Title : Eternal Snow

Cast : Lee Sungmin as Main

Cho Kyuhyun

Lee Donghae

Genre : Romance, Hurt

SUmmary : Sungmin sang Eternal Snow yang tak pernah bisa dimengerti oleh sekitarnya akankah ia bisa menjadi mahkluk social yang normal ?

Chapter 14

Setelah kejadian itu Donghae tetap menunggui Sungmin di depan kampusnya meskipun Sungmin tak pernah mau merespon apapun yang dikatakan Donghae. Sementara itu Kyuhyun tak memiliki kemajuan apapun dalam pernyataan cintanya. Ia masih merasa sangat takut akan penolakan Sungmin.

Esok Donghae harus berangkat meninggalkan korea menuju negeri sakura sesuai dengan perjanjiannya dengan appanya. Hari terakhir yang ingin dibuatnya berkesan meskipun harus mendapat penolakan dari sang eternal snow. Ia rela. Baginya inilah kesempatan yang tersisa bagi Donghae.

Sore itu seperti biasa, Donghae masih tetap menunggu Sungmin di depan gerbang kampusnya. Ia dengan sabar menunggu Sungmin yang saat ini sedang menjalani ujian akhir semesternya. Tak berapa lama kemudian Sungmin telah nampak dihadapan Donghae.

" Sungmin-ah. Ikut denganku" tanpa persetujuan Sungmin Donghae mengajak Sungmin berjalan mengikutinya.

" Kau membawaku kemana?" tanya Sungmin.

" Hanya sebentar. Setelah itu kau bebas melakukan apapun padaku." Jawab Donghae.

Sungguh jawaban itu sama sekali tidak berhubungan dengan pertanyaan yang dilontarkan Sungmin. Rasanya Sungmin ingin menghilangkan orang di yang sedang menyeret tangannya saat ini jika ia bisa menyulap orang di depannya itu. Donghae masih terus menyeret Sungmin hingga mereka sampai di sebuah restoran mahal tak jauh dari kampus SNU namun sangat mewah.

" Untuk apa kau membawaku ke tempat seperti ini?" tanya Sungmin dingin.

" Aku ingin kau bertemu seseorang."

" Siapa…" belum sempat Sungmin menyelesaikan ucapannya seseorang memanggilnya.

" Minnie-ah… oemma merindukanmu nak" ucap wanita itu. Jung Jaejong kini sedang berdiri menunggu anaknya untuk menghampirinya. Namun sayangnya Sungmin memilih untuk berbalik dan meninggalkan tempat itu. Belum sempat Sungmin melangkahkan kakinya menjauh, sebuah tangan mencekalnya.

"Jangan lari"

"…." Sungmin tak menjawab. Ia tahu benar apa maksud perkataan Donghae.

" Temui oemmamu Minnie-ah" ucap Donghae lagi.

Sungmin masih tetap diam, namun ia membalikan tubuhnya untuk melihat wajah sang oemma yang selama ini dibencinya sekaligus dirindukannya. Nyonya jung tampak berjalan menuju kea rah Sungmin dan menuntunnya untuk duduk di meja yang telah dipesannya. Donghae dengan setia mengekor di belakang Sungmin. Di meja tersebut telah tersaji berbagai hidangan yang menggugah selera siapapun yang melihatnya. Namun di meja itu pula terdapat seseorang yang membuat Sungmin mengepalkan tangannya kuat, ia menahan amarah untuk tidak memukul orang itu saat ini. Donghae yang mengetahuinya segera menggenggam tangan Sungmin untuk menenangkannya.

" Aku disampingmu" bisik Donghae pada Sungmin.

Di meja itu tuan jung tampak tersenyum memandang kea rah kedatangan Sungmin dan sang istri yang tampak sangat bahagia.

" Jadi ini putraku, tampan dan manis" ucap tuan Jung

" …" Sungmin tak mau merespon apapun. Ia duduk diam menatap ke depan.

" Baiklah, bagaimana kalau appa memanggilmu Minnie-ah, ah …. Sekarang namamu Jung Sungmin ne? kau bersediakan nak?" tanya tuan jung.

Nyonya jung tampak was-was dengan pertanyaan yang diajukan suaminya tersebut. Pertanyaan itu bagai sebuah bom yang dapat meledakkan Sungmin kapan saya.

" Mianhamnida Jung-ssi, nama saya Lee Sungmin, dan anda bukan siapapun dalam hidup saya" jawab Sungmin dingin. Emosi Sungmin kembali bergejolak mendengar pertanyaan tuan jung di hadapannya saat ini. Donghae sama tegangnya melihat kedua orang yang tampak berperang dingin di sampingnya itu. Sementara tuan jung tampak terkejut dengan ucapan Sungmin.

" Baiklah Sungmin-ssi, apakah kau telah menikah dengan pemuda di sampingmu ini hmmm? Sehingga kau mengikuti marga suamimu?" tanya tuan jung melembut.

Sontak Donghae yang mendengar ucapan tuan jung langsung menunduk menyembunyikan mukanya yang memerah. Entah mengapa ucapan 'polos' tuan juang membuat jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.

Sungmin yang diberi pertanyaan hanya diam, memandang dingin terhadap tuan jung. Ia tak berminat menjawab pertanyaan tersebut yang menurutnya sangat tidak penting dan tidak perlu jawaban. Nyonya jung yang mengerti kondisi tersebut segera mengalihkan topic pembicaraan.

" Ah makanan sudah sampai di meja sejak tadi mengapa hanya di pandangi saja? Ayo segera mulai makan malamnya"

Makan malam tersebut berlaku sangat kaku, Sungmin yang sangat kaku dan dingin serta tuan jung yang selalu berusaha menyinggung dan memaksa Sungmin menggunakan marganya. Kesabaran Sungmin sudah habis.

" Aku selesai, selamat malam" ucap Sungmin mengakhiri makan malamnya tersebut dan segera meninggalkan restoran mewah tersebut.

Doghae yang melihatnya segera berpamitan dan mengejar Sungmin yang sudah terlebih dahulu keluar dari restoran tersebut. Meninggalkan nyonya jung yang menatap kepegian mereka dengan miris. 'mianhae' batinnya.

Sungmin terus melangkahkan kakinya meninggalkan restoran itu. Sementara Donghae mengejarnya dari belakang.

" Minnie-ah… Minnie-ah…. Hei Sungmin-ah"

Sungmin masih melangkahkan kakinya, ia tidak berhenti meskipun ia mendengar suara Donghae yang memanggilnya saat itu.

Akhirnya Donghae dapat meraih tangan Sungmin dan membalikkan tubuhnya. Namun alangkah terkejutnya ia melihat lelehan airmata yang mengalir deras di pipinya.

" Gwenchana. Aku bersamamu" ucap Donghae seraya memeluk tubuh Sungmin. Saat itulah airmata Sungmin justru semakin deras mengalir.

" Jangan pergi" ucap Sungmin sangat amat lirih.

" Tak akan, aku akan selalu ada di hatimu" ucap Donghae mengeratkan pelukannya kepada Sungmin.

"Saranghae….." ucap Donghae mengeratkan pelukannya pada Sungmin. Namun Sungmin masih tetap diam. Ia tak bisa menjawab pernyataan Donghae yang baru saja diucapkan oleh Donghae. Lidahnya kelu, masih sulit baginya untuk bisa membuka hatinya yang terlanjur membenci cinta.

Tanpa mereka sadari, seseorang memandang miris ke arah keduanya yang masih tetap berpelukan di pinggir jalan itu.

' Kalah bahkan sebelum berperang' lirihnya

" Hah.. malang sekali nasibmu Cho" ucapnya kepada dirinya sendiri seraya melajukan mobilnya menjauhi daerah tersebut.

Sungmin melepaskan diri dari pelukan Donghae,.. ia segera membalikan tubuhnya untuk meninggalkan tempat itu.

" Tunggulah aku,…. Hanya sebentar. 1 tahun dan aku akan kembali, bersamamu. Hanya bersamamu" ucap Donghae seraya menahan tangan Sungmin.

Sungmin tetap tidak menjawab, ia meleps tangan Donghae yang menggenggam tangannya dan pergi meninggalkan tempat itu tanpa mengatakan apapun.

" Aku berangkat esok,… pukul 10.00 ku mohon, tunggulah aku" teriak Donghae memberitahu Sungmin yang telah berjalan jauh dari hadapannya.

" Hah" helaan nafas Donghae sarat akan beban yang begitu berat.

Dan entah malam itu tak ada satupun hati yang dapat tenang, semua pikiran mereka mengarah pada satu hal yang bernama cinta.

' Tunggu aku'

' Aku juga mencintaimu'

' Aku takut'

Suara batin ketiganya seperti bersahutan, tak mengerti dengan keadaan saat ini yang sangat membutuhkan kepastian. Semua sibuk dengan pemikiran masing-masing yng tak pernah berujung. Namun satu hal yang menghubungkan mereka bertiga, satu hal yang membuat ketiganya terjerat jarring kehidupan yang membingungkan. Cinta. Dan akhirnya malam itu hanya dipenuhi oleh spekulasi mereka menganai cinta yang menjerat ketiganya saat ini.

Keesokan harinya…..

Donghae telah siap dengan segala perlengkapan yang dibutuhkannya untuk belajar di Jepang selama satu tahun. Tuan dan nyonya Lee turut mengantarkan kepergian Donghae yang hanya tinggal menunggu tiga puluh menit lagi. Sejak tadi Donghae tidak lepas selalu menoleh ke arah pintu masuk, berharap seseorang akan datang mengantarkan kepergiannya. Namun harapannya kini masih belum menjadi kenyataan. Bahkan hingga kini tinggal lima belas menit keberangkatannya orang yang dinantikannya tak kunjung datang.

Seseorang menghampiri Donghae, iya dengan segera berhenti dihadapan Donghae dan melayangkan pukulannya kea rah perut Donghae meskipun tidak terlalu keras.

" Kau meninggalkannya?" tanya orang itu. Kyuhyun.

" Hanya sementara." Jawab Donghae melihat Kyuhyun. Tak ada tatapan mata kemarahan atau kebecian pada diri Donghae bahkan ia menjawab dengan nada yang lembut.

" Aku bisa merebutnya" ucap Kyuhyun kemudian.

" Aku memberimu kesempatan, 1 tahun hanya satu tahun" jawab Donghae.

" Aku akan membawanya"

" Hanya sampai aku kembali. Kupastikan aku kembali padanya. Jagalah ia" jawab Donghae tenang.

" Bagaimana jika ia memilihku?" tanya Kyuhyun menantang.

" Jika itu membuatnya bahagia. Aku akan bahagia" jawab Donghae memberikan senyum terbaiknya pada Kyuhyun.

" Hah … " Kyuhyun menghela nafasnya. " Baiklah aku akan menjaganya hingga kau kembali. Jangan salahkan aku jika akhirnya ia memilihku" ucap Kyuhyun.

" …" Donghae hanya tersenyum memandang kepergian Kyuhyun dari hadapannya kini.

' Bahkan ia belum memilihku Kyuhyun-ssi' batin Donghae. Serta senyum sendu yang menghiasi wajah tampannya. ' Lima menit lagi' batinya….

Sementara itu,…

Sungmin sedang berlari menuju bandara incheon…. Ia sudah mengambil keputusan. Mungkin ini yang terbaik baginya agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Meski mungkin sudah hampir terlambat namun setidaknya ia sudah mencoba.

Sungmin memasuki pintu masuk bandara, ia melihat ke sekeliling untuk menemukannya. Donghae. Meskipun tak nampak wajah khawatirnya jika ia terlambat namun dalam hatinya sangat khawatir jika orang yang dicarinya telah pergi. Memang tuhan sangat baik dengan umatnya. Penerbangan ditunda selama sepuluh menit karena gangguan arah angin. Sungmin melihatnya, orang yang di carinya kini berdiri menhadapnya. Wajahnya tampak terkejut dengan kehadiran Sungmin saat ini. Seolah hal ini adalah mimpi yang sangat indah baginya. Ia tak ingin bangun dari mimpi ini.

Sungmin berjalan pelan menuju kea rah Donghae yang masih berdiri mematung memandang ke arahnya. Hingga akhirnya hal yang lebih mengejutkan terjadi.

Cup..

Singkat. Sangat singakat, sebuah kecupan dari bibir Sungmin ke bibir Donghae yang masih berdiri mematung di hadapannya. Donghae membelalakan matanya lebar. Ia terkejut. Sangat terkejut. Sungmin sang eternal snow kini telah menciumnya kini. Bahkan di bibir, tepat dibibirnya. Meskipun sangat singkat sungguh Donghae amat bahagia.

" Jangan lebih dari satu tahun. Aku tak akan memaafkanmu jika lebih dari itu" ucap Sungmin sambil tersenyum tipis. Kemudian berbalik dan meninggalkan Donghae yang masih mematung disana.

Tuan dan nyinya Lee melihatnya. Ia melihat kejadian itu, tak ada reaksi apapun dari keduanya. Mereka percaya pilihan dari hati Donghae adalah yang terbaik dan tidak akan pernah mengecewakan orang tuannya. Ia hanya tersenyum tipis.

Donghae masih memproses kejadian yang baru dialaminya. Setelah ia berhasil tersadar dari lamunannya.

" Saranghae Sungmin-ah!" teriak Donghae membahana memenuhi bandara incheon. Membuat semua mata memandang aneh kepada Donghae yang berteriak sambil tersenyum bodoh menatap ke depan.

Sementara itu Sungmin masih bisa mendengar suara teriakan Donghae tersebut.

' Nado' batin Sungmin. Namun siapa sangka hal itu menyebabkan goresan luka yang semakin mendalam nagi seseorang.

" Kau kalah Cho. Baiklah cukuplah kau menjadi sahabatnya" ucap Kyuhyun lirih memandang sendu Sungmin yang berjalan keluar dari bandara. Meskipun masih dengan tampang wajahnya yang masih tampak datar dan dingin.

Pagi itu, setidaknya ketiganya mendapatkan kejelasan mengenai hati mereka. Segala hal mereka lakukan demi menjaga hati itu. Dan kini meskipun tidak terlalu dekat, Kyuhyun selalu bersedia menjaga Sungmin kapanpun dan dimanapun meskipun Sungmin masih sangat dingin kepadanya. Namun Sungmin tidak pernah mengusir keberadaan Kyuhyun yang terlalu dekat dengannya.

Satu tahun bukanlah waktu yang lama jika dijalani dengan penuh pengharapan dan kesungguhan bagi yang menjalaninya.

Satu Tahun Kemudian…

Hari ini sudah satu tahun sejak kepergian Donghae, namun nampaknya sang 'ikan' belum menampakkan wajahnya sejak hari itu, meskipun kini telah hampir satu tahun terlewat.

Kyuhyun kini menjadi penerus perusahaan orang tuanya dan pewaris rumah sakit keluarganya. Lee Sooman telah menyerahkan segalannya pada Kyuhyun sejak beberapa bulan yang lalu. Dan kini Sungmin telah bekerja di Cho group sebagai manajer produksi. Tidak. Sungmin tidak bekerja disana karena Kyuhyun, namun ia bisa diterima disana murni karena kemampuannya.

Sungmin tetap dingin seperti dulu namun tidak lagi sedingin dulu. Ia tetap bekerja dengan baik bersama karyawannya. Bahkan tak jarang ia ikut terjun langsung di lapangan membantu karyawannya.

Tak dipungkiri Sungmin begitu merindukan Donghae orang yang kini ada dihatinya. Siang itu Sungmin akan pergi meninjau lokasi yang ada di daerah pinggiran seoul. Namun saat ia memasuki lift. Ia melihatnya, orang yang dinantikannya ada disana dan tersenyum manis kearahanya.

Tak ada yang terucap dari bibir keduanya. Seakan bibir mereka kelu untuk berbicara.

" Boghosipo" ucap Donghae

" Nado"

" Kau tak ingin memelukku?" tanya Donghae

" …" Sungmin masih diam ia merasa ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Orang yang dinantikannya kembali setelah sekian lama pergi. Tanpa menunggu lagi, segera Donghae memeluk Sungmin erat.

" Saranghae. Jeongmal saranghae" ucap Donghae memeluk erat Sungmin.

" Nado"

" Baiklah, chagiya. Kau harus bekerja bukan? Ku tunggu nanti malam. Sapphire Blue café 07.00 Pm." Ucap Donghae seraya pergi meninggalkan Sungmin setelah mengecup singkat keningnya.

Kyuhyun melihatnya. Ia tak sengaja melihatnya. Hatinya masih berdenyut sakit melihat kemesraan dua orang itu. " Hah….." kyuhu menghela nafasnya.

Malam itu Sungmin telah berada di sapphire blue café. Namun Donghae belum juga muncul dari sana. Sungmi telah menunggu satu jam lebih. Bahkan menunggu adalah hal yang dibencinya.

Donghae sedang berlari. Entah mengapa mobilnya tiba-tiba mogok di jalan dan menyebabkan dirinya harus berlari dari sana menuju sapphire blue café namun tak satupun taksi tampak lewat disana.

Donghae melihatnya seorang gadis kecil hendak menyebrang jalan dan ada mobil truk yang melaju kencang kearah anak itu. Jantung Donghae mendadak berhenti, tubuhya kaku tak bisa digerakkan melihat kejadian itu. Hingga akhirnya.

BRAKKKKKK…

TBC

mianhamnida chingu baru bisa update hari ini hhehehehe

ini chap sebelum terakhir. chap terakhir ditunggu ne hehehehehe

mian ne kalau saya bikin romance nya kurang mengena karena salah satu maslah saya adalah sulit membuat moment romantis hehhehehehe

balasan review...

kms : ne hehehehe kyu sadr di cinta sama ming hohohoho

evil vs buny : hehehe ne, akan saya selesaikan ok FF ini hehehehehe

minoru : hahahaha cintanya sudah diraih hehehehe

guest : ne sudah dilanjut heehehhehehe

ZaAra evilkyu : hehehehe saya suka lagunya Superjunior tapi untuk oragnya saya cuma suka sungmin. menurut saya super junior itu boyband yang penuh perjuangan jd saya menyukainya. hehehe saya baru di dunia KPOP jadi banyak hal yng saya belum paham hehehe

hunhee98: hehehehe chapnya ada 15 saeng hehehehe. ne fighting

buat chingu yang lainnya tenang saja reviewnya saya balas via PM ne hehehehe

kamsahamnida

* Bow*

jangan lupa review ne hehehehehehe