Title : Eternal Snow
Cast : Lee Sungmin as Main
Cho Kyuhyun
Lee Donghae
Genre : Romance, Hurt
Summary : sungmin sang Eternal Snow yang tak pernah bisa dimengerti oleh sekitarnya akankah ia bisa menjadi mahkluk social yang normal ?
Chapter 2
Tak ada yang berubah dari hari ke hari kota seoul tetap di penuhi oleh masyarakat yang beraktifitas. Begitu pula di kampus SNU tetap di penuhi dengan berbagai mahasiswa dan juga mahasiswi yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Seolah kampus tersebut merupakan satu-satunya tempat yang dapat digunakan mahasiswa untuk berkumpul bersama.
Sebuah ruang kelas tampak sunyi, hanya ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang tampak sibuk dengan urusannya masing-masing. Kelas baru akan dimulai sekitar 15 menit lagi namun suasana kelas masih tampak lengang. Begitu pula dengan sang 'snow ' yang tampak duduk di bangkunya seraya mendengarkan music dari earphonenya seolah asyik dengan dunianya sendiri bahkan tanpa gumaman music, tampa ekspresi berarti, dan tanpa gerakan berarti yang mengikuti music. Hanya duduk, diam, datar, dan dingin. Seolah patung yang duduk dalam kelas.
Dengan pakaian kemeja berlengan panjang yang ditekuknya sebatas siku berwarna hitam, dipadu dengan jeans hitam, serta sepatu putih bergaris hitam dan dengan earphone hitam yang bertengger ditelinganya sungmin tampak begitu menawan namun terkesan kaku dan dingin pada saat yang bersamaan, entah gambaran bagaimana yang cocok untuk mendeskripkan sosok sang 'snow' di kelas ini.
Tak terasa waktu telah berlalu dan mahasiswa tampak memasuki kelas tersebut, kelas yang awalnya sepi dan lengang kini tampak penuh karena seluruh mahasiswa telah memasuki kelas tersebut begitu pula dengan sosok namja jangkung 'calon pemilik universitas' siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun. Namja itu tampak telah duduk di bangkunya dengan padangannya yang focus memperhatikan, Tidak, bukan PSP yang selalu ada di genggamannya yang ia perhatikan, ia tampak focus memperhatikan sang 'eternal snow' yang hanya duduk diam di bangkunya tanpa ekspresi dan tanpa kata, benar-benar dingin.
Pak Han tampak memasuki kelas, ia mengucapkan salam kepada seluruh mahasiswa di kelas itu. Setelahnya ia mulai untuk membuka buku yang ada di tangannya memulai pembelajaran pada hari itu.
" ah Sungmin-ssi, Kau di panggil ke ruang Dekan, maaf aku sempat lupa. " ucap Pak Han tiba-tiba.
"ah ne" jawabnya datar
" pergilah" ucap Pak Han.
Kyuhyun tampak memperhatikan sungmin yang langsung menuju pintu keluar menuju ruang Dekan. Kyuhyun tampak menyeringai ' pasti anak itu terjerat masalah, ah bagus sekali Cho Kyuhyun '. Namun tidak dengan mahasiswa yang lainnya yang tampak biasa saj, tidak ada ekspresi heran di wajah mereka karena ini bukan pertama kalinya sungmin di panggil, namun bahkan hampir setiap bulan selalu ada panggilan dari Dekan untuk Sungmin.
Pelajaran baru berjalan separuh waktu ketika tiba-tiba sungmin memohon ijin masuk kelas kepada pak Han. Iamasuk masih tanpa ekspresi, hal tersebut tentu saja membuat cho kyuhyun sang 'calon pemilik ' menjadi heran. 'bukankah anak itu harus bersedih dan angkat kaki dari kelas ini, ah sial apa yang terjadi pada anak itu' batin kyuhyun terus bertanya-tanya hingga tak menyadari bahwa pak Han tengah menyuruhnya untuk mengerjakan salah satu rumus kalkulus di depan. Entah apa yang di pikirkan kyuhyun kala itu, ia tampak tak focus mengerjakan namun dua menit kemudian ia telah selesai mengerjakan kemudian duduk di bangkunya kembali. Pak Han tampak menganggukan kepalanya,
"baiklah jawaban ini benar, jadi.." ucapan pak Han terpotong ketika sungmin mengangkat tangannya.
"iya sungmin-ssi ada yang ingin kau katakan ?" Tanya pak Han.
" ne, seongsangnim, kalau diperhatikan memang rumus tersebut benar namun untuk kategori soal tersebut bukankah kita harus mengintegralkannya terlebih dahulu seosangnim?" tanyanya dengan wajah datar.
Pak Han tampak melihat ulang papan tulis, ia tampak mengerutkan dahinya kemudian tampak membuka buku yang di bawanya dan menemukan note kecil di halaman bawah yang menyatakan apa yang sungmin katakan.
"ah iya anak-anak buka halam 517 dan lihat catatan kakinya disitu ada pengecualian , itu yang sungmin maksudkan. " ucap Pak Han.
Ucapan Pak Han tersebut membuat cho kyuhyun tampak menggeram dalam hati 'sial kau Lee Sungmin, kau membuatku tampak menyedihkan ' geram Cho Kyuhyun dalam hati. Kyuhyun memandang sungmin dengan sinis menahan amarah karena menurutnya sungmin telah berhasil membuat dirinya tampak menyedihkan di depan seluruh mahasiswa dan pak Han dan hal itu sudah terhitung sebanyak dua kali.
'awas kau'
Perkuliahan hari itu telah selesai, seluruh mahasiswa tampak meregangkan ototnya kemudian masing-masing sibuk dengan aktivitasnya untuk bersiap pulang kerumah masing-masing. Sungmin telah keluar kelas dan berjalan di koridor. Koridor yang awalnya ramai langsung terasa hening karena melihat sungmin yang lewat. Namun secara tiba-tiba cho kyuhyun menghadang sungmin. Seluruh mahasiswa yang ada di koridor tampak membelalakan matanya melihat ulah cho kyuhyun yang dengan berani menghadang jalan sang 'snow'. Tidak ada tatapan kaget maupun ucapan yang keluar dari bibir sungmin ia hanya diam dan menanti kyuhyun untuk berbicara.
"ya, Lee Sungmin apa maksudmu mempermalukan ku?" Tanya kyuhyun dengan menahan amarah
" aku tidak punya maksud" jawab sungmin dingin dengan tatapan datarnya.
"tidak punya maksud kau bilang? Siapa yang membuatku tampak menyedihkan karena ucapanmu itu Hah?"
" jika kau melihat paku yang akan melukai kakimu, apakah kau menginjaknya? "Tanya sungmin.
"demi Tuhan, kau bodoh sekali tentu saja aku akan membuang dan tidak menginjaknya Bodoh!" ucap kyuhyun marah
"itu yang kulakukan " ucap sungmin datar sembari meninggalkan koridor, meninggalkan cho Kyuhyun yang menggeram marah karena kalah telak dari ucapan sungmin. Sang serigala tampak bungkam dengan sang kelinci, sungguh ungkapan tersebut membuat Kyuhyun semakin geram terhadap sungmin. Apalagi kekalahan mutlaknya tadi disaksikan oleh seluruh mahasiswa yang ada di koridor kampus, hal tersebut tentu saja membuat kyuhyun semakin tampak menyedihkan di hadapan mereka.
"Sial" ucapnya.
Kyuhyun langsung meninggalkan koridor tersebut dengan amarah yang memunak ia tampak begitu emosi. Seluruh mahasiswa yang masih berada di koridor tersebut tampak berbisik-bisik menggosipkan kekalahan telak sang penguasa dihadapan sungmin sang salju yang terkenal amat sangat dingin terhadap siapapun. Kyuhyun yang telah emosi masih berjalan cepat meninggalkan koridor yang dianggapnya amat sangat terkutuk tersebut.
BRAK ….
Pintu terbanting dengan keras menyebabkan keterkejutan terhadap orang yang ada di dalamnya,
" Pak Tua, apa yang kau lakukan Hah?" ucap kyuhyun emosi.
" maksudmu Kyuhyun-ssi?
" kau tahu apa yang ku maksud pak tua!" uap kyuhyun penuh emosi
Kyuhyun tampak emosi berbicara dengan orang dihadapannya, ia merasa telah membuang-buang waktu berbicara dengan orang tersebut 'sialan kau Lee sungmin' geram kyuhyun dalam hati.
Kyuhyun tampak masih sangat emosi dengan kejadian hari ini, di tambah ia telah merasa harga dirinya telak di injak-injak oleh sungmin. Ingat kyuhyun, bukankah itu akibat kelakuanmu sendiri. Hmmm sepertinya kyuhyun merasa dirinyalah yang paling benar, sang penguasa yang selalu benar dan yang lain adalah pelayan yang wajib disalahkan. Oh Cho Kyuhyun ini bukanlah jaman kerajaan kuno yang harus selalu memandang sang penguasa sebagai Tuhan.
Kesialan Cho Kyuhyun tampaknya tidak berhenti sampai disini, hujan deras mengguyur kota seoul ketika dirinya hendak menuju ke arah mobil jemputannya, oh ayolah dia sang penguasa yang tidak akan pernah bisa terkena air hujan walau sedikit saja, bak drakula yang tak bisa terkena cahaya matahari. Berlebihankah? Memang tapi itulah kyuhyun yang menilai dirinya bak pangeran yang wajib di hormati siapapun.
Kyuhyun telah sampai ke dalam mobilnya tanpa terkena air hujan karena sang supir yang menyusul menggunakan payung di tangannya. Mobil kyuhyun melaju pelan membelah jalanan kota seoul karena kondisi yang hujan maka tak memungkinkan untuk melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi sehingga mobil kyuhyun melaju pelan. Kyuhyun tampak terdiam memandangi sekeliling jalanan melaui jendela kaca mobilnya. Matanya tampak menemukan focus yang menarik perhatiannya, the eternal snow tampak berjalan lurus di trotoar jalan tanpa mengenakan pelindung hujan menyebabkan seluruh tubuhnya basah oleh air hujan. Dengan seringainya kyuhyun memerintahkan sopirnya untuk melaju kencang di genangan air jalan sehingga menyebabkan tubuh sungmin terkena cipratan air ulah dari laju mobil kyuhyun. Mobil kyuhyun menepi jendela kacanya tampak terbuka memperlihatkan kepala kyuhyun yang tengah terenyum meremehkan ke arah sungmin.
" ini belum seberapa sungmin-ssi" ucapnya merendahkan.
Tak ada sahutan umpatan, tatapan kebencian ataupun emosi dari wajah sungmin hanya tatapan mata datar bahkan sungmin tidak menghentikan langkahnya dan terus berjalan melintasi mobil Kyuhyun dengan santai. Hal ini tentu saja membuat kyuhyun jengkel dan emosi melihat tingkah sungmin. Setidak ia ingin melihat ekspresi menyedihkan dari seorang eternal snow namun sayangnya hal tersebut tidak pernah terjadi kyuhyun-ssi butuh usaha yang lebih keras untuk mewujudkan hal tersebut.
Dan sinar mentari pun tak mampu mencairkan kokohnya salju abadi yang tegak berdiri.
" sial " ucap Kyuhyun geram.
TBC
Mianhae, jika FFnya jelek hehehe masih dalam tahap belajar. Mohon review dari pembaca semua karena review dari anda semua member inspirasi bagi saya untuk melanjutkan FF ini.
kamsahamnida
*bow*
untuk minoru, Miyu1905, MinNy Ming, MinPumpkins, HachiBabyMinnie dan teman-teman lainnya yang sudah support dengan mereview FF saya yang masih abal-abal ini, saya ucapkan terima kasih banyak,...
saya membuat karakter sungmin oppa menjadi sedingin es karena ada sesuatu alasan hehehehe#sok misterius... silahkan ditunggu kelanjutannya ya saya harap ada yang menunggu wkwkwkwk
