Tittle : Hurt For Fall
Cast : Kim Kibum
Choi Siwon
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Shim Changmin as Kim Changmin

Warning : Gaje | Typo(s) | Abal | GS | FF ini MURNI milik Saya ! Dimohon untuk tidak mem-PLAGIAT ataupun meng-Copas.

Presented : Jenny Andrea Damayanti

Hurt For Fall

.

.

.

Lampu hiasan malam berkelap-kelip menambahkan kesan indah di setiap jalanan kota, terangnya bulan sabit menandakan bahwa hari mulai menginjak gelap.

Di pinggir jalanan tepatnya di trotoar, terletak Bench panjang yang disampingnya terdapat lampu hias tahun 90-an.

Terlihat Bench itu diduduki oleh seorang yeoja dan namja, mereka berdua mendengarkan sebuah lagu yang berjudul ' Thousand Miles ' dengan Headseat di telinga mereka masing-masing. Yeoja dan namja itu hanya berdiam diri menikmati kerinduan yang menyeruak dalam kesunyian sambil sesekali meresapi lirik dalam bait lagu itu.

" Cause everything's so wrong~

And I don't belong

Living in your

Precious memories "

Namja itu tersenyum mendengar sang yeoja menyanyikan lagu itu walaupun terdengar lirih namun masih bisa ia dengar.

" Cause I need you

And I miss you

And now I wonder... "

Lanjut yeoja itu sambil memejamkan matanya, ia mulai terbawa suasana dengan irama nada lagu itu. Sang namja yang melihat raut wajah menghayati dari sang yeoja mulai mengulurkan tangannya dan mendaratkannya diatas pucuk kepala sang yeoja

Pluk

" Eh ? "
Yeoja itu terkejut saat sang namja mengacak rambutnya dengan sayang.

" Tck. Serius sekali, kau tau ? Suaramu membuatku ingin bersandar dibahumu. Bolehkah ? "

Tanya namja itu kearah sang yeoja, sementara sang yeoja hanya tersenyum dan mengarahkan kepala sang namja agar menyender tepat kearah bahu kanannya.

" Bersandarlah Changmin-ah~ Noona akan menemanimu disini "

Ujar yeoja itu terhadap sang namja-Changmin

' Aku bahkan tak pernah memanggilnya dengan sebutan Noona, karena~
Aku terlalu mencintainya bukan sebagai Noona, namun sebagai yeoja yang berparas malaikat '

Batin Changmin, ia merasakan aroma tubuh Kibum yang menyeruak melalui indra penciumnya, ia begitu merindukan aroma ini. Aroma yang memabukan serta Aroma yang menurutnya adalah Heroin untuknya.

Keduanya saling terdiam, menikmati kesunyian malam yang mencekam sehingga membuat salah satu mereka berinisiatif untuk membuka suara.

" Changmin-ah~ kenapa kau masih menyimpan kalung itu ? Bukankah aku sudah membuangnya di padang rumput yang tinggi ? "

Changmin menggenggam kalungnya kemudian tersenyum mengingat kejadian yang sudah 7 tahun ia lewati.

" Kalung ini berharga Kibum, kau tau dulu aku membeli kalung ini dengan mengumpulkan hasil uang tabunganku yang aku simpan."

" Aku membelinya di pedagang kaki Lima, walaupun murah namun ini tetap berharga karena aku membelinya dengan hasil tabunganku. jerih payahku sendiri selama berbulan-bulan. "

Kibum terdiam mendengarkan penuturan Changmin, ia lebih memilih mengelus rambut Changmin dengan sayang dan menyenderkan kepalanya diatas kepala Changmin.

" Di saat aku memberikannya kepadamu kau terlihat senang, dan itu membuatku bahagia melihat senyummu yang dulu menghilang pada saat itu telah kembali. "

Changmin menghela nafasnya dan mulai melanjutkan ceritanya

" Namun saat Appa mengatakan bahwa aku akan pindah ke Jepang, kau~ terlihat marah dan kecewa. Kau berlari meninggalkan Rumah dan pergi ke padang rumput yang tinggi. Aku mengejarmu Kibum, dan saat aku melihatmu duduk diatas rumput kering sambil menangis mencabuti rumput hatiku seolah teriris. "

Kibum mengingat memori yang pernah ia alami saat Changmin pergi meninggalkannya. Ia merasa begitu bodoh mengingat betapa cengengnya dirinya.

" Aku menunggumu hingga kau lelah menangis setelah itu kau berdiri dan melepas kalung itu secara paksa kemudian membuangnya. Setelah lama menangis kau pergi meninggalkan tempat itu menyisakan diriku yang masih menatap kosong lurus kedepan. Kemudian dengan langkah gontai aku mencari kalung itu "

Kibum memejamkan matanya, ia merutuki dirinya yang sudah menyakiti Changmin. Dengan lirih Kibum berkata

" Mianhae Changmin-ah, waktu itu aku- "

" Gwenchana, aku mengerti perasaanmu Kibum. Oleh sebab itu aku kembali untuk menemanimu, disini "

' Dan aku ... Merindukanmu Kibum. Sangat merindukanmu~ '

Lanjut Changmin yang mampu ia ucapkan dalam hati. Biarkanlah perasaannya tumbuh terpendam untuk sementara, meskipun Pahitnya darah Hitam rela ia telan.

Kibum terkesiap memandang kedua bola mata Changmin yang tersirat luka beserta kepedihan yang mendalam. Dan detik itu ia menyadari bahwa dirinya yang telah membuat Changmin menjadi korban Appanya.

" Changmin-ah~ ... "

Kibum seolah susah mengatakan apa yang ingin ia sampaikan, bibirnya bungkam seribu bahasa, nafasnya tercekat dan lidahnya kelu untuk menguntai kata. Yang ia lakukan hanya mendesah menyalahkan dirinya.

Mereka berdua kembali hanyut dalam melodi yang terputar pada I-Pod milik Kibum. Mereka tak tau pasti apa yang akan terjadi keesokan harinya.

.

.

.

Brakk

Tap

Tap

Tap

Brukk

" Hah~ "
Terlihat Seorang namja sedang menghela nafasnya sambil bersandar di bantalan sofa. Ia merasa lelah dan lebih memilih memejamkan matanya yang terasa berat.

sebut saja namja itu Siwon. Sejak ia memergoki Kibum di Halte Bus dengan seorang namja asing, ia mengemudikan mobilnya dengan cepat dan tak memperdulikan bunyi klakson yang terus berbunyi kearahnya karena ia menerobos lampu merah dengan kecepatan cepat.

Beruntunglah ia pulang dengan selamat dan tak ada lecet sedikitpun, namun dilubuk hatinya berkecambuk melihat Kibum memeluk seorang namja didepan mata kepalanya sendiri

" Arghhh ! "

ia berteriak sambil mengacak rambutnya dengan kasar. Dengan langkah tergesa-gesa ia menghampiri kamarnya yang bercat putih tersebut.

Cklekk

Brakk

Prangg

Bunyi debuman pintu itu mengakibatkan pigura poto yang menempel pada dinding pecah menjadi berkeping-keping.

Siwon berjongkok dan memunguti pecahan kaca itu secara hati-hati, ia mengamati Gambar yang beberapa bulan lalu ia jepret di sekitar Taman Kota.

Ia tersenyum simpul sambil melihat gambar tersebut yang menampakan Pohon besar.

Tunggu dulu

Di balik Pohon besar itu terdapat seorang yeoja berambut panjang sedang duduk diatas kursi panjang.

Yeoja itu membelakangi kamera sehingga hanya punggungnya saja yang terlihat. Namun Siwon tau yeoja itu adalah seseorang yang sangat berarti untuknya.

Kim Kibum

Senyum itu memudar ketika ia kembali teringat dengan kejadian beberapa menit yang lalu.

Ia menggenggam gambar itu kemudian menyimpannya di laci yang bersandingan dengan sebuah kotak berludru biru.

Tangannya beralih membuka kotak tersebut dan mengambil sebuah Kalung yang berliontin krystal salju. ia menatap kalung itu sejenak dan meremas liontin itu dengan kuat.

" Kenapa sesakit ini ? Apa ini yang dimaksud dengan istilah sakit hati ? "

Ujar Siwon sambil memejamkan matanya dan ia merasakan hatinya yang tersayat jeruji besi berkarat.

" Mungkinkah Kibum merasakan yang lebih parah dari ini ? "

Siwon menghembuskan nafasnya sejenak dan mengembalikan kalung itu ketempat semula, ia menutup laci tersebut sebelum beranjak menuju tempat tidur untuk menjernihkan pikirannya.

.

.

.

Keesokan harinya di Senior High School

Pagi ini murid Senior High School sedang terlihat ramai oleh bisikan-bisikan gossip yang rata-ratanya semua adalah yeoja.

Yeoja penggosip itu sesekali memekik tertahan ketika mendengar lawan bicaranya bercerita.

" Jinjja ? Memangnya siapa murid baru itu ? Kenapa sekolahan kita selalu menampung murid baru yang rata-ratanya tidak lain dari luar negeri ? "

" Ne, dengar-dengar murid baru itu adalah adik kelas kita, ia pindahan dari jepang. namun terlihat dari wajahnya ia orang korea, dan tidak ada gestur Jepangnya sama sekali "

" Lalu ? Apa murid itu tampan melebihi Siwon sunbae ? "

" Aku rasa sih ia tidak tampan, namun gayanya sangat keren "

Begitulah perbincangan kalangan yeoja yang kini meramaikan koridor sekolah.

Kim Kibum yang baru saja keluar dari toilet kamar mandi perempuan hanya melenggang pergi dan tak memperdulikan bisingnya suara yeoja penggosip tersebut.

Ia memasuki perpus dan seketika pandangannya membidik kearah seorang namja yang sedang berbincang dengan salah satu penjaga perpustakaan.

Namja itu sedang tersenyum menampilkan kedua lesung pipitnya kearah penjaga perpus sambil menyerahkan Buku yang ia pinjam.

Sebenarnya Kibum masih canggung dengan kejadian kemarin, oleh sebab itu ia hanya melewati perpus tanpa menghampiri namja itu.

Kibum berjalan menghampiri tangga dan menaikinya hingga lantai dua, setelah sampai ia menelusuri lorong hingga menuju pintu bercat putih yang bertuliskan

- Ruang Audiotory-

Tempat itu terlihat sangat sepi, kursi penonton berjejer rapi serta panggung luas dan penataan lampu terlihat begitu klassik.

Kibum berjalan menghampiri kursi penonton bagian tengah dan duduk diatas kursi yang berada diurutan 5.

Ia menyenderkan kepalanya dan mulai menatap kedepan seolah ia sedang menyaksikan pertunjukan.

Ia tak menyadari bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang kini telah memandangnya dari jarak cukup dekat.

Dengan langkah pelan namja itu menghampiri kursi penonton yang berada tepat disebelah kanan Kibum.

Namja itu dengan santainya menduduki Kursi sambil menyilangkan kakinya dengan arogant. Ia menatap Kibum yang masih belum mengetahui keberadaannya.

" Ehemmb ! "

Namja itu berdehem membuat Kibum terlonjak kaget dan langsung menatap kearah namja yang kini sedang tersenyum kearahnya.

Deg

Deg

Deg

Dan kali ini jantungnya berpacu cepat saat melihat senyuman itu, senyuman yang mampu membuat dirinya melting serta salting.

Namun bukan Kibum namanya jika ia tidak bisa menghilangkan fakta yang mungkin ia alami kini. Ia menatap namja didepannya dan memberikan Killer Smile miliknya sebelum menatap lurus kedepan agar darah yang menjalar ditubuhnya tidak mendidih sehingga mengakibatkan rona merah dipipinya.

Namja itu tertegun melihat senyuman itu, dengan perasaan bahagia dan senang ia hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.

" Kibum-ah, kenapa kau kabur saat berada didepan perpustakaan ? "

Kibum hanya tersenyum simpul tanpa melihat wajah namja yang berada disebelahnya

" Ani, hanya saja aku sedang merasa bosan "
Ujar Kibum membuat namja itu menautkan alisnya, detik berikutnya ia hanya mampu menganggukan kepalanya.

" Jika kau bosan, lihatlah kearah panggung itu. Gunakan daya imajinasimu. Dan bayangkan bahwa kau sedang menonton pertunjukan, pertunjukan yang megah, mewah dan terkenal. Di atas panggung itu hanya ada kau dan aku yang sedang memainkan drama. Dan disini kau dan aku adalah penontonnya "

Mereka berdua hanya diam sambil menatap objek panggung yang kosong. Kibum mulai berimajinasi dan menonton drama panggung itu. Sedangkan Siwon hanya tersenyum sambil membayangkan dirinya dan Kibum sedang berakting diatas panggung.

" Siwon-ah, kenapa kau berada disini ? Bukankah kau harus menghadiri rapat untuk rancangan kegiatan di akhir bulan Desember ini ? "

Siwon menoleh kesamping dan mendapati sepasang obsidian mata yang kini memenjara tatapannya.

Hening

Siwon tidak berkata apapun, ia menyelami manik mata Kibum dan detik berikutnya ia mempersempit jarak diantara mereka berdua.

Semakin tipis

Dekat

Dan seketika jarak mereka semakin menipis Kibum mulai menutup matanya rapat-rapat dan meremas ujung roknya dengan gugup

Siwon membuka matanya perlahan, ia menatap bibir merah merekah milik Kibum yang membuatnya menelan ludah.

Tatapan Siwon beralih kebawah dan mendapati jemari Kibum yang sedang meremas ujung roknya, kemudian ia memandang wajah Kibum yang menampakan guratan ketakutan.

Siwon mengurungkan niatnya untuk mencium Kibum, ia merogoh saku celananya dan mengambil sebuah kalung yang berliontin Krystal salju.

Ia mengalungkan tangannya kearah leher Kibum sambil memegang kedua sisi kalung tersebut dan kemudian ia memasangkan kalung itu dengan rapi.

Kibum yang merasakan sebuah benda mengalung dilehernya kini membuka matanya perlahan, ia menatap Siwon yang tersenyum kearahnya sebelum memandang kalung yang kini melingkar cantik dilehernya.

" Anggap saja itu adalah bukti rasa sayangku terhadapmu Kim Kibum " ujar Siwon membuat pipi Kibum kini semerah tomat.

Kibum menggenggam liontin itu sambil
terharu, tanpa banyak kata Kibum menghambur kepelukan Siwon

" Gomawo Siwon-ah "
Ujar Kibum sambil memeluk erat leher Siwon, sedangkan Siwon ia merasa legah karena pemberiannya tidaklah sia-sia. Dengan sayang Siwon mengelus punggung Kibum.

' Apapun, asal kau bahagia bersamaku Kim Kibum aku merasa puas dan senang '

.

.

.

Bel berdentang menandakan pelajaran awal akan dimulai, setelah memasuki jam bersantai semua Siswa memasuki ruangan kelas masing-masing.

Kecuali satu namja yang sedang berdiri didepan kantor, sesekali pandangannya mengarah kelantai 2. ia menatap seorang yeoja yang kini sedang berjalan tergesah-gesah kearah kelas.

Ia tersenyum memandang tingkah laku yeoja tadi.

" Kau tak pernah berubah Kim Kibum "

" Changmin-ssi, silahkan ikuti saya. Dan perkenalkan saya adalah Wali kelasmu panggil saja Han Songsaenim "
Ujar seorang yeoja paruh baya kearah namja-Changmin.

" Baik Han Sonsaenim "

Changmin membungkukan badannya sebelum mengikuti Han Songsaenim dari belakang.

Mereka berdua berjalan disepanjang koridor, Changmin mengamati setiap pintu kelas yang terbuka menampakan setiap guru menerangkan didepan papan tulis.

Sesekali ia menolehkan kepalanya kesamping menatap lapangan olah raga yang sangat luas.

' Sekolah disini tidak berbeda jauh dengan sekolah di Jepang '
Batin Changmin dengan berdecak kagum mengamati Sekolah tersebut

Changmin menghentikan langkahnya ketika Han Songsaenim berhenti didepan pintu yang bertuliskan

Class Room 1-2

Guru itu berbelok dan memasuki kelas tersebut yang diikuti Changmin dibelakangnya.
Murid-murid yang semula ramai dan bermain kertas serta duduk diatas meja kini langsung terdiam kemudian kembali ketempat duduk masing-masing ketika mengetahui keberadaan guru yang memasuki kelas mereka

" Ya, selamat pagi anak-anak. Hari ini kita kedatangan Murid baru pindahan dari Jepang "

Changmin mengedarkan pandangannya kesemua penjuru kelas, dan tersenyum ramah kearah mereka. Gadis-gadis yang melihat senyuman Changmin seketika mereka semua menjerit tertahan.

" Silahkan perkenalkan dirimu Kim "
Ujar guru itu mempersilahkan Changmin untuk memperkenalkan dirinya didepan kelas

" Annyeong, Kim Changmin imnida "
Ujar Changmin yang didapati oleh para yeoja dengan anggukan kagum. Sedangkan siswa namja yang melihat para yeoja kini hanya bisa sweatdrop ditempat

" Baiklah Changmin-ssi kau bisa duduk di bangku kosong yang ada disitu. " Ujar Han Songsaenim.

Changmin menatap arah tunjuk gurunya kemudian mulai melangkah menuju kursi yang kosong tersebut.

Ia sedikit heran dengan yeoja yang berada disebelahnya karena sedari tadi ia berdiri didepan kelas yeoja itu hanya duduk sambil menenggelamkan kepalanya di tumpuan lengan. Sepertinya yeoja itu asyik tertidur sehingga tidak mengetahui keberadaan Changmin disebelahnya.

" Materi hari ini akan saya jelaskan tentang Fosil hewan "

Changmin mengangkat kedua bahunya pertanda ia tidak peduli dan mulai menatap papan tulis yang kini sudah penuh dengan tulisan.

.

.

.

Skip Time

Di jam istirahat ini kebanyakan para siswa memilih menghabiskan waktunya di Kantin ketimbang membaca buku di Perpustakaan.

Suasana kantin terlihat ramai, mulai dari mengantri makanan, mengobrol bersama teman-teman, bercanda, dan juga nongkrong sambil meminum coffe.

Salah satu dari mereka yaitu Kim Changmin. Namja itu langsung melesat keluar ketika mendengar Bel Istirahat berbunyi.

Perutnya sudah berteriak meminta untuk diisi, oleh karena itu ia menghampiri Kantin dan mengantri makanan pada barisan pertama.

Setelah mengantri Changmin mencari tempat duduk yang pas untuknya.

para yeoja yang sedang bercanda gurau dengan teman-temannya kini menatap Changmin yang sedang kebingungan mencari tempat.

Salah satu dari mereka berdiri dari tempat duduknya sebelum menghampiri Changmin yang kini telah mendesah kecewa karena tidak ada satu tempat kosongpun disana.

Yeoja itu menengok kearah temannya sambil mengepalkan tangannya dan tersenyum dengan semangat, kemudian ia berjalan menatap Changmin yang kini sudah berada didepannya.

" Ehemb ! Ehemb ! Hai~ "

Sapa yeoja itu dengan berbasa-basi sambil melambaikan tangannya untuk sekedar menyapa.

Changmin menatap yeoja itu dari atas hingga kebawah kemudian tersenyum tipis kearah yeoja itu, sehingga membuat rona merah menghiasi pipi yeoja tersebut.

" Hai "

" Engg... Apa kau murid baru disini ? Akh ! Perkenalkan Sooyoung imnida "

Ujar yeoja itu-Sooyoung sambil mengulurkan tangannya kearah Changmin untuk berjabat.

" Changmin imnida, salam kenal "
Ujar Changmin yang disertai dengan menjabat tangan Sooyoung.

Mereka berdua melepaskan jabatan tangan mereka kemudian saling tersenyum.

" Apa kau ingin bergabung ? Kulihat kau sedang bingung mencari tempat. Dan aku rasa di Kantin sudah penuh, jadi aku menawarkan satu tempat kosong untukmu disitu "

Tunjuk Sooyoung kearah sekumpulan teman-temannya, sedangkan teman-temannya hanya tersenyum ceria sambil melambaikan tangannya

" Hai~ "
Sapa mereka serempak.

Changmin hanya mampu menganggukan kepalanya singkat dan kembali tersenyum.

" Apa kau tidak keberatan ? "

" Aniyo, sama sekali tidak keberatan "

" Baiklah "

Sooyoung merasakan bahwa dirinya telah terbang keangkasa mendapat persetujuan dari namja yang ada disebelahnya kini.

Ia mengantarkan namja itu untuk duduk bergabung dengan kelompoknya.

" Silahkan Changmin-ssi "

Ujar Sooyoung menepuk tempat duduk yang berada disebelahnya. Sedangkan Changmin hanya cuek dan meletakan nampan yang berisi Lunch miliknya diatas meja kemudian mulai duduk disebelah Sooyoung.

" Selamat makan "

Kembali mereka melanjutkan aktivitas makan mereka dengan canggung, bayangkan seorang namja keren kini telah duduk berhadapan denganmu ? Apa itu adalah suguhan yang patut untuk diacungi jempol ?
Dilain tempat terlihat seorang yeoja yang menghabiskan waktunya di danau sambil menggenggam ranting pohon yang ia celupkan diair.

Dengan bosan ia memutar ranting itu dan mengaduk air danau sambil mengerucutkan bibirnya yang berbentuk M.

" Bahkan dia tidak meminta maaf kepadaku, apa ia sudah tidak peduli denganku ? Ishh ! Aku membencimu Cho ! "

Ujar Sungmin sambil menambahkan kekuatannya untuk mengaduk air danau dengan kencang sehingga terbentuk pusaran air yang mengelilingi pinggir danau.

" Jika ia sudah tidak peduli padaku lagi, apakah ia tidak lagi mencintaiku ? Ottoke ? Bahkan aku belum siap jika itu terjadi, apa ia akan melupakan janjinya terhadapku ? Semuda itukah ? Hufth... "

Yeoja itu menghembuskan nafasnya dan menghentikan aktivitasnya, yang ia lakukan kini hanya diam memandang pantulan bayangan dirinya diatas air danau.

Tes

Air mata itu tiba-tiba menetes menggenangi air danau. Yeoja itu menengadah keatas dan tertawa hambar.

" Bahkan air mata ini jatuh tanpa kuperintahkan "

Yeoja itu masih tetap berbicara sendiri, ia tidak menyadari bahwa seseorang kini telah berdiri dibelakangnya sambil melipat tangannya didepan dada.

Seseorang itu masih tetap memandang yeoja yang kini telah melempar batu di danau.

Punggung itu bergetar dan kemudian berganti dengan isakan, membuat seseorang itu tak tahan untuk tidak menghampiri yeoja itu.

Dengan santai dan tenang seseolah suara ketukan sepatu miliknya yang menginjak salju terbawa angin entah kemana sehingga derup langkah kaki itu tak terdengar.

Yeoja itu masih setia untuk menangis, bahkan kini batu yang ia lempar sudah habis. Ia ingin mengambil rumput liar yang tertanam dipinggir danau untuk ia jadikan pelampiasan kekesalannya.

Seketika ia ingin melempar rumput itu ke Danau, ia melihat pantulan air yang menampakan seseorang sedang berada dibelakangnya.

Saat ia hendak berbalik, sepasang tangan kekar merangkul pundaknya. Hembusan nafas kini menerpa pipi kanannya

Hangat

Satu kata yang menjadi fakta kini telah ia rasakan, yeoja itu menengok kearah samping dan mendapatii wajah berkulit pucat serta hidung mancung kini telah merangkul pundak sang yeoja dan menyenderkan kepalanya diatas bahu sang yeoja.

" Kyu~ "

Ujar yeoja itu yang nyaris tak terdengar. Namja itu-Kyuhyun hanya tersenyum seraya mengeratkan rangkulannya.

" Sudah selesai bermonolognya ? Kau tau Min ? Aku harus berdiri menunggumu untuk mengutarakan segala pikiranmu di Danau ini. Dan apalagi pelampiasannya kau merusak keindahan alam yang Tuhan ciptakan. "

Yeoja itu-Sungmin hanya mampu menundukan kepalanya, entah kemana perginya isakan yang tak jelas itu. Mereka berdua masih tetap diam memandang hamparan danau yang indah tersebut.

" Kyu~ a-aku- "

" Mianhe Min, tak seharusnya aku melarangmu saat itu. Hanya saja, aku sangat menghawatirkanmu Min. Aku takut kau sakit dan itu akan membuatku sedih "

Sungmin menatap Kyuhyun dengan mata yang berkaca-kaca. Ia tak percaya sebegitu perdulinya Kyuhyun terhadap dirinya. Ia menyesal, tak seharusnya ia bertingkah laku seperti anak kecil yang sedang merengek meminta mainan.

" Mianhe Kyu, tak seharusnya aku marah kepadamu waktu itu. Mianhe aku salah paham "

Jelas Sungmin sambil menundukan kepalanya pertanda bahwa ia menyesal.

Kyuhyun tersenyum sekilas dan menatap yeojachingunya yang kini telah menundukan kepala, ia mengusap kepala yeojachingunya dengan sayang

" Gwenchana Min, lain kali jangan diulangi lagi arra. Yakso ! " Ujar Kyuhyun mengarahkan jari kelingkingnya kearah Sungmin.

Sungmin mendongakan kepalanya sembelum menjabat kelingking itu dengan kelingkingnya dan tersenyum menampilkan gigi kelinci miliknya.

" Yakso ! "

' Dengan begini, aku percaya bahwa kau akan menepati janjimu Kyu. Semoga saja '

.

.

.

Perpustakan itu terlihat sunyi, yang terdengar hanyalah deru AC yang menyala.

Kebanyakan siswa berkaca mata alis Kuper menghampiri perpustakaan untuk membaca buku. Dan disekian orang yang berada di Perpustakaan hanya 2 oranglah yang tidak mengenakan kaca mata.

Kedua orang itu adalah Kibum dan Siwon. Kibum menikmati membaca bukunya dengan duduk menyandar pada Rak buku yang besar. Sedangkan Siwon ia membaca bukunya dengan berdiri bersandar pada bagian Rak buku.

Mereka berdua terdiam menikmati setiap barisan dari kata pada buku yang mereka baca.

Sesekali mereka menganggukan kepalanya pertanda bahwa mereka mengerti tentang penjelasan makna buku tersebut.

Siwon mengakhiri membaca bukunya dan menutup buku itu kemudian meletakannya di Rak buku. Ia menatap Kibum yang masih serius membaca.

Ia mendekat dan duduk disebelah Kibum, Siwon menekuk lututnya dan menyenderkan kepalanya pada rak buku

" Kau lapar ? "

Kibum memandang Siwon sejenak kemudian membaca bukunya kembali

" Tersisa berapa waktu untuk sekedar makan roti ? "

Tanya Kibum tanpa mengalihkan pandangannya pada buku yang ia baca. Siwon mengecek jam tangan miliknya yang melingkar di pergelangan tangannya

" Kurasa waktu kita hanya tinggal 15 menit saja. Kajja, kita kekantin "
Ajak Siwon sambil mengulurkan tangannya kearah Kibum

Kibum menutup bukunya dan meraih jemari Siwon. Ia berdiri dan meletakan buku itu pada rak buku yang kosong.

Mereka berjalan berpegangan tangan meninggalkan perpustakaan.

Suasana koridor tidak terlalu ramai, mengingat semua siswa memilih pergi kekantin untuk nongkrong bersama teman-temannya.

Siwon masih tetap menggenggam tangan Kibum, sedangkan Kibum ia hanya diam sambil tetap berjalan beriringan.

" Kibum-ah ! "

Teriakan nama itu terdengar jelas ditelinga Kibum, ia menghentikan langkahnya yang sontak membuat Siwon juga menghentikan langkahnya

" Kibum-ah ! "

Kali ini Kibum mengarahkan kepalanya kebelakang dan mendapati seorang namja sedang melambaikan tangannya sambil berlari menghampiri Kibum.

Grepp

Detik berikutnya yang terjadi tautan tangan Siwon dan Kibum terlepas, bergantikan dengan sebuah pelukan mendadak dari namja tadi

" c-Changmin-ah~ bagaimana bisa kau ada di sini ? Bukankah kau akan kembali ke Jepang waktu itu ? "
Tanya Kibum kearah namja-Changmin yang kini masih tetap memeluk Kibum

Srett

Dengan kasar pelukan itu terlepas, Siwon mendorong bahu Changmin dan menarik pergelangan tangan Kibum sehingga merapat pada dirinya.

" Ya ! Kau siapa ?! "
Teriak Siwon kearah Changmin

Sedangkan Changmin ia hanya tertawa sinis kearah Siwon.

" Aku Kim Changmin. apa maksudmu mendorongku begitu huh ?! Dan kau juga menarik Kibumku dengan kasar ! "

Ujar Changmin yang tidak terima dengan perlakuan Siwon.

" Mwo ! Kibummu ? Apa aku tak salah dengar ? Look ! She is my GIRLFRIEND ! Dan kau tak punya hak untuk meng-klaim Kibum adalah milikmu ! "

Mereka berdua beradu mulut, beruntunglah koridor ruangan terlihat sepi sehingga tak mengundang guru BK untuk tidak menegur mereka.

" Mwo ?! "

Teriak Changmin seketika raut wajahnya berubah menjadi terkejut. Ia menatap Siwon dan Kibum secara bergantian.

" Be-Benarkah itu Kibum-ah~ ? "

Kibum benci keadaan ini, disatu sisi ia tidak ingin melihat Changmin terluka namun disisi lain ada Siwon yang kini telah menggenggam tangannya dengan erat

" Mianhe Changmin-ah, a-aku- "

" Cukup ! Kibum, aku kecewa denganmu "

Changmin menatap Kibum dengan pandangan marah, kesal, kecewa menjadi satu. Kibum merasakan bahwa ia telah gagal menjaga perasaan Changmin

" Arraso, aku pergi Kibum. Bersenang-senanglah Kibum "

Ujar Changmin yang langsung membalikan badan dan pergi meninggalkan Kibum.

" Changmin-ah ! "
Teriak Kibum sambil mencoba untuk lepas dari cengkraman tangan Siwon

" Lepaskan Siwon, kumohon. Lepaskan aku, aku ingin berbicara dengannya "

Ujar Kibum sambil menggenggam tangan Siwon yang masih tetap mencengkram tangan Kibum.

" Sebegitu pentingnya kau menjelaskan itu semua terhadapnya Kibum ? "

" Ne, sangat penting. Maka dari itu aku ingin berbicara dengannya "

Siwon akhirnya melunak, perlahan ia melepaskan tangan Kibum dengan lemas.

" Apa bagimu aku tidak penting untukmu Kibum ? "

" Mianhe Siwon, tapi bagiku dia sangatlah penting ketimbang berdebat tidak jelas denganmu. Aku harap kau mengerti Choi Siwon "

Kibum pergi meninggalkan Siwon yang mematung mendengar perkataan Kibum barusan.

' Bahkan ini terlalu sakit, Kibum~ kenapa kau membelanya ? Apa arti Namja itu darimu Kibum. sebegitu pentingnya kau menjelaskan ini semua kepadanya ketimbang perasaanku ? '

I'm sorry for blaming you for everything

I just couldn't do

And I've hurt myself by hurting you

Some days I feel broke inside but I won't admit

Sometimes I just want to hide 'cause it's you I miss

You know it's so hard to say goodbye when it comes to this~

.

.

.

TBC

annyeong ^^ mianhe telat update :p soalnya saya ada Pentas Drama Musikal di Surabaya. buat Readers semua selamat natal ne ^^ dan tahun baru, mungkin di tahun 2013 saya akan update kilat kalau tidak kebanjiran job. terimakasih buat kalian yang udah nyempetin baca ampe Chap 9 ini semoga kalia gak nyesel dengan ff ini.

kyunny . wordpress . com