I Want To Catch You Away : The Secret 2

"Kamu mendengar sesuatu?" Uh apa yang harus aku lakukan sekarang?.

"Hei…siapa di sana?" Aku merasa mereka mendekat, terlanjur akhirnya aku berdiri dengan tersenyum berpura-pura polos.

"Loh.. Len, Kamu udah sampai? Kenapa malah ngumpet disana?" Luka kenapa kamu harus bertanya sekarang!.

"eh i-itu karena aku takut mengganggu saja hehe maaf mungkin aku harus kembali" Aku pergi keluar semak-semak kali ini aku harus berlari 1..2..

"Tunggu!" Sial kenapa si Kaito ini selalu mengganggu rencanaku.

"ada apa?" Aku melihat Kaito dengan malas, wajah soknya itu bisa membuatku mual..

"Jadi Len yang kamu akan temui?! Aku kira seseorang yang lebih tinggi ! Hahahaha" Iblis mulai menguji kesabaranku, apa perlu aku beritahu tentang Kaito yang suka berdua dengan cewek lain diatap sekolah?.

"Setidaknya dia tidak seperti kamu Kaito! Memang Len tidak setinggi kamu tapi dia orang yang menepati janji !" Aku kaget Luka berteriak membelaku dan menarik tanganku pergi meninggalkan Kaito yang murung dengan ucapan Luka. Ada apa ini ? aku berlari sampai didepan gerbang istana bertingkat tinggi, yang aku tahu istana ini adalah studio rekaman artis.

"Buka Gerbangnya! Aku Megurine Luka!" gerbangnya terbuka dengan lebar, aku dan Luka masuk dan berjalan sampai kedepan pintu, seorang anak kecil membuka pintu dan langsung memeluk Luka.

"Neechan! aku akan membeli album barunya Nano! Lalu…." Dia menatapku dan melepas pelukannya dari Luka.

"Siapa dia? Apakah dia temanmu Neechan?! Hallo! Namaku Luki Megurine" seperti saudara kembarnya Luka dari rambut merah muda sampai mata birunya pun sangat mirip hanya berbeda kelamin

"hai, Megurine-san! Namaku Len Kagamine" dia mendekat dan langsung menarikku berlari masuk, aku dapat mendengar suara teriakan Luka.

"LUKI! JANGAN BERLARI!" Setelah lelah berlari rasanya oksigen tidak dapat membantuku berdiri dengan tegap, entah stamina apa yang dia miliki dia sama sekali tidak lelah ataupun berulang kali mengambil napas.

"Niisan panggil aku dengan Luki, hehe bisakah kita bermain? Please?!" Baiklah aku mengangguk lelah, entah apa yang akan terjadi denganku nanti karena aku tidak pernah menolak permintaan anak kecil walaupun itu hanya permintaan khayalan….

"HOREEE! Just wait and see Niisan!" Luki berlari pergi meninggalkanku, beberapa saat kemudian datang dengan kunci

"Ayo ikut Luki!" baiklah Luki berjalan dengan semangat dan berhenti tepat didepan pintu dengan tulisan 'Luki Love Luka' . Lalu Luki membuka pintu dengan kunci.

"masuk Niisan, ini kamar Luki dan memang biasa dikunci oleh Kaa-san" Aku masuk dan kamar Luki berkesan dengan warna Putih,dan biru. Aku duduk mengikuti Luki yang duduk disamping kasur dengan banyak mainan.

"Niisan, bagaimana jika kita bernyanyi?, lalu bergaya !" sambil mencari ternyata Luki mengambil mic bohongan dan memberikannya kepadaku.

"Apa yang harus aku nyanyikan Luki-san?" Luki tersenyum senang sambil mengangkat bahu. Aku teringat lagu World is mine.

"Cepat Niisan! Luki yakin pasti suara Niisan sangat bagus!" mendengar seseorang memujiku selain disekolah sangat membuatku gugup, akhirnya aku berdiri….memulai bernyanyi dengan nada tinggi mengikuti melodi world is mine sambil bergerak entah apa yang Luki pikirkan sekarang, entahlah kenapa kaa-san melahirkanku untuk lemah didepan anak-anak…huh….pada akhirnya konserpun selesai.

"WOW…..Niisan suaramu sangat bagus! Luki akan menjadi orang pertama yang mengidolakan Niisan jika menjadi artis" Aku duduk dengan gemetar, dan yang aneh adalah ada suara tepuk tangan padahal Luki sudah berhenti aku mendongak melihat kearah pintu ada laki-laki dengan Blazer hitam masuk.

"Suara yang jarang ada memang sangat menarikkan?" Aku melihat Luki langsung memeluk laki-laki itu.

"Tousan ini Niisan, Luki sangat suka suaranya tadi !" Aku berdiri lalu menunduk hormat saat tau dia adalah Otousannya Luka dan Luki.

"Benarkah Luki?, Siapa namamu?" Luki mengangguk senang setelah itu turun dari pelukan otousannya dan memintaku untuk menggendongnya.

"Nama saya Len Kagamine" Aku menggendong Luki, tapi dari luar terdengar suara memanggil namaku.

"LEN…..LEN….LUKI…LEN!" suara itu terhenti tepat didepan ruang kamar Luki.

"Loh Otou-san ada a..LEN KOK DISINI! Aku sudah mencari keseluruh rumah! Luki jangan pernah ajak siapapun pergi tanpa izin! Mengerti!?" Luka sepertinya sangat cemas hingga membuat Luki menangis karena bentakannya, aku hanya membiarkan Luki menangis dipundakku.

"Luka jangan berteriak, Luki hanya ingin bermain dengan Kagamine-san saja" Aku dapat mendengar hembusan napas Luka.

"maafkan aku Luki, Neesan hanya khawatir saja…." Sepertinya Luki sudah berhenti menangis dan mengangkat kepalanya.

"hiks…b-benarkah Neesan tidak marah pada Luki?" Luka mengangguk sambil tersenyum.

"Otou-san kenapa ada disini?" ah benar juga pertanyaan Luka, kenapa Otousannya Luka ada disini?.

"aku datang karena mendengar seseorang bernyanyi dengan suara yang belum pernah aku dengar..ternyata itu adalah suara Kagamine-san" Luka terkejut mendengar itu karena terlihat pandangan Luka seperti menatap tajam menusuk diriku.

"Baiklah, Len kenapa kau tidak pernah bernyanyi didepanku?!" EH? Untuk apa aku harus bernyanyi didepan Luka lagipula tadi aku bernyanyi hanya permintaan dari Luki.

"i-itu karena aku tidak perlukan?" Luka cemberut dan memalingkan wajahnya.

"Kagamine-san, jika kamu ingin rekaman datanglah kemari pintunya selalu terbuka untuk calon penyanyi terkenal sepertimu. Baiklah Otou-san berangkat dulu dan jaga rumah ya!.Luka-Luki jangan ganggu pekerja studio lagi" Luka dan Luki menunduk bersamaan denganku, lalu Otousannya Luka pergi.

"Len kamu sudah dibilang calon penyanyi terkenal lohhh, kenapa tidak mencoba" Luki ikut mengangguk tentang hal itu.

"Tidak, aku tidak akan percaya diri" Luki sepertinya mengantuk, akhirnya aku menurunkannya ditempat tidur dengan hati-hati lalu mematikan lampu,dan menutup jendela setelah itu menutup pintu.

"sepertinya kamu sangat pengalaman dengan anak kecil? Hehehe" bukan berpengalaman tapi aku memang sangat menyukai anak-anak.

"Haha aku sangat menyukai mereka" Aku tersenyum kearah Luka, tapi reaksinya aneh dan Luka berlari meninggalkan aku ? kalau Luka lari siapa yang menunjukan jalan?...

"Tunggu LUKA!" Kakiku rasanya ingin copot jika melanjutkan lari lagi, dan pada akhirnya Luka berhenti berlari lalu berlari mendekat kearahku yang lelah.

"m-maafkan aku Len, gimana kalau kita pergi ketaman belakang"

"t-tidak hufft Luka hufft a-ku sudah huhhh lelah" sepertinya Luka panik dan memanggil seseorang maid untuk mengambil kursi, akupun duduk dengan napas tersenggal-senggal.

"minum dulu Len maaf aku benar-benar meminta maaf" Luka menyatukan tangannya meminta maaf, aku yang sedang minum kali ini luluh dengan perempuan yang seumuran denganku…biasanya aku selalu menolak permintaan maaf mereka tapi ini berbeda..

"baiklah lagipula hanya hal kecil, hufft tenang saja" Luka sepertinya ingin bercerita sesuatu..

"Len aku benci Kaito.." Tuhkan benar saja.

"Kaito tidak pernah menepati janjinya, lalu pergi dengan wanita lain. Itu rasanya sangat menyakitkan, aku ingin putus dengannya tapi aku masih mencintainya apa yang harus aku lakukan?" Tiba-tiba Luka mendekat lebih dekat dari yang tadi.

"Sekarang, aku rasa Kaito bukan apa-apa lagi dimataku, karena aku sudah memiliki seseorang yang aku cinta" aku risih dengan tatapan itu.

"Karena aku menyukai…."