Tittle : Hurt For Fall
Cast : Kim Kibum ( yeoja )
Choi Siwon ( namja )
Lee Sungmin ( yeoja )
Cho Kyuhyun ( Namja )
New Chast : Shim Changmin | Kim Changmin ( namja )
Warning : Typo(s) | GaJe | Abal | GS
Presented : Jenny Andrea Damayanti
Hurt For Fall
.
.
.
Pelukan itu melonggar, pelaku utama yang membuat pelukan itu terlepas ialah Kibum.
Kibum menghapus jejak air matanya yang mengering kemudian beralih menatap kedua mata Siwon dengan pandangan sayu.
" kenapa ? Kenapa kau tak pernah puas untuk membuatku menangis ? "
Siwon mengusap pipi Kibum dengan sayang, ia semakin miris menatap keadaan Kibum yang menyedihkan. Dengan kedua mata yang bengkak sehabis menangis, hidung merah beserta bibir yang bergetar.
" Mianhae, tak seharusnya aku membuat kedua mata yang indah ini menjadi bengkak "
Usapan Siwon beralih ke kedua kelopak mata Kibum kemudian mengusapnya pelan. Ia sedikit mencondongkan wajahnya dan selanjutnya
Chup Chup
Siwon mencium kedua kelopak mata Kibum secara bergantian.
Kibum hanya diam dan tak bergeming, pikirannya melayang entah kemana. Menurutnya ini semua adalah mimpi, dia hanya menahan nafasnya dan menatap lurus kedepan.
" Mianhae, karna kesalahanku kedua pipi ini menjadi tirus dan pucat. "
Chup Chup
Kini giliran kedua pipi Kibum yang Siwon cium secara bergantian. Kibum masih tak bergeming, ia semakin sesak dan sulit untuk bernafas.
Kibum menyadari, bahwa sebesar apapun ia mencoba namun kenyataannya ia masih tetap mencintai Siwon walaupun hatinya berteriak kesakitan.
Siwon menatap Kibum sejenak sebelum mengeliminasi jarak diantara mereka berdua. Dan perlahan-lahan namun pasti, Siwon menempelkan bibirnya diatas bibir Kibum. Tanpa pagutan dan hanya sebatas menempel.
Kibum semakin tercekat, darahnya tiba-tiba berhenti mengalir, jantungnya berpacu cepat, lututnya lemas ia ingin pingsan namun tubuhnya ditopang oleh Siwon, matanya terpejam erat seiring Siwon menekan tengkuknya.
Perasaan yang dulu pernah Kibum rasakan, saat indahnya jatuh cinta kini kembali ia rasakan, bersama orang yang sama.
Ciuman ini terasa menyakitkan bagi Kibum. Tanpa sadar ia meneteskan air matanya lagi, mengalir kesudut pipinya dan membasahi pipi Siwon membuat Siwon menjauhkan wajahnya dari wajah Kibum.
Siwon menatap pipi Kibum yang kini telah basah oleh air mata, ia merutuki dirinya sendiri karena dirinya lagi Kibum menangis.
" Mianhae Kibum, uljima~ Saranghae ...
Saranghae...
Jeongmal Saranghae Kibum "
Deg
Deg
Deg, Deg, Deg
Jantungnya berdetak kencang, didalam hatinya seperti ada petasan yang ingin meledak.
Sekali lagi, seharusnya ia tidak terjebak dalam perangkap. Seharusnya ia tidak terkena bisa yang beracun, seharusnya ia menyadari betapa bahayanya jika Jatuh cinta.
" Kenapa begitu Mudah sekali kau mengatakan cinta ?! "
Kibum mengepalkan tangannya, ia menundukan kepalanya. Dan detik berikutnya ia mendongakan kepalanya sambil menekan dadanya dengan telapak tangan kanan.
Bugh
Bugh
Bugh
" Kenapa ? Kenapa disini sakit ? Kenapa ? Kenapa disini berdetak kencang ? "
Ujar Kibum sambil tetap memukul dadanya.
Bugh
" Seharusnya ini semua tak pernah terjadi Siwon ! Percuma jika kau mengatakan cinta untukku, pada ujungnya kau akan begitu Mudah berpaling dariku ! "
Bugh
Bugh
" Apa kau tak pernah merasakan ?! Di saat indahnya kelopak bunga yang mekar kini harus gersang dan jatuh di waktu yang sama ?! Sakit ! Sakit, Siwon ! Ini lebih menyakitkan "
Lanjut Kibum sambil memukul dadanya tepat didaerah jantung, mengutarakan seberapa sakitnya jantung itu berdetak.
Grepp
Pukulan itu berganti menjadi sebuah pelukan, Siwon memeluk Kibum sambil menggenggam tangan Kibum dengan erat.
" Mianhae Kibum, aku tak pernah mengerti keadaanmu menanggung beban itu semua. Mianhae, tapi ... Aku mencintaimu Kibum, sangat~ "
Ujar Siwon sambil mengeratkan pelukannya, Kibum tak bergeming ia hanya diam dan tak membalas pelukan Siwon
" Lalu ? Apa kau sanggup memikul bebanku sebagian ? Apa kau sanggup ? "
Ujar Kibum sangat lirih, namun bisa di dengar jelas oleh Siwon dari dekat
" Tentu, apapun akan aku lakukan. Asalkan kau tersenyum ceria hanya untukku Kibum "
" Kau Egois, jika kau hanya meminta senyumku, jangan pernah memohon kembali padaku ! "
Terika Kibum sambil meronta untuk melepas pelukan Siwon
" Aku memang Egois, untuk itu aku memintamu kembali. Aku ingin mempertahankanmu dari ribuan pisau yang menyakitkan, melindungimu dari gersang yang menyengat, menjagamu dari mimpi yang buruk agar kau selalu tersenyum Kibum. "
Ujar Siwon dengan mengeratkan pelukannya yang sedikit melonggar akibat gerakan Kibum.
" Kau tak akan pernah bisa Siwon, lebih baik lepaskan aku "
Kibum masih tetap meronta, namun Siwon tetap kukuh memeluk Kibum.
" Never ! Never Kibum, I want hold you, loving you, protect you, caring you, and always and always. Don't make me destroyed because you just keep Silent like this. " ujar Siwon sedikit membentak Kibum
Dan pada akhirnya, Kibum menyerah. Ia lebih memilih jatuh dalam perangkap dibanding terjebak dipermukaan yang berduri.
" Alright, I'll try to standing beside you Siwon "
' Untuk kali ini saja aku memberinya kesempatan meski hati ini selalu berteriak, saat bibir ini yang mendadak keluh untuk berbicara, dan helaan nafas berat yang menyesakkan. Selebihnya kau telah mencoba menanggung semuanya Kim Kibum, walaupun kenyataannya kau gagal dalam kepedihan yang menyakitkan '
Batin Kibum sambil menyenderkan kepalanya di dada bidang milik Siwon.
.
.
.
Cuaca di sore hari ini sangatlah dingin, berulang kali seorang Kim Kibum menggosokan telapak tangannya yang membeku karena kedinginan.
Sepulang sekolah, Kibum langsung pergi meninggalkan kelas. Ia sedikit bingung, sejak dari tadi ia tidak menemukan batang hidung Namja menyebalkan a.k.a Cho Kyuhyun di kelas.
Kibum POV
Aku heran, kenapa sedari tadi namja menyebalkan itu tidak menampakan batang hidungnya ?
Memangnya seberapa parah lukanya ?
Aku akui, Choi Siwon memukul Kyuhyun tidaklah pelan tapi juga tidak terlalu keras.
Apa ia baik-baik saja ?
Dari kondisi fisiknya ia sedikit kurus dan tidak berotot, jika dipukul seperti tadi pasti akan terasa sakit dan memar
Dan
Kenapa aku perduli dengannya ?
Mungkin karena faktor teman, aku jadi sedikit peduli dengannya.
Tunggu
Kenapa aku jadi begini ? Kenapa kau memikirkan namja menyebalkan itu ? Bukankah ada Lee Sungmin yang menjaganya ?
Lee Sungmin, aku akui dia adalah yeoja yang manis. Tak jarang banyak namja yang mengidolakannya, termasuk Choi Siwon. Sedangkan aku ? Aku hanyalah yeoja biasa yang tak menarik dimata orang. Lee Sungmin, kau memang beruntung dicintai banyak orang.
Stop
Kim Kibum, apa yang kau pikirkan ?
Kibum POV END
" Kim Kibum tunggu ! "
Kibum menghentikan langkahnya, sayup-sayup ia mendengar seseorang memanggil namanya.
Srett
Tangan Kibum digenggam seseorang dari belakang, dan disaat itu pula Kibum menolehkan kepalanya kearah belakang
" Wae ? "
" Hosh... Kibum, kenapa- Hoshh kau langsung. Pulang ? " Ujar namja itu terhadap Kibum sementara Kibum ia hanya diam tak berbicara dan lebih memilih memandang namja itu dengan tatapan datarnya.
" Hah~ Lupakan, kalau begitu Jjha ! Kita jalan "
Mereka kembali berjalan beriringan, memapaki jalanan kota Myeondong dengan kaki.
" Kibum-ah~ pakai ini, pasti kau kedinginan "
Kibum menolehkan kepalanya kearah samping dan menatap namja yang sedang mengulurkan Syal kearahnya.
" Ani, kau saja. Lagipula didaerah sekitar sini tidak terlalu dingin "
Ujar Kibum sambil terus memapaki kakinya diatas salju, namja itu tersenyum sekilas sebelum menghampiri Kibum dan melilitkan Syal itu keleher Kibum
" Pakailah, aku tidak ingin kau sakit "
Kibum terdiam mendengar penuturan namja disebelahnya. Hatinya merasakan kehangatan saat memandang senyuman namja itu.
Siwon memandang Kibum yang terdiam sambil menatap kearahnya, ia meraih jemari Kibum dan menautkan tangannya kemudian mereka berdua saling berjalan beriringan.
" Siwon, kenapa kau tak memakai mobilmu ? "
Siwon lagi-lagi tersenyum, entah kenapa sejak dari tadi ia selalu tersenyum ceria. Mungkin karena faktor Kibum yang menerimanya kembali. Dia memang lelaki yang beruntung
" Karena, aku hanya ingin menghabiskan waktuku bersamamu, memandangmu dari dekat, menggenggam tanganmu, merasakan kehadiranmu disampingku. Aku ingin merasakannya lebih lama "
Ujar Siwon membuat Kibum sedikit menampilkan senyuman tipisnya.
" Kenapa begitu ? "
Ujar Kibum yang sukses membuat Siwon gemas, Siwon mengacak rambut Kibum dengan sayang sambil tertawa renyah
" Karena, aku ingin merasakan apa yang dulu pernah ku rasakan. Dan disini, bersamamu, aku merasakannya sehingga membuatku sulit untuk lepas dari bayangmu. Aku mencintaimu Kibum-ah~ sangat mencintaimu, jangan pernah meninggalkanku lagi Kibum "
Ujar Siwon panjang lebar, Kibum menghela nafasnya melepaskan beban berat yang berada dipikirannya. Dengan senyuman ia menghadapinya, dengan kepercayaan Kibum mencoba untuk mengukir kembali nama Siwon dihatinya yang pernah ia hapus
" Kalau begitu, jangan pernah melepasku. "
Siwon merasa senang sekarang, dengan senyuman lebar ia mengeratkan genggaman tangannya bersama Kibum. Awal yang baru akan mereka lalui bersama, kepercayaan, dan ketegaran menjadi Topik sebagai dimulainya hubungan mereka
" Tak akan "
Beberapa saat kemudian, mereka berdua sampai didepan apartemen milik Kibum. Mereka berhenti didepan pintu Apartemen Kibum, suasana canggung melingkupi mereka berdua. Kibum yang benci dengan suasana seperti ini berniat untuk memulai membuka Suara
" Siwon " " Kibum "
Ucap mereka berdua bebarengan, Kibum menundukan kepalanya untuk menyembunyikan senyuma. Sedangkan Siwon ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil mencoba untuk merangkai kata yang pas
" Kau duluan "
Ujar Kibum terhadap Siwon. Siwon mengambil nafasnya dalam-dalam dan menatap Kibum dengan dalam, mengelami bola mata yang menurutnya sangat indah.
" Emm... Selamat Malam, lebih baik kau cepat masuk udara di sekitar sini sangatlah dingin. " Ujar Siwon dengan mencoba santai walaupun masih ada nada gugup disetiap katanya.
" Baiklah sampai jumpa " ujar Kibum kemudian menghilang dari balik pintu. Siwon tersenyum memandang jendela luar rumah Kibum, disana ia bisa melihat jelas bahwa lampu yang semula padam kini telah terang.
" Gomawo, Kibum. Saranghae, jaljjayo "
Setelah mengatakan kata itu Siwon meninggalkan Apartemen Kibum dan kembali kesekolah untuk mengambil mobilnya yang sengaja ia tinggalkan tadi. Dengan langkah lebar ia berjalan di pinggir kota dengan suhu yang dibilang sangatlah dingin.
Kibum Side
Kibum merebahkan tubuhnya diatas kasur, ia memejamkan matanya sejenak untuk mengusir penat di kepalanya.
Ia mengarahkan jarinya untuk menyentuh bibirnya.
Kibum POV
Entah apa yang ada di pikiranku sekarang, kenapa aku langsung memberinya kesempatan ? Bukankah luka dihatiku ini akan semakin sakit jika aku kembali dengannya.
Namun kenapa kata hatiku selalu bertolak belakang denganku ? Di sini, di bibir ini kenapa tak mengelak saat dia menciumku ?
Siwon-ah~ apakah aku bisa mempercayaimu kali ini ?
Kibum POV END
Kibum bangkit dari tidurnya, ia berjalan keluar kamar dan menghampiri dapur. Kibum membuka kulkasnya dan tidak menemukan makanan apapun disana, helaan nafas ia keluarkan dari bibirnya.
" Hah~ kenapa kulkas ini kosong disaat waktu yang tidak tepat ? " Ujar Kibum sambil mengambil jaketnya diatas meja serta dompet biru miliknya di dalam laci.
Ia keluar dari Apartemen miliknya dan pergi menuju Swalayan menggunakan Bus.
.
.
.
Di sisi lain terlihat seorang yeoja yang duduk di atas kursi Kedai Ice Cream sambil memakan Ice Cream rasa Strawberry milinya dengan lahap.
Dilihat dari cara makannya ia sangatlah lucu, dengan mulut yang belepotan serta pipi chubbynya yang menggemaskan ketika mengunyah membuat Namja jangkung didepannya ingin sekali mencubit kedua pipi itu karena gemas.
Namja itu menggelengkan kepalanya dan terkekeh pelan melihat tingkah laku yeojachingunya yang seperti anak-anak.
Namja itu mengambil selembar Tissue dan menyapukannya pada bibir Sungmin yang belepotan, sedangkan Sungmin hanya terdiam membeku karena pergerakan namja itu yang menurutnya mengejutkannya.
" Lee Sungmin, kau tak pernah berubah. Dari dulu sampai sekarang kau sangat menggila makanan beku berasa Strawberry yang sangat manis ini sehingga habis beberapa Cup "
Ujar namja itu setelah mengusap bibir yeoja yang bernama Lee Sungmin. Sungmin hanya tersenyum lebar dan melanjutkan memakan Ice Cream-nya yang tertunda.
" Aigoo ... Sungmin-ah, apa kau tak kedinginan ? Bagaimana bisa kau menghabiskan banyak Ice Cream dengan cuaca yang sangatlah mencekam ini ? "
" Aish ! Kyu~ aku tak peduli, lihatlah Ice Cream ini sangatlah enak dan aku menyukainya. Memangnya kenapa ? Tak boleh ? "
Ujar Sungmin sambil meletakan Cup Ice Creamnya yang tinggal setengah diatas meja. Dengan raut kesal ia menatap namja-Kyuhyun yang berada didepannya.
Ia melipat kedua tangannya diatas dada, tak lupa bibirnya yang selalu mengerucut imut menambahkan kesan tersendiri bagi Kyuhyun.
" A-a-aniyo, kau boleh memakan Ice cream itu sepuasmu Min, ta-tapi jangan banyak-banyak. Kau tau badanmu sedikit gen- eh ? Aniyo maksudku sedikit menyamping. Aishh ! Dan A-aku mengawatirkanmu, karena jika kau terlalu banyak makan Ice cream nanti kau bisa terkena Flu. Iya, Flu. itu benar "
Ujar Kyuhyun memberi penjelasan terhadap Sungmin, Sungmin mendengus kesal ia beranjak dari duduknya dan meninggalkan Kyuhyun.
" Eh ? Min, kau mau kemana ? "
Kyuhyun mengejar Sungmin yang sudah keluar dari Kedai, namun sebelumnya ia meletakan beberapa lembar uang diatas meja kemudian berlari meninggalkan kedai.
" Pabboya Cho Kyuhyun ! "
Rutuk Kyuhyun sambil mencari keberadaan Sungmin
Sungmin, yeoja itu berjalan dengan menghentakan kakinya diatas salju. Dengan tampang kesal ia menggerutu pelan, sesekali bibirnya mengerucut dan pipi yang mengembung membuat kadar kekesalannya bertambah.
" Memangnya kenapa kalau aku makan Ice cream banyak ? Dan lagipula kenapa dia mengatai badanku menyamping ? Memangnya aku ini apaan ? Ishh ! Menyebalkan ! Menyebalkan ! Menyebalkan ! "
Ujar Sungmin menghentakan kakinya keras sehingga terdengar bunyi debuman keras, membuat pejalan kaki mengalihkan pandangannya kearah Sungmin.
" Yeoja itu kenapa ? "
Sungmin menundukan kepalanya dan terus melangkahkan kakinya menjauhi tatapan aneh di sekitarnya. Ia merutuki salah satu nama yang tercatat didalam otaknya.
" Ishh ! Ini semua karena Cho Kyuhyun ! "
Dilain tempat, Kyuhyun sedang gusar karena mencari Sungmin yang sedari tadi menghilang.
Ia sudah mengitari jalanan kota berulang kali namun hasilnya nihil, dan pada akhirnya ia terduduk lemas didepan telephone Box sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
" Hah~ lelah sekali, aku harus mencarimu kemana lagi Min ? "
Ujar Kyuhyun sambil menggosokan telapak tangannya yang dingin.
" Kenapa udara disini sangatlah dingin ? Hufftt~ sial ! Sarung tanganku ketinggalan di kedai Ice Cream, aishh ! Pabboya ! "
Kyuhyun masih berdiam diri di depan telephone Box, karena suhu disekitar sangatlah Dingin Kyuhyun memasukan telapak tangannya kedalam saku celana dan mulai meninggalkan tempat tersebut.
" Bisa-bisa aku mati konyol karena kedinginan "
Ujar Kyuhyun tetap melangkahkan kakinya lurus kedepan.
Setelah beberapa langkah ia tempuh akhirnya ia sampai didepan Halte Bus, Kyuhyun berdiri didepan Halte sambil sesekali menggosokkan tangannya agar hangat.
Bus yang ditunggu akhirnya tiba, tanpa menunggu lama pintu Bus terbuka dan Kyuhyun langsung memasuki Bus tersebut.
Didalam Bus pandangan Kyuhyun tak sengaja mengarah kearah seorang yeoja yang sedang duduk di kursi penumpang barisan lima bagian kanan.
Yeoja itu sedang duduk diam sambil menatap lurus keluar jendela yang berembun. Kulitnya yang seputih salju ia tutupi dengan mantel tebal berwarna abu-abu. Serta rambut yang sedikit bergelombang berwarna hitam arang ia gerai hingga sebahu.
Pandangan Kyuhyun mengarah pada barang belanjaan Kibum. Kyuhyun tersenyum tipis dan mulai melangkah menghampiri kursi penumpang yang berada di seberang yeoja itu.
Setelah dirasa ia nyaman dengan duduknya, Kyuhyun menatap keluar jendela yang menampakan bayangan yaeoja tersebut.
Yeoja yang diam menyendiri sambil menatap lurus keluar jendela itu adalah Kim Kibum, entah apa yang ada dipikirannya sehingga membuat seorang Cho Kyuhyun selalu ingin menjaga Kibum.
Kibum perlahan mengarahkan tangannya kearah jendela yang berembun, ia menulis sebuah kata disana.
- this Heart, Hurt For Fall -
Tulisan itu dengan jelas dibaca oleh Kyuhyun, tanpa Kibum ketahui Kyuhyun tersenyum miris kearahnya.
" Halte X "
Ujar supir Bus itu terhadap para penumpang yang ingin turun di Halte.
Kibum yang mendengarnya segera bersiap-siap untuk turun ia membawa kantung belanjaannya dengan kedua tangan, begitu juga dengan Kyuhyun. Saat pandangan mereka bertemu, Kibum langsung saja memutuskan kontak mata antara mereka berdua, ia tak menghiraukan Kyuhyun yang mengikutinya dari belakang.
Bus itu berhenti disalah satu Halte, pintu Bus terbuka menampilkan sosok Kibum yang siap-siap turun, disusul dengan Kyuhyun dibelakang Kibum. Kibum tak jadi turun dan lebih memilih diam ditempat, karena pandangan matanya membidik tepat kearah bola mata kelam seorang namja yang berdiri tepat didepannya.
Dengan bibir pucat serta Coat berwarna Coklat namja itu menarik lengan Kibum dan membawanya kedalam sebuah pelukan hangat.
Sratt
Barang belanjaan Kibum kini sukse terjatuh dan sebagian menghambur kemana-kemana
Kyuhyun yang melihatnya hanya diam dan lebih memilih memalingkan mukanya kearah lain, entah kenapa hatinya sesak melihat Kibum dipeluk dengan seorang namja.
pintu Bus itu tertutup, dan kemudian berjalan menyisahkan Kibum serta seorang namja yang masih setia memeluk Kibum.
Kyuhyun yang masih berada di Bus tadi hanya berdiri terdiam menatap dari belakang jendela Bus sosok Kibum yang semakin menjauh tatkala Bus yang ditumpanginya melaju menembus jalanan.
' Sebenarnya siapa namja itu ? Kenapa dia memeluk Kibum ? '
Kibum melepaskan pelukan namja itu dengan sekuat tenaga, ia memandang namja yang berada didepannya dengan pandangan bingung.
" Nuguya ? Kenapa kau memelukku ? " Ujar Kibum dengan datar, membuat namja itu tersenyum tipis.
Ia melepaskan syal miliknya, kemudian meraih sebuah kalung yang berliontin Segitiga dan menunjukannya kepada Kibum.
Kibum menatap liontin itu sejenak, dibelakang liontin tersebut terdapat sebuah tulisan berhuruf latin.
- Special Christmas Gift -
Kibum membelalakan matanya, ia meraih liontin itu dan memandangnya dengan pandangan tak percaya.
" Darimana kau mendapatkannya ? Kenapa Liontin ini ada di kau ? Apa jangan-jangan kamu "
Namja itu tersenyum kearah Kibum, ia meraih tangan Kibum dan meletakannya di pipi kanannya kemudian mengelusnya perlahan.
" Kibummie~ " ujar namja itu kearah Kibum.
Kibum masih tak percaya dengan namja yang berada didepannya ini apakah benar dia adalah seseorang yang berarti didalam hidupnya.
Seseorang yang pergi meninggalkannya sejak 7 tahun lalu, seseorang yang selalu berada disisinya, seseorang yang selalu ia lindungi, seseorang yang selalu bermanja-manja padanya.
Namun namja didepannya ini terlihat sangatlah berbeda dengan seseorang yang Kibum maksud. Ia terlihat lebih tinggi dari Kibum, wajahnya yang rupawan, penampilannya yang terlihat keren dimata kalangan remaja.
" Apa benar kau Changmin ? "
Ujar Kibum menyentuh kedua pundak namja itu dengan erat.
Namja itu menganggukan kepalanya, ia menatap Kibum dengan sayang.
" Nde, kau benar "
Grepp
Kini gantian Kibum yang memeluk Changmin dengan erat, ia begitu merindukan namja ini sehingga tak terasa air mata keluar dari pelupuknya.
" Bogoshippo~ " ujar Kibum dengan lirih namun masih bisa didengar jelas oleh Changmin.
Changmin membalas pelukan Kibum dan menghirup aroma Shampo yang selalu ia gemari dari rambut Kibum sejak kecil. Aroma Vanilla.
" Nado Bogoshippo "
' Aku merindukannya, hingga sesak tak bernafas mengais Oksigen. Aku mencintainya walaupun aku tahu ini semua salah, aku akan tetap berjuang walau pada akhirnya hati ini tertumbuk kayu jati yang tebal. '
Batin Changmin sambil mencium pucuk kepala Kibum dengan sayang, mereka berdua tak memperdulikan sebuah Mobil yang berhenti beberapa meter darinya dipinggir jalan.
Didalam mobil itu terdapat seorang namja yang sedang mengepalkan setir kemudinya dengan erat membuat buku jemarinya berwarna putih. Rahangnya mengeras melihat sosok Kibum dari jauh yang asyik berpelukan.
' Bukankah itu Kibum ? Seharusnya iakan ada di Rumah sekarang, kenapa ia berkeliaran di sini sambil bersama pria ? '
Batin Siwon sambil menahan luapan emosinya. Ia lebih memilih meninggalkan tempat itu kemudian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi
.
.
.
TBC
annyeong ^^ mianhae telat update :p #cengengesan#Plakk
karena jadwal Drama saya padet, terus saya harus melaksanakan UAS jadi beginilah jadinya.
lain kali, atau dilain waktu yang luang saya akan berusaha untuk bisa Update cepat, doain yaa :)
buat semua readers, thanks sudah menyempatkan waktu untuk membaca FF saya.
semoga kalian senang dengan kehadiran New Cast saya.
thanks all
kyunny . wordpress . com
