Yay! Chp 10 disini~
Tsuru : Saya yg ambil alih, mbk.
Me : Ogah! Chp 9 udh cukup!
Tsuru : kurang! Sini! Sini! Author kan capek, biar aku aja yg ngerjain.
Me : ogah! Sono! Pergi kau, wahai curut jejadian!
((Tsuru ma author kelahi))
Tsuru : Hah! Aku menang!
Me : mmmph?!( Disekap)
Tsuru : iya, iya, gak bakalan kubuat lucknut mereka.
.
.
.
.
"Adinda!"
"Kakanda!"
Pria tamvan bernama Tsuru itulah calon suami yang Manba idamkan. Selain tamvan, Tsuru juga berwibawa, baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung.
Manba juga sebenernya telah mengagumi sosok putih dan suci itu sejak dia SMA, tapi sayang, kakaknya tidak merestui, tapi itu tidak mengandaskan perasaan cinta Manba.
"Aku sayang, kakanda...ayo kita kawin lari aja." Lirih-!
Cccuuuuuuuttttttttttt!
.
.
.
Tsuru : Eh buset! (Ngehindar dari tebasan penuh cinta dari Hori) kakak ipar-eh, Hori! Woi! Nyebut, Hor!
Hori : Nyebut! Nuyebut! Curut sialan! Kau kira adikku mau sama kau?! Cih! Gue rajam tinggal dosa kau!
((Tsuru ma Hori main kejar-kejaran))
Me : mmmph?! *Gue gimana?!*
Manba : biar aku aja yg ngerjain, thor.
((Author kejang-kejang))
.
.
.
Hari itu, Manba sedang ingin ke pasar. Karena kakak-kakaknya sedang sibuk, dia akhirnya mengajak pamannya untuk menemani dirinya.
Di tengah perjalanan, mereka bertemu Naki dan pamannya, kedua juga baru pulang dari pasar.
"Eh, ada dek Naki," sapa Nagayoshi. "Baru pulang dari pasar?"
"Iya," jawab gadis bersurai putih itu dengan nada lembut khas miliknya. "Baru mau ke pasar?"
Tanpa di sadari Naki ataupun Nagayoshi, Onimaru menyantet Nagayoshi di dalam kepalanya.
'Woi! Keponakan gue jangan loe PDKTin juga!? Dasar pedo!'
Ccccuuuuutttttttt!
.
.
.
Manba : kenapa?
Me : mmmphmm mmnnnm...? *Loe tega ngepairingin paman loe ma sahabat loe sendiri...?*
Manba : Tapi mereka lucu kalo jadi couple.
Me:...
Naki : ...
Nagayoshi :...
Onimaru : ...Iya juga sih.
Seluruh makhluk penghuni bumi : =_=
Me : MMPHMMMMNM?! *LEPASIN GUE, KAMVRET JAHANAM?!*
(Naki cepet2 mutus tali yang ngikat author karena gak tahan akan imajinasi Manba)
Me : mmmph! *Sarap kalian semua!*(mulai ngetik)
.
.
.
Maaf, ni chp 10 yg beneran.
.
.
.
"Kyoudai, aku mau pergi beli kaos kaki dulu."
"Kakaka! Ada yang maling bajumu?! Bukannya maling jemuran dah ketangkep di chap-chap sbelumnya?!"
"Bukan, kaos kakiku bolong, dan kak Hori ngelarang aku pake stocking yang Sengo kasih."
"Oh, ya udah, ngajak paman atau kyoudai, ya?"
"Iya."
.
.
.
"Selamat pagi, mbak-mbak yang cantik nan manis, boleh lihat ktp nya?"
Manba dan Hori cengo dadakan saat pria tinggi dan kekar meminta ktp mereka dengan suara bariton tapi cukup lembut.
Niatnya keluar kompleks buat belanja, eh, malah di hadang sama satpam baru.
"Satpam baru, bang?" tanya Manba seraya memberikan ktpnya ke si abang ungu.
Rambutnya, bukan statusnya.
"Iya, neng," jawab si satpam. "Ah, Yamanbagiri Kunihiro dan Horikawa Kunihiro...?"
Hori cuma ngasih senyuman manis kearah pak satpam.
"A-ah, maaf, mas, tak kira sampean cewek...sorry yah..ehehe..." kata pak satpam dengan wajah merah padam.
"Gak papa," ujar Hori, menerima kembali ktpnya dan adiknya. "Tonbo Muramasa? Oh! Masih keluarga sama mbak Sengo, mas?" tanya Hori waktu liat nama yang tertera di dada besar pak satpam.
"Eh? Iya!" jawab Tonbo dengan sedikit senyum malu-malu guguk. "Dia...kakak. Saya baru lulus pelatihan security dua minggu lalu, kakak saya bilang gak ada yang mau jadi satpam di kompleks sini, jadi kenapa enggak, sekalian deket sama kakak..."
Hori terharu mendengar kisah itu.
"Manisnya...!"
Manba memberikan saputangannya kepada sang kakak tanpa sepatah kata pun.
Tonbo sweatdrop.
"Kapan-kapan main ke rumah, mas," ujar Hori. "Biasanya mbak Sengo maen ke rumah kalo dia bosen. Sekalian, bantu jagain adek saya dari laki-laki jejadian penghuni pos ronda!"
Hori, mereka itu laki-laki tulen...
Manba menghela nafas pelan.
"Ah, keburu siang, pergi dulu ya, mas. Oh! Selamat datang, mas Tonbo! Yang betah di kompleks ini yah!"
Manba melambai sekali sebelum ngekor kakaknya keluar kompleks.
Tonbo langsung di terima Hori...
"Beruntung kali tu satpam..."
"Adeknya mbak Sengo, vroh...serem..."
Ketua RT yang sudah bagaikan sosok halus muncul untuk-
Plak! Plak! Plak!
"Tonbo! Bawa manusia lucknut ini ke kantor saya!"
Ketua RT lagi kumat.
"Siap, pak!"
Tonbo jadi satpam favorit emak-emak dan janda kompleks.
Yang sabar, bang...
.
.
.
Naki : Gak ada lucunya.
Me : mmph...hmmmphmm..*iya sih...dari pada gak ada...*
Sengo : Huhuhu~ dedekku dh besar T^T
Me : mmmhmmnpnmpphhm*ni belom akhir dari chp 10*
.
.
.
"Satpam baru udah belagu. Tch. Tempol sekali paling langsung nagis ke kakaknya."
Beginilah kalo sakit hati dan cemburu numpuk kayak cucian kotor, bikin bau dan jamuran.
"Ati-ati, dia adeknya setan ungu,"
"Di lahap bulat-bulat kelar idup loe."
"Aku baru tau Sengo itu kanibal. Sereeemmmm!"
Sedeng jua ni manusia penunggu Pos ronda...
Plak!
"Bego jangan disebar, coeg!"
"Loe yang bego! Bego mana bisa disebar! Mang virus?!"
Bener juga kata-kata si anak anjing jejadian ini...
Kuri nyesel udah mukul si anak anjing.
"Loe tumben ikut ngumpul, Kur. Biasany di rumah." ujar Iwa yang sebenernya lebih pilih ngelirik mas-mas bak puteri dengan inisial KS yang lagi anteng berjemur sambil tapa didepan rumahnya, tapi karena saudara bukan sejenisnya ngebet pengen kawin ma neng Manba, Ishi bersabda untuk tetep mastin si Juki ma siluman rubah gak kelewatan sama harapan hampa mereka.
Enak Ishi, dapet mbak kunti Ijo alias Nikkari, dah dapat restu dari kakak Nikkari pula.
Berkah banget idup lu, Ish...
(Makanya, sering berdoa, meminta jodoh di deketin dan setan-setan penikung buat menjauh dan tenggelam di dalam api neraka! Muahahaha!)
Iwa merinding saat denger kata-kata mutiara itu.
"Kur, kar, kur, loe kira gue ayam, seenak jidatnya aja manggil orang..."
Tampang preman, bertato, item kayak pantat panci aja belagu.
((Author di lempar ke mulut merapi oleh fans Kuri))
"Eits! Dia kan cuma tanya!" Sela CCP. "Itu, soalnya Kuri bosen, sering di rumah tapi gak putih-putih, jadi dia kesel dan mojok di pos ronda-WEDUSS*!"
CCP menerima tipukan sepatu heels satu meter milik Kashuu penuh cinta dari Kuri.
"Sepatuku...!"
Abaikan janda ini.
"Kejem banget ma mamah loe, Kara**..."
"Loe kira gue santan?"
((Plis, Kuri, kamu gak nyambung banget...-_-))
"Enggak! Tapi batoknya!" ceplos Kashuu karena kesal heels kesayangannya jadi korban.
"Janda diem aja!"
Perempatan muncul di kening Kashuu.
Kelar idup loe, Kur..
"Ngajak kelahi loe! Pantat panci?!"
"Siapa yang loe panggil pantat panci, muka oplas?!"
"Mati loe di tangan gue!"
Pos ronda ricuh, Iwa pilih balik kanan, bubar jalan.
Bodo amat sama CCP yang hidup segan, mati tak mampu. Persetan sama obsesi saudaranya, dia milih nungguin Ima pulang dari sekolah!
Tonbo akhirnya tau kenapa gak ada yang mau jadi satpam di kompleks ini.
.
.
.
Done!
Tonbo dateng!
Pendek :/ chp berikutnya ada beberapa kejutan menyangkut misteri ciuman petama Manba~/ditebas Hori/
Haha, Kashuu keluar lakinya xD/di rajam Kashuu/
Yasu belom pulkam, yg sabar, Shuu, masih ada emak-emak yg nemani.
* Wedus itu artinya kambing
** Kara maksudnya santan kara. Santan kan putih, tapi batoknya yang coklat, mirip2lah sama warna kulit Kuri :3
Bales review dulu~
Nik-Ita774 : Sejak negara api menyerang xDD
Yuki Carlyle : Huhuhu~ memang gak ada yg beres di fic ini :v biar greget :"v
Nik-Ita774 : Yasu lagi merantau, cari nafkah buat istri :v xD /ditebas Kashuu/
kyoya misaki : Di chp brikutnya akan terungkap xD semua pada kurang perhatian Manba, nasib jomblo ngenes xDD /diamuk massa/
Tefu Choi : tetep sabar mah, bang Oteg :"v, buat yg nyipok, itu kenangan masa lalu~ :3 seneng ada yg suka receh di chp bonus :*
KeishuTsuki : ((Onimaru : ...entah, tpi sempat ku santet sih...)))
Sekian dulu m(_ _)m
(((Ntar malam update lagi klo gk ad halangan :3)))
