Akhirnya...saya kembali lagi! udah lama ngak update soalnya lagi banyak banget tugas. Oh iya makasih lohh...saya seneng banget yang udah di kasih saran dll. saya usahakan buat lebih baik lagi selanjutnya pokoknya R&R


I Want To Catch You Away : Wrong Way

Sampai di aula masih sepi mungkin semua anggota di ruang ganti.

"Len, kenapa aula sangat sepi dimana semua anggota?"

"Mungkin di ruang ganti, ayolah tidak mungkin mereka tidak datang!" Aku dan Oliver berjalan keruang ganti, saat aku membuka pintu ruang ganti ternyata benar semua anggota ada disana.

"Hy Len!, aku dengar dari yang lain katanya kamu dekat dengan Manager Luka?" Gumio bertanya tepat di hadapanku yang sedang berganti baju, sekaligus memecah keheningan ruangan.

"Eh? Uhh… itu karena kami berteman!" Aku tahu semua anggota sedang melihat kemari.

"Benar !, aku sudah melihat Len-kun dan Manager Luka keluar UKS dengan bergandeng tangan!" YUUMA juga angkat bicara, dan aku hanya diam salah tingkah karena disini aku sudah terpojok.

"YUUMA-san!, Gumio-san! Tidak baik mengucilkan seseorang. Lagipula Len sudah menjawabkan? Bahwa mereka hanya berteman" Kamui-san terima kasih banyak!, lagipula Kamui Gackpou adalah seorang guru Kendo dengan warna rambut ungu panjang yang diikat, kk kelas yang sangat ditakuti, dia sangat berwibawa, dan paling dihormati satu sekolah, bahkan ada yang bilang kalau ia akan meneruskan menjadi ketua di geng Yakuza, tapi sepertinya terlalu berlebihan.

"Hahaha aku hanya bercanda Gackpou-san, jangan dibawa serius. Baiklah yang sudah selesai ganti baju silahkan ke aula! " YUUMA akhirnya pergi dengan yang lain kecuali aku, Oliver, Gackpou.

"Terima kasih banyak Kamui-san!" aku menunduk hormat karena telah meyalamatkan diriku yang terpojok.

"Tidak perlu seperti itu Len, mereka memang harus di peringatkan sesekali.. Dan panggil saja aku Gackpou" Tidak dapat terbayang aku dapat memanggilnya Gackpou.

"Ah baiklah Gackpou-nii!" Kami saling bertukar senyum.

.

Semua anggota berkumpul dan berbaris, terlihat Luka tersenyum sangat ceria itu membuat semua anggota bingung tidak biasanya Luka secerah ini. Tapi untungnya latihan berjalan dengan baik.

.

"BAIKLAH HARI INI LATIHAN SELESAI , SAMPAI BERTEMU LAGI MINGGU DEPAN!" Semua anggota bubar dan banyak perempuan yang menghampiri, termasuk aku hehe bukannya ingin sombong tapi memang kenyataannya aku ini popular.

"Hei ! Kalian tahu Len ada urusan denganku! Kalian semua harus MINGGIR!" Miku mulai membuat perempuan itu kesal, dan pergi.

"Makasih Miku" Miku tersenyum tapi entah ada yang ganjil dari senyumnya, Aku diam melihat keanehan yang sangat jarang itu.

"Len..ada yang ingin aku bicarakan, jadi tolong pulang bersamaku y!" Aku bingung tidak biasanya Miku memohon dengan kedua tangan.

"Baiklah, tunggu aku sebentar lagi.." dengan ini keanehan semakin bertambah, akupun pergi keruang ganti.

Sampai diruang ganti aku dapat melihat Oliver mendapat coklat dengan surat cinta tertempel disana, aku mendekatinya dengan tertawa karena melihat alisnya mengkerut. Menepuk bahunya dengan pelan.

"Ada apa Oliver?, sepertinya kamu kesulitan dengan sesuatu?" Oliver dengan tersenyum menunjukan surat yang berwarna pink.

"Aku sudah membaca surat ini, tapi aku bingung harus bagaimana menjawabnya..ini sangat sulit" Aku tersenyum sambil membuka lokerku bersiap ganti baju.

"Jawab saja sesuai kenyataan, memang apa yang tertulis disitu?" Oliver memberikan kertas putih dengan tulisan hitam, akupun membacanya tapi tidak ada yang special dari kertas ini karena hanya pernyataan seorang fans baru terhadap idola tidak lebih.

"Jadi gimana?, aku harus jawab apa?" Aku mengembalikan kertas itu.

"menurutmu? Aku bukanlah orang yang di idolakan gadis itu jadi kamulah yang menjawab" aku menutup loker menggendong tas dan pamitan kepada anggota lain.

"Semuanya, aku duluan ya! Ada urusan!" Aku melihat semua anggota heran.

"Len-nii dari kemarin pulang paling pertama, kayaknya urusan penting banget y?" Rinto adalah orang yang pertama kali bertanya disaat aku sedang buru-buru dan hampir semua anggota tahu, jika aku sedang terburu-buru maka percuma mereka bertanya padaku.

.

Dengan cepat aku melihat kearah Miku yang menunggu didepan Gerbang dari kejauhan, aku mendekatinya yang sedang sibuk dengan handphone tosca berhias gantungan jeruk dari Rin.

"Hoi Miku" Miku terkejut dan melihat kearahku denga kesal.

"Lama banget sih kamu Len!, aku udah tunggu sampe cemilanku habis tau!" Aku merasa selama ini hanya wanita yang selalu benar sedangkan laki-laki selalu salah…lagipula dia sendiri yang ingin pulang bareng jadi ya..tanggung resiko nunggu sampe lumutan.

"Iyadeh, Kenapa sih? Tumben ngajak pulang bareng biasanya juga kabur duluan" Miku tertawa dengan malu-malu.

"hehe ada hal yang mau aku sampein ke kamu tapi jawab dengan jujur, janji?" Jari kelingking kecil Miku meminta janji.

"Aku berjanji" sambil berjalan Miku mulai manrik napas dan membuangnya pelan, membuatnya seperti ikan didalam aquarium yang monyong-mingkem.

"Jadi Len kamu udah terima pernyataan si Luka-nee?" Aku menggeleng pelan.

"Aku tau, kamu ngak cintakan sama Luka-nee?" Miku berhenti berjalan dan menatapku dengan serius.

"Gini Miku, sebenarnya aku ngak tau perasaan seperti apa yang aku miliki untuk Luka-nee. Tapi terkadang aku merasa seperti tertarik" Aku menjawab dengan jujur, namun Miku seperti tidak percaya terhadapku.

"Tolonglah Len, jangan jatuh cinta sama Luka-nee. Aku mohon Len coba tahan sebentar lagi untuk tidak terima pernyataan itu bisakan?" Miku memohon dengan menyatukan kedua tangannya didepanku.

Trriiingg…trriiingg..trriiingg..trriiingg..

Handphoneku berdering, aku mengambilnya didalam saku celana. Dengan jelas tertera Luka yang sedang mencoba menghubungiku, akupun mengangkat panggilan telephonenya sedangkan Miku tetap memerhatikanku..