Cast : Kim Kibum
Choi Siwon
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Shim Changmin / Kim Changmin
Warning : Typo(s) | GaJe | Abal | GS | DLDR
Presented by : Jenny Andrea Damayanti
Hurt For Fall
.
.
.
Loving him is like driving a new Maserati down a dead end street
Faster than the wind
Passionate as sin
ended so suddenly.
Loving him is like trying to change your mind
Once you're already flying through the free fall
But ...
Losing him was blue like I'd never known
Missing him was dark grey all alone
Forgetting him was like trying to know
somebody you've never met
But loving him was red
Loving him was red !
.
.
.
Semilir angin berhembus, matahari meredup dan tenggelam dari ufuk barat. Pergantian waktu Sore menjadi malam, lampu-lampu distrik menyala. Jalanan penuh dengan gemerlap-gemerlip, serta trotoar pinggir jalan yang tak pernah sepi oleh pejalan kaki.
Di sebuah Zebra Cross, seorang namja sedang berdiri disamping traffic lamp. Ia memandang lurus kedepan, seperti tanpa nyawa.
Tring
Traffic lamp itu mulai berganti berwarna hijau, mobil-mobil itu berhenti menandakan bahwa waktunya pejalan kaki untuk menyebrang.
Namun yang dilakukan namja itu hanya diam, memandang kosong kearah kerumunan. Ketika traffic lamp mulai berkedip-kedip menandakan waktunya Mobil untuk melaju, namja itu melangkahkan kakinya untuk menyebrang dengan langkah pelan.
Traffic Lamp itu berubah berwarna merah, Mobil itu hendak melaju namun seorang namja masih tetap berjalan dengan langkah pelan.
Tiiinn ! Tiinn ! Tinn !
Seakan tuli dengan suara bising yang berasal dari klackson mobil, namja itu tetap melangkah hingga sebuah tangan menariknya berlari kearah ujung jalan.
" Ya ! kalau menyebrang lihat-lihat ! "
Bentak seorang ajhussi tua dari arah jendela mobil yang kini telah melaju dengan kencang.
Mereka berdua terdiam, namja itu memandang datar kearah yeoja yang kini telah menatap tajam dihadapannya.
" Kau ingin mati huh ?! Bagaimana jika kakakmu menangisi mayat adiknya yang bodoh ini ?! "
Yeoja itu membentak sang namja sambil menunjuk-nunjuk wajah namja itu dengan emosi.
" ... "
Namja itu hanya diam dan memandang datar kearah yeoja tadi sebelum melangkahkan kakinya kembali meninggalkan sang yeoja yang kini hanya terbengong dengan sikap namja itu.
" Ya ! Apa-apan dia ? "
Yeoja itu menghembuskan nafasnya secara kasar, selanjutnya ia melangkahkan kakinya untuk mengikuti namja tadi.
" Changmin ! "
Yeoja itu memanggil nama sang namja-Changmin- dengan sangat keras sehingga membuat semua mata kini memandang kearahnya, kecuali Changmin yang masih tetap berjalan.
" Hei ! apa kau tuli ? Kim Changmin ! Aku bilang berhenti ! "
Yeoja itu tak menggubris pandangan aneh dari para pejalan kaki, ia berlari untuk mengejar Changmin yang kini telah menjauh beberapa meter darinya.
Setelah lama mereka berjalan dengan selisih jarak yang jauh, Changmin akhirnya menghentikan langkahnya. Sistem sarafnya tiba-tiba menegang. Ia hanya diam mematung dengan mata yang menuju kearah sepasang kekasih.
Yeoja itu menghampiri Changmin, ia menatap wajah Changmin sambil menggerutu.
" Ya ! Kenapa kau bersikap seperti ini ? Apa kau su- "
Changmin memandang yeoja itu dan bisa dilihat dari arah pandangannya terdapat raut kecewa serta kesal menjadi satu. Perlahan ia mulai meninggalkan sang yeoja dan berlari kencang.
Yeoja itu merengut kesal, ia memandang arah objek Changmin yang membuat sikapnya berubah.
Srett
' Kibum ? Siwon ? '
Yeoja itu mengawasi sepasang kekasih yang kini saling melemparkan senyum. Yup ! Benar, sepasang kekasih itu adalah Kibum dan Siwon. Mereka berdua tak menyadari kehadiran Changmin yang kini telah menatap miris kearah mereka.
Bagaimana Changmin tidak hancur jika ia melihat orang yang ia cintai sedang mencium namjachingunya tepat didepan mata kepalanya sendiri. Apa itu tidak menyakitkan ?
' Jadi ... Kau masih belum mengerti juga Kim Changmin. '
Yeoja itu berbalik dan berlari untuk mencari Changmin. Entahlah, ia juga tidak mengerti kenapa ia melakukan ini semua. Tetapi instingnya mengharuskan ia untuk mengejar Changmin dan menenangkannya.
' Mungkin aku benar-benar sudah Gila ! '
Yeoja itu tersenyum ia tak peduli dengan keadaan sekitar, yang lebih penting ialah menemui seseorang dan menghibur hati orang tersebut.
Semoga berhasil yeoja pemalas !
.
.
.
Orang bilang Cinta itu mengalir, seperti air yang damai dan tenang, seperti deburan ombak yang menggebu-gebu, seperti air terjun yang deras.
Terkadang, Cinta itu seperti Api. Layaknya api unggun yang menerangi malam, seperti Api lilin yang membakar kertas, seperti percikan Api yang menghanguskan semuanya.
Pendeskripsian Cinta layaknya majas hiperbola, melebih-lebihkan tetapi mempunyai makna.
Namun, menurut namja yang kini sedang memandang kearah langit malam. Cinta itu seperti pedang, menusuk dan juga tajam.
Menjerit kesakitan sekaligus kehilangan sistem kerja saraf otot.
Perih
Ia tak mengetahui arti mencintai, yang ia ketahui adalah bahwa jatuh cinta berasal dari daya tertarik antara lawan jenis.
namun itu semua belum tentu benar.
Ia hanya namja Sekolah menengah yang masih labil dalam arti kata ' mencintai '.
Kembali ke namja tadi, ia menghembuskan nafasnya. Fikirannya tak menentu, seperti penuh beban yang ia tanggung.
Perlahan ia mulai berdiri
Srett
Namja itu mencabut kalung berliontin silver miliknya. Dengan sendu ia menatap kalung tersebut.
Srett
Tep !
Namja itu hendak melemparkan kalungnya namun sebuah cengkraman tangan menghalangi niatnya.
" Kau kekanakan Kim Changmin "
Interupsi sang pelaku sambil tetap mencengkram pergelangan tangan milik Changmin.
" Apa maksudmu ? "
Jawab Changmin yang kini telah menurunkan tangannya.
" Tak seharusnya kau membuang kalung itu, tak seharusnya kau cemburu terhadap Choi Siwon, dan tak seharusnya kau mencintai kakakmu itu Kim Changmin "
Ujar yeoja itu dengan dingin, ia sudah kehabisan akal dengan tingkah laku Changmin.
Srett
Changmin menghempaskan tangan yeoja tersebut dengan kasar dan memandangi yeoja itu secara tajam.
" Jangan pernah membahas itu lagi ! "
Changmin ingin berbalik namun sepasang tangan melingkar pada pinggangnya. Seolah memeluk erat tubuh itu dan takut namja itu meninggalkan sang yeoja.
" Kenapa kau tak pernah mengerti dan mendengarkanku ? Apa kau Bodoh dan tuli ? Apa yang harus aku jelaskan lagi terhadapmu agar kau bisa mengerti bahwa selamanya Kim Kibum adalah kakak kandungmu, bukan kekasihmu Kim Changmin "
Namja itu tersentak saat mendapati punggungnya basah, ia masih terdiam mendengarkan isak tangis yang keluar dari bibir sang yeoja.
" K-kau ... Menangis ? "
" Bodoh ! Kau bodoh ! Tak seharusnya aku menangisi namja bodoh sepertimu ! "
" Sebenarnya kau siapa ? Kenapa kau selalu membuatku bingung dengan asal-usulmu yang tak jelas itu huh ? "
Yeoja itu melepaskan pelukannya, ia tak menjawab perkataan Changmin dan lebih memilih meraih kalung milik namja itu dari genggaman tangan sang namja a.k.a Changmin.
" Pakailah, kurasa benda ini sangatlah berharga bagimu. Jangan pernah membuangnya meskipun kalung itu sudah rusak "
Yeoja itu melingkarkan kalung tersebut dileher sang namja, jarak mereka terlalu dekat. hingga Changmin dapat merasakan hembusan nafas yang kini menerpa wajahnya.
Hangat
Ia merasakan aliran darahnya begitu hangat ketika melihat senyuman yeoja tersebut.
" Ketahuilah Kim Changmin, lupakan semuanya. Lupakan perasaanmu, dan kembalilah menjadi Changmin yang ceria. "
Yeoja itu tersenyum, ia pergi meninggalkan Changmin. Untuk kedua kalinya Changmin dibuat bingung oleh kehadiran yeoja tersebut.
' Sebenarnya dia siapa ? ... '
And I remember, all those crazy things you said
You left them riding through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here.
All those crazy things we did
Didn't think about it, just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here
.
.
.
Disebuah Apartemen yang mewah, terlihat seorang namja yang kini sedang menonton layar TV miliknya dengan serius. Ia memang menonton TV tersebut namun pikirannya melayang pada kejadian beberapa jam yang lalu.
Saat kekasihnya kembali tersenyum kearahnya, mengisi kekosongan hatinya, menemani dirinya, dan juga ... Menciumnya.
Ia menyukai detik-detik romansa tersebut, layaknya layar film yang ia putar ulang dan mengabadikan setiap ingatan didalam otaknya.
Kim Kibum
Nama kekasih tercintanya yang sudah membuat seorang Choi Siwon jatuh bangun mengejarnya. Namun yang terpenting baginya memiliki Kibum adalah sebuah Hadiah terindah.
Namja -Choi Siwon- itu tersenyum, ia memegang bibirnya yang beberapa jam lalu baru saja dikecup oleh Kibum.
Dengan perasaan bahagia ia melompat dari sofa panjang miliknya sehingga terjatuh kearah belakang dengan cukup keras
Jdukk !
" Aww ! "
Ringis namja itu sambil mengelus kepalanya, ia mengumpat kemudian tersenyum kembali ketika mengingat betapa konyol tingkahnya.
" Siwon pabboya ! "
Ia berdiri dari lantai kemudian berjalan kearah meja dan mengambil ponsel miliknya.
Klik
Layar itu menampilkan gambar dirinya dengan Kibum ketika berada di sebuah danau. tadi siang ia berhasil merayu Kibum untuk mengikutinya jalan-jalan alias kencan. dengan hati berbunga-bunga ia menggiring Kibum kesana kemari kemudian tibalah ia di sebuah danau yang penuh dengan kendaraan kapal bebek.
Mereka berdua akhirnya setuju untuk menyewa kendaraan bebek tersebut selama 2 jam. Selama waktu 2 jam mereka bercanda dan saling tertawa mendengar lelucon yang terlontar dari bibir mereka masing-masing. sebersit suatu ide dipikiran Siwon, ia meraih ponselnya dan kemudian mengklik aplikasi Camera. Jadilah mereka berdua berfoto bersama dipinggir danau tersebut hingga waktu penyewahan mereka habis.
Kembali ke Siwon, ia memandangi layar ponselnya dengan senyuman lebar.
Saking asyiknya hingga tak menyadari bahwa jam sudah menunjukan pukul tengah malam.
" Mwo ?! Jam 12 ?! Kenapa cepat sekali ? "
Ujar Siwon kemudian meletakan ponselnya diatas meja dan berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.
Setidaknya malam ini akan berlalu begitu cepat.
.
.
.
Di lain sisi seorang yeoja sedang berkutat dimeja belajarnya, ia membaca buku tebal miliknya dan mengerjakan sesuatu dilembaran kertas. Sepertinya ia lupa belajar sepulang sekolah, mengingat ia besok ujian sejarah yeoja tersebut bekerja keras untuk menghafal semua lembaran kertas miliknya.
Siapa juga kalau bukan Kim Kibum. Saking bersemangatnya pergi berkencan dengan Siwon sehingga melupakan Ujian Sejarahnya.
Dengan mata yang terkantuk-kantuk ia tetap membaca bukunya, tak memperdulikan waktu sudah menunjukan pukul 3 pagi. Sepertinya matahari akan muncul dalam waktu 2 jam lagi.
' Aishh ! Seharusnya aku tadi menolak ajakannya saja ! Ck ! '
" Kim Kibum ! Fighting ! Kau pasti bisa ! "
Jerit Kibum sambil menampar kedua pipinya dengan keras sehingga ia tak merasakan kantuk lagi.
Yah ... Selamat berjuang Kim Kibum, semoga kau bisa mengerjakan Ujianmu nanti :)
I could pass the days I wasn't sure, because you were here.
I could always stay strong.
The scenery might change in the future,but us, let's be always together.
Promise you. I will live thinking about you.
We are connected by our heart to heart.
Promise you.
What I want to tell you is just that I love you.
I will promise the piece of eternity.
.
.
.
Tbc
APAKAH FF INI LAYAK UNTUK DILANJUTKAN ?
#NASIB FF INI ADA DITANGAN KALIAN... JIKA MASIH BANYAK YANG INGIN LANJUT SAYA AKAN MEMPOSTINGNYA HARI SELASA.
kyunny . wordpress . com
