I Want To Catch You Away: Next Day

TRINGG…TRINGG…TRINGG…

"Uhhnn" Aku mencari alarm kuning kesayanganku lalu menekan tombol off. Aku harus bangun dan mandi, aku jadi teringat tentang makanan yang aku taruh di meja tapi sudah hilang? Biasanya para Maid membersihkannya mungkin di mesin pendingin. Dengan memakan Hamburger, dan ayam lalu meminum chococoffe.

Setelah semua siap aku memakai lift untuk turun ke Lobby bersama Maid, Butler yang sedang sibuk dan masih sempatnya mereka membungkuk hormat padaku.

"Selamat pagi Kagamine-sama!" Cara mereka menyapaku pagi ini sedikit aneh mereka terlihat tergesa-gesa dan khawatir akan sesuatu…baiklah aku akan bertanya kepada mereka nanti, sekarang adalah waktunya berangkat sekolah.

"Hy Len! Aku sudah menunggumu" Luka berdiri tepat didepanku dengan senyum yang sangat ceria.

"Ada apa Luka-nee?, Tumben sekali" Aku melihat Luka merona, itu membuatku gugup apalagi ini pertama kalinya aku melihat Luka bertingkah aneh.

"Tolong Terima Ini!" Sebuah kotak merah muda kecil, berpita hitam rapih yang berada didepanku saat ini adalah …

"Terima ini Len!" Dengan tersenyum aku menerima kotak kecil itu dengan senang hati.

"Len Aku selalu suka ka"

"HEII LEN, LUKA-NEE!" Aku menoleh kearah suara yang memanggil namaku dan Luka dengan sangat keras dan orang itu adalah Miku, dan saat Miku mendekat kearahku terlihat Luka sepertinya salah tingkah.

"Ahhh k- kalau begitu aku permisi Len, sampai nanti" sepertinya Luka tadi ingin berbicara sesuatu.

"Luka-nee! Tadi apa yang akan kamu bicarakan?!" Luka menoleh dan tersenyum.

"Aku akan bicarakan dengan jelas pada waktu yang tepat Len!" Ahhh…aku jadi lupa berterima kasih atas Kotak kecil ini.

"Len~~ kenapa Luka-nee tersipu seperti itu?, dan Kotak kecil itu?, kenapa pula dia berlari?, apa yang kau lakukan kepada Luka-nee?, bukankah dia pacarnya Kaito-nii?" Miku memang seharusnya kamu menutup mulutmu pagi ini…. Itu membuat isi kepalaku ingin meledak.

"Miku-chan! Diamlah, aku akan ke kelas!" Aku,dan Miku masuk kelas dengan obrolan yang sama sekali tidak penting kecuali saat Miku mulai bercerita tentang Rin. Saat Rin datang ke dalam kelas, rasanya aku ingin terus menatapnya

.

"Len!, ayo makan aku sudah lapar" Rin sekarang duduk di hapanku dengan kotak makan, sedangkan aku duduk dengan memperhatikan detail wajah bidadariku..hanya dengan begini aku senang.

"Permisi !, Saya mencari Len Kagamine !" Aku menoleh kearah pintu, aku melihat Kaito dan saat ini ditempat ini dia menatapku dengan tajam sedangkan aku tidak menghiraukan dan lanjut melihat Rin…Arrggghh Lihatlah sekarang! Rin tersipu dan menatap kearah si iblis baiklah kali ini aku mengalah karena Rin menatapku dengan tatapan 'Len kamu dipanggil, cepat kesana dan beritahu aku'.

"Aku !, Namaku Len Kagamine !" Aku mengangkat tangan kananku sambil berdiri, Aku jadi tidak enak Karena satu kelas memperhatikanku.

"Ikuti aku" mengikuti iblis es krim rasanya seperti masuk jalan neraka. Dia mengajakku ke Aula sekolah dan duduk di tempat penonton dari tempat duduk paling atas aku dapat melihat seisi Aula sampai mataku tertuju pada kumpulan kelas 12 yang sedang bersih- bersih.

"Lihat disana, ada pacarku yaitu Luka" Seingatku kemarin mereka sudah putus. Kaito menunjuk kearah perempuan dengan rambut merah muda diikat aku langsung tau kalau itu adalah Luka.

"Bukankah Luka-nee adalah mantan pacarmu?, dan apa maksudmu membawaku kemari?"

"LUKA !" Aku kaget Kaito berteriak sampai semua kumpulan itu menatap kearahku dan si iblis.

"Hey! Apa kau bodoh berteriak seperti itu?" Luka menatapku dan melambaikan tangan dengan senyum, sedangkan Kaito tidak di perhatikan sama sekali.

" LEN ! Sedang apa kau disana?!" Pertanyaan yang tepat Luka, aku sendiri tidak tahu untuk apa dibawa kesini .

"Luka-nee ! Aku sama sekali tidak tahu apa yang kulakukan disini" Aku menjawab sedanya dan Luka tertawa dengan keras.

"Kau aneh sekali Len! Hahaha" Rasanya jantungku berdegup saat melihat Luka tertawa, aneh perasaan apa ini?.

"Lihatlah karena kamu Luka tidak menghiraukanku!, Mulai sekarang jangan pernah bertemu Luka apalagi berbicara dengannya itu sangat dilarang" Si iblis es krim menganggapku bodoh ? jangan bercanda! Seharusnya itu adalah kalimatku untuknya karena Luka sangat membencinya.

"Lalu jika aku tetap bertemu, berbicara, jalan bersama, berpegang tangan.. apa yang akan kau lakukan?!" Aku tersenyum meremehkan Si iblis ..

"Eeh?" huh? Aku menoleh kebelakang dan terlihat Luka berdiri dengan membawa roti ditangannya, dan wajah Luka sangat merah seperti demam aku menaruh tanganku di dahi Luka dan suhu tubuhnya panas.

"Luka-nee apa kau demam? Ayo pergi ke UKS!" Aku menarik tangan Luka dan membawanya menjauh dari Kaito, aku dapat mendengar Kaito berteriak tapi aku tidak akan perduli. sampai akhirnya aku di UKS dan wajah Luka masih memanas.

"Bu Meiko! Luka-nee sepertinya demam!" saat aku masuk Bu Meiko melihat kearah Luka.

"Hmmm Kagamine-kun ,sepertinya kau salah dugaan. Megurine-chan baik-baik saja mungkin yang salah ada padamu Kagamine-kun" Aku? Perasaan aku tidak berbicara yang salah..Jangan-jangan Luka marah karena aku berbicara dengan Kaito?...

"SEMOGA BERUNTUNG MEGURINE-CHAN!" apa maksudnya itu?,tanganku ditarik sampai kekelas seni yang sedang kosong.

"Ada apa Luka-nee?" Aku jadi bingung ada apa ini sebenarnya?, atau Luka akan membunuhku disini? Karena kelas ini kosong mayatku bisa saja di taruh tanpa ada yang tahu…Ish Len! Apa yang sedang ada dipikiranmu ini sudah kelewatan batas Luka tidak akan melakukan perbuatan seperti itu!.

"Len… AKU SUKA KAMU!" Ooh ternyata Luka hanya menyatakan suka padaku….EHH? A-apa?! LUKA? SUKA PADAKU? Apa otak Luka sudah terbalik? Atau aku yang berhayal? Aku mencoba menyubit pipiku dan ternyata ini sangat nyata.

"Sudah itu saja.. tidak perlu dijawab sekarang nantipun juga boleh, sampai bertemu lagi Len! Aku menunggu jawabanmu!" Luka pergi dengan gugup dan aku disini tidak tahu apa yang terjadi pada wajahku sendiri…Aku harus kembali ke kelas sekarang.

.

"Yeeaayy Pulangg!" Miku sangat semangat kalau sudah masalah pulang, sedangkan aku masih terpikir akan kata-kata Luka menyukaiku..Aku merapihkan buku kedalam tas dan membawanya berjalan di koridor.

"Hey Len, dari tadi wajahmu sangat datar dan murung. Apa yang terjadi?" Jika aku bicara kepada Miku apakah Miku bisa menyelesaikan masalah cinta ini?.

"Luka-nee menyatakan cintanya padaku, dan apa yang harus aku lakukan ?" pada akhirnya aku pasrah..

"B-benarkah itu Len?!" Aku melihat Rin dan Oliver berdiri di depanku…

"Luka-nee?! Suka kamu? Jangan bercanda Len! Luka-nee sangat populer !" Inilah yang akan terjadi, tapi kenapa wajah bidadariku murung dan ingin menangis.

"Rin apa aku salah? Kenapa kamu ingin menangis?" Rin menggeleng dan menunduk, Miku mendekati Rin dan berbisik.

"Lalu apa kau akan terima Len-kun?" Oliver angkat bicara…kenapa semua orang bertanya pertanyaan yang sama sekali aku tidak tahu jawabannya? Itu suka membuatku kesal kadang-kadang.

"Entahlah, aku tidak tahu. Oh iya.. hari ini club Basket bermain di Aula!, Ayo Oliver" Aku melambaikan tangan kepada Miku yang menutup tubuh kecil Rin, dan pergi dengan Oliver ke Aula…


Akh! akhirnya ada waktu bikin lanjutannya...tapi disini saya dilema (T-T) Antara Len menerima cinta Luka, atau malah menolak?, Lalu apakah Kaito bakal balas dendam?, Trus kenapa Rin murung?, Miku juga terlihat bingung?...saya yang membuat ff ini saja sudah tidak tahu apa yang saya tulis dan apa yang yang akan terjadi selanjutnya (=-=) Tolong bantu saya untuk selanjutnya!, dan maaf atas salah ketikannya! R&R