Title : Eternal Snow
Cast : Lee Sungmin as Main
Cho Kyuhyun
Lee Donghae
Genre : Romance, Hurt
Summary : sungmin sang Eternal Snow yang tak pernah bisa dimengerti oleh sekitarnya akankah ia bisa menjadi mahkluk social yang normal ?
Chapter 3
Hari itu Susana seoul national university masih tampak seperti biasanya tidak banyak yang berubah. Koridor kampus masih dipenuhi oleh mahasiswa dan mahasiswi yang tampak berbincang santai menunggu kelas perkuliahan mereka untuk dimulai. Koridor seperti merupakan temapat yang nyaman bagi seluruh mahasiswa antar angkatan maupun antar fakultas untuk bertemu, saling menyapa dan mengobrol ringan.
Pagi itu ada sedikit yang tampak berbeda dari hari biasanya. Jika biasanya sungmin tampak melangkah santai dengan baju satu helainya kini sang eternal snow tampak berjalan pelang dengan mengenakan jaket yang membungkus tubuhnya ia juga tampak mengenakan masker. Mata yang biasa memberi tatapan mata datar nan dingin itu kini tampak menatap sendu nan dingin member kesan yang amat mengintimidasi, namun hal yang membuat mahasiswa lainnya heran adalah kini sungmin tampak pucat dan berjalan pelan tak ada langkah tegap dan mantap. Langkah pelan dan terkesan menahan sakit justru membuat semua mahasiswa bermaksud untuk membantunya namun amat sangat takut untuk memulainya. Tatapan mata nan dingin itu masih ditakuti oleh seluruh mahasiswa di SNU. Hingga sungmin telah memasuki kelasnya, seluruh mata mahasiswa di koridor mengikuti arah yang sungmin tuju, setelah sungmin meninggalkan masuk ke dalam kelasnya barulah mahasiswa itu kembali dengan aktivitasnya yang semula.
Cho kyuhyun melangkah angkuh di dalam kelas, ' cih ada teroris rupanya di kelas ini' ucapnya angkuh. Semua mahasiswa paham jika yang dimaksud adalah sungmin namun mereka memilih diam dan enggan ikut campur masalah yang berkaitan dengan cho kyuhyun maupun sungmin, mereka takut untuk sekedar masuk dalam zona bahaya jika berada diantara cho kyuhyun sang penguasa angkuh dan tatapan mata nan dingin milik sang eternal snow.
Pak Kim tampak memasuki kelas untuk memulai perkuliahan pada hari itu hingga sungmin menginterupsi ucapan pak Kim. Oh meskipun dosen ini terkenal garang dan amat tidak bisa di bantah namun hamper seluruh dosen akan memberikan kesempatan sungmin untuk berbicara. Bukan, ini bukan sebuah perlakuan special dari dosen atas prestasi sungmin, entahlah namun sepertinya dosen pun tak berani berkomentar terhadapnya karena tatapan dan sikap digin sungmin seolah manusia tidak memiliki emosi dan perasaan. Hanya datar tanpa emosi.
"permisi pak, saya ijin ke HCC (health care centre)" ucapnya sembari berdiri
Pak kim hanya menganggukan kepala tak berkmentar apapun terhadap interupsi sungmin. Sepertinya dosen ini juga menyadari banhwa sungmin tampak berbeda dari biasanya. Sungmin meninggalkan kelas dengan pelan, sepasang mata Nampak memandangnya dengan tajam. 'dasar lemah' batin kyuhyun. Ia kemudian memfokuskan pandangannya kea rah papan tulis sebelum sebuah sepatu melayang kearahnya karena dosen Kim terkenal dengan ke sangarannya dalam mengajar. Jika ada magasiswa yang tampak tak mendengarkan penjelasannya.
Sungmin telah sampai di HCC ia langsung masuk ke dalam tanpa mengucapkan salam.
"sungmin-ssi, apa kau butuh sesuatu" Tanya suster penjaga
" sendiri" satu kata yang diucapkan sungmin mampu untuk membuat suster penjaga itu diam. Suster perawat tahu bahwa sungmin tidak ingin di ganggu saat ini.
Sungmin membaringkan tubuhnya di ranjang yang ada di ujung. Ruangan ini terdiri dari 3 bed yang dibatasi dengan kelambu tiap antar bed, dan sungmin memilih yang paling ujung.
Drrtt…Drrrt ….handphone sungmin terdengar mengusik tidurnya,
Oemma is Calling,….
Tulisan tersebut yang tertera di layar handphonenya namun hal itu tak dihiraukannya, ia meletakkan dan tidak menghiraukan suara getar handphonenya. Setelah bergetar selama tiga kali, handphone itu tak terdengar lagi. Sungmin telah memejamkan matanya, entah tidur atau hanya ingin mengistirahatkan matanya namun tampak setetes air mata meluncur dari mata indahnya. Tak ada satupun orang yang melihatnya pernah menitikan air mata. Tak ada. Dan sungmin sangat membenci air mata, ia tahu itu.
Tak terasa sungmin telah jatuh tertidur hingga sore hari, nampaknya ia kelelahan hingga tak menyadari bahwa dirinya telah tertidur selama lima jam lamanya.
"sungmin-ssi, ini sudah siang apakah kau tidak pulang?' hari sudah sore, 1 jam lagi ruangan ini di tutup" ucap suster penjaga.
"ne" ucapnya
Kemudian ia segera menurunkan tubuhnya dari bed dan meninggalkan ruangan tersebut dengan santai. Wajahnya sudah tak terlihat sepucat tadi pagi. Namun tatapan matanya tetap datar dan dingin tak ada perubahan sama sekali. Ia mengambil tasnya dalam kelas yang telah kosong, ia segera melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu sembari memasangkan earphone ditelinganya. Seolah tak ada hal lain yang ingin di dengarnya selain suara music yang di putarnya. Bahkan tak ada yang tahu lagu apa yang selalu di dengarkan sungmin selama ini.
Ia berjalan santai melewati pinggiran jalan menuju flatnya yang sederhana, tidak ia tidak pernah menggunakan kendaraan umum. Ia benci keramaian itulah yang ia yakini selama ini, meski ia harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 3 kilo meter setiap harinya namun hal itu tak menjadi masalah baginya. Entahlah ia masih kenal rasa takut atau tidak karena jalan yang sering dilewatinya kerap digunakan sebagai tempat berkumpulnya para pemabuk jalanan.
Ia terus melangkahkan kakinya melintasi pinggiran jalan, padahal didepannya tampak beberapa orang berpakaian preman yang sedang menghajar seseorang.
" cih, cepat serahkan uangmu atau kau memilih pulang dengan wujud mayat?" ucap seorang preman tersebut. Tampaknya ia adalah pimpinan kelompok preman itu.
Sungmin melihatnya, ia tak bertindak apapun bahkan ia juga tak berbalik arah, ia terus melanjutkan perjalanannya melintasi kelompok preman yang jika dilihat ada tiga orang. Ia berjalan santai, tidak menolong, tidak bertindak apapun hanya diam dan menatap lurus kedepan. Tampaknya urusan preman tersebut telah selesai dengan sang korban. Mereka berbalik arah dan menghadang sungmin yang berjalan santai.
" cih mahasiswa, serahkan uangmu" ucap ketua preman itu.
Jika dilihat secara teliti tampak ketua preman itu masih sangat muda mungkin seumuran dengan sungmin, dengan tatapan mata yang tajam menusuk dengan tubuh yang cukup tegap meski tidak tinggi namun memiliki charisma tersendiri, terlihat cukup tampan namun tertutup oleh segala atribut preman yang di kenakannnya.
"tak ada" ucap sungmin datar
" cih, berani kau terhadapku"
BUGH…..
Preman itu memukul rahang sungmin, tidak, sungmin tidak melawan ia hanya diam dan memandang datar ke arah preman itu.
"kau ingin meraakannya lagi bocah?" ucap sang preman.
Sungmin hany diam, tidak melawan dan juga tidak menjawab. Hingga
BUGH… BUGH.. BUGH
Sang preman terus menghujani sungmin dengan pukulan ke tubuhnya. Limbung? Tidak sungmin masih berdiri tegak tidak melawan. Ia tetap diam.
Hosh..hosh…
Tampak nafas sang preman memburu setelah menghajar sungmin yang tak jua menjawab ataupun menyerahkan uang hingga membuat ketua preman itu semakin geram terhadapnya. Saat sang preman hendak melayangkan pukulannya terhadap sungmin, tak di sangka sungmin membuka suara.
" sudah puas?' Tanya sungmin datar.
Sang preman tampak semakin geram terhadap sungmin ia hendak melayangkan pukulannya lagi terhadap sungmin namun di tahan oleh dua pria lainnya.
" sudahlah Hae-ah , tinggalkan dia" ucap salah satu preman yang menahan sang ketua preman.
Mereka menarik ketua preman untuk menjauh dari lokasi itu, karena sang korban alias sungmin tampak tidak terpengaruh dengan ancaman yang dilayangkan oleh mereka.
Sang ketua preman yang sekarang telah kita ketahui namanya, ya. Donghe, Lee Donghae lah yang menjadi ketua preman tersebut. Sosok pria muda yang sebenarnya cukup tampan namun tertutup oleh segala atribut preman yang di kenakannya.
"Sial" ucapnya
'bocah itu tak punya rasa takut rupanya, cih, kita lihat saja nanti.' Ucapnya dalam hati.
Entah di sadari atau tidak sebenarnya sepasang mata yang berada dalam sebuah mobil tampak puas melihat sungmin di hajar oleh sang preman.
'bagus' lirihnya.
Mobil itu segera meninggalkan area tersebut setelah melihat sungmin melanjutkan perjalanannya menuju flat sederhananya. Pasti kalian semua sudah tahu siapa yang ada dalam mobil tersebut, ya sang 'penguasa' Cho Kyuhyun lah yang ada di dalam mobil tersebut. Mobil tersebut melaju mengikuti preman yang meninggalkan sungmin dan menghadang jalan para preman tersebut dan turun dengan gaya angkuh dari dalam mobilnya.
" Berapa yang kalian butuhkan ?' Tanya kyuhyun angkuh terhadap pra preman tersebut.
" Apa maumu?" Tanya Donghae datar
" anak itu, buat ia menderita" ucap Kyuhyun dingin dengan tatapan menusuk.
" alasanmu?"
" Kau tak perlu tahu, cukup buat ia menderita maka aku akan memberikan berapapun yang kau minta." Jawab Kyuhyun
" Aku tidak tertarik" jawab donghae datar.
'sial, ternyata tidak mudah berurusan dengan preman ini' batin Kyuhyun.
"Baiklah, kalau kau tidak mau uang aku akan memberikan apapun yang kau mau setelah kau membuatnya menderita" kyuhyun mencoba bernegosiasi.
" Cium kakiku" ucap donghae dingin.
"Kurang ajar kau!" murka kyuhyun.
Ia langsung masuk ke mobilnya dan membanting pintu dengan kasar tanpa melihat ke belakang. Dan mobil itu pun melaju dengan kenjang meninggalkan kelompok preman itu.
'Cih sama saja, memuakkan' batin donghae
TBC
Annyong, saya datang bawa chap baru,…. Mian jika FF ini terkesan bertele-tele karena jujur saya masih belajar untuk menulis hehehe
Saya mohn review dari pembaca semua karena review dari kalian semua merupakan sumber inspirasi saya untuk melanjutkan tulisan ini.
Mian jika ada pembaca yang tidak suka karakter tokoh disini, hehehehe ini hanya hasil pemikiran dangkal dari saya. Selamat membaca.
Kamsahamnida *bow*
