UNCHILD

Standard Disclaimer Applied


A Letter (Part 4)

Semenjak pertemuan kedua yang tak terduga baik Yuuri maupun Victor tidak pernah menyengaja untuk saling bertegur sapa, melainkan hanya sebuah anggukan formal ketika berpapasan secara tidak sengaja atau malah terabai sama sekali.

Yuuri masih bernyanyi setelah keadaan restauran sepi dan Victor selalu pura-pura sudah pulang duluan padahal dia hanya bersembunyi di ruangan manager, hanya untuk bisa mendengarkan suara Yuuri lebih jelas.

Victor tahu beberapa hal setelah secara resmi bergabung dengan restauran ini, tentang Yuuri yang selalu bernyanyi ketika suasana mulai sepi di malam menuju dini hari, tentang nyanyian Yuuri yang berubah setiap harinya, dan tentang bagaimana Yuuri bisa bekerja keras setiap harinya.

.

.

Hari berganti, minggu berlalu, bulan baru silih berganti menyapa, waktu bergulir terus dengan atau tanpa perubahan berarti dari dunia ini. Perasaan takjub, tidak percaya dan menengangkan menyergap hati Yuuri ketika status mahasiswa pada akhirnya ia dapat.

"Ah. Katanya kau akan berhenti bekerja mulai besok?" Yuuri sedang berbenah dapur ketika tiba-tiba Victor membawa sebuah piring saji dihadapannya.

"Ini untuk apa?"

"Selebrasi Mahasiswa Baru. Kau tidak mau?"

Tersaji sepotong daging bertabur lada dan saus yang berkilauan. Yuuri menatap Victor dan piring tersebut bergantian.

"Apa ini tidak berlebihan?"

"Hm?" alis victor terangkat sebelah, dia beringsut pada Yuuri lebih dekat hingga wajah mereka hanya terpisah tak lebih dari lima senti. Yuuri refleks memundurkan tubuhnya, dan bunyi nyaring menggaung di dalam dapur setelah sebuah penggorengan tersenggol bokong Yuuri tanpa sengaja.

"Maaf" Yuuri memungut penggorengan itu kemudian berlalu pergi menuju pintu belakang.

"Apa kau masih marah padaku karena kejadian malam itu?" ujar Victor setengah berteriak.

Suaranya sangat kentara di tengah suasana sepi, Yuuri menoleh, Victor menghampirinya cepat.

"Makanlah ini, aku susah payah membuatkannya untukmu. Sebagai selebrasi juga permintaan maaf"

Yuuri menerima piring di tangan kanannya. Menatapnya lekat kemudian terseyum

"Terima kasih. Tapi bukankan ini mahal? Uangku tidak akan cukup untuk membayarnya, gajiku dipotong banyak untuk mengganti kerusakan yang keperbuat selama bekerja disini"

Lengan kanan victor sibuk membenarkan rambut pirangnya yang mulai lepek, dia tidak habis pikir dengan respon Yuuri.

"Ini gratis Yuuri. Ge ra tis"

"Ah dan untuk kejadian sebelumnya aku tidak marah kok, serius. Jadi tak perlu meminta maaf" Yuuri menundukkan tubuhnya sejenak.

Senyuman tersungging tipis dari wajah rupawan dengan keringat yang membulir di dahi dan sudutan lain di wajahnya.

"Jadi selama ini kenapa kita seperti ini?" ujarnya

"Maksudnya?"

"Kenapa kita tidak berhubungan dengan baik"

"Aku tidak merasa kita punya hubungan"

Suara desahan victor terdengar, setelah beberapa jawaban polos dari seseorang di hadapannya. Sepertinya dia yang melebih-lebihkan keadaan selama ini.

"Baiklah. Jadi kenapa kau tak pernah menyapaku setelah kejadian malam itu?" Yuuri sepertinya paham dengan arah pembicaraan ini.

"Aaah tentang itu, aku hanya merasa tidak enak hati padamu. Tapi aku tidak berani meminta maaf. Ditambah kau itu atasanku. Chef utama, juga anak pemilik restauran ini." Victor mendesis, menunduk, meringis pada dirinya sendiri

"Jadi malam itu sebenarnya tidak masalah ya? Selain luka lebam di pipiku" Yuuri terlihat kaget dengan ucapan balasan itu

"Untuk itu aku refleks, aku tidak bermaksud apapun. Tapi untuk rasa sakit berkepanjangan di pipimu aku minta maaf" tubuhnya menunduk lagi.

"Baiklah. Toh wajahku tetap indah" narsis, Yuuri menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Makanlah. Dan mulai hari ini kita berteman oke? Jadi meskipun kau tidak bekerja disini lagi mampirlah sesekali untuk membantu atau makan disini."

"Terima kasih" ucapnya sembari berjalan menuju kursi terdekat.

"Ah dan satu hal lagi, kupikir kau tidak pernah memanggil namaku?" victor menunggu

"Baiklah Victor-san" dan suapan pertama dikunyah Yuuri dengan baik, steak di malam hari tidak buruk juga.

.

.

TBC


Author Note

Thanks pada reader yang udah mau baca huehehehe XD kecup satu-satu deh X# *puasaoy XD

Baca lagi ya hehe XD

RnR plliiiiiissss

See ya X)