Title : Eternal Snow

Cast : Lee Sungmin as Main

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Genre : Romance, Hurt

Summary : sungmin sang Eternal Snow yang tak pernah bisa dimengerti oleh sekitarnya akankah ia bisa menjadi mahkluk social yang normal ?

Chapter 11

Sungmin mendengar semua yang diungkapkan oleh changmin. Namun, ia tetap diam dan memejamkan matanya menahan segala gejolak hatiya yang menjerit serasa tercabik-cabik.

Changmin meninggalkan sungmin sendiri di dalam kamarnya. Satu jam kemudian semua makanan telah siap di meja makan.

" Changmin-ah, panggilkan hyungmu nak…: ucap Junsu

" Ne, oemma"

" Hyung…. Irrona…" ucap changmin sambil menepuk pipi sungmin.

" Eunghhh, …ne Minnie" ucap sungmin sambil berusaha bangun dan membasuh mukanya di kamar mandi.

Tak berapa lama kemudian sungmin telah turun dan duduk di meja makan bersama changmin dan junsu. Mereka makan dalam diam. Entahlah, seperti enggan membuka luka lama yang kini masih tertutup rapi penuh perban. Tak kasat mata namun menyakitkan.

" Ajhusi dimana ajhuma?" tanya sungmin memecah keheningan dalam ruang makan itu.

" Oh…. Ajhusimu sedang bertugas di Cina, Minnie-ah. Sejak seminggu yang lalu." Ucap junsu menjawab pertanyaan sungmin.

" Hyung, apa kau yakin akan pulang malam ini? " tanya changmin.

" Ne, Changmin-ah…. Apa kau mau ikut ?" tanya sungmin.

" Ani,… ayolah hyung menginaplah disini malam ini?" Changmin memohon dengan tatapan mata 'puppy eyes' gagalnya.

" Mianhae min-ah, hyung harus kuliah esok pagi"

" Arraso" ucap changmin sambil memanyunkan bibirnya tanda kesal.

Sungmin mengahbisakan waktu sorenya dirumah itu dengan bertanding game dengan changmin yang tentu saja dimenangkan oleh changmin. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 18.00 sehingga akhirnya sungmin minta ijin untuk kembali ke Seoul.

"Ajhuma, aku pergi dulu" ucapnya

" Kau yakin tidak menginap sungmin-ah? " tanya junsu pada sungmin.

" Ani ajhuma, aku harus kuliah" ucapnya ' dan disini akan membuatku semakin mengingatnya' batin sugmin berteriak.

" Changmin-ah antarkan hyungmu ke halte depan"

' Ne,oemma"

"…."

Tak ada pembicaraan yang terjadi antara changmin dan sungmin di dalam perjalanan. Semua sibuk dengan pikirannya masing-masing.

" Kau…. Apakah masih mengingatnya hyung?"

" Eoh… apa yang ku ingat min-ah?' jawab sungmin.

" Semuanya "

" Aku tak mengingat apapun" jawab sungmin datar.

" Kim sungmin, ku mohon kembalilah, hal itu bukan salah ajhuma"

" Namaku Lee sungmin changmin-ssi, dan tempatku adalah seoul. Jadi aku akan kembali ke seoul." Ucap sungmin dingin. Ia segera masuk ke dalam bus yang berhenti didepannya dan meninggalkan changmin yang menatapnya dalam diam.

'Kembalilah hyung, aku merindukanmu' batin changmin pilu.

Keesokan harinya…

Sungmin telah siap dengan baju kasualnya, iya mengenakan jaket berwarna hitam dan jeans warna hitam. Nampak sangat kontras dengan kulit putihya namun sungmin juga tampak sangat menawan dengan pakaian itu.

Sungmin berjalan santai di trotoar pinggir jalan seperti hari-hari biasanya. Tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti disampingnya, kaca jendelanya membuka memperlihatkan sosok cho kyuhyun yang ada disana.

" Sungmin-ssi, naiklah bersamaku" ucap kyuhyun

" Tidak terima kasih" ucap sungmin masih tetap dingin seperti hari biasanya seranya meninggalkan Kyuhyun yang masih ada I dalam mobil itu. Karena sungmin menolak bersamanya akhirnya kyuhyun memutuskan untuk turun dan berlari mengejar sungmin.

Hosh… hosh…

Sungmin melirik ke belakang sebentar, ia tak memberi komentar apapun terhadap tingkah kyuhyun yang berjalan dihadapannya. Tak ada pembicaraan apapun diantara mereka. Semua sibuk dengan pikirannya masing-masing bahkan saat mereka sudah sampai di kampus masih tak ada pembicaraan diantara mereka.

Sungmin dan kyuhyun menjalani hari seperti biasanya. Namun kali ini tak ada mulut pedas kyuhyun yang biasanya akan terlontar dengan begitu mudahnya. Ia hanya memperhatikan materi di depan sambil sesekali melirik kea rah bangku yang diduduki sungmin.

Sementara itu, donghae masih sangat penasaran dengan siapa diri sungmin sebenarnya. Ia ingin mengetahui mengenai sungmin lebih jauh lagi.

" Daegu" ucapnya seolah menemukan harta karun terbesa di korea#plak

Setelah itu donghae segera berlari ke kamar mandi kemudian terburu-buru memakai bajunya dan menyambar kunci mobil yang ada di sana. Tidak, ia tidak menggunakan baju preman hanya menggunakan pakaian kasual biasa layaknya mahasiswa.

" Kau mau kemana nak? Kenapa terburu-buru?" tanya nyonya Lee

" Daegu umma, menemui temanku, oemma aku pergi" ucap donghae segera melaju kencang menuju rumah ajhuma yang dikunjungi oleh sungmin kemarin. Donghae masih sangat ingat alamat rumah tempat sungmin menemui seorang ajhuma kemarin. Sembari menyetir donghae menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi terhadap sungmin dan keluarganya. Kenapa begitu sulit. Namun sebelum ke rumah ajhuma tempat sungmin kemarin, ia melajukan mobilnya ke pemakaman umum tempat sungmin berada kemarin.

" Kim Youngwon" Donghae membaca tulisan yang ada di batu nisan tersebut.

' siapa Kim Youngwon bagi sungmin?' batin donghae bertanya-tanya.

Donghae segera melajukan mobilnya menuju rumah tempat sungmin menemui ajhuma kemarin.

Tokk tok tok

Donghae mengetuk pintu rumah sederhana tersebut pelan. Rumah tersebut sangat sepi sepertinya tidak ada orang di dalamnya. Donghae masih setia mengetuk pintu hingga ia mendengar ada suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya.

Ceklek

Pintu terbuka menampkan sosok ajhuma yangmasih berwajah cantik di usianya yang sudah tak lagi muda.

" Annyong haseyo" ucap donghae sambil membungkukan badannya.

" Anyong haseyo, nuguseyo?" ucap ajhuma itu.

" Ah saya donghae ajhuma, saya teman sungmin. Bolehkah saya masuk ajhuma?" tanya Donghae.

" Ne nak silahkan masuk,… tapi maaf semalam sungmin sudah kembali ke Seoul nak" ucap ajhuma itu yang ternyata adalah Junsu, umma changmin.

" Kedatangan sebenarnya saya kesini adalah untuk menanyakan sesuatu ajhuma, bisakah ajhuma menjawabnya?"

" Ne? pertanyaan apa nak? Jika ajhuma bisa maka ajhuma akan menjawabnya."

" Siapa sungmin sebenarnya ajhuma? Kenapa ia tak pernah tersenyum sedikitpun ?" tanya Donghae.

" Tugasmu untuk mengembalikan senyumnya nak." Jawab junsu sendu.

" Siapa Kim Youngwon ajhuma? Apakah kekasihnya dulu?" tanya Donghae penasaran.

" Ia appa sungmin." Jawab junsu tenang. Sebenarnya ia enggan mengungkapkan semua ini namun melihat keponakannya saat ini membuatnya ingin melakukan apa saja untuk membuat senyum sungmin kembali seperti dulu.

" Appanya ? Ajhuma jangan bercanda, namanya Lee Sungmin bukan Kim sungmin, berarti appanya bermarga Lee kan ajhuma? " tanya Donghae penasaran dengan latar belakang sungmin yang begitu rumit.

" Namanya Kim Sungmin Donghae-ssi" jawab junsu kemudian.

Donghae semakin bingung mendengarkan penjelasan sang ajhuma. Kim sungmin? Bukankah namanya Lee sungmin?

" Ajhuma, beberapa waktu lalu nyonya Jung mengatakan bahwa ia umma sungmin, siapa yang bisa ku percaya ajhuma?" donghae bertanya frustasi.

" Jung jaejong memang ummanya, Donghae-ssi"

' Apalagi ini? Jung, Lee, Kim, siapa sungmin yang sebenarnya?' batin donghae bingung.

" Kenapa seperti itu ajhuma?"

" Sungmin anak yang manis, ia sangat penyayang dan selalu tersenyum sebelum kejadian itu merenggut kepercayaannya akan cinta."

" Apa maksud ajhuma? Donghae bingun dengan penjelasan wanita di hadapannya tersebut. Ia nampak mengerutkan dahinya bingung dengan penjelasan wanita yang ada di hadapannya saat ini.

" Dulu…." Junsu mengawali.

" Hentikan oemma !" Ucap suara itu keras.

" Hentikan, biarkan sungmin hyung menguburnya umma, biarkan ia lupa, kumohon umma, jangan membuka lukanya umma" Changmin memohon dengan sangat kepada Junsu.

Junsu hanya bisa terisak melihat anaknya memohon seperti ini. Changmin sangat menyayangi sungmin. Ia tak ingin sungmin terluka lagi. Terlalu banyak luka yang masih menganga lebar di hati hyung tercintanya itu. Ia tak ingin menaburkan garam pemicu rasa sakit yang akan semakin menghancurkan sungmin.

" Kumohon tuan, jangan tanyakan apapun lagi pada ummaku" Ucap Changmin datar kepada Donghae.

" Kumohon tuan, aku teman sungmin aku hanya ingin membuatnya kembali tersenyum. Tidak akan menyakitinya, aku berjanji." Ucap Donghae. Entah mengapa dirinya begitu tertarik mengetahui latar belakang sungmin.

" Sudah saatnya Minnie-ah, saatnya hyungmu tersenyum lagi." Ucap junsu memohon kepada changmin anaknya.

Sungguh mereka berdua sangat menyayangi sungmin. Mereka tak ingin melihat sungmin kembali terpuruk dalam kebencian dan kesakitan yang dalam.

Hah … Changmin tampak menghela nafasnya. Sungguh ia sangat tak ingin membuka kisah ini lagi, tidak lagi. Mimpi buruk hyungnya tak boleh kembali. Tapi ia juga menginginkan senyum manis hyungnya kembali seperti dulu.

" Baiklah… terserah umma" ucap changmin akhirnya setelah bergulat dengan pikirannya sendiri.

Donghae hanya diam memandang kedua orang dihadapannya berdebat mengenai sungmin. Changmin akhirnya meninggalkan ruangan itu dan menuju kamarnya yang ada di lantai dua.

" Mianhae hyung" lirih changmin.

" Ajhuma, apa yang sebenarnya terjadi? Aku berjanji ajhuma tidak akan pernah membuka masa lalu sungmin di hadapannya ajhuma, aku hanya ingin membuatnya tersenyum" ucap Donghae meyakinkan Junsu.

" Baiklah" ucap junsu.

"Umma sungmin adalah kakak kandungku sendiri, namanya Kim Jaejong" ucap junsu memulai ceritanya.

" Kakakku di jodohkn dengan appa sungmin, Kim youngwon. Saat itu aku baru siswi SMA sementara kakakku sudah menginjk semester 6 di kampusnya. Kakak tidak berhak menolak karena orang tua kami yang sangat keras terhadap kami. Kakak merasa sangat tertekan dengan perjodohan yang dilakukan orangtua kami. Namun ia tak dapat berbuat banyak. Padahal saat itu aku tahu bahwa kakak memiliki keksih. Namanya Jung yunho, namun terpaksa kandas karena perjodohan orangtua kami."

Junsu menghentikanceritanya sejenak melihat respon donghae yang berada di hadapannya.

" Apakah appa sungmin menyetujui perjodohan itu ajhuma?" tanya Donghae.

" Ne,… pada awalnya kami hanya tahu bahwa youngwon atau lebih dikenal dengan kangin menerima perjodohan ini. Namun setelah menikah kakak tahu kangin memerimanya karena ia juga dipaksa putus dengan kekasihnya. Saat itu, akhirnya mereka menikah. Satu tahun pernikahan mereka bahkan masih seperti orang asing. Hingga akhirnya kakakku mendengar bahwa Yunho oppa menikah dengan Jung ahra. Akhirnya kakak mulai membuka hatinya untuk Kangin. Begitu pula sebaliknya."

"…"

Donghae masih diam dan mendengarkan penjelasan dari Junsu. Banyak sekali pertanyaan yang berputar di otaknya. Namun ia lebih memilih untuk diam dan mendengarkan dalam diam.

" Dua tahun setelah itu sungmin lahir. Ia anak yang manis. Sangat ceria, orangtuanya sangat menyayanginya."

Hah… Junsu menghela nafasnya sebentar.

" Saat usia sungmin 15 tahun, kakakku datang padaku dan ia mengatakan bahwa ia baru saja bertemu dengan Yunho oppa. Ia tampak sangat bahagia, yunho oppa ternyata masih mencintainya hingga saat ini. Kakak sangat senang, apalagi yunho oppa mengatakan bahwa ia sudah menduda. Bahkan yunho oppa melamar kakakku dan memintanya untuk bercerai dari kangin oppa."

" Lalu apa yang terjadi ajhuma? " tanya donghae penasaran.

" Kakakku memutuskan untuk menolak yunho oppa pada saat itu. Pada waktu itu yunho oppa tetap memohon kepada kakakku dan memberikan cincinnya kepada jaejong unnie. Ternyata pada saat itu Kangin oppa tak sengaja melihat kejadian itu."

" Lalu apakah kangin ajhusi marah besar dan menceraikan Jung ajhuma?" tanya Donghae seraya menebak apa yang terjadi pada saat itu.

" Tidak,…"

"Tidak , kangin oppa tidak marah. Ia hanya diam dan tak mengatakan apapun. Tapi aku tahu ia sangat takut jika unnie menerima lamaran yunho oppa. Karena kangin oppa sangat tahu bahwa unnie masih sangat mencintai yunho oppa." Ucap junsu meneruskan ceritanya.

" Lalu kenapa sepertinya sungmin sangat membenci oemmanya?" tanya Donghae penasaran.

"Kau bisa menanyakannya sendiri pada sungmin donghae-ssi. " jawab junsu.

" Tapi sangat sulit untuk membuatnya jujur, ajhuma." Donghae menghela nafa frustasi.

" Aku tak tahu apa yang terjadi pada sungmin sebenarnya. Namun ia berubah seperti ini setelah mengetahui ayahnya meninggal di hadapan matanya.

" Maksud ajhuma?" tanya donghae sambil membelalakkan matanya.

" Saat itu perekonomian sedang memburuk. Kangin oppa mengalami kesulitan untuk memajukan perusahaannya. Unnie mengetahui hal itu, maka ia mencoba untuk menghubungi yunho oppa untuk meminta bantuannya. Yunho oppa menyetujui untuk membantu perusahaan kangin oppa. Namun entah mengapa seminggu setelahnya kangin oppa ditemukan meninggal di meja kerja di dalam rumahnya oleh sungmin sendiri."

" …."

Donghae hanya diam. Ia mendengarkan setiap kalimat yang diucapkan oleh junsu ajhuma.

"Saat itu, unnie tidak ada dirumah. Ia bermaksud menemui yunho oppa untuk membicarakan masalah perusahaan yunho oppa. Unnie baru pulang malam hari waktu itu. Ia sangat terkejut melihat sungmin yang termenung diam di halaman rumahnya. Padahal selama ini sungmin tidak pernah kuat dengan cuaca dingin dan bahkan ia jarang sekali menunggu kangin oppa pulang di halaman rumah. Ia pasti menunggu kangin oppa sambil menonton televise atau mengerjakan PRnya. Karena ia ingin bermain dengan kangin oppa. Aku mengantar unnie waktu itu karena setelah unnie menemui yunho oppa ia kesini untuk mengajakku dan changmin menginap dirumahnya esoknya kami berniat pergi piknik bersama. " Junsu malanjutkan ceritanya.

"Sungmin kecil duduk di halaman rumahnya waktu itu. Ia hanya diam, tak merespon kedatangan kami."

Flashback On

" Minnie-ah, apa yang kau lakukan disini nak?" ucap jaejong saat memasuki halaman rumah.

" Menunggu appa" hanya jawaban datar yang di ucapkan sungmin.

" Ayo menunggu di dalam saja Minnie-ah, disini dingin"

" Appa pasti lebih kedinginan"

" tidak, Minnie-ah appa tidak kedinginan pasti sedang dalam perjalanan pulang Minnie –ah. Appa pasti didalam mobil jadi ia tidak kedinginan"

" Appa pergi tidak membawa mobil" ucap sungmin datar dan dingin. Sungmin masih diam dan duduk diteras di halaman rumahnya menatap kosong ke depan.

" Baiklah, kalau begitu akan umma ambilkan jaket untukmu ne.

Jaejong masuk ke dalam rumah akhirnya. Junsu mengikutinya dari belakang sementara changmin lebih memilih duduk disamping sungmin yang terus terdiam.

" Hyung" panggil changmin

"…"

Tak ada jawaban dari sungmin. Matanya tetap menatap lurus ke depan. Tak ada ekspresi apapun di wajahnya.

" Bahkan appa belum pulang dari tadi. Kenapa apa pergi dan belum kembali Minnie-ah?"

Sementara itu di dalam rumah…

Jaejong pergi ke kamarnya untuk menaruh barang- barangnya. Namun alangkah terkejutnya ia melihat pemandangan di hadapannya.

" Junsu- ya ! teriak Jaejong

" Hiks… hiks… hiks

Junsu segera berlari menuju ke kamar jaejong. Alangkah terkejutnya ia melihat jaejong terduduk di lantai sambil menangis histeris.

" Junsu-ah,… ini salah kan?"

Junsu tampak tak mengerti. Namun matanya segera membelalak lebar melihat pemandangan di hadapannya. Kangin terbujur kaku di ranjang kasurnya. Tubuhnya dingin. Sangat amat pucat. Tak ada satu tanda kehidupanpun yang tampak di tubuh kangin.

Jaejong menangis pilu melihat suaminya terbujur kaku seperti itu. Junsu segera menelepon ambulan terdekat. Tak berapa lama ambulan tersebut datang.

" Maaf nyonya, tuan ini sudah meninggal sejak siang tadi. Tanda-tanda ditubuhnya menunjukan bahwa beliau sudah lama meninggal. Bahkan tubuhnya sudah kaku." Ucap perawat yang datang bersama ambulan tersebut.

" Andweee kau pasti bohong, suster. Jeball tolong suamiku suster. "

" Mian nyonya, tuan telah meninggal. Tapi kami bisa membantu untuk mengotopsinya untuk mengetahui penyebab meninggalnya nyonya" ucap perawat itu lagi.

" Kangin-ah, kenapa kau meninggalkanku Hiks…. Hiks..?" tangis jaejong pilu.

" baiklah nyonya kami akan membawa mayat ini terlebih dahulu untuk memastikan penyebab meninggalnya tuan kangin." Ucap perawat itu lagi.

Saat mayat kangin diangkat, tiba-tiba sungmin berlari menuju ke atas.

" Andweee….. appa hanya pergi sebentar, appa akan kembali. Ia pasti bangun. Jangan bawa appaku pergi" ucap sungmin menangis histeris melihat mayat appanya dibawa oleh sopir dan perawat ambulan itu.

" mianhae nak, appamu telah meninggal" kami akan membawanya untuk melakukan otopsi kepada appamu nak.

" Andweee appa masih hidup, ia hanya pergi sebentar, kumohon ajhuma…. Bilang pada mereka. Appaku masih hidup ajhuma."

" Changmin-ah, appaku masih hidupkan. Kau percaya padaku kan min" sungmin terus menangis dan memohon untuk tidak membawa pergi mayat ayahnya.

" Kumohon tuan "

Namun nampaknya permohonan sungmin tak dikabulkan oleh semua orang yang ada disana hingga akhirnya sungmin pingsan.

TBC

Balasan Reviewwww yuhuuuuuuuu

ZaAra evilKyu

Hua. . .tmbh rumit, dah chap 11 tp knp msh blm ada bocoran masalah ming,,
author,kyuMin.a kpn? Aku KMS nieh..hehe, jd aku pngen end.a kyumin ea. . . . . . . Wlwpun hae jg biasku ke 3,hahahaha. .

Jawab : hehehehe ini masalahnya mulai terbuka kan hehehehe. Endingnya saya juga belum tahu #plakkk hehehe gomawo sudah baca n review

senkyumin

rahasia sungmin msh blm ketauan ya, pdhl udh ch 11.
lucu td ada dialog kangin manggil sooman ajussi, dgn hyung. hehe lucu ngebayanginnya.
ch ini gatau knp saya ikutan nyesek bacanya, feel nya dapet

aku tunggu next chappie :)

jawab : iyaa gomawo…. Ini sudah di update hehehehehe

Fishy

Part ini banyak typos-a chingu

juga pendek ._.

Saya tunggu kok lanjutannya..
Semangat ya

Jawab : hehe mian belum sempat edit n baca lagi cz kemarin terburu-buru hehehehe. Iya ini sudah lanjut. Gomawo ne hehehehe

Dyna

Yey! Klw gitu aq pnggil eonni ne
hhehe

mngkn bsa d'blng pkran aku sama sperti kyuhae "sebenarnya kenapa dgn mu ming?"
huh, pnasaran!

Ming slalu blng bogoshipo ya? Tp itu d'tujukan untk siapa?

Oke, tnggu chap depan:-D

Jawab : ne saeng,… hehehe untuk saya hahahaha #plak ditabok kyuhae wkwkwwk nanti akan ketahuan kok hehehehe.

lunaya

aku lompat lg reviewnya, aku pgl eonnie aja ne? eonnie biasanya update brp hr skali? biar aku tau kpn next chapnya...

jawab : ne saeng, gwenchana. Saya usahakan tiap hari hehehe tapi kalau sibuk 2 hari 1 kali hehehe.

kyutminimi

mudah2an ch selanjutnya jauh lebih panjang ya thor...ch2 seblm nya terlalu pendek

jawab : hehehe mian saya bermasalah dengan menulis panjang hehehehe #plak. Semoga ini sudah lebih panjang hehehe

minoru

satu rahasia mulai terkuak...
skrg muncul junsu n changmin... apaan tuch si changmin mau nikah sama ming?! wkwkwwkkkkk... ada2 za..

jawab :changmin nikah sama saya saja ya #plak

hunhanieee

annyeong , aku reader baruuu
seharian baca ff ini seru bgt. uthor hbt yaa (y) setiap hari update. lanjutkan ok!

Jawab : hehehe gomawo, jangan bosan ya hehehehehe

Tika

Seribet apa sih masa lalu Min sampai segi2nya?

Jawab : ribet karena ada saya chingu hehehehe #plak

vieo6

hallo! ikut nimrung ya, maaf baru review.. penasaran ff y.. bgmana msa lalu hidup Sungmin... lanjut ya ff y.

jawab : ini sudah dilanjut chingu hehehe gomawo sudah baca

evil vs bunny

Sesaaaak
Apa begitu menyakitkan masalalu ming.
Hingga orang2 yg berada d dkat ming jg ikut merasakan apa yg ming rasakan.

Jawab : hehehe nanti akan ketahuan kok chingu, ini sudah mulai terkuak hehehehe

jejesaranghae

Aigooooooo meski Ъќ tau mslh sungmin, tp kok tetep ªǰª sedih bgt ngeliatnyaaaaaa (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

Jawab : hehehe iya, sedih #plak padahal saya yang buat sedih.

chu

paling bisa bikin reader penasaran...kkk
ya ampun...pengen tau masalah'y ming...

jawab : hahaha mian chingu, saya kan arwah penasaran jadi suka bikin penasaran orang wkwkwkwkwk hahahaha

hehehehe mian chingu baru bisa update sore-sore begini hehehehe buat chingu yang review dengan akun resmi akan saya balas lewat PM hehehe jangan bosan ne

Kamsahamnida

*Bow*

jangan lupa review ne hehehehehehe