Title : Eternal Snow
Cast : Lee Sungmin as Main
Cho Kyuhyun
Lee Donghae
Genre : Romance, Hurt
Summary : Sungmin sang Eternal Snow yang tak pernah bisa dimengerti oleh sekitarnya akankah ia bisa menjadi mahkluk social yang normal ?
Chapter 8
Kyuhyun tampak melajukan mobilnya menuju ke apartemen mewahnya dengan kecepatan yang tingggi. Setelahnya ia langsung masuk menuju ke apartemennya setelah menekan kode keamanan yang ada di pintu apartemennya. Apartemen itu namapak kosong karena hanya kyuhyun seorang diri yang menempatinya. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
" Cari tahu siapa itu nyonya Jung" ucapnya entah kepada siapa.
Ia membaringkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang tamu partemen itu. Ia nampak memijit kepalanya yang entah kenapa merasa pusing.
'Ada apa dengan kepalaku?'
ARGHHHH
'Kenapa wajah manusia es itu yang selalu muncul? ' hah ia menghela nafasnya tak habis pikir dengan dirinya sendiri. Kenapa ia bisa membayangkan wajah musuhnya tersebut.
'Aku pasti sudah gila'
"Lebih baik aku tidur saja" lirihnya sambil memejamkan matanya.
Sementara itu, donghae tampak berjalan memasuki rumahnya.
"Aku pulang" ucapnya.
"Kau sudah pulang Hae-ah?" ucap sang appa.
"Ne,.. appa"
"…"
Tak ada percakapan diantara mereka. Tuan Lee masih sibuk membaca buku di sofa dan Donghae duduk diam di depannya.
" Appa…" ucap Donghae ragu
" Hmmm" jawab tuan Lee.
" Appa mengenal Keluarga Jung pemilik Jung Corporation?" tanyanya ragu.
" Jung Yunho, maksudmu?"
" Entahlah appa, aku tak tahu namanya, tapi mungkin memang dia" jawab Donghae.
" Ne.. appa mengenal mereka. Ada apa? Apa kau menyukai anaknya?" tanya tuan Lee.
" Ani appa, …anak? Siapa nama anaknya appa?"
" Jessica, Jung Jessica" ucap tuan Lee
" Apa mereka tak punya anak yang lain appa?'
" Ani, hanya Jessica " jawab tuan Lee datar.
'Ini aneh' batin Donghae.
" Siapa nama nyonya Jung Appa?"
" Nyonya Jung? Kenapa kau begitu tertarik Donghae-ah?" tuan Lee tampak mengerutkan dahinya.
" Ani appa hanya ingin tahu, sepertinya tadi aku bertemu dengannya ". Ucap donghae ragu.
" Hmmm,… nyonya Jung yang pertama bernama Jung Ahra, oemma kandung dari Jessica, ia meninggal 7 tahun yang lalu. Kemudian tuan Jung menikah lagi dengan janda yang katanya teman lamanya."
" Namanya siapa, appa?"
" Jung…. Jae.. jong kalau tak salah." Ucap tuan Lee ragu.
" Ah ne… gomawo appa, aku ke kamar dulu"
Donghae tampak masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan dirinya di kasur empuknya. Pandangan matanya tampak menerawang.
' Mungkinkah Sungmin anak dari nyonya Jung sebelum menikah dengan tuan Jung?' ah Molla' batin Donghae.
Ia tampak mengacak rambutnya, frustasi. ' kenapa aku peduli pada anak itu?'
'Matanya benar-benar indah, andai saja tak sedingin itu' batin donghae.
Ia nampak lelah dan menyamankan posisi bantalnya kemudian tertidur dengan lelap karena kelelahan. Baginya memikirkan kejadian yang baru dilihatnya membuatnya frustasi. Ia butuh mengistirahatkan tubuh dan fikirannya.
Keesokan harinya…
Donghae tampak keluar dari taxi. Ia tak ingin sungmin mengetahui bahwa dirinya selama ini kabur dari rumah. Ia memutuskan untuk tetap berpakaian layaknya preman meskipun atribut kepremanan yang dipakainya sudah tidak sebanyak dulu. Ia menuju ke lantai dua tempat sungmin di rawat. Namun alangkah kagetnya ia ketika melihat ruangan itu telah kosong. Tampak sang suster membereskan bed yang selama ini digunakan sungmin.
"Suster, pasien yang menempati ruangan ini ada dimana sus?" tanya Donghae gusar.
"Pasien baru saja keluar tuan." Ucap sang suster.
"Ah, sial" Donghae mendecih. Ia segera berlari keluar dari ruangan itu dan berlari menuju ke jalan utama dan memberhentikan taksi yang lewat disana. Secara tak sengaja dari arah berlawanan tampak Kyuhyun mengendarai mobilnya, ia nampak heran melihat Donghae berlari keluar dari rumah sakit. Tanpa pikir panjang Kyuhyun segera membanting setir berbalik arah mengikuti taksi yang membawa Donghae.
'Kau kemana sungmin-ah?' batin Donghae
Taksi terus melaju menuju flat sederhana sungmin. Donghae segera turun dari taksi dan berlari menuju pintu flat sungmin. Berkali-kali Donghae mengetuk pintunya namun tak ada jawaban. Donghae mencoba membukanya namun tampaknya pintu itu masih terkunci.
'Sial' Lirih Donghae.
Disisi lain, Kyuhyun nampak tetap memperhatikan Donghae dari dalam moilnya. Ia tak berniat untuk menemui Donghae. Donghae melangkah gontai meninggalkan area Flat Sungmin, otaknya berpikir keras untuk menemukan keberadaan sungmin saat ini.
'Apa yang terjadi?' Batin Kyuhyun bertanya-tanya.
"Appa" ucapnya tiba-tiba. Seperti menemukan sebuah pencerahan Donghae segera mengambil ponselnya.
"Yoboseo, Appa"
"Ada apa Hae-ah?" jawab suara di seberang.
"Appa aku membutuhkan kontak ke kediaman Jung, apakah appa memilikinya?"
"Ne, untuk apa kau menghubungi mereka?"
"Ada sesuatu yang harus kulakukan appa, nanti akan ku jelaskan"
"Baiklah, aku akan mengirimnya"
PIP
Sambungan telepon segera tertutup. Tak lama kemudian,
Drrt…drrttt Hp Donghae berbunyi
1 message Received
From : Appa
'+…xxxxx51'
Donghae segera menghubungi nomor tersebut. Terdengar di seberang bunyi tut…tut... tut
"Ku mohon, cepat angkat" ucap Donghae.
"Yoboseo"
"Ne yoboseo, annyong haseyo, apakah benar ini rumah keluarga Jung?"
"Ne, anda siapa?"
"Saya Donghae, bisakah berbicara dengan nyonya Jung?"
"Ne saya sendiri, ada apa nak Hae?'
"Ajhuma, apakah ajhuma tahu tempat sungmin biasa menghabiskan waktunya?"
"Ada apa nak? Minnie, kenapa?" suara nyonya Jung terdengar gusar.
"Gwenchana nyonya, saya hanya ingin menemuinya" jawab donghae untuk menenangkan nyonya Jung.
" Apa Minnie sudah keluar dari rumah sakit nak?"
" Ne ajhuma, apakah ajhuma tahu tempat favorit Sungmin?"
" Kalau di Seoul, ajhuma tidak tahu nak. Tapi jika ia di daegu maka biasanya ia pasti mengunjungi pemakaman umum dan pergi ke taman di tengah kota" ucap nyonya Jung.
"Ne, Gomawo ajhuma."
PIP.
Sambungan terputus.
Donghae segera berlari menuju ke jalan utama dan memberhentikan Taksi. Setelahnya ia langsung masuk ke dalamnya. " Pemakaman umum Daegu pak" ucapnya pada sopir taksi.
Selama perjalanan Donghae hanya berdiam diri, ia memutar otaknya untuk mengaitkan seluruh kejadian yang ada di hadapannya saat ini. Semakin ia memikirkannya ia merasa semakin rumit. Pikirannya yang kacau membuatnya tak menyadari bahwa dirinya tengah diikuti oleh Kyuhyun dari belakang.
Dua jam kemudian taksi itu berhenti di depan gerbang pemakaman umum di wilayah daegu. Donghae tampak ragu untuk memasukinya. Entahlah , aura pemakaman membuatnya sedikit bergetar. (-_-) *Siang hari kan gak ada hantu, cak Hae #plak Penulis dilempar naskah sama Donghae*
Donghae : " Penulis sarap, yang nyuruh takut siapa coba" *Deathglare
Kyuhyun : " Bilang aja takut beneran " *Diem gara-gara di deathglare sama Donghae.
Sungmin : " Woi… balik ke cerita, nie Scene Gueeee"
Ok balik ke cerita.
Donghae akhirnya masuk ke dalam area pemakaman yang begitu luas itu. Matanya mengedar ke sekitar untuk menemukan orang yang dicarinya. Setelah memfokuskan pandangannya, ia dapat melihatnya , sungmin sedang berdiri di depan sebuah makam , tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Kuhyun tak mau kalah, ia mengikuti Donghae diam-diam.
Donghae berhenti agak jauh dari tempat sungmin berdiri, sementara kyuhyun memilih bersembunyi di balik pohon yang ada di sana. Meski samar donghae masih dapat mendengar ucapan sungmin.
" Kau pengecut" ucap sungmin ke arah nisan itu.
'Makam siapa itu?' batin Donghae dan Kyuhyun.
'Apa mungkin itu makam apanya?' batin Donghae bertanya-tanya. Sementara itu Kyuhyun hanya memandangi dari jauh. Ia masih belum memiliki kepercayaan diri untuk bertemu dengan musuhnya tersebut.
'Apa sebenarnya hubungan Sooman dengan sungmin? Siapa orang yang ada di makam itu?'
" apakah kau pantas di sebut Appa?"
' Benarkah itu makam appa Sungmin?' batin Donghae bertanya-tanya.
" Kau bilang, kau yang terhebat. Kenapa kau menyerah?"
" Kau bodoh"
" Sangat Bodoh"
" Aku membencimu"
Sungmin mengucapkan kata-kata itu dengan cukup keras, sehingga membuat Donghae dapat mendengarkan semuanya. Bahu sungmin nampak bergetar. Ya, sang eternal snow kini harus mengakui ia telah kalah dengan tetesan airmatanya. Setelah cukup lama menangis, akhirnya ia mampu mengendalikan diri dan mengusap kasar airmatanya. sungmin terdiam.
" Boghosipo" lirihnya.
Sungmin bermaksud pergi dari area pemakaman itu, ia berbalik namun cukup terkejut melihat Donghae ada di belakangnya. Namun keterkejutannya tersebut tak berlangsung lama, hanya sepersekian detik. Sungmin memasang wajah datar dan dinginnya kembali.
Donghae tampak melangkah mendekati sungmin.
"Apa maumu?' tanya sungmin menusuk.
"…"
Donghae tak menjawab, ia terus melangkahkan kakinya mendekat ke arah sungmin.
Ia mengusap air mata di pipi sungmin , " Mata indah ini tak boleh menangis, yang cocok adalah senyuman bukan tangisan" ucap Donghae seraya menghapus jejak air mata yang ada di pipi sungmin.
" Kau mau apa?" tanya sugmin menusuk setelah menepis tangan Donghae yang membersihkan jejak airmatanya.
" Aku hanya ingin menemanimu" ucap Donghae santai.
" Pergilah, aku tak ingin kau temani. Gomawo atas kebaikanmu membawaku ke rumah sakit. Biayanya akan segera ku ganti" ucap sungmin seraya meninggalkan area pemakaman itu. Datar dan dingin, masih tetap seperti karakter sungmin yang tampak seperti hari-hari biasanya.
Donghae tetap mengikuti sungmin, namun ia hanya berjalan santai karena yakin bahwa tujuan untam sungmin saat ini adalah taman di tengah kota.
' Kau cantik jika tersenyum, sungmin-ah' batin Donghae.
Sementara itu di pemakaman, Kyuhyun keluar dari tempat persembunyiannya setelah memastikan bahwa sungmin dan Donghae telah meninggalkan area pemakaman. Ia berjelan menuju ke arah makam yang tadi di kunjungi Sungmin. Kyuhyun tampak membelalak melihat nisan di hadapannya saat ini. Pada nisan tersebut tertulis
RIP
Kim Youngwon
Born 02 10 1968
Dead 05 09 2007
Lee Sungmin
Jung Jaejong
Kim Youngwon
Lee Sooman
'Apa hubungan mereka?'
' Siapa dirimu sebenarnya sungmin-ah?'
TBC
hehe mian saya baru bisa update, mian buat yang review belum bisa saya balas ya karena saya sedang agak sibuk #plak dengan hutang makalah.
hehehe review akan saya balas di Chap depan hehehe
gomawo chingu, jangan lupa review ne
mian chap ini pendek
kamsahamnida
*bow*
