Title : Eternal Snow
Cast : Lee Sungmin as Main
Cho Kyuhyun
Lee Donghae
Genre : Romance, Hurt
Summary : sungmin sang Eternal Snow yang tak pernah bisa dimengerti oleh sekitarnya akankah ia bisa menjadi mahkluk social yang normal ?
Chapter 9
Donghae berjalan santai di belakang sungmin. Ia sama sekali tak nampak seperti seorang stalker, ia hanya berjala sambil melihat pemandangan yang ada di sekitarnya. Sungmin masih berjalan lurus ke depan. Ia menyadari jika Donghe tengah mengikutinya namun ia tak ambil pusing dengan ulah Donghae yang sengaja mengikutinya. Ia tetap meneruskan langkahnya menuju tempat favorit sebelum sebuah peristiwa yang mengerikan baginya terjadi. Tak ada senyuman di wajahnya kala melihat lahan luas di hadapannya, hanya tatapan mata datar dan dingin yang nampak. Namun, jika diperhatikan lebih detail nampak gurat kesedihan, rindu dan kebencian yang bercampur menjadi satu dalam tatapan mata datar itu. Hanya sedikit, sangat sedikit.
Sungmin masih berdiri terdiam melihat hamparan luas taman yang ada di hadapannya saat ini.
"Ah,…. Taman ini luas sekali…. Menyenangkan" ucap Donghae dengan berbinar-binar. Seperti anak TK yang baru diajak berlibur ke taman pertama kalinya. Oh sungguh tak sadarkan dirinya bahwa ulahnya tersebut membuat tatapan mata orang yang ada disekitarnya menjadi bergidik ngeri.
'preman ini sudah tidak waras' batin orang yang berlalu lalang di sekitar taman itu.
Coba saja kau bayangkan jika melihat seorang namja dewasa yang berpakaian preman tengan berlari-lari dengan tatapan mata yang berbinar-binar ada dihadapanmu. Sungguh belum pernah terjadi selama ini. Kemanakah jiwa kepremanan sang pangeran ikan ini? #plakkk
"Hiks…. Hikss…" tangis seorang anak gadis kecil yang berada di taman itu.
Tangisan anak itu sedikit menarik perhatian Sungmin. Donghae yang melihat anak it uterus menangis akhirnya mencoba mendekati anak itu bermaksud untuk menenangkannya. Namun, belum sempat Donghae bertanya keppada sang anak, anak tersebut malah semakin menambah volume tangisannya. Membuat berpasang-pasang mata menatap tajam pada Donghae.
" Hueeee… oemma,… ada ajhuci celam…. Oemma hueeee" tangisan anak itu semakin menjadi-jadi melihat Donghae yang mendekat ke arahnya.
'Ajhusi seram?' what the hell, sang pangeran ikan #plakk sang preman tampan alias Donghae tampak sangat gemas dengan sebutan polos anak kecil di hadapannya untuk dirinya. 'oh dunia sudah terbalik' batin Donghae ' wajahku yang tampan di katakana seram'
Kata-kata polos anak tersebut memunculkan urat-urat geran di dahi donghae. Namun karena tangisan anak tersebut tidak kunjung mereda membuat donghae mengurungkan niatnya untuk memarahi gadis kecil mengacak rambutnya frustasi karena bingung harus berbuat apa untuk menghentikan tangis anak kecil tersebut.
" Kau menakutinya PABBO!"
Sebuah suara yang amat familiar di telinga Donghae. Namun, ia masih urung percaya bahwa suara tersebut berasal dari namja es yang saat ini sedang diikutinya.
Setelah menolehkan kepalanya ke belakang, ia baru benar-benar yakin bahwa suara itu milik namja es yang tengah diikutinya yaitu sungmin. Oh seandainya saja namja itu bukan sungmin maka mungkin saat ini donghae tengah menguburnya hidup-hidup. Namun beruntunglah karena namja itu adalah sungmin sehingga donghae mengurungkan niatnya. Ia sedikit mundur kebelakang dari hadapan anak kecil tersebut.
" Ada apa anak manis?" tanya sungmin sambil menjongkokkan badannya di hadapan anak kecil itu.
" Balonku pelgi oppa, ia telbang kesana" tunjuk gadis itu pada sebuah pohon yang cukup tinggi . tampak balon berwarna ungu menangkut di daun-daun rimbun pohon itu.
"Aku ingin balonku oppa?" ucapnya memelas.
Rasanya donghae ingin menceburkan dirinya ke kolam terdekat #plak ke laut akibat ucapan polos gadis kecil di hadapannya saat ini. Wajahnya yang tampan dipanggil ajhusi seram sementara sungmin yang notabene seumuran dengannya di panggil oppa. Kalau saja tidak ada sungmin di tempat itu mungkin anak itu akan terancam nyawanya #lebay (-_-)
" Ne kita ambil balonmu ne,…. Ayo ikut oppa" ucap sungmin pada sang anak kecil. Sungmin berbicara dengan sangat lembut dan di sertai dengan sebuah senyuman yang manis. Oh sungguh tingkah laku sungmin tampaknya membuat seseorang tampak meraba jantungnya yang entah mengapa tina-tiba menjadi berdetak kencang.
DEG..DEG..DEG..
Bunyi jantung donghae kian kencang menghantarkan darah ke seluruh bagian di tubuhnya.
'Cantik'
=-90 Bial ajhuci celam caja yang mengambilnya oppa" ucap sang anak polos membuyarkan lamunan Donghae. Oh sungguh donghae ingin sekli mengutuk anak tersebut jika ia bisa.
" Ne biar ajhusi ambilkan ne " ucap donghae kepada sang anak. Oh ingin sekali donghae mengutuk mulutnya sendiri yang mengucapkan kata tersebut.
Akhirnya ketiga orang itu menuju kea rah pohon tempat tersangukutnya balon itu. Donghae meneguk ludahnya, ia menddak kelu melihat tinggi pohon yang ada di hadapannya saat ini. Ia hanya terdiam di sana selama beberapa menit menatap kaku kea rah pohon.
" Ajhuci, cepat ambilkan balonku" ucap sang anak menuntut.
" N-ne.. " ucap donghae kaku. Oh meskipun ia sudah terbiasa dengan perkelahian namun memanjat pohon adalah satu hal yang belum pernah di cobanya selama ia hidup. ( dalam FF ini lho ya, aslinya saya kagak tahu wkwkwkwk)
Donghae meneguk ludahnya kaku, ia menoleh pada sungmin yang masih diam sambil menggendong anak kecil tersebut.
'Begitu cantik' batinnya
" Apakah kau mau melihatku atau mengambilkan balon anak ini? " tanya sungmin datar kepada Donghae.
"…"
Donghae tidak menjawab apapun. Ia kemudin mulai memanjat pohon itu, cukup aneh memang melihat cara donghae memanjat. Namun , karena ini adalah pengalaman pertamanya maka mari kita memberinya apresiasi.
Donghae telah sampai pada dahan pohon tertinggi tempat dimana balon itu menyangkut, dengan usaha yang keras donghae menempelkan badannya di dahan pohon tersebut untuk dapat menjangkau letak balon itu berada. Akhirnya setelah mencoba beberapa kali meraih balon itu akhirnya donghae dapat meraihnya. Donghae tersenyum.
' Aku hebat' batin donghae narsis.
" Lihat ajhusi hebat kan, kau harus memanggilku ajhusi tampan anak manis" ucap Donghae masih bertengger? diatas pohon.
"Chileooooo…' ucap sang anak.
" Arraso, ajhusi bisa menerbangkan balon ini." Ucap donghae menakuti sang anak kecil.
" andweee,…allaso ajuci tampan" ucap sang anak.
Donghae mulai turun dari pohon tersebut secara perlahan. Namun mungkin karena ini pengalaman pertamanya maka ia terpeleset sehingga tubuhnya jatuh di semak-semak bawah pohon itu.
DOR
Balon itupun meletus saat terjun bebas bersama Donghae.
" Hueeeeee, oppa ajhuci celam membuat balonku meletut hueeee" tangis anak itu.
Donghae yang mendengarnya segera bangkit dari posisi jatuhnya tadi.
" Mianhae, ajhusi tidak sengaja." Ucap donghae menyesal.
"Bodoh" Lirih sungmin.
" Cha… adik kecil mari kita beli balon baru untukmu ne…." ucap sungmin sambil tersenyum.
Anak kecil itupun berhenti menangis dan memeluk leher sungmin. Mereka berdua pergi dari sana dan menuju penjual balon yang ada di dekat taman tersebut. Sementara itu, Donghae hanya mengikuti keduanya dalam diam.
' Aku juga ingin di peluk…. T-T' batin Donghae nelangsa melihat anak kecil tersebut memeluk leher sungmin erat. 'tubuhku rasanya ingin patah' ratap Donghae.
Sungmin dan anak kecil itu telah sampai pada penjual balon. Anak kecil itu nampak sangat bahagia setelah mendapatkan dua buah balon ditangannya. Satu berwarna biru dan satunya berwarna pink.
" Oemmma…" teriak anak kecil itu.
" Ah… Hyemi-ah kau kemana saja nak? " tanya wanita yang tampaknya adalah ibu dari anak itu.
" oppa membelikan hyemi balon ini oemma…." Ucap anak kecil itu.
" Ah kamsahamnida ne" ucap wanita itu kepada sungmin.
" Hyemi ayo pulang nak?' ucap wanita itu kemudian.
" ne oemma, … Oppa annyong, hyemi pulang dulu… Dadah ajhuci celam." Ucap hyemi polos kepada Donghae yang tentunya dibalas tatapan mata mematikan dari Donghae. ' Apa salah wajah tampanku Tuhan?' ratap Donghae.
Setelah itu, hyemi dan ibunya pergi meninggalkan donghae dan sungmin disana. Tampak sekali suasana canggung diantara keduanya. Sungmin hanya diam dan melanjutkan langkahnya, sementara donghae tetap setia mengekor di belakang sungmin.
Sungmin duduk di bangku taman yang terletak di bawah sebuah pohon. Ia memejamkan matanya sejenak, senyum manisnya beberapa saat yang lalu lenyap entah kemana, hanya tatapan kosong dan wajah datar yang ditunjukannya saat ini.
Flasback On
" Oemma…"
" Ne… chagi, ada apa hmmm?'
"anio,… oemma noemu yeppo"
"hahahaha ne chagi, dan appa yang beruntung mendapatkan oemma mu?" ucap laki-laki dewasa yang ada diantara bocah kecil dan wanita cantik yang ada ditaman itu.
Sungguh sebuah potret keluarga yang amat bahagia.
Flasback Off
Donghae duduk terdiam di samping sungmin yang masih menatap kosong ke depan. Ia hanya diam tak berani mengganggu sungmin.
" Berikan tanganmu Bodoh!' ucap sungmin tenang, sama sekali tidak membentak.
"Untuk apa?" tanya donghae polos.
Sungmin tidak bicara lagi kemudian ia menarik tangan Donghae dan menyingkap lengan panjang jaket yang dikenakan oleh donghae. Tampak segores luka yang masih mengeluarkan darah. Sungmin menyeret donghae menuju keran terdekat di taman itu dan membasuhnya. Kemudian ia kembali duduk ditaman itu dan mengeluarkan sapu tangan yang ada di sakunya. Sungmin mengikat luka yang ada di tangan Donghae dalam diam.
Dengan posisi yang sedekat itu membuat jantung Donghae berdetak semakin keras.
DEG..DEG….DEG
'Cantik' batin Donghae.
" Jangan ikuti aku" ucap sungmin dingin. Tampaknya donghae tidak menyadari bahwa sungmin telah selesai mengikat lukanya.
Sungmin meneruskan langkahnya terus meninggalkan donghae yang hanya terpaku dalam diam menatap kepergian sungmin.
' Apa yang terjadi pada dirimu, Sungmin-ah?' batin Doghae
Sementara itu,…
Kyuhyun yang terkejut melihat nisan yang ada dihadapannya kemudian berbalik dan keluar dari pemakaman umum itu.
Ia masuk ke dalam mobilnya secara terburu-buru. Ia memutar balik mobilnya, tidak mengikuti sungmin. Ia memacu mobilya meninggalkan pemakaman itu dan melaju menuju kota Seoul.
' Siapa Kim Youngwoon?'
TBC
Mian saya baru bisa update saat ini, hehehehehe buat semua reviewer gomawo atas segala perhatianya dengan mereview cerita saya.
saya akan selalu berusaha untuk update setiap hari hehehehe
jangan bosan membaca FF saya ne
annyong... kamsahamnida
*Bow*
Saya mau balas review yang belum sempat saya balas kemarin... Yuhuuuuu
evil vs bunny hahaha akan segera diketahui di chap depan chingu...
Minpumkins hehehehe sepertinya tidak ada chingu hahahaha jangan kecewa ne...
Dyna gomawo atas perhatiannya ne chingu hehehehe... hahaha mian sepertinya otak saya gak bisa buat chap panjang. jangan bosan baca ne...
chabluebilubilu hehehehe tunggu saja tanggal mainnya chingu... hehehe gomawo
Rianaclouds hehehehe ne sekarang udah di lanjut... gomawo...
Kms hahahaha iya saya juga misterius lho #plakkk
Minoru hehehehe Hae lebih sweet kalo sama saya lho #plak
Sitapumkinelf huhuhu saya gak bisa bikin chap yang panjang, mianhae... ne gomawo
Mingre endingnya saya masih belum tahu mungkin sama saya #plak gubrak hehehehe ditunggu ya chingu
Fishy hehehehe anak orang tuanya #plakkk hehehe gomawo udah review...
buat chingu yang lainya saya akan balas review via akun resmi melalui PM, jangan bosan ya,... gomawo
jangan lupa review chingu. karea review dari chingu menambah semangat saya untu menulis lanjutan FF ini.
Kamsahamnida
*Bow*
