Tittle : Hurt For Fall
Cast : Kim Kibum
Choi Siwon
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun

Warning : Typo(s) | Abal | GaJe | GS

Disclaimer : FF ini MURNI milik saya | Super Junior milik E.L.F |dan orang tuanya | Dimohon untuk tidak mem-PLAGIAT FF saya

Presented : Jenny Andrea Damayanti

oOo

Hurt For Fall

.

.

.
Kibum dan Kyuhyun saling tertawa bersama, candaan dan gurauan keluar dari bibir mereka masing-masing. Mereka berdua tidak mempedulikan seseorang yang berada dibelakangnya dengan raut wajah menyeramkan.

" Ya ! Cho Kyuhyun ! Kim Kibum ! APA YANG KALIAN LAKUKAN ?! "

Kibum dan Kyuhyun reflek menoleh kebelakang. Mereka terkejut karena mendapati guru mereka sedang marah menahan Emosi yang meluap-luap dari mimik wajahnya.

' Tamatlah riwayatmu Kim Kibum '
Batin Kibum sambil menelan ludahnya.

" So-songsaenim "
Ujar Kyuhyun dengan gugup, terlihat jelas keringat dingin meluncur dipelipisnya.

" KALIAN BERDUA SAYA HUKUM ! "

.

.

.

Lapangan sekolah menjadi tempat Kibum dan Kyuhyun menjalani hukumannya, mereka berdua terlihat sedang berjalan jongkok mengitari lapangan. Peluh dingin akibat hawa yang tiba-tiba berubah drastis menjadi panas dingin kini membasahi punggung mereka.

25 Kali putaran lapangan menjadi target untuk mereka selesaikan. Selang beberapa menit mereka berjalan jongkok selama 8 kali muncullah seorang guru yang menghukum mereka sambil menyeret lengan kedua orang dengan tatapan murka.

" Haihsss ! Kalian berdua harus saya hukum ! Sama seperti mereka ! Choi Siwon, Lee Sungmin ! Bagaimana bisa kalian membolos dipelajaran saya ?! "

Ujar guru itu sambil menyeret yeoja yang diketahui bernama Lee Sungmin, sedangkan namja yang diketahui bernama Choi Siwon menghampiri lapangan.

" KALIAN BERDUA CEPAT JALAN JONGKOK BERLAWANAN ARAH DENGAN MEREKA ! "

Ujar guru itu bernada tinggi, Siwon menganggukan kepalanya memandang Kibum yang sedang berjalan jongkok. Berbeda dengan Sungmin yang kini menatap Kyuhyun yang penuh dengan peluh.

Mimpi apa mereka ber-empat sehingga mendapatkan nasib yang sama.

Siwon mulai berjongkok dan berjalan mengitari lapangan, diikuti dengan Sungmin dibelakangnya yang juga harus berjalan jongkok.

Mereka berdua berpapasan dengan Kyuhyun dan Kibum, Siwon memberikan senyumannya terhadap Kibum namun yeoja itu hanya memalingkan mukanya tanpa menatap Siwon.

Disitu Siwon merasakan hatinya mencelos saat menatap punggung Kibum yang semakin menjauh.

Saat Siwon menoleh kedepan ia bertemu pandang dengan Kyuhyun. Mereka sempat memberikan Deathglare mematikan, membuat Sungmin menghela nafasnya.

' Jadi, dia yang bernama Cho Kyuhyun '

' Kenapa Siwon menatapku seperti itu ? '

Sungmin berdeham sejenak sebelum membuyarkan tatapan mereka

" Ehemb ! Siwon Oppa cepatlah jalan "

Ujar Sungmin membuat Siwon mulai jalan jongkok lagi, meninggalkan Kyuhyun yang dengan santainya hanya mengendikan bahunya.

Sungmin menatap tajam kearah Kyuhyun

" Kyu~ kau hutang penjelasan denganku "

Bisik Sungmin dengan melewati Kyuhyun begitu saja. Kyuhyun termangu memikirkan bisikan Sungmin, ia hanya diam sambil melongo membuat Guru yang sejak tadi melihat Kyuhyun terdiam mulai menghampiri Kyuhyun kemudian

Pletakk

" Appo ! " Ringis Kyuhyun sambil menggosok kepalanya yang terasa nyeri.

" Cho Kyuhyun ! Hukumanmu saya tambah menjadi 30 kali putaran ! "

Glupp

Kyuhyun menelan salivanya berat, ia merasa muak tentu saja apa lagi kesal terhadap guru Killer satu ini. Sepertinya Kyuhyun akan berolahraga Jongkok pagi ini.

.

.

.

« Skip Time »

Kibum memijit pelan kakinya yang terasa pegal akibat berjalan Jongkok, ia mengusap keringat diatas dahinya dengan punggung tangan.

Setelah menyelesaikan Hukumannya, Kibum memutuskan untuk duduk diatas batu besar yang dibelakangnya terdapat Pohon Mapple.

Kibum menengadah keatas langit, dan menemukan burung gereja yang terbang bebas diatas awan.

Dia menginginkan suatu saat perasaannya terhadap Siwon akan terbang bebas, bebas dari halangan, bebas dari semua rintangan, biarkan angin membawa perasaanya sesuai arus.

Bukan terjatuh layaknya butiran salju yang jatuh ke tanah, dan akhirnya salju itu akan mencair dan mengalir kesuatu tempat. Sama seperti perasaan Kibum terhadap Siwon yang mencair dan mengalir entah kemana.

Kibum tersenyum kecut memikirkan itu semua, nyatanya perasaanya memilih Butiran salju dibandingkan Burung yang terbang bebas diatas awan.

Tes

Air mata itu meluncur begitu saja tanpa disuruh, Kibum menghapus jejak air matanya. Yang membekas dipipi kanannya.

' Kim Kibum. Kau pasti bisa '

Kibum menghela nafasnya sejenak, sebelum berdiri meninggalkan tempat itu beserta seseorang yang berdiri mematung dibelakang Pohon Mapple

' Mianhe Kibum-ah~ '

.

.

.

Seorang namja sedang berusaha menyamakan langkah kaki dari seorang yeoja yang berjalan dengan tergesa-gesa.

Beberapa kali sang namja memegang pundak sang yeoja namun sang yeoja menghempaskan tangan sang namja dengan kasar membuat sang namja menghela nafasnya sejenak.

" Ya ! Lee Sungmin ! Berhenti ! "

Yeoja itu. Lee Sungmin, tidak mengindahkan panggilan tersebut. Ia malah melangkahkan kakinya dengan cepat membuat sang namja berteriak frustasi dalam hati.

" Min~ dengarkan penjelasanku dulu "

Ujar sang namja dengan suara yang memelas, Sungmin menghentikan langkahnya tanpa berbalik menghadap Kyuhyun. Ia menghela nafas beratnya dan mulai berbalik menatap mata Onyx kecoklatan itu dengan lekat.

" Waeyo ?! "

Ujar Sungmin sedikit ketus., sang namja berusaha bersabar. Ia menyunggingkan senyumanna kearah Sungmin dan mulai mendekat beberapa langkah didepan Sungmin.

" Min, kenapa kau menghindar dariku ? "

Sungmin membuang mukanya kearah lain, ia memutuskan pandangannya begitu saja dari manik mata Onyx tersebut.

" Min waeyo ? Apa aku berbuat salah denganmu ? "

Sungmin berdecak pelan, ia menatap kearah sang namja dengan sengit.

" Cih ! Cho Kyuhyun, kenapa kau begitu bodoh sekali ? "

Kyuhyun mengerutkan dahinya, sedangkan Sungmin ia membuang mukanya kesamping dan melipat tangannya didepan dada.

" Min, aku tak mengerti apa yang terjadi terhadapmu sehingga kau menghindariku Min. Tapi kumohon~ jangan menyiksaku terus Min, kau tau ? Kau membuatku khawatir dengan tingkah lakumu ini "

Kyuhyun mencoba menggenggam tangan Sungmin. namun cekalan tangan itu, Sungmin hempaskan begitu saja.

" hah~ Lee Sungmin, jelaskan kepadaku apa salahku sehingga kau marah. Setidaknya aku bisa meminta maaf kepadamu dan tidak akan mengulanginya kembali "

Stop

Sungmin tidak kuat lagi, ia meneteskan cairan beningnya dan menatap Kyuhyun. Kyuhyun yang memandang cairan bening itu lolos, hatinya terasa sakit seperti tertusuk pisau yang tajam.

" Kyu~ apa kau benar-benar mencintaiku ? "

Kyuhyun terkejut mendengar pertanyaan Sungmin, sekali lagi ia hanya diam tanpa berbicara dan tetap memandang manik mata Foxy milik Sungmin.

Sungmin tersenyum kecut melihat respon Kyuhyun yang terdiam. Hatinya tersa sakit, sepertinya Kyuhyun mempermainkannya saja.

" Min~ "

Ujar Kyuhyun memanggil Sungmin, Sungmin mendongakkan kepalanya dan terlihat jelas disana air mata bening mengalir deras dipipi Sungmin.

Grepp

Kyuhyun sudah tidak kuat lagi untuk tidak memeluk Sungmin, ia menghirup aroma rambut Sungmin dan mengeratkan dekapannya.

Sungmin menangis kencang saat Kyuhyun memeluknya. Semantara Kyuhyun mengelus suarai rambut Sungmin dengan tangannya.

" Min~ jangan tanyakan perasaanku lagi jika kau mengerti jawabannya. Aku Mencintaimu Min, sampai kapanpun. Jadi kumohon~ jangan mengindariku lagi "

Sungmin tidak menjawab perkataan Kyuhyun, ia menempelkan kepalanya didada bidang Kyuhyun dan mulai membalas pelukan Kyuhyun.

' Apa perkataanmu bisa kupegang Kyu ? '
.

.

.
Kibum melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah dengan langkah santainya ia melewati kerumunan seorang yeoja yang sedang asyik membicarakan sesuatu

" Aku dengar-dengar sekolah kita akan mengadakan SnowFlake Party "

Ujar seorang yeoja yang bernama Taecyon terhadap teman-temannya.

" Benarkah ? Wahh aku penasaran siapa ya yang akan menjadi Princess SnowFlake dan Prince SnowFlake tahun ini ? "

" aku yakin pemenang tahun ini sebagai Prince SnowFlake pasti Siwon Oppa, dan yang menjadi Princess SnowFlake tentu saja Lee Sungmin. Mereka berduakan terlihat sangat serasi "

Deg

Ctarr

Kibum menghentikan langkahnya, telinganya terasa panas dan hatinya merasakan sakit yang teramat sangat.

' Kenapa hati ini sakit sekali ... ? '

Kibum meremas ujung roknya dengan kuat sambil menundukan kepalanya. Entah kenapa mendengar ucapan dari segerombolan yeoja tadi membuat hatinya hancur. Benarkah ia tidak rela jika Lee Sungmin terlihat serasi dengan Choi Siwon ?.

Entahlah, disisi lain hati Kibum berkata TIDAK namun entah kenapa perasaanya mencoba untuk merelakan mereka.

Kibum menggelengkan kepalanya sebelum melangkahkan kakinya kembali meninggalkan Gerbang sekolah.

.

.

.

Siwon menghela nafasnya yang kesekian kali, ia mengecek jam yang menempel dipergelangan tangannya dan mulai bangkit dari kursi Osis.

Sejak dari tadi ia terus duduk dan berkutat dengan Laporan Osisnya yang harus dikumpulkan dalam waktu dekat.

Ia mendesah frustasi karena dirinya tidak konsentrasi sama sekali, sejak tadi ia terus memikirkan bagaimana caranya agar Kibum mau memaafkannya.

" Argghh ! Apa yang harus kulakukan ? "

Ujar Siwon sambil mengacak rambutnya, beberapa menit kemudian ia mengecek kembali jam tangannya dan mulai beranjak dari kursi setelah itu menyambar Jaket hitam beserta kunci Mobil miliknya.

' Aku harap kau tidak terlambat Choi Siwon '

Siwon berlari kecil meninggalkan ruangan Osis, ia berjalan menusuri koridor sambil sesekali melihat jam tangan hitam miliknya.

Tibalah ia didepan kelas milik Kibum, ia mengecek kedalam namun hasilnya KOSONG.

Tidak ada seorangpun disana, Siwon merasa kecewa karena tidak menemukan Kibum dikelas.

" Aish ! Choi Siwon Pabbo ! sudah pasti dia sudah pulang 1 jam yang lalu, kenapa kau tak menyadarinya ? "

Siwon meninggalkan kelas tersebut dengan lesu, terbukti dari caranya yang berjalan seperti orang putus asa.

Sepertinya Dewi Fortuna tidak berpihak kepadamu Choi Siwon.

.

.

.

Sore berganti malam, suhu disekitar jalanan Kota mencapai -10 derajat Celcius. Banyak pejalan kaki yang merapatkan mantelnya sama seperti Kibum.

Ia berjalan tak tentu arah, dengan pandangan kosong tak perduli berapa kali ia menabrak bahu orang yang sedang berlalu lalang Kibum terus melangkahkan kakinya.

Lama ia berjalan tak tentu arah ditemani dinginnya kota Seol dan gelapnya malam hari. Dan ketika ia memapaki kakinya disebuah Taman, ia tersenyum kecut manakala pernah menangis dikursi Kayu.

Tanpa sadar ia sudah melangkahkan kakinya menuju Pohon Besar yang penuh dengan salju. Disana ia bisa melihat ukiran tangan yang pernah ia buat.

- dream of that day to come -

Kibum tersenyum miris, ia berharap ukiran tersebut terkabul. Nyatanya Kibum harus menelan pahitnya kenyataan.

" Sampai kapanpun, aku akan tetap menanti disaat hari itu tiba "

Ujar Kibum menyemangati dirinya sendiri. Angin berhembus kencang, membuat Kibum harus merapatkan syal Soft Blue miliknya. Ia memutuskan untuk pergi meninggalkan Taman itu sebelum tubuhnya membeku dari dinginnya malam.

' Aku akan terus menunggu hingga saat itu tiba dan terbangun dari Mimpi buruk ini '

Kibum mengira bahwa semua ini hanyalah mimpi buruknya, dan disaat ia terbangun Kibum ingin mengubah semuanya sekaligus takdirnya namun apakah Kibum mampu mengubahnya ?

Hingga akhirnya ia hanya dipermainkan oleh Takdir. Sampai kapan Takdir mempermainkannya ? Sampai Hari itu tiba, maka Takdir akan berhenti mempermainkannya.

This time was different

Felt like, I was just a victim

And it cut me like a knife

When you walked out of my life

Now i'm, in this condition

And i've, got all the symptoms

Of a girl with a broken heart

But no matter what you'll never see me cry

.

.

.

Siwon mengemudikan Mobilnya dengan kecepatan sedang, sedari tadi fikirannya terfokus pada Kim Kibum yang menyita perhatiannya.

Sepertinya Siwon merasa bersalah karena telah berpaling, Ia merutuki kebodohannya kenapa ia bisa putus dengan Kibum ?

Andaikan saja waktu bisa terulang kembali, mungkin Siwon akan tertawa lepas menikmat salju yang turun bersama Kibum di Taman.

Hancur sudah semuanya, sekarang yang bisa Siwon nikmati hanyalah pahitnya kegelapan malam yang menemaninya di sepanjang perjalanan.

Kenapa Waktu sangat senang mempermainkannya ? Mungkin ini adalah balasan yang layak untukmu Choi Siwon, karena kau sudah beraninya berpaling dengan cinta yang lama.

Semudah itukah Siwon cepat berpaling dari Kibum ke Sungmin? menayatakan cinta pada Sungmin namun nyatanya ditolak. Dan semudah itu pula Siwon jatuh bersamaan dengan hatinya yang hancur.

Penyesalan selalu datang pada akhir, tanpa sadar Siwon menitikan air matanya mengingat apa saja yang pernah ia lakukan terhadap Kibum sekaligus menyakitinya.

Selalu saja begitu, penyesalan selalu datang pada akhir bukan ?

Selama perjalanan, Siwon memberhentikan mobilnya tepat di pinggiran jalan. Ia keluar dari mobil sambil mengenakan Syal pada lehernya.

Ia memasuki sebuah Toko yang penuh dengan macam-macam perhiasan.

Saat Siwon membuka gagang pintu Toko dan menariknya, Pelayan membungkuk hormat sambil menyapanya dengan sopan.

" Annyeong~ selamat datang ditoko kami, apa ada yang bisa saya bantu ? "

Tanya pelayan itu kearah Siwon

" Nde, saya ingin membeli Kalung "
Ujar Siwon menghampiri Etalase yang berisikan kalung berlian dan berliontin ruby.

" Anda bisa memilih salah satu dari etalase kami yang menurut anda Cocok, atau Anda bisa memesan kalung seperti yang anda inginkan "

Ujar pelayan itu menjelaskan, Siwon mengembangkan senyumnya saat kedua bola matanya menatap kearah Kalung yang berliontin Kristal Salju.

" Tolong Bungkus yang ini "

Pelayan itu menganggukan kepalanya dan mengambil kalung tersebut kemudian membawanya kearah Kasir.

' Ku harap kau senang dengan pemberianku Kibum-ah~ '

Batin Siwon tersenyum senang

.

.

.

TBC

Annyeong ^^

Saya kembali lagi, mianhe updatenya lama dikarenakan saya lagi sibuk hafalan naskah Drama yang harus sayan mainkan bulan depan. Saya harap anda tidak kecewa dengan chap ini, semoga kalian masih mau menunggu chap berikutnya.

Buat yang udah review makasiiiiihhh banget, akk sayang kalian :* yang juga gak review makasih udah membaca dan tidak meninggalkan jejaknya ^^

Last

Beri akk dukungan agar semangat melanjutkannya

kyunny . wordpress . com