" Selamat pagi Kim sajangnim (Kim Jongwoon / yesung) " sapa kyuhyun begitu sampai di ruangan yesung
" Pagi kyuhyun sshi. Sekarang ikuti aku, akan aku beritahu apa yang harus kamu kerjakan dan lakukan untuk CEO begitu sampai kantor " ucap yesung sambil berdiri dari tempat duduknya
" Ne.. "
Yesung pun meberitahukan tugas dan kewajiban kyuhyun selama menjabat sebagai sekretaris dari CEO Cho Siwon.
" Kyuhyun sshi, ini adalah Ryeowook sshi sekretaris ku. Jika kau ada yang kurang paham bisa bertanya padanya " ucap yesung
" Cho kyuhyun immida " ucap kyuhyun sambil sedikit membungkuk
" Senang berkenalan dengan mu kyuhyun sshi " ucap wookie dengan senyum manisnya
" Wookie sshi, tolong bantu kyuhyun sshi " ucap yesung sambil berjalan menuju ruangannya
" Baik Kim sajangnim " ucap ryeowook sambil membungkuk
" Kyuhyun sshi, sepertinya kau lebih muda dariku, jadi panggil aku unnie saja okay" ucap wookie mengakrabkan diri
" Baik unnie " ucap kyuhyun dengan senyuman terbaiknya
" Ayo ikut aku" ucap wookie
" Ini ada berkas yang harus di tanda tangani oleh CEO, jadi kau harus tunggu dia datang dulu ne, lalu serahkan dokumen ini ke aku untuk di serahkan ke yesung sajangnim. Kemudian… bla. Bla.. bla .. bla… " jelas wookie
" Arraseo Kyu?" tanya wookie begitu selesai menjelaskan pekerjaan yang harus kyuhyun handle
" Sepertinya begitu unnie. "
" AKu tahu pasti kau kaget kan karena banyak sekali pekerjaan yang harus kau tangani, karena sekretaris dari CEO kita ini selalu berganti-ganti, jadi otomatis banyak sekali pekerjaan yang tertunda. Di tambah lagi sekarang ini penjualan kita sedang meningkat pesat, otomatis sajangnim sibuk sekali" jelas wookie
" Tidak apa-apa unnie, aku akan berusaha cepat belajar " sahut kyuhyun
" Jika kau ada tidak mengerti cari saja aku, nanti aku akan berusaha untuk mengajari mu lagi oke. Jangan sungkan-sungkan " ucap wookie menyemangati kyuhyun
" Baik unnie, dan terimakasih akan semua kebaikan unnie hari ini "
" Tidak masalah " ucap wookie sambil tersenyum
" Kyu, kau lihat rombongan itu ?" tanya wookie sambil menunjuk kearah depan
" Iya.. ada apa memangnya ?"
" Itu artinya CEO kita sudah datang. Kim sajangnim juga sudah bersama rombongan itu. Di perusahaan ini, Kim sajangnim juga berperan penting dan satu-satunya orang yang bisa menasihati CEO kita itu yang dingin seperti es batu" jelas wookie yang membuat kyuhyun agak terkejut
" Ma.. maksud unnie apa? Apa CEO kita itu kejam ?" tanya kyuhyun mulai takut
" Bisa di bilang dia itu gila kerja. CEO kita itu paling tidak suka jika sekretarisnya itu pulang lebih dulu daripada dirinya. Sikapnya yang dingin, tidak pernah bisa toleransi terhadap apapun kondisi dan situasi karyawannya, bahkan jika staffnya sakit dia akan marah. Karena itulah, sekretarisnya tidak pernah bisa bertahan lama. Bisa di bilang rekor jika ada yang bertahan selama sebulan" jelas wookie
" Selama aku bekerja disini selama dua tahun, sudah tak terhitung berapa jumlah sekretaris CEO kita yang berganti. Aku saja sampai lelah melihatnya " keluh wookie
" Glegg.. " terdengar kyuhyun menelan ludahnya setelah mendengar penjelasan wookie
" Oh iya, cepat serahkan dokumen yang aku suruh tadi" ucap wookie memecah lamunan kyuhyun
" Baik unnie " ucap kyuhyun
" Semangat Kyu " ucap wookie sambil mengangkat tangan kanannya memberi semangat
" Terimakasih unnie "
Setelah mendengar semua penjelasan yang cukup menyeramkan dari Ryeowook, dengan langkah berat kyuhyun mulai berjalan kearah ruangan CEO dari Cho company tersebut. Jantungnya berdetak cepat, tangannya juga sudah mulai dingin. Saat ini yang di rasakan kyuhyun adalah rasa takut, namun dia memberanikan diri untuk mengetuk pintu CEO itu
" Pagi sajangnim, saya kemari hendak… " belum sempat kyuhyun melanjutkan omongannya, dia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya sekarang ini
" Anda orang yang kutolong waktu itu kan" ucap kyuhyun pasti
" Benar"
" Jadi anda CEO yang di bicarakan itu?" ucap kyuhyun lagi tanpa ia sadari yang dihadapi nya saat ini adalah pemilik dari perusahaan tempatnya bekerja
" Jadi apa yang membuatmu untuk datang ke ruanganku ?"
" Oh maaf sajangnim. Aku ingin meminta tanda tanganmu" ucap kyuhyun langsung berjalan menuju meja kerja
" Hanya ini ?"
" Iya sajangnim "
" Sekarang kerjakan semua dokumen ini dan ini dokumen yang sudah aku tanda tangani "
" Baik sajangnim. Ngg… "
" Ada lagi yang ingin kau tanyakan?"
" Ne? oh.. saya ingin menanyakan bagaimana keadaan tangan sajangnim itu ?" ucap kyuhyun memberanikan diri
" Sudah lebih baik"
" Ooh.. kalau begitu saya permisi dulu sajangnim" pamit kyuhyun sambil membungkuk
" Kyuhyun sshi.. "
" Ya sajangnim?"
" Terimakasih telah menolongku"
" Sama-sama sajangnim. Ngg.. kalau boleh saya tahu, siapa nama sajangnim?" tanya kyuhyun takut-takut
" Choi Siwon. Ada lagi yang ingin kau tanyakan kyuhyun sshi?" ucap siwon datar
" Tidak ada sajangnim. Saya mohon diri sajangnim" ucap kyuhyun
Saat ini jantung kyuhyun benar-benar mau berhenti berdetak. Diruangan choi siwon serasa ada aura dingin yang cukup mencekam. Aura yang tidak enak untuk berlama-lama disana. Sorot mata choi siwon benar-benar dingin, seperti memberikan puluhan tusukan es pada lawan bicaranya
" Unnie, ini dokumen yang tadi kau suruh aku mintakan tanda tangan sajangnim " ucap kyuhyun menghampiri ruangan kerja wookie
" Terimakasih kyuhyun. Jadi bagaimana?" tanya wookie bisik-bisik
" Benar-benar menyeramkan unnie. Diriku seperti kecil sekali di hadapan sajangnim. Sungguh menakutkan berlama-lama di ruangan itu " jelas kyuhyun pucat
" Oh tidak. Jangan bilang kau juga akan resign besok" ucap wookie frustasi
" Untuk saat ini aku belum berfikiran seperti itu unnie. Mungkin jika unnie tidak keberatan, aku butuh semangat unnie. Mungkin setiap hari" goda kyuhyun
" Tidak masalah. Kalau perlu aku akan memberikan semangat padamu setiap hari, tiap malam, tiap jam atau kalau perlu.. "
" Yah unnie, tidak separah itu juga. Tenang saja unnie, aku akan berusaha semampuku untuk bertahan disini. Terimakasih unnie sudah baik padaku di hari pertama ku disini" ucap kyuhyun dengan senyuman terbaiknya
" Tidak masalah kyu. Aku senang berteman denganmu. Kuharap kita bisa lebih dekat lagi nantinya, otthe?" ucap wookie sambil mengerlingkan matanya
" Pasti unnie! Kalau begitu aku kembali bekerja dulu ne, sajangnim sudah memberika setumpuk pekerjaan untuk aku bereskan " pamitku
" Okay.. sampai ketemu jam makan siang"
Setelah itu kyuhyun berkutat dengan pekerjaanya. Untung saja dia pintar, jadi bisa dengan cepat ia memahami pekerjaan yang tiba-tiba dilimpahkan dalam jumlah yang cukup banyak itu.
" Kyuhyun sshi, kau sedang mengerjakan apa?" tanya yesung tiba-tiba
" Ne? oh ini Kim sajangnim, saya sedang mengerjakan dokumen yang diberikan oleh Cho sajangnim" jelas kyuhyun
" Boleh aku lihat pekerjaanmu?" tanya yesung
" Tentu saja sajangnim" ucap kyuhyun
Lalu yesung berjalan menghampiri tempat kerja kyuhyun dan melihat ke layar computer kyuhyun. Matanya langsung terbelalak begitu melihat hasil kerja kyuhyun saat ini
" Oke.. silahkan lanjutkan kyuhyun sshi" ucap yesung
" Baik Kim sajangnim" ucap kyuhyun dan langsung melanjutkan pekerjaannya
Begitu yesung selesai urusannya dengan kyuhyun, yesung langsung masuk ke ruangan siwon
" Siwon " panggil yesung begitu masuk
" Hmm" sahut siwon tanpa melihat yesung dan terus saja berkutat dengan kertas-kertas di mejanya
" Hei lihat aku saat aku sedang bicara padamu " ucap yesung kesal
" Ada apa hyung, aku ini sedang sibuk" ucap siwon kali ini sambil menatap yesung
" Aku salut dengan sekretarismu itu, sepertinya dia cepat tanggap dengan apa yang diajarkan" jelas yesung
" Aku belum melihat pekerjaannya hyung" sahut siwon datar
" Yakk kau ini, kau pikir aku gila apa bilang seperti itu tanpa melihat hasilnya" oceh yesung kesal
" Kita lihat saja nanti hyung" ucap siwon sambil kembali bekerja
" Semoga kali ini sekretarismu bisa bertahan lama siwon-ah, aku merasa dia cukup baik untuk melakukan pekerjaan di cho company" ucap yesung penuh harap
" Hmm.. "
" Aku kembali keruangan ku dulu siwon-ah" ucap yesung
" Ne.. " ucap siwon tanpa melihat yesung
" Benar-benar anak ini membuat aku gila" ucap yesung frustasi
Tak lama dari yesung keluar, kyuhyun masuk ke ruangan siwon untuk menyerahkan beberapa dokumen agar diperiksa oleh siwon dan memberitahukan beberapa jadwal kedepan untuk siwon.
" Sajangnim, silahkan diperiksa dokumen yang baru saja anda berikan pada saya" ucap kyuhyun sambil menyerahkan beberapa map
Tidak ada sahutan atau jawaban dari siwon, yang ada hanyalah keheningan semata dan mata siwon yang terfokus oleh kertas-kertas yang barusan kyuhyun berikan. Tapi belum lama siwon memeriksa kertas-kertas itu tiba-tiba siwon memegang kepalanya.
" Sajangnim, anda tidak apa-apa?" tanya kyuhyun khawatir
" Tolong ambilkan aku air kyuhyun sshi" ucap siwon sambil sedikit memijat kepalanya yang sakit
" Ini sajangnim airnya" ucap kyuhyun
" Sajangnim, anda tidak apa-apa?" tanya kyuhyun lagi dan sedikit mendekatkan dirinya ke meja siwon
" AKu tidak apa-apa" ucap siwon lagi masih sambil memijat kepalanya
" Sajangnim, maaf kalau saya lancang, tapi apakah anda sudah meminum obat dari RS waktu itu?" tanya kyuhyun ragu
" Bukan urusan mu. Sekarang cepat keluar dari ruanganku" ucap siwon ketus
" Benar-benar keras kepala" ucap kyuhyun dalam hati
Dengan langkah yang takut-takut, akhirnya kyuhyun memberanikan untuk memposisikan dirinya di sebelah tempat duduk siwon
" Dimana sajangnim menaruh obatnya? Biar saya ambilkan" ucap kyuhyun kali ini sudah berada tepat di samping siwon
Siwon tidak menjawab pertanyaan kyuhyun. Saat ini siwon merasa kalau kyuhyun agak lancing dengan tiba-tiba menghampiri dirinya dan memaksa dirinya untuk meminum obat
" Sajangnim, saya tahu apa yang anda pikirkan saat ini. Saya tau sekarang ini saya sangat lancang di hari pertama saya bekerja di perusahaan ini, tapi saya lakukan ini untuk kesehatan dan kebaikan sajangnim. Jika sajangnim tetap seperti ini, sajangnim malah tidak bisa konsentrasi bekerja dan pekerjaan sajangnim akan terbengkalai lebih banyak lagi" ucap kyuhyun panjang lebar
" Di laci" ucap siwon pada akhirnya
" Baik sajangnim" ucap kyuhyun segera membuka laci kanan siwon
" Anda belum meminum obat ini sama sekali sajangnim? Obatnya masih tersimpan rapih dan belum ada sobekan sama sekali" ucap kyuhyun terkejut
" Apa anda sudah sarapan sajangnim?" tanya kyuhyun
" Cepat berikan obatnya dan segera keluar dari ruanganku" ucap siwon lebih ketus
" Saya tidak akan keluar dari sini sebelum sajangnim menjawab pertanyaan saya" sahut kyuhyun lebih keras kepala
" Sajangnim tidak boleh meminum obat jika sajangnim belum sarapan" jelas kyuhyun lagi
" Belum" satu kata keluar dari mulut siwon
" Tunggu sebentar sajangnim, saya segera kembali" ucap kyuhyun sambil sedikit berlari kecil meninggalkan ruangan siwon
Saat kyuhyun keluar dari ruangan siwon, kyuhyun berjalan mendekati meja kerja Ryeowook
" Unnie, bisa tolong beritahu aku dimana pantry nya?" tanya kyuhyun
" Lurus saja kyu. Suruh saja OB jika kau perlu sesuatu" ucap wookie
" Tidak perlu unnie, kelamaan" ucap kyuhyun sambil berlalu
Sampai di pantry, kyuhyun melihat sekeliling ruangan itu. Melihat-lihat apakah ada sesuatu makanan disana dan lucky ia menemukan satu kantong roti tawar dan ada selai stroberi serta coklat. Dibukanya lemari es, berharap ada jus atau susu disana.
" Kyu, untuk siapa makanan itu?" tanya wookie heran begitu melihat kyuhyun melewati tempatnya sambil membawa sepiring nasi dan segelas jus
" Untuk cho sajangnim"
" Mwoo? Apa kau bilang? Apa aku tak salah dengar? Cho sajangnim makan di ruangan kerjanya dan di jam seperti ini?" ucap wookie tidak percaya sambil membelalakkan matanya
" Ne unnie. Maaf unnie aku harus ke ruangan sajangnim dulu, anti aku ceritakan yah unnie saat lunch time" ucap kyuhyun pamit
" Harus kyu, harus ceritakan padaku" ucap wookie
" Sajangnim, saya bawakan sarapan untuk anda" ucap kyuhyun begitu sampai di ruangan siwon
Saat ini siwon hanya menatap heran kearah kyuhyun, karena ia mengira kyuhyun tidak akan kembali ke ruangannya untuk mengganggu dirinya dengan ocehan-ocehan nya yang berlebihan dan agak kurang ajar mengingat baru saja kyuhyun mengocehi dirinya yang notabene adalah atasan kyuhyun
" Sajangnim harus makan, baru setelah itu bisa minum obatnya" ucap kyuhyun dengan sedikit memaksa
Entah atas dorongan apa, akhirnya siwon mulai memakan roti itu perlahan-lahan, dan senyum tipis tersirat dari wajah kyuhyun karena siwon berhasil untuk makan sarapan buatannya yang simple itu
" Sekarang jus nya sajangnim" ucap kyuhyun lagi begitu melihat roti di tangan siwon sudah habis tak tersisa
Dan lagi-lagi siwon menurut, tidak ada penolakan yang datang dari mulut siwon. Saat ini di kepala siwon hanyalah segera menuruti apa keinginan sekretaris barunya itu supaya dia cepat-cepat pergi dari ruangannya
" Setelah itu baru minum obatnya. Ini obatnya sajangnim" ucap kyuhyun sambil memberikan obat yang sudah ia buka
" Setelah ini apa yang akan kau lakukan kyuhyun sshi?" akhirnya siwon bicara dengan nada dinginya setelah meminum obatnya
" Tidak ada sajangnim. Saya hanya ingin memastikan sajangnim menuruti apa kata dokter. Saya melakukan ini hanya karena tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada sajangnim. Saya mohon diri sajangnim" ucap kyuhyun membungkuk kemudian mengangkat sisa-sisa siwon sarapan dan juga dokumennya
Saat keluar dari ruangan siwon, jantung kyuhyun berdetak cepat. Sunggu benar-benar menakutkan berlama-lama diruangan siwon, apalagi tadi dia sudah memerintah dan menceramahi siwon sedemikan rupanya
" Kali ini tamatlah riwayatmu cho kyuhyun" ucap kyuhyun pada dirinya sendiri sambil memukul kepalanya pelan
TBC
Ps :
sekali lagi gomawo buat yg udah review m(_ _)m
walaupun ga semuanya ke publish di reviewnya, tapi semua commentnya udah pada masuk kok ke inbox mail ku..Semuanya ksh semangat. Bener-bener terharu
big hug for u gals
