Dream Cafe
Casts :
- Johnny
- Jaehyun
- Yuta
- Taeyong
Warning!
fanfic dengan pair yang tidak sesuai, jika kalian tidak suka dengan pairnya diharap jangan membaca
JohnJae (Johnny X Jaehyun) with a little bit JaeYong (Jaehyun X Taeyong)
Happy Reading
Part 2 (I'm Gonna Find Another You)
Jaehyun perlahan membuka matanya, melihat kesekelilingnya dan menyadari bahwa ini bukan kamarnya. Ia bangun dan terduduk dipinggir kasur, mengumpulkan nyawanya, memijat kepalanya yang masih terasa sedikit pusing. "Yuta Hyung kenapa malah mengantarku ke kamar Suho Hyung? bukan kekamarku sendiri?" gumamnya pelan. Ia melirik meja nakas, dan matanya tertuju pada salah satu bingkai foto yang terletak disana. Fotonya bersama kekasihnya, oh bukan, bukan kekasihnya lagi tapi mantan kekasihnya. Pernah Jaehyun bertanya sekali kenapa Hyung nya itu selalu memajang fotonya dengan kekasihnya dikamarnya? dan dia mendapatkan jawaban 'kekasihmu adalah adikku juga, jadi tidak salah kan jika aku memajang foto kalian berdua' Jaehyun meraih bingkai foto tersebut dan kemudian berdiri. "dia bukan adikmu lagi Hyung" gumamnya.
Jaehyun berjalan kedapur dan membuang bingkai foto yang digenggamnya ke tong sampah, lalu mencuci tangan dan mukanya. Mengambil segelas air hangat dan memakan roti tawar yang tersedia di meja makan, sambil memainkan ponsel pintarnya dengat tangan kirinya. Jaehyun sedikit kaget saat ponsel yang digenggamnya bergetar, menampilkan nama Hyung nya di layar, tanpa berpikir dua kali Jaehyun langsung menjawab panggilan tersebut.
"Halo Hyung"
'kau sudah bangun?'
"sudah Hyung, kalau belum aku tidak akan menjawab telpon mu"
'ck..aku kan hanya bertanya. Kau sedang apa? Sudah sarapan?'
"ini aku sedang sarapan"
'dengan?'
"roti, aku sedang malas memasak"
'bukan itu maksud pertanyaanku, kau sarapan dengan siapa? Taeyong memangnya tidak datang? Biasanya dia yang menyiapkan sarapan untukmu'
Jaehyun terdiam sejenak mendengar Hyung nya menyebut nama Taeyong. Benar, biasanya Taeyong yang menyediakannya sarapan, pantas saja daritadi seperti ada yang kurang. Jaehyun biasanya menghabiskan sarapan paginya dengan Taeyong dan Hyung nya atau terkadang Yuta juga ketika Ia sedang menginap, dan sekarang Jaehyun sendirian, dengan hanya segelas air hangat dan roti, miris sekali.
"Hyung"
'hm?'
"aku dan Taeyong Hyung, sudah putus"
'APA? Kenapa?' Jaehyun mendengar Suho Hyung nya yang terkejut.
"Chanyeol Hyung..."
'DIA LAGI?' Jaehyun dapat mendengar suara Hyung nya yang meninggi disebrang sana 'brengsek, dia menggoda pacar adikku dan calon adik iparku'
Jaehyun tersenyum singkat mendengar Hyung nya yang mengumpat, ini jarang sekali terjadi, Hyung nya yang lemah lembut itu jarang sekali berkata kasar.
"dia bukan lagi calon adik iparmu Hyung"
'sayang sekali, padahal aku sudah menyukainya'
"jadi kau menyayangkannya? Kau menyesalinya? Taeyong Hyung bukan lagi calon adik iparmu. Kau tidak kasihan padaku Hyung? adikmu yang tampan ini sedang patah hati, tapi kau malah menyesali kepergian Taeyong Hyung" ucap Jaehyun dengan nada kesal.
'hahaha...tentu saja tidak. Sudahlah jangan berlarut-larut, sepertinya kalian memang bukan takdir. Aku sudah pernah melihatmu patah hati gara-gara Taeyong sebelumnya dan aku tidak ingin melihatnya lagi, jadi sekarang kau harus melupakannya, kau mengerti?'
"tidak semudah itu Hyung"
'aku tau. Apa aku harus kembali ke Korea detik ini juga untuk menghiburmu? jangan menangis anak manis'
"jangan berlebihan Hyung, aku tidak menangis dan jangan panggil aku anak manis. Karena aku tampan"
'terserahlah'
"Hyung, pulang besok kan?"
'hmm..aku ambil penerbangan pagi'
"hati-hati dijalan Hyung, aku menunggumu disini"
'iya, sudah yah aku masih ada urusan, sampai jumpa Jae'
"hmm..sampai jumpa Hyung"
Jaehyun mengakhiri sambungan telponnya dengan Suho. Sedikit ada perasaan senang saat Hyung nya tadi secara tidak langsung menghiburnya. Ia bangkit dari duduknya mencuci gelas yang baru saja dipakainya, bersiap untuk pergi ke kampus. Jaehyun berhenti sejenak saat melewati tong sampah tempat dimana Ia membuang fotonya bersama Taeyong. Jaehyun mengambil kembali bingkai foto yang sudah dibuangnya tadi, membersihkan framenya dan kembali menatap salah satu object yang ada di foto tersebut, Taeyong. Kalau boleh jujur, Jaehyun masih mencintainya, dia bahkan tak sesedih ini saat hubunganya dengan Doyoung berakhir. Taeyong berbeda, sudah banyak kenangan yang dilaluinya bersama Taeyong orang yang tiga tahun lebih tua darinya itu. Mungkin hubungannya hanya berjalan satu tahun, tapi Jaehyun sudah mengenal Taeyong lama, bisa dikatakan Taeyong dulu adalah sahabatnya, sahabat jadi cinta maksudnya? Yah anggaplah begitu. Jaehyun menghembuskan napasnya, biarkan dia menyimpan foto ini, anggap saja menyimpan fotomu dengan sahabatmu. Ini baru satu karena masih ada banyak foto dirinya dengan Taeyong dikamarnya. Kalau disimpan terus nanti gagal move on bagaimana? Biarkan saja Jaehyun tidak peduli.
.
.
.
Jaehyun baru saja menyelsaikan jadwal kuliahnya, dan sekarang waktunya dia untuk ke cafe, pasti Wendy Noona sudah menunggunya disana, atau Haechan yang sudah menggerutu karena dirinya yang belum datang untuk menggantikannya. Jaehyun berdiri sejenak didepan gerbang fakultasnya, ternyata hujan sudah turun dengan deras. Jaehyun tersenyum puas, memakai kupluk hoodie nya, lalu dengan santai berjalan menerobos hujan, membiarkan tubuhnya diguyur hujan.
"perfect" gumamnya.
Jaehyun dengan kebiasaannya yang selalu suka menerobos hujan, Ia suka berada dibawah derasnya guyuran hujan, Ia suka air hujan itu membasahi tubuhnya, dan karena itu pula Jaehyun tak pernah membawa payungnya, karena dia lebih suka air hujan mengguyurnya seperti ini. Paling jika Hyung nya tau dia akan diomeli habis-habisan, atau Yuta yang menceramahinya panjang lebar. Tapi, itu tak akan pernah membuat Jaehyun kapok.
Hanya dalam waktu lima belas menit Jaehyun sudah sampai di Dream Cafe dengan berjalan kaki. Ia membuka pintu cafe tersebut dan disambut gemerincing lonceng.
"yak! Jung Jaehyun kau terlambat lima menit, hey kau hujan-hujanan lagi ya tuhan" Jaehyun disambut dengan ocehan wanita cantik bernama Wendy yang berdiri dibelakang mesin kasir.
"Annyeong Noona, maaf aku terlambat, tadi aku menunggu dosenku untuk bimbingan. Dimana Haechan?"
"dia sudah pulang duluan, karena bosan menunggumu"
"Ya tuhan cuma terlambat lima menit saja, tidak sabaran banget sih"
"Jaehyun Oppa, kau membuat lantainya basah lagi" gadis cantik yang memegang pembersih lantai tersebut menggerutu sambil bertolak pinggang, menatap Jaehyun kesal.
"mianhae Koeun-ah"
Jaehyun bergegas keruang ganti, mengganti bajunya yang basah. Memakai upron coklat, mengeringkan rambut pirangnya dan memakai topi seragam khas cafe tersebut. Setelah selsai dengan penampilannya Ia kembali ke meja bar dan siap melayani pelanggan.
"hey tersenyum"
"hey Jaehyun jangan lupa tersenyum"
"Jung Jaehyun ya tuhan, kubilang tersenyum"
Setidaknya itulah kata yang keluar dari Wendy selama dua jam Ia bekerja. Satu aturan di cafe ini adalah selalu tersenyum saat kalian berhadapan dengan pelanggan itu aturan yang dibuat Suho, katanya agar pelanggan merasa senang dan mau datang ke cafe ini lagi, karena kesan ramah yang dirasakan sang pelanggan. Namun, hari ini Jaehyun sepertinya melupakan aturan tersebut, biasanya diantara semua pegawai cafe ini dialah yang tersenyum paling ramah dan paling menawan sambil mengatakan 'selamat datang' 'selamat menikmati' atau 'silahkan datang kembali' saat pelanggan tersebut meninggalkan cafe, bahkan jika mood nya sedang bagus Ia akan menambahkan 'hati-hati dijalan' membuat pelanggan wanita salah tingkah dibuatnya. Tapi hari ini Jaehyun dengan senyuman ramah menawannya tidak terlihat, Jaehyun hanya meracik kopinya sesuai perintah, mengantarnya dan setelahnya membersihkan meja.
Jangan lupa, Jaehyun itu sedang galau, sedang putus cinta, sedang patah hati dan berbagai perasaan pahit lainnya. Mana bisa Jaehyun tersenyum, Jaehyun juga bukan tipe seseorang yang bisa memaksakan senyuman. Ocehan Wendy yang sedaritadi ditujukan padanya juga sepertinya hanya angin lalu, masuk telinga kanan keluar telinga kiri, membuat Wendy menyerah dan menggelengkan kepalanya.
Suara gemerincing lonceng berbunyi, menandakan ada pelanggan yang datang. Wendy dan bahkan Koeun yang sedang melayani pelanggan dengan kompak menyapa pelanggan tersebut.
"selamat datang"
"kau ingin pesan apa tuan?" ucap Wendy ramah.
"oh! Johnny Hyung, Noona biar aku yang melayaninya" Jaehyun yang tadi menyusun cangkir kopi menggeser Wendy "selamat datang Hyung kau ingin pesan apa?" ucap Jaehyun ramah dan dengan senyum terbaiknya.
Wendy hanya melongo melihat Jaehyun, daritadi Ia sudah ngomel kepada anak itu untuk mengeluarkan senyumannya tapi tak berhasil, dan sekarang Jaehyun dengan manisnya tersenyum kepada pelanggan yang jika tadi Wendy tak salah dengar bernama Johnny.
"hai Jaehyun, aku ingin satu cup Latte"
"satu cup Latte, ada tambahan?"
"tidak"
"baiklah silahkan ditunggu pesanannya"
"huh? Berapa harganya?" Johnny baru saja ingin mengeluarkan dompetnya, namun Ia menatap Jaehyun bingung.
Jaehyun memberi isyarat kepada Johnny untuk mendekat. Johnny menuruti dan mendekatkan dirinya kepada Jaehyun yang membisikkan sesuatu padanya.
"Yuta Hyung tadi menelpon ku, dia bilang kau yang mengantarku pulang semalam, jadi minuman ini gratis, anggap saja sebagai rasa terimakasih" Jaehyun tersenyum setelahnya, lalu membuat Latte pesanan Johnny.
Johnny hanya bisa tersenyum, padahal awalnya tadi Johnny sempat ragu untuk datang ke cafe ini, tambah ragu saat dia melihat Jaehyun. Takut Jaehyun mengingat kejadian semalam, melihat Jaehyun yang bersikap seperti ini padanya sepertinya Jaehyun tidak mengingatnya, dia saja tau dari Yuta kalau Johnny yang mengantarnya. Johnny duduk disalah satu meja dekat jendela agar Ia bisa leluasa memandang keluar, sambil menunggu pesanannya.
"satu cup Latte"
Johnny yang dari tadi asik memandang keluar jendela menoleh saat Jaehyun meletakkan Latte pesanannya. Jaehyun menarik kursi yang ada didepan Johnny dan duduk disana.
"Hyung, pasti semalam aku sangat merepotkan yah, terimakasih sudah mengantarku. Aku baru mengetahuinya saat Yuta Hyung yang mengatakannya melalui telpon tadi"
"tidak, kau tidak merepotkan. Sama-sama, terimakasih juga atas Latte nya" Johnny menganggkat cup Latte tersebut dan kemudian meminumnya.
"Hyung kau menunggu seseorang?"
Johnny mengangguk, Ia tidak bohong. Johnny memang datang kesini untuk menemui rekan kerjanya, Taeil. Bukan buat modus sumpah, dan secara kebetulan Taeil yang memilih tempat, Johnny langsung menyetujuinya saat Taeil bilang bertemu di Dream Cafe ini.
"aku sedang menunggu rekan kerjaku, ada yang harus dibicarakan sebentar"
"oh" Jaehyun mengangguk dan ber Oh ria "kalau begitu aku akan menemanimu sampai temanmu datang"
'dengan senang hati' batin Johnny.
"Hyung, apa aku semalam bertingkah aneh padamu? Seperti, menendang mungkin, atau memukul, atau berkata kasar padamu? Kebiasaan burukku saat mabuk tak bisa mengingat apapun"
"tidak sama sekali, kau hanya tertidur waktu itu" ucap Johnny santai 'you kissed me' jawab Johnny dalam hati, jelas saja dalam hati, Johnny tak ingin Jaehyun mengingatnya yang akan membuat mereka menjadi canggung nantinya.
"syukurlah"
"kau tinggal sendiri? Aku tidak melihat siapapun di apartementmu semalam" ucap Johnny basa-basi, jelas Ia tau Jaehyun tinggal dengan Hyung nya, semalam kan Yuta sendiri yang bilang kalu Johnny salah kamar, kamar yang semalam itu kamar Hyung nya.
"tidak, aku tinggal bersama Hyung ku. Terkadang Yuta Hyung juga tinggal disitu kalau Hyung ada perjalanan bisnis yang lama untuk menemaniku"
"oooh..pantas saja kamarnya ada tiga"
"iya, dan yang semalam itu kamar Hyung ku"
"aku kira itu kamarmu, karena aku melihat fotomu dengan kekasih...oh tidak, mungkin mantan kekasih"
Jaehyun tersenyum pahit saat mendengar Johnny menyebut mantan kekasih. Baru saja Jaehyun lupa sedikit tentang Taeyong, dan Johnny malah tidak sengaja mengingatkannya.
"oops...sorry" Johnny mengutuk dirinya sendiri, dengan bodohnya dia membahas tentang Taeyong. Lihat, ekspresinya Jaehyun jadi berubah tidak enak.
"Hyung ku memang selalu memajang foto itu. Entah, katanya dia suka. Dia bilang kekasihku adalah adiknya juga, maka dari itu Ia memajangnya"
"oooh...begitu"
"Hey Jaehyun, tolong bantu aku!" itu suara Wendy yang memanggilnya. Jaehyun langsung berdiri dari tempatnya.
"maaf Hyung, aku tidak bisa menemanimu sampai temanmu datang. Wendy Noona membutuhkanku, dan aku tidak mau mendengar ocehannya, dia cantik tapi sedikit menyeramkan jika sedang marah"
"haha..tidak apa. Kembalilah bekerja, sekali lagi terimakasih yah Latte nya"
"sama-sama"
Jaehyun pergi meninggalkan Johnny dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Johnny memutar-mutar sedotan Latte yang dipegangnya. Ia tersenyum tipis, entah memang cafe ini menyediakan minuman yang nikmat atau karena Latte ini dibuat oleh Jaehyun jadi terasa lebih nikmat sama seperti Americano yang dicicipinya waktu itu.
"hey Johnny kau sudah menunggu lama?"
"oh, Taeil Hyung" Johnny tersadar dari lamunannya "tidak terlalu lama, duduklah"
"maaf yah, tadi macet sekali" Taeil duduk dikursi yang tadi ditempati oleh Jaehyun, didepan Johnny.
"Hyung sebelum kita bahas project kita, aku ingin minta tolong sesuatu padamu"
"apa?"
"bisakah kau carikan aku seseorang? Orang yang bekerja dibagian design dalam team ku baru saja berhenti bekerja setelah dia menikah seminggu yang lalu, aku sangat membutuhkannya. Kau punya banyak kenalan, jadi aku minta tolong padamu"
"tidak masalah, aku akan carikan nanti"
"yang ahli dan berbakat yah"
"oke"
.
.
.
Yuta sedang membersihkan gelas-gelas dengan handuk ditangannya, baru jam sembilan malam dan bassement ini baru buka, sekarang hari sabtu malam minggu, Yuta berani taruhan lima menit lagi pasti sudah tidak ada bangku kosong yang tersedia, karena...
"Yuta Hyung"
Yah karena orang ini, Jaehyun. Yang akan mengisi live music pada malam ini, tuh liat satu kumpulan wanita yang Yuta sudah hapal wajahnya sudah berkumpul disalah satu meja, dan mereka jadi senyum-senyum tidak jelas saat Jaehyun datang. Jaehyun duduk di kursi tinggi meja bar tersebut. Yuta menyerahkan semangkuk kecil permen jelly warna-warni kepada orang yang baru datang ini. Loh di bar macam gini ada permen jelly? Bukan, ini bukan menu bar, ini memang sengaja Yuta sediakan, khusus untuk orang yang sudah dianggap sebagai adiknya ini supaya dia tidak mencicipi rokok lagi. Yuta pernah melihat Jaehyun merokok sekali dan percaya atau tidak Yuta dengan teganya memukul Jaehyun sampai membuat pipi Jaehyun yang chubby itu lebam, Yuta pernah bilang pada Jaehyun 'kau boleh minum alkohol karena yang terkena dampaknya nanti hanya dirimu sendiri. Tapi rokok, tidak! Jangan sampai kau kecanduan, karena rokok, selain merugikan dirimu sendiri asapnya juga merugikan orang lain yang ada disekitarmu. Mati kau Jung Jaehyun kalau aku melihatmu merokok lagi!' dan sejak itu Jaehyun tidak berani lagi menghisap batang rokok, sebagai gantinya Yuta selalu menyediakan permen jelly ini ketika Ia datang.
"Suho Hyung sudah pulang Jae?"
"belum, besok pagi, mungkin sampai sini sore atau malam? Entahlah" ucap Jaehyun sambil mengunyah permen jelly nya.
"hey kau tidak melakukan apapun pada Johnny kan? kebiasaan mabukmu itu buruk sekali"
"tidak, tadi siang aku bertemu dengannya, dia mengunjungi cafe untuk bertemu temannya. Saat aku tanya apa yang aku lakukan semalam dia bilang tidak ada"
"baguslah, aku mengundangnya untuk datang kesini malam ini"
"benarkah? Mana? dia belum datang"
"mungkin nanti"
Jaehyun mengangguk, Ia masih asik dengan permen-permen jelly nya, menunggu teman-teman band nya yang lain. Saat teman-temannya sudah datang Jaehyun bangkit dari tempatnya dan menaiki panggung untuk mengisi live music seperti biasa. Untuk hari ini dia tidak ingin menerima request lagu dari para pengunjung, dia hanya ingin menyanyikan lagu yang Ia inginkan. Lagu yang mungkin sesuai dengan suasana hatinya.
That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me That should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong I can't go on' Till you believe
That that should be me
That should be me
Yuta hanya menggelengkan kepalanya, daritadi lagu yang Jaehyun nyanyikan membawa suasana yang menyedihkan sekali, bodohnya para pengunjung tetap memberi tepuk tangan untuknya, apa mereka tidak lihat wajahnya yang murung itu? Yuta tau Jaehyun pasti sedang menyampaikan perasaannya lewat lagu-lagu yang dibawakannya tadi. Terkutuklah Lee Taeyong yang sudah membuat anak itu patah hati, sudah dua kali, dan Yuta tak akan mengampuni orang itu. Kalau bukan karena Jaehyun yang terlihat masih mencintainya mungkin Lee Taeyong sudah habis ditangan Yuta.
"hai Yuta-ssi" Johnny, orang yang daritadi ditunggu Yuta, yang membuat Yuta secara halus mengusir pelanggan yang ingin duduk di kursi tinggi didepannya ini dengan alasan 'maaf, kursi ini ada pemiliknya' akhirnya datang juga. Jika tidak begitu Johnny tidak akan kebagian tempat duduk, lihat bar ini benar-benar sudah full.
"oh Johnny-ssi, akhirnya kau datang. Sesuai janjiku, minuman gratis"
"terimakasih, aku mendapat dua minuman gratis hari ini. Dari kau dan juga Jaehyun"
"Jaehyun mentraktirmu juga?"
"hmm" Johnny mengangguk "satu cup Latte, tadi siang"
Yuta mengangguk, Ia kemudian melayani pelanggan-pelanggannya yang lain setelah itu kembali berdiri didepan Johnny sambil sesekali mengobrol dengannya. Yuta yang mengundang Johnny kesini maka dari itu Yuta tidak boleh mengabaikan orang ini begitu saja. Yuta dan Johnny sesekali menonton live music yang tersaji, mereka menikmatinya terlebih Johnny, sumpah Johnny sangat suka suara Jaehyun dia akan jadi penggemarnya dan mengoleksi album-albumnya dan datang di setiap konsernya jika memang Jaehyun adalah seorang penyanyi terkenal.
Eottae geu namjan naboda deo na?
geu sarami nae gieok da jiwojwossna bwa?
geurae neoga haengbokhamyeon dwaessji
raneun geojismareun an halge
Daeche naega wae nal tteonan neohante
haengbogeul baraeya dwae jeoldae
I don't give a a~~
Congratulations neon cham daedanhae
Congratulations eojjeom geureohge
amureohji anha
hamyeo nal jisbalpa
usneun eolgureul boni da ijeossna bwa
Siganeul gajjadeon mal ye
saenggakhae bojadeon mal ye
nae nuneul bomyeonseo mitge haenohgo
ireohge naege
Jaehyun menyanyikan lirik lagunya dengan sepenuh hati, teman-temannya yang lain yang sedang memainkan alat musik terkadang meliriknya heran dalam hati mereka berkata Jaehyun kenapa sih? dia benar-benar membuat suasana di bar cafe ini jadi sedikit menyedihkan dengan lagu-lagu galau yang dinyanyikannya. Sang gitaris menyarankannya satu lagu yang mungkin akan mengubah suasana menjadi lebih happy tapi ditolak oleh Jaehyun. Berakhirlah mereka yang menuruti apa yang Jaehyun mau, toh dia pemimpinnya disini mereka hanya bisa mengikuti.
"apa-apaan dia, sudah lima lagu dan semua lagunya menyedihkan sekali, dasar anak itu" gerutu Yuta sambil seperti biasa membersihkan gelas kaca dengan handuk yang ada ditangannya.
"Yuta-ssi, boleh aku minta kertas dan pinjam pulpen?"
"untuk?"
"aku ingin me request sebuah lagu"
"percuma saja Johnny-ssi, lagunya tak akan dinyanyikan olehnya, sudah ada beberapa pelanggan yang meminta tapi ditolaknya"
"tak apa, aku ingin mencoba, siapa tau dia mau"
Yuta menyerahkan pulpen dan secarik kertas kepada Johnny. Johnny menuliskan judul dan penyanyi dari lagu yang Ia pinta, menyerahkannya kepada salah satu pelayan untuk menyampaikannya kepada Jaehyun. Pelayan tersebut dengan ragu menyerahkan kertas tersebut kepada Jaehyun, Ia tau Jaehyun tadi sudah berpesan untuk tak menerima request dari pelanggan, tangannya sedikit bergetar saat melihat Jaehyun dengan wajah kesalnya.
"sudah kubilang aku tidak menerima request lagu" ucap Jaehyun dengan nada dinginnya kepada pelayan tersebut
"ini dari pelanggan bernama Johnny" dengan takut-takut pelayan tersebut masih berusaha menyampaikan pesannya.
"huh?" Jaehyun mengambil kertas tersebut dan mengedarkan pandangannya. Jaehyun melihat Johnny yang duduk didepan meja bar, Ia tidak tau orang itu sudah datang.
Johnny menyatukan kedua tangannya membuat gestur memohon tanpa suara berkata 'Please' kepada Jaehyun. Oke karena dia tamu spesial, yah spesial karena Yuta yang mengundangnya dan karena dia sudah mengantar Jaehyun yang mabuk walaupun baru berkenalan maka Jaehyun akan memenuhinya. Jaehyun membaca tulisan yang ada dikertas tersebut.
'please sing a song from John Mayer – I'm Gonna Find Another You'
"apa kau bisa memainkan lagu ini?" Jaehyun menunjukkan secarik kertas tersebut kepada gitaris yang ada disampingnya.
"tentu saja"
"let's play it"
Sesuai permintaan Jaehyun, sang gitaris mulai memetik senar gitarnya. Jaehyun menarik napasnya dan mulai menyanyikan liriknya.
It's really over
You made your stand
You got me crying
As was your plan
But when my loneliness is through
I'm gonna find another you
Damn, dari semua lagu yang dinyanyikannya tadi, lagu ini yang paling mengingatkannya dengan Taeyong. Jaehyun menatap Johnny yang duduk memperhatikannya, Ia melihat Johnny yang tersenyum kearahnya, sambil bernyanyi Ia membalik kertas yang masih dipegangnya dan membaca pesan disana.
'nyanyikan dan resapi liriknya aku rasa lagu ini cocok untukmu'
You take your sweaters
You take your time
You might have your reasons
But you will never have my rhyme
I'm gonna sing my way away from blue
I'm gonna find another you
Jaehyun tersenyum sekilas, sekarang dia mengerti, lagu ini menyuruhnya untuk melupakan Taeyong. 'I'm Gonna Find Another You' setelahnya Ia menyanyikan lagu tersebut dengan enjoy, menatap lurus kedepan seperti biasa sambil mengeluarkan senyum menawannya. Sesekali Jaehyun melirik kearah Johnny dan Yuta, entah mengapa seketika mood nya jadi lebih baik. Thank's to someone.
"hey Johnny-ssi kau membuatnya tersenyum"
"sepertinya dia tau apa maksudku" ucap Johnny santai sambil menenggak minuman yang dipegangnya.
"ya, itu memang lagu yang pas untuknya"
Setelahnya Johnny dan Yuta menikmati suara Jaehyun. Akhirnya mereka dapat merasakan feeling yang berbeda dari sebelumnya, suasana jadi lebih baik tak semurung yang sebelumnya. Toh sang vokalis juga sepertinya menikmati lagunya dengan senang hati.
So go on, baby
Make your little getaway
My pride will keep me company
And you just gave yours all away
Oh, now I'm gonna dress myself for two
Once for me, and once for someone new
I'm gonna do some things you wouldn't let me do
I'm gonna find another you
.
.
.
Johnny sedang menunggu taxi di halte bus. Ia memang sengaja tidak membawa mobilnya karena Ia tau pasti Ia akan minum alkohol, akan jadi ilegal jika Ia mengemudi dibawah pengaruh alkohol. Sudah larut malam, jalan terlihat sepi, mungkin akan sedikit sulit untuknya menemukan taxi dan jam segini juga bukan jam oprasional bus. Sial, seharusnya dia bawa mobil saja dan memanggil supir pengganti.
"Johnny Hyung?"
Johnny menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya, itu Jaehyun dengan hoodie hitamnya. Jaehyun menutupi kepalanya dengan kupluk hoodie tersebut, dengan poni pirangnya yang hampir menutupi matanya. Jaehyun tersenyum pada Johnny menampilkan dimple nya.
'damn, he looks so fluffy' batinnya.
Jaehyun melepas earphone yang dikenakannya dan duduk disamping Johnny.
"kau sedang menunggu seseorang Hyung?"
"lebih tepatnya sih menunggu taxi"
"tidak bawa mobil?"
Johnny menggeleng menjawab pertanyaan Jaehyun.
"kau sendiri?"
"aku juga ingin menunggu taxi, sama sepertimu aku juga tak bawa mobil"
Johnny dan Jaehyun duduk berdampingan hanya dibatasi oleh tiang halte. Hanya ada mereka bedua di halte tersebut, jelas saja hanya ada mereka, jam oprasional bus sudah berakhir dan sekarang menunjukkan waktu pukul satu dini hari. Jaehyun menyandarkan kepalanya pada tiang yang ada disampingnya, jujur saja dia sudah mulai mengantuk.
"terimakasih ya Hyung"
"untuk?" tanya Johnny bingung.
"lagu yang kau sarankan. 'I'm Gonna Find Another You' lagu itu membuatku merasa lebih baik"
Johnny menoleh dan melihat Jaehyun yang bersandar pada tiang halte sambil menatap sepatunya. Terlihat sekali dari matanya yang menahan kantuk, Johnny gemas Ia ingin mencubit pipinya sumpah.
"kata Yuta kau membuat susana jadi suram, aku hanya menyarankan lagu itu agar kau bisa bernyanyi dengan lebih santai sambil mengungkapkan perasaanmu. Kau terlihat sangat sedih sekali. Dan arti dari lagu itu sendiri sangat pas untuk orang yang sedang putus cinta dan ingin melupakan mantannya"
"kau tau Hyung, aku tidak pernah sesedih ini saat putus cinta sebelumnya. Itu semua karena Taeyong Hyung spesial"
Johnny mengalihkan pandangannya dari Jaehyun, dia mulai tidak suka saat Jaehyun mengatakan bahwa Taeyong adalah seseorang yang spesial. Spesial darimana? Spesial karena sudah menyakitinya dua kali?
"dia dulu adalah sahabat baikku. Dia yang selalu memberiku saran bagaimana cara memperlakukan kekasihku dengan baik, bagaimana cara menghargai kekasihku, dan selalu jadi penengah saat aku dengan kekasihku bertengkar. Dia juga yang menghiburku saat aku putus dengan kekasihku, ajaibnya hanya dalam waktu dua hari aku bisa move on karena dirinya. Sampai akhirnya aku menjalin hubungan yang lebih spesial dengannya, tidak butuh waktu pendekatan, karena kita sudah saling mengenal satu sama lain, kita sudah tau kelemahan dan kelebihan masing-masing, tapi sayangnya hubungan itu hanya bertahan satu tahun. Aku bersahabat lama sekali dengannya tapi hancur hanya karena hubungan sepasang kekasih yang berjalan satu tahun tersebut. Kalau dulu ada Taeyong Hyung yang membantuku melupakan mantan kekasihku, sekarang berbeda aku yang harus melupakannya, sendiri"
Johnny kembali menoleh melihat Jaehyun dengan wajah murungnya.
"kalau begitu kau harus cari seseorang yang dapat membantumu melupakannya"
"Hyung benar dan aku harap aku bisa menemukannya"
'kau menemukannya, orang itu ada disampingmu' batin Johnny. Jaehyun berhasil membuat Johnny melupakan Ten, maka Johnny akan membuat Jaehyun melupakan Taeyong. Johnny tau itu tidak mudah mengingat hubungan Jaehyun dan Taeyong terlihat sangat erat sebelumnya, tapi Johnny akan mencobanya.
Tak ada lagi perbincangan diantara keduanya. Jaehyun masih bersandar di tiang sambil berusaha keras menahan kantuknya, sementara Johnny sesekali memperhatikan Jaehyun yang ada disampingnya sambil berpikir 'jika tidak dibatasi dengan tiang mungkin Jaehyun akan bersandar dibahuku'. Johnny berdiri saat Ia dari jauh melihat taxi dan menghentikan taxi tersebut.
"hey Jaehyun"
"huh?" Jaehyun mendongakan kepalanya, sungguh Ia sangat mengantuk.
"apartement kita satu arah, bagaimana kalau kita satu taxi saja. Aku rasa jika menunggu taxi lain juga akan sangat lama, jalan sudah mulai sepi"
"baiklah" Jaehyun menyetujui dan langsung bangkit dari tempatnya. Ia juga ingin cepat-cepat sampai apartementnya dan berbaring dikasur empuknya.
Didalam taxi Jaehyun hanya menyandarkan kepalanya pada jendela mobil sambil menatap lampu-lampu jalan, sesekali Ia menguap, Ia berusaha keras untuk tetap terjaga. Tapi sepertinya Ia sudah tidak sanggup.
"Johnny Hyung, tolong bangunkan aku saat sudah sampai nanti yah, aku ingin tidur sebentar"
"hmm..nanti aku bangunkan, tidurlah"
Jaehyun membenarkan kupluk hoodienya dan melipat kedua tangannya di dada, mulai menutup matanya untuk tertidur. Beruntung ada Johnny, setidaknya dia ada temannya jadi dia bisa tidur dengan tenang. Tak butuh waktu dua menit Jaehyun sudah pulas dalam tidurnya.
Johnny yang melihat Jaehyun sudah tertidur dengan perlahan menarik kepalanya yang bersandar di jendela mobil tersebut. Johnny sedikit menggigit bibirnya takut apa yang dilakukannya ini membangunkan Jaehyun, Ia menarik kepala Jaehyun untuk bersandar dibahunya. Johnny mematung seketika saat Jaehyun bergerak, rupanya Jaehyun hanya mencari posisi yang nyaman dibahu Johnny setelahnya tak ada lagi pergerakan, membuat Johnny bernapas lega. Ia memperhatikan wajah damai orang yang ada disampingnya ini, sedikit menyingkirkan hoodie yang menutupi wajahnya dan menyingkirkan poni yang menutupi matanya itu dengan telunjuknya.
"pak, kita ambil jalan memutar yah" ucapnya dengan sang supir taxi.
"jika mengambil jalan memutar maka akan bertambah jauh dan memakan waktu yang lama"
"tidak apa"
"baiklah"
Justru itu yang Johnny inginkan, Ia ingin menghabiskan waktunya sebentar dengan Jaehyun yang tertidur dan bersandar dibahunya ini. Johnny tersenyum, kemarin Ia mendapat ciuman dari Jaehyun dan sekarang Jaehyun tertidur dibahunya, dewi fortuna sepertinya sedang berada dipihaknya. Jung Jaehyun, I'll help you to find another him.
-TBC-
Playlist:
Justin Bieber - That Should Be Me
Day6 - Congratulations (lagu ini pas untuk kalian yang mantannya udah punya pacar lagi hahahaha)
John Mayer - I'm Gonna Find Another You
holaaaaa...responnya lumayan dan tak terduga yah hahaha jadilah aku lanjutkan. chapter ini masih edisi Jaehyun yg pgn move on, jadi singkat gpp lah yaah. konfliknya belum ada, nanti akan ada kok tunggu saja wuahahaha. oh iya untuk bagian dimana Johnny yang gemes pengen nyubit pipinya Jaehyun itu curhatan Star wkwk Star pgn banget nyubit pipinya Jaehyun sumpah deh gak boong, gemeesshh.
special thank'suntuk kalian semua yang sudah memberikan review, follow, dan juga fav nya, I love you so much. ditunggu kritik dan sarannya dari chapter ini di review kalian, atau mungkin ada permintaan untuk ff ini, jika mampu bisa jadi aku wujudkan haha. selamat membaca, sampai ketemu di chapter berikutnya. Annyeong~
-100BrightStars-
