Title : Eternal Snow

Cast : Lee Sungmin as Main

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Genre : Romance, Hurt

Summary : Sungmin sang Eternal Snow yang tak pernah bisa dimengerti oleh sekitarnya akankah ia bisa menjadi mahkluk social yang normal ?

Chapter 12

Sungmin tak sadarkan diri selama berjam-jam. Bahkan sampai esok hari Sungmin masih terlelap tak sadarkan diri. Jaejong hanya terdiam menunggu Sungmin sadar. Junsu dan Changmin masih disana menunggui mereka.

Lenyap sudah rencana mereka untuk berpiknik bersama. Hari yang dinantikan dan diimpikannya untuk menjadi hari yang membahagiakan kini musnah berganti dengan kesedihan mendalam akibat kehilangan orang yang disayanginya.

"Eunghhh …. " Lenguhan Sungmin menandakan dirinya telah bangun dari terlelapnya.

" Appa…." Ucap Sungmin seraya bangun dari kasurnya. Ia langsung berdiri dan berlari membuka pintu ruang kaerja Appanya. Ia mengurung dirinya tak mau diganguu siapapun, ia bahkan tidak mau bertemu dengan ummanya dan juga kami. Bahkan sudah dua hari ia tak mau membuka pintu ruang kerja ayahnya. Meskipun kami selalu mengetuk dan mengantarkan makanan yang diletakkan di depan pintu.

Sampai akhirnya mobil ambulance datang dan mengantarkan jenazah Kangin. Barulah Sungmin keluar dari ruang kerja ayahnya. Pandangan matanya kosong menatap ke depan tak nampak keceriaan sama sekali. Matanya sembab dan pipinya tirus, tubuhnya mengurus dan kulitnya tampak sangat pucat.

" Tuan Kangin diidentifikasi meminum obat penurun kadar gula darah nyonya" ucap perawat yang mengantarkan jenazah Kangin.

" Tapi suamiku tidak memiliki penyakit diabetes suster. Apa ia menderita penyakit diabetes dokter?"

" Tidak nyonya. Justru karena tuan Kangin normal maka tubuhnya langsung memberii respon terhadap obat penurun kadar gula darah. Gula darah tuan Kangin langsung menurun drastic menyebabkan kegagalan fungsi hati dan jantungnya sehingga…."

Jaejong sudah tidak mampu lagi mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh perawat tersebut. Seluruh tubuhnya mati rasa dan sendi-sendinya melemas. Kesimpulan yang ditariknya sekarang adalah Kangin bunuh diri dengan meminum obat itu.

' Bunuh diri? Kenapa?' batin Jaejong bingung dengan semua yang terjadi kepadanya saat ini.

" hiks… hikss hikss" tangis Jaejong sudah tidak mampu terbendung saat itu. Suaminya meninggal karena bunuh diri dengan alasan yang tidak jelas.

" Hentikan sandiwaramu nyonya!" ucap Sungmin dingin. Matanya menatap kosong ke depan.

Sungguh semua orang yang ada di ruangan itu tercengang dengan ucapan Sungmin yang ditujukan kepada ummanya tersebut.

" Hiks… hiks apa maksudmu Minnie-ah? Umma tidak besandiwara nak." Tangis Jaejong pilu.

" Hahahaha setelah membunuh, kini kau bersandiwara nyonya hahahaha…. Malang sekali nasib Appaku menikahimu hahahaha" ucap Sungmin sambil tertawa namun airmatanya menetes deras dipipinya.

PLAKK

Jaejong menampar Sungmin reflek setelah mendengar ucapan ummanya tersebut. Namun segera setelah ia sadar , ia nampak terkejut dengan perbuatannya sendiri. Sungmin menatapnya datar, pandangan matanya penuh dengan kebencian yang mendalam seolah bisa menusuk tubuh Jaejong yang ada dihadapannya.

" Cih,.. malang sekali nasibku memilikimu sebagai ummaku."

"…."

Jaejong hanya diam. Ucapan putra kandungnya tersebut membuat hantinya hancur. Sungmin anaknya yang sangat dicintainya kini membencinya bahkan tanpa alasan, suaminya juga pergi meninggalkannya sendiri dengan luka yang cukup dalam menganga terbuka dihatinya.

Jaejong berlari menuju kamarnya dan mengunci pintunya sendirian. Ia butuh penopang semangat hidup saat ini.

" Minnie-ah kau tidak boleh begitu nak, ummamu tak bersalah nak" ucap Junsu.

" Ajhuma tak tahu apapun tentang ini, biarkan dia melakukan apa yang diinginkannya, aku tak perduli." Jawab Sungmin dingin.

Junsu bingung dengan maksud ucapan Sungmin. Mengapa ia begitu membenci ummanya saat ini. Bahkan sebelum kejadian ini Sungmin sangat dekat dengan ummanya meskipun memang ia lebih dekat dengan sang Appa.

Upacara pemakaman Kangin dilakukan dengan khidmat. Sungmin tidak berbicara apapun. Bahkan ia tidak menemui tamu ayahnya yang merupakan relasi bisnis dan sebagian besar keluarga jauhnya. Tampak Yunho pun juga datang untuk melawat ke rumah Kangin.

Sungmin bahkan tidak ikut ke pemakaman. Ia hanya mengunci diri dikamarnya. Sampai Jaejong kembali ia tetap tak berbicara seolah ia tak melihat keberadaan Jaejong di sekitarnya.

Jaejong hanya mampu menatap sendu sikap Sungmin yang mengacuhkannya. Ia bahkan tetap pergi ke sekolah seperti biasa namun tak pernah mau memakan apapun yang disiapkan Jaejong untuknya.

Dua bulan telah berlalu sejak meninggalnya Kangin. Sungmin masih diam dengan Jaejong. Ia bahkan semakin sering tak pulang ke rumah.

Hingga akhirnya Yunho kembali melamar Jaejong. Pada saat itu Jaejong sangat terpukul, namun tak dapat dipungkiri ia masih sangat mencintai Yunho sehingga Jaejong menerima lamarannya. Untuk itu Jaejong bermaksud memberi tahu Sungmin. Harapan Jaejong adalah agar Sungmin memiliki keluarga yang utuh lagi sehingga tidak akan membencinya.

" Minnie-ah, oemma mohon dengarkan oemma" pinta Jaejong ketika melihat Sungmin pulang dari sekolahnya.

" …"

Sungmin tidak menJawab namn ia berdiri terdiam di hadapan ibunya.

" Oemma akan menikah dengan Yunho ajhusi,.. kau pasti senang kan nak?" tanya Jaejong dengan berbinar.

" Lakukan sesukamu,… " ucap Sungmin. 'tak tahu malu' batin Sungmin lirih.

Jaejong yang mendengar nada bicara Sungmin sedikit sedih, namun ia juga bahagia karena setidaknya Sungmin mengijinkannya untuk menikah.

Dua minggu kemudia pernikahan itu di gelar. Sungmin masih diam dikamarnya dan bahkan pakaiannya tak belum ganti sejak ia pulang sekolah tadi. Namun setelah upacara pernikahan itu selesai Jaejong tidak menemukan Sungmin dimanapun. Ia bahkan meninggalkan semuanya dirumah. Tak membawa barang apapun. Sungmin menghilang.

Flashback Off

" Begitulah awal cerita Sungmin, membenci oemmanya nak Donghae" ucap junsu mengakhiri ceritanya.

" Tapia pa Sungmin tidak member tahu alasannya ajuhuma?" tanya Donghae.

" Tidak. Ia tak pernah mengatakan apapun. Aku sangat terkejut melihatnya kemarin kembali ke sini setelah menghilang selama lima tahun dari hadapan kami. Namun dua tahun lalu Jaejong unnie menemukan Sungmin di Seoul. Sayangnya Sungmin bahkan tak mau kenal dengan ummanya " Jawab junsu.

" Kamsahamnida, ajhuma, sepertinya saya harus segera kembali ke Seoul ajhuma." Ucap Donghae.

" Ne gwenchana, aku hanya memohon untuk membuatnya tersenyum lagi nak" ucap junsu mengakhiri percakapan mereka.

Donghae segera melajukan mobilnya untuk menuju ke Seoul. ' Dua minggu lagi, ku mohon buka hatimu' batin Donghae sambil menyetir mobil yang masih tidak mengerti mengapa Sungmin membenci ibunya, bukankah menurut ajhumanya tadi umma Sungmin tidak melakukan apapun bahkan tidak berada bersama ayahnya saat kematiann ayahnya.

Donghae sampai di Seoul ketika hari sudah gelap. Ia memutuskan untuk pulang menuju ke rumahnya terlebih dahulu dan memutuskan untuk menemui Sungmin esok hari. Tubuh dan pikiran Donghae sangat lelah hari ini. Semua fakta yang ia temukan membawa dirinya kesatu pintu keluar namun masuk kedalam pintu lain yang jauh lebih dalam dan lebih sulit untuk keluar.

' Bantu aku Tuhan' Lirih Donghae sebelum memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah.

Keesokan harinya

Kyuhyun kembali mengikuti Sungmin, ia sengaja berangkat pagi dan turun dari mobilnya kemudian berhenti di sebuah halte dekat dengan rumah Sungmin untuk menunggu.

Tak lama kemudian Sungmin telah nampak berjalan menuju kampus dengan headphone hitam kesayangannya. Entah mengapa kyuhyun merasa Sungmin jauh lebih manis hari ini.

' manis' batin kyuhyun melihat Sungmin yang berjalan dengan santai dihadapannya.

" Annyong Sungmin-ah" ucap kyuhyun menyapa Sungmin.

"….." Sungmin tak menJawab ia hanya berjalan lurus ke depan.

" Hei… tak baik mengacuhkan orang yang berbicara padamu" ucap kyuhyun lagi.

"….." Sungmin tetap tidak menJawab. Ia hanya menoleh sedikit kea rah kyuhyun.

" Baiklah terserah padamu, padahal aku hanya ingin menyapamu sepupuku yang manis." Ucap kyuhyun mengeluarkan cengiran khasnya yang sungguh tak ada manisnya sama sekali.

" Apa yang kau mau?' tanya Sungmin dingin.

" Hanya menyapa, oh ya salam kenal sepupuku tersayang"

" Cih,.. terserah" Jawab Sungmin acuh.

" Ya! Kau tak tahu bahwa aku sepupumu. Aku keponakan ayahmu Sungmin-ah!'

" apa maksudmu"

" Lee Sooman, dia pamanku" ucap kyuhyun lirih.

" Aku tak peduli" Jawab Sungmin melanjutkan langkahnya meninggalkan kyuhyun yang terdiam karena terkejut melihat respon yang dikatakan Sungmin.

' Ia bukan anak orang munafik itu.'

' Kim Youngwon, siapa ia' batin kyuhyun bertanya-tanya.

Sungmin dan kyuhyun mengikuti kuliah seperti biasanya, tak ada hal yang special disana. Sejak tadi kyuhyun tak berhenti memandangi Sungmin yang tetap focus ke depan dan acuh dengan segala hal yang ada disekitarnya.

Kuliah berakhir lebih cepat dari hari biasanya. Sungmin masih duduk dibangkunya tanpa beranjak sedikitpun. Namun tiba-tiba ia berdiri dan berjalan menuju ke halaman belakang kampusnya. Tempat yang bisa membuatnya tenang.

Kyuhyun mengernyitkan dahinya melihat Sungmin beranjak, akhirnya ia memtutuskan untuk mengikuti Sungmin yang berjalan menuju taman belakang dan mendudukan diri di bawah sebuah pohon rindang. Ia memakai earphonenya dan memejamkan matanya. Kyuhyun ingin sekali menghampiri Sungmin. Namun ia langsung menghentikan langkahnya ketika melihat seseorang yang tiba-tiba duduk di samping Sungmin. Kyuhyun ingin pergi dari sana namun ia mengurungkan niatnya karena penasaran dengan apa yang akan dikatakan orang itu.

Donghae mendudukan dirinya di samping Sungmin. Ia masih diam menunggu Sungmin untuk merespon kedatangannya. Namun setelah menunggu bermenit-menit Sungmin tidak memberikan respon tehadap kedatangan Donghae.

" Kau bisa berbagi denganku" ucap Donghae

"…" Sungmin tidak menJawab namun ia membuka matanya dan melihat Donghae yang ada disebelahnya.

" oemma mu, " ucap Donghae melanjutkan.

" Kau tak mengerti apapun" Jawab Sungmin sangat dingin.

" Aku mengerti meskipun aku tak bisa merasakannya" ucap Donghae selanjutnya. Nada bicara Donghae sedikit naik mengetahui respon orang disampingnya ini.

" Wanita munafik itu yang memberi tahumu?' ucap Sungmin dingin melihat tajam kea rah Donghae.

" oh demi tuhan Sungmin-ah, dia adalah orang yang melahirkanmu. Teganya kau memperlakukannya seperti itu!" ucap Donghae ikut terpancing emosi.

" Cih,… bahkan wanita itu tak pantas di panggil oemma" Jawab Sungmin sedikit berteriak menJawab pertanyaan Donghae. Matanya tampak memancarkan keberncian yang mendalam.

" Katakan padaku" ucap Donghae melunak.

" Tak akan menyelesaikan masalahku" Jawab Sungmin dingin.

" Aku bisa membantumu"

" Tinggalkan aku" ucap Sungmin dingin.

" Tak akan,sebelum kau mengatakannya" Jawab Donghae sambil mencengkram tangan Sungmin untuk mencegahnya pergi.

" Bukan urusanmu!" Sungmin berteriak.

BUGH

Sungmin melayangkan pukulannya ke wajah Donghae sehingga membuatnya jatuh. Donghae menatap tak percaya pada Sungmin. Meskipun Sungmin sangat dingin, Donghae bahkan belum pernah melihat Sungmin berteriak bahkan memukul orang lain.

Kyuhyun yang melihat kejadian itu membelalak tak percaya melihat kejadian yang baru saja dilihat dengan mata kepalanya sendiri. Seorang Lee Sungmin dapat berteriak dan memukul orang. Padahal selama ini ia hanya bicara datar dan bersikap dingin terhadap siapapun.

Sungmin sendiri merasa terkejut melihat dirinya mampu bersikap seperti itu. "mianhae" lirih Sungmin, amat sangat pelan. Namun karena kondisi taman yang sangat sepi membuat Donghae dapat mendengar ucapan Sungmin dengan samar.

'Ingat, jangan menyakiti orang lain dengan kekuatan otot chagi, arrachi?'

' ne appa. Mianhe"

' hahaha anak appa pintar'

Sekelibat bayangan masalalu datang meghampiri Sungmin. Ia hanya memandang kosong ke depan.

" Appa, mianhae" lirih Sungmin sangat pelat hingga Donghae pun tak mampu mendengar suara Sungmin.

TBC

Mianhamnida ne chingu,….. telat update gara-gara banyak tugas hehehehe ini mungkin hanya chap pendek. Tapi saya mohon reviewnya ne….. hehehehe gomawo chingu….. annyong.

Kamsahamnida

*Bow*

Balas review yuhuuuuuuuu

evil vs bunny :hehehe mian chap depan ne terbongkar kok... jangan bosan ne hehehehe

kms : ne menyedihkan #plak

guest : ini sudah dilanjut silahkan dibaca

dyna : ne ini sudah chap 12 hehehe selamat menikmati wkwkwkwk

hunhanieee: hehehhe gomawo chingu

: hehehe end masih belum diputuskan tapi mungkin lebih ke haemin ya hehehhe

guest : hahaha ini sudah terbongkar matinya kangin tapi penyebabnya belum #plak hehehehe

amalia : hehehe nie udah lanjut chingu

senkyumin : ne,... ini sudah lanjut chingu hehehehe

fishy : hehehe gomawo chingu atas koreksinya hehehehe

gomawo buat semua chingu yang sudh mereview... jangan lupa review lagi ne... gomawo

*Bow*