Tittle : Hurt For Fall
Cast : Kim Kibum
Choi Siwon
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Shim Changmin a.k.a Kim Changmin

Warning : Typo(s) | GaJe | Abal | GS | DLDR

Presented : Jenny Andrea Damayanti

Hurt For Fall

.

.

.

Pagi Hari di Senior High School

Papan pengumuman itu terlihat ramai, semua siswa yang kebanyakan yeoja sedang mengerubungi papan pengumuman tersebut.

" Sekolahan kita akan mengadakan SnowFlake party ? Benarkah ? Wahh ... Senangnya~ "
Ujar salah satu yeoja dengan nada gembira terhadap teman-temannya.

" Nde ... 3 Hari lagi SnowFlake Party itu akan diadakan, waaahh~ aku jadi tidak sabar untuk menunggu Event tersebut "
Timpal salah satu yeoja yang kini telah tersenyum senang.
Sedangkan dari arah Lorong koridor, seorang yeoja sedang berjalan dengan lesu dan terlihat kedua mata itu tampak sayu.

Yeoja itu mengenakan mantel biru laut yang membaluti seragam sekolahnya, ia mengucek matanya sebentar sebelum kembali berjalan.

Rasa kantuk mulai menyerangnya, yeoja itu menguap sejenak ketika melewati arah kerumunan tadi. Dengan cueknya yeoja itu tetap berjalan dan tak mengindahkan bisingnya kerumunan tadi.

Langkah kaki jenjang yeoja tersebut tiba di sebuah kelas, ia menghampiri tempat duduknya dengan wajah tertunduk.

Entah kenapa kemarin malam membuat ia tidak bisa tidur akibat mengenakan Sistem belajar kebut semalam. Dan akhirnya seperti ini dampak negative Sistem tersebut.

Yeoja itu menenggelamkan kepalanya diantara kedua lengan miliknya. Dengan sisa waktu 15 menit yeoja itu lebih memilih memejamkan mata pandanya sejenak sebelum bel berdentang.

Tak lama kemudian datanglah Kyuhyun yang kini sudah sampai ditempat duduknya, ia mengeluarkan PSP miliknya dari dalam saku celana. Sebelum Kyuhyun menekan tombol ON untuk mengaktifkan PSPnya, ia teringat dengan kejadian kemarin malam yang membuatnya tersenyum senang.

Srett

Sontak kepalanya menoleh kearah samping dan menemukan teman sebayanya sedang tertidur pulas. Senyum dibibirnya luntur, namun tak lama kemudian kembali dengan senyuman tulus.

' Dia tampak kelelahan sepertinya '

Batin Kyuhyun sambil mengamati kepala yeoja itu yang kini telah tertunduk semakin nyenyak.

Terbesit suatu ide muncul dikepala Kyuhyun, ia menyobek sehelai kertas dan menuliskan sesuatu disana. Setelah puas dengan hasil tulisan yang terkesan Simple miliknya, Kyuhyun meletakan kertas itu dibawah lengan sang yeoja.

' Well ... Setidaknya semoga kau semangat setelah membaca kertas itu Kibum-ah~ '

15 minute's later

Teng Tong teng Tong ...

Bunyi bel pelajaran pertama telah berdentang, semua siswa Senior High School langsung memasuki kelasnya masing-masing.
terlihat dibangku pojok kanan, seorang yeoja yang bernama Kibum sedang merenggangkan ototnya. Karena efek kantuknya tadi ia tertidur dikelas selama 15 menit. Yaahh ... Meskipun hanya sebentar tapi bagi Kibum itu sudah lebih cukup.

" Ehh ... ? "

Kibum mengernyit ketika sebuah kertas berada diatas mejanya. Ia meraih kertas tersebut dan membacanya.

-Good Luck ! Hwaitting ! And Do the Best for Exam Snow Girl ^^.

PS : Someone who sit beside you -

Kibum tersenyum sekilas, ia menoleh kearah samping dan mendapati namja bernama Kyuhyun sedang menaruh PSP kesayangan miliknya.

Beberapa saat Kemudian seorang guru Sejarah memasuki kelas, dan dumailah pagi itu dengan sarapan Ujian Sejarah.

.

.

.

« Skip Time »

Seorang namja dengan lesung pipitnya ketika tersenyum melewati beberapa Siswa yeoja membuat kebanyakan dari mereka melting ditempat.

Siwon yang sedang dalam mood yang baik dengan langkah kaki panjangnya ia memasuki sebuah ruang kelas kekasihnya.

" Kibum-ah ... "
Sapa Siwon yang kini sudah berada didepan bangku duduk milik Kibum. Sedangkan Kibum yang baru saja tertidur mendongakan kepalanya keatas. Sepasang mata Kibum mengerjap sempurna, ia membelalakan matanya ketika Siwon sudah tersenyum Charming kearahnya.

" Siwon ? Waeyo ? "
Tanya Kibum sambil mengucek matanya.

" Jja ... Ikut aku kekantin, temani aku makan "
Ajak Siwon yang dibalas dengan anggukan oleh Kibum.

Mereka berdua berjalan bergandengan tangan meninggalkan seseorang yang kini sedang menatap mereka dengan menggelengkan kepalanya.

" Sebaiknya aku menyusul Minnie kekelas "
Ujar namja itu sambil mematikan PSP miliknya dan menyimpan PSP tersebut kedalam saku celana. namja itu melangkahkan kakinya sambil bersiul-siul, bukankah lebih baik menghabiskan waktu istirahat dengan seseorang yang kau sayangi ketimbang bermain PSP ?

.

.

.

Musim Salju di bulan January membuahkan berbagai Kisah bagi seorang namja yang sedang duduk diatas rerumputan pinggir Danau.

Ia duduk sambil bersila dan meletakan kedua tangannya kebelakang sebagai penompang punggungnya. Namja itu memandangi danau tersebut dengan seksama, sesekali ia tersenyum mengenang sebuah memory didalam otaknya.
Semenjak ia menginjakan kakinya disekolah ini ia merasa sangat senang akan bertemu dengan Kakaknya yang ia cintai. Namun seiring bergilingnya waktu namja itu mulai menyadari bahwa Kakak kandungnya itu tak akan pernah bisa menjadi kekasihnya.

" Bodoh ... ! Kenapa aku baru menyadarinya ? "

Ujar namja itu saat menyadari betapa bodoh sikapnya kini.

" Hah~ "
Namja itu menghela nafasnya, bayangan akan seorang yeoja yang tidak ia ketahui namanya muncul didalam benaknya.

" Sebenarnya siapa yeoja itu ? ... "
Tanya namja itu sambil menengadah keatas langit. Langit biru yang cerah membuatnya tersenyum tanpa beban untuk pertama kalinya.

' Kim Changmin kau pasti bisa ! '

.

.

.

Bel pulang sekolah telah berdentang beberapa detik yang lalu, semua siswa langsung keluar kelas dengan berhamburan.
Kecuali salah satu yeoja yang kini sedang santai membereskan bukunya, ia menatap kesamping kearah namja yang sedang hendak berjalan.

" Kyuhyun ... Gomawo "
Ujar yeoja itu sambil tersenyum kearah Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun ia hanya menganguk klaya dan membalas senyuman yeoja tersebut.

" Cheonma Kibum-ah, jja ! Cepatlah Siwon sedang menunggumu diluar "

Kyuhyun melenggang pergi, meninggalkan Kibum yang kini sudah merona.

Diluar gerbang terlihat seorang namja sedang menunggu seseorang sambil bersandar dimobil hitam miliknya. Ia mengamati satu persatu Siswa yang beralalu lalang melewati gerbang. Dan ketika bidikan matanya menuju kearah yeoja berambut panjang dan putih seputih salju, namja itu melambaikan tangannya dan tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.

" Kibum-ah ! Disini ! "

Kibum menolehkan kepalanya, ia menatap kekasihnya yang kini sedang melambai kearahnya. Dengan gugup ia menghampiri namja tersebut sambil menahan senyum.

Namja itu membukakan pintu mobil kearah Kibum dan mempersilahkan Kibum untuk masuk.

" Silahkan My Snow Princess "
Ujar namja itu membuat pipi Kibum semakin memerah. Tanpa banyak kata Kibum langsung masuk kedalam mobil dan memasang seatbelt agar aman.

Steleah memastikan Kibum sudah duduk didalam Mobil miliknya namja itu langsung melesat masuk kedalam mobil tepatnya dibagian kursi kemudi.

Srett

Ia menarik Setabelt miliknya dan memamasangkan itu kedalam ClipSeat disampingnya.

Click

Setelah bunyi Klik, barulah ia menggas mobilnya untuk membelah jalanan Seol.

" Kita mau kemana Siwon ? "
Tanya Kibum sambil mengernyitkan keningnya, ia memandang sekilas namja tadi yang kini sedang fokus kedepan tepatnya kearah jalan.

" Aku ingin mengajakmu ke Mall "

" Mwo ?! Ke Mall ? Dengan seragam sekolah ? Jangan bercanda Choi Siwon ! Kau ingin kita dianggap membolos eoh ? "

Kibum merengut kesal, ia melipat tangannya kearah dada dan memalingkan mukanya kesamping. Pasalnya Mantel biru miliknya ketinggalan didalam loker saat ganti baju Olah Raga.

" Tenanglah, pakailah jaket cadanganku yang ada dibelakang. Dengan begitu kita tak akan dipandangi orang dengan penuh selidik begitu bukan ? "

Kibum akhirnya hanya pasrah, ia menengok keblakang dan mendapati sebuah jaket berwarna biru sudah menggelantung pada sisi jendela.

Ia meraih jaket tersebut dan melepas hanger yang tadinya melekat pada kerah jaket.

" Kenapa kau membawa semua jaketmu didalam mobil Siwon ? " Tanya Kibum sambil meletakan Hanger tersebut kebelakang.

" Tak apa, aku hanya ingin berpenampilan Trendy didepan kekasihku ini "

Blush

Kibum menghentikan Aktivitasnya yang kini sedang memakai Jaket milik Siwon. Pipinya merah sempurna, cepat-cepat ia memakai jaket tersebut.

" Modus "

Ujar Kibum sambil terkekeh pelan, mereka berdua larut dalam perbincangan sehingga tanpa sadar Mobil itu kini sudah berhenti disebuah parkiran Mall terkenal.

Klikk

Srett

" Kita sudah sampai, tunggu sebentar disini "
Ujar Siwon setelah melepas Seatbelt miliknya. Ia membuka pintu mobil untuknya sendiri kemudian menutupnya.

Kibum menunggu Siwon yang kini sudah berjalan kearah pintu mobil miliknya, tak lama kemudian Siwon membuka pintu tersebut dan mempersilahkan Kibum untuk keluar.

Kibum menundukan kepalanya, ia tak kuasa untuk tersenyum lebar sedangkan jantungnya sudah berdegup kencang.

Brakk

Pip pip

Setelah Siwon meng-lock mobilnya, namja itu meraih tangan Kibum dan menggiringnya untuk masuk kedalam Mall tersebut.

" Sebenarnya untuk apa kita ke sini ? "
Tanya Kibum setelah mereka berjalan-jalan disekitar Mall tersebut.

" Membeli gaun "

Kibum mengernyitkan alisnya

" Gaun ? Untuk apa ? Apa Jiwon Noona ulang tahun ? "

Siwon menggelengkan kepalanya, ia mengacak rambut Kibum dengan sayang dan menggiring Kibum untuk masuk kedalam sebuah butik yang penuh dengan Gaun-gaun mewah.

" Aniyo, Gaun itu untuk kau pakai diacara SnowFlake Party. Pilihlah "
Ujar Siwon yang langsung mendorong kedua bahu Kibum kearah Gantungan gaun.

" Mwo ?! "
Kibum memanganga lebar, ia memandang semua gantungan Gaun tersebut dengan mata yang membulat. Pasalnya semua Gaun tersebut sangatlah mewah dan mahal.

" Bisa saya bantu nona "
Tanya salah satu pelayan butik tersebut kearah Kibum.

" A- "

" Tolong carikan Gaun yang cantik untuknya " ujar Siwon memotong kalimat Kibum.

" Baik Tuan, silahkan nona ikuti saya "
Ujar Pelayan itu yang langsung melangkahkan kakinya kearah depan, Kibum memberi Deathglare kearah Siwon sebelum mengikuti pelayan itu dengan ragu.

Sedangkan Siwon, ia hanya terkekeh pelan dan mendudukan dirinya kearah Sofa panjang berwarna merah.

Few minutes later

Siwon sedang membaca sebuah majalah Fashion, saking seriusnya ia tidak menyadari sosok yeoja cantik yang sedang berdiri dihadapannya dengan sebuah gaun berwarna biru laut polos dan terdapat bunga mawar berwarna senada dibagian pinggang rampingnya.

" Siwon ... Menurutmu bagaimana ? "

Siwon mendongakan kepalanya, seketika itu mulutnya menganga lebar melihat tubuh ramping yang kini telah terbalut dengan Gaun berwarna Biru mudah bercampur putih dibagian sisi bawahan.

Kibum mengerutkan dahinya ketika Siwon tidak merespon ucapannya, dengan Sabar ia mengulangi pertanyaannya barusan.

" Siwon ... Cepat jawab pertanyaanku, aku lelah dan ingin cepat pulang karena harus mengerjakan Tugas " ujar Kibum membuat Siwon langsung tersadar.

" Ah... Mianhe, kau ... Sempurna "

Blush

Kedua pipi Kibum memerah, ia menundukan kepalanya tanpa ingin menatap mata Siwon yang membidik wajahnya dengan intens.

.

Langit tlah berganti Sore, tepatnya dijalanan Myeondong seorang namja sedang melangkahkan kakinya menelusuri jalanan.

Disana penuh dengan pedagang kaki lima yang menjual makanan, namja itu tersenyum mengingat moment masa kecilnya. Saat pandangannya mengarah kearah Kios penjual Daging asap, dengan cepat ia menghampiri Kios tersebut.

" Ahjjumma Daging Asap Paprikanya satu ne " ujar namja tersebut kearah pedagang yang kini telah menyiapkan pesanannya.

" Silahkan "
Pedagang itu memberikan setusuk Daging Asap dan Paprika terhadap namja tadi.

" Gomawo "
Ujar namja itu kemudian memberikan selembar uang kearah pedagang tadi dan mengambil pesanannya.

Ia menggigit satu potong daging tersebut sambil tetap berjalan, sayup-sayup ia mendengar suara gitar dipadu dengan vokal yang indah dan familiar di indra pendengarannya.

" Every time I think of you

I feel shot right through into a bolt of blue

It's no problem of mine, but it's a problem I find

Living a life that I can't leave behind "

Namja itu bisa melihat segerombolan orang mengerubungi sebuah obyek. Dengan penasaran namja itu menyelinap masuk kedalam gerombolan untuk melihat siapa yang menyanyikan lagu tersebut.

" There's no sense in telling me

The wisdom of a fool won't set you free

But that's the way that it goes, and it's
what nobody knows

While every day my confusion grows "

Betapa terkejutnya ia ketika melihat sosok yeoja yang sangat ia kenal sedang duduk diatas kursi sambil memainkan Gitar ungu miliknya. Yeoja itu tetap bernyanyi, melantunkan melodi yang indah membuat semua penonton terkesima akan suaranya. Sedangkan namja tadi ia hanya diam mematung dengan dada yang berdegup kencang.

' Perasaan apa ini ? '
Batin namja tadi yang kini telah menyentuh dada kanannya dengan telapak tangan kirinya.

" Every time I see you falling

I get down on my knees and pray

I'm waiting for that final moment

You'll say the words that I can't say "

Namja itu terdiam ketika sorot matanya menatap manik mata yeoja itu. Mereka berdua saling berpandangan. Nyanyian yeoja tadi terhenti seketika, dan dengan angin yang berhembus mereka tersenyum. Tersenyum kikuk untuk menetralkan suasana sore yang berganti malam.

Yeoja itu kembali memetik senar gitarnya, ia bernyanyi melanjutkan lyrik lagu yang sempat tertunda tadi.

" I feel fine, and I feel good

I feel like I never should

Whenever I get this way, I just don't know
what to say

Why can't we be ourselves like we were yesterday "

Yeoja itu bernyanyi sambil menatap namja yang berada tak jauh dari hadapnnya. Dengan maksud ingin menyampaikan segala unek-unek yang ada didalam pikirannya melewati sebuah lagu.

" Well, I'm not sure what this could mean

I don't think you're what you seem

I do admit to myself that if I hurt someone else

Then we'll never see just what we're meant to be "

Dari arah sebelah kanan, terlihat sosok namja kecil sedang berlari kecil kearah yeoja tadi. Tangan mungilnya menggenggam sebatang permen Coklat berbentuk hati dan menyerahkan permen tersebut kearah sang yeoja.

" Gomawo "
Ujar yeoja itu sambil tersenyum manis, sang namja kecil yang melihatnya mulai menjijitkan kakinya untuk mencium pipi sang yeoja.

Chup !

Deg !

Namja itu membelalakan matanya lebar ketika melihat namja kecil tadi mencium pipi sang yeoja, ada perasaan tak suka yang masuk kedalam lubuk hatinya. Namun seketika perasaan itu hilang saat melihat senyuman yang terpatri jelas dari bibir sang yeoja.

Suara tepukan riuh penonton mengakhiri nyanyian yeoja tadi, mereka mulai berhamburan pergi setelah melemparkan uang diatas selembar kain berwarna putih.

Setelah semua penonton pergi, sang yeoja mulai beranjak dari duduknya dan mengacak pelan rambut sang namja kecil.

" Gomawo Minho-ah atas permennya, dan katakan pada semua temanmu hari ini aku tak bisa menemani kalian untuk belajar Malam " ujar yeoja tadi sambil tersenyum kearah namja kecil yang bernama Minho.

" Ne, tapi Noona halus beljanji telhadap Minho. Kalau besok Noona akan datang ke lumah Kami untuk mengajal " ujar Minho dengan suara khas anak-anaknya .

" Ne arrayo~ Noona janji. Jja, pulanglah dan -"

Yeoja itu melipat kain putih yang sudah berisikan setumpuk uang kemudian memberikannya kearah Minho.

" Bawalah ini untuk uang jajan kalian, ingat belilah barang atau makanan yang hanya diperlukan saja "

" Emm ! "
Minho mengangguk lucu kemudian melambaikan tangannya.
" Bye Noona "
Setelah itu barulah Minho pergi.

Yeoja itu membalas lambaian tangan Minho, setelah namja kecil itu tidak tampak dari arah pandangannya, Ia membalikan badan hendak meringkas barang-barangnya.

Srett

" Suaramu bagus, apa kau selalu bernyanyi setelah pulang sekolah disini ? "
Ujar namja tadi membuat yeoja itu terlonjak kaget

" Kau mengagetkanku Changmin. Dan terimakasih atas pujianmu " Ujar yeoja itu sambil mengambil gitarnya untuk disimpan kedalam tas khusus.

" Cheonma, emm ... Namja kecil tadi siapa ? Aku lihat kalian begitu dekat ? "

Yeoja itu sontak menolehkan kepalanya kearah Changmin.

" Ahh ... Dia Choi Minho, anak yang berbakat dan pintar "
Senyuman yeoja itu memudar ketika menghentikan ucapannya.

" Tapi, sayang sekali dia tidak mempunyai uang untuk mengasah otaknya di Sekolahan Dasar. " Ujar yeoja itu membuat Changmin termenung.

" Jadi, kenapa kau begitu dekat dengannya ? "

Yeoja itu mulai melangkahkan kakinya yang diikuti Changmin disebelah kanan sisinya. Mereka berdua berjalan sambil berbincang.

" Karena aku tutornya "

Changmin menganggukan kepalanya, ia memakan Daging tusuk miliknya kemudian mengarahkannya kearah mulut sang yeoja.

" Makanlah, aku rasa kau belum makan dari tadi siang "

Sang yeoja tersenyum, dengan ragu ia memakan daging tersebut.

" Gomawo "
Ujar yeoja tadi dengan pipi yang mengembung karena mengunyah makanan.
Changmin yang melihat ada noda saus dibir yeoja tadi mulai menghapusnya dengan jempol tangan.

Deg

Yeoja itu berhenti mengunyah serta melangkah. Ia merasakan sentuhan lembut diarea sudut bibirnya.

" Ada noda saus dibibirmu "
Ujar Changmin setelah mengusap bibir yeoja tadi kemudian mengemut sisa saus yang menempel pada jempolnya.

' Manis '
Batin Changmin sambil melangkah meninggalkan sang yeoja yang kini sedang menahan malu.

Blush

' Kenapa jantungku berdegup kencang ? Perasaan apa ini ? '

Changmin yang merasakan tak ada gerakan dari sang yeoja mulai menghentikan langkahnya dan berbalik menatap sang yeoja.
" Apa yang kau tunggu. Ayo cepat jalan sebelum udara disekitar sini bertambah dingin "

" Eh ? Ne "
Yeoja itu berlari kecil mengejar Changmin yang kini telah melangkah mendahuluinya, hatinya masih berdebar mengingat kejadian barusan.

' Aishh jinjja ! '
Rutuk yeoja itu sambil menundukan kepalanya.

Mereka berdua berjalan tanpa suara, dengan suasana malam yang dingin serta lampu berkelap-kelip. Menerpa jalanan Myeondong
Yang semakin ramai oleh pejalan kaki.

' Setidaknya aku mulai sedikit mengerti, bahwa tersenyum tulus itu mudah '

' apa kau sudah menyadarinya Changmin-ah ? Aku harap begitu '

.

.

.

#Keesokan harinya

Senior High School, sekolahan itu kini telah diramaikan dengan seluruh anggota Osis yang sedang mempersiapkan sebuah SnowFlake Party.

Mereka semua terutama bagian Anggota mendapatkan tugas untuk menghias lapangan, sedangkan bagian Panitia ditugaskan untuk menata Dekorasi Panggung.

Semua tugas itu sudah diatur oleh ketua Osis mereka yang bernama Choi Siwon.
Disisi Lapangan, namja itu sedang berdiri sambil memberi intruksi terhadap anggota Osis untuk menghias lapangan.

" Ya .. Arahkan kekana sedikit, itu Miring. Yap keatas ... Nah .. Seperti itu, Good Job "
Ujar Siwon sambil tersenyum puas melihat Banner besar yang bertuliskan huruf Hangeul.
" Siwon-ssi lampu-lampu ini nanti diletakan dimana ? " Tanya salah satu yeoja sambil menunjukan kardus yang berisikan bola lampu warna-warni kearah Siwon.

" Letakan saja pada area Taman dekat Sekolahan, ahh ... Lebih baik bola lampu ini kau tempelkan di ranting pohon agar indah "

" Ne arraseo "
Yeoja itu langsung pergi meninggalkan Siwon

Siwon merasakan haus, tenggorokannya terasa kering. Ia mengambil duduk dibagian kursi panjang dan menelan ludahnya untuk menghilangkan rasa nyeri pada tenggorokanya.

Suasana teriknya matahari mulai membuat keringat membasahi tubuhnya, dengan gerah ia mengibaskan tangannya untuk mengurangi rasa panas yang menjalas pada tubuhnya.

Puk

" Minumlah "

Siwon tersentak kaget ketika bahunya terasa ditepuk, ketika ia menoleh kesebelah kanan ia menemukan seorang namja berwajah pucat sedang mengulurkan botol Air putih kearahnya.

Srett

Tanpa banyak kata Siwon langsung merebut botol tersebut dan langsung meminumnya hinggah separuh, sedangkan namja tadi mulai mengambil tempat duduk disamping Siwon.

" Ahh ...Gomawo "

Namja itu tersenyum menanggapi ucapan terimakasih Siwon.

" Hei ... Aku ingin bertanya kepadamu "
Ujar namja itu sambil memandang objek lurus kedepan.

" Mwo ? "

" Jika kau patahkan sayap burung itu, apa burung itu bisa terbang ? "

Siwon menatap kearah Pohon yang kini telah dihinggapi Burung Gereja, ia mengerutkan alisnya sebelum menjawab pertanyaan Changmin.

" Tentu saja bisa, jika burung itu terus berlatih dan berlatih mengapa tidak ? "

Namja itu tersenyum, ia membetulkan Ucapan Siwon barusan

" Ne kau benar, jika dengan terus berlatih Burng itu akan dapat terbang bebas menembus awan. Kau tau ? Proses itu juga membutuhkan tenaga yang kuat, ketika burung itu terjatuh ia akan bangkit kembali. Begitu seterusnya hingga dia bisa. Dan oleh sebab itu, jika kau jatuh atau terhempas bangkitlah. Aku yakin dengan begitu kau akan terbang bebas menikmati hamparan udara "

Siwon menatap namja yang ada disampingnya dengan tidak percaya, bagaimana bisa namja yang amat sangat ia benci DULU menceramainya hingga seperti ini ?

" Kenapa kau mengatakan itu semua terhadapku Kyuhyun-ssi ? "

" Karena aku ingin kau bangkit, Bangkit mempertahankan Kibum hingga kau berhasil "
Siwon terbelalak lebar, ia memandang namja yang ada dihadapannya dengan pandangan tak percaya

namja itu bernama Kyuhyun. Ia berdiri dari duduknya dan menghadap kearah Siwon sambil mengulurkan tangannya.

" So, let we be Friend. "
Ujar Kyuhyun sambil tersenyum, dengan cekatan Siwon menjabat tangan Kyuhyun erat.

" I Agree "
Mereka berdua tertawa menyambut pertemanan baru mereka.

.

.

.

Di sebuah perpustakaan, terlihat seorang yeoja sedang berjinjit untuk menggapai buku yang paling atas.

Buku itu sulit ia gapai, karna terletak diatas pucuk rak. Dengan sekuat tenaga ia mencoba meraih buku itu.

Srett

Telat

Buku itu kini telah diraih oleh tangan lain, dengan penasaran ia menoleh kearah si pelaku.

" Bahkan aku lebih tinggi dibandingkan denganmu yang sekarang "
Ujar namja itu sambil memberikan buku itu kearah yeoja.

" Changmin ? "
Yeoja itu tersenyum, ia memaklumi kelakuan adiknya yang suka mengejek.

" Ini bukumu "

Sang yeoja menerima buku tersebut.

" Gomawo Changmin-ah, bagaimana bisa kau ada disini ? "
Tanya yeoja itu sambil berjalan kearah penjaga Perpustakaan yang diikuti Changmin disebelahnya.

" Ya bisalah, apa gunanya ada kaki ? "
Yeoja itu terkekeh, ia meletakan buku itu diatas meja untuk distempel oleh penjaga Perpus.

" Sebentar lagi ikut aku ke Taman Belakang "
Ujar Changmin meninggalkan sang yeoja yang kebingungan.

" Ini buku pinjaman mu Kibum-ah, apa tak ada lagi yang ingin kau pinjam ? "
Tanya penjaga perpus sambil menyerahkan buku itu kearah Kibum.

" Aniyo, Gomawo San Songsaenim "
Kibum mengambil buku itu dan bergegas untuk pergi menemui Changmin yang menunggunya di Taman Belakang.

School Garden

Sesampainya di Taman Belakang Sekolah, Kibum melemparkan pandangan kearah sekitar. Tanpa ia ketahui sosok namja tinggi sudah bersada di belakangnya

" Mencariku Kibum ? "
Tanya namja itu membuat Kibum terlonjak kaget. Secepatnya Kibum menoleh kearah belakang dan mendapati Changmin sedang tersenyum jahil kearahnya.

" Changmin-ah ! Kau membuatku terkejut "

" Hahaha ... Mianhae Kibum-ah, aku rasa seharusnya kita duduk di tempat itu untuk mengobrol "
Changmin menggiring Kibum kearah Pohon besar yang teduh. Mereka berdua duduk diatas rerumputan yang baru saja di potong.

" Ada apa ? "
Tanya Kibum sambil menekuk lututnya kedepan dan melingkarkan tangannya di sekitar lutut.

" Kibum-ah, aku ingin bercerita padamu "
Changmin menengadah kearah langit yang tertutupi daun-daun pohon.

" Tentang ? Ah ... Jangan bilang ini tentang kau kalah taruhan bermain Game ? "
Tebak Kibum sambil menatap Changmin yang tersenyum tipis

" Aniya ... Ini tentang perasaanku "
Kibum membelalakan matanya, sejak kapan adiknya yang satu ini ingin menceritakan perasaannya terhadap Kibum ? Bukankah itu adalah suatu keajaiban ?

" Hey ... Sejak kapan dongsaengku yang Evil ini mempunyai perasaan ha ? "
Ujar Kibum bermaksud mengejek Changmin.

" Tentu saja aku mempunyai perasaan Kibum, jika tidak mana sudi aku menuruti semua perintah Appa untuk pergi ke Jepang ? Aku takut Appa kecewa padaku ..."

Kibum menghentikan tawanya, ia mengelus pucuk kepala Changmin dengan sayang.

" Arra-arra nae Dongsaeng Mianhaeyo, lalu ... Apa yang ingin kau curahkan terhadap kakakmu ini eoh ? "

Changmin meraih tangan Kibum yang mengelus kepalanya, dengan raut serius ia menatap Kibum.

" Kibum-ah ... "

" Aku ... "

Changmin menutup kedua bola matanya, perasaan sakit menjalar di hatinya. Sedangkan Kibum ia memiringkan kepalanya kesamping, menunggu ucapan Changmin yang terputus-putus.

' Saranghaeyo '

" Menyayangimu, Noona .. "
Entah kenapa kalimat itulah yang keluar dari bibirnya, dengan getir ia menatap Kibum yang terkejut saat Changmin memanggilnya dengan sebutan ' Noona '

" C-Changmin ... ? K-kau ... Memanggilku ... No-Noona ? "
Ujar Kibum tak percaya, dalam hatinya ia merasa bahagia. Bahagia karna kalimat mutiara yang selama ini ia tunggu-tunggu dari kecil telah diucapkan oleh Changmin adiknya.

" Ne, Noona ... Mianhae. Selama ini, aku bukanlah Dongsaeng yang baik. Aku ... Tak pernah memanggilmu Noona, oleh sebab itu .. Aku minta maaf Noona "

Grepp

Changmin membelalakan matanya, detik berikutnya ia baru menyadari bahwa Kibum sedang memeluknya dengan erat.

" Gomawo Changmin-ah ... Gomawo, Noona senang kau memanggilku dengan sebutan ' Noona ' "
Ujar Kibum sambil menangis bahagia. Changmin tersenyum, bukan tersenyum getir melainkan senyum tulus untuk kakaknya.

' Lebih baik aku melihatmu menangis bahagia ketimbang melihatmu menangis kecewa. Saranghae Noona '
.

.

.

2 Days Later

SnowFlake Party

Gedung Sekolahan itu telah dipenuhi oleh Siswa-siswi SHS yang berpakaian Gaun serta Tuxedo.

Mereka semua menyambut Party dengan meriah di sekitar Lapangan sekolahan mereka. Ditemani musik yang klassik mereka sibuk berbincang serta meminum dan mencicipi sajian makanan yang ada di sekeliling Lapangan.

Terlihat dari area panggung berdiri seorang MC yang akan memulai acara.

" Selamat Malam, Sebelumnya terimakasih karna sudah hadir dalam Acara SnowFlake Party. Kami semua sebagai Pembina OSIS berharap agar acara kali ini berjalan lancar, untuk pembukaan marilah kita dengarkan lagu yang akan dinyanyikan oleh Junior Class kita "

Panggung itu meredup, hanya ada sorotan cahaya yang menyoroti salah seorang yeoja diatas panggung. Yeoja itu duduk diatas kursi sambil bermain gitar.

" Many times you don't realize the spirit within you "

" Can spread like fire to everyone around you
Don't you wait for a second chance you gotta use the time "

" To see countless faces that can use a little smile "

Mereka semua menikmati nyanyian yeoja tersebut, termasuk salah satu namja yang sedang duduk di bagian Stand makanan. Pandangannya mengarah kearah sang yeoja, dengan terpukau ia menjatuhkan makanannya diatas Rumput.

' Yeoja itu, dia ... '

Namja itu mulai melangkah mendekati panggung guna melihat jelas wajah sang yeoja yang terlihat memukau dimatanya.

" Unlock your power reveal what you can really do "
" No more running away, today go fight your way "

" And sing your mind out ooh sing without doubt ooh
Let me hear your voice, i wanna hear what you say
Sing your mind out wooo "

Namja itu bernama Changmin, tanpa berkedip ia masih fokus memandang kearah yeoja tadi. Entah sihir apa yang membuatnya seperti ini. Yang jelas yeoja itu terlihat cantik ketika memakai gaun berwarna merah maroon dan rambut hitam legam terurai bebas.

Tiba-tiba dibelakang Changmin muncullah Siwon yang kini sudah berdiri sejajar dengan Changmin.

" Terpukau eoh ? " Tanya Siwon sambil fokus menghadap kedepan.

" Ne "
Ujar Changmin tanpa sadar. Ia tersenyum lebar, sehingga membuat Siwon ingin tertawa melihat tingkah laku Changmin.

" Kalau begitu perjuangkan " ujar Siwon sambil menepuk bahu Changmin pelan kemudian meninggalkan Changmin yang masih terdiam.

Drtt Drtt

Ponsel Changmin bergetar, dengan cepat ia meraih ponselnya dibalik saku.

-Appa's Calling-
Terpampang tulisan layar telephone di Ponsel milik Changmin, dengan ragu ia mengklik Icon bergambar hijau untuk mengangkat telephone.

" Yeoboseyo Apaa "

-" Ya ! Kim Changmin ! Berhenti bermain-main, kau kira Appa tidak mengetahui Absent sekolahmu yang Alpha huh ?! Appa tak mau tau malam ini kau harus segera kembali ke Jepang ! "-

" Ne Appa, mianhae "

Klik

Changmin menatap sendu layar ponselnya, dalam hatinya ia masih ingin berada di Korea namun sang Appa membuat keinginannya kandas seketika.

Changmin menatap kearah yeoja tadi, ia tersenyum sebelum mengarahkan kamera ponselnya kearah sang yeoja.

Klik

Changmin mendapatkan gambar sang yeoja, perlahan ia tersenyum memandang layar ponselnya.

" tak ada salahnya jika aku menyimpan gambarmu yeoja misterius " ujar Changmin seraya memasukan kembali ponselnya kedalam saku.

Ia segera pergi meninggalkan kerumunan yang semakin ramai oleh para pedansa.

Dilain tempat, tepatnya disebuah Taman Sekolah. Terdapat seorang yeoja dan namja sedang duduk berdua di kursi Taman yang kini telah dipenuhi oleh lampu-lampu. Mereka berdua terlihat romantis, yeoja itu menyandarkan kepalanya dibahu sang namja.

" Kyu... Apa kau mencintaiku ? "
Tanya yeoja itu sambil merapatkan tubuhnya kearah sang namja.

" Ne ? Kenapa kau bertanya hal itu lagi Min ? Apa kau tak percaya kepadaku hum ? Apa direstaurant kemarin kurang jelas huh ? Apalagi yang bisa membuatmu percaya kepadaku Min ? " Tanya namja itu-Kyuhyun- dengan sebal.

" Aku takut Kyu ... Aku ... Takut kau ... Pergi dariku " ujar Sungmin membuat Kyuhyun menghela nafasnya berat. Dengan sabar Kyuhyun merangkul pundak Sungmin dan menyenderkan kepalanya diatas kepala Sungmin.

" Tak akan Min, sampai kapanpun Cho Kyuhyun tak akan bisa hidup jika tidak ada seorang Lee Sungmin disisinya " ujar Kyuhyun tegas, ia meraih jemari Sungmin dan mengelusnya dengan perlahan.

" Tapi "

Kyuhyun melepaskan pelukannya membuat Sungmin nampak kecewa, namja itu berkacak pinggang sambil memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.

" Apa lagi Min ? Apa ucapanku belum cukup ? "
Ujar Kyuhyun yang kali ini menatap tajam kearah Sungmin.

" Aniya ... Aniya ... Cukup Kyu. Aku percaya. Mianhae, Jeongmal Mianhae Kyu Saranghae "
Sungmin memeluk tubuh Kyuhyun dengan erat, rasa takutnya ia tepis dan ia buang jauh-jauh. Kyuhyun membalas pelukan Sungmin sambil mengelus surai lembut milik Sungmin dengan pelan.

" Nado Saranghaeyo Lee Sungmin. "
Mereka berdua berpelukan, ditemani kunang-kunang yang menari-nari disekitar mereka dan memberi cahaya terang.

Biarkanlah mereka tersenyum saling mempercayai satu sama lain, agar Hubungan mereka tetap terjaga seperti batu karang yang tak pernah runtuh ketika ombak menghempasnya.

.

.

.

Malam semakin larut, kini giliran acara untuk mengetahui siapa Princess SnowFlake party serta Prince Snowflake party di Sekolahan mereka.

Semua siswa tampak berkumpul, dengan raut cemas mereka semua menatap penuh harap kearah MC diatas panggung.

" Baiklah kali ini saya akan mengumumkan siapa yang menjadi Princess / Prince Snowflake party tahun ini. Dan hasilnya adalah ... Princess SnowFlkae Party Senior High School ialah ... "

Suasana terlihat menegangkan, rasa penasaran serta jantung yang berdegup kencang menjadi satu. Kecuali Kibum yang kini hanya diam tanpa ekspresi sambil menggenggam tangan Siwon dengan erat.

" Hentikan Pokerfacemu itu Kibum, aku tau dalam hatimu kau merasa gugup "

Kibum tak mengindahkan ucapan Siwon, ia hanya diam sambil menatap lurus kedepan. Menunggu sang MC melanjutkan perkataannya.

" Kim Kibum, yang merasa mempunyai nama sebagai Kim Kibum dimohon untuk naik keatas panggung "

Semua siswa terlihat berbisik-bisik, pasalnya mereka tak percaya dengan apa yang selama ini terjadi. Kim Kibum yeoja Stoic yang terkenal pendiam menjadi Princess SnowFlake ? Tck tck tck ... Awesome

" Bagimana bisa ? Sulit dipercaya ... Mengapa bukan aku saja yang menjadi Princess Snowflake ? " Celetuk yeoja berambut ikal sambil menangkupkan pipinya dengan kedua tangan.

Siwon tak menghiraukan ucapan yeoja tadi, dengan senyuman lebar ia menuntun Kibum untuk maju diatas panggung.

" Chukkae ... My Princess " ujar Siwon membuat Kibum yang tadinya mematung seketika memerah karena perlakuan Siwon.

Kibum naik keatas panggung dengan ragu, ia merasa canggung dengan tatapan mata yang mengintimidasi kearahnya. Namun ia mencoba bersikap rileks dan cuek kemudian berjalan kearah tengah panggung.

Seseorang Panitia memberinya sebuah mahkota indah diatas kepelanya, dengan senang hati ia menerima mahkota tersebut.

" Chukkae Kibum "
Ujar panitia tersebut sambil menjabat tangan Kibum.
" Gomawo Hanbyeol-ssi "

Tak lama kemudian mereka semua bertepuk tangan, biarpun mereka tak terpilih bukankah mereka harus menghargai seseorang ?.

" Baiklah kini giliran pembacaan pemenang Prince SnowFlake tahun ini, dan yang berhak menyandang gelar Prince SnowFlake Party kali ini adalah ... "

Siwon menatap cemas, ia merasa gugup. Dengan was-was ia menatap kearah MC tadi. Berharap namanya disebutkan.

" Cho Kyuhyun Dimohon untuk maju keatas panggung. "

Deg

Siwon terkejut, dengan raut kesal ia memandang kearah Kyuhyun yang kini telah naik keatas panggung menemani Kibum.

Ia mengepalkan telapak tangannya, ketika melihat Kyuhyun dan Kibum sedang mengambil foto bersama.

Puk

" Sudahlah Oppa, bersikaplah biasa saja dan jangan terlalu over seperti itu. Kau terlihat seperti Monster "
Ujar Sungmin yang kini sudah berada disamping Siwon.

" Ya ! Sungmin-ah ... Kau tak lihat kekasihmu menempeli Kibum-ku eoh ? "

Sungmin terkekeh pelan, ia memukul pelan bahu Siwon sambil tersenyum lembut kearah Siwon.

" Sejak kapan Kibum Sunbae menjadi Kibum-mu ? "

Siwon memalingkan mukanya, dengan mood buruk seperti ini membuatnya malas untuk berdebat.

Sementara diatas panggung Kibum menatap Siwon dengan was-was, ia takut Siwon salah paham.

" Hei yeoja salju, sepertinya pangeranmu sedang merajuk " ujar Kyuhyun yang dibalas oleh Deathglare oleh Kibum.

" Kita sama Namja menyebalkan, tak lama lagi Kelinci kecilmu akan mengamuk kearahmu "

Gotcha !

Mereka berdua saling tertawa, mengingat kekasih masing-masing yang akan merajuk kearah mereka.

.

.

.

Incheon Airport

Disebuah bandara Korea terlihat seorang namja sedang menarik kopernya menuju kearah tempat tunggu. Ia duduk diatas kursi lebar, sambil menggenggam sebuah tiket pesawar untuk menuju ke Jepang.

Dalam hatinya ia masih ragu, ragu untuk meninggalkan Korea yang penuh dengan kisah-kisah tentang dirinya bersama seorang yeoja. Yeoja yang mampu membuat dirinya bangkit, yeoja yang selalu memberinya motivasi, dan yeoja yang selalu memberinya teguran.

Yah ...

Memang tak logis, namun itulah jatuh cinta. Seperti semacam kilat diatas langit, cepat dan sekejap.

" Penumpang AirLines menuju Jepang dimohon untuk segera bersiap-siap "

Namja itu bangkit dari duduknya, ia melangkahkan kakinya pelan sambil menggeret kopernya yang terasa berat.

Dari arah belakang, seorang yeoja sedang berlari kencang kearahnya. Nampak yeoja itu tergesa-gesa dengan nafas yang tersengal-sengal.

" Chang- hha ... Changmin ! Ya ! Tung-haa .. Tunggu ! " Ujar yeoja itu membuat semua mata memandang kearahnya termasuk Changmin, namja yang sedang duduk dibandara tadi adalah Changmin.

" Mwo ? "
Changmin menatap yeoja itu dengan pandangan terkejut. Sedangkan yeoja tadi, ia berhenti tepat dihapan Changmin sambil mengatur nafasnya. Setelah dirasa ia kuat, yeoja itu mulai mengangkat kepalanya untuk menatap Changmin dengan tajam.

" Ya ! Apa kau Tuli ?! Apa kau Buta ?! Apa kau Bisu ?! Kenapa kau ingin pergi meninggalkan Korea eoh ? Sebegitu putus asanya dirimu karna kakakmu tak pernah menatapmu sebagai pria ? ! " Ujar yeoja itu dengan tegas, ia berteriak hampir seluruh orang dibandara menatap perdebatan kecil mereka.

" Hey ... Aku itu tidak tuli, dan aku juga tidak buta dan apaan ? Kau mengatakan aku bisu ? Apa kau bodoh ? Aku bisa berbicara mengerti ! " Ujar Changmin membalas perkataan yeoja tadi tak kalah kerasnya.

" Lalu ... Lalu ... Hanya karna putus cinta kau kabur ? Dasar pengecut ! " Ujar yeoja itu sambil memukul dada Changmin membuat Changmin merintih kesakitan

" Ya ! Ya ! Ya ! Auw ... Hentikan ... Apa yang kau lakukan ? Hey... Dengarkan ! " Changmin mencengkram kedua tangan itu erat dan menjauhkan tangan kecil tersebut dari dadanya. Ia menatap yeoja itu sambil tersenyum meremehkan.

" Kau bilang putus cinta ? Aku tidak putus cinta bodoh ! Aku pergi meninggalkan Korea karna aku harus pergi ke Jepang untuk Sekolah. " Ujar Changmin sedikit melunak, yeoja itu melototkan kedua bola matanya. Jauh-jauh ia datang kebandara hanya karna mengikuti Changmin yang menghilang sehabis menontonnya menyanyikan lagu diatas panggung.

" Ja-jadi ... Kau tidak putus cinta ? Bu-bukankah kau menyukai kakakmu itu ? Apa kau sudah sadar ? "

Changmin melepaskan cengkraman yeoja tersebut, ia terkekeh pelan sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan.

" Ya ! Berhenti tertawa ! Apa kau tak lihat aku kecapaian mengikutimu terus menerus dan ternyata apa yang aku dapat ? Kau menertawakanku ! "
Ujar yeoja itu sambil mengerucutkan bibirnya.

Changmin menghentikan tawanya, ia menatap bibir yeoja itu yang kini telah mengerucut imut.

Terlintas sebuah ide jahil didalam otaknya, ia mengarhkan kedua jarinya untuk menjepit bibir sang yeoja.

" Hahaha ... Berhentilah mengerucut seperti ini. Atau kau mau bibirmu ini menjadi seperti bebek ? " Tanya Changmin yang tetap menjepit bibir sang yeoja meskipun yeoja itu menolak dengan mencoba menepis tangan Changmin.

" Emmm ... Ymmm .. Lemmmmpasshh...lmmm. "
Changmin yang merasa kasian dengan sang yeoja mulai melepaskan tangannya, ia mengelus pucuk surai kepala sang yeoja dengan sayang.

" Tck ! Sakit tau ! "
Yeoja itu mengelus bibirnya yang memerah akibat ulah Changmin. Changmin tersenyum untuk pertama kalinya ia tersenyum sangat lebar dihadapan seseorang.

" Penumpang Pesawat AirLines Jepang, dimohon untuk segera bersiap-siap. "

Changmin menghentikan senyumannya, ia harus pergi sekarang. " Hei yeoja aneh... Untuk terakhir kalinya aku ingin bertanya kepadamu "

Yeoja itu menatap Changmin " mwoya ? "

" Neo nuguya ? "

Yeoja itu tersenyum, tersenyum sangat manis dimata Changmin. Ia mendekatkan bibirnya pada telinga Changmin untuk membisikan sesuatu.

" ... "

Changmin tersenyum, setelah yeoja itu membisikan namanya.

" Arra... Kalau begitu Selamat Tinggal "
baru beberapa langkah kemudian Changmin berhenti. Ia berbalik menghadap yeoja tadi dan berlari mendekat.

Yeoja itu hanya diam, ia menunggu kedatangan Changmin yang sedang berlari kearahnya.

Chu~

Bagaikan disengat listrik yeoja itu membeku, ia membelalakan matanya saat Changmin tiba-tiba menciumnya.

" Tunggu aku... "
Ujar Changmin sebelum meninggalkan yeoja itu dalam kebisuan malam yang mencekam.

' Lee Taemin ... itu namaku, ingat baik-baik arra ! '

.

.

.

Malam itu disebuah jalanan yang seakan tak pernah sepi oleh pengendara dan penjalan kaki, seorang yeoja dan namja sedang berjalan berdampingan. Terlihat sang namja merangkul posesif tubuh sang yeoja yang kini terbaluti jaket tebal miliknya.

" Min "
Sapa namja itu sambil menatap kearah sang yeoja yang bernama Sungmin.

" Hmm "

" Apa ... Kau marah padaku ? "

" Aniyo "
Sungmin menggelengkan kepalanya singkat.

" Tapi ... Kenapa kau berbicara sesingkat itu padaku ? " Tanya namja itu sambil menghentikan langkahnya yang otomatis langkah Sungmin juga terhenti.

" Gwenchana... Hanya saja aku- "

" Aku apa Min ? "
Namja itu menangkupkan tangannya pada pipi Sungmin dan menatap dalam iris foxy milik Sungmin.

" Kyu ... "

Yeoja itu memanggil nama Kyuhyun dengan serak, ia memejamkan matanya seolah menikmati perlakuan Kyuhyun yang mengelus pipinya.

" Hah~ aku tau pasti kau kecewa bukan ? "
Namja itu melepaskan tangannya dari pipi Sungmin, ia meraih mahkota yang bersarang dikepalanya.

Sungmin menatap Kyuhyun dengan bingung, namun ia hanya diam saja membiarkan Kyuhyun berbicara.

Detik berikutnya Kyuhyun meletakan mahkota itu diatas kepala Sungmin sambil tersenyum.

" Meskipun kau bukanlah Princess SnowFlake, tapi bagiku kau adalah Princess in My heart Min ... "
Ujar Kyuhyun membuat Sungmin tersipu.

Chup !

Secepat kilat Sungmin berlari sambil memegangi mahkotanya yang akan terjatuh, setelah ia berhasil mencium pipi Kyuhyun dengan singkat.

Kyuhyun tersenyum, ia memaklumi perbuatan Sungmin yang malu-malu terhadapnya. Kemudian, ia berlari menyusul Sungmin dan meraih pergelangan tangan Sungmin untuk berjalan bersama.

" Kau senang ? "

" Ne aku senang Kyu, Gomawo "

" Saranghae "

" Nado "

.

.

.

Dikegelapan malam dan heningnya suasana Taman Kota, serta angin semilir yang berhembus menerpa helaian-helaian rambut mereka.

Mereka yang sedang duduk di ayunan, ayunan yang memiliki jarak pisah antara mereka berdua.

Kibum dan Siwon.

Setelah acara SnowFlake Party usai, mereka memutuskan untuk singgah diayunan Taman ini. Mengabadikan moment terindah yang pernah mereka alami.

Kenangan bahagia bagi Siwon.

Kenangan buruk bagi Kibum.

Kenangan yang tak akan pernah mereka lupakan berdua

Siwon mengayunkan ayunannya agar bergerak maju-mundur, menikmati udara dingin yang menyapa kulitnya. Sedangkan Kibum, ia hanya meluruskan kakinya yang mendarat diatas pasir halus.

" Apa kau lihat pohon disana Kibum ? "
Tanya Siwon memulai pembicaraan mereka, Kibum hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.

" Dipohon itu, tersimpan berbagai kenangan. Apa kau ingat ? " Tanya Siwon sambil mendaratkan kakinya diatas pasir untuk memberhentikan ayunannya.

' Ne kenangan saat tanpa sengaja kau membuatku menangis '
Ujar Kibum dalam hati, ia bangkit kemudian berjalan pelan menuju pohon tersebut.

Setelah sampai didepan Pohon itu Kibum menyentuh batang pohon tersebut dan merasakan ukiran-ukiran tangannya yang dulu.

" Masih tetap sama "
Gumam Kibum sambil tetap mengelus permukaan batang tersebut.

Siwon berjalan menghampiri Kibum, dan sekarang ia sudah berdiri tepat didepan punggung Kibum.

Grepp

" Apa kau masih ingat pertemuan kita di Pohon ini Kibum ? "
Tanya Siwon sambil menyenderkan dagunya dibahu kanan milik Kibum.

" Ne, saat itu kau memberiku sebuah kaleng minuman bekas yang berisi surat "
Ujar Kibum sambil mengingat-ingat awal pertemuan mereka.

' Ne dan aku mengingatnya saat aku mengambil gambarmu secara diam-diam di Taman ini '
Batin Siwon dengan senyuman joker miliknya, ia membimbing Kibum untuk berjalan disekitar Taman Kota ini. Mereka berdua menikmati indahnya sinar rembulan yang menerpa wajah mereka.

" Saat itu aku begitu terkejut ketika kau memberiku minuman kaleng kosong itu. Aku kira isinya air, tapi ternyata hanya selembar surat putih tanpa coretan yang kudapat "
Ujar Kibum sambil mengerucutkan bibirnya, ia sedikit sebal saat Siwon pernah memberinya surat tanpa tulisan. Namun detik berikutnya ia tersenyum mengingatnya lagi.

" Apa kau sudah membasahi kertas itu dengan air ? "
Tanya Siwon sambil menghentikan langkahnya.

" Ne, beruntung ada hujan yang datang. Jika tidak aku akan membuang kertas itu ditong sampah "

Siwon terkekeh pelan, ia membalikan tubuh Kibum agar menghadap kearahnya.

" Lalu ? "
Siwon mendekatkan wajahnya kearah Kibum, bisa dilihat bahwa hanya terpaut 5cm jarak diantara wajah mereka.

Kibum tersenyum, ia mengalungkan tangannya kearah leher Siwon.

" Kertas itu muncul sebuah sketsa, dan betapa terkejutnya saat Sketsa itu berubah menjadi sebuah lukisan "
Siwon merangkul pinggang ramping milik kibum dan semakin mempersempit jarak diantara mereka.

Semakin tipis

" Benarkah ? "

Detik berikutnya bibir mereka menyatu, saling menempel, memagut, mengecup. Menyalurkan sejuta perasaan yang sangat sulit untuk diutarakan dalam kata.

Kibum merasakan sensasi nikmat, sensasi yang tak akan pernah ia lupakan. Begitu banyak kenangan di Taman ini.

Kenangan buruk, kenangan menyedihkan, kenangan terindah melebur menjadi satu. Malam ini menjadi malam yang sangat berjasa bagi Kibum. Setidaknya mereka bahagia, dan akan selalu bahagia. Tak akan ada lagi Hurt For Fall, yang ada hanyala Smile and Stand Up.

Tersenyumlah Kibum, nikmati hari indahmu ini dengan tetap berdiri tanpa tiang penyangga. Nikmati hari indahmu dengan kekasihmu. Choi Siwon.

I went through the night, and another night, and another night

My memories are getting blurred

But you always stay in my heart and in my smiling eyes
You're the one forever~

END


annyeong ... ^^

akhirnya selesai juga, gimana ? udah pada kejawabkan siapa yeoja Misterius itu. dan Eng Ing Eng ... Lee Taemin lah cast terakhir saya.

Taemin : " annyeong ... readers ^^ salam kenal. semoga kalian suka dengan Acting-ku tadi ne. dan ingat ! jangan lupa review ;) "

Kyuhyun : " Annyeong ... gimana penampilan saya ? apakah saya tampan ?#sweatdrop. sebelumnya terimakasih udah baca ni FF, ya ... walaupun saya bukan Cast pertama, tapi nama saya selalu nongol "

Jenny : " yahh ... itusih karna oppa ngancem aku pake CD Game terbaru Limited Edition :( "

Kibum : " kalian semua bisakah diam sejenak ? kasian readerdul yang memandangi kalian dengan tampang cengo seperti itu. dan lagi Jenny-ssi kapan kamu Update FF Love In Hospital ? "

Sungmin / kyuhyun : " ne, kapan kamu update FF Nerd President Princess-nya ? tuh FF udah jamuran, panu, kadas, kurap, kutu air-"

Jenny : " ya!ya!ya! kalian ingin iklan atau apa sih ? #nunjukkearahKyuMin. Kalian tenang saja, nanti tuh FF bakalan Publish tapi gak sekarang "

Siwon : " sudah-sudah, tidak baik bertengkar didepan mereka( read: Readers ), mendingan sekarang Readers pada Review ya ... kasian tuh Author dari kemarin dia dimarahin Tutornya karena sering melamun mikiran gimana alur nih FF. Gomawo udah mampir ... "

Jenny : " correct ! dan untuk semuanya TERIMAKASIH ... AKU SAYANG KALIAN " #kecupBasah

Sibum + Kyumin : #bow " kabur ... ! "

RnR please ...