Title : Eternal Snow
Cast : Lee Sungmin as Main
Cho Kyuhyun
Lee Donghae
Genre : Romance, Hurt
Summary : sungmin sang Eternal Snow yang tak pernah bisa dimengerti oleh sekitarnya akankah ia bisa menjadi mahkluk social yang normal ?
Chapter 5
Sudah dua hari berlalu setelah kejadian penyerempetan sungmin. Seluruh penghuni kelas Nampak sangat heran dengan keadaan absennya sungmin dari kelas perkuliahan selama sua hari tanpa keterangan. Oh meskipun sungmin terkenal amat dingin dan sangat acuh dengan sekitarnya, namun ia tak pernah membolos kuliah sekalipun. Biasanya jika sungmin tidak masuk kuliah maka akan ada surat pemberitahuan bahwa sungmin tengah mewakili kampus untuk mengikuti olimpiade. Bukan. Bukan olimpiade matematika, fisika, atau mata kuliah lainya namun olimpiade 'martial arts atau lebih terkenal dengan sebutan Olympic.
Sungmin memang pintar namun bukan kategori mahasiswa yang jenius. Ia adalah kategori siswa yang teliti sehingga seluruh pekerjaannya hampir selalu akurat. Hal ini lah yang membuatnya tidak pernah mendapatkan nilai buruk. Namun , masih banyak pula mahasiswa yang memiliki nilai di atasnya.
Berita tidak masuknya sungmin selama dua hari ini tentu dengan cepat menyebar ke seluruh penghuni kampus. Sangat mengherankan sekali karena sungminsiswa yang terkenal dingin tersebut tidak masuk kuliah tanpa keterangan. Sementara banyak mahasiswa yang mengkhawatirkan sungmin, di bangku paling depan tampak Cho Kyuhyun tersenyum tipis. Ia merasa sangat senang karena saingan yang menurutnya menyebalkan tersebut tidak mengganggu pemandangan matanya hari ini.
'Apakah Sungmin oppa baik-baik saja?'
' ah, apa dia sakit?'
' sungmin oppa tak pernah memiliki teman. Bagaimana kalau ia sakit?'
' ku dengar ia tinggal sendiri, bagaimana jika ia sakit?
Samar-samar kyuhyun mendengar suara para mahasiswi yang menggosipkan perihal tidak masuknya sungmin ke kampus. Entah di sadari atau tidak ia mulai memikirkan keadaan saingannya tersebut.
'apa anak itu bisa sakit'?
'kenapa kau menabraknya kemarin ah,… paboya Cho Kyuhyun' batin kyuhyun frustasi dengan segala pemikirannya.
Oh ternyata pelaku penyerempetan sungmin kearin tidak lain dan tidak bukan adalah Cho Kyuhyun. Nampaknya kebencian kyuhyun terhdap sungmin sudah sangat dalam sehingga menyebabkan seorang Cho Kyuhyun rela melakukan tindakan criminal untuk menyerempet seseorang yaitu sungmin dan tidak bertanggung jawab terhadapnya.
Secara tidak disadari dari awal perkuliahan sampai saat ini tampak Cho Kyuhyun beberapa kali menoleh ke belakang memperhatikan bangku kosong yang biasanya diduduki oleh sungmin kini tampak kosong semenjak dua hari yang lalu karena sang pemilik bangku tidak menampakan batang hidungnya setelah insiden penyerempetan yang dilakukan oleh Cho Kyuhyun sendiri.
Sementara Cho kyuhyun masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Sang preman alias Lee Donghae tampak sibuk mondar-mandir di depan gerbang Seoul National University, tampaknya ia sedang menunggu seseorang. Dandanannya pun tak nampak menyeramkan, agaknya ia telah mengurangi beberapa atribut preman yang biasa dikenakannya. Ia terus mondar- mandir disana hingga meyebabkan beberapa orang di sekitarnya agak merasa terganggu karena meihat orang yang terus berjalan bolak-balik dan menurut mereka hal tersebut sangat tidak berguna.
Setelah lama bergulat dengan pikirannya akhirnya ia melangkahkan kaki menjauh dari kawasan itu. Ia melangkahkan kakinya kea rah dua hari lalu ketika ia sedang mengikuti sang calon *batal* mangsanya. Tanpa terasa setengah jam kemudian ia telah sampai di kawasan flat sederhana tempat tinggal sungmin.
Ia masih diam di kawasan itu, masih ragu antara memilih mengetuk pintu yang tertutup tersebut ataukah tidak. Sementara ia bergelut dengan pikirannya seorang ajhuma tampak keluar dari pintu flat di samping flat sungmin.
" ah kau teman mahasiswa penghuni flat ini? " Tanya sang ajhuma.
" ah…. " donghae tampak mengerutkan alisnya kemudian " ne…. ajhuma, apakah ia ada? " tanyanya.
" sejak dua hari yang lalu tampaknya ia tak berangkat kuliah,… ia terlalu tertutup sehingga kami sebagai tetangga tak terlalu mengenalnya. " jawab sang ajhuma.
" padahal anak itu sangat manis kalau saja ia mau bersikap ramah… hah,. Memang tak ada yang sempurna di dunia ini " lanjut ajhuma itu kemudian.
"…." Donghae tak menjawab, dalam hati ia membenarkan ucapan ajhuma tersebut.
" baiklah anak muda ,.. aku harus pergi"
" ah ne ajhuma,.. gamsahamnida" jawab donghae.
Setelah berdiam diri dan tidak melakukan apapun akhirnya ia memilih untuk mengetuk pintu.
Tok…tok..
Masih tak ada sahutan dari dalam.
Tok … tok…. Tok ..ia mengetuk lebih keras hingga akhirnya terdengar langkah kaki ringan dari dalam flat menuju ke arah pintu.
Ceklek…
Pintu terbuka menampakan wajah putih pucat sang pemilik yaitu Lee Sungmin, wajah yang biasanya terlihat dingin dan datar namun segar tersebut kini tampak pucat dan tidak merona, tidak ada tatapan dingin hanya ada tatapan lelah dari sang pemilik.
" Kau,.. apa yang kau inginkan?' Tanya sungmin datar
" apakah sikap tuan rumah yang baik seperti itu?' balas Donghae
Sungmin memundurkan tubuhnya membuka pintu lebih lebar agar sang tamu dapat masuk ke dalam flatnya yang sederhana. Donghae melangkahkan kakinya masuk menuju ruang tamu flat sungmin. Flat tersebut sangat sederhana tidak banyak perabotan di dalamnya hanya perabotan seperlunya saja. Bahkan dinding flat tersebut tak memajang satupun foto, benar-benar sangat simple dan terkesan dingin seperti penghuninya.
Donghae masuk kemudian duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu, setelahnya tampak sungmin menutup pintu flatnya.
" apa maumu" Tanya sungmin
" melihatmu" jawab donghae
" pulanglah, bukankah sudah melihatku? Dan kurasa kau tahu letak pintu keluar Tuan… preman" sungmin menggantungkan jawabanya karena tak mengetahui nama asli dari tamunya tersebut.
Donghae yang mengetahuinya segera menjawab.
" Donghae, sungmin-ssi bukan tuan preman,… bukankah aku sudah mengatakannya kepadamu dua hari yang lalu.
" sungmin tampak tak menjawab, ia merasakan pusing yang menderanya, seolah dunianya berputar. Namun ia tidak ingin terlihat lemah dihadapan siapapun. Ia menguatkan tubuhnya untuk tetap berdiri.
" pulanglah" ucap sungmin datar, namun baru beberapa langkah ia tampak limbung. Ia merasakan tubuhnya seperti melyang hendak menghantam tanah namun untunglah sebelum sampai jatuh tubuhnya telah di topang oleh donghae. Dan semuanya menggelap di mata sungmin. Ia kehilangan kesadarannya.
Donghae tampak bingung, ia tak tahu apa yang harus dilakukannya.
" Ya, sungmin-ah bangun….. hey….. ya.. jangan pingsan seperti ini" teriak donghae untuk membangunkan orang yang ada di pelukannya tersebut, ia tampak gusar dan sekali-kali menepuk pipi sungmin agar bangun. Namun, tidak ada reaksi apapun dari sungmin. Setelahnya donghae seger menggendong tubuh sungmin ala bridal style. Untunglah donghae adalah bekas atau masih bisa disebut preman sehingga ia tak terlalu kesulitan mengangkat tubuh berisi otot milik sungmin. Oh bagaimanapun juga sungmin adalah seorang atlet martial arts. Sudah pasti tubuhnya berotot.
Beruntunglah donghae, kawasan itu terletak dekat dengan jalan raya sehingga tak susah baginya untuk menghentikan sebuah taksi dan melaju menuju rumah sakit .
" Seoul International Hospital. Pak" ucapnya kepada sang sopir taxi.
Setelah sampai di rumah sakit sungmin segera di masukan ke ICU dan di beri pertolngan. Satu jam telah berlalu namun tampaknya dokter masih belum keluar dari ruang ICU. Hal ini membuat donghae tampak semakin gusar.
' kenapa aku peduli pada anak itu?' argh…. Molla …' batin donghae. Tak lama kemudian pintu ICU tampak terbuka.
" bagaimana keadaan teman saya Dok?'
" anda teman pasien? "Tanya sang dokter.
Donghae mendengus,…' bukankah ia tadi sudah mengatakannya ' batin donghae geram.
"ne, bagaimana keadaanya dok?" jawabnya
" kondisi pasien masih belum stabil. Tampaknya pasien memiliki beberapa luka lebam ditubuhnya seperti bekas terbentur benda keras dan ada beberapa luka yang terlambat diobati. Hal ini menyebabkan kondisi daya tahan tubuh pasien melemah hingga tak stabil."
" apakah ia sudah sadar Dok?' Tanya donghae.
" pasien belum sadar karena pengaruh obat, mungkin 24 jam lagi pasien dapat sadar. Saya mohon hubungi keluarganya. Sepertinya ia memiliki anemia, selain itu tolong anda urus dahulu biaya administrasinya karena pasien akan segera di pindahkan ke ruang rawat inap" jelas sang dokter.
'bagaimana aku menghubungi keluarganya? Bahkan aku baru mengenalnya' batin donghae nelangsa.
Donghae segera melangkahkan kakinya untuk menuju ruang administrasi. Ia bermaksud membayar administrasi rumah sakit sungmin, namun matanya membelalak tak percaya mengetahui jumlah yang harus di bayarkannya. 1.000.000 won. Tentu saja jumlah ini sangat banyak dan tak dimilikinya apalagi kini ia hanya seorang preman biasa.
Ia mengambil ponselnya dan menghubungi kedua teman lainnya. Namun memang jumlah uang yang disebutkan donghae sangat besar sehingga kedua temannya pun tak mampu member pinjaman uang sebanyak itu.
" tuan jika tidak segera dilunasi maka pasien belum bisa dipindahkan ke ruang rawat inap tuan, ucap suster penjaga ruang administrasi.
" ne, suster.. saya akan kembali lagi setelah ini" jawabnya.
'tidak ada cara lain' batin donghae menatap kosong ke depan.
TBC.
gomawo buat semua pembaca yang mereview FF ini maaf jika ceritanya bertle-tele hehehe
saya mohon review untuk chap-chap selanjutnya ya,..
review teman semua menentukan kecepatan saya dalam mengupdate FF ini
kamsahamnida
*bow*
balasan review
untuk chingu yang review pakai kontak resmi saya sudah membalasnya via PM hehehehe #plak, jangan bosan me review ne...
gomawo buat , Miyu1905, princess pumkins ELF, sitapumkinelf, minoru, paprikapumkin, miss park, minny ming, minpumkins, Hachybaby Minnie yang udah mereview FF abal dari saya,... hehehe jangan bosan untuk mereview ya...
amalia orang tua sungmin ngumpet bareng saya #plak... hehehehe orang tua sungmin bakalan muncul kok chingu ditunggu saja, mungkin keretanya lagi macet dijalan #plak...
hehehehe gomawo udah review jangan bosan ne
Dyna ne annyong,... hehehe untuk masalah pair bener2 belum saya tentukan hehehe masih mengira2 bagusan kau HaeMin atau KyuMin hehehehe mungkin bakal saya vote nantinya hehehehehe gomawo, jangan bosan membaca ne...
minpumkins hehehe ne gomawo chingu-ya... jangan bosan membaca ne... gomawo udah review... jangan bosan review ne hehehe
