I want to catch you away
Aku melihat semua anak perempuan di kelasku, tapi tidak ada yang secantik dia. Setiap aku bercanda dan membuat dia tertawa wajahnyapun bagai bidadari, rambut panjang sepinggangnya berwarna kuning madu berhias dengan pita putih selalu melambai sesuai gerakan, matanya yang berwarna aquamarine dapat membuatku ingin mendapatkannya. Namun sayang mata itu tidak tertuju padaku, namun padanya mahluk iblis yang suka membawa es krim kemanapun dia pergi.
"Lenlen kenapa kamu melamun?" aku tersadar dari lamunanku, tiba-tiba pipiku memanas karena melihat wajah Rin Kagamine, ya nama perempuan yang kusuka adalah Rin dan marga yang kupunya juga sama denganya.
"dengarkan aku Len, Kaito-kun sangat tampan pagi ini" Mendengar orang yang kusukai membesarkan nama iblis itu rasanya aku ingin mencuci otak Rin. Ternyata benar kita memang sama-sama menyukai aku menyukai Rin, dan Rin menyukai Kaito Shion kk kelas 12 satu tahun lebih tua dari aku dan Rin.
"Len apa kau mendengarku?" Tentu saja pasti yang selalu kudengar hanya tentang di iblis es krim itu
"ya, pasti tentang Shion-san kan?" yang aku lihat sekarang adalah wajah bidadari cemberut dengan hiasan memerah di pipi, akh aku tidak akan kuat melihat ini jantungku rasanya ingin meledak dalam sekejap.
"tidak Len hari ini saat kau bermain basket, kamu terlihat sangat menakjubkan" Aku terkejut benar-benar akan membuat jantungku rasanya ingin berhenti, sesak lama-lama ini terasa sesak aku tidak dapat bernapas
"Loh kamu pucat Len, cepat ke UKS" Aku membiarkan tangan lembut dan putih Rin menarikku ke ruang UKS.
"permisi, Bu Meiko ada yang sakit" Bu Meiko adalah Guru kesehatan dia orang yang baik, tapi banyak orang yang bilang dia penyuka sake, dan minuman keras lainnya.
"bawa dia ke sana, aku akan memeriksanya" Rin membiarkanku berbaring diatas kasur, tapi rasa sesak ini tetap sama. Lama-lama penglihatanku buram dan gelap…
"..idak itu tidak benar aku tidak menyukainya Miku-chan" aku mendengar suara Rin yang sedang berbicara dengan Miku-chan, dia orang yang baik, matanya hijau tosca senada dengan rambut kuncir dua sedengkul.
"yang benar? Aku saja ngefans dengan Kaito-kun, jujur saja Rin" sekarang, aku dapat melihat jelas wajah memerahnya Rin.
"Tentu saja, aku tidak akan memberitahu siapapun" Tiba-tiba rasanya tanganku digenggam dengan erat, ternyata Rin menggenggam tanganku sedari tadi aku menjadi memerah.
"loh Len kamu udah sadar?" Aku melihat wajah bidadariku yang tersenyum senang.
.
"Len bukankah kamu ada latihan club basket hari ini?" Aku baru ingat ini hari Rabu,ukh menyebalkan padahal aku ingin pulang bersama Rin.
"baiklah, Hati-hati dijalan Rin" Saat aku memutar balik lengan bajuku ditarik.
"Bolehkah aku ikut?" mendengar Rin ingin ikut untuk melihat club basket aku sangat senang sekali.
"Tentu Rinrin" Rin mengikutiku ke lapangan belakang sekolah karena Rabu, dan Kamis club basket, dan club sepak bola bertukar tempat.
"duduk disana, aku berganti baju dulu" Aku pergi meninggalkan Rin yang duduk dengan perempuan yang menunggu idola mereka keluar dari ruang ganti. Saat berganti baju aku mendengar adik kelas yang lain bergosip.
"Piko-kun, apa kamu tahu Kaito-nii punya pacar?" Orang seperti dia punya pacar? Akan diapakan pacarnya itu? Dan orang macam apa?.
"mana aku tahu, lagipula biarkan sa" Aku membanting loker bajuku dan mendekati 2 adik kelas tadi, yang satu punya rambut putih (mungkin sudah beruban) dengan ahoge orang biasanya memanggil shota uban namanya Piko Utatane, dan yang satu lagi adalah adik Rin hampir mirip hanya saja tidak memakai pita dan berambut pendek namanya Rinto Kagamine.
"ada apa Len-nii?" Aku berniat ingin bertanya hanya saja enggan.
"ah, tidak aku hanya ingin tahu dari tadi aku tidak melihat Manager Luka, dimana dia?" yap alasan. tapi memang aku ingin tahu dimana si pemarah Luka Mergurine, aku akui dia cantik berposture bagus, rambutnya merah muda sepinggang bergelombang, pintar, dll. Dia idola laki-laki di sekolah dan dia kk kelas yang rajin.
"SEMUA CLUB BASKET HARAP KELAPANGAN" suara toa sekolah seperti suara Luka, kami berlari kelapangan dan benar saja yang aku lihat Luka dengan toa di tangannya.
"CEPAT TIDAK ADA WAKTU" kami berbaris untuk absen.
"PIKO, RINTO, MIKUO, LEN, TEITO, GACKPOU, YUUMA, AI, USEE, KURONEKO, GUMIO, NERO, OH JADI ADA ANAK BARU MAJULAH NAMANYA OLIVER DARI KELAS 11" anak laki-laki dengan rambut pastel dan topi biru, dan anehnya dia menutup satu matanya, dan melambaikan tangan tidak kea rah kami tapi kearah Rin…..
