bregg seseorang meletakkan tas di bangku sebelahku. Sontak aku langsung menoleh kearah orang tersebut. Seorang namja dengan rambut coklat dan a little bit messy, berdiri disebelahku. Dia balas menatap mataku, lalu aku memberanikan diri menyapanya. "h..hai" kataku pelan. "Hai. Siapa kau?" dia bertanya padaku. "Aku Jae in, Lee Jae in. Murid baru disini" jawabku. "Murid baru? Pantas saja aku tak pernah melihatmu sebelumnya" katanya sambil tersenyum. Ahh senyumnya indah sekali ^^
Namja itu duduk di bangku sebelahku, lalu memulai pembicaraan. "oh iya, kenalkan. Cho Kyu hyun imnida" kata nya sambil memperlihatkan senyumnya lagi. "Ah ne" Aku mengangguk padanya. Lalu aku kembali mengerjakan soal.
"Jae in-ssi, apakah tadi ada tugas?" namja bermata iris coklat itu bertanya padaku.
"Iya, tadi Mrs Choi memberi tugas ini. Bab 3 halaman 39" jawabku.
"Ah ne, gomawo"
"Cheonma"
Lalu namja itu mulai mengeluarkan bukunya dari tas dan mulai mebalik halaman demi halamannya.
Aku mengambil handphoneku dari tas. Seungri oppa sudah membalas pesanku dari tadi ternyata.
*Seungri oppa*
Oppa baik-baik saja, saeng.
Yasudah belajar sana, semoga beruntung
*to : Seungri Oppa"
Ne, gamsahamnida oppa J
Take care
Aku memasukkan handphoneku ke dalam tas lagi. Namja di sebelahku masih mengerjakan tugas yang diberikan oleh Mrs Choi. Ah.. aku belum mengetahui jadwal pelajaran. Haruskah aku bertanya? Pada Cho Kyu hyun? Ciyuus? Miapah? *gampar author*
Dan well, aku memutuskan untuk bertanya kepada Cho Kyu hyun.
Author's POV
"Kyuhyun-ssi, errrr boleh aku meminjam jadwal pelajaran kelas X1? Aku ingin menyalinnya" Jae in bertanya sambil menatap Kyuhyun.
"Ah, ne Jae in-ssi, sebentar.." Kyuhyun mengambil tasnya, lalu mulai mengaduk-aduk isinya.
Beberapa saat kemudian, Kyuhyun menatap Jae in ... "Ah mian Jae in-ssi, aku tidak membawanya. Mungkin tertinggal dirumah." Kata Kyuhyun terlihat menyesal.
"Oh tidak papa Kyuhyun-ssi, maaf merepotkan" jawab Jae in sekenanya.
"Tidak kok, Bagaimana jika aku kirim lewat sms?" tawarnya kembali dengan senyum itu. Jae in semakin terpesona senyumannya.
"Ah, jika tidak merepotkan, Kyuhyun-ssi" Jawab Jae in sedikit sungkan.
"Em, kalau begitu, aku minta nomor telefonmu.." Kyuhyun mengambil Blackberry nya dari dalam tas.
Jae in memberitahu nomor ponselnya kepada Kyuhyun, dan Kyuhyun menyimpannya.
...
Jae in's POV
Aku berjalan menuju kafetaria sekolah. Pada jam istirahat, kafetaria ini lumayan ramai dengan para murid yang membeli makanan atau hanya sekedar nongkrong dan internetan. Aku membeli segelas Frappuccino, produk Starbucks Coffee kesukaanku. Aku mencari tempat untuk duduk, untung masih ada tempat yang belum diduduki. Aku duduk di sudut ruangan dan memutar musik dari iPod ku. Aku mendengarakan lagu-lagu karya Secondhand Serenade, band favoritku sambil mengamati sekitar kafetaria.
Kyuhyun's POV
Sepanjang jalan menuju kafetaria, gadis gadis kelas sepuluh yang lain terlihat memandangiku. Yeah ini sudah menjadi sebuah kebiasaan bagiku. Kalau hanya dipandangi saja tidak apa-apa, tapi jika sampai seperti kejadian waktu SMP dulu, salah satu teman cewek ku yang sangat gendut mengikutiku kemana-mana. Mengganggu sekali, Aish lupakan sajalah.
Aku berjalan menuju vending machine yang ada di pojok kafetaria.
Eh.. di tempat duduk dekat vending machine ada Jae In. Sendirian. Kelihatannya dia sedang mendengarkan musik. Terlihat dari earphone di telinganya yang tersambung dengan sesuatu touchscreen yang ada di tangannya.
Aku lanjut berjalan ke vending machine, memasukkan 1 koin dan memutuskan untuk memilih 7UP saja. Lalu aku berjalan kembali ke arah luar kafetaria. Aku melihat Jae In lagi, dia masih asyik dengan sesuatu, yang mungkin itu iPodnya, karena tadi waktu di kelas aku lihat handphonenya tidak seperti itu. Eh? Apa peduliku? Aku terus berjalan menuju ke kelas.
Di kelas, keadaan seperti pada saat istirahat biasanya, sepi. Semua pada keluar, yang berarti kesempatanku buat menyendiri. Ya, aku tidak begitu suka bergaul terlalu dekat dengan orang lain, karena ayahku adalah pemilik sekolah ini, banyak teman-teman yang ingin membuat semacam "grup" *ya kaya BBF gitu* yang mana aku tidak suka. Jadi aku memutuskan untuk tidak bergaul terlalu dekat dengan temanku, tapi tidak berarti sombong juga. Selama menurut pandangan orang lain aku cukup ramah, yeah it's fine. Aku meminum beberapa teguk 7UP ku, dan membuka handphoneku. Aku melihat kontak lee jae in, lalu mengunci handphoneku lagi. Aku jadi bingung dengan sebenarnya apa yang kulakukan?
Yah mungkin semua ini karena selama ini aku tidak pernah meminta nomor telefon orang lain. I feel like antisocial -_-
Author's POV
Bel tanda masuk selesai istirahat telah berbunyi. Murid murid kembali ke kelas lagi.
Pelajaran hari ini dilanjut lagi dengan bahasa inggris dan kesenian.
Jae in's POV
Sebelum pulang ke rumah, Aku membawa mobilku ke supermarket untuk membeli beberapa keperluan. Aku membutuhkan beberapa instant food, sayuran segar, saus maple, dan roti tawar. Persediaan makanan cepat sajiku sudah menipis hehe -_-v
Setelah itu, aku pulang ke rumah.
Dan di rumah, kegiatanku hanya menonton TV, atau Internetan -_-
Sedang asyik baca timeline twitter, drrrt drrrrt handphoneku bergetar. Aku mengambil hanphoneku yang tergeletak disampingku di karpet ruang tengah.
1 Message Received!
*From: 016-111-XXXXXX*
Hey Jaein-ssi.
Hmm, kira-kira siapa ya yang sms si Jae In? Tunggu Chapter 3 nya yaah. Keep Rean and Review, thankyou :D
