Hello~
Chapter 5 spesial buat seokftw dn MWEHEHEHEHEHEHEH ~
Enjoy~
.
.
.
...
..
.
"Kyoudai,"
"Yah, kyoudai?"
"...kemana shimai?"
"..."
"..."
"Shimai ilang?!"
.
.
.
Pertama-tama, Manba gak ilang, dia lagi nemenin temannya keliling kompleks. Dan lagipula, Manba kan sudah gede, kakak-kakaknya aja yang lebaynya kelewatan.
"Jadi, kamu ngajar di TK?"
Manba mengangguk.
"Belum ada setahun sih," jawab Manba. "Tapi, anak-anak kompleks sini lucu-lucu."
Temanya tersenyum penuh makna.
"Paman bilang, kalo gadis akrab dengan anak-anak, berarti jodohnya sudah dekat." Goda gadis berambut seputih salju disebelahnya.
Manba memerah.
"Apaan sih, Naki," geram Manba, memukul bahu teman karibnya itu. "Kalo gitu, kamu juga sama."
Naki tertawa kecil.
"Ah, sayangnya, paman dan Ichigo melarangku menikah sebelum usia 27," balas Naki dengan santai. "Lagian, aku baru 21, masih muda."
"Awas, ntar gak gede-gede loh."
"Pfft-!"
Mereka tertawa bersama, tidak sadar akan beberapa mata yang tidak lelah memandangi kedua gadis cantik berjalan disekitar kompleks.
"Apa itu temennya neng Manba?"
"Cantik juga. Tapi cintaku tetep buat Yama-chan seorang!"
Plak!
"Pelan-pelan, geblek! Ntar kedengeran mereka!"
Woi, jangan stalking anak gadis orang, di tebas bapaknya, mati ditempat loe pada.
Ngomong soal bapak...
"Hoho, kalian sedang apa? Menguntit anak-anak gadisku, hmm?"
Para Cogan kompleks merinding mendengar suara sang papih, sadar bahwa nyawa mereka dalam bahaya.
"Errr...e-enggk!"
Papih Kogarasu tersenyum dengan manis(dan sadis).
Kembali kepada para gadis, Naki bertanya-tanya suara jeritan apa tadi.
.
.
.
"Manba, kamu kenal anak itu?" tanya Naki setelah mereka selesai berkeliling. Mereka berniat melewati pos ronda, karena jalan disana lebih dekat ke rumah keluarga Awataguchi.
Tetapi, Naki melihat sesosok anak tengah duduk di pos ronda yang kebetulan kosong.
"Ah, itu Sayo-kun!" jawab Manba, yang kemudian menarik Naki untuk bergegas menuju pos ronda.
Tibanya mereka di hadapan Sayo, mereka terkejut melihat air mata berjatuhan dan membasahi pipi serta pakaian Sayo.
"Sayo-kun?" panggil Manba dengan pelan, perlahan mendekati sang anak. "Sayo-kun kenapa sendirian disini? Kakakmu dimana?"
Sayo mengangkat kepalanya dan terkejut melihat gurunya berada di hadapannya.
"K-kak Manba...?" lirihnya.
Manba mengangguk sekali.
Dan itu cukup untuk Sayo.
Sayo langsung meraih dan menyembunyikan wajahnya kedalam perut guru kesayangannya itu.
"Sayo-kun...?" tanya Manba, yang mulai panik, melirik kearah Naki yang juga ikut panik.
"A-aku gak t-tau ja-jalan pulang!"
Manba menghela nafas lega, tangannya mengusap kepala Sayo untuk menenangkan sang anak.
"Kalo gitu, kak Manba antar pulang ya?" tawar Manba, mengangkat Sayo untuk menggendongnya karena sepertinya, Sayo masih belum tenang sepenuhnya. "Ah, ini teman kak Manba, namanya Nakigitsune, panggil aja kak Naki gak papa." Lanjutnya, memperkenalkan Naki kepada Sayo yang sudah mulai tenang.
Naki tersenyum lembut kearah Sayo.
"Senang berkenalan denganmu, Sayo-kun." Sapa Naki, yang berhasil membuat Sayo malu-malu.
"S...salam kenal...kak Naki..." guman sang anak, memegang erat kain yang ia pegang.
"Nah, ayo," ujar Manba. "Kakak-kakakmu pasti khawatir sekarang. Kak Naki juga bakalan ikut kita."
Sayo mengangguk, senyumnya samar, tapi Naki melihatnya.
Perjalanan mereka pun dimulai kembali.
Tanpa ada yang mengikuti.
.
.
"Osayo!"
"Kakak!"
Manba menurunkan Sayo yang langsung disambut oleh Souza.
"Kemana aja kamu? Kakak sampai khawatir!"
"Syukurlah kau kembali," hela Kousetsu lega, tersenyum kearah Manba dan Naki. "Terima kasih sudah mengantarkan Osayo pulang, kami sudah mencarinya kemana-mana."
"Ah, tidak papa," balas Manba. "Yang penting Sayo-kun gak kenapa-kenapa."
Kousetsu mengangguk setuju, merasa beban berat sudah terangkat dari bahunya.
"Ah, kakak-kakakmu juga mencarimu, Yamanbagiri," ujar Souza yang masih memeluk Sayo. "Itu sampai menyebarkan selembaran."
Mata tertuju kearah selebaran-selebaran yang di paku di tembok, sebuah foto orang hilang memenuhi seluruh tembok tersebut.
Naki mendekati tembok tersebut.
"Tolong pulangkan adik kami. Kami gak bisa hidup tanpanya. Dan jika salah satu dari para kakek atau cowok kompleks yang bawa kabur adik kami, bersiaplah bertemu mimpi burukmu..." baca Naki dengan keras. "...well, senggaknya kakakmu belum memanggil tim intel ataupun angkatan udara, darat, maupun laut."
Manba menutup wajahnya dengan tangannya karena malu.
"Sudah pernah," balas Manba. "Gitu-gitu kak Hori veteran kapten perang, dan kak Bushi akan naik pangkat jadi komandan.."
"...tapikan masih muda...?" ujar Naki yang tidak percaya akan pangkat kakak Manba.
"Kak Hori masuk militer setelah lulus SMA dan kak Bushi ngikutin jejaknya, bedanya, kak Bushi masuk angkatan udara...dan kak Hori masih berhubungan dengan jendral angkatan udara, darat, maupun laut..."
"...bakalan mati cowok yang naksir kamu, Yama," koment Naki, tidak sadar betapa benarnya perkataannya.
Kousetsu dan Souza berdoa untuk para cogan dan kekgan yang naksir sama Manba.
"Cowok mana pula yang mau orang kayak aku..." Guman Manba sebal. "Gak ada anggunnya sama sekali, aku juga gak cantik-cantik amat. Kakakku aja yang berlebihan..."
'Ya gusti...' pikir Souza. 'Ni bocah polos banget. Apa gak sadar banyak yang ngantri...?'
"Tapi kak Manba cantik kok,"
Manba mengerjapkan matanya, ditatapnya anak didiknya itu sebelum sebuah senyuman memperindah wajahnya.
"Kak Souza lebih cantik," balasnya, nadanya terdengar jenaka bagi orang dewasa, tapi bagi anak kecil seperti Sayo, itu cukup serius. "Kak Naki juga."
"Tapi kak Manba sama!" sontak, Sayo berseru, mengagetkan semua yang ada. "Iyakan, kak Kousetsu?" ditanya kakak tertua, dan jujur, Manba gak kuat.
Sayo terlalu manis.
"Kecantikan yang abadi itu dari hati," Kousetsu masih mau selamat. "Semakin baik hati seseorang, semakin cantik orang itu."
Manba terkekeh pelan, Naki tersenyum kepada dirinya sendiri, dan Sayo terlihat bangga karena kakaknya setuju.
"Iya, makasih," ucap Manba, tangannya mengusap rambut Sayo. "Kakak pulang dulu ya? Jangan mau di ajak orang yang gak dikenal yah?"
"Un! Terima kasih kak Manba, kak Naki."
"Hati-hati di jalan, dan terima kasih banyak."
Naki melambai kepada Sayo, sampai mereka jauh dari keluarga Samonji.
"Waktunya gerebek kakakmu?"
"Pasti."
.
.
"Aku pulang-kyoudai! Ini semua maksudnya apa?! Kenapa banyak selebran kalo aku hilang?!"
"Shimai! Dari mana aja kamu?! Kak Hori sampe kerumah Ketua RT cariin kamu! Gimana kalo kamu diculik sama om-om mesum?!"
"Kayak ni om kawe."
"...kejem amet loe sama gue, Hachi.."
"Kakaka! Kamu dari mana, shimai?!"
"Ngajak Naki keliling kompleks terus nganterin Sayo yang kesesat pulang."
"..."
Krik...krik...
"...oh, kalo gitu gak papa. Langsung cuci tangan ma kaki, terus ganti baju, bantuin kakak masak makan malam yah?"
"Iya, kak Hori."
"..."
"...Kalian itu memang...ajaib.."
"Kakaka! Mau tinggal buat makan malam?"
"Boleh, masakan Hori pasti asli."
"...kak Hachisuka..."
.
.
.
XDDDD
Keluarga Kunihiro memang beda dari keluarga2 lain xD
It's time to ngebacot bales review :
Nik-Ita774 : Kurang banyak apanya xD
MWEHEHEHEHEHEHEH : Ni pesanan anda~ soal Sohaya, hehe ntar dulu ;)))
seokftw : sama-sama xDD ni baru Samonji dulu~ ntar Nikkarinya~/sang istri sedang menemani kakaknya bertapa, yang sabar ya Ishi-papa xDDD/plak/
KeishuTsuki : Tampang uke suara seme :"v kalo Yagen kayak om-om xD coba kalo yg gak pernah denger suara Yagen, dikira pasti cuma satu orang yang nyanyi xDDD
Kirakira Holic : Manba mah, di Katsugeki kayak lagi PMS :"D
Disitu saya agak kesel, soalnya Higekiri ma Hizamaru dapet, Yagen ma Honebami juga dapet, bahkan jiji ma bangau juga dapet! Kenapa staff Katsugeki?! Kenapa?! /Gebrak meja/
Di ep 13?! Masa sih?! Waktunya rewatch! Dn makasih atas dukungannya m(_ _)m
kyoya misaki : Buat mas kawin :P xDDD memang barokah pas didengerin, sempat fangirlingan sendiri ahhhh! Gak kuat!
Papihnya tak merestui, dukun siap mengajukan diri/apaan woi!/
Mkasih atas dukungannya m(_ _)m
Author berterima kasih kepada reader-tachi yang masih setia membaca maupun me-review fic ini m(_ _)m.
Question time~
Haruskah YamaNaga dan Onimaru dimasukin?
Yg jlas YamaNaga punya rambut pale blond dan panjang kyak rambut Kashuu, warna matanya aquamarine, sementara Onimaru rambutnya abu-abu dn panjang smpe paha, lurus, warna matanya coklat kemerah-merahan.
Idk, YamaNaga bisa jadi sepupu jauh Kunihiro ato paman...? /Eeaaaa, para paman gak rela keponakan di embat cowok manapun~/sadar woi!/
Sekian~
Ja ne~
