Halo~~~~
Masih belom kapokkan sama author?
Jangan kapok-kapok kalo bisa/plak/
Anywho, author cuma ikut memeriahkan fandom ini, iya masa masih dibawah 600 di ff. net?!
Brak!
*Meja saniwa rusak, Author di buang ke sungai*
Saya tIDAK TERIMA!
*Byuuurr!*
Warning(s);
Humor garing, nyimpang(?), OoC, toudan yg dilaknatkan, Saniwa jadi ketua RT(memang namanya 'Saniwa'), drama, percobaan pembunuhan, perencanaan pembunuhan pake jebakan tikus(?), cogan-cogan baper, kakek-kakek muda(?), dan beberapa yang saya tidak mampu sebutin.
.
.
.
Chapter 2
.
...
...
"Kakaka! Shimai!"
"Ada apa, kyoudai?"
"Kamu liat kaos kakiku nggak?"
"Bentar yah, kyoudai. Kak Hori! Liat kaos kaki yang kujemur kemaren gak? Itu rupanya punya kak Bushi!"
"Enggak! Cari yang laen aja!"
"Kakaka! Baiklah, kyoudai!"
.
.
.
"Aku gak yakin ini punya Yama-chan."
"...Terlalu gede buat kakinya yang ramping..."
"Jadi...?"
Izumi yang gak sengaja lewat pos kampling, langsung tertawa terbahak-bahak.
"Itu kaos kaki Yamabushi!"
"Huh?!"
Izumi langsung ngacir, dengan niat untuk lapor ke Mama Hori dan Ketua RT tentang maling jemuran.
Siapa yang mengira ada cowok-cowok mesum dikompleks mereka?
.
..
...
..
.
"Permisi,"
"Kak Ichi!"
Manba menoleh dan mendapati kakak tertua dari si kembar Toushirou, Gokotai, Houchou, Hakata, dan Akita telah tiba.
"Nah~ Kak Ichi sudah disini," ucap Manba dengan nada membujuk saat Houchou malah menggenggam erat celemek yang ia kenakan, tanda bahwa si bocah gak mau pulang.
Dan jauh dari kak Manba.
"Aku mau sama kak Manba aja!" Houchou menggembungkan kedua pipinya, memalingkan pandangan dari orang dewasa yang ada di kelas.
Ichigo serasa mau menangis.
Antara gak rela adik-adiknya lebih milih Manba, sama terharu melihat Manba mau mengurus adik-adiknya.
Memang cocok jadi istri.
"Tapi Houchou-kun," ucap Manba, jari lentiknya berusaha melepas genggaman erat si anak dengan kelembutan dari seorang ibu. "Kak Ichi nanti nangis lagi loh,"
Jleb!
"Biar!"
Ichigo tersedak biji kedondong.
"Gak boleh gitu. Houchou-kun kan anak baik."
Makasih calon istri...
((((Calon istri pala loe kehantam tronton!))))
Lupakan amukan dari beberapa orang diatas.
"Tapi kak Ichi gak bisa buat biskuit kayak kak Manba! Apalagi manisan! Untuk apa pulang ke kak Ichi!"
Zrrrrt!
Saat adik maunya sama calon istri...
Ichigo pengen pundung di pojok, tapi jaga image, buat sang calon mamah buat keturunannya.
Koki ternama aja di tolak mentah-mentah.
"Tapi kak Manba gak bisa ngajak Houchou-kun jalan-jalan, apalagi ke taman bermain."
'Sekalian ku ajak nge-date mau gak, neng?'
Coba kalo Ichigo itu frontal kayak Kakek Bangau ato Kakek Bulan, abis deh si Pangeran dirajam ma bodyguard si puteri.
"...iya sih.." guman Houchou pelan, yang akhirnya mau lepas dari Manba. "Sampai jumpa besok, kak Manba!"
Cup~
Ichigo beku di tempat, matanya melebar seakan dia baru melihat hantu.
Adiknya baru nyipok pipi sakral Yamanbagiri Kunihiro!
"Iya, hati-hati dijalan yah?" dan Manba sepertinya tidak menghiraukan tanda kasih sayang itu, dia malah tersenyum lembut kearah Houchou.
"Aku juga mau!"
Ichigo memucat saat adik-adiknya yang lain juga mencium pipi Manba, tapi Manba Cuma tertawa kecil dan menepuk kepala mereka.
Diduluin sang adik, rasanya nano-nano juga...
"Ayo pulang, kak Ichi!"
Ichigo mengangguk pasrah, senyuman lemas tersungging diwajah tampannya. Kaki Ichigo hampir ikut lemah waktu Manba tersenyum kearahnya sehingga dia lupa caranya berbicara.
"Hati-hati dijalan." Ucap Manba seraya melambai tangan.
"Y-ya..." paksa Ichigo. "Sampai j-jumpa, Yamanbagiri-dono..."
.
.
.
"Cieeee~~ yang abis ketemu pujaan hati~"
"M-Midare!"
"Kak Ichi sampe kehabisan kata-kata~"
"Ah~ coba Kak Naki sama Onimaru-oji-sama di sini, bakalan lebih heboh."
"Bisa-bisa Onimaru-oji-sama ngejodohin kak Manba dengan kak Ichi!"
"Kalo enggak ditebas sama Kak Hori dulu!"
Sontak, adik-adik (biadab) tersayangnya tertawa terpingkal-pingkal, membuat Ichigo ingin menghukum mereka.
Tapi tetep aja, Ichigo masih sayang dengan mereka. Biadab atau tidak, adopsi atau bukan, mereka tetap adik kesayangan Ichigo.
Seandainya Manba bisa jadi istrinya, lengkap sudah hidup Ichigo; hidup berdampingan bersama istri dan adik-adiknya~
"Bang! Jangan ngelamun!"
Plak!
"Pasti ngelamunin kak Manba!"
Gusti, salah apa dia sampai harus disiksa sama adek sendiri...?
.
.
.
Dikediaman Kunihiro beberapa hari kemudian...
"Kyoudai, aku mau tanya,"
"Tanya apa, shimai?"
"Ichigo-san ngirim ini, maksudnya apa yah?"
Mata Hori dan Bushi melebar saat mereka melihat isi didalam kotak yang ada ditangan adik tersayang mereka.
"Kakakakakaka! Boleh pinjam, shimai?"
"Untuk apa?"
"Buat dikembalikan donk~ hahahaha~"
"Ok."
Kotak itu berisi gaun pengantin, lengkap dengan tudung dan aksesorinya.
Ichigo 'Pangeran Stroberi' Hitofuri, siapakan mental dan fisikmu...
.
.
.
Sekian~
It's time to ngebacot bales review~
KiraKira Holic : Makasih udah nge-review! Kasen itu tipikal pembantu xD /digapok ember/
Seokftw : Kita semua perlu orang bijak disisi kita/author sok bijak/ ati-ati loh kalo sama Mika-jiji ;)
Keishu Tsuki : Mau di jadiin apa? xD ati-ati ntar di hantui kyoudainya Manba loh~
Mwehehehehehehe : Hati-hati, kena amukan sang kakak, kelar hidup xDDD
Yukimarui : Makasih~! Tapi kalo ngurung Tsuru, ati-ati kena 'Odoritaka?!' nya loh /nyengir kuda/
Nik-ita774 : Makasih! Dan pastinya! Kane-san pun masuk kategori seme takut uke xD (seme mana yg gak takut ukenya? Gk dijatah 5 bulan ngenes yg ada xDDD /di tebas Kane-san/)
Windy : ;D eeeaaaa, cuci mata cari yg seger2 xD
Makasih sudah meluangkan waktu buat baca dan review ff absurd ini m(_ _)m.
Question time~
ManbaHarem or TsuruHarem?
Jujur, aku sempat terjun ke TsuruHarem, para Kakek ketemu Kakek :"v yang muda cuma CCP kebawah ampe Ichi. Sempat pula ke IchiNaki '-' dan beberapa pair ajaib lainnya.
I'm fine with any pair except Bushi x Manba '-' so don't be surprise if I publish crack pair, rare pair, or even my otp.
Buh-bye~~
Sampai jumpa~~
Ja ne~~
