A/N: saya gak bilang ya kalau pairnya Naruhina... Ok?

Sebelum masuk kecerita, seperti biasa saya akan membalas review dulu.

Chap 2 mirip sama fict Return of The Legend? Oh damn, I forget it, saya lupa ngasih tahu kalau chap 2 memang terinspirasi dari fanfict tersebut.

Pairingnya garing dan terlalu banyak helaan nafas! Maaf maaf saya lagi ngantuk berat tapi tetep pengen ngetik, jadi seperti itulah.

Kurang penjelasan, bagaimana kematian Jiraiya? + Bagaimana dan kapan naruto menapat buah pohon dewa? Akan saya jelaskan dichap depan ya.. Karena chap ini fokus kepertarungan Neji vs Naruto

Gimana pertemuan Tsunade dengan Naruto? Err... Emang itu penting ya :v, tapi author usahakan dijelaskan

Apa itu hawki? Saya kira sudah pada tahu, ternyata masih ada yang belum. Ok saya jelaskan. Hawki adalah energi yang harus dimiliki supaya bisa menggunakan sihir, tanpa itu orang tak dapat menggunakan sihir.

Cerita chapter1 dan chapter2 gak nyambung! Saya sudah memperkirakannya, dan saya memang berniat menjelaskan lewat flashback, maaf jika membuat reader bingung

Gimana Sasuke? Tenang, sasuke juga ikut main, tapi munculnya nanti

OK SEKIAN, THANKS FOR YOUR REVIEW

LANGSUNG MASUK KE STORY

Di story ini terdapat misteri misteri disetiap chapnya, dan itu akan terungkap dichap chap selanjutnya. Jadi baca sampai akhir supaya anda tidak bingung

The Next Generation of Sage of Sixpath

•••••

••••

•••

••

CHAPTER 3: A Little Power of Naruto

Berjalan santai dilorong itu, seorang bocah yang kita kenali, Uzumaki Naruto. Dia berjalan menuju secercah cahaya diujung lorong tersebut.

TEP...

Naruto menginjakan kakinya tepat diujung lorong, dan didepannya terlihat sebuah jembatan kecil penghubung antara tempatnya berdiri dengan sebuah arena lingkaran berdiameter 20 meter yang diatasnya berdiri seorang yang harus Naruto lawan, Hyuga Neji.

Menatap sekilas Neji yang berada jauh didepan matanya, tak terasa Naruto tersenyum simpul dibalik jubahnya. Lalu melangkah melewati jembatan menuju atas arena. Narto berdiri dengan sangat tenang berhadapan dengan Neji yang berjarak 15 meter jauhnya. Para penonton tentu menyadari hal itu, dan otomatis memfokuskan pandangan mereka kesosok Naruto yang tertutup oleh jubah hitam yang dikenakannya.

"Lihat, itu lawan Neji-san. Kira kira orang seperti apa dia?"

"Entahlah, yang jelas sia paati sangat kuat.."

Dan setelah itu, HLA mulai ramai dipenuhi suara bisikan para penonton yang membicarakan sosok berjubah hitam diatas arena, yang tidak mereka ketahui bahwa orang tersebut adalah bocah yang mereka siksa dan ingin mereka lenyapkan 10 tahun lalu, Uzumaki Naruto.

Keadaan tak berbeda jah diluar HLA. Para penonton yang menyaksikan lawan Neji muncul dari televisi besar diluar HLA juga berbisik bisik membicarakan sosok tersebut.

Naruto kembali tersenyum simpul. Lalu mencengkram kerah jubahnya sendiri dan langsung membuang jubah itu keudara, membuat dirinya terlihat jelas dimata para penonton. Dan seketika itu suara bisikan para penonton langsung menghilang, mereka semua terdiam shock dengan apa yang mereka lihat. Hening dan tenang, itulah yang terjadi saat ini. Mereka semua mengamati sosok tersebut dengan seksama yang tampak familiar dimata mereka semua.

"I-i-itu... Uzumaki Narutooo!"

Dan teriakan satu orang yang pertama kali sadar dari shock tersebut memancing teriakan lain penuh penghinaan dari para penonton lainya. Tak jarang mereka melempar sisa makanan ataupun sampah sampah dan benda lainnya kearah Naruto, tapi tidak berhasil karena arena dilindungi oleh lapisan Kekkai. Sehingga benda benda tersebut hanya membentur kekkai tersebut dan jatuh ke podium paling depan. Dan sekali lagi Naruto hanya pasrah dengan semua itu, ternyata selama 10 tahun mereka semua tidak berubah. Tapi jika diperhatikan lebih jelas, terdapat beberapa orang yang masih memandang Naruto tak percaya.

"Na-Naruto? Itu Naruto? Apa yang dia lakukan disana? Bukankah dia tak memeliki hawki? Lalu kenapa Naruto malah berdiri diatas arena? Apa dia ingin mati?" gumam seorang pemuda penuh kecemasan sambil mengacak rambut miliknya. Pemuda itu berambut hitam dengan model dikucir keatas mirip nanas. Pemuda tersebut memakai celana panjang hitam, baju hitam panjang ketat yang ditutupi rompi hijau redup. Nama pemuda ini adalah Nara Shikamaru, yang tak lain adalah teman dekat Naruto saat diakademi dulu.

"Tenangkan dirimu Shikamaru.. Naruto memang ceroboh, tapi kau mengenalnya sejak duku kan.. Dia tidak akan sebodoh itu membuang sia sia nyawanya. Naruto pasti punya alasan tersendiri." Kali ini orang disamping Shikamaru yang menciba menenangkan dirinya dengam sok bijaksana. Orang tersebut memeliki rambut coklat panjang dan sebuah garis merah mirip obat nyamuk dikedua pipinya. Dia juga memiliki tubuh besar dan gemuk, menandakan bahwa nafsu makannya yang begitu tinggi. Dan nama orang ini adalah Akimichi Chouji, dia sahabat Shikamaru dan Naruto.

"Tapi Chouji, kau tahu Naruto itu tidak mem-"

"Percayalah pada Naruto."

Shikamaru mencoba menenangkan diri dengan menarik nafas dan menghembuskan nafas. Lalu kembali duduk dengam tenang dikursinya. Sedangkan Chouji begerak mengambil sebuah bungkusan dari dalam tas ransel disampingnya. Dan mulai membuka bungkusan tersebut lalu memakan isinya, yang tak lain adalah keripik kentang.

Beralih ke Neji yang berdiri diatas arena. Dia memberi tatapan sinis kearah Naruto. Sedikit menyeringai dan tersenyum sinis pula ketika melihat lawannya itu.

"Jadi...kau Uzumaki Naruto? Bocah yang dikabarkan menghilang dan diduga sudah tewas dalam kebakaran 10 tahun lalu."

"Ya... Kurasa kau pasti juga sudah tahu.." ucap Naruto dengan nada rendah dan tatapan datar yang membuat Neji semakin tersenyum sinis.

"Heh.. Bukankah kau tidak memiliki hawki? Laku kenapa kau mengikuti seleksi ini? Apa kau sudah putus asa dan ingin mati ditangan seorang bangsawan sepertiku, serangga?"

DEP...DEP..DEP...TES...TES...

Suara microphone yang berbunyi dari sebuah panggung kecil dan tinggi yang berada disisi lain arena yang tak lain adalah suara dari Master of Ceremony (MC) itu, membuat para penonton dan Naruto yang ingun membalas perkataan Neji diam. Semua perhatian mereka, mereka tujukan kr MC teresebut. Tak lama kemudian MC tersebut membuka suara.

"Yosh...! Kali ini kita berada dalam acara yang sungguh menakjubkan! Pertama kalinya dalam sejarah Konoha, diadakan pertarungan yang akan menentukan posisi ketiga dari perwakilan Konoha ke Ruller of Magic Tournament. Tapi sebelum membuka acara ini,ijinkan aku memperkenalkan diri terlebih dahulu.." berhenti sejenak untuk menarik nafas panjang, MC tersebut langsung kembali berucap. "...Namaku Might Guy! Kali ini aku ditunjuk oleh Tsunade-sama untuk menjadi MC acara spektakuler ini. Jadi tunjukan tasa hormat kalian dan yang paling penting... TUNJUKAN SEMANGAT MASA MUDA KALIAN SEMUAAA!" teriak Gay penub semangat dengan tangan mengepal dan mata berapi api.

HAAA...!

Seluruh orang disana langsung bersorak penuh semangat. Oh maaf, semua orang kecuali sang Hokage dan Neji serta Naruto sendiri.

"Baiklah, sebelum membuka acara ini, aku akan memberi sambutan pada Hokage-sama yang sudah repot repot datang dan menonton langsung acara ini.."

Semua perhatian langsung beralih pada sosok Tsunade yang melambaikan ledua tangannya dengan berdiri dipodium VIP dibagian barat HLA dengan didampingi empat orang pengawal Magician S Class.

Tak menghitaukan semua suara berisik itu, Neji menatap tajam Naruto dengan kedua mata Byakugan miliknya, yang juga dibalas hal yang sama oleh mata biru langit Naruto.

"Kau tahu serangga... Kenapa aku membencimu? Bukan karena kau lemah atau apa... Tapi.. Karena kau telah membuat Hinata berubah!"

Hinata? Apa hubungannya kebencian Neji dengan Hinata? Dan yang paling penting, Apa salah dirinya pada Hinata? Naruto mencoba menjawab sebua pertanyaan itu sendiri, tapi tentu saja tidak berhasil karena otak Naruto yang berada di bawah SNI :v.

"Hinata lagi Hinata lagi... Sebenarnya siapa dia? Dan apa hubungannya denganku tebayyo..."

"Hinata adalah adikku! Dulu dia sangat rajin berlatih, tapi...semenjak bertemu denganmu dia terus mengikutimu kemanapun kau pergi dan dia tak pernah layihan lagi!"

"?"

"Tidak hanya itu, sejak kau menghilang dia menjadi seperti orang gila, dia terus saja datang kerumah busukmu itu! Dan merenovasi juga membersihkan gubuk jelek itu bagai seorang budak! Hal itu membuat nama klan Hyuga dipandang HINA!"

"Klan Hyuga atau Hinata? Sebenarnya yang mana?" batin Naruto dengan mengacak kasar surai pirangnya. Dia benar benar bingung dengan penjelasan Neji.

"Sebenarnya mana yang kau pedulikan? Klan Hyuga? atau Hinata tebayoo..." tanya Naruto dengan polosnya, yang tak ia sadari membuat wajah Neji memerah membara menahan emosi.

"Apa katamu...!" tangan Neji mengepal serta giginya menggertak. Dia bersiap untuk melompat dan menerjang Naruto, dan menghujaninya dengan Jukken miliknya. Tapi semua itu terhenti karena teriakan penuh semangat dari Guy.

"YOSH..! Mari kita lihat kedua peserta kita... Disisi kanan terdapat kandidat utama pemenang pertarungan ini... Seorang bangsawan sekaligus ahli waris klan Hyuga, Hyuga Neji...!"

HUWAA...

NEJI-SAN..!

KALAHKAN BOCAH KUNING ITU!

Dan tentu masih banyak teriakan histeris para penonton yang menggemari Neji. Tapi Neji sendiri tak megindahkan semua itu, dan hanya diam menatap tajam Naruto.

"Dan disisi kiri... Bocah yang dikabarkan menghilang 10 tahun lau.. Tapi, sekarang dia kembali dan menunjukan diri dipertandingan ini... Uzumaki Naruto!"

HUUU!

MATI SAJA KAU PIRANG!

BOCAH LEMAH MATI SAJA KAU!

Sekali lagi terdengar teriakan para penonton, tapi bukan teriakan memberi semangat ataupun dukungan, tapi teriakan penuh cacian dan hinaan yang mereka tujukan pada Naruto.

Tsunade yang duduk disanggasana mewahnya hanya bisa diam pasrah mendengar semua teriakan itu, sebenarnya dia juga tidak terima jika murid sahabatnya ini dihina dan direndahkan. Tapi dia bisa apa, toh tak ada peraturan yang melarang penonton untuk berteriak sesuka hati mereka.

"Semoga kau memaafkan mereka semua Naruto.." batin Tsunade.

Disisi lain, Shikamaru tampak menggertakan giginya penuh emosi. Tentu dirinya tak terima jika sahabatnya dihina seperti itu.

"Ck, jika saja tidak ada Hikage disini, sudah kupastikan mereka semua pasti akan mati!" umpat Shikamaru dalam hati.

Mengamati kedua finalis tersebut, Guy tampak yakin bahwa mereka berdua telah benar benar siap untuk bertarung.

"YOSH MINNA! Tampaknya kedua peserta sudah tak sabar lagi, jadi mari kita mulai pertarungan ini!"

HAA..!

Bersamaan dengan teriakan tersebut, Neji langsung melesat kearah Naruto dengan kecepatan luar biasa. Neji menyiapakan telapak tangannya dan mencoba melancarkan sebuah serangan kepada Naruto.

"Jukken!"

SET..

Naruto dengan sigap menghindar, dan membuat tubuh Neji sejajar dengan dengan kepalanya. Tak menyiakan kesempatan tersebut, Naruto segera melancarkan pukulan vertikal dari bawah keatas yang menyasar perut Neji. Tentu Neji menyadari itu tak tinggal diam. Dia segera memutar tubuhnya yang masih mengambang diudara sehingga melesat lebih cepat dan sekarang berada dibelakang Naruto. Lalu langsung kembali melesatkan telapak tangannya kepunggung Naruto.

"Hakke Hasangeki!"

Dengan itu tubuh Naruto langsung terpental jauh hingga menghantam kekkai pelindung, dan nyaris saja jatuh kekolam jika saja Naruto tidak segera melompat kembali ke arena.

Naruto berdiri menatap tajam Neji ditempatnya. Tubuh Naruto sebenarnya sama sekali tak merasakan sakit, meskipun pukulan Neji tadi dialiri oleh hawki yang begitu kuat. Tentu Naruto patut untuk berterimakasih pada Juubi akan hal itu, yang membuat tubuhnya kebal akan serangan fisik.

Sementara sang MC, Guy menganga dengan tidak elitenya. Dia tak bisa berkata kata, karena semua terjadi terlalu cepat. Sadar akan posisi dirinya saat ini, Guy segera sadar dan kembali membuka suara.

"Wow... Neji langsung melesat dan melancarkan serangan pada Naruto! Benar benar semangat masa muda yang LUAR BIASAA!"

Sementara para penonton bersorak penuh kebanggaan pada Neji tapi penuh penghinaan pada Naruto.

"BAGUS! Habisi dia Neji-san!"

"Cepat bunuh dia Hyuga!"

"Neji-san yang terbaik! Segera lenyapkan aib itu! Dan siksa dia sebelum mati!"

Disisi lain Tsunade, Shikamaru, dan Chouji tampak khawatir dengan keadaan bocah pirang tersebut. "Naruto... Kau bisa mati kalau begitu terus..." batin mereka bertiga yang kebetulan sama.

Sementara Neji yang mendengar teriakan teriakan tersebut serta melihat ekspresi datar Naruto, kembali tersenyum sinis. Menatap penuh remeh Naruto seraya berkata "Kau dengar teriakan itu Uzumaki? Mereka semua menginginkan kau mati. Jadi akan kukabulkan permintaan mereka dan mengakhiri semua penderitaanmu selama ini. Tapi tenang saja, sebelum aku mati akan kutunjukan sesuatu yang menjadi kebanggan klan Hyuga!"

Dan dengan itu, terjadilah ledakan hawki yang begitu kuat, membuat langit diatas HLA sedikit menggelap. Dan tubuh Neji mengalami perubahan fisik secara instan. Kulitnya bertambah putih dan memucat. Tubuhnya sedikit membesar dengan otot otot kekar disana sini. Gigi taringnya juga sedikit memanjang dan juga mata bulannya berganti menjadi merah darah.

"Ha..ha..ha... Ini adalah sihir kebanggaan klan Hyuga. Transformation Magic S Class level 8, Vampire..!" ucap Neji dengan seringaian iblis dibibirnya.

"Tapi ini belum seberapa.. Akan kutunjukan kekuatanku yang sebenarnya padamu Uzumaki.." Neji lalu menempatkan satu telapak tangannya yang terbuka lebar ditanah, Kemudian mengucapkan mantra.

The Darknes is your friends

And the Hatred is your power

Out! The King of the Vampires

Alucard!

Bersamaan dengan selesainya mantra Neji, muncul sebuah lingkaran sihir berwarna biru, merah serta hitam yang bergabung menjadi satu. Aura kegelapan dan kebencian sangat terasa disektarnya. Dari dalam sana melesat sebuah siluet hitam dan mendarat didepan Neji. Sekarang terlihat jelas makhluk yang dipanggil Neji. Sosok vampire berpakaian merah dengan jubah hitam yang dibagian dalamnya berwarna merah darah.

"Ha.. .. Lihatlah Uzumaki Naruto! Hari ini adalah hari kematianmu!"

Sedangkan para penonton disana ternganga dengan tidak elitenya. Tak terkecuali Guy, Shikamaru dan Chouji serta Hokage sendiri, Tsunade. Memandang takjub sekaligus tak percaya kekuatan dari pewaris utama klan Hyuga tersebut.

"E-e.. Wow! Itu dia kekuatan sebenarnya dari Hyuga Neji! Sungguh luar biasa!" teriak Guy yang pertama kali sadar dan membuat para penonton sadar dari shock mereka.

Disisi lain, Naruto menatap sosok Neji dan Alucard dengan teliti dan seksama. Mengidentifikasi kekuatan mereka berdua.

"Jadi.. Itu Alucard. Salah satu iblis Summon Magic S Class.. Kalau begitu aku akan menghancurkan vampire summon itu dulu tebayyo.." batin Naruto dengan PD nya, merasa bahwa rencananya ini pasti berhasil.

"Naruto! Singkirkan pemikiran bodohmu itu! Kau tetap tak akan bisa membunuh Alucard.." dan tiba tiba suara Juubi terdengar dibenak Naruto.

"Apa maksudmu Juubi?"

"Alucard adalah raja vampire, dan pasti dia punya kemampuan yang luar biasa. Dan yang pasti kau tidak akan bisa membunuhnya karena dia punya 3 miliar nyawa dalam tubuhnya.."

"Ti-tiga miliar nyawaaa! Kau gila Juubi!" teriak Naruto dalam hati dengan histerinya ketika mendengar penjelasan Juubi.

"Lalu apa yang harus kulakukan tebayyo.."

"Kau hanya perlu mengalahkan pengendalinya, Summon magic akan hilang jika penggunanya dikalahkan.. Dan kusarankan kau gunakan sedikit kekuatanku.."

"Oo souka, terimakasih atas sarannya. Tapi tidak terimakasih, aku tidak akan menggunakan energi darimu dulu Juubi, aku ingin menguji kekuatan Destruction Magic dan Summon Magic milikku dulu.."

Naruto yang ada didunia nyata kemudian berdiri dengan santainya, menatap dua musuh yang ada didepannya. Tak lama kemudian, menempatkan telapak tangannya ketanah dan mengucapkan mantra seperti Neji tadi.

The fire is your spirit

And the fire is your power

Out! The king of fire dragons

Zaiross

Dan sekali lagi tercipta sebuah lingkaran sihir api membara dilangit. Dari sana keluarlah sosok naga rakasasa berwarna biru dibagian tubuh atas, kaki serta sayap hingga ekornya, dan berwarna merah orange dibagian leher, dada, perut, dan bawah ekornya.

"Raaaaaagggghhh!"

Zaiross mengaum dengan gagahnya, membuat semua orang kembali dibuat menganga karenanya. Bahkan termasuk juga Neji serta Alucard yang hanya menatap datar Zaiross yang masih berada dilangit langit HLA.

"Na-naruto... Kau benar benar hebat!" batin Tsunade, Shikamaru dan Chouji yang kembali sama.

Neji berdecih kecil saat melihat ekspresi puas Naruto disisi arena.

"Ck, sial. Aku terlalu meremehkan pirang itu. Alucard kau urus naga itu, aku akan urus bocah pirang itu.."

Alucard menoleh kearah Neji dengan tatapan remeh dan mengejek. "Aku? Kenapa harus aku? Apa kau merasa terlalu lemah Neji?"

"Ck, diamlah! Dan lakukan saja perintahku!"

Alucard yang sudah puas dengan menggoda sang majikan, segera melesat keudara mendekati Zaiross diatas sana.

Power of Darknes!

Seketika itu melesat sebuah dengan kepatan bagai kilat bola hitam kearah Zaiross. Zaiross tentu tak tinggal diam, dirinya segera mengaum dan membuat pertahanan.

"Raaaagghhh!"

Dan bersamaan dengan auman itu, muncul sebuah perisai api yang melindungi tubuh Zaiross. Sehingga membuat serangan Alucard menabrak perisai tersebut dan meledak diudara.

Suara ledakan tersebut membuat semua orang tersadar. Guy tentu saja, sebagai MC langsung berteriak memeriahkan pesta suara tersebut.

"WOWW! Tak disangka... Naruto juga mengeluarkan Summon Monster miliknya. Sungguh tak ada yang menduga duga..!"

Beralih dari Guy dan 2 monster yang sedang bertarung tersebut, mari kita lihat sosok Neji dan Naruto yang saling berpandangan. Sudah muak dan ingin segera mengakhiri pertarungan ini, Neji segera melesat kearah Naruto dengan Vampire modenya yang tentu dengan kecepatan yang tak diragukan lagi.

"MATI KAUUU UZUMAKI!"

Sesaat sebelum tinju Neji mengenai tubuh Naruto, terjadi ledakan besar hawki dari tubuh Naruto. Membuat Neji terpental kebelakang dan arena sedikit tertutup debu tanah. Langit HLA juga semakin gelap gulita karennya. Debu perlahan menghilang, dan kini tampak jelas wujud Naruto yang sebenarnya, membuat para penonton, Guy, Tsunade dan Neji yang melihatnya kembali menganga dengan tidak elitenya.

Wujud Naruto sekarang dilindungi oleh separuh badan kerangka raksasa berwarna biru gelap dengan aura hawki yang sangat kuat. Tengkorak tersebut membawa sebuah pedang dimasing masing tangannya. Menatap Neji dengan mata yang tak terlihat. Dibagian bawah terdapat Naruto berdiri santai menatap remeh Neji dengan kedua bola mata merah darah yang memiliki pola khusus didalamnya, yang tak lain adalah Eternal Mangekyou Sharingan Eyes.

Guy mengalihkan pandangannya dari 2 monster yang sedang bertarung dengan hebatnya kesosok tengkorak raksasa yang berada diatas arena. Dan kembali dibuat menganga karenanya.

"A-apa itu..!? Sebuah tengkorak raksasa melindungi Naruto dari serangan Nejii..!"

Tsunade yang duduk disinggasananya didampingi 4 pengawal menatap tak percaya tengkorak raksasa tersebut. Kedua matanya membulat sempurna karenanya.

"Ti-tidak mungkin... I-itu... Susano'o!" gumam Tsunade.

Naruto tersenyum puas melihat ekspresi wajah melongo Neji dan para penonton. Baik yangbada dipodium ataupun diluar HLA semua sama, melongo dengan pikiran masing masing.

"Bagaimana Hyuga Neji..? Sekarang siapa yang menjadi serangga disini..?" ucapan nada rendah Naruto sukses membuat Neji menggertakan giginya dan mendelik kearah Naruto. Sementara Naruto sendiri tertawa terbahak bahak didalam pikirannya melihat ekspresi kesal Neji tersebut.

"Sebaiknya segera kau akhiri Naruto.. Kita tak punya banyak waktu disini.." dan lagi suara Juubi terdengar dibenak Naruto.

"Ya.. Aku juga sudah puas dengan pertarungan ini.."

Naruto lalu menggerakan Susano'o miliknya untuk mengayunkan kedua pedang besarnya kearah Neji dengan keepatan tinggi dan daya hancur luar biasa.

SWUSH...

BLARR..

Neji berhasil terhindar dari maut, tapi tidak dengan lantai arena. Lantai arena tersebut retak, berlubang membentuk kawah besar dan nyaris terbelah menjadi beberapa bagian. Tak menyiakan arenan yang tertutup debu, Naruto segera menghilangkan Susano'o miliknya dan langsung menghilang berpindah kebelakang Neji yang berposisi siaga. Menyadari keberadaan seseorang dibelakangnya, Neji segera menoleh dan membuat mata merah darahnya beradu pandang dengan mata EMS Naruto. Melihat mata aneh Naruto, Neji percaya bahwa dia merasakan sesuatu yang sudah hilang sejak dulu darinya, rasa takut. Sedangakan Naruto tersenyum puas penuh kemenangan melihat Neji yang berhasil dijebaknya.

"Kena kau.."

Tsukoyomi!

.

.

.

.

Tsukoyomi World

Neji kembali membuka matanya, dan mendapati dirinya terikat dalam tiang besi berbentuk huruf 'T' dan juga melihat ratusan, tudak ribuan Naruto didepannya dengan membawa berbagai senjata tajam yang nampak sangat berbahaya.

Dunia aneh ini dipenuhi warna merah darah dibagian langitnya serta hitam dan putih diobjek objek lainnya, yang semakin menambah kesan horor tempat tersebut.

Menyadari keadaan benar benar gawat, Neji berusaha memberontak dengan menggerakan kaki dan tangannya tapi tidak berhasil karena kuatnya ikatan rantai di tiang tersebut.

"Hah..hah.. Apa ini!? " Neji mulai panik saat melihat ribuan Naruto tersebut mulai mengangkat senjata ditangan mereka dan bersiap melesatkannya ketubuhnya.

Naruto, yang merupakan Naruto asli dari ribuan Naruto lainnya bergerak maju mendekati Neji dan berhenti tepat dihadapan Neji. Menatap sinis dan bibir menyeringai bak iblis yang baru keluar dari Penjara Jighoku.

"Neji Hyuga.. Untuk 72 jam kedepan kau akan tejebak disini dengan siksaan yangamat pedih. Jadi persiapkan dirimu!"

Dan detik itu juga, hari hari Neji yang dipenuhi siksaan dan teriakan kesakitan dimulai.

.

.

.

.

Real World

Semua orang menatap penuh tanda tanya sosok Alucard yang tiba tiba menghilang menjadi partikel partikel cahaya dari langit langit HLA, meninggalkan Zaiross yang ada disana pula. Belum sempat pulih dari shock mereka, para penonton kembali dikejutkan dengan terdengarnya suara jeritan penuh rasa sakit dari arena dan semakin shock ketika mendapati Neji lah pelaku jeritan tersebut dengan darah yang mulai keluar dari mulutnya.

"A-apa yang terjadi..?" pertanyaan tersebut tak dibalas oleh seorangpun karena mereka masih sibuk dengan pikiran masing masing.

Guy tentu saja, sebagai MC harus membuka suara meskipun dirinya sendiri tengah shock berat saat ini.

"E- Kita lihat.. Apa yang terjadi pada Neji? Apa yang dilakukan Uzumaki itu padanya..!?" teriak Guy yang tak sesemangat seperti biasanya, karena masih dilanda perasaan shock, takut dan takjub yang bergabung menjadi satu.

Sedangkan Naruto yang merasa sudah cukup, menatap Zaiross seakan memerintahkan untuk pergi dan Zaiross pun mengangguk, tak lama kemudian Zaiross pun terurai menjadi partikel partikel cahaya yang terbang kelangit. Beralih menatap Neji yang telah pingsan karena sihirnya tadi, Naruto tampak sedikit menyesal karenanya.

"E.. Sepertinya aku terlalu berlebihan tebayyo.." batin Naruto.

Guy dan seluruh penonton tentunya, menelan ludah dan nyaris tak bisa bernafas melihat Neji yang terkapar tak berdaya diatas arena. Rasa takjub, takut sekaligus shock, itulah yang mereka rasakan, semuanya bercampur menjadi satu menjadi perasaan yang tak dapat diartikan.

Mengedipkan mata beberapa kali, Guy akhirnya tersadar dari shocknya tersebut dan kembali berteriak penuh semangat.

"Wow..! Ini dia.. Pertama kalinya dalam sejarah Konoha, seorang yang dulunya dianggap aib sekarang dapat kita saksikan membuat sang pewaris klan Hyuga terkapar tak berdaya... Sungguh luar biasa..! Ini pasti karena... SEMANGAT MASA MUDA YANG LUAR BIASA!"

"..."

"..."

PROK...PROK...PROK...

Dan kini terdengarlah suara tepukan para penonton dari podium Hidden Leaf Academy. Dan hal ini membuat Naruto membulatkan matanya tak percaya, tak pernah menyangka bahwa hal ini akhirnya terjadi. Dia kita hanya hinaan dancacian lah yang akan diterimanya setelah ini, tapi justru sebaliknya.

Tsunade berdiri dan ikut memberi tepuk tangan pada Naruto. Menatap penuh haru dengan mata berkaca kaca, tak mengira akhirnya hari ini datang juga, hari dimana Naruto dihargai penduduk desa Konoha.

"Naruto.. Akhirnya.. Akhirnya kau berhasil.." batin Tsunade dengan menangis haru dihatinya.

"Yosh... Akhirnya kau berhasil Narutoo!" Shikamaru meloncat kegirangan melihat kemenangan sahabatnya itu. Tak memperdulikan tatapan heran dari para penonton disekitarnya. Sedangkan Chouji tersenyum penuh kebanggan pada sosok bocah pirang tersebut.

Dan mulai hari ini, di Konoha tidak ada yang tidak kenal dengan nama Uzumaki Naruto.

•••••

Somewhere in the world

Duduk disebuah singgasana yang megah dan mewah adalah seorang pria berambut hitam panjang dengan bola mata merah darah yang memilki tiga tomoe didalamnya. Dibagian tubuhnya, dia mengenakan jubah biru gelap yang dibagian kerahnya setinggi bibir dengan motif kipas merah dan putih dipunggungnya.

Digenggamannya sebuah bola kristal yang menampilkan sosok Naruto tengah mengeluarkan Susano'o untuk melindungi dirinya.

Meneguk sake terakhir dicawannya, pria itu menyeringai bak iblis ketika melihat Naruto dengan berbagai kekuatan sihir miliknya.

"Jadi dia ramalan dibatu prasasti Uchiha memang benar ya...?" ujar Madara masih menyeringai menatap bola kristal tersebut.

"Apa kau yakin dia orangnya?" tiba tiba sosok aneh muncul dari dalam tanah. Kepalanya ditutupi semacam benda aneh berwarna hijau yang saling berkaitan. Tak lama kemudian benda aneh tersebut terbuka, menampakan rambut hijau dengan wajah separuh hitam dan separuh putih.

"Ya..aku yakin itu dia... Tak ada orang yang bisa menggunakan susano'o kecuali keturunan Uchiha dan sang pewaris Rikudou Sennin.."

"Baiklah... Jadi apa langkah selanjutnya...?" Zetsu kini telah berdiri disamping sosok Madara yang tengah menuang sake kecawan dan kembali meminum sake tersebut.

"Pertama.. Kita uji keyakinannya dulu... Setelah itu kekuatan yang dia miliki.. Dan kirimkan Obito untuk melakukannya..."

"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu.." sedetik setelahnya Zetsu kembali menghilang masuk kedalam tanah meninggalkan Madara yang kembali menyeringai dengan kedua mata berubah menjadi Eternal Mangekyou Sharingan berputar dengan liarnya.

"Ini baru dimulai.. Persiapkan dirimu Uzumaki Naruto!"

TBC

Hello readers! Gimana kabarnya? Sehat? Author harap pada sehat semua. Aminn...

Oh ya dan gimana pendapat readers mengenai chapter kali ini. Baguskah? Atau terlalu over action?

Dan ya author kembali minta maaf karena belum bisa jelasin flashback Naru sama Juubi. Tapi tenang next chap bakal bahas itu kok. Dan maaf kalau ada typo disana sini, mohon dimaafkan ya.. Hehe.

Dan ya author ucapkan thankyou very much bagi yang sudah mau read, fav, follow, and review this story. Dan author para readers gak bosen buat baca nih cerita.

Mind to Review?

Ok sekian

THANKS