Maaf kalo updatenya kelamaan T_T karena baru sempet publish sekarang, walau sebenarnya chapter ini sudah selesai 2 bulan yang lalu. Selamat membaca ^_^
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Pair: SasuFemNaru
Warning: Typo(s), AU, FemNaru, Alur Cepat(maybe), EYD not perfected.
"Akhirnya selesai juga." Naruto menatap puas hasil masakannya sambil tersenyum, dia meletakkan sup kedalam mangkuk lalu meletakkannya ke dalam nampan.
Naruto berjalan keluar dari dapur menuju ketempat meja makan utama dengan Sasuke yang sedang membaca koran disana.
"Nah silahkan dinikmati sup wortel buatanku." Naruto meletakkan mangkuk berisi sup itu keatas meja Sasuke.
"Tidak, terima kasih." Ucap Sasuke singkat.
"Baiklah terserah kau saja, aku mau memotong tanaman terlebih dahulu." Naruto pergi dari ruangan utama meninggalkan Sasuke sendirian dengan sup-nya.
Sesaat Sasuke menatap sup yang ada didepannya namun sedetik kemudian dia mengalihkan pandangannya kembali kearah koran.
Jujur saja sebenarnya dia sedang lapar saat ini karena belum makan apa-apa sejak tadi dan sup didepannya saat ini begitu menggugah selera.
'Mungkin jika aku merasakan sedikit tidak apa-apa.' Sasuke mengambil sendok yang ada disamping mangkuk sup lalu menyendokkan sup itu kedalam mulutnya.
'Slurrp..'
"Ternyata masakan si Dobe enak juga." Sasuke yang memang sudah kelaparan tanpa sadar menghabiskan sup wortel buatan Naruto tadi.
Sasuke menuju garasi lalu menaiki mobilnya dan mengeluarkan mobilnya dari garasi.
Naruto yang sedang memotong tanaman yang letaknya dekat dengan garasi pun bertanya. "Kau mau kemana, Sasuke?."
"Bukan urusanmu." Ucap Sasuke singkat.
Naruto menghentikan kegiatan memotong tanamannya. "Hm, baiklah."
Sesaat setelah Sasuke akan pergi Naruto memanggil Sasuke. "Hei Sasuke !."
Sasuke-pun menghentikan laju mobilnya lalu melihat kearah belakang. "Ck, apalagi Dobe?."
"Eto... Begini apa boleh kalau aku keluar sebentar nanti siang, tidak lama kok hanya beberapa jam." Ucap Naruto.
"Hn, terserah. Mau selamanya kau pergi pun tidak apa-apa." Ucap Sasuke lalu melajukan mobilnya menjauhi apartementnya.
"Dasar Tuan Teme !." Teriak Naruto.
Setelah Naruto selesai memotong tanaman ia berniat minum namun saat melewati ruang utama Naruto melihat mangkuk sup-nya sudah kosong tak bersisa. 'Dasar Teme, malu-malu tapi mau.'
Naruto mengambil mangkuk tersebut lalu berjalan kearah dapur dan memasukkannya kedalam wastafel.
"Sebaiknya aku mandi dirumah saja." Ucap Naruto.
.
.
.
Naruto sudah selesai mandi dan berganti pakaian dirumahnya, ia kini sedang berjalan menuju sebuah panti asuhan tepatnya panti asuhan dulu dia dirawat, Naruto bukan baru kali ini mengunjungi panti asuhan itu namun sudah beberapa kali hingga ia sudah sangat akrab dengan anak-anak di panti asuhan itu.
"Selamat siang adik-adik." Ucap Naruto sambil tersenyum.
"Wah, selamat siang Nee-san." Anak-anak di panti asuhan itu tersenyum ceria saat Naruto datang.
"Nee-san ada apa kesini." Ucap seorang anak kecil bernama Ryuusuke.
Naruto mengelus kepala Ryuu. "Tentu saja mengunjungi adik-adik Nee-san."
"Nah Nee-san punya coklat untuk kalian." Naruto mengeluarkan tangan kirinya yang memegang satu kantong plastik coklat.
Ryuu berusaha menggapai coklat itu. "Eits tunggu dulu, Nee-san akan memberi coklat ini kalau kalian berhasil menjawab pertanyaan dari Nee-san, setuju?."
"Setuju Nee-san." Ucap anak-anak itu kompak.
"Nah baiklah pertanyaan pertama adalah..."
.
.
.
Sasuke tengah kesal saat ini pasalnya kejadian beberapa saat yang lalu membuat dia uring-uringan. "Sialan Kakashi mengadakan sesi pemotretan di tempat terbuka, para gadis itu jadi mengerubungiku dan meminta foto. Ck teriakan mereka keras sekali sampai membuat telingaku panas."
"Sebaiknya aku pulang ke apartemen untuk menenangkan pikiranku, ya itu benar." Ucap Sasuke.
Sesaat Sasuke melihat Naruto diarah panti asuhan yang dilewatinya tadi. 'Apa aku tadi tidak salah lihat.' Mobil Sasuke mundur beberapa meter mencoba memastikan apakah benar gadis yang dilihatnya tadi adalah Naruto.
"Ternyata benar dia." Sasuke melihat Naruto yang bersenda gurau dengan anak-anak panti asuhan dari arah mobil. "Jadi ini alasan tadi pagi dia ijin keluar."
Sasuke terasa seperti hanyut saat melihat senyuman Naruto yang sedang tertawa bersama anak-anak panti asuhan.
'
Manis.'
"Sial, apa yang kupikirkan." Sasuke memegang kepalanya. "Sebaiknya aku pergi dari sini." Sasuke kembali menjalankan mobilnya menjauh dari panti asuhan.
Naruto melihat kearah jalan. 'Eh apa tadi itu mobil si Sasuke ya?.'
"Nee-san kenapa?."
Naruto tersadar dari lamunannya. "Eh tidak apa-apa kok, sekarang pertanyaan terakhir yang tahu jawabannya angkat tangan ya."
"Siap Nee-san."
Sasuke telah sampai di apartement kediamannya, dia memasukkan mobilnya kedalam bagasi lalu membuka pintu rumah. 'Lebih baik aku mandi dulu.'
Sasuke menuju kearah kamar mandi dengan handuk yang bertengger dipinggangnya. Sasuke memutar knop shower membiarkan air itu mengaliri dirinya, tidak lama kemudian dia keluar dari kamar mandi dan menggunakan sebuah kaos lalu merebahkan dirinya ke tempat tidur.
Tidur disiang hari mungkin akan terasa enak.
"Hah... Aku lelah sekali, akhirnya pekerjaanku selesai juga." Naruto membasuh keringatnya dengan air keran lalu mengambil segelas air dan meminumnya. "Ah... Segarnya."
Naruto mengalihkan pandangannya kearah kursi dan melihat pakaian Sasuke disana. "Hah dasar Teme pakaian kotor bukannya diletakkan dikeranjang malah diletakkan disini." Naruto mengambil baju itu lalu meletakannya kedalam keranjang pakaian kotor.
"Hm, tidur sebentar sepertinya tidak apa-apa lagipula pekerjaanku sudah selesai." Naruto menuju kearah sofa panjang dan merebahkan dirinya disana. Sebentar tidak apa-apa kan.
.
.
.
Sasuke terbangun dari kasurnya dia melihat jam yang sudah berada di angka lima, sepertinya dia sudah tertidur selama tiga jam lamanya. Dia bangun dari kasurnya dan menuju dapur lalu mengambil air minum.
Dari arah dapur Sasuke melihat Naruto yang tertidur pulas di sofa diapun menghampirinya.
"Hei Dobe, Dobe?." Sasuke menggoyang tubuh Naruto pelan berusaha membangunkan Naruto. "Ck gadis ini tidurnya pulas sekali." Sasuke melihat wajah Naruto yang tampak polos tidur terlelap. Jika diperhatikan lebih dekat ternyata Naruto itu lumayan manis juga dengan rambut pirangnya yang panjang, kulitnya yang berwarna tan, dan bibirnya yang berwarna cherry tipis. Tanpa sadar Sasuke memajukkan wajahnya kearah wajah Naruto sedikit lagi bibir mereka berdua akan bersentuhan dan...
"Hoam..."
Suara Naruto mengagetkan Sasuke dan membuat Sasuke kembali keposisinya semula.
"Ah ternyata kau Sasuke." Naruto mengucek kedua matanya. "Sekarang jam berapa ya?."
"Sekarang sudah jam lima Dobe." Sasuke berusaha menormalkan suaranya.
"A-apa sudah jam lima !." Naruto langsung bangkit dari sofa.
"Hn."
"Kenapa kau tidak membangunkanku Sasuke, aku lupa membuat makan siang untukmu dan sekarang sudah sore." Naruto berjalan kearah dapur namun ditahan oleh Sasuke.
"Sekarang sudah sore Dobe, sebaiknya kau pulang kerumahmu." Ucap Sasuke.
"Tapi..."
"Tidak ada tapi Dobe, ingat aku adalah majikanmu."
Naruto memejamkan matanya. "Secara teknis majikanku adalah Itachi-san jadi..."
"Terserah majikanmu siapa yang terpenting sekarang kau harus pulang." Potong Sasuke.
"Baik. Baik Dasar cerewet."
.
.
.
Naruto sudah selesai menaiki bis dan dia hanya harus melewati distrik agar sampai kerumahnya, dilihat dari keadaan langit yang sudah tak tampak matahari disana sepertinya sekarang sudah menjelang malam dan suasana distrik telah sepi. Sejujurnya Naruto sedikit takut saat ini karena suasana distrik agak menyeramkan saat ini.
'Krak...'
"Ha, a-apa itu?." Naruto melihat kearah belakang namun tidak ada apa-apa disana.
'Krak...'
"Huaa...!" Naruto langsung lari secepat kilat tanpa menyadari bahwa suara tadi berasal dari kucing yang sedang menggigiti kaleng dipinggir jalan.
'Brak..'
Naruto langsung membuka pintu dan menutupnya kembali dengan keras karena saking takutnya. "Hah... Apa itu tadi ya?, hii."
Naruto berjalan kekamar mandi lalu menggunakan pakaian tidurnya.
'Drr...'
"Aduh perutku sakit, oh iya aku kan belum makan apa-apa dari tadi siang." Naruto berjalan kearah dapur dia membuka lemari, yah nasib baik masih ada satu cup ramen instan disana.
Menyeduh ramen cup itu dengan air panas setelah matang Naruto langsung memakannya dengan semangat...
'Slurrp...'
Sampai kuahnya.
.
.
.
Tak beda jauh dengan Naruto, Sasuke juga tengah kelaparan saat ini karena belum makan apapun sejak sesi pemotretan selesai.
"Hn... Aku pesan Delivery saja."
Walaupun tetap saja dia bisa dengan mudah memesan makanan siap antar.
Sementara itu...
"Nee Itachi."
Itachi pun menghadap kebelakang. "Ya ada apa Kaasan."
"Begini, Kaasan ingin kau memberi tahu Sasuke kalau pesta peringatan pernikahan Kaasan akan dipercepat tiga hari lagi." Ucap Mikoto nama dari ibu Itachi dan Sasuke.
"Baiklah Kaasan, tapi kenapa Kaasan mempercepatnya sampai sebegitunya" Tanya Itachi.
"Bukan apa-apa, Kaasan hanya ingin dipercepat saja."
"Ah..
Review Please ^_^
