Alasanku ?
Chapter I : Bagaimana Bisa?
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : AU, typo's, gaje, dll.
Uchiha Sasuke & Haruno Sakura
.
.
.
.
.
"Keluarga Haruno? "
Kizashi mengangguk singkat. Pelayan berpakaian formal itupun membukku hormat dam membuka pintu restoran mewah milih si sulung Uchiha itu.
"Keluarga Uchiha sudah menunggu Anda. Mari."
Mereka bertiga berjalan mengikuti pelayan itu. Yang sepertinya terlihat heran menatap gadis yang berpakaian terbalik dengan tuan dan nyonya Haruno. Bahkan pakaian mereka terlihat lebih pantas direstoran mewah ini daripada gadis itu. Sakura sadar tatapan itu. Tapi ia tak mau ambil pusing. Ia mengangkat dagunya. Berjalan angluh mengikuti ayah dan ibunya.
"Silahkan."
Ketiga pasang mata itu langsung menatap satu-satunya meja yang terisi di ruangan itu. Dan orang-orang yang ada dimeja itu langsung berdiri saat menyadari tamu yang mereka tunggu telah tiba.
"Maaf membuat kalian menunggu. Ada beberapa kendala tadi. "
Ucap Kizashi sambil menjabat tangan sang kepala keluarga Uchiha.
"Hn. Tak apa."
Fugaku menyambut tangan Kuzashi hangat. Sedangkan istri mereka sudah asik berpelukan ria.
"Bagaimana kabarmu, Mebuki. Kau terlihat semakin cantik."
"Ah kau bisa saja, Mikoto. Seharusnya kau mengatakan itu pada dirimu saja sendiri."
Senyum kedua wanita itu lebar. Terlihat jelas bahwa mereka bahagia.
"Sakura-chan...?"
Pandangan Mikoto teralih. Menatap gadis yang berdiri dibelakang Mebuki. Mendengar namanya disebut, gadis itu tersentak dan langsung menundukkan badannya.
"Ah ya. Salam kenal Bibi."
Tatapan Mikoto menyelidik. Menatap gadis itu intens. Sedangkan sang gadis tetdiam kaku. Dan mulai menarik sudut bibirnya perlahan.
"A-ada apa?"
Mikoto terdiam menatap wajah Sakura. Seketika onyxnya membulat dan senyum lebarpum tak terelakkan. Hingga refleks ia memeluk tubuh mungil Sakura.
"Kyaaa... Kau manis sekali sayang."
Sakura terdiam. A-apa? Manis? Dia sudah berusaha keras untuk ditolak dalam perjodohan ini. Tapi ... Sudahlah. Pasti hanya nyonya Uchiha yang beranggapan seperti itu. Ya pasti. Dan Sakura amat sangat yakin bahwa Uchiha Sasuke akan menolaknya.
"Baiklah. Mari duduk."
Semua kecanggungan itu berakhir. Sekarang mereka telah duduk rapi dengan menyantap makanan dihadapan mereka. Semua hening. Setidaknya keheningan itu bertahan hingga mereka menyelesaikan makanan mereka.
"Baiklah. Langsung ke intinya saja. Kalian taukan tujuan makan malam bersama ini? "
Sakura mengangguk dan menunduk. Menghindari tatapan setajam elang yang sedari tadi ia terima dari pemuda dihadapannya. Dia tau ini akan terjadi. Pasti pemuda itu amat sangat tidak sudi dijodohkan dengannya. Dia hanya perlu menjawab jika ditanya. Dan tentu saja, Sasuke yang akan dengan senang hati menggagalkan ini semua. Dalam hati Sakura tertawa licik.
"Nah sekarang bagaimana? Apa kau setuju Sakura-chan?"
"A-aku..."
Kepala pink itu terus menunduk. Tak berani mengangkatnya barang sedetik saja.
"Ji-jika Sasuke-san bersedia. Aku juga akan bersedia Bibi."
Uchiha Sasuke mengangkat sebelah alisnya tinggi. Dupandangibya gadis aneh yang menunduk dihadapannya itu.
"Bagaimana Sasuke-kun? "
Ucapan sang ibu memulai seringaian liciknya. Dan dengan mata yang tak lepas dari si pink itu. Ia menjawab..
"Aku bersedia. "
Dan tak ada yang bisa dilakukan oleh Haruno Sakura selain menatap Sasuke dangan kaget.
Sasuke POV
Aku tau harus menjawab apa. Tapi tak kusangka gadis itu akan menyetujuinya. Kepala pinknya tak pernah terangkat. Dan saat jawabanku keluar. Kepala itu langsung terangkat. Membuatku menatap langsung hutan damai dimatanya yang dihalangi kacamata tebal itu. Astaga. Itu... Indah. Dan ada apa denganku? Kenapa jantungku berdetak tak normal. Cih... Sial. Aku haris segera menutupi ketidak-uchihaan ku dengan mempertahankan wajah stoicku. Aku tak mau menjadi bulan-bulanan baka aniki ku itu. Tapi sungguh. Aku sempat merasakan pipiku memanas. Hijau dan pink. Menarik sekali. Lihatlah Haruno Sakura, hidupmu tak akan sama lagi setelah ini.
Sasuke POV end
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
.
.
.
Aneh..? Memang. Maka dari itu maafkan saya. Maafkan semua kesalahan. Saya akan berusaha lebih baik lagi. Maaf. Maaf. Maaf.
Dan terima Kasih buat yang bersedia membaca😀😀😀
Special thanks,
Miss Divania CheWitch, Sakura The Witch, dindra510, azure kawaii28, dina haruno, Chiaaats, 1MoreLight, teamoily, lufisa.2502.
