Hai! Karena dh hampir ke chp 10, author memberikan sebuah kejutan!
A bonus chapter! ^^)/
mari kita mulai keabsurd-annya!
.
.
.
.
Pertama;
Kita liat apa yg Kashuu lakuin di belakang Manba~
.
"Eh, jeng, si Manba ternyata pernah nyipok si stroberi!"
Hachi menautkan alis matanya.
"Masa sih? Kapan? Tau dari mana?"
Kashuu memutar bola matanya.
"Pamannya si stroberi sendiri yang bilang," ujar Kashuu. "Sourceku itu berlisensi."
"Fufufu~ dua minggu lalu, paman Manba datang, dan gak taunya, paman si stroberi mau ngelamar Manba buat keponakannya a.k.a. pangeran stroberi kompleks~" Nikkari pun ikut nimbrung.
Paman sayur cuma bisa sweatdrop denger gosip ala emak-emak dan janda kembang desa.
Yang sabar Otegine.
"Eh iya, Nikkari kan temen SMA Hori," ucap Kasen, mengangguk sekali. "Paman Nagayoshi mah, jangan di tanya..." lanjutnya dengan helaan nafas panjang.
"Ciieeeee, yang bakalan jadi kakak ipar," goda Sengo. "Huhuhu~ Izum ma Hori memang lucu bareng~"
"Kapan Izum ma Hori akad?" tanya Souza, seraya memilih kangkung yang hendak ia masak.
"Kapan Manba cari jodoh?" tambah Mutsu yang entah datang dari mana dengan muka memelas.
Plak!
"Woi! Jangan ikut ngerumpi!" Kashuu sudah emosi ternyata.
"Tapi loe juga ikut, Shuu!" protes Mutsu.
"Eh, Kashuu tu janda yah," Ceplos Sengo, nunjuk-nunjuk pake batang serai di tangannya. "Yasusada belom pulang, jadi dia gak papa. Gak kayak anak anjing nyasar ke rumah potong."
"Eh, buset!" pekik Mutsu. "Loe kira gue mau jadiin kurban?!"
"Siapa juga yang mau makan loe? Najis,"
Jleb!
"Udah, sono, kami mau lanjut," ujar Hachi. "Hush, balik sono, ke penangkaran."
"Kejem," isak Mutsu yang sok dramatis. "Aku akan pergi!"
"...dasar sarap..."
Mereka cuma liat Mutsu yang sok-sokan lari dari kenyataan.
"Thor, kalo gak bisa ngelucu, ya udah, gak usah di paksain,"
Mata tertuju kearah sosok mencurigakan yang duduk di teras rumah Kasen.
((Bodo, ni kan chapter bonus.))
"Woi, tembok ke-4 jangan di jebol," ketus Kasen. "Pulang gih."
((Ogah! Ntar gue di buru reader ma keluarga ajaib Kunihiro. Mau protes, gara-gara Sohaya jadi sepupu Manba!))
"Si curut masuk RS lagi gara-gara ngasih paket ke Manba," sela Kashuu. "Cuma kertas, tapi tulisannya, vroh. Manba hampir kepicut."
"Heh?! Sama tu Bango sarap?!"
"Mending sama kakek teh hijau aja!"
"Woi! Kedengeran kakak ato pamannya kelar idup loe!"
"Aduh, gimana dengan papih Koga ma CCO?!"
"Hahaha! Nasib jones kompleks!"
Otegine cuma bisa berdoa supaya dagangannya gak jadi korban kayak bulan lalu.
Kalo Kashuu udah mulai kumat penyakit gosipnya, Otegine mending pulkam, bodo amat sama kompleks ajaib ini.
.
.
.
.
.
Gak lucu, tapi ya udah.
Kedua;
Pedang nyasar a.k.a keluaraga ajaib Date edition.
.
"Ah~ pagi yang cerah~"
Ujar Chef ternama yang tidak lain adalah Shokudaikiri Mitsusada, yang biasa di kenal dengan CCP, pengasuh seorang bocah, satu preman bertato tempelan bergambar naga yang ternyata mengidap Tsundere akut stadium akhir, dan juga seorang kakek muda yang kelakuannya lebih kekanak-kanakan dari Taikogane.
Mitsusada cuma bisa meratapi nasibnya.
Tapi ngomong-ngomong, dia gak liat si kakek dari tadi pagi.
Tling!
CCP, itu sudah peringatan buat kau, kang.
"Ah, paling ganggu kakek-kakak Sanjou-ANJJERRRR!?"
Stab!
CCP hampir kehilangan anunya.
((Author di hajar fans CCP))
Eh, maksudnya matanya yang satu lagi.
((Author di buang ke sungai))
CCP sawan setelah liat pedang yang tertancap beberapa centi dari kakinya.
Tling!
Peringatan lagi, kang..
"G...Gusti...makasih—SETAN ALAS!?"
"Gyaaaaaaaaaaaa!"
Buuk!
Si kakek pulang melalui jalur udara.
((Hahaha, mari kita pindah scene.))
.
.
.
.
.
Aku tega xD
Tiga;
Kisah asmara Izumeo dan Horiet.
.
"IZUMEO! Kakak gak merestui hubunganmu dengan pria-gadis itu!"
"Jauh-jauh dari makhluk iklan sampo itu! Horiet! Paman gak setuju!"
Horiet enggan mengindahkan ucapan pamannya, dan memutuskan untuk melarikan diri, menangisi takdirnya yang akhirnya akan menikahi pria lain selain cinta sejatinya.
Sementara itu, Izumeo bertekad untuk memenuhi janjinya dengan belahan hatinya.
Izumoe langsung hengkang dari rumah, berniat buat ajak Horiet untuk kawin lari.
"Woi! Mau kemana kau bocah?!"
"Ngajak Kuni-eh, Horiet kawin lari!"
"UAPAH?!"
Izumeo enggan mendengarkan, dan tancap gas kearah pintu.
Perjalanan yang cukup melelahkan, tapi akhirnya, ia tiba.
Karena tidak mungkin lewat pintu depan, Izumeo lewat jendela bak maling yang akan nyulik anak gadis pemilik rumah.
Sampainya di kamar sang terkasih, Izumeo dobrak pintu penghalang takdir mereka.
Disitu ia mendapati...
"Kuni-Horiet!"
Sang terkasih terkapar tak bernyawa di atas ranjang-!?
"Ahhh! Bango Sarap!"
Oh, ternyata cuma tidur.
Izumeo sweatdrop mendengar umpatan Horiet.
"Eh, Kane-err, Izumeo! Kamu ngapain disini?! Kalo paman tau! Kamu bisa disterilin!"
Serem banget tu paman...
Izumeo menggelengkan kepalanya dan mendekati kekasihnya.
"Aku tidak peduli," ujar Izumeo, seraya menggenggam kedua tangan Horiet. "Aku sayang kamu, tapi keluarga kita tidak merestui, karena itu, ayo kita kawin lari."
"Maaf aku gak bisa lari, kakiku pendek."
Izumeo jatuh ala anime.
"Kalo gitu, aku akan menggendongmu!"
Izumeo langsung menopang tubuh mungil Horiet, menggendongnya bagai seorang Puteri.
Dengan senyuman iklan pepsaden yang berhasil membuat Horiet memerah, Izumeo berkata;
"Ayo, Istriku."
.
.
Cut!
"Woi! Kurang greget!"
Izumi mendengus sambil nurunin Hori yang tertawa geli.
"Ini kok nyeleweng banget?" tanya Hiza yang jadi make-up artis sementara buat pentas kelulusan TK yang Manba dan Kashuu ajar. "Mereka untuk apa?" tambahnya seraya menunjuk kearah bocah-bocah yang pakaiannya macam kurcaci dan malaikat...?
Imoet bingiiiitttt...!
"Hahaha," tawa jahanam dari Kashuu malah bikin yang lain merinding. "Karena copyright, pinter! Scene berikutnya! Masukin tu tujuh kurcaci!"
Puk. Puk.
"Yang sabar," ujar Manba dengan senyuman prihatin. "Kashuu lagi kangen lakinya."
"KAKAKA! Paman cocok jadi antagonis!"
"Keponakan durhaka!"
Hiza nyesel mengajukan diri.
.
.
.
.
Hahaha xDDD
Empat;
Kembaran Istri Kitsune.
.
.
Naki sedang mengajak peliharaan rubahnya berjalan-jalan keliling kompleks.
Kitsune namanya, seekor rubah berbulu jingga kemerah-merahan, dan Yuki, istri Kitsune yang warna bulunya seputih salju.
Niatnya cuma mau jalan-jalan, tapi karena lewatin pos ronda, Naki bertemu kembaran Yuki.
"Eh, ada neng Naki!" sapa Iwa dengan cengiran khasnya. "Ngajak jalan peliharaan, neng?"
Naki tersenyum tipis dan mengangguk.
"Kasian," tuturnya. "Kitsune dan Yuki bosen dirumah terus."
"Yang mirip ma Kogi si Yuki yah?"
Naki mengangguk menjawab pertanyaan dari Ugui.
Buur!
Plak!
"Refleks! Sorry, pak!" elak Kogi karena telah menyemburkan tehnya kearah Ishi.
Plak! Plak! Puuk!
"Adaauuu..."
Ishi senyum-senyum sendiri setelah menumbangkan Kogi dengan pukulan penuh barokahnya.
"Maaf ya, refleks."
"...anjir loe, Ish..."
Plak!
"Apa?"
Naki memilih untuk berpamitan sebelum Kitsune ngamuk karena kembaran istrinya di siksa tiada ampun.
Setelah Naki pergi, Mika berucap.
"Ternyata memang mirip~ hahaha~"
"Kampret kau, kek."
Plak!
"Woi! Gue bukan samsak!"
"Tapi mirip."
"Gahahahaha!"
.
.
XDD
Paling suka bully Kogi :3
Mumpung, ngereceh aja sekalian/plak/
Jangan dianggap serius xD~ apa lagi yang kisah asmara/plak/ itu fav author, gak kuat yang ngetik _ ketawa geli dulu pas bayangin xDD
Sampai jumpa di chp depan~
Buh-bye~
