WHEN LOVE BE THE LAST THING
'
Produced By: STIDA.
Special Thanks For: Miidori-chan, EcrivainHachan24, STIDA FORBIDDEN TEARS ART COMUNITY RANDUBLATUNG, Class IX D SMP 1 Randublatung, And Others for giving advice and support
'
Warning: too fast storyline, predictable storyline (if you can guess it), and other that i dont find out it yet.
'
1..2..3
DON'T LIKE, DON'T READ
AND DON'T THROW ANY BAD WORD'S ON REVIEW EXCEPT FOR CRITICISM
"Ayolah…. Kamu bisa kan, ayo dong, plissss…"
Len hanya menggeleng menolak ajakan manja dari gadis berambut tosca panjang selutut, itu lho, Hatsune Miku.
"Maaf saja ya, aku gak bisa dan gak mau, lagian ngapain sih…. Kurang kerjaan amat."
"Ayo dong, Cuma kurang 1 orang, dan yang paling cocok ya kamu, kamu kan jago akting." Bujuk Miku sambil masang mka yang dilucu-lucuin, yang menurut Author lebih mirip kucing sih…hahahaha.
"Idih… Ini anak rewel juga ya… lagian siapa juga yang mau diajak sama cewek bau kayak lu!" Kata Len cetus, tapi tak lama Len sadar kalo umurnya gak lama lagi karena…
BUK!
"ADUH! SAKIT TAU! Lu udah gila apa!?" kata Len sambil merintih karena Miku sudah meninju Len dengan pukulan mautnya.
"uhh… kacian, cini Mama Miku 'obatin'." Kata miku sambil mengepalkan tinju didepan muka Len.
"I…iya d..deh, gue m…ma…mau iku…tan grup drama." Kata Len setengah ketakutan, bukannya gak mungkin kalo si Miku bakal membunuh Len dengan pukulan tangan kosongnya.
"Hore…Len baik deh."
"Iya..iya, gue emang baik kok, dasar, udah bawel, bau, galak lagi." Gerutu Len, dan tanpa disangka-sangka oleh Len, Miku juga mendengarnya dan…
BRAK!
(02.27 PM, ekstra kulikuler drama)
"Hey, 'siput', ayo cepetan lambat amat sih." Seru Miku sambil melambaikan tangannya ke Len, sebenarnya sih si 'siput' agak males, masak cowok yang paling cakep unyu-unyu kayak dia disuruh masuk drama, cape deh, hahahahaha….
"Iya! Bentar, cerewet amat sih lu." Katanya yang segera dibalas Miku dengan tatapan Gue-Bunuh-Lu.
"Len!" Seru seorang lelaki yang berlari dari kerumunan para anggota drama.
"Kaito?" jawab Len tak percaya.
"Eh Miku, Kaito ikut drama toh. "
"Ho-oh." Jawabnya singkat
"Suamiku tersayang, apa kabar?" Tanya si Kaito yang langsung membuat Len muntah.
"Eh, jangan buat gosip lu, dasar bencong."
"Yeeee, masih mending gue bencong, dari pada lu, MAHO." Kata Kaito sambil menekan kata terakhirnya.
CROKK!...
"Aduh, keras manget tangan lu, gue nosebleed nih…" rintih Kaito.
"MUAHAHAHAHA!..." tawa Len seperti orang kemasukan setan.
"Berantemnya udahan dulu WOI!" sentak Miku yang membuat Len tertawa lebar, sedang Kaito…. Ia pergi ke puskesmas untuk mengobati nosebleednya.
"Oke, hari ini kita kedatangan anggota baru, Kagamine Len, HORE….. tepuk tangan buat saya.. XD." Yang dibalas oleh anak-anak, termasuk Len yang baru masuk ruangan dengan tatapan ngapain-sih-lu yang langung membuat Gumi si ketua grup drama konyol salah tingkah.
"Ehem, baiklah, Kagamine-san perkenalkan dirimu."kata Gumi sok tegas.
"Baiklah, namaku Kagamine Len, salam kenal." Matanya memandang berkeliling, di ruangan itu hanya ada 4 orang, Len sudah mengenal 3 diantaranya, yaitu: Rinto, Haku, dan Miku, tiba-tiba pandangan mata Len terhenti ketika terbentur seorang, bukan, lebih tepatnya sesosok bidadari yang turun dari surga.
"Sekarang terserah kamu mau duduk dimana."
"okelah kalo begitu." Jawabnya sambil melangkah pergi dari ketua aneh itu, dan bisa ditebak kalau Len yang PeDe abis itu langsung duduk disebelah cewek yang katanya kayak sesosok bidadari yang jatuh dari genteng, eh maksudnya surga.
"halo, aku Kagamine Len, kau bisa memanggilku Len." Katanya memperkenalkan diri. Entah kenapa tiba-tiba logat Gaul khas Len hilang.
"Namaku Kagami Rin, salam kenal." Jawabnya dengan lembut sambil menjabat tanganku. Ketika Len menatap matanya yang indah berkilau itu, terasa ada getaran lembut yang memasuki hatinya, CIEE…..CO CWEET. Apa ini yang namanya cinta?...
Mungkin.
(10.07 AM, kelas IPA)
Sang surya bersinar dengan happynya siang itu, membuat hawa panas membara, dan sudah membuat lakon utama kita hampir mati karena dehidrasi di dalam kelasnya.
"KAITO! SINI LU!" bentak Len kepada Kaito.
"Apaan sih?" Tanya Kaito sambil mengemut permennya.
"Beliin minuman dong."
"minuman apa?"jawab Kaito.
"Apa aja yang penting rasa pisang."
"Belinya dimana?" jawab Kaito, lagi.
"Terserah lu pokoknya CEPET!" jawab Len dengan lemas. Akhirnya si Kaito pergi dari hadapan Len.
Tapi, sepertinya kekuatan Len bakal balik sebelum Kaito sampai di kantin.
"Eh Rin, tumben ke kelas gue, ada apa?" Tanya Kaito yang berpapasan dengan Rin di depan kelasnya si Len, dan bisa ditebak kalo Len sudah berlari kearah pintu untuk menyapa sweetheart-nya, hahahaha.
"Rin, apa kabar?" kata Len menyapa Rin yang sedang bercakap-cakap dengan Kaito.
"Eh, Len, lu 1 kelas sama Kaito toh?"
"Yo'i." jawab Len santai, tiba-tiba Len teringat kalo dia minta minum sama Kaito.
"Eh, jerapah bengkak, kan lu gue suruh beliin minum, ngapain masih disini, pergi lu." Kata Len yang membuat Rin tertawa lepas.
"Lu haus Len? Nih gue masih punya 1 kaleng cola rasa jeruk, lu mau gak?" tanpa sadar muka Len memerah.
"Ah…eh..mm…ga..gak usah, aku gak haus banget, lagi pula gue kan gak begitu suka jeruk." Jawab Len sok jual mahal,
"Oh, gitu ya, ya udah, gue nggak maksa kok, eh nanti pulang bareng ya, bye beb…" "Bye.." jawab Kaito dan Len (yang ke GR-an) bebarengan
"Eh Len, menurut lu, dia cantik gak?" Tanya Kaito yang tiba-tiba mengagetkan Len. "Ho-oh." jawab Len dengan hati berseri-seri
"Dia itu pacar gue loh." Kata Kaito menerangkan.
"Ah…bercandaan lu gak lucu."
"Lho….gue serius lho, klo gak percaya, Tanya aja sama semua orang, mereka pasti tau kok, heheheh. Oke kalo gitu gue pergi dulu ya, dah Hopeless boy, kwkwkwkwkw" ejek Kaito sambil berlari kecil ke arah kantin, meninggalkan Len dalam lamunannya.
"Ah, kok si jerapah bengkak itu tau ya?" rupanya Kaito udah sadar kalo Len suka sama Rin, dan Len pun sudah tau kalo kedoknya udah kebongkar.
"Eh, duit gue kan masih dibawa Kaito, jangan jangan…" gumam Len.
"WOI! KAITO SHION, BALIK LU!" teriak Len yang memecahkan semua jendela di sekolah.
(10.10 AM, kantin sekolah)
"Eh, sejak kapan lu pacaran sama Rin?" tanya Len yang sudah dapat mengejar Kaito sampai ke kantin.
"Ah..., dasar lu, ketinggalan jaman, gue jadian sama 'the perfect and beautiful' Rin, itu sejak... sejak...,,, kapan ya... aduh gue lupa Len!" jawab Kaito bingung. "AH, itu Rin, gue tanya bentar ya..." sambung Kaito .
"Bentar, gue ikut!" jawab Len
(sementara itu, disisi lain)
"Eh, Miku, Len itu anak mana sih?" tanya Rin kepada Miku yang duduk disampingnya.
"Loh, Len itu kan anaknya yang punya , itu lho, perusahaan tisu toilet no.1 di Jepang" jelas Miku.
"Emang lu baru tahu ya? katrok lu" sambung Luka
"oh, gitu ya, dia itu ganteng ya" kata Rin.
"WOI!, inget Rin, masih ada Kaito!, nanti gue bilangin lho." ancam Luka.
"Oh, silahkan, gue malah bakal bersyukur kok, kalo bisa lepas dari genggaman Kaito." jawaban yang tidak disangka-sangka oleh Miku dan Luka.
"Lho?... kok gitu? terus, selama ini lu pacaran sama Kaito ngapain?" tanya Miku tak percaya.
"Lu tahu kan, kan Kaito ada 'anu'nya ('anu' baca : duit)" jawab Rin dengan santai, Luka menahan tawa mendengarnya, sedang Miku sudah meledak tawanya, memang cocok sekali dengan pepatah modern, kalau "Uang Cucuran Lelaki, Jatuhnya Ke Wanita Jua".
"Eh, Rin, kalo lu udah putus sama Kaito, dia boleh buat gue kan?" tanya Miku, dan sudah bisa ditebak kalo Rin sudah tertawa lepas.
"Boleh, kan dia udah bukan siapa-siapa gue." jawaban yang ditunggu-tunggu Miku pun keluar.
"Tapi langkahi dulu mayat gue." sambung Luka.
"Eh, sshhhtttt... dia datang tuh." bisik Rin kepada mereka berdua.
"Wah, cewek-cewek cakep lagi pada kumpul nih." kata Kaito.
"Terus, gue harus koprol sambil bilang WOW, gitu?" Jawab Rin acuh.
"ada apa toh, honey sweetie? kok marah-marah." tanya Kaito Lebay.
"nggak, itu lho, ada kecoa lewat." Jawab Rin tambah cetus.
"Woi!, inget tadi niatnya mau ngapain." sambung Len yang tiba-tiba muncul dibelakang Kaito.
"oh iya... eh Rin, kita jadian sejak kapan ya?"
"Kamu nggak inget? berarti kamu udah gak sayang ya, sama aku?" tanya Rin yang membuat Kaito merasa aneh.
"bukannya gitu, lu kan tau urusan gue banyak, jadi gue gak begitu inget." jawab Kaito lugu.
"nih tanggalnya 18 SEPTEMBER 2012 ! gitu aja kok nggak inget." bentak Rin lalu meninggalkan Kaito, yang diikuti oleh Miku dan Luka. Meninggalkan Kaito dan Len berdua.
"wah, kalo gini pangkat gue bukan hopeless boy lagi dong, tapi jadi hopeful boy. Hahahahaha" Kata Len penuh kemenangan, lalu menyusul ke arah rombongan Rin yang berjalan ke arah Koridor. meninggalkan Kaito di kantin yang sudah tidak ada orang.
"Lho, kok gue sendirian, hi... serem ah... Len, tungguin gue woi!"
