" Kyuhyun sshi, itu pacarmu? Tampan juga yah.." Ucap salah seorang staff
" Iya benar.. Aku pacar kyuhyun" sahut changmin sambil merangkul pundak kyuhyun
Siwon yang mendengar hal itu tentu saja merasa geram. Pasalnya jelas-jelas changmin itu bukan pacar kyuhyun, tapi mengaku-ngaku pacarnya. Siwon mengepalkan tangan kanannya kencang, deru nafasnya juga tampak berat. Mencoba agar emosinya tidak menguasai akal sehatnya.
" Yakkk shim changmin! Apa yang kau..."
" Ayo changi kita pulang" ajak changmin sambil menarik tangan kyuhyun
" Baru saja aku mengatakan padamu, sekarang sudah terbukti jelas, kalau kau sudah kehilangan kyuhyun sshi. Kau terlalu lama meyakinkan dirimu dan kau takut untuk menyatakan kalau dirimu itu sudah mencintainya siwon-ah" geram yesung
" Oppa jangan memarahi siwon. Dia hanya perlu waktu untuk meyakinkan dirinya sendiri, cuma sayangnya sudah terlambat. Oppa, kita pulang saja yah" bujuk wookie
" Aku pulang siwon-ah" pamit yesung
Tidak ada tanggapan dari siwon, saat ini hatinya sungguh sakit menerima kenyataan ini semua kalau kyuhyun benar-benar tidak bisa lagi ia gapai. Matanya tidak sengaja melihat changmin yang memakaikan jaket dan memakaikan helm untuk kyuhyun. Mereka pulang berdua dengan motor.
Pikiran-pikiran buruk terus saja mendera otak siwon. Apa yang akan di lakukan mereka setelah ini? Apa benar mereka sudah menjadi sepasang kekasih? Kalau mereka bukan sepasang kekasih, mengapa kyuhyun tidak protes pada changmin? Pertanyaan itu terus berputar dalam kepala siwon.
" Apa benar aku sudah terlambat untuk mendapatkan dirimu kyuhyun sshi? " Gumam siwon seorang diri
Keesokan harinya di choi company, kyuhyun seperti biasa menyediakan sarapan untuk siwon.
" Pagi sajangnim, ini sarapan anda" ucap kyuhyun
Tidak ada sahutan dari siwon. Siwon masih belum bisa menghadapi kenyataan kalau wanita di depannya sudah menjadi milik orang lain..
" Anda tidak apa-apa sajangnim? Anda seperti sedang sakit" ucap kyuhyun khawatir
" Aku tidak apa-apa kyuhyun sshi. Kau boleh kembali ke tempatmu semula" jawab siwon
" Baik sajangnim. Saya mohon diri"
" Kyunnie, kau di panggil kim sajangnim" ucap wookie setelah melihat kyuhyun keluar dari ruangan siwon
" Tumben kim sajangnim memanggilku? Ada apa?" Tanya kyuhyun heran
" Entahlah. Cepat temui dia, sepertinya ada yang penting " jelas wookie
" Baiklah. Aku temui sekarang"
" Pagi kim sajangnim, ada yang bisa saya bantu?" Tanya kyuhyun
" Duduklah kyuhyun sshi. Ada yang ingin aku bicarakan"
" Baik"
" Sebelumnya aku ingin berterima kasih padamu kyuhyun sshi, karena kau sudah menyanggupi permintaan ku untuk membantu memperhatikan siwon dan melaksanakan semuanya dengan baik"
" Yang lebih membuatku cukup terkejut adalah kau berhasil mengubah dongsaeng ku yang dingin dan terkesan kejam, berubah kembali seperti dulu. Sosok pria yang lembut dan penyayang. Tepatnya adalah kau berhasil meluluhkan dan meruntuhkan tembok yang di bangun sendiri oleh dongsaeng ku"
" Aku sangat berterimakasih padamu kyuhyun sshi" jelas yesung panjang lebar
" Jangan seperti itu sajangnim. Saya tidak pernah merasa keberatan akan hal itu"
" Ada yang ingin aku tanyakan padamu, tapi ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan" ucap yesung serius
" Apa benar kau dan pria yang bernama shim changmin itu sekarang ini adalah sepasang kekasih?"
" Mwo? Tidak mungkin sajangnim. Aku dan changmin tidak pernah berpacaran. Membayangkan untuk berpacaran dengan dirinya saja tidak pernah" jelas kyuhyun
" Syukurlah kalau begitu" ucap yesung lega
" Memangnya ada apa sajangnim?"
" Tidak apa-apa kyuhyun sshi. Kau boleh kembali ke ruanganmu" ucap yesung
" Baik sajangnim"
MOMOMIKA CHAN
" Permisi sajangnim, apa anda ingin makan sesuatu? Ini sudah lewat jam makan malam" tanya kyuhyun
" Aku belum lapar kyuhyun sshi" ucap siwon tanpa melihat ke arah kyuhyun
" Tapi, sekarang sudah hampir jam delapan malam"
" Berhentilah untuk memperhatikan ku kyuhyun sshi!" Geram siwon yang akhirnya mulai melihat ke arah kyuhyun
" Maksud sajangnim?"
" Mulai sekarang berhentilah untuk memberikan perhatian padaku karena aku sudah tau kalau kau tidak sungguh-sungguh memberikan perhatian mu padaku" ucap siwon lagi yang kali ini berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah kyuhyun
" Saya tidak mengerti?"
" Kau pikir aku tidak tau, kalau selama ini perhatian yang kau berikan padaku adalah atas permintaan yesung hyung? Aku mendengarnya sendiri saat kau dan yesung hyung bicara berdua tadi pagi, apa benar semua yang aku dengar itu kyuhyun sshi?" Jelas siwon yang kali ini sudah berdiri tepat di depan kyuhyun
" Jawab aku kyuhyun sshi!" Ucap siwon yang sedikit menaikkan nada suaranya
" Sajangnim... Kau membuatku takut" ucap kyuhyun yang tampak terkejut dengan suara siwon yang sedikit berteriak
" Jawab aku kyuhyun sshi. Aku butuh jawabanmu" ujar siwon yang kali ini menurunkan nada suaranya tapi tetap menatap tajam kearah kyuhyun
" Memang kim sajangnim yang meminta ku untuk membantu dirinya memperhatikan dan menjaga sajangnim. Tapi..."
" Cukup! Sudah cukup kyuhyun sshi. Kau telah menyakitiku atas kepalsuan yang telah kau perbuat" ucap siwon dengan nada kecewa dan berjalan menjauh dari kyuhyun
" Dengarkan dulu sajangnim, saya belum selesai bicara"
" Apa lagi yang harus kau jelaskan?!" Ucap siwon sedikit menaikkan intonasi suaranya
" Awalnya memang seperti itu, tapi lama-kelamaan saya merasa ada yang aneh dengan diri saya. Setiap kali sajangnim tidak memperhatikan kesehatan diri anda sendiri, entah mengapa saya merasakan rasa khawatir yang cukup besar"
Mendengar sedikit penjelasan dari kyuhyun, sontak membuat siwon membelalakkan matanya.
" Lanjutkan" titah siwon menunggu kelanjutan kyuhyun untuk bercerita
" Terkadang saya juga merasa khawatir kalau sajangnim melewati jam makan, saya takut kalau sajangnim tiba-tiba sakit"
" Apakah penjelasan itu tidak ada kepalsuan kyuhyun sshi?" Ucap siwon yang kini kembali berjalan mendekati kyuhyun dan menatap lekat mata kyuhyun
" S.. Sajangnim.. Ja.. Jangan bersikap seperti ini" ucap kyuhyun yang sekarang ini sudah merasakan kalau jantungnya berdetak cukup kencang dan kesulitan bernafas
" Jawab saja kyuhyun sshi" bisik siwon di telinga kyuhyun
" Sa.. Saya tidak bohong sajangnim.. Saya mohon jangan terlalu dekat seperti ini.." Ucap kyuhyun yang akhirnya melangkah mundur
" Kenapa kau melangkah mundur kyuhyun sshi? Apa kau takut padaku?" Ucap siwon tapi berjalan semakin mendekati kyuhyun
" Jangan seperti ini sajangnim. Anda membuat saya..."
" Kenapa? Apa sekarang jantungmu terasa sakit lagi kyuhyun sshi?" Terka siwon
Nafas kyuhyun menjadi berat, sedikit merasa kesulitan bernafas, jantungnya berdetak lebih cepat. Kyuhyun di posisi tidak menguntungkan kali ini karena di belakang kyuhyun sudah ada meja kerja siwon, dan di depannya kini ada siwon yang sudah sangat dekat dengan wajahnya. Hingga kyuhyun sendiri bisa merasakan nafas dari siwon
" Sa.. Sajangnim.. Sepertinya saya harus kembali ke tempat saya..."
" Tidak ku ijinkan!" cegah siwon
" Sajangnim.. Jangan mempersulit keadaan.. saya benar-benar perlu minum sekarang" pinta kyuhyun
" Drrrtt.. Drrttt.." Ponsel kyuhyun bergetar
Ketika kyuhyun hendak memencet tombol hijau di ponselnya, siwon lebih dulu merebut ponsel kyuhyun dan melihat nama yang tertera di ponselnya. Sorot mata siwon terlihat sangat marah. Kembali emosi menyulut diri siwon
" Sajangnim.. Mau diapakan ponsel saya?"
" Tidak akan kuberikan ponsel mu sebelum urusan kita selesai kyuhyun sshi" ucap siwon yang sudah me-non aktifkan ponsel kyuhyun
" Sekarang jelaskan padaku apa hubungan mu dengan pria yang bernama changmin sshi?" Tanya siwon yang kini semakin mendekatkan dirinya kepada kyuhyun dan kedua tangan siwon di taruh di tepian meja seolah memenjarakan kyuhyun agar tidak lari
" Hanya teman. Kumohon sajangnim, jangan seperti ini. Sepertinya saya harus ke Rumah sakit sekarang" jelas kyuhyun dengan nafas terengah-engah
" Sajangnim... " Ucap kyuhyun dengan suara paraunya dan memegang dadanya
Melihat kyuhyun yang seperti itu, siwon melepaskan pegangan kedua tangannya dari pinggiran meja, kemudian beralih menangkup wajah kyuhyun dengan kedua tangannya dan tersenyum lembut kepada kyuhyun.
" Kau tidak membutuhkan itu semua kyuhyun sshi. Kau tidak membutuhkan Rumah sakit, air putih yang banyak, atau apapun itu" ucap siwon pelan
" Tapi sepertinya saya sedang sakit parah sajangnim"
" Aku bisa menyembuhkannya. Kau percaya padaku kyuhyun sshi?"
Merasa terhipnotis oleh ucapan siwon, hanya anggukan kecil yang kyuhyun berikan sambil tetap menatap wajah siwon lekat
" Tutup matamu!" Perintah siwon
Kyuhyun menuruti perintah siwon. Perlahan siwon mulai mengecup bibir kyuhyun lembut. Kyuhyun tetap tidak membuka matanya. Kecupan demi kecupan di berikan siwon, seolah ingin menyalurkan bahwa siwon mencintainya
Lama kelamaan kecupan itu berubah menjadi lumatan. Siwon mulai sedikit memiringkan kepalanya dan kedua tangan kyuhyun di arahkan untuk mengalungkan tangannya ke leher siwon
Perlahan mereka melepas ciuman itu dan menatap lekat satu sama lain. Siwon memberikan senyumannya sampai terlihat dimple di pipinya. Sedangkan kyuhyun yang sudah membuka matanya terlihat merona saat melihat siwon tersenyum
Kemudian siwon mengangkat tubuh kyuhyun yang ramping itu dengan mudahnya ke atas meja siwon. Kini posisi kyuhyun lebih tinggi sedikit dari siwon. Kedua tangan kyuhyun berada di pundak siwon, dan tangan siwon berada di pinggang kyuhyun
Keduanya masih menatap lekat satu sama lain. kemudian siwon mendekatkan wajahnya sampai ke telinga kyuhyun dan berbisik
" Saranghae cho kyuhyun"
Kyuhyun terkejut bukan main, hingga ia merasa tubuhnya sedikit bergetar. Nafasnya naik turun tidak beraturan. Baru saja kyuhyun mendapatkan kejutan ciuman dari siwon dan sekarang mendapatkan sebuah kejutan lagi berupa pernyataan cinta dari siwon.
Siwon yang merasakan tubuh kyuhyun bergetar langsung memeluknya erat. Menyalurkan kehangatan, cinta dan kasih sayang yang siwon miliki hanya untuk membuat kyuhyun merasa nyaman saat ini
" I love you kyuhyun sshi" bisik siwon lagi masih dalam posisi memeluk kyuhyun erat
Tiba-tiba kyuhyun mengeluarkan isak tangis di pelukan siwon, spontan membuat siwon mengendurkan pelukannya untuk melihat kyuhyun dan kembali kedua tangan siwon menangkup wajah kyuhyun dan menghapus air mata kyuhyun
" Sshh.. Jangan menangis. Kau tidak perlu berkata apapun. Karena aku tau apa isi hatimu" ucap siwon
" Kau juga mencintai ku kyuhyun sshi" jelas siwon
" Sajangnim.. Aku.. Entah mengapa saat ini sangat aneh" ucap kyuhyun pelan
" Beritahu aku apa yang kau rasakan kali ini?" Ucap siwon lembut
" Entah mengapa.. Aku.. Aku... Aku merasa sangat nyaman setiap kali berada di dekat sajangnim, dan aku sangat menyukai semua perlakuan lembut sajangnim, walaupun terkadang dadaku terasa sakit dan kesulitan untuk bernafas. Tapi entah mengapa aku sangat menyukainya" jelas kyuhyun
Siwon hanya tersenyum melihat kyuhyun yang sedang bicara malu-malu dan tertunduk. Kemudian siwon mengangkat dagu kyuhyun dengan jarinya dan kembali mengecup bibir kyuhyun lembut
" Itu artinya kau mencintai ku" jelas siwon dengan senyumannya
" Tapi.. Changmin pernah memberitahu ku kalau aku ini sakit"
" Changmin? Kau pernah menceritakan hal itu pada changmin?"
" Iya sajangnim. Dia juga menyarankan aku untuk minum yang banyak jika aku merasakan gejala aneh seperti tadi"
" Tatap mataku, dan pandang aku kyuhyun sshi" ucap siwon yang mendekatkan wajahnya
" Itu namanya cinta, dan tanpa kau ketahui kalau kau juga mencintai ku" jelas siwon sambil membelai lembut wajah kyuhyun
Seketika itu juga wajah kyuhyun kembali memerah dan tentu saja siwon dapat melihatnya jelas. Kembali siwon mengecup bibir kyuhyun sesaat, sepertinya siwon sudah mulai ketagihan dengan bibir kyuhyun kemudian memeluk tubuh kyuhyun kembali
" Saranghe sajangnim" ucap kyuhyun pelan yang masih berada di pelukan siwon
Mendengar ucapan yang dikatakan kyuhyun, siwon semakin mengeratkan pelukannya dan berbisik
" Nado saranghe cho kyuhyun"
TBC
