Chapter 2

Rate :T

Genre :Romance,Family,Friendship,School life

Main pair:Markhyuck/markchan,Markmin,Nochan,Nomin

Support cast:Jaeyong,Ilyoung,Johnten,(Semua pemain akan keluar menurut cerita)

Warning :GS!,Semua pemain milik tuhan Yme

.

.

.

.

Haechan menggeliat di atas kasur empuknya saat sinar matahari tanpa sengaja menerpa wajahnya. "Eungh!" Haechan semakin menggeliat saat dia sudah sangat terganggu dengan silaunya sinar matahari. Haechan pun segera bangun dan beranjak menuju kamar mandi.

Setelah beberapa menit haechan pun turun dan menemui beberapa anggota keluarganya. Tapi saat dia ingin berteriak memanggil jaemin karena dia sudah memakai bando kesayangannya Jadi nyalinya sangat ciut saat melihat neneknya ibu dari ayah -Taeil- Ayahnya haechan-.

"Oh hai haelmoni?Apa kabar apakah kabar haelmoni baik baik saj-". "Sudah cukup basa basinya haechan-aa kau tidak perlu melakukan hal itu kepadaku karena pada dasarnya aku sangat tidak tertarik dengan segala perhatianmu itu!" Ucap neneknya sangat judes yang tadi sempat menyela perkataan haechan.

"Nenek!" ucap jaemin keras di ujung tangga sana. jaemin segera berlari menuruni tangga dengan cepat dan berlari menuju neneknya dan memeluknya.

"Haelmomi?Haelmoni kemana saja eoh?Kenapa baru datang sekarang?Aku kan sangat rindu dengan haelmoni"Ucap jaemin sambil mempoutkan bibirnya.

"Jaemin sayang,Maafkan haelmoni yaa,Haelmoni sangat sibuk jadi tidak ada waktu untuk menemui jaemin" ucap haelmoni sambil mengelus rambut jaemin sayang.

"Tidak apa apa,Haelmoni sekarang haelmoni sudah ada disini,Aku senang sekali sekarang bisa bertemu haelmoni" ucap jaemin sambil mengeratkan pelukannya kepada jaemin.

"Oh,Haechan-aa maaf aku tadi tidak memberitahumu saat kau tidur tadi entah kenapa aku ingin memakai bandomu jadi aku meminjamnya sebentar yaa,Aku ingin memakainya" ucap jaemin sambil tersenyum kepada haechan, sedangkan haechan hanya memutar bola matanya malas karena jaemin selalu saja seperti itu, Iya,Selalu saja kalau sudah meminjam barang selalu memberitahunya Kepada orangnya dulu malah main ambil saja! kan haechan kesel jadinya.

"Baiklah,Lain kali jangan seperti ini lagi jaemin-aa kau tau aku dari tadi mencarinya ternyata itu ada di kau pinjamlah,Tapi lain kali kau ha-".

"Sudahlah, haechan-aa jaemin kan sudah meminta maaf kepadamu kenapa kau terus memarahinya hmm?"Sela haelmoni lagi sambil menatap haechan tajam.

"Nenek,Aku tidak memarahinya aku hanya mengingatkanya agar dia tid-".

" Haechan berhentilah memarahinya!" bentak nenek kepada haechan sehingga membuat haechan terlonjak kaget.

"Ibu,Haechan tidak memarahinya haechan hanya mengingatkannya agar dia berbicara dulu kepada pemiliknya sehingga tidak membuat pemiliknya khawatir" ucap taeil menenangkan ibunya itu.

"Taeil-aa kenpa kau selalu membelanya eoh?,Dia itu tidak pantas dibela jadi jangan coba coba kau membelanya kasihan jaemin" ucap haelmoni sambil megelus lembut rambut jaemin. Haechan yang mendengarkannya Rasanya ingin menangis tapi eomma doyoung selalu saja menenangkannya dengan mengelus lembut punggunya dan rambutnya sayang.

.

.

.

.

Tuduhan Terhadap Doyoung.

.

.

.

.

Saat ini haechan dan doyoung sedang berjalan jalan didekat kebun sebelah rumahnya. Entah mereka ingin melakukan apa. Tapi sepertinya ada raut wajah sedih dari mereka berdua.

"Eomma,Kenapa haelmoni selalu memarahiku,apakah aku mempunyai salah kepadanya. kenapa saat aku ingin menasehati jaemin selalu aku dituduh bahwa aku memarahi jaemin" Ucap haechan kepada doyoung dengan mata yang siap menumpahkan kristal putih bening.

"Haechan-aa" ucap doyoung sambil mengelus lembut rambut haechan. Menenangkan haechan yang saat ini sedang sangat sedih. Dia juga tidak tau kenapa haelmoninya -Ibu dari taeil-(Dan juga menrtuanya) selalu saja memarahi haechan. apakah karena,kejadian 20 tahun yang lalu?. Tapi bukankah pada saat pernikahan doyoung dan taeil dulu mertuanya itu menyetujuinya?. Tapi kenapa dia masih membencinya?,Apalagi sekarang haechan juga terkena karenanya.

"Eomma" Suara lembut haechan mengagetkan doyoung dari segala lamunannya itu.

"Iya,sayang ada apa?" ucap doyoung sambil menunjukkan senyuman terbaiknya.

"Eomma,Kenapa ada polisi dirumah kita ada apa?,Apakah ada masalah?" Ucap haechan sambil menatap mata doyoung dengan alis yang bertaut menandakan dia sedang kebingungan sekarang. Iya,dia sangat bingung rumahnya itu jarang sekali kedatangan polisi. Tapi kenapa sekarang rumahnya kedatangan polisi? Entahlah.

Doyoung pun melihat kearah yang haechan lihat tadi. Dan benar disana sudah ada mobil polisi dan polisi itu juga siap untuk memasuki rumahnya. Dia juga tidak tau kenapa ada polisi dirumahnya.

"Haechan-aa,Ayo kita lihat kedalam mungkin ada sesuatu yang terjadi" ucap doyoung sambil menngandeng tangan haechan yang masih memasang wajah kebingungan. Setelah dia membuka pintu rumahnya, Disana dia melihat taeil -Suaminya-, Jihyun-Maertuanya dan juga haelmoni dari haechan dan jaemin-, Dan juga jaemin. Tapi dia heran kenapa mertuanya jihyun dan juga jaemin menatapnya dan menatap haechan sangat marah. seoalah- olah mereka melakukan kesalahan yang tidak akan pernah termaafkan.

"Apakah dia orangnya nyonya" ucap salah satu dari polisi itu.

"Iya,cepat tangkap dia oak polisi" ucap jihyun dengan tatapan nyalangnya yang sangat menakutkan.

"Baiklah,nyonya kami akan menangkapnya" ucap polisi itu sambil mengeluarkan borgolnya.

Dan tentu saja kejadian ini membuat bingung doyoung dan haechan secara bersamaan. Memang mereka melakukan kesalahan apa sampai mereka harus dilaporkan polisi?.

"Eh,tunggu pak polisi." ucap haechan menghentikan polisi itu saat polisi itu mau memborgol tangan mereka. Eh tapi,Menurut haechan bukan mereka tapi tangan ibunya saja yang hendak diborgol.

"Haelmoni, apa yang dilakukan eomma? kenapa eomma harus dilaporkan polisi ada apa ini haelmoni" Ucap haechan dengan alis yang berkerut heran. saat ini dia sedang sangat marah kepada haelmoninya. kenapa?Apa salah eommanya kepadanya kenapa haelmoni selalu membencinya?. Itulah pertanyaan yang sesang ditanya - tanyakan haechan.

"Hei!,Tanyakan itu kepada eommamu sendiri kenapa kau tanyakan kepadaku. Dasar,Eomma dan anaknya sama saja sama - sama penjahat" ucap jihyun sambil menunjuk haechan dan doyoung.

"Haelmoni!,kenaoa haelmoni selalu membenci eomma apa salah eomma kepada haelmoni!,Eomma sangat baik kepada haelmoni kenapa haelmoni selalu saja membencinya!?,Kenapa haelmoni" Ucap haechan dengan semua amarahnya. Untuk saat ini dia sangat marah, karena haelmoninya sangat kelewatan karena dia sudah mengatainya eommanya penjahat.

"Hei! Anak nakal kau sudah berani ya membentak haelmonimu sendiri! Dasar anak kurang ajar! Apakah perilaku seperti itu yang selalu ibumu ajarkan kepadamu!" ucap jihyun tak kalahh kerasnya sambil nafas yang terengah - engah karena dia sudah menahan emosinya sejak tadi.

"Haelmoni!,Ibu tidak mengajarkan seperti itu kepadaku dia selalu mengajarkan kepadaku tentang kebaikan kepadaku" ucap haechan yang saat ini sudah mengontrol emosinya saat ini. Dia tau dia tadi melakukan kesalahan yang sangat besar karena dia sudah membentak orang yang lebih tua darinya.

"Jika itu yang selalu diajarkan ibumu,Kenap sekarang kau berani membentakku haa!. Dasar anak kurang ajar!" ucap jihyun dengan menunjuk doyoung dengan jari telunjuknya.

Haechan tidak berkata sepeser kata pun sekarang. Dia sangat bodoh karenya, eommanya di maki maki oleh haelmoninya bahwa dialah yang sudah mengajarkan yang tidak benar kepada haechan. Tapi, sebenarnya doyoung-eommanya selalu mengajarkan kebaikan dan sopan santun kepadanya. Haechan bodoh! Dasar bodoh!

"Sudahlah, haelmoni. Pak maafkan kami, kami menarik kembali kasus yang kami laporkan kepada pak polisi tadi. Maafkan kami pak, Sekarang pak polisi boleh pergi darisini" ucap jaemin sambil membungkukkan badanya 90. Setelah itu, polisi itu pun segera melangkah pergi dari rumah itu.

"Eomma,Haechan. Jangan senang dulu bahwa aku sudah mencegah kalian memasukui penjara." ucap haechan sambil menatap polos kepada haechan dan doyoung yang masih setianya berdiri dengan kristal bening yang membasahi pipi keduanya.

"Eomma, Haechan tinggalkan rumah ini segera aku sudah sangat muak melihat kalian sekarang pergi dari rumah ini selarang juga" ucap jaemin sambil menunjuk pintu depan dengan tatapan marahnya.

"Jaemin! apa yang kau lakukan setelah kau melaporkan eomma kepada polisi dan sekarang kau mengusirku dan eomma!?. woah.. Jaemin kau sangat kejam sekali! Apa salah eokma kepadamu hmm? Apa!? dia sudah memberimu kasih sayang yang seolah kau adalah anak kandungnya sendiri!? dan sekarang apa yang kau lakukan padanya!? Hiks..hiks.. kau sekarang mengusirnya! apa yang kau perbuat jaemin-aa, Apa ini semua haa!-" Ucap haechan dengan emosinya yang meluap luap. Apa sekarang setelah dia melaporkan eommanya kepada polisi sekarang dia mengirnya juga !?. Dasar kau jaemin!.

"Haechan! sudah kenapa kau memarahi jaemin kau yaa-"

"Jaemin! Apa yang kau lakukan kepada ibumu! kenapa kau mengusirnya!,Aku kan sudah jrlaskan kepadamu kalau kejadian 20 tahun yang lalu adalah bukan sepenuhnya kesalahan doyoung!. Appa dan eommamu ridak pernah mengajarkanmu seperti itu!!" ucap taeil dengan kemarahan yang membara. Karena, dia sudah tidak tahan dengan kelakuan ibunya dan juga jaemin yang terus terusan menuduh doyoung. karena, sejak tadi dia sudah diam dan sekarang saatnya meberhentikan omongan tidak sopan ibunya dan jaemun keoada haechan dan doyoung sedari tadi.

"Taeil-aa, kenapa kau terus membela mereka. kau tadi juga menyela perkataanku hanya demi membela mereka kenapa kau ini sangat susah diberita-"

"Baiklah, Aku dan haechan akan pergi dari rumah ini. Tidak apa apa taeil-aa aku bisa menjaga diriku semdiri dan juga haechan kau tidak perlu khawatir" Ucap doyoung sambil menunjukkan senyuman manisnya.

Doyoung pun menarik tangan haechan menuju kekamar atas untuk membereskan barang barang mereka dan siap siap pergi untuk meninggalkan rumah ini.

Setelah mereka siap dengan semua barang barang mereka. Mereka pun turun dan berpamitan kepada semua orang yang ada disana. Tapi saat haechan berpamitan kepada jaemin. haechan memasang wajah sangat marah kepada jaemin dia sangat marah kepada jaemin karena dia sudah berhasil mengusir eommanya sendiri.

"jaemin, Ingat kata kataku ini. Pada saat kau mengetahu tentang semuanya kau akan pergi mencari doyoung eomma dan akan meminta maaf kepadanya. tapi, saat kau telah sadar dengan semua keslahanmu dan juga kejahatanmu itu semua sudah terlambat!, camkan itu jaemin-aa" Ucap haechan sambil menunjuk jaemin dengan jari telunjuknya.

Saat setelah haechan mengucapkan itu kepada jaemin dia pun pergi dari rumah itu. Rumah yang menurutnya akan diisi dengan kebahagiaan dan kekeluargaan sekarang menurutnya adalah rumah yang sangat memuakkan.

.

.

.

.

2 Minggu kemudian..

Setelah kejadian 2 minnggu yang lalu dirumahnya -Ah tidak rumah jaemin si gadis kurang ngajar! Ya,begitu mungkin lebih baik!. Haechan dan doyoung tinggal dirumah neneknya -Ibu doyoung. Dia lebih senang tinggal disini sekarang daripada rumah yang memuakkan itu. Dia juga bisa menghabiskan waktu banyak dengan neneknya yang jarang sekali bertemu. Hmm,Mungkin sudah 1 bulan aku sudah tidak mengunjungi nenek. Dan aku juga membawa berita yang bagus untuk nenek sebagai hadiah. kalian ingin tau apa beritanya? beritanya adalah dia lulus ujian dengan hasil yang memuaskan dia sangat senang sekali.

"Haechan-aa, Ayo turun makan siang dulu sayang kau dari pagi belum makan ayo cepat turun!" ucap doyoung setengah berteriak untuk memanggil haechan yang sedang berada dikamarnya lantai dua.

"Iya,Eomma aku turun" balas haechan yang sedang ada didalam kamarnya. setelah itu pun dia turun dan menyusul eommanya dan haelmoniya diruang makan.

Setelah itu acara makan siang pun dimulai. Tiadak ada yang membuka suara dimakan itu hanya suara dentuman piring dan sendok saja yang terdengar sampai mereka pun mendengar.

Tok!Tok!Tok

Bunyi kentukan pintu itu memberhentikan ketiga orang yang sedang asuk menyantap makanannya. Doyoung pun berdiri ingin membukakan pintu itu, Tapi dicegah oleh haechan. Menatap eommanya itu seolah olah dia berkata biar aku yang buka. Dan haechan pun berdiri dan berjalan menuju ke pintu utama untuk membukan pintunya. Tapi saat dia sudah membukakan puntunya dia sangat terkejut dan marah pada saat yang bersamaan karena yang datang adalah..

"Kenapa kau datang kesini haa!, Kenapa kau ingin menemui eomma? tidak jaemin-aa kau sudah terlambat pergilah dari sini!" ucap haechan sambil mendorong badan jaemin demgan kuat hingga dia hampir jatuh tapi jaemin menyeimbangkan tubuhnya sendiri agar dia tidaj terjaruh.

"Haechan-aa izinkan aku bertemu eomma sebentar saja hiks...hiks..hiks.. Ak- Aku ingin minta maaf kepadanya Ak- aku sangat jahat su- hiks.. sudah mengusirnya dari rumah haechana-aa aku sungguh minta maaf kepadamu dan juga eomma karena sudah menuduhmu dan eomma adalah penyebab kejadian 20 tahun yang lalu,Aku sungguh minta maaf haechan-aa biar- hiks.. biarkan aku bertemu dengan eomma sebentar saja" ucap jaemin terisak yang entah sejak kapan dia sudah menagis. jaemin juga memohon kepada haechan sambil memegang tangannya agar dia bisa bertemu eommanya dan minta maaf kepadanya dia sangat bodoh! kenapa dia mengusir eommanya sendiri dasar jaemin bodoh!.

"Woah..! sekarang kau menyangkut pautkan kejadian 20 tahun yang lalu, Apa yang kau ketahui tentang kejadian tentang 20 tahun yang lalu jaemin-aa!" Ucap haechan sambil memasang ekspresi meremehkan jaemin.

"Haechan-aa apa yang terjadi nak? kenapa kau berteriak teriak seperti it-" ucapa doyoung terpotong saat dia melihat putrinya jaemin sedng berdiri dengan wajah yang sudah basah dengan air mata.

"Jaemin-aa apa yang terjadi sayang, kenapa kau menang-"

"Eomma, hiks.. hiks.. maafkan ak- aku eomma, Ak- aku tau ak- aku tid- tidak pantas untuk bertemu eomma dan minta maaf Atas semua yang aku perbuat kepada eomma. eomma maafkan aku eomma maafkan aku hiks..hiks.." ucap jaemin sambik berlutut didepan doyoung dengan sesenggukkan.

"Jaemin sayang, eomma sudah memaafkanmu hiks.. jadi berdirilah sayang berdirilah" Ucap doyoung dengan air mata yang sudah merembes keluar dari mata indahnya itu.

Saat doyoung menyuruh jaemin berdiri naemin segera meyambar kepelukan doyoung. Jujur, Dia sangat merindukan pelukan hangat doyoung. dengan bodohnya dia mengusir seorang eomma yang sangat baik dan masih memaafkannya meski dia sudah bertindak dengan kurng ajar terhadapnya.

"Terima kasih, eomma, eomma maafkan aku hiks.. maafkan aku" ucap jaemin di pelukan doyoung.

"Iya sayang, eomma sudah memaafkanmu" ucap doyoung mengeratkan pelukannya. sambil mengelusi rambut panjang jaemin.

Setelah beberapa menit mereka berpelukan, mereka pun melepaskan pelukan itu dan tersenyum saru sama lain.

Setelah itu dia pun menoleh ke belakang untuk melihat haechan yang masih setianya melihat dia dan eomma berpelukan.

"haechan-aa, Apakah kau juga memaafkanku? haechan aku sungguh merindukanmu maafkan ku haechan-a maafkan ak-" tiba tiba ucapan jaemin berhenti kala tiba tiba dia merasakan ada seseorang yang memeluk tubuhnya dengan erat.

"Jaemin-aa aku juga merindukanmu, dan aku juga sudah memafkanmu, maafkan aku karena ku sudah bertindak kasar tadi maafkan aku " ucap haechan diperpotongan leher jaemin. Jaemin setelah mendengar kata kata yang keluar dari mulut haechan tersenyum dan membalas pelukan haechan. setelah beberapa lama mereka berpelukan mereka pun melepaskannya.

"Sudah, jangan menangis kau sangat jelek jika menangis seprti itu!" ucap haechan judes sambil mengusap sisa air mata di pipi jaemin. Tapi, saat jaemin diejek seperti itu dia malagh tersenyum. Sungguh,Dia merindukan haechan ejekan kepadanya.

"Wah? Apakah ada hala yang sudah kelewatkan hari ini?" ucap Eunseo haelmoni -ibu doyoung- sambil terkekeh.

"Haelmoni!, haelmoni jaemin sangat merindukan haelmoni, aPakah haelmoni sehat?" ucap jaemin antusias sambil memeluk eunseo haelmoni.

"Jaeminie, haelmoni baik baik saja sayang" ucap euseo haelmoni sambil tersenyum sangat manis. mendengar perkataan eunseo haelmoni membuat jaemin sangat senang.

"Tapi,Tunggu jaeminie kenapa kau terlihat kurus sekali hmm? Apakah kau tidak makan dengan teratur hmm?" ucap eunseo haelmoni memastikan. yang ditanya hanya menganggukan kepalanya membenarkan erkataan eunseo haelmoni.

"Iya,haelmoni dia sangat kurus sekli seperti semut !" ledek haechan sambil menjulurkan lidahnya kepada jaemin yang saat ini sedang melototkan matanya marah kepada haechan.

"Haechan-aa, awas kau yaan" ucap jaemin sambil menghampiri haechan. haechan yang sudah mlihat itupun segera berlari. dan terjadilah acar lari berlari antara haechan dan nain. doyoung dan eunseo yang mlihat itu hanya tersenyum melihat kelalakuan mereka yang seperti anak anak. Dan disaat yang bersamaan doyoung berdo'a kepad tuhan agar mereka selalu diberi kebahagiaan yang seperti ini.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Halo semua aku balik lagi di chapter 2 maaf yaa kalau penulisannya berantakan, typonya bertebaran. Maaf yaa kalau ffku ini mengecewakan. Dan aku berterima kasih kepada Kak "dumbdumd". Terima kasih udah baca ffku. kakak adalah ori baca ffku terima kasih yaa kak. kakak adalah orang pertama yang baca ffku. Terima kasih juga atas kritik dan sarannya .

Byee~~