Angel And Devil

.

.

By Ashura

.

.

Disclaimer : Naruto Just Have Mr. Masashi Kishimoto

.

.

Chara : Sasuke Uchiha, Hyuuga Hinata, Sabaku no Gaara

Gendre : Drama, Sufranatural, Hurt Comfort

Rated : M

.

.

Warning!

OOC, TYPO, AU, LEMON, ABAL, GAJE, (Tidak patut ditiru dan dipercaya karna ini hanya fiktif belaka)

.

Don't Like? Don't Read!

Please Press Back/Exit

.

.

Summary

Kegegalapan ada karna adanya cahaya. Meskipun cahaya dan kegelapan hidup selalu berdampingan mereka tidak ditakdirkan untuk bersama karna jika mereka berkehendak demikian hanya akan ada kerhancuran yang didapatnya

.

.

.

Happy Reading

.

.

#1# Prolog

..

Suara jeritan dan geraman kesakitan menjadi alunan musik indah didunia panas ini. Di sepanjang kekekalannya ia tidak pernah merasa bosan untuk mendengarkan suara-suara memilukan sang penghuni hukum nerakanya. Sayap hitamnya terbentang dipunggung tegaknya. Warna mata semerah batu ruby yang dihiasi bulu mata lentik nan mempesona dengan paras yang menggoda setiap iman dalam kesetiaan kehidupan para makhluk manapun. Dia adalah sosok iblis bertubuh angel. Siapapun tidak akan mengira sosoknya yang sempurna dan memikat berkedudukan sebagai pangeran kegelapan adalah putra dari keturunan sang raja lucifer. Uchiha Sasuke putra bungsu dari Uchiha Fugaku yang menduduki tahta raja di neraka.

Rambutnya yang panjang bersurai Navy Blue memberikan keindahan fisik tersendiri padanya. Langkahnya yang gagah dan penuh percaya diri memberikan kesan terhormat dan kewibawaannya sebagai pangeran kegelapan. Mata merahnya lurus menatap kedepan. Ia sebenarnya benci dengan berbagai macam pertemuan yang membuatnya selalu jadi pusat perhatian. Terutama para iblis seperti lilith, succubus ataupun iblis yang bergender perempuan. Terus terang ia benci para makhluk penyesat manusia itu. Namun ia suka cara mereka bekerja serta menjalankan tugas dan keinginannya dalam menyesatkan umat manusia.

"Baka Otouto. Kau terlambat."

Ia melirik sekilas pada seseorang yang berbicara tepat disampingnya. Setelah ia duduk dengan nyaman dikursi yang dikhususkan untuknya barulah ia menjawab.

"Hm." what?

"Baka Otouto. Tousan akan mengumumkan sesuatu dalam rapat ini. Kurasa ini ada sangkut pautnya denganmu." Ucap Itachi penuh misterius. Sasuke menyerngit bingung namun sesaat ia kembali menatap ayahnya.

Mereka bertiga duduk melingkari pada sebuah kristal besar dengan bingkai sulur hitam yang dipenuhi duri. Kristal ini berfungi sebagai layar penglihat cukup besar. Kristal ini berfungsi untuk melihat apapun yang ingin dilihat oleh si pengguna.

"Pada tanggal 19 Januari 19xx tepat pukul 10.20 di kota Sunagakure, akan lahir seoarang bayi bernama Sabaku no Gaara. Kelak ia akan menjadi sosok yang paling berpengaruh dalam zamannya. Aku ingin pengaruh yang ia ditimbulkannya adalah pengaruh negatif yang bisa menambah penghuni surga kita." Ucap Fugaku. Ia duduk angkuh dalam singgasannya. Sebuah tanduk bercula dua nampak menyembul di kedua sisi kepalanya.

Sasuke menatap sang ayah datar saat sang raja kegelapan tersebut menatapnya tajam.

"Aku ingin kau berada disisinya untuk mempengaruhinya keluar dari jalan yang seharusnya." Jawab Fungaku menjawab tatapan bertanya sang putra bungsunya.

"Kau bisa meminta aniki untuk melaksanakan tugas itu. Terus terang aku benci manusia." Balas Sasuke cuek.

"Anak ini dikelilingi oleh banyak keberkatan dari sosok ibunya yang meninggal setelah melahirkan bayi ini. Dan aku yakin ketegasan dan rasa sayang ayahnya akan menuntunnya pada jalan yang seharusnya."

"..."

"Aku hanya menduga jika para angel yang mendampinginya akan memberikan efek positif yang besar padanya. Aku benci melihat kemenangan para makhluk hina itu," jeda Fugaku sebentar, "Kau sebagai pangeran iblis akan lebih efektif menangani hidup bayi ini dan bagaimanapun juga aku berharap besar dari misimu kali ini."

"Hm."

"Tidak ada kegagalan yang terulang lagi seperti kejadian 1500 tahun lalu. Walaupun aku memakluminya karna dia adalah putri dari raja Hyuuga Hiashi."

Terus terang Sasuke muak mendengar ayahnya yang selalu membahas masalah yang sama sebelum menjalankan misinya. Cih. Benar-benar.

"Jangan menggerutu. Lakukan apa yang ku perintahkan. Misi kali ini juga untuk memperbaiki citramu sebagai seorang devil, mengerti?"

"Hm" Jawab Sasuke datar dan cuek.

"Hanya saja. Kau harus tetap waspada. Aku tahu para angel juga sangat mengincar bayi ini."

"Hm."

"Satu hal lagi. Bayi ini sangat spesial. Ini akan memudahkanmu untuk menjalankan misimu."

Sasuke lantas menarik senyum iblisnya. Mungkin misi kali ini akan lebih menarik dari biasanya. Ya.. ia harap partner angelnya kali ini adalah 'dia'. Sasuke bersumpah ia akan membalas dendam atas kekalahannya tempo hari. Meskipun pertemuan yang dikarnakan bahwa mereka hanyalah sosok devil dan angel. Pembawa kabar baik dan buruk. Pertemuan dikarnakan kepentingan tugas yang menjadikan mereka sebagai rival. Membawa kekalahan telak padanya dan sejak saat itu ia bersumpah tidak akan membiarkan misi ini gagal, jika perlu ia akan membuat angel itu merasakan kemalangan yang luar biasa menyenangkan.

.

AaD

.

Berbeda dengan kehidupan dineraka, yang penuh dengan siksaan dan jeritan memilukan, di tempat para angel terlihat lebih nyaman dan memanjakan dengan berbagai macam kesenangan dunia yang begitu memabukan. Sepasang sayap putih mengepak membiarkan hembusannnya menciptakan riak air yang begitu jernih pada sekitarnya. Telapak kaki seputih susu memainkan airnya hingga menimbulkan bunyi kecipak dengan suara tertawa halus nan merdu bak nyanyian burung dipagi hari. Sosoknya begitu cantik dan anggun memanjakan semua mata yang melihatnya. Rambut indigonya bak sebuah tirai gelap dengan kesan ungu dan biru yang memukau.

"Hinata."

Ia menoleh dan menemukan sepasang mata emerald jernih menatapnya lembut. Mereka melempar senyum lantas Hinata mengepakan sayap angelnya menuju angel yang memanggilnya.

"Sakura."

"Kau diminta paduka Hiashi untuk menghadapnya."

"Terima kasih, Sakura."

"Sama-sama. Bergegas gih. Beliau terlihat gusar sekali."

Hinata mulai mengepakan sayapnya sedikit kuat membuat kecepatannya sedikit meningkat. Tingkat akurasi yang sudah terlatih dengan baik membuatnya dapat dengan mudah meliuk-liukan tubuhnya melewati poho-pohon yang menegluarkan aroma manis yang membuatnya sangat rilex. Namun karna ucapan Sakura yang mengatakan bahwa sang ayah yang nampak gelisah jelas menandakan sesuatu telah mengganggu pikiran sang ayah sekaligus pemimpin para angel itu.

Setelah berbelok sedikit ia pun dapat melihat hamparan padang lavender yang membentang luas. Tidak jauh dari sana terlihat sebuah istana yang megah dengan lavisan batu permata amethys yang memukau. Ia tidak perlu melapor kepada penjaga gerbang lantaran...

"Selamat datang, my princess. Paduka sudah menunggu anda."

"Terima kasih."

Ia pun melayang melesat masuk. Setelah memasuki istana ia langsung disuguhi oleh kolam air mancur yang cantik yang terdapat ditengah-tengah aula. Ia melewatinya dan menunduk saat beberapa pasang mata mengalihkan perhatiannya pada sang tuan putri.

"Paduka." Hinata menunduk sebagai penghormatannya kepada sang raja.

"Hinata. Maaf, ayah memanggilmu secara mendadak seperti ini." Ia menghela napas pelan saat mendengar ucapan atas kemakluman putri kesayangannya ini, ".. ada seorang bayi yang membutuhkan bimbingan kita. Sebenarnya telah ku tugaskan seorang angel untuk menjadi pendampinya namun, aku tidak menyangka saat salah satu dari mereka mengirimkan seorang devil untuk menjadi perangai negatif bayi ini."

"..." Hinata masih mendengarkan dengan seksama.

"Ino Yamanaka. Sengaja aku mengirimkannya karna aku percaya kekuatan alamiahnya sebagai pengendali jiwa bisa mengunggulinya. Kembali segalanya tidak akan selalu berakhir dengan yang kita harapkan hanya saja, kita tidak bisa mengacuhkan tugas dari sang maha mulia. Aku sangat berharap kepadamu putriku. Takdir setiap makhluk di jagat raya memang sudah digariskannya, namun kita para angel tidak bisa berpangku tangan begitu saja mengingat begitu besar kasih sayangnya kepada para manusia. Begitu pula dengan kita."

"Yang paling mengecewakanku adalah putri Yamanaka itu jutsru terkena jebakan devil itu." Hiashi menarik napasnya pelan mengingat bagaimana kecewanya ia terhadap angel yang juga merupakan sahabat putrinya ini.

"Maksud, paduka?" Tanya Hinata bingung.

"Ia terjerat pesona devil itu dan aku sama sekali tidak ingin membahas akan apa dampaknya pada tugas yang harus dijalankan angel Ino." Hiashi menatap lembut Hinata membuat Hinata tersenyum sayang pada sang ayah, ".. maka dari itu aku sedikit bimbang kali ini. Meskipun dibalik itu semua aku sangat mempercayaimu putriku."

"Saya, selalu bisa berhasil karna bimbingan dan kepercayaan, ayah. Jadi, janganlah khawatit, aku pasti bisa melakukannya lagi."

"Aku selalu mendo'akanmu yang terbaik. Satu hal yang harus kau ingat. Jangan pernah melanggar aturan kita sebagai angel. Itu demi kebaikan kita semua." Ucap Hiashi memperingatkan.

"Saya mengerti, paduka." Balas Hinata tenang meskipun dalam hati ia tetap merasa bingung sekaligus penasaran. Padahal nyatanya ia dulu ia berhasil mengalahkan sisi jahat yang ditimbulkan devil yang ternyata baru diketahuinya adalah seorang pangeran dari kegelapan itu. yah.. tentunya dengan kerja kerasnya juga.

"Tidak perduli seberapa besarpun kekuatan atau selicik apa devil ini, kau tidak boleh putus asa, nak. Sang pemilik kekuatan akan membantu kita."

"Bayi ini bernama Sabaku no Gaara. Lahir di tanggal 19 Januri 19xx, pada pukul 10.20 di kota Sunagakure. Sekarang usianya 3 tahun dan ..." Tatapan Hiashi lurus kepada sang putri, ".. devil ini seorang pangeran generasi ketiga yang dulu pernah menjadi lawanmu sebelumnya..."

Hinata menyerngit bingung namun sekelebat bayangan hadir dalam ingatannya. Sayap hitam yang belum pernah lihat sebelumnya. Surai raven dengan warna nyaris navy blue dan terakhir yang tidak akan pernah Hinata lupakan, mata ruby dengan bentuk diagram hampir menyerupai bentuk bunga aster yang menatapnya benci dan menusuk.

"... Uchiha Sasuke, putra bungsu keturunan Uchiha Fugaku."

..

..

To be continued

..

..

See you next Chap