.
.
.
"Jangan berfikiran kotor."
Wonwoo bergumam pelan, sambil terus memperhatikan jalanan didepannya yang makin sepi. Mobil merahnya meluncur pelan di jalanan Seoul, sudah hampir mendekati rumah Mingyu.
Sebenarnya, ia sungguh canggung. Sesekali, sempat mencuri pandang dan lagi-lagi dia menemukan Mingyu menatapnya dengan pandangan yang err...
Bagaimana menjelaskannya. Ia juga tak bisa menerangkannya. Ya... pokoknya gitu lah...
Wonwoo merasa sesak mendadak.
Wajahnya terasa panas dan keadaan tiba-tiba canggung hingga tenggorokannya pun mendadak kering.
"Gyu..." Wonwoo mencoba mengajak namja bodoh di yang masih setia mengulas senyumnya itu untuk bicara.
Tapi, setelah bersusah payah mengeluarkan suara, Mingyu malah hanya diam.
"Gyu..."
"..."
Wonwoo mulai menduga-duga.
Apa sebenarnya apa yang menjadi pemikiran otak bodoh namja berwajah tampan disisinya ini?
Mingyu bahkan seperti tak merasakan pegal, hanya diam dalam posisi yang sama dan terus menatap Wonwoo.
Wonwoo mendesah, menghembuskan nafas perlahan untuk membuang perasaany kesalnya. "Aku tak bermaksud seperti apa yang kau pikirkan. It-itu... hanya spontanitas saja. Asal kau tahu aku tak benar-benar sadar saat mengucapkannya."
Wonwoo berhenti. Menunggu jawaban Mingyu.
"..."
Tak ada sahutan.
Dan kembali hanya diam.
'Shit!'
Wonwoo mengumpat dalam hati. Melihat Mingyu yang setia dengan wajah polosnya, tersenyum aneh entah memikirkan apa.
"Eumh... itu... aish lupakan sajalah."
"..."
Diam.
Dan lagi-lagi Mingyu hanya diam dan tersenyum, terus seperti itu. Semakin membuat Wonwoo jengkel hingga ke ubun-ubun.
"Yah!" Wonwoo berteriak keras.
Dia menepikan mobilnya dan kemudian menoleh ke jok sebelahnya.
Namja tampan yang duduk disisinya itu, tengah bertingkah bodoh.
"Hei! kau pikir aku akan seperti yeoja eoh? Saat kau melihat seperti itu nanti akan keluar semburat merah? Heuh... yang benar saja."
Tapi, namja itu tak menyahut. Lagi-lagi dia hanya tersenyum, dan itu semakin membuat Wonwoo hilang kesabaran. Wonwoo memutar tubuhnya untuk kemudian berhadapan dengan Mingyu. Dan tetap saja, Mingyu seperti patung bodoh yang bahkan bergeser pun tidak.
Namja itu hanya terpaku, pada satu titik hingga dia memulai fantasi gilanya dan sudah berkhayal entah kemana.
"Ck... wajahmu saja menunjukkan jika kau sedang berfikiran mesum." Wonwoo bergumam pelan, untuk kemudian menghempaskan tubuhnya ke sandaran jok yang ia duduki.
"Heum..." Mingyu mengangguk kecil. "Bahkan sejak di goda Jeonghan tadi, aku bukan melihatnya. Aku seperti melihatmu."
"Heuh... dalam mimpimu. Ck... sudahlah, kita pulang saja."
Mingyu menahan pergelangan tangan Wonwoo yang hendak memutar kunci mobilnya. Dan entah mendapat keberanian dari mana, dia mengarahkan tangan itu untuk menyentuh juniornya.
"Disini, sedikit sesak. Eumhhh... bisakah?"
"Mwo!"
.
.
PLAK!
.
.
.
Not Suitable for Children
.
.
Author : rainy hearT
Length : Series
Rated : T to M
Cast :
-Kim Mingyu
-Jeon Wonwoo
- Other SVT member
& Teman-teman yang lainnya
Pairing : || mean MEANIE ||
Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves
Genre : ||Drama || Romance|| Humor ||
Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo's || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||
.
Another PRESENT From Me
.
.
Just MEANIE
Please be Patient With me. Don't Like Don't Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.
.
.
Dan ... ini sambungan yang kemarin.
.
HAPPY READING
.
.
Chapter 2
.
.
.
Dan saat Wonwootengah sibuk dengan wajah kesal dan marahnya, Mingyu malah tampak seperti orang tanpa dosa.
"Heum... sepertinya wajahmu memerah." Mingyu berucap dengan polosnya.
"WAJAHMU YANG MERAH BODOH!"
Wonwoo berteriak keras. Ia baru saja mengeplak kepala Mingyu, berharap dengan begitu sisi kebodohan dari otaknya itu sedikit begeser, dan sepertinya percuma saja.
"Ish..." Wonwoo segera melepaskan tangannya yang masih dipegang Mingyu. Ia berusaha menjauh sejauh-jauhnya dari jangkauan Mingyu meski tetap saja dia hanya mentok di pintu mobil.
"Hei... kenapa bertingkah seperti aku akan memperkosamu? Atau kau memang minta untuk diperkosa disini?" Mingyu menggoda Wonwoo dengan gelagatnya yang benar –benar aneh.
Dan entah bagaimana, dengan cepat Mingyu sudah berpindah di jok yang diduduki Wonwoo.
Terpaksa mereka harus bersempit-sempit di jok yang memang tak seberapa dan ditambah lagi dengan kehadiran Mingyu.
"Yah! Menyingkirlah. Kita akan pulang, aku tak bisa menyetir kalau begini."
"Ah... kau mau melakukannya dirumah yah? Aih... so sweet Jeononu..."
.
PLAK...
.
Dengan seenaknyaWonwoo kembali menggeplak kepala Mingyu. Kali ini mungkin menggunakan tenaga yang sedikit berlebih dari yang sebelumnya, dan terlihat Mingyu mengeluh kesakitan dan hanya diam saat Wonwoo mendorongnya untuk menyingkir.
"Ck... melakukan apa? Dasar mesum!"
.
.
.
.
.
.
Mingyu memasuki rumahnya perlahan, sambil sesekali mengusap kepalanya yang terasa nyut-nyutan. Ia tak tahu, jika Wonwoo bisa memukulnya sekeras itu.
"Kurasa kau harus bertanggung jawab. Aku bisa bodoh kalau begini."
"Ck... biasa saja Gyu, jangan melebih-lebihkan."
"Bagaimana tidak melebihkan. Kau tahu, appa hanya punya aku. Nanti kalau aku jadi bodoh bagaimana? Apa yang akan kau lakukan? Ayo katakan!"
Wonwoo menghela nafasnya, dengan keras. Yeah... ia sungguh kesal. Rasanya ingin mencakar wajah Mingyu, menarik rambutnya hingga rambut tebal berwarna hitam itu tercabut semua dari kepalanya.
"Ah... terserahmu sajalah." Wonwoo menghempaskan tubuhnya. Ia bukan lelah, tapi kesal. Kesal setengah mati. Ia melirik ke arah kanannya, sedikit kebelakang. Seorang maid cantik yang menggunakan rok bawahan setinggi 20 cm diatas lutut.
Ia sedang mengagumi maid itu, tapi seketika saja maid itu menghilang dan berganti sesuatu yang aneh dihadapannya.
Untuk beberapa detik Wonwoo masih mencoba menyingkirkan apa yang menghalangi pandangannya itu hingga akhirnya ia menyadari, apa sebenarnya yang ada dihadapannya.
"Yah! Mingyu! Apa maksudmu?"
.
Brughh...
.
"Awww!"
Mingyu terjatuh ke lantai dengan sangat tidak elitnya. Ia mengusap pelan bokongnya yang tentunya semakin menambah daftar rasa sakit yang saat ini menempel ditubuhnya. "Wonie, kau ini jahat sekali. Apa ini namanya sahabat?"
"Yah! Itu salahmu! Apa maksudmu dengan memamerkannya begitu di depanku?"
"Tapi 'kan badanku jadi sakit semua. Kepalaku sakit dengan resiko bertambah bodoh, bokongku sakit, tuan muda kecil ini juga sakit."
"Yah!" Wonwooberteriak keras. Ia berusaha untuk kembali mendorong Mingyu sebelum akhirnya dengan sigap Mingyu menghindar dan berhasil duduk di sisi Wonwoo, meski sedikit berjauhan.
"Jangan jahat begitu padaku." Mingyu tersenyum nakal dan kemudian menaikkan tangannya seperti hendak merangkul Wonwoo, tapi sayang sepertinya usahanya percuma. Wonwoo pindah tempat duduk dan kini menjadi berhadapan dengannya.
Mingyu merasa sedikit kesal dan teracuhkan. Wonwoo kembali memperhatikan para maid yang sedang saling menunggu temannya satu sama lain. Mereka akan kembali ke rumah yang sudah disediakan di kediaman Kim dan beristirahat disana.
"Ck... kau melihat mereka seperti kau bisa turn on saja." Mingyu berbicara seenaknya sambil menyesap jus jeruk yang entah sejak kapan sudah ada disana.
"Aku bisa. Memangnya kau... tidak bisa turn on."
"Tapi setidaknya, saat on pun punyaku besar. Bahkan bisa kupastikan lebih besar dari milikmu."
"Heuh... bermimpi saja."
"Hahahhahaa..." Mingyu tiba-tiba saja tertawa. Ia kemudian kembali mencoba duduk mendekati Wonwoo.
Wonwoo yang merasa risih, mulai sedikit menghindar namun hanya memundurkan tubuhnya sedikit."Aku tahu kau berbohong. Pasti punyamu lebih kecil, mengaku saja."
"Ish... kau ini apa-apaan. Masalah begitu saja dibahas."
"Ayolah, kau pasti malu. Ah... aku masih menang darimu kalau begitu."
"Huh... sudahlah, sebaiknya aku pulang saja."
Wonwoo hendak beranjak dari duduknya, namun dengan mudah Mingyu menariknya kembali untuk duduk. Mingyu melihat ke arah depannya, tak terlihat satupun pelayan disana dan bisa jadi mereka semua sudah pulang saat mereka berdua tengah sibuk bertengkar.
"Mau apa? Aku mau pergi."
"Kemana?"
"Menemui Sohye mungkin." Wonwoo menjawab sekenanya, sambil meminum jus-nya. "Aku lupa kalau aku ada janji dengan Sohye.
"Heuh... bilang saja kau mau kabur."
"Kabur apa?"
"Yeah, kita belum menentukan. Punya siapa yang lebih besar, dan pasti kau malu karena punyamu kecil."
"Ish..." Wonwoo berdesis pelan. "Heuh... lupakan saja. Kau pikir aku akan terpancing dengan akal-akalan bodohmu. Lagi pula, aku tak akan bisa tegang hanya dengan melihatmu. Heuh... yang benar saja."
Wonwoo hendak beranjak lagi, sebelum akhirnya Mingyu bergerak cepat dan kemudian kembali menjatuhkan Wonwoo di sofa besar itu. Kali ini tak hanya mendudukkan namja itu, namun dengan sigap Mingyu sudah mengangkangi (?) kedua kaki Wonwoo.
"Mau apa kau?"
"Um... hanya memastikan saja."
"Apa?"
"Mana yang lebih besar."
"Kim!"
.
.
.
.
"Unghhhh..."
Wonwoo memejamkan erat kedua matanya.
"Tidak akan berdiri Gyuhh... unghhh..."
"Kenapa seyakin itu? Bahkan kau sudah mendesah seperti orang gila. Bagaimana bisa tidak berdiri? 'kan aku yang memainkannya."
Mingyu mengeluarkan smirk yang entah bagaimana, dan entah mengapa smirk itu malam ini terlihat berkali lipat lebih...
"Aku tahu aku tampan."
Wonwoo langsung melengos saat ketahuan ia tengah mengagumi wajah Mingyu.
Yeah, siapa yang tak akan terus berfikiran mesum saat melihat wajah tampan yang entah bagaimana begitu menikmati kegiatannya yang terus mengocok junior Wonwoo.
Sesekali, bibir Mingyu mencium ujung junior itu dan memainkan lidahnya di lubang yang terus mengeluarkan precum.
Sedangkan tangan Mingyu yang lain, sudah sibuk mengarahkan tangan Wonwoo untuk mengocok juniornya.
"Bagaimana, Wonu..."
"Ungghhh Shit!"
"Aish... little Jeon sangat mungil ternyata."
Wonwoo benar-benar ingin menghabisi Mingyu kali ini. Ia tak menyangka jika miliknya bisa on hanya dengan sedikit kocokan dari tangan nakal Mingyu, dan juga ia malah semakin merasa bahwa tubuhnya akan meledak dan panas saat bibir dan lidah nakal Mingyu mulai menjilat kepala juniornya.
"Kalau begini, maka kau Uke dalam hubungan kita."
"Mwoyaaaaa!"
.
Brughh...
.
Wonwoo kembali mendorong Mingyu hingga namjaitu jatuh terduduk diatas meja.
"Uke? Aku?"Wonwoo menunjuk dirinya sendiri tepat dihidungnya.
"Aku uke? Yah! Kau kira kau siapaku? Siapa juga yang mau menjadi pasanganmu? Dasar bodoh!"
Wonwoo bergegas hendak membenarkan celananya, namun Mingyu tak akan tinggal diam dan membiarkan mangsanya ini kabur dengan mudahnya.
Dengan cepat Mingyu melingkarkan lengannya di pinggang Wonwoo.
Wonwoo merasa ini salah. Ia kaget dengan perlakuan Mingyu. Terlebih saat ia mulai bisa merasakan desisan bisikan pelan di bawah telinganya.
Wonwoo berusaha untuk menyadarkan dirinya sendiri. Tapi sepertinya dia kalah dan percuma. Mingyu semakin menguatkan kedua tangannya untuk merengkuh tubuh Wonwoo.
"Hmmm... aku baru tahu, jika Jeon Wonwoo terbuat dari kumpulan permen."
Wonwoo begidik nyeri saat mendengar bisikan pelan Mingyu, dan dia berusaha untuk menghindar. Tapi mungkin untuk kali ini, stok tenaga Mingyu lebih banyak.
Wonwoo bahkan seperti tak bisa bergerak sedikitpun. Dia terkunci dengan sempurna dan mulai merasakan tubuhnya melemas.
.
Degh...
.
Sekali berdegub kencang. Seakan jantungnya tengah diburu oleh sesuatu. Wonwoo merasaknnya secara jelas. Dibelakang tubuhnya, dibelahan bokongnya yang sexy itu. Sesuatu yang mengganjal dan seperti terus berkedut berada di sana dan mulai mendesak belahan bokongnya.
Payahnya lagi, dia seperti terlena atau entah Mingyu yang mungkin tengah memainkan perannya dengan sangat baik.
Mingyu menurunkan zipper celana Wonwoo hingga tanpa sadar celana panjang itu sudah turun bersamaan dengan boxer hitamnya. Junior Mingyu yang memang sudah terbebas itu semakin bebas memanjakan bokong Wonwoo dan malah membiarkan junior itu terjepit indah dan nikmat diantara bongkahan kenyal Wonwoo.
Mingyu meludahi juniornya sendiri dan entah atas ajaran siapa, dengan seenaknya dia mendorong Wonwoo untuk menungging dan berpegangan pada sandaran sofa, sementara ia melancarkan juniornya untuk masuk, walau harus bersusah payah.
"Pabbo..."
Wonwoo tak menjerit, hanya merintih lemah.
"Mianhhe, tapi ini benar-benar ketat. Mianhhe..."
"Sakit paboya Kim Mingyu..."
"Euhh... aku akan membuatnya menjadi nikmat. Bersabarlah..."
.
.
.
.
TBC.
.
Ahahaha... Kentang!
#Ketawa setan
.
GamsaHAE ^_^
.
