WHEN LOVE BE THE LAST THING

'
Produced By: STIDA.

Special Thanks For: Miidori-chan, EcrivainHachan24, STIDA FORBIDDEN TEARS ART COMUNITY RANDUBLATUNG, Class IX D SMP 1 Randublatung,And Others for giving advice and support

'

Warning: too fast storyline, predictable storyline (if you can guess it), and other that i dont find out it yet.

'

1..2..3

DON'T LIKE, DON'T READ

AND DON'T THROW ANY BAD WORD'S ON REVIEW EXCEPT FOR CRITICISM


Matahari bersinar terik pagi itu, sinarnya menembus jubang ventilasi dan jatuh tepat di sepasang mata yang masih terpejam, membuatnya membuka kedua mata azure-nya yang indah, meskipun masih agak ngantuk, ia mencoba untuk bangun, dan terduduk di atas kasurnya yang bergambar banyak sekali pisang, rambut honey blonde-nya yang acak-acakan hanya menambah ketampanannya saja, dan tanpa ia sadari, sesosok mahkluk sedang mengintipnya lewat celah pintu yang terbuka, kemudian ia mengendap-endap masuk, dan bersiap untuk menerkam nya, Hiiiiii… serem ah/digampar, dan lalu…

"LEN…!" serunya sambil menepuk pundak lelaki tadi bukan seperti mengageti sih, tapi lebih mirip dengan menakut-nakuti, membuat Len tersentak dan spontan menoleh ke belakang, melihat sesosok tubuh dengan rambut panjang berwarna hijau tosca terurai ke depan, wajahnya tidak terlihat karena kondisi kamar tersebut agak gelap dan ditambah tertutup dengan rambutnya yang tebal, perlu sepersekian detik bagi otak Len yang super jenius dan cerdas dengan IQ 9.857.004. untuk memutuskan apa itu.

"Obakemono!" seru Len dan karena sangat terkejut, ia sampai terguling dari atas kasurnya.

"hahahaha, kau ternyata masih percaya takhayul Len." Sahut 'obakemono' tadi

"Miku, ngapain kamu disini, jangan-jangan aku sudah, kau telah mengapa-apakan aku, ah tidak, tidak mungkin, ya Tuhan..." Jawabnya seperti orang yang habis diper…/ plak!, Jorok!

"ye.. gila lu, gue kan cuma bangunin lu, sekarang udah jam 10, Woi!" jawab Miku tersinggung.

"hah?" jawab Len kayak orang songong.

"tuh, si Rin udah nungguin dari tadi, katanya ada yang mau diomongin sama lu." Kata Miku yang langsung membuat sisa nyawa Len yang masih jalan-jalan di alam mimpi jadi kumpul kembali.

"beneran, ok suruh tunggu bentar, gue mau mandi dulu." Jawab Len sambil berlari ke arah kamar mandi, berhubung harus lewat ruang tamu dulu, jadi papasan sama Rin.

"hi Rin, gue mandi dulu ya.." sapa Len sambil berlari kayak orang dikejar kereta api express.

"kenapa itu anak?" batin Rin sambil tersenyum saat memperhatikan tingkah Len yang konyol itu.

"maklum Rin, kalo hari libur Len memang selalu bangun siang." Celetuk Miku seolah-olah berhasil membaca pikiran Rin.

"emang orang tua Len ke mana, kok dia tinggal sama lu?" Tanya Rin kepada Miku. Miku langsung tertunduk lesu dibuatnya.

"orang tua Len sudah meninggal karena kecelakaan pesawat ketika ia berumur 10 tahun, berhubung orang tua gue dan orang tua Len berteman akrab, jadi bokap nyokap gue ngangkat dia jadi anak, dan 1 tahun setelahnya,…" Miku menghela nafas, "orang tua gue meninggal karena disandera dan dibunuh waktu ada perampokan di kantor mereka, jadi sekarang hanya tinggal gue sama Len yang udah gue anggap sebagai adik gue sendiri." Jawab Miku mengakhiri pertanyaan Rin.

"oh, aku turut menyesal Miku." Kata Rin sambil membayangkan kalau itu terjadi kepada dirinya, ia beruntung masih mempunyai seorang ibu yang selalu ada disisinya, ayahnya sudah meninggal karena serangan jantung 2 tahun yang lalu, jadi ibu bagaikan segala-galanya bagi Rin.

"ah…segarnya.." kata Len ketika keluar dari kamar mandi, Rin hanya melongo ketika melihat Len hanya mengenakan handuk dari pusar sampai ujung kaki, memperlihatkan otot perut six-pack-nya.

"wow, Len kau sungguh keren." Tak terasa sebuah komentar keluar dari mulut Rin.

"hah?" jawab Len seolah tak percaya dengan yang barusan Rin katakan.

"oh, ti…tidak, aku hanya mengagumi fotomu ini." Kata Rin mencoba menyembunyikan perasaannya, tapi toh pipinya juga memerah.

"oh… baiklah, aku ke kamar dulu ya." Jawab Len, dan karena kecerobohannya, handuk yang dipakainya terpijak oleh kakinya sendiri dan alhasil… Rin dan Miku melihat kau-tau-apa nya Len dan spontan menutupi matanya masing-masing dengan kedua tangan, sedangkan Len, ia mengambil handuk itu dan langsung berlari kearah kamarnya.

Hal yang konyol untuk mengawali hari.

( 11.03 AM, pertemuan grup drama)

Setelah kejadian konyol pagi tadi, Miku, Len, dan Rin berangkat ke pertemuan grup drama, sesampainya disana, mereka melihat Haku, Rinto, dan Gumi seperti sedang mendiskusikan sesuatu, entah apa.

"Hai!" sapa ketiga orang tersebut kepada tiga orang yang baru datang.

"Halo juga." Ketiga orang tersebut balik menyapa.

"Eh, hari ini gue sengaja gak ngajak Kaito." Kata Rinto yang membuat Miku, Rin, dan Len membelalakkan matanya.

"karena mulai hari ini dan seterusnya, kita akan mencari bukti kalo Kaito itu selingkuh sama Luka, dan akan kita kupas secara tajam, setajam pisau cukur." Sambung Haku yang suka sekali melihat infotaiment itu, sehingga sudah mendarah daging dengannya.

"Hahaha, begitukah?" sambung Len yang langsung nyerocos saja.

"kalo gitu tunggu apa lagi, ayo kita bongkar kedoknya." Kata Miku.

"Siap pak." Jawab Haku.

Tak disangka air mata Rin menetes membasahi pipinya, sehingga membuat mereka berlima merasa ada yang salah.

"lu kenapa Rin." Tanya Len.

"gak, gue cuma terharu aja punya temen-temen yang perhatian kayak kalian." Jawab Rin tersenyum.

"ah..hahaha.. lu bisa aja Rin." Komentar Miku dengan mata berkaca-kaca/ lebay.

"Ok, sekarang kita bagi tugas." Kata Haku sambil cengengesan.

"kalo gitu Gue sama Rinto bakal mangawasi Kaito, kan kita berdua sama-sama deket sama Kaito." Jawab Len mengajukan diri.

"gue sama Gumi bakal tanya ke orang-orang yang sering Kaito dan Luka curhatin." Miku ikut mengajukan diri

"Gue bakal ngumpulin barang bukti dari Kaito maupun Luka." Jawab Haku, ya… Haku yowane memang terkenal atas bakat mencopetnya, tidak peduli di kerumunan orang atau di tempat sepi, peluang keberhasilannya 99,98%, dan ia hanya pernah ketahuan 1 kali ketika mencoba untuk mencuri sandal di depan WC umum.

"Dan Rin, lu berusahalah sebaik mungkin untuk berpura-pura tidak tahu-menahu kalo lu udah tau Kaito itu selingkuh, walaupun lu marah sama Kaito, tahan amarahmu, karena lu yang jadi pemain kunci disini, kalo sekali lu ketahuan, rencana kita bakal kacau!" kata Gumi menegaskan.

"ok, mulai hari ini, kita bakal lawan si Kaito dengan taktik Gerilya." Kata Rin yang mengobarkan semangat juang teman-teman seperjuangannya, kayak mau perang aja neehhh…

"Yes Ma'am." Sahut teman-temannya, dan setelah itu mereka membubarkan diri.

(08.18 AM, Checking the Agent)

Keesokan harinya, mereka semua sedang bersiap dengan alat masing-masing dan menyiapkan kebutuhan sendiri-sendiri.

Ayo kita lihat persiapan mereka.

*Agent Len and Rinto*

"gimana, semua udah siap?" tanya Rinto kepada Len.

"bentar, kita cek dulu barang-barangnya; alat perekam?" tanya Len.

"cek."

"alat penyamaran?"

"cek."

"alasan supaya kita bisa seharian sama Kaito?"

"siap."

"yang terakhir, nyali dan bakat akting?"

"semua sudah siap." Jawab Rinto seraya menyembunyikan alat perekam di dalam saku celananya.

"kalo gitu, Lest Go." Ajak Len penuh semangat.

Sepertinya persiapan kedua agen tadi sudah selesai, sekarang kita lihat keadaan agen lainnya.

*Agent Miku and Gumi*

Gumi sedang sibuk mencari buku catatan specialnya yang selalu ia bawa kemana-mana, sedang Miku,… ia masih asyik membaca 'berita' (baca cerita, komik) terbaru dari temannya dari Amerika.

"woi, ratu santai and nyebelin, bantu beres-beres barang kek, mandi kek, ganti baju kek, apa kek, terserah lu yang penting tutup itu buku komik!" sentak Gumi yang sedari tadi masih mencari 'buku keberuntungannya', dan coba tebak, apa yang akan dikatakan Miku.,
A. Miku tetap di tempat dan melanjutkan membaca buku Komik.
B. Miku akan menuruti perintah Gumi.
C. Miku akan menghajar Gumi yang bawel itu.

Tarif cuma 500/sms,…/kok malah jadi kuis sih?, au ah gelap. *digampar abis sama Reader*

Tapi kalian akan mendapat nilai 100 jika kalian memilih jawaban B.

"Ah… sebenernya gue males sih hari ini, pengennya bolos kuliah, tapi gue kan udah janji ama Rin, ya.. mau gimana lagi." Jawab Miku malas, dan ia langsung berganti baju mengenakan seragam kuliahnya.

"kalo gitu cepet, bentar lagi kita berangkat lho.." jawab Gumi yang sudah berhasil menemukan 'Jimatnya' itu. Dan tanpa aba-aba Len dan Rinto memasuki kamar Miku.

"Woi, cep…" Len menghentikan kata-katanya ketika ia melihat Miku hampir membuka bajunya dan Miku langsung berteriak histeris ketika melihat Rinto dan Len menerobos masuk.

PARAH!

*Agent Haku*

Tak banyak yang bisa diceritakan dari Haku pagi ini, ia sudah menyiapkan tas pinggang yang akan digunakannya untuk menyimpan barang bukti.

Dan sepotong silet, untuk berjaga-jaga kalau ia tak bisa mengambil barang bukti dari Kaito maupun Luka dengan tangan kosong, jadi ia bisa menyobek saku atau tas mereka, ya… itulah bakatnya.

"oke lah, semua sudah siap, tapi tangan gue agak kaku, wah.. kalo gak pemanasan dulu bisa kacau nih…" katanya serius.

Eh…tunggu, 'pemanasan'?, wah pasti sebentar lagi bakal ada orang teriak kecopetan nih… Stida kabur ah…

*Agent Rin*

"ok, penyamaran gue udah siap." Katanya kepada bayangan dirinya sendiri yang terpantul di cermin.

"Kaito… tunggu saja, dulu lu udah bilang gak bakal ninggalin aku, tapi lu malah ngianatin janji lu sendiri, tapi tenang, sebentar lagi gue bakal terlepas dari genggaman lu." Sambungnya dengan senyuman setan yang terlukis di wajahnya.

"Nana-san, aku berangkat kuliah dulu ya…" pamitnya kepada ibunya yang sedang bersiap-siap berangkat ke kantor.

"Hati-hati ya Rin." Jawab ibunya dengan nada penuh kasih sayang/ lebay.

Dan baru saja Rin keluar dari rumahnya, ia sudah menemui Len, Rinto, Gumi, dan Miku menunggu di depan rumahnya.

"oh, Hai…" sapanya kepada mereka semua, tapi, dimana Haku?

"Woi, CEPET LARI!" teriak Haku yang berlari seperti dikejar setan, dan coba tebak apa yang mengejarnya, Yak… betul, sekelompok warga dan beberapa orang satpam mengejarnya karena ia sudah selesai mengerjakan 'latihannya' kepada seorang pegawai kantoran.

"Gila lu!" Teriak Miku yang sudah berlari menyusul Haku.

"hehehe… lagian siapa suruh dompet ditonjolin dari saku celana, tapi lumayan sih, dompetnya tebel." Jawab Haku sambil menunjukkan sebuah dompet ke hadapan Miku.


maap ya... kelihatanya chapter ini kepanjangan ya... tapi gak apa-apa lah, yang penting Reader suka... XD

PLEASE REVIEW...