Yo! Author zombie balik lagi!i

Dgn chapter 6~

.

.

.

"Shimai?"

"Ya?"

"Siapa Hizamaru?"

"Hiza...ah, temen aku dan Naki. Memang kenapa?"

"Ini orangnya."

"YAMANBAGIRI! ANIJA LUPA NAMAKU LAGI!?"

.

.

.

Tok tok.

"Sebentar!"

Manba menunggu dengan sabar didepan pintu, sementara Hiza masih tetap sembunyi dibalik tubuhnya yang lebih mungil.

Click.

"Iya, siap-eh! Kak Manba! Cari kak Naki apa Kak Ichi?" Tanya satu-satunya adik perempuan Ichigo.

"Cari Naki," jawab Manba dengan tenang.

Prang!

Dua pasang mata mengerjap heran.

Tapi Midare hanya tertawa sambil melambaikan tangannya.

"Paling kucingnya Gokotai," alasan Midara cukup masuk akal dan mudah di percaya. "Silahkan masuk."

.

.

.

Astaga, jauh-jauh datang ke Kompleks Citadel, cuma buat ngelapor.

Sadar gak sih, kalo Hiza itu secara harfiah kabur dari rumah?

Apa Hiza lupa kalo rumah dia dan Kompleks ini lebih dari 3 jam perjalanan naik mobil...?

Ni kakak-beradik memang rada-rada.

"Ya ampun, Hiza..." Naki aja sampe menghela nafas panjang. "Kakakmu bakalan meratakan kompleks ini mencari kamu..."

Sayang, Hiza gak percaya akan kebenaran itu.

"Dia aja gak ingat namaku," ketus gadis berkuncir ponytail itu. "Mungkin dia sudah enggak sayang sama aku..." lirihnya, yang jelas sedih akan khayalannya sendiri.

Manba pengen facepalm, tapi dia bisa baca situasi untungnya.

"Ya udah," sela Manba. "Sementara, kamu tinggal sama aku dan kakakku, jika dalam waktu tiga hari Higekiri enggak tancap gas ke kompleks ini...kami bantu kamu cari kontrakan."

"E-eh?! Aku gak mau ngerepotin!"

Hiza, kamu kesini, sambil nangis, mungkin dah nangis duluan selama perjalanan ke kompleks ini, dan sekarang...ah, sudahlah, lupakan.

"Gak bakalan," jawab Manba yang memang yakin Higekiri bakalan sampe sini dalam hitungan jam. "Papih Kogarasu malah seneng punya anak gadis lagi."

Eits, keceplosan...

"H-huh?!"

Well, bakalan seru nih...

.

.

.

"Eh, ada cewek baru lagi."

"Semampai pula!"

"Yama-chan punya banyak temen cuantik-cuantik~"

CCO makin prihatin dengan cogan maupun kekgan(kakek ganteng) kompleks ini, udah ngenes, sering kena hantaman tercinta papih Kogarasu pula.

Gak kapok-kapok ni orang-orang.

"Haaah, ayo Nue," ajak CCO, manrik kucing hitamnya menjauh dari para stalkernya Manba. "Pih, yang sabar."

Sang papih hanya tersenyum.

"Iya, anakku."

CCO bosen jadi saksi mata, mending ngajak jalan peliharaannya.

Moga kalian diterima di sisi-Nya.

.

.

.

Di tempat sakral para Jones, ternyata telah di isi bidadari-bidadari Kompleks ini, CCO yang gak sengaja lewat, menyapa ketiga gadis tersebut.

"Eh, tumben pada ngumpul! Ada Hiza juga! Gimana kabarnya? Higekiri masih pikun?" tanya CCO, menerima tawaran Naki untuk duduk disampingnya.

Mata Hiza langsung berair mendengar nama kakaknya.

Manba pengen mitok saudara angkatnya itu, tapi menahan diri, karena papih gak suka kalau anaknya berantem.

(((Manba dah terima akan takdirnya ternyata...)))

"Anija jahat! Gak inget sama aku!"

CCO sweatdrop melihat Hiza menangis sejadi-jadinya setelah pertanyaan salah yang dia lontarkan.

"Dia paling cuma bercanda," ujar CCO yang sudah dapat tatapan membubuh dari Manba dan Naki. "Eh, liat! Nue dah gede!"

CCO mulai panik pemirsa.

"...Nue...?" lirih Hiza, sebelum matanya tertuju kearah kucing jenis maine coon hitam legam yang asik di pangkuan sang pemilik.

"Iya!" jawab CCO, cepat-cepat memberikan Nue kepada Hiza.

"Loe selamat hari ini, C," bisik Manba. "Kakaknya belom datang.."

"Coba kamu nangisin Hiza waktu ada kakaknya..." lanjut Naki. "Abis tinggal nama doank ntar..."

CCO berterima kasih kepada semua Dewa maupun Dewi yang melindunginya hari ini.

"Gimana ceritanya Hizamaru bisa sampe sini?" tanya CCO dengan nada pelan.

"Lari dari rumah, soalnya Higekiri lupa namanya lagi..." jawab Manba. "Tinggal nunggu aja."

CCO mengerjapkan mata.

"Tunggu ap-!?"

Belum sempat CCO menyelesaikan pertanyaannya, seseorang sudah nyerempet.

"Eh! Ada Manba-chan dan kawan-kawan!"

CCO ngumpat dalam hati.

Kekgan telah tiba.

"...siapa ya?" tanya Hiza, melirik kearah Manba.

"Para kakek," jawab Manba, tanpa sadar telah menikam para 'kakek' tepat di hadapan mereka. "Itu Mikazuki alias kakek (datang)bulan, Kogitsunemaru alias Rubah jadi-jadian, Tsurumaru alias kakek bango, dan Uguisumatu alias kakek Matcha."

CCO menahan diri untuk tidak lepas kendali dan tertawa terbahak-bahak.

Raut wajah para kakek gak enak di liat.

"Cucu durhaka," kutuk kakek Matcha, sebelum ia duduk di sebelah Hiza. "Mau teh?" untuk menawarkan teh kepada yang lain.

Manba mengangkat bahu.

Sementara Naki menatap Kogitsune dengan tatapan kosong.

"...kok mirip istrinya Kitsune, yah?"

'Bodo amat!'

CCO lepas kendali, mengagetkan yang lain, termasuk dirinya sendiri.

Plak!

"Adaw! Apa sih, pak tua?!" geraman CCO hanya dianggap angin lalu, karena para kakek sedang asik sama para gadis.

(((Ambigu...)))

"Mau kemana?" tanya Naki, yang masih menatap kosong Kogitsune.

"Ke hatimu-!?"

"Imouto!"

"Shimai!"

Manba mengenal bahaya dari jarak berpuluh-puluh meter, dan dengan gesit menyeret Hiza dan Nue pergi, sementara Naki mengambil CCO.

"Loh kok-HAH?!"

Mata para kakek melebar saat melihat tiga sosok mengerikan menuju kearah mereka bagai Iblis haus akan darah segar.

Darah segar para kekgan.

"Kau yang telah menodai adikku! Akan mati ditanganku!"

.

.

.

"Terima kasih banyak telah menjaga adikku," ucapan Higekiri, ditambah dengan senyumannya, akan membuat siapa saja tidak percaya kalau dia telah membanti sekelompok kekgan.

"Ah, gak usah di pikirin. Teman shimai diterima dengan tangan terbuka kok disini."

Hori juga sama nyereminnya.

Untung CCO udah diangkat papih Kogarasu jadi anak angkatnya. Selamat dunia-akhirat kau nak..

Manba ngelirik kearah Hiza yang udah nempel ke kakaknya udah kayak prangko di amplop.

Hiza ternyata mengidap Mood-swing ekstrim...

Naki masih berpikir kok si Kogi bisa mirip istrinya Kitsune.

Dan Yamabushi bisa tenang karena para kekgan bakalan di rumah sakit untuk waktu yang cukup lama.

"Kalo gitu, kami pamit dulu~"

"Hati-hati di jalan! Kapan-kapan maen lagi!"

"Dah Yamanbagiri! Nakigitsune! Makasih banyak semuanya!"

.

.

.

.

Dikediaman Kunihiro...

"Kyoudai,"

"Ya, shimai?"

"Aku dapat surat."

"Kakaka! Dari siapa?"

"...untuk Yamanbagiri Kunihiro, dari Onimaru Kunitsuna, Tertua Klan Awataguchi...dari pamannya Naki!"

"Heh?! Apa isinya?!"

"..."

"..."

"Ini maksudnya apa, kak?"

Krik...krik...

"Bushi, telpon paman, aku akan mulai packing."

"Huh? Packing? Mau kemana?"

"Berkunjung~"

"Kakaka! Baik, kyoudai!"

Perasaan Manba gak enak.

.

.

.

Hoho, mulai ada alur ceritanya nich~

Dan humornya berkurang T_T

Bacot balas review dulu yah~

KeishuTsuki : Apa sih yg gak jaman now :v hoho, YamaNaga ma Onimaru bakalan tiba di chap depan~/spoiler woi!/ XD ma Nikkari kyaknya~ jujur, rada sensi sma chara tag di ff TT ad Onimaru kok gk ada YamaNaga? Huhuhu, knapa...TT

Nik-Ita774 : XDDDD tenang, blom ad yg tau soal pangkat Hori ma Bushi. Soal ke-seme-an nya Izumi xD hoho, Izumi masih seme(di ranjan*/plak/) wkwkwk, kuras aja kotaj ketawanya sampe abis xP/shot/

MWEHEHEHEHEHEHEH : Jangan di ambil! Ntar di buru kakak-kakaknya loh! Gak ada yg review ntar/digebukinWarga/abaikan xDDDD papih Koga sayng semuanya(kecuali para cogan n kekgan kompleks/plak/)

Seokftw : Woi, woi, adik org! Ditebas kakaknya kelar idup xDDD Aku malah sring kebayang dikalau Hori tu jendral/plak/ imut2 eh, tapi dor, slah dikit pensiun dri dunia manusia loe/abaikan/ xDD

kyoya misaki : Jangan keras2 mikirnya :3 hintnya sudh ada, tapi yah~ tunggu chap depan ajah~/dibuang ke sungai/. Tenang aja, Naki sudah di lindungi papih kompleks xD karena Kyo-san sudah mewajibkan, dan Kei-san pun juga menyetujui, YamaNaga ma Onimaru bakaln masuk dlm fic ancur ini xDDD reviewnya bnyak2 gk papa kok, seneng yg baca :3 xDD

Muahahahahaha-/plak/ makasih yah, sudh meluangkan waktu buat baca dn mereview, jujur, aku kira gk bakalan ada yg suka TT apalagi garing macam ini..kerupuk oh kerupuk~ dan terima kasih banyak ataa dukungan minna-san m(_ _)m

Question time!

Quick! Katsugeki ato Hanamaru?

Author mah, sempat kabur dari Katsugeki di ep 11 & 12, soalnya...TT seakan KaneHori cerai TT diri tak kuat dn rewatch Hanamaru s1 buat nenangin hati...

Jadi, author stay ma Hanamaru aja~

Buh-bye~

Sampai jumpa~

Ja ne~

((Dengerin duet MikaNba sambil bales review berkah banget xDDD/PLAK!/ abaikan saja)))