Tittle : Hurt For Fall
Cast : Kim Kibum
Choi Siwon
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Shim Changmin a.k.a Kim Changmin

Warning : Typo(s) | GaJe | Abal | GS | DLDR

Presented : Jenny Andrea Damayanti

Hurt For Fall

.

.

.

Siwon POV

Hah ..., aku menghela nafasku untuk yang keberapa kalinya. Dengan lesu kutundukan kepalaku diatas meja, rasanya kepalaku terasa berat seperti tertimpa batu besar.

Kupejamkan mataku sambil membayangkan namanya. Sakit. Entah kenapa hatiku terasa perih mengingatnya, sudah seminggu ini aku tak pernah melihatnya. Melihat senyumnya, wajahnya, pipi merah merona yang menawan, tatapan matanya, dan suaranya.

Akhir-akhir ini ia jarang menemuiku atau sekedar bertegur sapa, namun yang membuatku tertunduk lemas hari ini ialah saat aku bertemu dengannya didepan gerbang dan berteriak memanggil namanya namun ia hanya menatapku sejenak sebelum sebuah tangan lain menarik paksa tangan kecil miliknya menjauhiku.

Sempat aku melihat bibirnya mengatakan sesuatu namun dengan sangat lirih dan bahkan tak bisa kudengar.

Aku menghela nafas mungkin untuk terakhir kalinya, dengan malas aku beranjak dari bangku dan berjalan keluar kelas. menghilangkan rasa bosanku yang kian menyeruak.

Setelah berjalan beberapa langkah aku menemukan sosok seseorang yang aku rindukan kini telah berjalan didepanku sambil membaca buku tebal yang ia bawa.

Degup jantungku berpacu cepat, bibirku terangkat membentuk senyum lebar. Dengan cepat aku menghampirinya dan merangkul pundaknya secara posesif

" Kibum-ah "
Sapaku sambil menatap dirinya yang kini telah memandangku dengan tatapan terkejut. Ia sempat merona merah ketika aku tersenyum lembut kearahnya. Akhirnya, selama seminggu ini aku bisa melihat pipimu yang merah seperti buah apel Kim Kibum.

" Siwon ? Ada apa ? " Tanya Kibum dengan gugup, sepertinya ia masih malu dengan senyuman mautku tadi. Haha ... Choi Siwon kau memang hebat.

" Kita harus bicara "
Ujarku dengan serius, sepertinya aku harus meluruskan masalahku terhadapnya.
Kibum mengerutkan dahinya dan menatapku sejenak sebelum menyeretku menuju keatap sekolah yang sepi.

" Cepat, apa yang ingin kau bicarakan. "

Aku menghela nafasku sejenak dan berjalan kearah pagar gedung sambil menatap langit biru yang cerah.

" Seminggu ini..., kita jarang bertemu. Semenjak kedatangan namja itu kau selalu menghindariku dan pergi dengannya. Apa sebegitu jahatnya aku saat itu sehingga kau membalasnya dengan cara seperti ini Kibum ? "

Siwon POV END

Siwon mengatakan kalimat itu dengan santai tanpa hambatan seakan ia sudah jenuh dengan segala pemikiran negative tentang hubungannya. Kibum mengernyit, ia tidak mengerti apa yang Siwon katakan.

" Siapa yang kau maksud ? Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan Siwon "

Siwon tersenyum tipis ia mengalihkan pandangannya kearah sepatu hitam miliknya dan mencengkram pagar besi itu dengan kuat. Kibum menghampiri Siwon dan berdiri disamping namja itu.

" Beberapa jam yang lalu aku menyapamu namun saat kau menoleh kearahku, seorang namja dengan cepat meraih tanganmu dan pergi meninggalkanku. Aku tidak mengerti Kibum-ah, selama ini kau tak pernah menceritakan siapa namja itu ? Apa benar, ia ... " Siwon menggantungkan kalimatnya, ia menghadap Kibum dan menatap manik mata milik yeoja tersebut dengan intens

" Kekasihmu ? " Lanjutnya dengan lirih namun masih bisa didengar, Kibum mulai mencerna semua perkataan Siwon dan detik berikutnya ia ingin tertawa kencang menanggapi pertanyaan Siwon yang menurutnya adalah Ambigu.

" Hahaha ... Maksudmu Kim Changmin ? Hahaha ... Kekasih ? Jadi... Selama ini kau menganggap aku dan Changmin adalah sepasang kekasih? begitu ? " Tanya Kibum yang diselangi oleh tawanya, Siwon mendengus kesal ia mendapat jawaban dari Kibum yang menurutnya sangat membingungkan.

" Berhenti tertawa Kim Kibum, kali ini aku serius. Siapa namja yang kau sebut dengan Kim Changmin itu ? "

Kibum menyeka air matanya yang keluar karna saking kerasnya ia tertawa. Ia mencoba untuk menarik nafasnya yang dalam dan mengeluarkannya dengan sekali hembusan. Mata obsidiannya menatap Siwon yang kini telah memandangnya dengan tatapan mengintimidasi.

Dengan senyuman tipis Kibum tersenyum kearah Siwon, ia mengelus pipi namja itu dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya sibuk menggenggam buku tebal miliknya.

" Dia ... Adikku. Adik kandungku Choi Siwon, dan berhentilah memandangku seperti itu. Kau tau ? Kau membuatku ketakutan "

Siwon membulatkan matanya, ia masih tidak percaya dengan apa yang Kibum katakan, dengan tampang pabbo ia memandang Kibum.

" M-mwo ?! B-benarkah ? Adik kandung ? " Ujar Siwon dengan mulut yang menganga lebar, ia seperti orang bodoh dan itu membuat Kibum semakin tertawa kencang.

Siwon merengut kesal, Kibum yang didepannya kini telah menertawakannya. Dan detik kemudian ia tersenyum. Senyum legah bercampur tulus ketika sekelebat memori muncul dipikirannya.

Flashback

Seorang yeoja dengan santai melangkahkan kakinya menelusuri jalanan dan disampingnya kini terdapat sang namja yang sedang menggenggam tangannya secara erat namun terkesan posesiv.

Namja itu tersenyum menampilkan lesung pipitnya sambil tetap menatap kedepan, ia mengeratkan genggaman tangannya terhadap tangan sang yeoja yang ada disampingnya dan mulai menggiring yeoja itu untuk memasuki sebuah toko candy.

Sweet's Candypop

Itulah nama papan toko tersebut, mereka memasuki toko itu dan membuka pintu kaca berwarna-warni.

Cling

Bunyi lonceng kecil itu menandakan bahwa ada pelanggan yang masuk, sang penjaga toko tersebut meyambut ramah pelanggan dengan senyuman mereka.

" Selamat datang di toko kami "
ujar penjaga tokoh tersebut.

Mereka berdua tersenyum sejenak sebelum mengambil sebuah ranjang kecil berwarna coklat sebagai alat bawa belanjaan mereka.

Dan kemudian, dengan langkah riang sang yeoja berjalan mendahului sang namja untuk melihat jenis-jenis permen yang tersaji rapi diatas meja kaca. Yeoja itu tersenyum riang, ia sangat menyukai permen berbentuk unik dihadapannya. Dan ketika bidikannya mengarah tepat pada sebuah permen berbentuk boneka salju, ia langsung berjalan menghampiri permen tersebut.

Sang namja yang diam-diam memperhatikan tingkah laku yeojanya hanya tersenyum dan mulai menghampiri sang yeoja.

" Sudah ketemu apa yang kau inginkan Kibum ? "
Tanya namja itu terhadap Kibum. Namja itu melihat tangan kanan Kibum yang telah menggenggam sebatang permen berbentuk Boneka Salju.

" Ne, aku pilih yang ini "
Ujar yeoja itu dan menolehkan kepalanya kearah sang namja sambil menampakan killer-smilenya.

Deg

Rasanya jantungnya berdegup sangat kencang, ia memandang yeoja yang ada dihadapannya. Terpesona. Memang, ia selalu terpesona akan senyuman yeoja tersebut.

When I see your face

There's not a thing that I would change

Cause you're amazing

Just the way you are

And when you smile,

The whole world stops and stares for awhile

Cause girl you're amazing

Just the way you are

Flashback END

Kibum menatap Siwon yang kini telah memandang kosong kedepan.

' Sepertinya dia melamun '
Pikir Kibum yang kini telah mengibaskan tangannya tepat kearah wajah Siwon.

" Siwon ... Siwon-ah ... Hei~ kau tak apa ? "
Siwon mengerjapkan matanya, ia baru sadar dari lamunannya. Dengan senyuman ia meraih tangan Kibum dan merangkulkannya kearah leher Siwon.

Siwon mendekap tubuh Kibum agar mendekat kearahnya, sedangkan tangan kirinya yang bebas ia gunakan untuk mengelus rambut Kibum.

" Kau menyeramkan jika sedang melamun seperti tadi. Dan kau lebih menyeramkan jika sedang tersenyum mesum seperti itu dihadapanku "

Ujar Kibum membuat Siwon sweatdrop. Niatnya Siwon ingin memperlihatkan tatapan mata tulus dan senyuman indah miliknya, namun yang disimpulkan Kibum ialah tatapan intens serta senyuman mesum. #poor Siwon.

Kibum terkekeh, ia memukul dada Siwon pelan dan menjauhkan tubuhnya dari namja itu.

" Sudahlah, semuanya sudah jelas bukan ? Sebaiknya kita harus kembali kekelas, aku tak ingin kejadian beberapa hari yang lalu terulang kembali saat seorang guru mengetahui kita sedang membolos pelajaran sekolah. "

Siwon menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dengan canggung iapun tersenyum. Entah kenapa kali ini ia lebih senang tersenyum dihadapan Kibum, rasanya seperti semua beban yang tersimpan di kepalanya telah hilang.

" Jja, aku akan mengantarmu masuk kekelas "

Siwon meraih tangan Kibum dan membawanya keluar dari atap gedung melewati pintu belakang.

Mereka tak menyadari seseorang sedang bersembunyi dibalik tembok.

" Jadi ... Begitu "
Ujar seseorang tersebut dan kini telah berlalu meninggalkan atap gedung.

.

.

.

Sesampainya didepan ruang kelas Siwon menghentikan kak

inya dan melepaskan genggaman tangannya pada tangan Kibum.

Mereka berdua saling tatap menatap

Puk

Siwon meletakan telapak tangan kanannya diatas rambut Kibum dan mengacaknya secara halus.

" Masuklah, sepulang sekolah aku akan menunggumu didepan gerbang "
Ujar Siwon, Kibum menganggukan kepalanya dan mulai memasuki kelas.

" Hah~ "
Siwon menghela nafasnya, setidaknya ia sudah mendengarkan penjelasan Kibum.

' Dengan begini, tak ada yang perlu kutakutkan lagi '

.

.

.

Sedangkan dilain kelas seorang yeoja dengan pandangan datar memasuki kelas, ia adalah yeoja berkepribadian tertutup dan jarang sekali berbicara. Jika didalam kelas, ia lebih sering tertidur dari pada mendengarkan penjelasan guru. Namun, dibalik itu semua ia sangatlah pintar meskipun perilakunya yang dibilang pemalas.

Yeoja itu duduk disamping seorang namja yang kini sedang duduk dibangku sambil membaca buku. Entahlah, sejak yeoja itu mengetahui keberadaan namja tersebut ia lebih sering memperhatikan namja itu.

Biarpun ia menenggelamkan kepalanya dilengan yang terlipat diatas meja, tapi arah pandangannya mengarah ke sosok namja yang ada disampingnya.

Entahlah, ia sedikit penasaran dengan namja disampingnya. Oleh karena itu yeoja tadi terus memperhatikan sang namja.

Pelajaran pun dimulai, hingga akhirnya yeoja tersebut mulai menekuni aktivitasnya. Yaitu-memperhatikan-namja-itu-secara-sembunyi-sembunyi.

Skip time

Gerbang sekolah terbuka, semua murid berlekas untuk meninggalkan sekolah dan pulang kerumahnya masing-masing.

Siwon berdiri menyandar pada dinding disebelah pagar dan menunggu sosok Kibum dari situ.

Dengan detil ia memperhatikan setiap siswa yang kini telah berjalan keluar.

Tak lama kemudian seseorang yang ia tunggu telah keluar, dengan cepat ia menghampiri yeoja tersebut dan tersenyum menampilkan dimplenya.

" Kibum-ah "

seseorang itu menoleh keasal suara, ia mendapati Siwon yang kini telah berdiri dihadapannya.

" Mianhae, apa kau lama menunggu ? " Tanya Kibum, sedangkan Siwon hanya menggeleng kemudian ia meraih pergelangan tangan Kibum.

" Aniyo, kau tepat waktu "

mereka berdua berjalan beriringan, dengan tangan yang berpaut serta senyuman cerah mereka berjalan menembus cuaca sore yang berwarna orange.

.

.

.

Taman Belakang Sekolah.

Terlihat seorang yeoja sedang duduk disebuah kursi, sedangkan sang namja sedang berdiri dan bersandar pada sebuah pohon maple yang besar.

Hening

Hanya hembusan angin serta suara daun-daun yang bergoyang. Sejenak mereka berdua hanya terdiam, namun sang yeojalah akhirnya yang memulai percakapan.

" Kenapa ? "

Tanya yeoja itu sambil menatap lurus kedepan, sang namja hanya bisa mengernyit heran.

" Kenapa apanya ? "

Namja itu bertanya balik kearah sang yeoja, pasalnya ia tidak mengerti dengan sikap yeoja yang ada didepannya. Tanpa banyak kata yeoja itu sudah langsung menarik tangannya tadi saat dikelas dan membawanya diTaman belakang sekolah.

" Aku tak mengerti dengan tindakanmu kali ini."

Cukup ! Yeoja yang ada dihadapannya kali ini sangat membuatnya marah, ia ingin segera pulang dan langsung menghampiri Kibum kakaknya untuk menghabiskan waktu bersama. Namun waktunya telah disita habis oleh yeoja aneh yang ada didepannya itu.

" Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan ? Kenapa kau membuang waktuku yang berharga hanya dengan mendengarmu bertanya yang tidak jelas ! "
Bentak namja itu sambil menghampiri sang yeoja.

" Kim Kibum ... Bukankah dia kakakmu Kim Changmin ? "

Deg

Namja itu menegang, bagaimana bisa yeoja yang ada dihadapannya mengetahui tentang kakaknya.

Perlahan yeoja itu tersenyum, menampilkan smirk khas miliknya.

" Aku mengetahui semua tentangmu Kim Changmin. Bahkan aku mengetahui perasaanmu, bahwa Kim Changmin mencintai kakak kandungnya sendiri. Cih, sungguh kekanakan ! "

Ujar yeoja itu sarkastik. Changmin mengepalkan kedua telapak tangannya, rahangnya mengeras dan ia memandang yeoja dihadapannya dengan tatapan membunuh.

" Kau !- "

" Apa ? Kau ingin menyangkal semuanya ? Ketahuilah Kim Changmin, selamanya Kim Kibum itu hanya menganggapmu sebagai dongsaeng tersayangnya. Selamanya Kim Kibum tak akan pernah menjadi kekasihmu Changmin. "

Changmin membeku, ia merasa bibirnya tak mampu mengucapkan sepatah katapun. Ia memandang yeoja yang ada dihadapannya dengan raut kesal.

" Kau kehilangan kata-katamu Kim Changmin ? Semuanya sudah terbongkar dan kau tak bisa menyangkalnya, aku heran denganmu. Kau itu adik kandungnya, seharusnya sebagai dongsaeng yang baik kau harus menghormati kakaknya. "

Yeoja itu berdiri dari duduknya, ia menghadap Changmin sebelum melanjutkan kata-katanya.

" Bahkan ... Kau tak pernah memanggilnya dengan sebutan ' noona ' "

Deg

Kembali, ia dikejutkan dengan perkataan telak oleh yeoja dihadapannya kini. Ia tak mengerti kenapa ia baru menyadari bahwa perasaan yang ada dihatinya adalah salah. Tapi mengapa ? Bukankah ia mencintai Kibum ? Ia merasa nyaman disamping Kibum, ia merasa hanya Kibum-lah yang ia butuhkan.
Yeoja itu pergi meninggalkan Changmin yang terdiam, namun baru beberapa langkah sebuah suara menginterupsinya sehingga membuatnya berhenti.

" Sebenarnya, kau siapa ? Untuk apa kau menjelaskan semua ini terhadapku ? "

Yeoja itu masih setia membelakangi Changmin, ia sedang berpikir. Memang benar apa yang diucapkan Changmin, dia bukan siapa-siapanya namun entah mengapa ia hanya ingin menyampaikan semuanya. Menyampaikan segala perasaanya.

Tunggu, ...

Perasaan ? Bukankah yeoja itu baru saja mengenal Changmin lewat pembicaraan tadi ? Bukankah mereka tidak saling mengenal, yeoja itu hanya tersenyum simpul kemudian menjawab pertanyaan Changmin.

" Kau akan mengetahuinya. Suatu saat nanti, saat kau baru menyadarinya "

Dan dengan kalimat itu, yeoja tersebut mulai melangkahkan kakinya kembali dan hilang disebuah tikungan. Changmin menghela nafasnya, ia memandang langit dan memikirkan semua perkataan yeoja tadi.

" Bahkan ... Kau tak pernah memanggilnya dengan sebutan ' noona ' "

Kembali ia mengingat perkataan yeoja tadi. Yeoja misterius yang membuat hatinya dilema. Dilema akan pilihan yang harus ia pilih.

apakah ia harus melupakan perasaanya terhadap sang kakak ?

Mungkinkah ?

.

.

.

Langit sore tampak mendung, cuaca kali ini sangatlah dingin. Kaca-kaca pertokoan kini telah dihiasi embun. Seperti blur dan tak terlihat jelas dibagian sebuah cafe restaurant yang menampilkan sepasang kekasih sedang duduk berhadapan disebuah meja makan dekat kaca.

Sepasang kekasih itu menikmati makanannya, sesekali sang namja tersenyum melihat kekasih yeojanya memakan makanan dengan belepotan. Saus tomat yang berasal dari spaghetti yang yeoja itu pesan kini telah menempel sedikit dibagian bibirnya.

Dengan cekatan namja itu mengambil sehelai tissu dan mengusap bibir yang terkena noda saus pada bibir milik yeojanya.

Yeoja itu terkejut, ketika sapuan tissue berwarna putih telah menyentuh bibirnya. Semburat merah menghiasi pipi putih yeoja tersebut ketika mengetahui namjachingunya sedang mengelap noda saus dibibirnya.

" Kalau makan pelan-pelan min "
Ujar namja itu seusai menghapus noda tadi. Ia menatap yeojachingunya sambil tersenyum.

Blush

Pipi itu kembali merah merona. Sungmin menundukan kepalanya dan meremas ujung dressnya dengan kuat.

" Kau kenapa Min ? Apa kau sakit ? "
Tanya namja itu khawatir.

Sungmin mendongakan kepalanya dan menatap namjachingunya dengan tersenyum canggung.

" A-ani, aku ... Aku ... Ke toilet sebentar "
Ujar Sungmin dan langsung melesat pergi ketoilet.

Namja itu menggelengkan kepalanya, melihat Sungmin yang kini telah menahan malunya membuatnya ingin tertawa. Ia mengetahui semburat merah yang bersarang dipipi yeojachingunya tadi dan kembali tersenyum ketika mengingatnya.

' Manis '
Batin namja tadi sambil meraih gelas kaca yang berisi cairan berwarna ungu. Wine.

Dengan ahli ia menggoyang-goyangkan gelas tersebut, kemudian menghirup aroma wine itu sebentar dan selanjutnya ia sesap secara perlahan.

' Manis, seperti Lee Sungmin '

Kembali ia menyesap cairan tersebut dan kemudian meletakannya diatas meja.

Namja itu mengalihkan pandangannya kearah kaca yang berembun disebelahnya. Ia menuliskan sesuatu kata pada kaca tersebut.

Tak lama kemudian setelah namja itu menuliskan sesuatu pada kaca tadi, yeojachingunya datang dan kembali duduk dihadapannya.

" Mianhe Kyu, tadi toiletnya harus mengantri "

Kyuhyun menganggukan kepalanya, ia menyentuh telapak tangan Sungmin dan mengelusnya secara perlahan.

" Lee Sungmin, listen to me "

Ujar namja itu dengan serius

" N-ne ? "

" lihatlah disampingmu "
ujar Kyuhyun membuat Sungmin bingung, namun tak lama kemudian yeoja itu menurutinya dan mulai menatap kearah samping dan mendapati sebua tulisan yang membuatnya tercengang.

- I will always love you, Lee Sungmin. Don't be afraid because I'm here for you. To protect you from nightmare -

Sungmin membekap mulut dengan telapak tangan kanannya, ia membulatkan matanya yang terasa berair.

Tes

Akhirnya, air mata kebahagiaan itu meluncur pada pipi Sungmin. Sekarang ia tak akan takut lagi untuk kehilangan sosok Kyuhyun, karena selamanya Kyuhyun akan berada disampingnya. Itulah janji Kyuhyun dulu.

" Kyu~ "

Kyuhyun berdiri dari duduknya dan kemudian merangkul Sungmin kedalam pelukan hangat.

" Percaya padaku Min, aku akan selalu mencintaimu. Ingat itu Min "

Sungmin mengangguk sebagai jawaban ia membalas pelukan Kyuhyun dengan tak kalah hangatnya.

Kencan mereka berjalan sukses, seperti biasa keduanya hanyut dalam sebuah melodi klassik yang mampu mendeskripsikan perasaan.

Well you done done me and you bet I felt it

I tried to be chill but you're so hot that I melted

I fell right through the cracks

and now I'm trying to get back

Before the cool done run out

I'll be giving it my bestest

Nothing's going to stop me but divine intervention

I reckon it's again my turn to win some or learn some

I won't hesitate no more, no more

It cannot wait, I'm yours

.

TBC