Tittle : Hurt For Fall
Cast : Kim Kibum
Choi Siwon
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Shim Changmin as Kim Changmin

Presented : Jenny Andrea Damayanti

Warning : Typo(s) | Abal | GaJe | GS | DLDR

Hurt For Fall

.

.

.

Di sepanjang koridor sekolah terlihat seorang yeoja sedang berlari sekuat tenaga menghampiri sosok namja yang sedang berjalan tanpa menghiraukannya.

Yeoja itu berpuluhan kali meneriakan nama sang namja, namun namja itu tak menghiraukan panggilan dari sang yeoja.

Tap !

Tap !

Tap !

" Changmin-ah ! "

Tap !

Tap !

Tap !

Namja itu tetap berjalan dengan kaki lebar membuat sang yeoja mempercepat langkah kakinya.

" Changmin-ah ! Tunggu ! "

Dengan nafas yang tersengal-sengal yeoja itu memanggil Changmin.

Changmin berbelok kearah lapangan sekolah yang diikuti sang yeoja dari belakang.

" Chang hossh Min-ah ! Tunggu Hossh Noona "

Brukk

Yeoja itu terjatuh karena tidak kuat berlari, ia meringis kesakitan pada bagian lutut kakinya, sedangkan Changmin yang mendengar bunyi debuman keras menatap kebelakang dan mendapati Noona-nya yang kini terduduk diatas lapangan.

" Ssshh ... "

Yeoja itu menatap lukanya kemudian menengadah keatas sambil memejamkan matanya erat-erat. Terbukti ia sedang menahan sakit yang teramat pada lutut kakinya.

Derap langkah kaki itu kian mendekat kearahnya, ia membuka matanya perlahan. Dan mendapati uluran tangan yang kini berada tepat didepan wajahnya.

Dengan ragu ia menerima uluran tangan itu kemudian berdiri dengan susah payah akibat lututnya yang terasa perih jika bergerak.

" Arghh ! "

Pekik yeoja itu ketika kakinya yang kanan tidak bisa dibuat berdiri, ia hampir jatuh jika Changmin tidak menopang tubuhnya.

" Gwenchana ? " Panik Changmin sambil menatap sang yeoja dengan raut khawatir.

" Sshh... Gwenchana "
Ujar yeoja itu dengan suara serak.

" Jangan berbohong Kim Kibum, lihatlah ! Lututmu itu berdarah dan kau hanya mengatakan itu baik-baik saja ? " Tanpa sadar Changmin sedikit membentak Kibum, membuat Kibum mendesah pasrah

" Arrayo, kau tak pernah berubah Changmin-ah. " Ujar Kibum sambil tersenyum kecil.

" Kau juga tak pernah berubah Kim Kibum, kau masih sama seperti dulu. Keras kepala "
Timpal Changmin sambil berlutut di hadapan Kibum, Kibum menyerngit heran melihat Changmin yang kini sedang merogoh kantung celananya.

Changmin mengeluarkan selembar sapu tangan berwarna hijau kemudian melilitkannya pada lutut Kibum yang terluka.

" Aku rasa sapu tangan ini sedikit berguna untuk menutupi lukamu, seusai ini kau harus mengobati lukamu jika tidak, apa kau ingin terkena tetanus ? "

Kibum tersenyum simpul mendengar gurauan Changmin, ia merasa legah dengan Changmin yang kini tidak marah terhadapnya. Setidaknya beban di pikirannya sedikit berkurang.

" Arraseo nae Sarang Dongsaeng, tanpa kau suruh aku akan mengobatinya. "

Deg

Changmin terkesiap mendengarnya, ia merasakan hantaman luar biasa dari lubuk hatinya yang mendalam. Dengan miris Changmin tersenyum menanggapi ucapan Kibum.

" ne, aku Dongsaengmu yang baik bukan ? " Ujar Changmin dengan tertawa hambar

ia merutuki kebodohannya yang terlalu berharap lebih terhadap Kim Kibum, kakak kandungnya. Dan ia tahu bahwa perasaan ini adalah salah, namun selama ia mencoba bukan berarti ia harus menyerah untuk mendapatkan cinta Kibum

Kibum yang mendengar tawa Changmin yang berbeda hanya menanggapinya dengan mengelus surai lembut milik Changmin dengan sayang.

" Ah ... Lupakan, ngomong-ngomong siapa namja tadi ? Apa benar dia namjachingumu ? " Ujar Changmin mengalihkan topik perbincangan

Changmin menatap Kibum dengan memohon. memohon agar Kibum berkata tidak namun naas, rona merah dipipi Kibum membuat Changmin tau bahwa kenyataan itu benar.

Kibum menganggukan kepalanya sambil tersenyum malu, sedangkan Changmin ia hanya meredam sakit hatinya yang kian parah.

" apa .. Kau mencintainya ? "

Okey, itu adalah pertanyaan ambigu yang terlontar dari mulut Changmin. Ia tau bahwa setiap sepasang kekasih yang menjalin hubungan semuanya saling mencintai.

" Aku terlalu mencintainya, sehingga aku takut untuk terjatuh di jurang yang gelap dan dalam. "
Ujar Kibum yang membuat Changmin ingin menulikan telinganya.

" Apa kau bahagia ? "
Changmin memejamkan matanya sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat.

" Kebahagiaan tak dapat dibeli dengan uang, Kebahagian hanya bisa dibeli dengan kekuatan rasa kasih sayang. Oleh karna itu aku ingin mendapatkan kekuatan kasih sayang agar dapat membeli kebahagiaan. "

Changmin mengatur nafasnya yang tersengal-sengal akibat meredam amarahnya yang menguar. Dengan sabar ia mencoba tersenyum didepan kakaknya.

" Kau berhasil membelinya Kibum. Kau mendapatkan kebahagiaanmu, Selamat "

Kibum menggelengkan kepalanya membuat Changmin menatap Kibum dengan bingung.

" Belum, aku belum mendapatkannya. Aku ingin berbagi kasih dengan semua orang yang aku sayang, dan tak ingin menyakiti mereka. Tapi, aku gagal. Aku membuatnya terluka sehingga sesak seperti ini "

' Kau melukaiku Kibum, tapi aku pantas mendapatkannya. Karna perasaan ini Salah ! Seandainya kau tau Kibum, bahwa aku mencintaimu. SANGAT ! Kau bisa membaca pikiranku Kibum ? Aku harap iya, agar kau tau betapa tersiksanya diriku memendam perasaan ini selama bertahun-tahun '
Batin Changmin

Kibum yang merasa jam Istirahat semakin menipis mulai mengecek keadaan sekitar yang mulai sepi.

" Changmin-ah, aku rasa bel istirahat telah usai beberapa menit yang lalu. Lebih baik kita harus kembali ke Kelas. "

Ujar Kibum yang hendak melangkah, namun ia hanya diam ditempat karena merasakan ngilu di bagian lututnya tadi. Dengan raut kesakitan ia berdiri membelakangi Changmin.

Changmin tau bahwa kakaknya sedang menahan sakit sekarang, ia berjalan mengambil posisi didepan Kibum kemudian berjongkok membelakangi Kibum

" Kajja ! Naiklah "
Ujar Changmin tanpa menolehkan kepalanya kebelakang.

Kibum menatap punggung Changmin dan tersenyum canggung

" Apa kau bisa menggendongku ? "
Tanya Kibum yang ditampali Changmin dengan raut sebal.

" kau kira aku hanyalah bocah ingusan yang tak bisa menggendongmu ? " Jawab Changmin dengan sebal.

Kibum terkekeh mendengar perkataan Changmin, dengan ragu ia naik diatas punggung Changmin dan melingkarkan lengannya di leher Changmin.

Hup

Changmin berdiri dari jongkoknya kemudian mulai berjalan meninggalkan lapangan sambil menggendong Kibum dari belakang.

" See ? Aku bisa menggendongmu bukan ? "

" Ne, dulu biasanya aku yang selalu menggendongmu seperti ini. Tapi ternyata gantian kau yang menggendongku seperti ini. " Timpal Kibum yang disertai dengan tawa ringan

' I already Grown Up Kibum, and right now I already Change '

batin Changmin sambil berjalan menaiki tangga menuju kekelas Kibum yang berada dilantai dua.

Beruntunglah Koridor itu sepi, jadi tidak akan ada gossip negative yang menimbulkan masalah.

Tibalah Changmin didepan kelas Kibum, ia menurunkan Kibum dengan perlahan.

" Jja ! Masuklah, aku rasa gurumu tidak akan suka jika murid sepintar dirimu membolos "

" Ne, arrayo. Kau juga, cepat masuk tidak baik jika murid baru ssepertimu membolos di hari pertama sekolah. Dan jangan lupa, kau hutang penjelasan denganku mengenai hal ini. "

Kemudian Kibum memasuki kelasnya menyisahkan Changmin yang berdiri didepan kelas sambil menatap jendela luar kelas melihat sosok Kibum berjalan tertatih menghampiri gurunya.

Kibum membungkukan badannya sambil berkata ' Maaf ' sebelum duduk di bangkunya. Setelah itu Changmin memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.

' Haruskah aku mengakhiri ini semua ? '

.

.

.

Keadaan hening kembali ketika Kibum kembali keruangan. Hanya ada suara Jung Songsaenim yang menjelaskan materi di dalam kelas.

Kibum menatap ke papan tulis yang kini penuh dengan coretan, ia menganggukan kepalanya ketika mendengar penjelasan dari Jung Songsaenim.

Pluk

Sebuah gulungan kertas melayang indah dan jatuh tepat diatas buku milik Kibum. Ia meraih gulungan kertas tersebut sebelum membuka dan membaca isinya.

- hei yeoja salju ! kau dari mana saja ? Dan ada apa dengan kakimu yang diikat sapu tangan itu ? -

Kibum meraih bulpennya sebelum menorehkan tulisan dibagian bawah kertas tersebut.

- hanya meluruskan masalah. kakiku terjatuh, aku mengikatnya dengan sapu tangan -

Setelah menulis kalimat tersebut Kibum meremas kertas itu menjadi bola sebelum melemparkannya di tempat Kyuhyun duduk

Kyuhyun meraih kertas yang kini mendarat di atas mejanya, ia membuka gulungan kertas tersebut dan membacanya. Setelah itu ia mengerutkan alisnya sebelum menjawab surat kertas tersebut.

Kibum menopangkan kepalanya dengan tangan kanan sambil tetap mendengarkan penjelasan Jung Songsaenim, dalam hati ia berkacak pinggang karena Materi yang Jung Songsaenim ajarkan adalah Materi ketika ia berada di SMP kelas 3.

Pluk

Lagi, sebuah kertas kini mengenai kepalanya dan jatuh di bawah lantai. Kibum memungut kertas itu kemudian membuka isinya.

- apa kau bosan ? Terlihat jelas dengan tampangmu yang mirip dengan Boneka salju jelek di Pasaran -

Kibum membelalakan matanya, detik kemudian ia menatap namja yang berada di sebelahnya dengan tatapan garang.

Kyuhyun duduk diam sambil menatap kedepan dengan tampang Innocent seperti ia tidak melakukan kesalahan apa-apa, membuat Kibum semakin sebal dengan namja yang satu ini.

Dengan kesal Kibum membalas isi surat itu kemudian melemparnya tepat di Kepala Kyuhyun dengan cukup keras membuat sang korban meringis kesakitan.

" Ya ! " Suara teriakan tertahan keluar dari bibir Kyuhyun, sementara Kibum hanya acuh sambil kembali menatap papan tulis.

Kyuhyun berdecih kesal mengambil gumpalan kertas itu dengan kasar dan membaca isinya.

" Mwo ! "

" Saudara yang duduk di bangku pojok bagian kanan, diharap untuk berdiri di depan ! Sekarang ! "

Kyuhyun yang merasa di tunjuk oleh Jung Sonsaenim hanya pasrah dan berdiri dari duduknya untuk maju kedepan.

" Berdiri di situ dengan satu kaki selama pelajaran saya usai ! "

Kyuhyun berjalan disudut ruangan kemudian berdiri dengan kaki yang satunya terangkat. Sementara Kibum hanya cekikikan dalam hati melihat tampang Kyuhyun yang malu karena dihukum

Kalian tahu isi surat Kibum yang dikirim untuk Kyuhyun ? Inilah dia isinya

- dan kau hanyalah namja akselerasi menyebalkan yang pantas tinggal di kumis tebal milik Jung songsaenim -

Kyuhyun menatap Kibum yang kini sedang menatapnya dengan pandangan mengejek. Tapi kemudian, Kyuhyun hanya tersenyum simpul kearah Kibum membuat Kibum mengernyit heran.

' Dasar namja aneh, kena hukuman malah tersenyum. Aku rasa dia sudah Gila ! '

.

.

.

Gerbang sekolah terbuka, tak lama kemudian semua siswa berhamburan keluar gerbang. sesekali mereka bergurau bersama teman-temannya yang lain.

Terkecuali salah satu yeoja yang kini berjalan dengan kaki terseok-seok. Setiap kali ia menyeret kakinya yang diperban ia selalu menampilkan mimik kesakitan.

Kim Kibum

Yeoja itu tak memperdulikan seseorang yang kini telah memanggil namanya berulang kali. Ia seakan tuli dengan keramaian orang-orang yang berada di sekitarnya.

Ia tetap melangkah dengan kesulitan dan susah payah ia mencoba agar bisa berjalan hingga sampai rumahnya.

Namun langkah itu tiba-tiba berhenti ketika seseorang menarik tangannya dari belakang.

Ia menolehkan wajahnya kebelakang dan mendapati manik mata elang yang kini telah mengunci pergerakan tubuhnya.

seperti berada di Kutub Es Selatan tubuh Kibum seolah membeku, terhipnotis oleh tatapan tajam namun lembut itu.

Kibum yang sudah sadar oleh tindakan bodohnya mulai memutus kontak mata itu meskipun enggan.

" Kibum-ah~ gwenchanayo ? Aku memanggilmu terus dari tadi. Dan apa itu ? Lututmu memar Kibum-ah~ kau harus segera diobati "
Ujar namja tadi dengan raut khawatir, ia menatap lutut Kibum yang telah memar dan ada noda darah di ikatan sapu tangan hijau itu.

" Gwenchana, aku tadi tersandung dan terjatuh. Aku akan mengobatinya nanti saat tiba di rumah "
Kibum mengulas senyum kearah Siwon bahwa ia tak apa-apa, namun Siwon merasakan Kibum kini telah berbohong kepadanya.

" Arraso, kalau begitu jja aku akan menuntunmu berjalan. Setidaknya aku bisa membantumu untuk memapah tubuhmu. "

Siwon mengulurkan tangannya kearah Kibum, dengan senyuman Joker miliknya yang membuat semua yeoja terpesona. Bahkan kini Kibum telah merona malu akibat Joker Smile milk Siwon. Kibum menyambut uluran tangan Siwon kemudian dengan sigap Siwon langsung merangkul Kbum dan mulai melangkah secara perlahan.

" Kibum-ah, apa kau bisa menemaniku pergi ke Toko buku hari ini ? Aku ingin membeli Buku Statistik " .

Kibum terlihat berfikir sejenak namun saat ia hendak menjawab tawaran namja itu sebuah suara mengintrupsinya.

" Kibum-ah ! "

Dari ujung trotoar terlihat seorang namja sedang berlari kearah Kibum dengan menenteng Tas slempang hitam miliknya.

Senyum lebarnya menghiasi wajah tampan namja tersebut, tak lupa ia melambaikan tangannya kearah Kibum dengan semangat.

" Kibum-ah, kajja kita pulang bersama. Kau tau ? Hari ini PR-ku menumpuk, dan aku harap kau mau mengajariku untuk mengerjakannya "

Ujar namja itu yang kini sudah berada tepat dihadapan Kibum. Sebut saja namja itu Kim Changmin, namja yang hanya memperlihatkan sisi manjanya pada Kim Kibum seorang.

Kibum menatap Siwon dengan pandangan menyesal.

" Mianhe Siwon-ah~ sepertinya Hari ini aku tidak bisa mengantarmu pergi ke Toko Buku, apa kau tak keberatan ? "

Siwon mendesah pasrah sebelum tersenyum terpaksa kearah Kibum.

" Gwenchana, kurasa aku bisa pergi sendiri "

Siwon meninggalkan Kibum tanpa mengucapkan salam, hatinya seolah sakit ketika Kibum lebih memilih ajakan namja tadi. dengan langkah tegas namun ringan seolah ia sedang meredam amarah ia melangkahkan kakinya menjauhi Kibum.

Kibum menghembuskan nafasnya, ia merasa tidak enak ketika menolak ajakan Siwon. Namun baginya melukai hati Dongsaengnya sendiri ialah suatu kesalahan besar menurutnya. Oleh sebab itu ia berusaha agar tidak mengecewakan Changmin.

Kim Kibum, apa kau tak tau bahwa kini kau telah melukai kedua Hati orang yang sangat mencintaimu ?

" Kajja Kibum-ah kita jalan "
Ujar Changmin seraya menggandeng lengan kanan Kibum.

' Mianhe Siwon-ah~ '

Kibum hanya bisa diam dan mulai melangkahkan kakinya mengikuti Changmin. Ia membiarkan tangannya digenggam erat oleh sang Dongsaeng, seakan takut jika genggaman itu akan lepas membuat mereka berpisah.

' Untuk kali ini Kibum, aku ingin membuatmu terus berada disisiku. Apapun caranya '

.

.

.

Mobil Hyundai itu melaju dengan kencang menembus jalanan kota yang tidak terlalu ramai. Sang pengemudi yang berada didalam seakan tak perduli jika dirinya mendapat surat teguran dari Polisi. Yang perlu ia lakukan sekarang adalah menenangkan diri.

Choi Siwon. ialah sang pengemudi tadi. Dengan gerakan mendadak ia membanting setir kearah kanan hingga mobil Hyundai itu kini telah menep dipinggir jalan.

Drakk

Siwon memukul setirnya cukup keras sambil berteriak menumpahkan segala emosinya, ia memijit pelipisnya sambil bersandar di jok mobil.

" Changmin ? Siapa dia ? Kenapa Kibum lebih memilih Changmin ketimbang aku ? Dan ... Arghhh ! Sial ! "

Siwon menggigit jarinya sambil menatap kedepan, dalam hatinya ia merasakan terbakar api cemburu. Dan menurutnya itu sangatlah menyakitkan.

Detik berikutnya ia mengarahkan pandangannya kesamping, kearah Taman kota.

Siwon membuka pintu mobilnya dengan kasar, kemudian keluar dari mobil dan berjalan menuju Taman Kota tersebut.

Dengan langkah santai yang teredam ia menghampiri seorang yeoja berambut hitam lurus legam.

" Lee Sungmin "

Yeoja itu-Sungmin, menolehkan kepalanya ke arah Siwon dengan ekspresi terkejut.

" Siwon Oppa ... Sedang apa Oppa disini ? Mana Kibum sunbae ? "
Tanya Sungmin sambil mencari keberadaan Kibum dibelakang punggung Siwon.

Siwon mencoba tersenyum kearah Sungmin kemudian mengambil tempat duduk disamping Sungmin.

" Dia sudah pulang, sehabis mengantarkannya aku melewati Jalan ini dan bertemu denganmu " dusta Siwon kepada Sungmin yang kini hanya tersenyum kecil.

" Oh ya ? Benarkah itu Oppa ? "
Sungmin menatap Siwon dengan intens membuat Siwon sedikit gugup karenanya.

Dengan tarikan nafas sekali hembusan Siwon akhirnya pasrah dengan tatapan mengintimidasi milik Sungmin

" Hah~ arra, aku hanya sedang ingin menyendiri. Lalu sedang apa kau disini ? Dan dimana namja itu ? "

" Siapa ? Kyuhyun ? "
Tanya Sungmin, Siwon menganggukan kepalanya tanpa menatapa mata Sungmin.

" Hah~ dia sedang di Hukum, karena bosan menunggu akhirnya aku datang kemari "

Mereka berdua terdiam cukup lama, Sungmin menolehkan kepalanya kearah Siwon yang kini sedang terduduk lesu.

Sungmin terkekeh pelan melihat raut wajah Siwon yang kini sudah seperti seseorang yang putus asa.

" Ceritakan "

Siwon menautkan alisnya bingung, sesaat Sungmin hanya diam memandang lurus kedepan sambil mengayunkan kakinya menikmati terpaan angin.

" maksudmu ? "

Sungmin mengalihkan pandangannya kearah Siwon dan tersenyum tipis.

" Aku tau Oppa seperti ini karena Kibum Sunbae bukan ? Jika iya, ceritakan. Ceritakan semuanya Oppa "

Siwon menahan nafasnya, entah kenapa mendengar nama Kibum terucap membuat Siwon mengingat kejadian tadi. Tanpa kata Siwon hanya mencoba tersenyum meskipun terlihat sangat jelas bahwa itu adalah senyum hambar bagi Sungmin.

Siwon mengusap kepala Sungmin menghilangkan rasa canggungnya untuk menceritakan segala unek-uneknya terhadap Sungmin.

" Apa yang kau bicarakan Sungmin-ah "
Ujar Siwon dengan gelak tawanya.

Sungmin memejamkan matanya, entah kenapa seseorang yang ada di sampingnya kini mencoba untuk tetap tegar.

" Aku tau oppa, saat ini senyuman yang ada di bibirmu itu hanyalah palsu. Tak seharusnya kau menyakiti perasaanmu sendiri oppa "

Deg

Siwon terdiam, Sungmin tersenyum menang melihat respon yang Siwon berikan.

Srett

Sungmin bangkit dari duduknya kemudian membersihkan roknya yang terlihat kotor sebelum berdiri menghadap Siwon.

" Arra, jika Oppa tak ingin menceritakannya tak masalah. Tapi aku sarankan agar Oppa mempertahankan Kibum sunbae. Baiklah, selamat tinggal "

Sungmin meninggalkan Siwon yang masih terdiam, entah kenapa otaknya penuh dengan perkataan Sungmin barusan.

' Mempertahankan ? '
Batin Siwon sambil menerawang

" Kalau begitu, jangan pernah melepasku. "

Deg

Kata itu. Kata yang tiba-tiba saja muncul dalam pikirannya, Kata yang seharusnya ia tepati, kata yang membuatnya terkejut dalam kebingungan.

Dan kemudian ia merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh. Bodoh karena membiarkan Kibum terlepas dari genggamannya.

I would hold you in my arms

I would take the pain away

Thank you for all you've done

Forgive all your mistakes

There's nothing I wouldn't do

To hear your voice again

Sometimes I want to call you but I know you
won't be there

.

.

.

TBC

hay ... sebelumnya mianhae saya menghilang tanpa jejak. karena faktor kelelahan saya jadi sakit selama 1 minggu menginap di ruang ICU. entah kenapa setelah pulang dari Rumah Sakit schedule saya bukannya berkurang tapi malah bertambah, hal itu membuat saya urung untuk menulis FF ini, diwaktu libur ini saya memanfaatkannya untuk menulis chap ini, dan hasilnya bisa dibilang baik atau buruk bagi kalian, oleh karena itu terimakasih buat yang udah me-review dan menagih ' kapan FF ini dilanjutkan '. tanpa kalian pasti saya sudah keluar kota tanpa mengutik laptop.

terimakasih bagi yang sudah mengunjungi Story saya, semoga kalian terhibur dengan karangan Garing milik saya, LOVE YA :)

kyunny . wordpress . com