"Mulai hari ini seluruh pegawai di kediaman Kim akan diberhentikan secara menyeluruh."
Sebuah kalimat yang membuat Chanyeol berlari dengan tergesa menuju sebuah pintu berwarna cokelat yang berada di lantai dua rumah tersebut. tetapi sebelum ia berhasil memegang gagang pintu itu, seorang lelaki paruh baya menghentikan langkahnya, dengan menjadikan tubuh renta itu sebagai tameng didepannya.
"Maaf Park, mulai saat ini kau tidak boleh memasuki ruangan Tuan Jongdae dengan semaumu lagi. Lagipula kau sudah dipecat dari sini, yang berarti kau bukanlah lagi penjaga Tuan Jongdae. Dan kau tahu aturan di rumah ini, tidak boleh ada orang asing yang berbicara dan memasuki ruangan Tuan Jongdae,"
Jelas lelaki itu, salah satu pegawai tertua di kediaman Kim, Sungwoo, Park Sungwoo.
"Jika seluruh pegawai disini depacat, bukankah kau ikut terpecat juga Sungwoo-ssi?,"
"Ya kalian semua dipecat kecuali diriku dan juga beberapa pelayan wanita disini,"
"Maksudmu?,"
"Kau tidak tahu akar masalahnya Park. Jika kau ingin beriri hati, kau sama menderitanya dengan teman-temanmu yang lain. Seluruh pengawal di rumah ini sudah diberhentikan beberapa saat yang lalu,"
"Akar masalah? Apakah keluarga kaya ini sudah bangkrut? Hingga tidak bisa membayar kami semua lagi?,"
"Jaga ucapanmu Park,"
"Lalu apa? Apa akar maslah keluarga ini? APA?,"
"Aku tidak bisa memberitahukannya Park. Maaf,"
"Baiklah lagipula aku tidak tertarik untuk mengetahuinya. Tapi, biarkan aku bertemu Jongdae ntuk beberapa saat,"
"Tidak bisa, sudah kukatakan tadi bukan?,"
"Aku datang sebagai kekasihnya, apakah itu tidak bisa?,"
"Kekasih? Kau dengan Tuan Jongdae? Kau tak takut mati Park?!,"
"Kenapa? Aku mencintainya, iapun begitu,"
"kau harus cepat-cepat melupannya Park, ku memberitahumu,"
"Kenapa? Apa aku berkencan dengan Jongdae ada hubungannya dengan hal yang terjadi hari ini?,"
"Jika otakmu benar sangat pintar dan cerdik, hal itu sudah terlihat jelas Park. Perkataanmu tadi tidak akan membuat semuanya jelas, kau harus mencari tahu sendiri, atau kau bisa meminta temanmu untuk membantumu?,"
"Bicaralah yang jelas,"
"Perkataanku sudah Jelas, cermati dan cari tahu Park. Stay Alive."
Setelah berkata itu, Sungwoopun pergi meninggalkan Chanyeol yang terdiam di depan pintu kamar Jongdae, wajahnya menyiratkan kebingungan yang luar biasa, sampai sebuah tepukan dibahu membuatnya terperanjat dan berbalik ke belakang.
Disana ia sudah melihat teman-temannya dengan tas-tas besar dibahu mereka, menandakan bahwa mereka sudah siap pergi meninggalkan kediaman Kim.
"Aku sudah membereskan barang-barangmu, Ayo cepat, mereka sudah tidak bisa membayar kita lagi," ujar Yixing sambil memberikan tas miliknya. Sesaat setelah menerima tas ari Yixing, Chanyeol menyempatkan kembali berbalik menghadap pintu kamar Jongdae, ia mencoba untuk mengetuknya beberapa kali, tapi tidak ada jawaban, hingga saat ia menundukan kepalanya, Chanyeol melihat sepucuk surat keluar dari sela pintu, warna kertas itu kusam, dengan cepat chanyeol pun membawanya dan menyimpannya dengan aman di saku tasnya.
Dengan tarikan bahu, keempat prajurit itupun meninggalkan kediaman Kim. Mereka tidak menyadari saat langkah kaki terakhir mereka keluar dari pagar tinggi itu, seluruh lampu yang terdapat di rumah itu padam. Bagai tidak ada kehidupan, ya tidak ada kehidupan.
.
.
.
"Aku tidak percaya Keluarga Kim, Bangkrut," seru sehun sambil meminum sojunya,
"Benar, aku pikir jika keluarga itu dirampok beratus-ratus kalipun tidak akan pernha bangkrut, tapi nyatanya kita dipecat," tambah Yixing lalu bersandar dikursinya,
Mereka smeua memang meutuskan untuk berdiam diri dulu disebuah kedai makanan, hingga seseorang dengan pakaian tentara menghampiri mereka,
"Chanyeol-ah,"
"Hwanwoong?,"
"Kau sudah mendengar kabar hari ini?,"
"Kabar apa Hwanwoongie? Mengenai bangkrutnya keluarga Kim? Tentu saja kami sudah," jawab Sehun sambil tersenyum kearah hwanwoong,
"Lebih parah dari itu, Minseok, Kim minseok mengundurkan dirinya pagi tadi."
Setelah mendengar apa yang dikatakan Hwanwoong Dengan tergesa Chanyeolpun berlari kembali kerumah kediaman Kim, tidak tahu memerlukan berapa waktu untuk ia berlari kerumah itu, tapi yang lebih aneh dari berapa lama ia berlari ialah, Rumah kediaman Kim, sudah terbakar hangus dengan beberapa api yang masih menyala, Chanyeol langsung menelpon pemadam kebakaran, dan mulai membuka gerbnag rumah itu. Ia mulai berteriak memanggil nama siapapun yang ia ingat yang tentunya masih tinggal didalam. Tapi rumah itu seprti sudah ditinggal para penghuninya, rumah itu terlihat kosong melongpong. Tapi sebuah bercak darah mengalihkan perhatian Chanyeol, darah itu menuntunnya kesebuah tempat yang tidak begitu jauh dari kediaman keluarga Kim, darah itu begitu banyak, ia berpikir apakah seseorag dengan luka dikepala yang mengeluarkan darah sebanyak ini. Hingga saat bercak darah itu berhenti, ia melihat seseorang yang cukup ia kenal sudah mati tergeletak di sebuah padang rumput, dengan kepala yang bocor dan juga beberapa luka bakar ditubuhnya.
Waktu serasa berhenti saat itu, tidak ada air mata, tidak ada teriakan, yang ada hanya keheningan. Teriakan seperti apa yang akan dikeluarkan melihat kepala manusia bocor dengan beberapa bagian yang hancur, ya si tulang terkeras itu hancur, bisa kukatakan otaknya pun keluar dari tulang itu. Teriakan seperti apa yang pantas untuk mayat seperti itu.
"Chanyeol-ssi!," teriak sebuah suara, Chanyeolpun hanya membalikan badanyya tanpa menjawab panggilan itu, hingga seeorang tadi berteriak kencang saat melihat sebuah mayat mengenaskan dihadapan Chanyeol.
"Dia siapa Chanyeol-ssi?,"
"Dia temanku,
Park Sungwoo,
Dia adalah Park Sungwoo."
Kehidupan yang aneh, seperti baru tadi aku beragumen dengan Sungwoo, tapi detik berikutnya ku menemukan mayatnya, mayatnya menjijikan, harus kuakui itu, tapi ia tetap temanku. Aku tidak tahu kemana para pelayan yang masih dibekerjakan di rumah itu, karena setelah api padam dan para petugas memeriksa kedalam, tidak terdapat tanda-tanda kehidupan. Kemana para pelayan wanita yang tadi sibeutkan Sungwoo, jika mereka ada seharusnya mereka mati sama seperti Sungwoo.
Tapi, dimana perginya seluruh anggota keluarga Kim?
Kemana perginya Kim Minseok?
Dan bagaimana bisa dengan cepat layaknya ia tahu hal ini akan terjadi ia mengundurkan diri dari jabatan agungnya, serta kemana perginya Kim Jongdae, seorang anak kecil yang terperangkap ditubuh orang dewasa.
Terlalu banyak pertanyaan yang muncul dikepalaku, aku tidak tahu mengapa aku harus lelah memikirkannya. Aku berpikir, terus, terus, hingga sebuah ingatan hadir kembali.
Sebelum aku meninggalkan rumah itu aku mengambil surat dari dekat pintu Jondae, surat kusam yang asih tersimpan manis di tasku.
Bisakah hal kecil itu membantu, aku tidak yakin. Tapi, perkataan Sungwoo sebelum ia matipun membuatku tidak yakin, ia berkata kepadaku untuk tetap hidup? Apakah ia memberikan isyarat padaku? Apakah aku akan mati sama seprtinya? Kepala yang sudah tidak dikatan bocor lagi tetapi hancir, badan dipenuhi luka bakar. Apakah aku akan mati seperti itu, kertas?
Ya, aku bodoh, aku berbicara dan terus memandang kertas kusam itu, belum berani membukanya apalagi membacanya. Ruangan disini gelap, aku tidak peduli mataku akan rusak karena membaca di ruang yang gelap atau tidak. Ketakutan akan kematian semakin besar kurasakn saat ini, aku tidak sadar bahwa tanganku mulai bergetar, degup jantung semakin cepat. Hingga sebuah alamat tertera di surat menakutkan itu,
Seongdong-gu, Sudogwon, a small dot among a large canvas, u know it well. 210961.
Sebuah kalimat yang nyatanya tidak membuatku merasa akan mati dengan mengenaskan, sebuah alamat rancu, apakah kubisa mengatakn ini sebuah alamat. Ini terlalu aneh, lebih aneh dari kasus kebakaran rumah Jongdae.
Seongdonggu adalah salah satu distrik yang ada di seoul, tapi aku tak pernah kesana, apakah distrik itu indah atau tidak aku tak tahu. Aku seperti terkunci disini, terkunci di lingkaran yang hanya ada dunia milikku dan dunia milik Jongdae. Aku baru tersadar bahwa duniaku, zona nyamanku sangat kecil, aku seorang Alpha di kumpulanku bahkan aku seorang Kapten di Timku, tapi aku selalu diam di zona nyamanku, begitupun dengan Jongdae, itu pandanganku.
Apa yang bisa dilakukan Jongdae didunia seperti ini, bahkan orang-orang memanggilnya Soondingie, untuk apa bocah naïve sepertinya meninggalkan surat aneh ini, apa tujuannya? Di awal aku pikir ia mengagumkan tapi kusadari ia hanya seprang bocah.
Ia layaknya Harley Quinn, tapi ia tak pernah mau disamakan dengan wanita 'gila' itu, sebuah ingtan terlintas dihadapanku, saat itu seluruh keluarga Kim sedang keluar rumah, tak ada siapapun kecuali aku dan Jongdae dan juga para pelayan, itu adalah moment terindahku, aku merasa bahwa aku nyata mengencani Kim Jongdae. Sambil menonton film yang biasa ditonton pasangan lainnya, ia menyandarkan kepalanya padaku sambil bergumam,
"Apa kau menyukai Sherlock Holmes?,"
"Tidak juga, kupikir ia terlalu sombong,"
"Sherlock memang seperti itu, tapi ada seseorang yang jauh lebih sombong darinya,"
"Siapa?,"
"Kau,"
"Aku? Sombong? Benarkah?,"
"Kau tipe orang yang tak suka memingat masa lalu bukan?,"
"Semua orang harus seprti itu, karena kita hidup kedepan bukannya kebelakang,"
"Tapi sesekali kita harus melihat kebelakang agar kita tidak melakukan kesalahan yang sudah sudah. Agar tidak menyesal,"
"Kenapa bicaramu seperti itu? Kau layaknya bukan dirimu,"
"Ah baru tadi kuberi tahu kau sudah seprti itu,"
"Apa?,"
"Kau tidak mengingat pertama kali kita bertemu? Saat-saat yang cukup menegangkan,"
"Menegangkan? Saat kau bangun dari tidurmu adalah saat-saat menegangkan?,"
"Cobalah untuk melihat masa lalumu, Chan,"
"I don't want to,"
"Ayolah, itu tidak akan membunuhmu, hanya rokoklah yang akan membunuhmu,"
"Rokok membunuhmu, bukan membunuhku,"
"Dude,"
"Ya? Ada apa?,"
"ayolah, kau harus sesekali menengok masa lalumu,"
"Kau tahu Dae?,"
"Ya?,"
"Kau layaknya Harley Quinn."
Saat itu dengan lantang kau berteriak bahwa kau tidak ingin disebut sebagai Harley Quinn, kau berkata bahwa Harley adalah seorang wanita berpenyakit, kau menjelaskan bagaimana mengerikannya seseorang yang mengidap penyakit layaknya wanita itu. Kau menjelaskan penyakit itu sama saja seperti penyakit jiwa, kau dengan sungguh-sungguh menentangnya dan membencinya, walaupun seluruh dunia menyukai Harley Quinn kau akan dengan bangga mengatakan membencinya.
Bipolar, itulah penyakit Harley Quinn, penyakit yang sangat kau benci yang dengan tokoh yang kau benci juga, kau berkata padaku, bahwa untuk apa menyukai seseorang berpenyakit jiwa? Dulu saja saat Van Gough dicap sebagai orang gila dan seluruh orang di dunia membencinya, Itu seharusnya terjadi dengan Harley Quinn, kau terus berbicara buruk pada tokoh ilusi itu. Hingga kini aku harus menyadarkanmu, Kim Jongdae,
Kau sama seperti Harley Quinn,
Kau membuat Riddle untukku disaat seperti ini, kenapa tidak kau tulis dengan lengkap saja alamat yang kau maksud, dengan cara anak kecilmu. Akupun penasaran apakah gaya bicaramu berubah saat ini, aku ingin segera bertemu denganmu.
.
.
.
Angin terus membawa tubuh itu pergi, seorang berbaju hitam terlihat berjalan dengan menggusur kakinya, tubuhnya bungkuk, dan juga terdengar nafas yang tak beratur, lelaki itu diam didepan sebuah papan jalan bertuliskan,
"도시에오신것을환영합니다성동구!"
.
.
.
"Itu sebuah petunjuk untukmu, Yeol," seru Yixing sambil duduk disebelah chanyeol, sedangkan Sehun tengah memperhatikan surat kusam yang ditemukan Chanyeol didepan pintu kamar Jongdae,
"Petunjuk apa?,"
"Keluarga Kim menghilang, dan juga seluruh pegawainya, kecuali Park Sungwoo,"
"maksudmu alamat tidak jelas itu adalah tempat tinggal Jongdae sekarang?,"
"Yap, begitulah yang pernah kulihat di film-film,"
"ini bukan Film, ini kenyataan,"
"Siapa yang tahu?,"
"Tidak ada,"
"Maksud kami itu, You need a little imagination dengan ini semua Yeol, Jongdae bukanlah seorang anak kecil, jika ia membuat ini ia tahu apa yang dia dan kita akan lakukan. Dia telah mempelajarinya sedetail mungkin. Ia terlihat bodoh tapi ia memiliki otak yang jenius,"
"Kau tidak mengenalnya dengan Baik, Jongin,"
"Taemin, Kakakku adalah seseorang yang terbuka begitupun aku. Pola pikir kami hampir mirip bisa dikatakan sama. Minseok adalah kakak Jongdae. Bisa kau simpulkan sendiri, Kap?,"
"Minseok orang yang misterius dan dipenuhi teka-teki jika saat diluar tugas kita. Itu maksudmu Jongin?,"
"Ya, Minseok selalu mengirim pesan yang aneh, tapi karena sudah berteman terlalu lama dengannya kita mengerti tujuan pesannya. Jika Jongdae menulis pesan seperti itu, itu akan ada samanya dengan pesan yang selalu dikirim Minseok,"
"Ditambah kau seorang Alpha Yeol, apa kau yakin surat itu dibuat oleh Jongdae?."
.
.
.
TBC
.
.
.
#Keyword:
1. 'Sungwoo-ssi' = 'ssi' kaya buat lebih sopan? Bener gak sih? Haha
2. Harley Quinn = tokoh si suicide squad, Joker's Girlfriend. Our Crazy doctor, Dad's Lil Monster
3. 도시에오신것을환영합니다성동구! = artinya tuh, Selamat datang di distrik Seongdong (p.s ini google translate loh ya)
4. Soondingie = naive and pure or gantle, dikutip dari fanacc di twitter, jadi kaya innocent? yaseperti itulah
5. Percakapan rokok membunuhmu = iklan rokok sih, intermezzo mungkin? ahaha
.
.
.
.
Maaf untuk update yang lama, dulu sibuk sekolah, sekarang pengangguran. That;s life of a senior high school student.
Kalian pikir ceritanya jadi aneh gak sih? Kasih tau ya di komen.
Atau ngebingungin? Just tell me. Thanks.
