Sesuai janji~
Chp 11
.
.
.
"Kyoudai! Kyoudai!"
"Kenapa, dek?! Ada yang harus kakak penggal kah?!"
"Kikkou sama Tomoe mau dateng! Aku mau ke rumah Naki dulu! Dah-da, kak!"
"Eh, ati-ati di jalan, dek!"
.
.
.
"Eh, Yaman,"
"Hmm?"
Kashuu sweatdrop dengan ke-cuekan teman kerjanya satu ini.
Tapi gak papalah, la wong Manba memang polos, dan lagian, siapa aja bakalan di santet abis-abisan kalo ada yang menodai kepolosan itu.
Kashuu merinding disko teringat akan kekejaman Hori yang manis nan unyu.
"Aku kepo,"
"Kepo soal apa?"
"Soal ciuman pertama loe ma si pangeran dari kerajaan stroberi palsu."
Manba berhenti menyapu lantai kelas.
"...oh, itu bukan ciuman pertamaku,"
Mata Kashuu melebar.
Ni bocah pernah nyipok orang berapa kali?!
Hori tau apa kagak?!
Pekikan Kashuu untung cuma didalam hati.
"Ciuman pertama ya...hmmm, kalo gak salah sama abang Denta,"
Kashuu sawan waktu denger kalimat tabu itu.
"...Gi...Gimana kisahnya?" Kashuu lemas seketika, bung.
"Eh, itu waktu SMP, gak sengaja juga," tutur Manba. "Cuma gara-gara kepleset kulit pisang di depan rumah abang Denta. Tapi untung gak ada yang cidera."
Astaga...polos amat ni anak...
Kashuu bingung antara pengen ngamuk ato ketawa dengan kisah aneh bin ajaib bin udin-woi.
Intinya, Kashuu bingung harus ngomong apa.
"...kalo sama si Rambut biru muda kayak anak basket sebelah?"
"Oh! Waktu SMA! Naki kan suka ngajak aku main kerumahnya, disana ada pohon gede yang suka kami panjat," ujar Manba. "Nah, aku kepleset waktu mau turun, pas dibawah ada Ichigo pula, aku jatuh, bukk, Ichigo pingsan, dan aku gak sengaja niyum dia."
...oh...jadi si pangeran stroberi juga gak tau toh...
Ngenes banget idup loe, Ichi...
Eh, tapi lumayan, buat bahan olok-olok.
Modus loe, Shuu...
"Setan-eh, maksudku, Kakak-kakakmu tau gak?"
"Enggak."
Dor.
Pangeran stroberi tinggal kenangan.
Iya kalo ada yang mau ngenang. Tampang pangeran tapi lucknut jua.
"Papih berarti gak tau juga donk...?"
"CCO aja gak tau."
Kashuu berdoa dalem ati supaya Ichigo diterima disisi-nya secepatnya.
"Kenapa, Shuu?"
"Cuma pengen tau, neng. Dah yuk, lanjut yang bersih-bersih, supaya gak dapet suami brewokan."
"Tinggal cukur aja tu brewok, gampang."
Njirr, ni bocah ngajak kelahi...
.
.
.
"Naki-chan! Manba-chan!"
Penunggu pos ronda noleh.
Tonbo dateng sama dua makhluk gaib yang entah dari mana, yang dimana keduanya kenal kembang kompleks.
"Kikkou! Tomoe!"
Berbagai macam mata melebar, dari yang biasa sampai yang bebintil, melihat pujaan hati mereka cipika-cipiki sama makhluk gaib yang Tonbo temuin.
Cup~
Bahkan ada yang sengaja nyipok kening Manba.
Para pria tulen di bakar api cemburu.
"Ayo kerumah! Kak Hori dah nyiapin jajanan khas kompleks! Bang Tonbo juga! Ayo!"
"Jones cuma biasa apha tuh..." gumam kakek (coretdatangcotet)Bulan ditamabah tetesan air mata buaya.
Para jones cuma bisa gigit jari.
'Terkutuk kau makhluk gaib! Kau juga satpam sialan!'
"Ehem..."
Ketua RT denger ternyata...
"Err...ada apa, ketua...?"
Ketua RT senyum manis kearah mereka.
'Njirr! Bakalan pensiun dari idup!'
"Hahaha~ mas Tonbo kan sibuk, tapi masih ada mbak Sengo~"
Sengo pamer taring kearah mangsanya.
"...boleh ngasih pesan-pesan gak..?"
Loe kira siaran radio...
"Huhuhu~ ntar aja~ buat Iblis di Neraka ajah, cin~"
Mari berpindah scene dari adegan pembunuhan, karena ini masih rated T.
.
.
.
"Kikkou disini?! Mana tu lelaki Dewa maksiat?!"
"...di rumah kak Manba, paman..."
"HAH?! TAPI NAKI JUGA DISANA! YAMA JUGA! HORI TINGGAL DISANA! ICHIGO! MANA GERANAT PAMAN?! PAMAN MAU BERBURU!"
"NYEBUT, PAMAN! NYEBUT! PAMAN DAH GAK MUDA LAGI!"
"PALA LOE KETABRAK SEPUR*!? PAMAN MASIH 30!? YAGEN! MANA GOLOK PAMAN?!"
Dan akhirnya, seluruh klan berusaha untuk mencegah paman mereka melalukan pembantaian.
Waduh, kok menceleng ke pembunuhan berencana juga...
.
.
.
Sementara itu dikediaman Kunihiro...
"Kakaka! Ada yang mau teh sariharum lagi?"
"Tomoe? Kikkou? Kok gak dimakan biskuitnya? Bang Tonbo juga, dimakan kuenya."
Mereka sedang menikmati hidangan khas lebaran ala mama Hori.
"Panggil Izum ma Kasen kesini gih, ah, sama Kogara-san ma CCO."
"Siap, paman!"
Mereka gak sadar dengan pembunuhan yang terjadi diluar benteng ternyata...
.
.
.
*Sepur artinya kereta :3
Ehehe, Ichi melewatkan kesempatan :P/plak/
Misteri ciuman pertama Manba telah terpecahkan! /Dor!/
Sampai sini dulu yah, Author mo semedi cari wangsit buat chp brikutnya.
Ja ne~
