CHAPTER 10
Setelah makan siang, siwon dan kyuhyun segera menuju ke tempat metting mereka yang kedua. Walaupun kyuhyun sudah di berikan obat gosok dan juga plester, tapi tetap saja tidak bisa menahan rasa sakit dan pegal di kakinya. Kakinya terasa nyeri sekali saat ini. Disaat seperti ini, rasanya kyuhyun ingin melepas sepatu heelsnya dan berjalan tanpa alas kaki
" Anyeong siwon sshi.."
" Anyeonghaseo sungmin sshi " sapa siwon ramah tepatnya berusaha ramah
" Ternyata benar berita itu yah kalau tangan mu cidera? Dan ini sekretarismu yang baru lagi yah? Cantik dan manis jika di bandingkan dengan yang dulu" ucap sungmin
Mendengar ucapan sungmin, kyuhyun hanya membalasnya dengan senyuman. Berbeda dengan siwon yang merasa tidak nyaman akan ucapan sungmin barusan
" Bisa kita mulai mettingnya sekarang sungmin sshi?" tanya siwon mencoba mengalihkan padangan sungmin dari kyuhyun
" Oh tentu saja siwon sshi.. silahkan duduk" ucap sungmin
" Kyuhyun sshi, silahkan duduk" ucap sungmin sambil menarikkan kursi untuk kyuhyun
" Kamsahamida sajangnim" ucap kyuhyun membungkuk berusaha sopan
" Siwon sshi, wajahmu jangan seperti itu, aku hanya ingin memberikan rasa nyaman kepada kyuhyun sshi" jelas sungmin yang menyadari raut wajah siwon yang menegang
" Mari kita mulai saja mettingnya sungmin sshi" ucap siwon mengalihkan pembicaraan
Selama metting berlangsung beberapa jam, sungmin tidak segan-segan memberikan sedikit perhatian kecil kepada kyuhyun.
" Kyuhyun sshi, apa kau sudah makan siang?" tanya sungmin
" Sudah sajangnim"
" Ah sayang sekali, padahal aku baru saja mau mengajak kalian makan siang bersama" ucap sungmin lagi
" Apa kau mau tambah minum lagi kyuhyun sshi?' tanya sungmin lagi
" Tidak perlu sajangnim" sahut kyuhyun singkat
Jujur saja perhatian yang di berikan sungmin membuat kyuhyun tidak nyaman, karena di sebelahnya ada atasan kyuhyun sendiri.
" Sungmin sshi, jika tidak ada yang mau di bahas lagi kami mohon diri " ucap siwon sambil berdiri dari kursinya
" Cepat sekali siwon sshi? Tidak mau ngobrol-ngobrol dulu sebentar?" tawar sungmin
" Tidak perlu sungmin sshi, karena kami ada appointment lagi" jelas siwon datar
" Ooh begitu.. kalau begitu sampai nanti siwon sshi dan hati-hati kyuhyun sshi" ucap sungmin sambil menjabat tangan mereka berdua satu persatu
" Kamsahamida sajangnim" ucap kyuhyun membungkuk
Setelah keluar dari ruangan metting yang letaknya di lantai tujuh, siwon langsung berjalan cepat meninggalkan kyuhyun yang tentunya kewalahan mengejar siwon karena kakinya masih sakit dimana-mana
" Sajangnim.. tunggu" ucap kyuhyun sedikit mengencangkan volume suaranya
" TING.." suara lift terbuka
Siwon langsung cepat-cepat masuk dan di susul oleh kyuhyun yang baru saja tiba dan nafasnya cukup kelelahan karena cukup kesulitan mengejar siwon dengan kondisi kakinya sekarang ini
" TING.." sampailah mereka di lantai dasar
Lagi-lagi siwon berjalan cepat meninggalkan kyuhyun yang pontang-panting berlari menyusul siwon..
" Sajangnim.. sajangnim…" teriak kyuhyun sambil sedikit berlari
" Akkh…" tiba-tiba saja kyuhyun mengaduh kesakitan
Seketika itu juga siwon menghentikan langkah kakinya dan perlahan berbalik kebelakang. Di lihatnya kyuhyun yang sedang berjongkok di lantai
" Akkhh.. aduhh sakit sekali " rintih kyuhyun pelan
" Kakimu sakit lagi?"
" Ti.. TIdak sajangnim" ucap kyuhyun terkejut karena siwon muncul tiba-tiba di hadapannya
" Kalau tidak sakit, cepat jalan! Kau membuang-buang waktuku " ucap siwon sinis
" Baik sajangnim" ucap kyuhyun berusaha berdiri
" Aakhhh…." Rintih kyuhyun lagi saat ia berusaha berdiri
" Maaf sajangnim…" ucap kyuhyun sambil menundukkan kepalanya
" Coba aku lihat kakimu yang terluka" ucap siwon yang sekarang ini ikut jongkok di depan kyuhyun
" Tidak perlu sajangnim" ucap kyuhyun malu
" Aku perintahkan kau untuk melepas sepatumu kyuhyun sshi" ucap siwon dengan suara beratnya dan pandangan matanya intens menatap kyuhyun
" DEG!" detak janjung kyuhyun baru saja melonjak menjadi kencang
" Ba.. baik sajangnim" ucap kyuhyun sambil melepaskan kedua sepatunya dan memegang sepatunya
Terlihat jelas sekarang kalau kedua kaki kyuhyun yang putih dan indah itu sudah berubah menjadi kemerahan, lecet, kulit mengelupas, dan di tumitnya terdapat lecet juga. Tidak ada lagi kata mulus di kaki kyuhyun saat ini
" HUP!" tiba-tiba siwon menggendong kyuhyun ala bridal style
" Sa.. sajangnim… A… apa yang ada lakukan?" tanya kyuhyun panik dan mulai memperlihatkan rona merah di wajahnya
" Menggendongmu, kau tidak bisa lihat kyuhyun sshi?"ucap siwon datar
" Sa.. saya.. saya tau sajangnim. Tapi untuk apa? Tangan anda masih sakit sajangnim" tanya kyuhyun ragu
" Kakimu sudah terluka parah kyuhyun sshi, kau mau kakimu tambah hancur lagi karena memaksakan diri untuk berjalan?!" jelas siwon sambil berjalan dan menatap wajah kyuhyun serta mata kyuhyun lekat
" N.. ne.. sajangnim" kali ini wajah kyuhyun sudah merona lebih merah dari sebelumnya
" DEG.. DEG… DEG !"
" Kenapa lagi dengan dadaku ini? kenapa rasa aneh itu muncul lagi di dada ini?" ucap kyuhyun dalam hati sambil sesekali menarik nafas dalam-dalam
" Sajangnim, biar saya bantu kyuhyun sshi" ucap pak lee begitu melihat siwon menggendong kyuhyun
" Tidak perlu pak lee. Cepat bukakan pintunya" tolak siwon
" Baik sajangnim" ucap pak lee sambil berjalan ke tempat duduk depan sebelah kanan ( di sebelah supir )
" Bukakan pintu belakang pak lee" ucap siwon lagi
" Baik sajangnim" ucap pak lee sambil membukakan pintu belakang dan menutup pintu depan yang sudah ia buka sebelumnya
" Terimakasih sajangnim" ucap kyuhyun setelah duduk di dalam mobil
" Ne"
" Ke RS seoul pak lee" ucap siwon lagi
" Baik sajangnim"
Selama perjalanan ke RS, jantung kyuhyun masih belum berhenti berdetak normal. Terus berdetak kencang dan kyuhyun terus memegang dadanya. Ingin rasanya kyuhyun memukul-mukul dadanya yang sekarang ini berdetak aneh dan tak henti-hentinya kyuhyun menarik nafa dalam untuk sekedar meredakan rasa aneh di dadanya tersebut
" Apa aku mempunyai sakit jantung yah? Kenapa jantungku bergerak cepat begini?" ucap kyuhyun dalam hati
Tidak ada pembicaraan di dalam mobil tersebut, hanya keheningan yang menyelimuti semuanya. Pak lee sibuk dengan menyetir dan memperhatikan jalan, kyuhyun sibuk dengan berusaha menetralisir keadaan jantungya dan siwon sibuk dengan gadgetnya
" Selamat siang tuan Choi, silahkan masuk ke dalam" ucap salah seorang perawat di RS tersebut
" Choi siwon sshi, silahkan duduk" sambut dokter
" Mari kita lihat luka di tanganmu" ucap dokter sambil membuka perban di tangan siwon
" Bengkak ditangan mu sudah mengecil tuan Choi, tapi untuk sementara jangan mengangkat beban berat dulu, jika tidak nanti bengkak di tanganmu akan semakin parah dan tulang nya akan bergeser. Ini saya berikan resep lanjutannya" ucap dokter
" Kamsamida dokter. Oh ya dokter, sekalian tolong periksa kaki sekretaris saya" ucap siwon
Seketika itu juga kyuhyun menoleh kearah siwon karena terkejut kalau dirinya juga diikut sertakan dalam pemeriksaan
" Silahkan naik ke atas ranjang nona" ucap salah seorang perawat
Dengan sedikit bantuan dari perawat kyuhyun berusaha untuk berjalan dan duduk di ranjang
" Cukup parah juga nona lukanya. Saya akan membersikan lukanya dengan anti septic dan memberikan obat merah. Sementara ini jangan menggunakan sepatu terlebih dahulu karena akan terjadi gesekkan dengan kulit sepatu anda dan akan memperparah keadaan luka anda" ucap dokter
" Baik dokter.. gomawo"
Setelah melakukan pemeriksaan di RS, siwon dan kyuhyun kembali ke kantor
" Pak lee, kita ke lotte mall" ucap siwon
" Baik sajangnim"
" Lotte mall? Untuk apa sajangnim? Hari ini tidak ada jadwal untuk ke lotte mall" tanya kyuhyun heran
" Kau akan tahu nanti" hanya itu yang keluar dari mulut siwon dan membuat kyuhyun mati kutu tak bisa membalasnya
Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit, akhirnya mereka sampai di lotte world
" Kau tunggu di mobil kyuhyun sshi" ucap siwon sambil keluar dari mobilnya
" Baik sajangnim"
" Mau apa sajangnim itu kemari? Di tambah lagi aku harus diam di mobil dan di tempat parkiran pula lagi?" ucap kyuhyun sendiri
" Pak lee, apa sajangnim ada info ada tujuan apa kemari?" Tanya kyuhyun penasaran
" Tidak nona"
Kyuhyun menunggu sampai bosan di dalam mobil sampai ia pun tertidur. Untung saja pak lee tidak mematikan mesin mobilnya, jadi kyuhyun masih bisa beristirahat di mobil karena jujur saja saat ini tubuhnya masih terasa sakit.
" Sajangnim, kenapa anda harus keparkiran? Anda bisa menghubungi saya untuk menjemput di lobby mall" ucap pak lee terkejut karena siwon tiba-tiba datang keparkiran
" Sajangnim" ucap kyuhyun langsung ikut keluar dari mobil terburu-buru
" Tidak apa. Pak lee, bisa tolong tunggu diluar sebentar sampai saya memanggil anda?" ucap siwon setelah sampai di parkiran mobil
" Tentu saja sajangnim" ucap pak lee langsung beranjak berjalan menjauh dari mobil
" Kyuhyun sshi, masuk kembali kedalam mobil" ucap siwon
" Ne sajangnim" sahut kyuhyun patuh
" Pakai ini kyuhyun sshi" ucap siwon sambil menyerahkan sati kantong plastik cukup besar
" Untuk saya? Apa ini sajangnim?" Tanya kyuhyu heran
Siwon tidak menjawab pertanyaan kyuhyun, tapi kyuhyun tetap membuka isi dari kantok plastik yang di bawa oleh siwon.
" Sepasang sandal?" Ucap kyuhyun dengan wajah yang lebih membingungkan lagi sambil menatap wajah siwon
" Ne... Pakai itu kyuhyun sshi" ucap siwon
" Tapi bukannya tidak boleh pakai sandal saat di kantor sajangnim?"
" Hanya sampai kaki mu sembuh kyuhyun sshi" jelas siwon
" MWOO?! Harganya 150ribu won (kira2 satu juta lebih :D) ?!" Ucap kyuhyun sedikit berteriak karena shock dengan harga sandal yang masih tertera di sandalnya
" Kenapa?" Tanya siwon
" Sa.. Sajangnim.. Bagaimana saya akan menggantinya kalau harga sandalnya semahal ini. Belum lagi saya harus membayar sewa apartment, saya harus membiayai kehidupan saya selama satu bulan.. Ottokhee.. " Oceh kyuhyun panjang lebar sambil memelas
Tanpa disadari oleh kyuhyun, siwon daritadi memperhatikan ocehan-ocehan kyuhyun dan menatapnya dengan sorotan yang dalam, seperti melihat tontonan yang sangat menarik hatinya dan matanya tidak bisa lepas dari kyuhyun walaupun saat ini kyuhyun sedang kesal
" Itu untuk mu" ucap siwon ucap siwon datar
" Maksud sajangnim?"
" Tidak perlu mengganti uangnya " ucap siwon lagi
" Ja.. Jadi ini untuk saya sajangnim?" Tanya kyuhyun sambil berkali-kali mengerjapkan kedua matanya
" Ya" lagi-lagi hanya jawaban singkat yang keluar dari mulut siwon
" Terimakasih sajangnim" ucap kyuhyun senang sambil tersenyum lebar
" Pak lee, masuklah. Kita kembali ke kantor" ucap siwon sambil membuka kaca mobilnya
" Baik sajangnim"
Sementara itu di dalam mobil, seperti biasa keadaan hanya hening. Semua sibuk dengan pemikiran masing-masing. Tapi kali ini siwon tidak sibuk dengan ipad nya, melainkan sibuk dengan pikirannya. Buka memikirkan pekerjaan yang ia tinggalkan seharian di kantor, tapi sibuk memikirkan yang baru saja terjadi.
Kepala siwon bertumpu di tangan sebelah kiri yang bersender di pintu. Sesekali siwon memijat kepalanya yang tak terasa pening
" Ada apa denganku? Kenapa aku merasa ada sesuatu yang menarik diriku untuk terus menatap kyuhyun sshi? Padahal tidak ada kejadian yang spesial hari ini? Choi siwon, sadarlah.. Jangan seperti orang gila, kendalikan pikiran mu" ucap siwon dalam hati dan siwon memejamkan matanya untuk mentralisir kegundahan hatinya
" Sajangnim, anda tidak apa-apa? Atau anda demam lagi?" Tanya kyuhyun khawatir dengan memandang lekat wajah siwon
" Tidak kyuhyun sshi. Pak lee, tolong di percepat" ucap siwon mengalihkan
Siwon tidak mau terlihat oleh kyuhyun kalau sekarang ini siwon sedang merasa kurang nyaman jika dekat-dekat dengan kyuhyun dalam waktu yang cukup lama. Tanpa kyuhyun ketahui, berkali-kali siwon menarik nafas dalam hanya untuk mengurangi kegundahan di hatinya
Sesampainya mereka di kantor, mereka langsung naik ke lantai sepuluh tempat dimana ruangan siwon dan kyuhyun berada. Lagi-lagi hanya keheningan yang terjadi di antara mereka. Dan begitu pintu lift terbuka, lantai tersebut sudah cukup gelap, mengingat sekarang ini sudah jam delapan malam, otomatis karyawan sudah pulang semua
" Setelah ini kau sudah boleh pulang kyuhyun sshi" ucap siwon sambil masuk ke ruang kerjanya
" Baik sajangnim"
Kyuhyun segera merapihkan beberapa dokumen yang masih berhamburan di meja kerjanya, kemudian kyuhyun berjalan ke ruangan siwon hanya sekedar untuk pamit. Tapi baru saja berjalan satu langkah, siwon sudah keluar dari ruangannya
" Mau pulang kyuhyun sshi?" Terka siwon
" Ya sajangnim, baru saja saya mau pamit kepada sajangnim" ungkap kyuhyun
" Kajja" ucap siwon dan diikuti oleh kyuhyun yang berjalan di belakang
" Ting!" Bunyi lift terbuka
" Kau pulang sendiri kyuhyun sshi?" Tanya siwon basa-basi saat masuk ke dalam lift
" Ne sajangnim. Ada apa?" Tanya kyuhyun dengan memiringkan kepalanya dan itu benar- benar imoet
" TING!" Lift terbuka
" Mau kuantar pulang?" Tanya siwon setelah keluar dari lift dan menatap kyuhyun
" DEG! "
Lagi-lagi jantung kyuhyun berdetak kecang. Kyuhyun. Saat ini kyuhyun merasa bingung akan dirinya. Di satu sisi dadanya terasa sakit dan di satu sisi kyuhyun bingung harus menjawab apa atas ajakan siwon. Rasanya saat ini kyuhyun ingin memukul-mukul dadanya untuk mengurangi rasa aneh di dadanya itu, tapi tidak mungkin kyuhyun lakukan di depan siwon.
Kini siwon dan kyuhyun saling menatap satu sama lain, kyuhyun makin merasa seperti terhipnotis oleh sorot mata siwon seolah menyeret kyuhyun untuk terus masuk kedalam diri siwon. Mata siwon menatap hangat kearah kyuhyun dan itu makin membuat kyuhyun salah tingkah..
" Sa.. Sajangnim.. Saya.. Saya.." Akhirnya kyuhyun bicara dan berusaha untuk mentralkan nafasnya yang agak sesak karena siwon menatapnya lekat
TBC
Hari iini aku update 2 chap sekaligus.. soalnya takut bsk ga bisa update soalnya mau kumpul2 untuk merayakan imlek ^^
Gong xi fa cai bagi yang merayakan imlek, dan sy ga henti-hentinya bilang makasih utk yg review ^^
BIG HUG 4 U GALS \(^o^)/
