Salam dari kota kecil di Kalteng xDDD

Author balik dengan chap 7~

Hahaha~ gak kerasa sudah di chap 7~

Dan masih ada yg setia membaca/terharu/ makasih banyak!

Tidak usah bertele-tele(mari berlele-lele aja sama Namazuo~/plak/) lagi, langsung aja ke cerita~

.

.

.

"Kyoudai, itu semua surat perjodohan."

"Kakak tau, dek! Makanya kakak bakar! Kamu gak boleh nikah sebelum umur 30!"

"KAKAKA! Bakar! Bakar!"

"...Ya udah, aku berangkat dulu.."

"Kakaka! Hati-hati di jalan, dek!"

.

.

.

Manba pengen rasanya jitak kepala kakaknya sendiri, tapi karena dia anak yang baik, rajin, tidak sombong, suka menabung, dan suka menghajar siapa saja yang membuat anak didiknya menangis, Manba mengurungkan niat.

"Kak Manba! Katanya kakak mau nikah sama kak Ichi!"

Kashuu, yang merupakan salah satu teman baik dan teman kerja, tersedak air ludahnya sendiri.

"Hah?! Tapi kan! Kak Mitsu suka sama kak Manba!"

"Eeehhh?! Mika juga! Tapi gak boleh!"

"...banyak yang suka sama kak Manba.."

Mata Manba melebar. Di tatapnya Kashuu untuk memohon pertolongan, tapi sayang, yang bersangkutan sedang sibuk menahan tawanya.

"Ta-tapi, kalo kak Manba nikah, kak Manba gak bisa sama kita la-lagi..."

Hening sesaat...

Setelah itu...

"UWAAAAA! GAK BOLEH! KAK MANBA GAK BOLEH NIKAH!"

"KAK MANBA SAMA KITA AJAH!"

"KAK MANBA JANGAN PERGI!"

Manba hampir melempar kursi kecil yang ia duduki kearah Kashuu yang akhirnya melepas tawanya, tapi karena sedang sibuk menenangkan anak didik mereka, Manba pasrah.

"Kakak gak bakalan nikah! Bener!" ujar Manba, mencoba menenangkan mereka semua(termasuk dirinya). "Janji! Kakak gak bakalan ninggalin kalian!"

"Janji...?"

Manba merasa lega mereka mendengarkannya, dan mengangguk.

"Janji."

Sebuah jawaban yang memuaskan bagi anak-anak.

Tapi Kashuu masih tetap terpingkal-pingkal.

.

.

.

Tok. Tok.

"Heeeh?! Kak Naki!"

Manba menoleh, melambai kearah Naki yang kali ini menjemput sepupunya.

"Kalian saling kenal?" tanya Kashuu, yang mulai kepo.

Manba mengangguk.

"Dia kakak kelasku di SMP dan SMA," jawab Manba. "Beda setahun, dan para Toushirou adalah sepupunya."

Kashuu memberikan Manba sebuah tatapan kosong.

"Dan Ichigo...?"

"Ah, aku mengenal Ichigo saat Naki mengundangku ke rumah paman mereka untuk liburan musim panas waktu SMA kelas 8."

Tatapan yang di berikan semakin kosong.

Tapi sayang, yang di beri tidak menghiraukan.

"Sebelumnya, aku minta maaf soal surat itu. Paman memang kurang kerjaan..." bukan sebuah sapaan, tapi malah permintaan maaf yang keluar dari Naki saat dia berdiri di hadapan Manba. "Dan soal pamanmu..."

Manba mengerang pelan.

"Kita punya paman yang aneh, Naki..."

"Aku cuma berharap mereka tidak akan pernah bertemu..."

"Jangan kutuk dirimu sendiri, Naki..."

Naki menggeram pelan kearah mantan adik kelasnya itu.

"Kak Naki! Kemana kak Ichi?" tanya Hakata yang telah mendekati mereka.

Nako berjongkok dan menjawab;

"Kak Ichi sedang ada meeting, jadi kak Naki sudah memanggil beberapa yang lain."

"Yang lain?" satu pertanyaan, tapi dengan delapan suara yang berbeda.

"Yo! Kami datang buat jemput-!"

Plak!

"Jangan ribut, ini sekolah."

"Kyaaaa! Kak Manba cantik kalo diikat seperti itu!"

"Kak Manba!"

Kashuu bersiul pelan saat Shinano, yang sudah duduk di bangku SD kelas 5, berlari dan memeluk si pirang gadis kembang kompleks.

"S-Shinano!"

"Aku kangen kakak~"

"Woi, banyak bocah disini." Celetuk Kashuu yang merekam semua keramain ini.

"Kashuu!" bentak Manba, yang akhirnya bisa melepaskan diri dari Shinano.

"Terima aja, kak," goda Midare. "Lagian, paman Onimaru kan sudah merestui kakak dan kak Ichi~"

"Gak boleh!"

Midare dibuat kaget akan penolakan dari anak-anak yang ada di dalam kelas.

"Kak Manba gak boleh nikah! Nanti gak bisa sama kami lagi!" tolakan dari Houchou sukses membuat Naki tersedak tawanya sendiri.

"Iya! Kak Manba juga dah janji!" tambahan dari Imano sungguh mencengangkan.

Yagen menaikan salah satu alisnya kearah guru adik-adiknya.

"Hahaha, tenang aja, Kak Manba gak bakalan nikah, apalagi ninggalin kalian," tawa yang keluar dari Naki cukup membuat semua perhatian tertuju kearahnya. "Lagian, kak Manba kan lebih sayang pada kalian."

"Beneran...?"

Naki mengangguk.

"Ngapain aku bohong?"

Manba tidak bisa mengutarakan betapa berterima kasihnya dia kepada Naki.

.

.

.

Di kediaman Toushirou...

Brak!

"Ini maksudnya apa?"

Kedua tertua menahan ketakutan mereka.

Amukan Naki itu melebihi laparnya seekor harimau.

"Ummm, aku berpikir-!" Onimaru angkat bicara, tetapi langsung dipotong oleh keponakannya sendiri.

"Jelas cara berpikirmu salah,"

Onimaru bungkam seribu bahasa.

"...Dan lagi, melamar Yama untuk Ichigo itu sama dengan bunuh diri," tambah Naki, matanya tertuju kearah Ichigo. "Lagian, anak didik Yama gak setuju, dan Yama janji sama mereka kalo dia gak akan menikah."

Ichigo tersentak, kaget, dan tidak percaya, sampai akhirnya dia pingsan.

Lebay loe stroberi...

"Ichigo? Ichigo?!"

Naki menghela nafas pelan sementara sang paman berusaha menyadarkan Ichigo yang jatuh pingsan karena kaget.

Astaga, dia menyesal tidak membawa Kitsune sekeluarga...

.

.

.

Sementara itu, di kediaman Kunihiro...

"Hmmm, cukup menarik.."

Tamu mereka melirik kearah pria yang duduk di sofa, sementara ketiga bersaudara Kunihiro duduk bersama-sama di sofa yang lebih panjang.

Dirinya hanya ingin mengunjungi kawan SMAnya, eh, malah salah waktu.

Nikkari menyesal tidak mengajak kakaknya.

Tapi ya sudahlah, pikir perempuan berambut ijo itu, dapat bahan gosip.

"Aku mau ketemu si Onimaru ini,"

"Gak boleh."

Mendadak, semua tertuju kearah Manba yang terlihat sangat pucat.

"...kenapa, keponakanku tersayang?"

Manba membuka mulut, tapi menutupnya lagi.

"...karena dia paman Naki...?"

Mata Nagayoshi melebar, mulutnya menganga, dan sepertinya dia memang belum tau informasi kecil itu.

"Jadi Ichigo itu-?! Argghhh! Kamu gak boleh nikah sebelum umur 30! Titik! Gak pake koma!"

"Iya, iya.."

Fufufu~ sang malaikat ternyata di lindungi para setan dan sang Iblis sendiri rupanya~ tambah ngenez idup jones kompleks~

Nikkari, kamu niatnya apa sih...

.

.

.

Yup, abis udah humorku =_=

Apakah yang terjadi selanjutnya?

Author juga gak tau/di hajar massa/

It's time to ngebacot~!/plak/

Nik-Ita774 : Apapun demi cinta :"))) xD Tega sekali aku jadi author :'v

MWEHEHEHEHEHEHEH : cieeeeeeee~ ternyata Onimaru ngelamarin Manba buat Ichi/plak/ xD yang sabar yah, nunggu Sohayanya, ntar anda akan mendapatkan sebuah kejutan :v

KeishuTsuki : Paman Naga pasti nyamaletin! (Bonusnya binasain para cogan n kekgan/dibuang kesungai). Hoho, Manba memang cool di Katsugeki, bisa masak pula :"))) xD/apaan sih/ Mama Manba!/abaikan/

seokftw : aku aja belom pernah main game nya/plak/ cuma gak sengeja lit ep 1 Hanamaru di Aniplus, dan wew, langsung jatuh cinta~ jatuh cinta lagi, lagi-lagi ku jatuh cinta~/abaikan. Hiza mah tetep sayang Anija-nya, dikalau aku jadi Hiza, pura2 lupa siapa Hige itu -_-

Question, question~

Season 2 Hanamaru beberapa minggu lalu dah kelar, bagian mana yang berkesan buat reader-tachi?

Kalo author, pas Manba buka aurat a.k.a. membiarkan tudungnya lepas xD, perang water-gun(yg dramatis bingit xD), sama di ep 4(Canon woi! Manba bisa nari!/plak/)