengacungkan jempolnya.

"Tapi..apa kalian tau kelas Ochobot?" Tanya Halilintar sambil melirik mereka.

"Itu…kami juga kurang tau" jawab Taufan dan Gempa bersamaan sambil tersenyum kaku. Halilintar hanya bisa menghela nafas mendengar jawaban dari kedua adiknya.

"Kalian ini bagaimana masa mau membuat pesta tapi ga tau di mana alamat rumah bahkan kelasnya" seru Halilintar sambil memutar matanya malas.

"Maafkan kak Hali tapi aku sudah suruh Ochobot buat ke ruang OSIS hari ini dan nanti aku bisa tanyakan tentang kelas dan alamatnya kan?" seru Gempa memberi pencerahan untuk masalah ini.

"Wahh seperti biasa adikku ini bisa diandalkan" seru Taufan semangat sambil merangkul leher adiknya itu. Dan dibalas kekehan dari adiknya dan anggukan kecil dari Halilintar.

"Nah ayo cepat ke kelas kak Hali sebelum istirahat habis" seru Taufan dan melangkah maju duluan diikuti oleh Halilintar dan Gempa. Saat menuju kelas Halilintar mereka melihat seorang gadis beramput pirang sedang berjalan menuju kantin bersama dua orang gadis lainnya.

"Ah itu kan Ochobot!" seru Gempa sambil melihat gadis berambut pirang itu, segera saja Halilintar dan Taufan melihat ke gadis tersebut dan terkejut secara bersama "Be-benar itu Ochobot" seru mereka berdua bersama.

"Ochobot!" teriak Gempa sambil menuju ke arah gadis itu.

"Eh? Hai Gempa" balas Ochobot sambil melambaikan tangan ke Gempa. "Dari mana kau?" Tanya Ochobot setelah Gempa sampai di depannya.

"Baru dari kantin tadi, kau sendiri? Mau kemana?" jawab serta Tanya Gempa.

"Aku baru mau ke kantin" balas Ochobot sambil tersenyum ke arah Gempa dan dibalas gumaman dari Gempa.

"OCHOBOT! WATASHI NO IMOUTO!" teriak Taufan tiba-tiba sambil lari menuju Ochobot dan segera memeluknya.

"EHH?! Ta-Taufan-niichan?!" Ochobot pun terkejut atas kedatangan Taufan.

"Iyaa tentu saja ini aku, niichan ke sayanganmu!" seru Taufan sambil menangis haru dan Ochobot pun langsung membalas pelukannya Taufan dengan tangisan haru juga "Huee aku kangen niichan!" dan mereka pun saling menangis haru sedangkan Halilintar, Gempa, serta kedua teman Ochobot pun hanya terdiam melihat adegan drama di depan mata mereka secara langsung.

"Dasar wibu" seru Halilintar sambil menatap sinis.

"Hehehe kak Taufan kan selalu begitu kalo bertemu dengan Ochobot mengingat mereka sama-sama gemers dan otaku" seru Gempa sambil terkekeh melihat tingkah dua orang didepannya.

"Benar juga, oh ya kalo ga salah Taufan pernah minta kamu manggil dia dengan sebutan apa ya?" Tanya Halilintar sambil menatap Gempa.

"Ah maksud kak Hali 'niichan'?" jawab Gempa.

"Iya itu, kenapa kau tidak memanggil Taufan dengan sebutan itu?" Tanya Halilintar yang tiba-tiba jadi penasaran.

"Karena memalukan tau kak memanggil dengan sebutan niichan" balas Gempa dengan rona di wajahnya.

"Kan sama saja dengan panggilan 'kakak', coba kau praktekkan" seru Halilintar tiba-tiba.

"Ehh?! Engga kak Hali, aku gamau" tolak Gempa sambil menggelengkan kepalanya.

"Coba saja" Halilintar tetap saja menekan Gempa.

"Emm..Ha-Halilintar-niichan" dan akhirnya Gempa pun menuruti perintah Halilintar yaitu memanggilnya dengan embel-embel 'niichan' ditambah rona merah karena malu. Halilintar pun diam melihat tingkah Gempa dan segera saja Halilintar memalingkan wajahnya.

"Gempa panggil pake sebutan 'kakak' saja" seru Halilintar masih dengan memalingkan wajahnya dan dibalas anggukan dari Gempa walau dia juga masih bingung dengan perintah kakaknya itu. Sebetulnya Halilintar itu masih kaget karena melihat tingkah Gempa tadi, dia tau adiknya yang satu ini memang manis tapi kenapa tadi manis sekali?! Karna shock Halilintar hanya bisa memalingkan wajahnya dan seketika sifat broconnya muncul, ingatkan dia untuk menghajar Taufan karna dia Halilintar meminta hal yang aneh ke Gempa.

Halilintar dan Gempa pun kembali melihat dua orang yang masih saja bercanda gurau tanpa menghiraukan empat makhluk hidup yang melihat tingkah mereka itu.

"Hei masih ada kita berempat disini" seru Halilintar sinis sambil menatap tajam dua orang tadi.

"Eh? Hai Hali~ lama tak jumpa" sapa Ochobot sambil tersenyum ke arah Halilintar.

"Hai juga Ochobot, sepertinya kau sehat" seru Halilintar sambil tersenyum tipis.

"Yaa Alhamdulillah sehat hehe" balas Ochobot sambil terkekeh.

"Oh ya aku mau perkenalkan temanku ini Yaya dan Ying" Ochobot pun memperkenalkan teman-temannya sambil menunjukkan gadis dengan hijab pink dan gadis berkacamata biru.

"Hai~ aku Yaya kelas 11-B teman Ochobot senang berkenalan dengan kalian" Yaya pun memperkenalkan dirinya sambil tersenyum ramah.

"Ah Yaya ternyata kau kenal Ochobot juga ya" seru Gempa dan di balas anggukan dari Yaya.

"Kalian saling kenal?" Tanya Taufan bingung.

"Iya kak, dia itu bendahara OSIS" balas Gempa disusul anggukan dari Yaya lagi.

"Sa-salam kenal aku Ying sama seperti Yaya dan Ochobot aku kelas 11-B" seru gadis lain yang bernama Ying sambil tersenyum malu karena harus memperkenalkan dirinya.

"Salam kenal Ying, aku Boboiboy Taufan panggil saja Taufan kelas 11-D mohon bantuannya" seru Taufan sambil mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum penuh arti.

"Kak Taufan jangan goda orang sembarangan, hehe maafkan kakakku ya oh ya aku Gempa, Boboiboy Gempa kelas 11-E salam kenal" seru Gempa sambil tersenyum.

"Kak Hali juga perkenalkan diri dong" seru Gempa sambil melihat ke arah Halilintar.

"Halilintar, Boboiboy Halilintar kelas 11-A" seru Halilintar malas. Dan Gempa hanya bisa tersenyum maklum atas tingkah kakaknya ini. Saat Halilintar melirik gadis berhijab pink itu tanpa sadar mereka saling bertatapan dan sama-sama bingung karna mereka seperti pernah bertemu.

'Tunggu…topi itu seperti laki-laki kemarin' batin Yaya, kemudian mereka sama-sama teringat.

"KAU LAKI-LAKI KEMARIN?!"

"KAU GADIS ANEH KEMARIN?!" teriak mereka bersamaan sambil menunjuk wajah satu sama lain. Mereka berdua sama-sama terkejut atas kejadian ini, mereka tidak mengira bahwa akan bertemu lagi.

"Pantas aku seperti pernah mengenalmu, ternyata kau kembarannya Gempa ya" seru Yaya sambil melihat Gempa dan Halilintar bersamaan.

"Ternyata kau anggota OSIS pantas wajahmu tak asing" balas Halilintar sambil menghela nafasnya.

"Tunggu…kak Hali dan Yaya itu sebenarnya punya hubungan apa?" Tanya Taufan bingung, bukan hanya Taufan saja yang bingun tapi Gempa, Ochobot, dan Ying pun ikut bingung dengan tingkah Halilintar dan Yaya.

"Umm…sebenarnya kemarin aku dan Halilintar itu bertemu, ah lebih tepatnya aku yang menemukan Halilintar di gang kecil dengan penampilan yang sangat berantakan" jelas Yaya sambil melirik Halilintar.

"Gang kecil? Ngapain kak Hali di gang kecil dengan penampilan berantakan pula?" Tanya Taufan sambil mengkerutkan dahinya ke Halilintar.

"Kan sudah ku bilang aku ada urusan disana" jelas Halilintar sambil menghela nafas.

"Kak Hali habis berantem lagi? Makanya ada luka memar ya kan?" Tanya Gempa dengan tatapan menyelidik dan Halilintar hanya bisa memalingkan wajahnya. Melihat respon kakaknya itu membuat Gempa hanya dapat menghela nafasnya saja.

"Jadi yang mengobati luka-lukanya kak Hali itu Yaya?" Tanya Gempa sambil menatap Yaya dan di balas anggukan kepala dari Yaya. "Terimakasih Yaya sudah mengobati kak Hali" seru Gempa sambil tersenyum.

"Tak apa Gempa, tenang saja tapi aku terkejut kalo pemuda kemarin ternyata kembaranmu" seru Yaya sambil melihat ke arah Halilintar.

"Kenapa? Ada masalah kalo aku kembarannya Gempa?" Tanya Halilintar sinis sambil menatap Yaya.

"Engga kok hanya saja aku ga nyangka bisa ketemu kembarannya Gempa, yaa walau kita satu sekolah aku jarang melihat kalian bersama" seru Yaya dan di balas senyuman oleh Gempa.

"Yaa begitulah aku dan kakak-kakak ku punya kesibukan masing-masing jadi jarang bersama" jelas Gempa. "Ohh begitu rupanya" balas Yaya. Dan tiba-tiba Taufan mendapatkan sebuah ide.

"Hei hei kalian nanti bisa datang ke rumah kami?" Tanya Taufan tiba-tiba yang membuat Yaya, Ying, dan Ochobot terkejut dan bingung.

"Eh? Buat apa?" Tanya Yaya penuh kehati-hatian.

"Hehehe ada deh, Ochobot juga datang yaa malah untuk Ochobot itu wajib loh~" seru Taufan dengan cengirannya. Ochobot pun hanya bisa menatap Taufan bingung.

"Aku? Wajib? Memang ada apa?" Tanya Ochobot sambil menunjuk dirinya sendiri bingung.

"Nanti juga kau tau~" balas Taufan dengan senyum penuh artinya. "Datang yaa kalian jam 3 sore, Ochobot tau kok rumah kami jadi bareng saja nanti" seru Taufan memutuskan sepihak, sedangkan Halilintar dan Gempa hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah.

"Kalo begitu kita duluan yaa, ingat jangan lupa jam 3 sore!" seru Taufan sambil berteriak dan melambaikan tangannya dan pergi bersama Halilintar dan Gempa. Ochobot, Ying, dan Yaya hanya berdiam diri sambil menatap punggung ke tiga pemuda tadi.

"Memang nanti ada acara apa?" Tanya Yaya pada dua teman lainnya.

"Entah, aku juga tidak tau" jawab Ying sambil mengendikkan bahunya.

"Jadi kalian mau datang?" Tanya Ochobot.

"Kalo Ochobot ikut aku ikut, apalagi kita udah di undang jadi ga enak kalo ga datang" jawab Yaya disusul anggukan dari Ying.

"Kalo gitu kita datang saja, aku penasaran ada apa dirumah mereka" seru Ochobot dengan cengirannya dan dibalas anggukan dari kedua temannya.

~o0o0o0o~

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, terlihat tiga gadis yang sedang berjalan beriringan. Ya mereka adalah Ochobot, Ying, dan Yaya yang sedang berbincang sambil menuju rumah para Boboiboy bersaudara.

"Hee..jadi kalian itu teman masa kecil ya?" Tanya Yaya pada Ochobot.

"Yup! Karna rumah kami berdekatan dan orangtua kami juga akrab jadinya kami berteman dari kecil" jelas Ochobot.

"Tapi mereka terlihat seperti sudah lama tidak bertemu dengan kau Ochobot" komentar Ying.

"Hehehe itu karna saat kelas 4 SD aku pernah pindah keluar kota dan tidak sempat mengabari kepergian ku itu dan baru sekarang ini aku bisa kembali ke Pulau Rintis" jelas Ochobot lagi dan Yaya dan Ying hanya bisa ber'oh'ria.

"Oh ya tadi kau sudah ke ruang OSIS?" Tanya Yaya

"Sudah tadi pas istirahat kedua dan tadi Gempa juga bilang mengharapkan ke datangan kita" seru Ochobot dengan senyuman.

Sekitar lima menit mereka berbincang akhirnya mereka sampai juga dirumah para Boboiboy bersaudara. Rumah bercat coklat dan krem itu terlihat sederhana dan nyaman untuk ditempati.

"Ini rumah mereka?" Tanya Ying dan dibalas anggukan oleh Ochobot. "Terlihat nyaman untuk ditinggali" lanjut Ying.

"Begitulah, aku juga betah main disini" seru Ochobot sambil menunjukkan cengirannya. "Nah ayo kita masuk" lanjutnya berjalan terlebih dahulu dan disusul oleh kedunya.

TING! TONG!

Bel rumah pun dibunyikan, menunggu sang pemilik rumah membukakan pintu. Tidak butuh waktu lama pintu pun dibuka menampilkan sosok pemuda berwajah dingin menggunakan topi dengan benar yang berwarna hitam-merah.

"Kalian sudah datang rupanya" seru Halilintar.

"Hehe Assalamu'alaikum Hali, permisi" salam Ochobot dengan sopan. "Wa'alaikumsalam" balas Halilintar sambil mempersilahkan masuk tamunya.

"Kalian tunggu di ruang keluarga saja dulu" lanjut Halilintar sambil menunjuk ruang keluarga dan di balas anggukan dari Ochobot. Ochobot pun melangkah terlebih dahulu dan disusul oleh Ying dan Yaya, hingga langkah Yaya dihentikan oleh seruan seseorang.

"Tunggu dulu perempuan pink" seru Halilintar dari belakang.

"Aku punya nama, Yaya ingat itu" balas Yaya dengan wajah sedikit kesal.

"Terserah, menurutku sama saja" balas Halilintar cuek dan Yaya sedikit geram melihat tingkah sang kembaran ketua OSIS ini.

"Itu berbeda, jadi ada apa?" Tanya Yaya cepat, tidak mau berlama-lama dengan pemuda ini.

"Ini, aku kembalikan" seru Halilintar sambil menyerahkan sebuah sapu tangan pink.

"Eh? Inikan sapu tangan ku waktu itu, aku saja nyaris lupa" seru Yaya sambil menatap benda yang baru saja kembali ke tangannya.

"Hah..dasar payah" komentar Halilintar sambil menghela nafasnya yang membuat sang gadis menggerutu sebal. "Makasih" Halilintar berseru dengan pelan sehingga tidak terlalu terdengar oleh Yaya.

"Eh? Tadi kau bilang apa Halilintar?" Tanya Yaya sedikit bingung karna tadi dia seperti mendengar Halilintar berucap sesuatu.

"Tidak, bukan apa-apa dan tenang itu sudah ku cuci bersih" seru Halilintar sambil berjalan terlebih dahulu menuju ruang keluarga.

"Hihihi makasih Halilintar" balas Yaya tersenyum sambil mengikuti Halilintar.

Setelah kedua insan itu menuju ruang keluarga dapat mereka lihat Ochobot dan Ying sedang duduk di sofa sambil berbincang.

"Loh? Gempa dan Taufan mana?" Tanya Yaya kepada Halilintar dan Halilintar hanya meliriknya sekilas dan pergi menuju dapur.

"Hei! Setidaknya jawab dulu pertanyaan orang!" seru Yaya sedikit meninggikan suaranya tapi tidak ada balasan dari yang bersangkutan membuat Yaya jadi geram sendiri.

"Ishh..bisa-bisanya Gempa punya kembaran kayak gitu" gerutu Yaya sambil menuju ke tempat kedua temannya itu.

"Eh Yaya, dari mana tadi?" Tanya Ying saat melihat Yaya duduk di sampingnya.

"Hm? Oh tadi hanya ada beberapa urusan dengan si dingin itu" jawab Yaya dengan wajah sedikit kesal.

"Si dingin?" Tanya Ying sambil menatap Yaya bingung dan di balas anggukan kepala dari yang ditanya.

"Maksudmu Hali?" seru Ochobot dan dibalas anggukan kepala Yaya lagi.

"Hahaha Hali memang begitu dari kecil" seru Ochobot sambil tertawa kecil dan Yaya hanya bisa menghela nafasnya pasrah.

Tiba-tiba saat tiga gadis ini berbincang lampu di rumah Boboiboy bersaudara mati membuat mereka tersentak kaget dan sedikit panik. Walau ini masih sore tapi keadaan di ruang keluarga itu terlihat gelap dan membuat mereka tidak bisa melihat sekelilingnya.

"Ma-mati lampu?" Tanya Ying yang masih kaget.

"Sepertinya dan lagi mereka bertiga kemana?" jawab serta tanya Ochobot sambil mengedarkan pandangannya.

"Entah tadi aku Tanya ke Halilintar tapi dia hanya melirikku saja" jawab Yaya ikut mengedarkan pandangannya, saat Yaya mengedarkan pandangnnya dia melihat ada sedikit cahaya berwarna jingga terdapat pada suatu ruangan yang tadi Halilintar masuki.

"Hei sepertinya ada cahaya lilin disana" seru Yaya sambil melihat ke arah cahaya itu berasal. Ochobot dan Ying pun melihat kearah yang dimaksud Yaya.

"Benar juga dan kalo ga salah itu ruang dapur, mau coba ke sana?" Tanya Ochobot.

"Eh? Memang kita boleh berkeliaran disini?" Tanya Ying memastikan.

"Tenang pasti mereka bolehkan asalkan jangan ke ruangan pribadi mereka dan lagi di sana lebih baik dari pada gelap-gelapan disini" jawab Ochobot meyakinkan, Yaya dan Ying pun saling memandang dan mengangguk setuju.

Ochobot pun mulai berjalan terlebih dahulu disusul oleh Ying dan Yaya. Mereka telah sampai di depan cahaya lilin itu dan terkejut saat tiba-tiba lampu dapur menyala terang dan menapilkan tiga pemuda yang dari tadi di cari oleh mereka.

PLAR! PLAR!

"SELAMAT DATANG KEMBALI OCHOBOT!" teriak ketiga pemuda itu saat Ochobot dan teman-temannya datang ke dapur.

Ochobot dan yang lain hanya bisa melongo kaget, sungguh sekarang mereka dibuat bingung oleh ketiga pemuda ini terlebih Ochobot yang lebih dibuat bingung atas ucapan ketiga pemuda tadi, 'Selamat datang?' batin Ochobot bertanya-tanya.

"Hehehe kalian pasti kaget ya~?" Tanya Taufan dengan cengirannya. "Begini, kita sebenarnya membuat pesta sambutan untuk Ochobot dan sekilian saja kita ajak Yaya dan Ying dan tadi pas mati lampu itu memang sengaja kami lakukan biar kalian ke dapur hehe" jelas Taufan singkat. Ochobot dan yang lain hanya bisa mengerjapkan matanya mendengar penjelasan dari Taufan.

"Maaf kalo membuat kalian kaget tapi ini bagian dari rencana, jadi selamat datang kembali Ochobot!" seru Gempa sambil memberikan kue coklat kesukaan Ochobot ke tamu yang jadi bintang utamanya sekarang.

"Kalian…sungguh…a-aku..senang se-sekali" seru Ochobot dengan wajah yang sangat terharu, sungguh perbuatan teman-teman masa kecilnya ini selalu membuatnya terkejut dan sekarang mereka sampai berbuat begini.

"Syukurlah Ochobot kau punya teman-teman yang sebaik ini" seru Ying sambil tersenyum, ikut merasa senang atas kebahagiaan yang dirasa Ochobot.

"Loh? Kalian juga teman kami" seu Taufan tiba-tiba yang membuat Ying dan Yaya memalingkan wajahnya melihat sang kembaran kedua dengan wajah bingug.

"Kenapa malah bingung? Teman Ochobot adalah teman kami juga, ya kan Gempa?" seru Taufan sambil nyengir. "Yup! Betul itu kak Taufan" tanggap Gempa sambil tersenyum.

"Jadi ayo kita berteman dan kalian tak perlu segan-segan dengan kami" seru Taufan dengan senyumannya itu membuat Ying dan Yaya tertawa kecil dan Halilintar yang mendengus geli, 'Sepertinya begini juga tak apa' batin Halilintar menanggapi.

Mereka pun mulai berpestanya, memakan kue coklat buatan Gempa, mengobrol bersama, melihat pertengkaran antara Halilintar dan Taufan –yang tentu dimenangkan Halilintar- karena kejailan Taufan tersebut, dan banyak hal lagi. Saat Ochobot melihat sekeliling ruang keluarga yang dekat dengan meja makan, dia melihat sebuah figura yang berisi foto saat usianya dan para Boboiboy bersaudara 6 tahun.

"Eh? Ini kan foto waktu itu" seru Ochobot ceria mengingat masa kecilnya itu. Yang lainnya menghentikan aktifitasnya masing-masing saat mendengar seruan Ochobot.

"Ochobot masih ingat?" Tanya Gempa yang berdiri di samping kiri Ochobot. "Tentu saja mana mungkin aku lupa" jawab Ochobot sambil tersenyum ceria.

"Waktu itu rambutmu masih pendek ya jadi kangen masa lalu" seru Taufan dari belakang, Ochobot pun hanya mengangguk sebagai jawabannya.

"Eh? Ini Ochobot dan kalian?" Tanya Yaya yang berada di samping kanan Ochobot sambil melihat figura foto yang dipegang Ochobot.

"Iyalah menurut mu siapa lagi?" seru Halilintar sambil memutar matanya. "Kan aku hanya bertanya" balas Yaya sambil menatap tajam Halilintar yang dianggap angin lalu oleh yang ditatap.

"Tunggu…tapi kok disini ada lima orang yang berwajah sama?" Tanya Ying sambil menatap figura foto tersebut dengan bigung.

"Loh kalian ga tau? Kami kan kembar lima"

"Eh?"

TBC

A/N : Akirnya beres juga chap.3nya, maafkan saya yang ga bisa update kilat dan menelantarkan fic ini berbulan-bulan TwT. Sebenarnya saya hampir kehilangan feels saya ke Boboiboy tapi karna menonton Boboiboy The Movie rasa cinta saya kembali lagi ke pemuda berkuasa tujuh itu dan lagi solar keren ya pake kacamatany x3 #malahCurhat

Jadi terimakasih kepada Boboiboy The Movie karna telah membangkitkan lagi rasa cinta saya dan membuat saya bisa melanjutkan fanfic ini dan juga terimakasih buat teman-teman saya yang membantu mengedit chap.3 ini :3

Chapter ini awalnya ingin saya fokuskan ke HaliYa nya tapi apa daya niat dan kenyataan itu malah jauh dan berakhir dengan fokus ke pertemuan para Boboiboy bersaudara dengan Ying dan Yaya dan juga pesta penyambutan Ochobot T-T, jadi maaf bagi yang nungguin HaliYa karna harus tertunda tapi tenang mereka pasti muncul kok x3

Hali : Woi! Author ga tau malu!

Me : Eh? Kenapa Halilintar?

Hali : Apa-apa itu?! Bikin aku brocon segala ke Gempa lagi! *nunjuk isi cerita*

Me : Eh? Emang salah ya? Kan pasti kebanyakan orang bakal brocon kalo punya adik semanis dan seimut Gempa~ *cengar-cengir sendiri(?)*

Hali : Hah…terserah aku lelah ngeliat author satu ini *kesel(?)*

Me : Jahatnya TwT

Yaya : sudahlah lebih baik balas review sebelumnya saja.

amir : syukurlah kalo seru hehe, ini sudah update dan makasih sudah mereview

Mizuki Kanzaki : tak apa, iya chapter sebelumnya fokus ke GemOcho dan maaf kalo chapter ini bukan HaliYa tapi tenang pasti aku buat chapter tentang mereka karna mereka juga pair fav aku hehe, ini sudah lanjut dan terimakasih sudah merivew

ANITA ZAHRA : Wa'alaikumsalam, di chapter ini sudah taukan siapa 5 anak yang mengelilingi anak perempuan itu hehe, makasih sudah mereview

Hanna Yoora : ini sudah next tapi maaf ga bisa update kilat :", makasih semangat dan reviewnya hehe

Kanza Kitaoji : yup! Aku buat Ochobot jadi pasangannya Gempa, makasih reviewnya dan maaf ga bisa update kilat :"

Faiz : ini sudah di next dan makasih reviwnya

NauraCute15 : wahh syukurlah kalo ngakak ceritanya hehe, ini sudah lanjut tapi maaf kalo lama :", makasih reviewnyan

sandal unyu : ciee~ Gempa *ikut"an* #diBogemGolemTanah, ini sudah lanjut dan maksih reviewnya

IrenaDSari : makasih kalo ini keren hehe, eh? Benarkah? Aku baru tau hehe :v, Boboiboy jadi ceweknya dan Ochobot jadi cowoknya boleh juga tuh x3, ini sudah lanjut dan maksih atas reviewnya ya kak Irena

Akhir kata terimakasih bagi yang sudah membaca, mereview, memfollow dan memfavorite, silahkan kritik dan sarannya. Dan saya mau ngucapkan selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin, maafkan author yang selalu telat ini :", selamat berpuasa dan mudiknya untuk para reader hehe. Okk sampai jumpa chapter berikutnya.